• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Sifat Mekanik Beton Ringan Non Autoclaved Aerated Concrete Dengan Substitusi Fly Ash Dan Bottom Ash

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa Sifat Mekanik Beton Ringan Non Autoclaved Aerated Concrete Dengan Substitusi Fly Ash Dan Bottom Ash"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

2

ABSTRAK

Berdasarkan PP. No.85 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), fly ash dan bottom ash dikategorikan sebagai limbah B3 karena terdapat kandungan oksida logam berat yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu penanganan lingkungan yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan limbah fly ash dan bottom ash dalam pembuatan beton. Dalam penelitian ini limbah fly ash dan bottom ash digunakan sebagai substitusi semen dan agregat halus untuk membuat beton ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik dari beton ringan non autoclaved aerated concrete

(NAAC) dengan substitusi FA dan BA terhadap semen dan agregat halus, dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton. Beton ringan NAAC pada penelitian ini dibagi berdasarkan 4 kategori, yaitu beton ringan NAAC normal, substitusi dengan FA, substitusi dengan BA, dan gabungan FA dan BA dengan variasi 10%, 20%, dan 30%. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder, yang diuji pada umur 28 hari, dengan benda uji silinder sebanyak 90 sampel dan terdiri dari 10 variasi, dan masing-masing variasi sebanyak 9 sampel. Berdasarkan hasil pengujian substitusi FA dan BAsebesar 10%, 20%, dan 30%, memiliki nilai kuat tekan tertinggi pada persentase FA 30% yaitu sebesar 12,687 MPa, kuat tarik belah maksimum dicapai pada sampel FA 30% dengan nilai 1,540 MPa, dan absorbsi tertinggi pada NAAC normal yaitu sebesar 5,66%. Berdasarkan berat isi seluruh sampel dapat dikategorikan beton ringan, karena berat isi kurang dari 1900 kg/m3, dan berdasarkan kuat tekan, seluruh sampel termasuk kekuatan beton ringan non struktural karena berada pada rentang 7-14 MPa (Young, J. Francis.1972)

Kata Kunci : beton ringan, agregat halus, fly ash, bottom ash, kuat tekan, kuat

tarik belah, absorbsi

i

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantian semen dengan fly ash terhadap nilai slump, berat isi, absorbsi, porositas, kuat

Pada penelitian ini didapat berat isi beton yang tertinggi fly ash dari PLTU Jepara, sedangkan pada penelitian yang lain berat isi beton normal hasilnya lebih tinggi

Pengujian yang dilakukan adalah berat jenis, kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat lentur beton ringan dengan penambahan fly ash sebesar 20% dari berat semen. Pengujian beton

Tekan Beton Ringan Struktural Agregat Pumice , Jurnal Teknik Sipil. Universitas Negeri

1. Penambahan 30% styrofoam dari volume beton dapat dikategorikan sebagai beton ringan dengan range berat volume maksimal 1900 kg/m3. Kuat tekan beton dipengaruhi

Berdasarkan pengujian pasta ini untuk campuran beton digunakan PFA sebesar 50% sebagai pengganti semen pada beton dengan mempertimbangkan kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa serat pinang mampu meningkatkan kualitas sifat fisis dari papan beton ringan seperti nilai densitas, kuat lentur, porositas, kuat tekan, dan daya

Beton Agregat Ringan Dalam pembuatan beton, penggunaan agregat ringan digunakan sebagai pengganti agregat biasa yang memiliki berat jenis yang lebih tinggi... Secara umum, beton yang