SANTA ANGELA TAHUN PELAJARAN 2017-2018

26  20 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Page | 1

MODUL KIMIA

KELAS X MIA

IKATAN KIMIA

SANTA ANGELA

(2)

Page | 1

IKATAN KIMIA

Unsur-unsur biasanya ditemukan di alam dalam keadaan tidak stabil dan unsur-unsur tersebut cenderung untuk membentuk senyawa yang lebih stabil. Pembentukan senyawa ini terjadi melalui ikatan kimia. Ikatan kimia yang terdapat dalam senyawa dapat berupa ikatan ion atau ikatan kovalen.

A. Teori Kestabilan Atom

Selain gas mulia, hampir semua unsur yang ada di alam terdapat sebagai senyawa (gabungan dua unsur atau lebih yang terikat secara ikatan kimia). Semua ini menunjukkan bahwa di alam unsur-unsur tidak stabil dalam keadaan unsur bebas. Ketidakstabilan unsur-unsur ini ada hubungannya dengan konfigurasi elektron yang dimilikinya.

Konsep ikatan kimia pertama kali dikemukakan oleh Gilbert Newton Lewis dan Langmuir dari Amerika Serikat, serta Albrecht Kossel dari Jerman pada tahun 1916.

Adapun konsep tersebut sebagai berikut:

Kenyataan bahwa gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) sukar membentuk senyawa (sekarang telah dapat dibuat senyawa dari gas mulia Kr, Xe, dan Rn), merupakan bukti bahwa gas-gas mulia memilki susunan elektron yang stabil.

Setiap atom memiliki kecenderungan untuk mempunyai susunan elektron yang stabil seperti gas mulia, dengan cara melepaskan elektron, menerima elektron, atau menggunakan pasangan elektron secara bersama-sama. Mereka mengemukakan bahwa jumlah elektron pada kulit terluar dari dua atom yang berikatan akan berubah sedemikian rupa sehingga konfigurasi elektron kedua atom tadi sama dengan konfigurasi elektron gas mulia yaitu mempunyai 8 elektron pada kulit terluarnya. Oleh karena itu pernyataan Kossel-Lewis ini disebut aturan oktet.

(3)

Kimia X MIA | 2 Aturan oktet ini tidak berlaku untuk hidrogen sebab atom H akan membentuk konfigurasi elektron seperti He yaitu mempunyai 2 elektron pada kulit terluarnya pada saat membentuk ikatan yang disebut aturan duplet.

Tabel 3.1 Konfigurasi elektron unsur – unsur gas mulia

Unsu r

Nomor Atom

Konfigurasi Elektron

He 2 2

Ne 10 2 8

Ar 18 2 8 8

Kr 36 2 8 18 8

Xe 54 2 8 18 18 8

Rn 86 2 8 18 32 18 8

B. Struktur Lewis

Pada saat atom-atom membentuk ikatan, hanya elektron-elektron pada kulit terluar yang berperan yaitu elektron valensi. Struktur yang menggambarkan elektron pada kulit terluar suatu atom disebut struktur Lewis.

(4)

Kimia X MIA | 3

Tabel 3.2 Struktur Lewis unsur – unsur

Struktur Lewis berguna untuk memahami penggunaan elektron bersama pada ikatan kovalen.

C. Ikatan Ion

Ikatan ion (elektrovalen) adalah ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik – menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif, ini terjadi karena kedua ion tersebut memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar. Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menerima elektron (non logam). Atom yang melepas elektron berubah menjadi ion positif, sedangkan atom yang menerima elektron menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan tersebut, terjadi tarik-menarik (gaya elektrostatik) yang disebut ikatan ion.

(5)

Kimia X MIA | 4 1. Pembentukan NaCl

Garam dapur (NaCl) merupakan senyawa ionik yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Petani garam memperoleh kristal NaCl secara tradisional yaitu dengan cara menguapkan air laut dengan bantuan sinar matahari.

Gambar 3.2 Bentuk kristal NaCl

Natrium mempunyai kecenderungan untuk melepaskan elektron terluar daripada klor karena energi ionisasinya lebih rendah dibandingkan dengan klor. Untuk mencapai konfigurasi elektron stabil, natrium melepaskan satu elektron terluarnya sedangkan klor menerima elektron. Pada pembentukan NaCl, satu elektron dari Na akan diterima oleh Cl.

Na → Na+ + e

Cl + e → Cl-

Setelah terjadi perpindahan elektron, atom-atom tidak lagi bersifat netral tapi menjadi ion yang bermuatan. Atom Na melepaskan satu elektron menjadi ion Na+, sedangkan klor menerima satu elektron menjadi ion Cl. Ion Na+ dan Cl– akan tarik-menarik dengan gaya elektrostatik sehingga berikatan.

(6)

Kimia X MIA | 5

Cl + e → Cl- Na+ + Cl- → NaCl

2. Pembentukan MgCl2

Mg : 2, 8, 2 (melepas 2 elektron untuk mencapai konfigurasi elektron stabil) Cl : 2, 8, 7 (menangkap 1 elektron untuk mencapai konfigurasi elektron stabil)

Mg → Mg+2 + 2e

Cl + e → Cl- x 2 Mg+2 + 2Cl- MgCl2

3. Pembentukan MgO

Mg : 2, 8, 2 (melepas 2 elektron) O : 2, 6 (menangkap 2 elektron)

(7)

Kimia X MIA | 6

1. Mengapa unsur-unsur golongan VIIIA (gas mulia) bersifat stabil?

2. Bagaimana cara unsur-unsur selain golongan VIIIA mencapai kestabilan atau mencapai hukum oktet?

3. Apa yang dimaksud dengan ikatan ion?

4. Apakah syarat terjadinya ikatan ion?

5. Tuliskan rumus senyawa ion yang terbentuk dari ikatan antara atom – atom di bawah ini! Tentukan juga proses pembentukan ikatan ion yang terjadi! a. 20Ca dengan 8O

b. 13Al dengan 17Cl c. 19K dengan 16S d. 38Sr dengan 53I e. 13Al dengan 8O f. 19K dengan 53I

D. Ikatan Kovalen Tunggal

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan elektron secara bersama-sama oleh dua atom. Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron (sesama atom non logam). Cara atom-atom saling mengikat dalam suatu molekul dinyatakan oleh rumus bangun atau rumus struktur. Rumus struktur diperoleh dari rumus Lewis dengan mengganti setiap pasangan elektron ikatan dengan sepotong garis.

Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama sepasang elektron (setiap atom memberikan satu elektron untuk digunakan bersama). Pemakaian bersama pasangan elektron pada ikatan kovalen dapat digambarkan melalui struktur Lewis.

(8)

Kimia X MIA | 7 Perhatikan contoh berikut:

1. Ikatan kovalen tunggal pada molekul CH4

Atom C memiliki konfigurasi elektron 2 4 , sehingga elektron valensinya 4. Adapun konfigurasi elektron atom H adalah 1 sehingga elektron valensinya adalah 1. Jadi, dapat digambarkan struktur Lewis berikut:

Untuk mencapai kestabilannya, atom C cenderung menerima 4 elektron, sedangkan atom H cenderung menerima 1 elektron. Atom C dapat berikatan dengan atom H dengan cara pemakaian elektron bersama sehingga 1 atom.

Dan struktur ikatan kovalen tunggal yang terbentuk dapat dituliskan sebagai berikut:

2. Ikatan kovalen tunggal pada molekul H2

Atom H memiliki konfigurasi elektron 1 sehingga elektron valensinya 1. Untuk mencapai kestabilannya, atom H cenderung menerima 1 elektron. Jika 2 atom H saling berikatan, setiap atom H menyumbangkan 1 elektron untuk digunakan bersama sehingga elektron yang digunakan bersama jumlahnya 2.

(9)

Kimia X MIA | 8 E. Ikatan kovalen rangkap

Dalam mencapai konfigurasi stabil gas mulia, dua atom tidak saja dapat memiliki ikatan melalui sepasang elektron tetapi juga dapat 2 atau 3 pasang. Ikatan dengan dua pasang elektron milik bersama disebut ikatan rangkap dua (dilambangkan dengan dua garis). Ikatan dengan tiga pasang elektron milik bersama disebut ikatan rangkap tiga (dilambangkan dengan tiga garis).

Perhatikan contoh berikut:

1. Ikatan kovalen rangkap dua pada molekul O2

Atom O memiliki konfigurasi elektron 2 6 sehingga elektron valensinya 6. Untuk mencapai kestabilannya, atom O cenderung menerima 2 elektron. Jika 2 atom O saling berikatan, setiap atom O harus menyumbangkan 2 elektron untuk digunakan bersama sehingga elektron yang digunakan bersama jumlahnya 4.

2. Ikatan kovalen rangkap dua pada molekul CO2

3. Ikatan kovalen rangkap tiga pada molekul N2

Atom N memiliki konfigurasi elektron 2 5 sehingga elektron valensinya 5. Untuk mencapai kestabilannya, atom N cenderung menerima 3 elektron. Jika 2 atom N saling berikatan, setiap atom N harus menyumbangkan 3 elektron untuk digunakan bersama sehingga elektron yang digunakan bersama berjumlah 6.

(10)

Kimia X MIA | 9 F. Ikatan Kovalen Koordinat

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dari pemakaian pasangan elektron bersama yang berasal dari salah satu atom yang memiliki pasangan elektron bebas. Contoh senyawa yang memiliki ikatan kovalen koordinasi adalah HNO3, NH4Cl, SO3, dan H2SO4.

Ciri dari ikatan kovalen koordinasi adalah pasangan elektron bebas dari salah satu atom yang dipakai secara bersama-sama, seperti pada contoh senyawa HNO3 berikut ini. Tanda panah ( → ) menunjukkan pemakaian elektron dari atom N yang digunakan secara bersama oleh atom N dan O.

G. Penyimpangan Aturan Oktet

Ikatan kovalen terbentuk antara atom nonlogam dan atom nonlogam lainnya dengan cara pemakaian elektron bersama sehingga setiap atom yang

terlibat memenuhi kaidah oktet/duplet. Akan tetapi, aturan itu ternyata banyak dilanggar dan gagal dalam meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur-unsur transisi dan postransisi.

Pengecualian aturan oktet dapat dibagi dalam tiga kelompok sebagai berikut: 1. Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet.

(11)

Kimia X MIA | 10 2. Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil.

Contohnya adalah NO2, yang mempunyai elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17.

3. Senyawa yang melampaui aturan oktet.

Ini terjadi pada unsur-unsur periode 3 atau lebih yang dapat menampung lebih dari 8 elektron pada kulit terluarnya (ingat, kulit M dapat menampung hingga 18 elektron). Beberapa contoh adalah PCl5, SF6, ClF3, IF7, dan SbCl5.

H. Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar

Kepolaran atau pengkutuban dalam ikatan kimia adalah suatu keadaan yang disebabkan distribusi (penyebaran) elektron tidak merata atau elektron lebih cenderung tertarik pada salah satu atom. Kepolaran erat kaitannya dengan keelektronegatifan dan bentuk molekul.

1) Ikatan Kovalen Polar

(12)

Kimia X MIA | 11 Contoh: Dalam pembentukan molekul HF, kedua elektron dalam ikatan kovalen digunakan tidak seimbang oleh inti atom H dan inti atom F sehingga terjadi pengutuban atau polarisasi muatan.

Perbedaan keelektronegatifan atom H dan atom F cukup besar yaitu sekitar 1,9. Senyawa-senyawa lain yang bersifat kovalen polar dan memiliki perbedaan keelektronegatifan seperti pada tabel berikut.

Tabel 3.3 Perbedaan keelektronegatifan senyawa

Senyawa Perbedaan keelektronegatifan

HF 1,9

HCl 0,9

HBr 0,7

HI 0,4

2) Ikatan Kovalen Nonpolar

Pada ikatan kovalen nonpolar, distribusi elektron pada kedua atom yang saling berikatan merata. Artinya, tarikan elektron dari tiap – tiap atom sama besar (harga keelektronegatifan sama), sehingga tidak membentuk polarisasi muatan serta bentuk molekul akan menjadi simetris.

Contoh: Dalam pembentukan molekul I2, kedua elektron dalam ikatan kovalen digunakan secara seimbang oleh kedua inti atom iodin tersebut. Oleh karena itu, tidak akan terbentuk muatan (tidak terjadi pengutuban atau polarisasi muatan).

(13)

Kimia X MIA | 12 1. Jelaskan pengertian ikatan kovalen tunggal, rangakap dua, rangkap tiga dan

koordinasi!

2. Jelaskan perbedaan ikatan kovalen polar dan nonpolar!

3. Gambarkan struktur Lewis dan tentukan jenis ikatan kovalen yang terbentuk pada senyawa – senyawa berikut:

(14)

Kimia X MIA | 13 a. H2S

b. CS2

c. SiO2 d. C2H6

e. C2H4 f. C2H2

g. PCl3 h. NH3

i.C2H5OH j.H2CO3 4. Buktikan melalui struktur Lewis bahwa senyawa di bawah ini memiliki

ikatan kovalen koordinasi:

a. SO2 b. SO3 c. HNO2 d. O3 e. H2SO4 5. Urutkan tingkat kepolaran dari molekul-molekul berikut:

a. HBr b. FBr

c. N2 d. HF

I. Ikatan Logam

Gambar 3.3 Struktur kisi logam

(15)

Kimia X MIA | 14 Elektron-elektron valensi dari atom-atom logam bergerak dengan cepat (membentuk lautan elektron) mengelilingi inti atom (neutron dan proton). Ikatan yang terbentuk sangat kuat sehingga menyebabkan ikatan antaratom logam sukar dilepaskan. Unsur-unsur logam pada umumnya merupakan zat padat pada suhu kamar dan kebanyakan logam adalah penghantar listrik yang baik.

J. Perbedaan Sifat Fisika Senyawa Ion dan Kovalen

Berikut merupakan tabel perbedaan senyawa ion dan senyawa kovalen.

Tabel 3.4 Sifat – sifat fisika senyawa ion dan kovalen

No Sifat – sifat Fisika Senyawa Ion Senyawa Kovalen 1 Titik didih dan titik

leleh

Tinggi Rendah

2 Konduktivitas listrik Konduktor dalam bentuk lelehan dan

larutan

Konduktor hanya dalam bentuk larutan 3 Kelarutan dalam air Umumnya larut Polar umumnya larut 4 Kelarutan dalam

pelarut nonpolar

(16)

Kimia X MIA | 15 K. Bentuk Molekul

Sebelumnya telah dipelajari jenis ikatan kimia, yaitu ikatan ion dan ikatan kovalen. Ikatan ion merupakan ikatan yang terbentuk akibat serah terima elektron membentuk senyawa ion, sedangkan ikatan kovalen terbentuk karena pemakaian elektron bersama antar atom-atom dalam suatu molekul. Antara molekul yang satu dengan molekul lainnya, terdapat suatu interaksi atau gaya tarik-menarik yang mempengaruhi sifat fisis zat tersebut. Gaya tarik-menarik antar molekul yang satu dengan molekul yang lainnya disebut gaya antarmolekul. Gaya antarmolekul tesebut dipengaruhi oleh geometri/ bentuk molekul yang terlibat di dalamnya.

1. Geometri/Bentuk Molekul

Geometri/ bentuk molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul. Berikut ini merupakan geometri molekul dari beberapa molekul:

Geometri molekul dapat ditentukan melalui percobaan, tetapi geometri molekul sederhana dapat diramal berdasarkan struktur elektron dalam molekul, yaitu teori tolak-menolak elektron-elektron kulit terluar

(17)

Kimia X MIA | 16

Bentuk molekul (geometri molekul) dari suatu molekul adalah cara atom-atom tersusun dalam ruang tiga dimensi. Hal ini penting untuk diketahui oleh para ahli kimia, sebab hal ini sering menjelaskan mengapa reaksi-reaksi tertentu dapat terjadi, sedangkan yang lain tidak. Sebagai contoh, dalam ilmu farmasi, geometri molekul dari suatu obat dapat mengakibatkan reaksi-reaksi samping. Selain itu, geometri molekul juga menjelaskan mengapa air mempunyai dwikutub (ujung positif pada atom H dan ujung negatif pada atom O), sementara karbondioksida tidak.

Teori VSEPR (Valence Shell Electron-Pair Repulsion) atau

Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi memungkinkan para ahli kimia untuk meramalkan geometri molekul dari molekul-molekul. Teori ini

mengasumsikan bahwa pasangan elektron di sekitar atom, baik itu bonding

pair (Pasangan Elektron Ikatan/ PEI)maupun lone pair/nonbonding pair (Pasangan Elektron Bebas/PEB), akan berada dalam jarak sejauh mungkin untuk meminimalkan gaya tolakan di antara elektron tersebut. Geometri pasangan elektron (domain elektron) adalah susunan pasangan

elektron, baik PEI maupun PEB di sekitar atom pusat. Berdasarkan jumlah

domain elektron, kita dapat meramalkan bentuk molekul.

Untuk menentukan geometri molekul atau bentuk molekul dengan menggunakan teori VSEPR, kita dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Tentukan struktur Lewis molekul tersebut

2. Tentukan jumlah keseluruhan pasangan elektron total (domain elektron) yang berada di sekitar atom pusat (ikatan rangkap dua dan rangkap tiga masing-masing dianggap satu domain)

3. Dengan menggunakan tabel di bawah ini, tentukanlah geometri pasangan elektron (domain elektron)

Tipe Molekul

Geometri

Elektron PEI PEB Bentuk Molekul

(18)

Kimia X MIA | 17 (SO2, O3)

AX4 Tetrahedral 4 0 Tetrahedral

AX3E1 Tetrahedral 3 1

Segitiga

Piramida/Trigonal Piramida

(NH3) AX2E2 Tetrahedral 2 2

Bengkok/ Bent (H2O)

AX5 Trigonal Bipiramida

5 0 Trigonal

Bipiramida AX4E1 Trigonal

Bipiramida

4 1

(19)

Kimia X MIA | 18 AX3E2 Trigonal

Bipiramida

3 2

Bentuk T/ T-Shape

(ClF3) AX2E3 Trigonal

Bipiramida

2 3

Linear (XeF2)

AX6 Oktahedral 6 0 Oktahedral

AX5E1 Oktahedral 5 1

Segiempat Piramida AX4E2 Oktahedral 4 2

(20)

Kimia X MIA | 19

AX3E3 Oktahedral 3 3 Bentuk T

AX2E4 Oktahedral 2 4 Linear

L. Gaya Antar Molekul

Suatu atom yang telah berikatan dengan atom lainnya akan membentuk molekul. Antar satu molekul dan molekul lainnya akan menimbulkan interaksi. Interaksi inilah yang disebut gaya antar molekul. Gaya antar molekul adalah gaya yang menyebabkan antar molekul menjadi terikat dalam satu kelompok atau merupakan interaksi antara molekul-molekul dalam suatu zat (unsur atau senyawa) melalui gaya elektrostatis. Gaya antar molekul ini sangat dipengaruhi oleh kepolaran dari masing-masing molekul. Secara garis besar, berikut ini adalah gaya antar molekul yang kita 2. Ikatan Hidrogen

1. Unsur-unsur gas mulia bersifat stabil disebabkan oleh . . . . a. energi ionisasinya rendah

b. afinitas elektronnya tinggi c. elektron valensinya maksimal

d. wujudnya berupa gas monoatom e. jari-jari atomnya kecil

2. Suatu unsur dikatakan stabil jika . . . . a. di alam berwujud gas

b. dapat bersenyawa dengan unsur lain

c. memiliki energi paling rendah

d. dapat menyumbangkan elektron valensinya

e. memiliki kemampuan untuk bereaksi

(21)

Kimia X MIA | 20 3. Susunan elektron valensi gas mulia di bawah ini adalah oktet, kecuali . . .

a. Xe b. Ne c. Kr d. He e. Ar

4. Di antara ion-ion berikut, yang tidak mirip dengan konfigurasi elektron gas mulia terdekat adalah . . . .

a. N3– b. Al3+ c. F d. Mg2+ e. S2– 5. Ion berikut yang tidak memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan ion

O2– adalah . . . . 7. Senyawa yang terbentuk akibat ikatan ion adalah . . . .

a. H2O dan NaCl a. senyawa kovalen dengan rumus XY

b. senyawa kovalen dengan rumus XY2 c. senyawa ion dengan rumus XY d. senyawa ion dengan rumus XY2 e. senyawa ion dengan rumus X2Y

9. Pasangan senyawa yang mempunyai ikatan kovalen adalah . . . . a. CH4 dan H2O

b. CH4 dan NaCl

c. NH3 dan KI d. KCl dan CCl4

e. H2O dan NaCl

10. Berikut ini adalah diagram elektron valensi pada molekul YZ2. Unsur Y dan Z adalah . . . .

11. Ikatan rangkap dapat terjadi pada senyawa kovalen berikut kecuali pada . . a. argon dan krypton

(22)

Kimia X MIA | 21

a. O2 b. CO2 c. C2H2 d. CH4 e. N2

12. Senyawa yang mengandung ikatan kovalen polar adalah . . . .

a. BCl3 b. CH4 c. H2O d. CCl4 e. CO2

13. Hidrogen dapat membentuk senyawa kovalen polar dengan unsur golongan halogen. Berikut ini yang paling polar adalah . . . .

a. HF b. HCl c. HBr d. HI e. HAt 16. Suatu atom X memiliki konfigurasi elektron 2 8 8 3. ika unsur X berikatan

maka senyawa yang mungkin terbentuk adalah . . . .

a. X2(SO4)3 b. BaX c. X3Br d. HX3 e. HX4 17. Atom 6C dapat berikatan dengan atom 17Cl menurut aturan Lewis. Senyawa

tersebut adalah . . . .

a. CCl3 b. CCl2 c. CCl4 d. C2Cl3 e. C3Cl5 18. Suatu unsur dengan nomor atom 35 paling mudah membentuk ikatan ionik

dengan unsur yang memiliki nomor atom . . . .

a. 19 b. 16 c. 17 d. 20 e. 28

19. Pasangan berikut ini merupakan senyawa kovalen adalah . . . . a. NaBr dan MgBr2

b. NaCl dan HF

c. HCl dan H2O d. CaCl2 dan MgO

e. P2O5 dan Al2O3 20. Gas karbon dioksida yang dibutuhkan tumbuhan hijau untuk berfotosintesis

(23)

Kimia X MIA | 22 22. Unsur A (nonlogam) memiliki keelektronegatifan tinggi dan unsur B

(nonlogam) memiliki satu elektron di kulit terluar. Ikatan antara A dan B adalah ikatan . . . .

a. ionik

b. kovalen nonpolar c. kovalen rangkap dua

d. kovalen rangkap tiga e. kovalen polar

23. Unsur dengan konfigurasi elektron: 2, 8, 8, 2, jika akan mengikat unsur lain untuk membentuk senyawa, maka langkah terbaik dengan . . . .

a. pelepasan 1 elektron, sehingga bermuatan 1+ b. pelepasan 2 elektron, sehingga bermuatan 2+ c. penangkapan 1 elektron, sehingga bermuatan 1– d. penangkapan 2 elektron, sehingga bermuatan 2– e. memasangkan 2 elektron dengan 2 elektron lainnya

24. Suatu unsur dengan konfigurasi elektron: 2, 6. Kecenderungan unsur tersebut bila akan berikatan dengan unsur lain adalah . . . .

a. pelepasan 2 elektron, sehingga bermuatan 2+ b. pelepasan 4 elektron, sehingga bermuatan 4+ c. penyerapan 2 elektron, sehingga bermuatan 2– d. penyerapan 4 elektron, sehingga bermuatan 4– e. memasangkan 6 elektron

25. Unsur-unsur berikut membentuk ion positif, kecuali . . . .

a. 11Na b. 19K c. 20Ca d. 35Br e. 37Rb 26. Diketahui data suatu senyawa adalah:

(i) berikatan ion (ii) rumus ikatan XY2

(iii) jika dilarutkan dalam air menghantarkan listrik Dari data tersebut, X adalah unsur golongan . . . .

a. IA b. VIA c. IIA d. VIIA e. IIIA

27. Di antara unsur-unsur golongan IVA yang memiliki sifat istimewa karena dapat membentuk rantai ikatan adalah unsur . . . .

(24)

Kimia X MIA | 23 28. Kecenderungan atom bermuatan positif adalah . . . .

a. afinitas elektronnya besar b. energi ionisasinya kecil c. keelektronegatifannya besar

d. energi ionisasinya besar e. keelektronegatifannya sedang 29. Unsur berikut ini yang cenderung menangkap elektron adalah . . . .

a. 11Na b. 16S c. 12Mg d. 18Ar e. 13Al 30. Unsur 19X bereaksi dengan 16Y membentuk senyawa dengan ikatan … dan

rumus kimia . . . .

dengan konfigurasi: 2, 8, 18, 7. Rumus kimia dan jenis ikatan yang terjadi adalah . . . . 32. Diketahui beberapa unsur dengan nomor atom sebagai berikut. 9X, 11Y, 16Z,

19A, dan 20B. Pasangan unsur yang dapat membentuk ikatan ion adalah . . .

33. Kelompok senyawa berikut ini yang seluruhnya berikatan ion adalah . . . . a.CaCl2, CaO, H2O, dan N2O

b. KCl, NaCl, SrCl2, dan PCl5 c.MgCl2, SrO, NO2, dan SO2

d.BaCl2, CaCl2, CaO, dan SF6 e. KCl, CaO, NaCl, dan MgCl2 34. 17. Pasangan senyawa berikut ini mempunyai ikatan kovalen, kecuali . . . .

a.H2SO4 dan NH3

mempunyai ikatan kovalen adalah . . . . a.A dan D

b.C dan D

c.B dan C d.C dan E

e.B dan D 36. Kelompok senyawa di bawah ini yang semuanya berikatan kovalen adalah

a.Cl2O7, CO2, HCl, dan NaCl b. H2O, HCl, SF6, dan CCl4

(25)

Kimia X MIA | 24 e.Ag2O, N2O3, C2H2, dan CO2

37. Molekul unsur berikut yang mempunyai ikatan kovalen rangkap dua adalah . . . . 38. Molekul unsur berikut yang mempunyai ikatan kovalen rangkap tiga adalah

. . . . 39. Senyawa berikut mempunyai ikatan kovalen tunggal, kecuali . . . .

a.H2O (nomor atom H = 1 dan O = 8 ) b.HCl (nomor atom H = 1 dan Cl = 17) c. NH3 (nomor atom N = 7 dan H = 1) d. CH4 (nomor atom C = 6 dan H = 1) e. CO2 (nomor atom C = 6 dan O = 8)

40. Senyawa berikut ini bersifat polar, kecuali . . . . a. CO

(26)

Figur

Gambar 3.1 G. N. Lewis
Gambar 3 1 G N Lewis . View in document p.3
Tabel 3.2 Struktur Lewis unsur – unsur
Tabel 3 2 Struktur Lewis unsur unsur . View in document p.4
Gambar 3.2 Bentuk kristal NaCl
Gambar 3 2 Bentuk kristal NaCl . View in document p.5
Tabel 3.3 Perbedaan keelektronegatifan senyawa
Tabel 3 3 Perbedaan keelektronegatifan senyawa . View in document p.12
Gambar 3.3 Struktur kisi logam
Gambar 3 3 Struktur kisi logam . View in document p.14
Tabel 3.4 Sifat – sifat fisika senyawa ion dan kovalen
Tabel 3 4 Sifat sifat fisika senyawa ion dan kovalen . View in document p.15

Referensi

Memperbarui...