Perancangan Sistem/ERP
Outcome Perkuliahan
Mahasiswa diharapkan
1. Dapat menyebutkan dan menerangkan ruang lingkup perancangan
sistem terinci
Karakteristik Sistem
Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
Bagian Dari Sistem(1)
Penghubung (Interface) Sistem
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem
lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung.
Masukan (Input) Sistem
Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem.
Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk
Bagian Dari Sistem(2)
Keluaran (Output) Sistem
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifkasikan
menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau
kepada supersistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
Pengolah (Process) Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan
Sasaran Sistem
Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran.
Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan
keluaran yang akan dihasilkan sistem.
Desain/Perancangan Sistem
Tujuan:
Membuat spesifkasi rinci dari solusi berbasis komputer
Solusi berbasis komputer dapat berupa
turn-key system: beli sistem jadi dan tinggal pakai
customized system: beli sistem jadi dengan penyesuaian disana sini
in-house development: membuat sistem sendiri
Output desain sistem hasil in-house development: Perancangan input
Perancangan proses Perancangan basis data Perancangan output
Perancangan antarmuka dengan pemakai Desain modul/unit
Perancangan Input(1)
Tujuan dari Perancangan Input adalah :
Untuk mengefektifkan biaya pemasukan data
Untuk mencapai keakuratan yang tinggi
Untuk menjamin pemasukan data dapat diterima & dimengerti oleh pemakai
Proses Input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama,
yaitu :
Data capture / Penangkapan data
Data preparation / Penyiapan data
Perancangan Input(2)
Tipe Input dapat dibedakan :
Eksternal
Pada tipe ini pemasukan data berasal dari luar organisasi
Internal
Pada tipe ini pemasukan data hasil komunikasi pemakai dengan sistem
Yang perlu diperhatikan dalam Perancangan Input adalah :
Tipe input
Fleksibel format
Kecepatan
Akurat
Metode verifkasi
Mudah dikoreksi
Keamanan
Mudah digunakan
Kompatibel dengan sistem yang lain
Perancangan Input(3)
Langkah-langkah Perancangan Input Secara Umum :
Menentukan kebutuhan Input dari sistem yang baru
Input yang akan dirancang dapat ditentukan dari DFD sistem baru yang telah
dibuat
Menentukan parameter dari Input
Alat Input direct entry :
Perancangan Proses(1)
Tujuan dari Perancangan Proses Sistem adalah :
Untuk menjaga agar proses data lancar dan teratur sehingga menghasilkan
informasi yang benar
Untuk mengawasi proses dari sistem
Perancangan Proses Sistem ini bisa digambarkan dengan :
Sistem Flowchart
Data Flow Diagram(DFD)
Spesifkasi Proses
Perancangan Proses(2)
Perancangan Proses Berdasarkan Dimensi Waktu
Real Time Processing
Hard Real Time Soft Real Time
Karakter kunci pada proses real-time :
Berorientasi proses Online fle availability Very short time intervals Constant updating
Organization of records for rapid access.
Batch Processing
Proses batch berdasarkan pada transformasi input-output terurut. Tidak ada interaksi yang ongoing.
Perancangan Database(1)
Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan
database
system
.
Sistem basis data (database system)
ini adalah suatu
sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data
yang saling berhubungan satu dengan lainnya
.
Perancangan database
merupakan
proses dari menentukan isi
dan mengatur kebutuhan data untuk mendukung perancangan
sistem yang bervariasi
. Ada 3 model database yang terkenal :
Model hirarki
Model jaringan
Perancangan Database(2)
What Is A Relational Database (RDBMS)?
Model relasional berdasarkan pada teori himpunan pada matematika. Tabel disebut sebagai relasi. Properti tabel :
Kolom yang disebut atribut (PK & FK)
Domain (kelompok dimana nilai atribut harus dipilih)
Relasi (keterhubungan) : 1:1; 1:M; M:N
Manipulasi data (select, project, join tables; insert, delete dan update data).
SQL merupakan bahasa database standard untuk query, manipulasi dan
Perancangan Database(3)
Alat Perancangan Database
ERD Mapping
Normalisasi
Langkah-langkah Perancangan Database secara umum :
Perancangan Kendali / Kontrol(1)
Tujuan:
agar keberadaan sistem setelah diimplementasi dapat memiliki
keandalan dalam mencegah kesalahan, kerusakan serta kegagalan proses sistem.
Ancaman Sistem
Kesalahan manusia (lalai, kurang pelatihan)
Perangkat lunak yang bersifat merusak / menipu (Salami Technique, Trojan Horse, Logic Bomb,
Worm, Virus)
Penyadapan
Pengaksesan yang tidak sah
Perubahan / kehilangan database
Perancangan Kendali / Kontrol(2)
Jenis Kontrol
Pencegahan Pendeteksian Pengkoreksian
Kontrol yang bisa digunakan:
Kontrol Integritas Data
Kontrol Kode
Kontrol Validasi Input
Kontrol Identifkasi Input
Kontrol Batch
Kontrol Audit Trail
Perancangan Jaringan/Komputer(1)
Tujuan
:
Memenuhi kebutuhan atas konektivitas komputer untuk mengakses sistem.
Langkah :
1. Membuat segmen bidang usaha (berdasarkan geografs, departemen,
bangunan, lantai, dsb)
2. Membuat sebuah model LAN
3. Mengevaluasi LAN untuk menentukan apakah mereka cocok untuk tiap
segmen diseluruh usaha
Perancangan Jaringan/
Komputer(2)
Arsitektur LAN:
• Bus
• Ring
Perancangan Jaringan(3)
WLAN adalah LAN yang menggunakan frekuensi radio
(Radio
Frequency (RF))
untuk berkomunikasi tanpa menggunakan kabel
Pertimbangan Menggunakan WLAN
Kebutuhan akan feksibilitas
Kebutuhan penambahan produktivitas
Penghematan pengeluaran untuk kabel
Kelemahan
Masalah kemanan
Perancangan Output(1)
Tujuan :
mengubah data ke informasi yang berkualitas dan dapat digunakan. Tujuan akhirnya adalah untuk proses pengambilan keputusan.
Tipe Output dapat dibedakan :
Eksternal
Tujuan output untuk informasi diluar organisasi pemakai Internal
Tujuan output untuk informasi dilingkungan organisasi pemakai
Yang harus diperhatikan dalam perancangan output :
Tipe output (Eksternal, Internal)
Isi output (keterangan atau informasi)
Format output (berupa keterangan/narrative, tabel atau grafk)
Perancangan Output(2)
Ciri dari informasi berkualitas tinggi adalah :
1. Aksesabilitas (Accesability) 2. Ketepatan-waktu (Timelines) 3. Relevansi (Relevance)
4. Keakuratan (Accuracy) 5. Usabilitas (Usability)
Jenis Laporan:
Laporan penyingkat data untuk tingkat manajemen yang berbeda(Hierarchical Report)
Laporan untuk membandingkan data (Comparative Report)
Laporan penyingkat data untuk tingkat
manajemen yang berbeda(Hierarchical Report)
Memiliki Tujuan menyingkat, mengumpulkan dan menyesuaikan data
untuk hierarki manajemen sehingga memungkinkan manajer pada semua tingkatan
menerima informasi sesuai kebutuhan khusus mereka.
Tipe laporan ini adalah :
Laporan Penyaring (Filter Report)
Contoh : manajer proyek membutuhkan laporan biaya bahan baku dan biaya overhead
Laporan Pertanggungjawaban (Responsibility Report)
Laporan untuk membandingkan data
(Comparative Report)
Memiliki tujuan untuk membantu manajer dan pemakai lain memeriksa
dua atau lebih item untuk menentukan kesamaan dan ketidaksamaan.
Tipe laporan ini adalah:
Laporan Horisontal (Horizontal Report)
Contoh : neraca , laporan rugi laba
Laporan Vertikal (Vertical Report)
Contoh : tiap dalam laporan rugi laba dinyatakan sebagai presentasi penjualan bersih.
Laporan Tandingan (Counterbalance Report)
Laporan untuk memonitor varian
dalam data (Monitoring Report)
Memiliki tujuan memperlihatkan sebuah varian (variance)
dan divergensi (divergence) dari sebuah standar, anggaran
kuota, rencana atau tolak ukur.
Tipe laporan ini adalah
Laporan Varian (Variance Report)
Contoh : laporan kinerja tenaga kerja dirancang untuk membandingkan standard dan hasil nyata
Laporan Pengecualian (Exception Report)
Perancangan Output(3)
Grafk
Digunakan untuk mengilustrasikan informasi numerik agar dapat dipahami secara cepat.
Perangkat untuk membuat prototype grafk : Spreadsheet, CASE tools, DBMS, 4GL.
Jenis Grafk
Grafk Sebaran (Scatter Graph)
Menggambarkan trend data
Grafk Garis (Line Graph)
Mengggambarkan fuktuasi selama jangka waktu tertentu
Grafk Batang (Bar Graph)
Menunjukkan proporsi atau kuantitas yang saling berhubungan. Ada 2 jenis yaitu: − Horisontal (Horizontal Bar Graph)
Digunakan untuk membandingkan item yang berbeda dalam kerangka waktu yang sama − Vertikal (Vertical Bar Graph)
Digunakan untuk mengukur perbandingan item yang sama pada periode waktu yang berbeda
Sektograf
Menunjukkan pembagian jumlah total − Bagan kue (Pie Chart)
Berupa lingkaran yang disegmentasi yang menunjukkan prosentasi − Grafk Lapisan (Layer Graph)
Wilayah antara garis menunjukkan kuantitas dan ditambahkan ke jumlah total
Piktograf
Perancangan Output(4)
Tabel & Matrik
Tabel dan matrik menggabungkan ciri dari report tabular konvensional dan
grafk.
Keduanya diaplikasikan untuk hubungan yang penting, menunjukkan perbandingan, dan memberikan instruksi.
Tabel
Dibentuk dari sejumlah kolom dengan judul subyek yang diatur dalam garis. Tabel sangat berarti dalam menyediakan rangkuman eksekutif dari informasi.
Matriks
Perancangan Output(5)
Dasar2 Merancang Layar
Teknik untuk merancang layar report dapat diperoleh/ diadopsi dari perancangan report di kertas.
Yang harus diperhatikan :
Organisasi dari layar
Justifkasi dari feld data dan pelabelan
Judul
Spasi
Identifkasi judul & layar
Perancangan Output(6)
Organisasi dari layar
Minimasi gerakan mata melalui layar dengan cara pembacaan atas ke bawah, kiri ke kanan sehingga memungkinkan kekuatan kognitif
(pemahaman) pemakai dipergunakan penuh.
2 elemen kunci dari layar adalah kapsion (caption) dan feld data
Caption : nama yg mengidentifkasi isi dari sebuah feld data
Pengaturan kapsion & feld data: harus diatur rata kiri atau kanan
Heading : Penempatan heading dan penggunaan huruf (capslock atau lowercase) Pemberian spasi
Judul dan pengenal layar
Penggunaan dan penempatan judul layar yang akan muncul pada setiap layer Warna
Sesuaikan dengan ketentuan umum, contoh : merah =
kerugian/berhenti/bahaya, kuning = hati-hati, hijau = keuntungan/memulai/normal
Perancangan Output(7)
Warna
Warna apabila digunakan dengan tepat dapat mengorganisasikan data,
memusatkan perhatian, menonjolkan perbedaan dan membuat tampilan lebih menarik.
Petunjuk penggunaan warna :
1. Untuk diskriminasi antar item digunakan merah, kuning, hijau,biru dan putih
2. Gunakan warna terang untuk memberi tekanan
3. Untuk menyampaikan kesamaan gunakan warna serupa,
contoh : jingga dengan kuning, biru dengan ungu.
4. Pada suatu saat jangan gunakan lebih dari dua warna plus warna