• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

PUTUSAN Nomor 450 K/TUN/2013

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG

Memeriksa perkara tata usaha negara dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara:

K.H. ACHMAD SHOFWAN, LC., kewarganegaraan Indonesia, tempat tinggal di Jalan Manukan Tama, Nomor 2012-203, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, pekerjaan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Muttaqin Surabaya;

Selanjutnya memberi kuasa kepada:

1 H. M.M. HADIDARSONO, S.H.; 2 H. PRIHATIN EFFENDI, S.H.; 3 RULY SYARIF HIDAYAT, S.H.; 4 JOHANSYAH KOCONEGORO, S.H.; 5 CAHYO NUGROHO, S.H.;

Semuanya kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Advokat dan Asisten Advokat pada Kantor Hukum “H. MM. Hadidarsono, SH & Rekan, beralamat di Manukan Bhakti II Blok 20 D/02, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 8 Mei 2012;

Selanjutnya memberi kuasa juga kepada: 1 M. SYAHRUL BORMAN, S.H.,M.H.; 2 SITI MARWIYAH, S.H.,M.H.;

Semuanya kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Advokat pada Kantor Hukum “M. SYAHRUL BORMAN, S.H., M.H. & REKAN”, beralamat di Bendul Mrisi Permai Blok C, Nomor 4, Surabaya, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 1 Agustus 2013;

Pemohon Kasasi dahulu Terbanding/Penggugat; melawan:

I KEPALA KANTOR PERTANAHAN KOTA SURABAYA I, tempat kedudukan di Jalan Taman Puspa Raya Blok D, Nomor 10, Komplek Citra Raya Sambikerep, Surabaya;

Selanjutnya memberi kuasa kepada:

Halaman 1 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

1 KUNCOROBHAKTI HANUNG P, S.H., Jabatan Kepala Seksi Sengketa Konflik dan Perkara Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kota Surabaya I;

2 R. WIDODO AGUS PURWANTO, S.H., Jabatan Kepala Sub Seksi Sengketa Konflik Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kota Surabaya I;

3 NANANG HARIYANTO, S.H., Jabatan Kepala Sub Seksi Perkara Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kota Surabaya I; 4 NUGROHO IMAM SANTOSO, S.H., Jabatan Staf Sub

Seksi Sengketa Konflik pada Kantor Pertanahan Kota Surabaya I;

5 NITA PURWANDARI, S.ST., Jabatan Staf Sub Seksi Perkara pada Kantor Pertanahan Kota Surabaya I;

6 MUCH MUDZAKIR, AMD, Jabatan Staf Sub Seksi Perkara pada Kantor Pertanahan Kota Surabaya I;

Semuanya beralamat di Surabaya, Jalan Taman Puspa Raya Blok D, Nomor 10 (Komplek Perumahan Citra Raya), berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 280/SKK/35.78.14/ VIII/2013 tanggal 26 Agustus 2013;

II Ny. YULI PUSPA, kewarganegaraan Indonesia, tempat tinggal di Jalan Mas Trip, Nomor 858, Waru-Gunung- Surabaya, pekerjaan Pedagang;

III LINDAWATI, kewarganegaraan Indonesia, tempat tinggal di Jalan Tempel Sukorejo I/77, Surabaya, pekerjaan Wiraswasta; Termohon Kasasi I, II, III dahulu Pembanding III, I, II/ Tergugat-Tergugat II Intervensi 1, 2;

Mahkamah Agung tersebut;

Membaca surat-surat yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa dari surat-surat yang bersangkutan ternyata bahwa sekarang Pemohon Kasasi dahulu sebagai Penggugat telah menggugat sekarang Termohon Kasasi I, II, III dahulu sebagai Tergugat-Tergugat II Intervensi 1, 2 di muka persidangan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut:

DASAR GUGATAN:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

1 Penolakan dan atau tidak/belum dapat diproses lebih lanjut terhadap Permohonan Pendaftaran Hak atas Tanah Yasan yang diajukan Penggugat Nomor 001/Pb-Bpn/I/2012 tertanggal 23 Januari 2012 yang terletak di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya. Yang tertuang dalam Surat Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan Tergugat Nomor 487/3-35.78/III/2012 tertanggal 8 Maret 2012;

2 Bahwa Penggugat mengajukan Permohonan Pendaftaran Hak atas Tanah Yasan kepada Kantor Pertanahan Kota Surabaya I, atas dasar Jual Beli dengan Ahli Waris Moertinah B. Pasijani, serta dilengkapi Surat-surat tanah berupa: Salinan Buku C Wajib Ipeda Nomor 13043, Kutipan Register Buku C, Surat Keterangan tentang Riwayat Tanah, Daftar Mutasi Objek Pajak, Sporadik Reg. 146/275/436.11.31.4/2011, tanggal 19 Mei 2011 yang kesemuanya dikeluarkan Lurah Lontar dan disertai Surat Pengantar kepada Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I Nomor 146/120/ 426.11.31.4/2011, tanggal 22 Agustus 2012 tentang Pengantar Pengukuran Tanah;

3 Bahwa dasar Tergugat menolak dan atau tidak/belum dapat diproses lebih lanjut terhadap Pendaftaran Hak atas Tanah Yasan yang terletak di Kelurahan Lontar, yang diajukan Penggugat karena telah terbit Sertifikat HGB 2106 dan HGB 2107 Kelurahan Pradah Kalikendal yakni:

3.1. Sertifikat HGB 2106 Kelurahan Pradah Kalikendal Luas 1.000 m2, Gambar

Situasi Nomor 3173 tanggal 9 April 1994 atas nama Linda Wati dasar Akta Jual Beli tanggal 27 Februari 1997 Nomor Akta 37-01/DKT/1997, PPAT Haryono, S.H., dan HGB tersebut telah berakhir masa berlakunya sampai tanggal 8 Maret 2001;

3.2. Sertifikat HGB 4937/Kelurahan Pradah Kalikendal, Pemegang terakhir Ny. Yuli Puspa dengan Surat Ukur (SU) yang berasal dari HGB 2107, tanggal 4 Maret 2005 Nomor 2631/Pradah Kalikendal/2005, dengan Luas 1.093 m2,

atas dasar Akta Jual Beli yang dibuat oleh Carolin Constantina Kalampung, S.H. selaku PPAT;

4. Bahwa Sertifikat HGB tersebut di atas pada Nomor 3.1 dan 3.2. Letak tanahnya di Kelurahan Pradah Kalikendal tetapi diterbitkan di Tanah Penggugat di Wilayah Kelurahan Lontar, adalah salah Letak Lokasi, merupakan kecerobohan Tergugat karena tidak menerapkan kehati-hatian, kecermatan dalam Pelaksanaan Pendaftaran

Halaman 3 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Tanah meliputi: Pengumpulan dan Pengolahan Data Fisik, Pembuktian Hak dan Pembukuannya, Penerbitan Sertifikat, Penyajian data Fisik dan Data Yuridis; 5. Bahwa objek-objek sengketa tersebut di atas, merugikan Penggugat karena:

5.1. Bertentangan dengan Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara;

5.2. Bertentangan dengan Pasal 15 PP Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah;

5.3. Bertentangan dengan Pasal 3 huruf (a, b dan c) PP Nomor 24 Tahun1997 tentang Pendaftaran Tanah;

5.4. Bertentangan dengan Pasal 12 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tentang Kegiatan Pendaftaran Tanah Untuk Pertama Kali;

6 Bahwa selain melanggar peraturan tersebut di atas, Tergugat juga melanggar BAB III Asas Umum Penyelenggaraan Negara Pasal 3 Undang-Undang R.I. Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme, sebagai berikut: 6.1. Asas Kepastian Hukum yaitu adalah asas dalam rangka Negara Hukum yang

mengutamakan Landasan Peraturan Perundang-Undangan, Kepatutan dan Keadilan dalam setiap Kebijakan Penyelenggaraan Negara;

6.2. Asas Keterbukaan, yaitu Pejabat Tata Usaha Negara harus dapat membuka diri kepada masyarakat untuk memperoleh Informasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif tentang Penyelenggaraan Negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas Hak Asasi Pribadi, Golongan dan Rahasia Negara. Selama ini Tergugat tidak pernah memberikan informasi atau keterangan yang lengkap terkait objek sengketa yang merupakan Produk Tergugat selaku Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I;

6.3. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara, asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan Negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau Rakyat Pemegang Kedaulatan Tertinggi Negara, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan tidak terpenuhinya Asas Kepastian Hukum

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

dan Asas Keterbukaan mengakibatkan tidak terpenuhinya Asas Tertib Penyelenggaraan Negara;

7 Bahwa Penggugat mengetahui tanah milik Penggugat telah terbit Sertifikat HGB Nomor 2106 dan HGB Nomor 4937 yang berasal dari HGB Nomor 2107 Kelurahan Pradah Kalikendal berasal keterangan Tergugat dalam memberikan data terkait objek sengketa pada pemeriksaan persiapan tanggal 26 Juni 2012 dan tentang Penolakan Pemrosesan Pendaftaran Hak atas tanah Yasan yang tertuang dalam Surat Keputusan Tata Usaha Negara Nomor 487/3-35.78/III/2012 tertanggal 8 Maret 2012, dan Penggugat ketahui pada tanggal 8 Maret 2012, sehingga masih dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari yang ditentukan oleh Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004, tentang Perubahan Pertama Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara;

8 Bahwa Penggugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini dan memutus menyatakan batal atau tidak sah terhadap:

1 Surat Keputusan Tata Usaha Negara Nomor 487/3-35.78/III/2012, tertanggal 8 Maret 2012 tentang Penolakan Pemrosesan Pendaftaran Hak Atas Tanah Yasan;

2 Surat Keputusan Tata Usaha Negara atas Penerbitan Sertifikat HGB 2106 Kelurahan Pradah Kalikendal Luas 1000 m2, Gambar Situasi

Nomor 3173 tanggal 9 April 1994 atas nama Lindawati, dengan dasar Akta Jual Beli tanggal 22 Februari 1997 Nomor Akta 37-01/DKT/1997

Halaman 5 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

yang dibuat oleh PPAT Haryono, S.H. Hak Guna Bangunan tersebut masa berlakunya sampai tanggal 8 Maret 2001;

3 Surat Keputusan Tata Usaha Negara atas Penerbitan Sertifikat HGB Nomor 4937 Kelurahan Pradah Kalikendal, Pemegang terakhir Ny. Yuli Puspa

dengan Surat Ukur yang telah berasal dari HGB Nomor 2107 tanggal 4 Maret 2005 Nomor 2631/Pradah Kalikendal/2005 yang dibuat oleh Carolin Constantina Kalampung selaku PPAT;

4. Mewajibkan kepada Tergugat untuk memproses Pendaftaran Hak Atas Tanah Yasan Penggugat sesuai Surat Permohonan Nomor 001/Pb-Bpn/I/2012, tertanggal 23 Januari 2012, sampai terbitnya Sertifikat Hak Milik (SHM); Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat mohon kepada Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya agar memberikan putusan sebagai berikut:

1 Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya; 2 Menyatakan batal dan tidak sah:

1. Surat Keputusan Tata Usaha Negara Nomor 487/3-35.78/III/2012, tertanggal 8 Maret 2012 tentang Penolakan Pemrosesan Pendaftaran Hak Atas Tanah Yasan; 2. Penerbitan Sertifikat HGB Nomor 2106 Kelurahan Pradah Kalikendal, Luas

1000 m2, Gambar Situasi (GS) tertanggal 9 April 1994 atas nama Lindawati,

dengan dasar Akta Jual Beli tanggal 22 Februari 1997 Nomor Akta 37-01/ DKT/1997 yang dibuat oleh PPAT Haryono, S.H. Hak Guna Bangunan tersebut masa berlakunya sampai tanggal 8 Maret 2001;

3. Penerbitan Sertifikat HGB Nomor 4937 Kelurahan Pradah Kalikendal, Pemegang terakhir atas nama Ny. Yuli Puspa dengan Surat Ukur (SU) yang berasal dari HGB Nomor 2107, tertanggal 4 Maret 2005 Nomor 2631/Pradah Kalikendal/2005, dengan luas 1.093 m2, atas dasar Akta Jual Beli yang dibuat

oleh Carolin Constantina Kalampung selaku PPAT; 3 Mewajibkan Tergugat untuk mencabut:

1 Surat Keputusan Tata Usaha Negara Nomor 487/3-35.78/III/2012, tertanggal 8 Maret 2012 tentang Penolakan Pemrosesan Pendaftaran Hak Atas Tanah Yasan;

2. Penerbitan Sertifikat HGB Nomor 2106 Kelurahan Pradah Kalikendal, Luas 1000 m2, Gambar Situasi Nomor 3173 tanggal 9 April 1994 atas nama

Lindawati, dengan dasar Akta Jual Beli tanggal 22 Februari 1997 Nomor Akta

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

37-01/DKT/1997 yang dibuat oleh PPAT Haryono, S.H. Hak Guna Bangunan tersebut masa berlakunya sampai tanggal 8 Maret 2001;

3. Penerbitan Sertifikat HGB Nomor 4937/Kelurahan Pradah Kalikendal, Pemegang Terakhir Ny. Yuli Puspa, dengan Surat Ukur (SU) yang telah berasal dari HGB Nomor 2107, tanggal 4 Maret 2005 Nomor 2631/ Pradah Kalikendal/2005 yang dibuat oleh Carolin Constantina Kalampung selaku PPAT;

4 Mewajibkan Tergugat untuk memproses permohonan Penggugat Nomor 001/Pb-Bpn/I/2012 tanggal 23 Januari 2012, tentang Pendaftaran Hak atas Tanah Yasan yang terletak di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya; 5 Membebankan biaya perkara kepada Tergugat;

Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat dan Tergugat II Intervensi 1 dan 2 masing-masing mengajukan eksepsi yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut:

EKSEPSI TERGUGAT:

1 Bahwa Tergugat menolak seluruh dalil gugatan Penggugat kecuali terhadap hal-hal yang diakui kebenarannya dalam jawaban ini;

2. Bahwa objek gugatan dalam perkara ini adalah:

• Surat Tergugat tanggal 8 Maret 2012 Nomor 487/3-35.78/III/2012, perihal: Permohonan Pendaftaran Hak Atas Tanah Atas Nama Moertinah B. Pasijani;

• Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kelurahan Pradah Kalikendal, luas 1000 m2, atas nama Lindawati, haknya telah

berakhir pada tanggal 8 Maret 2001;

• Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2107/Kelurahan Pradah Kalikendal, Gambar Situasi tanggal 9 April 1994 Nomor 3174/1994 luas 1.093 m2, asal persil pemisahan atas nama PT. Darmo Permai,

berkedudukan di Surabaya, terbit tanggal 22 September 1994, petunjuk Hak Guna Bangunan Nomor 79/Kelurahan Pradah Kalikendal;

Bahwa berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya tanggal 12 Januari 2005 Nomor 50-550/1-35.1-2005, Hak Guna Bangunan ini dihapus dan menjadi Hak Guna Bangunan Nomor 4937/Kelurahan Pradah Kalikendal, Surat Ukur tanggal 4 Maret 2005 Nomor 2631/Pradah Kalikendal/2005, atas nama Endang Sekarningsih Jono Rahardjo, terbit tanggal 5 September 2005, penunjuk bekas Hak Guna Bangunan Nomor 2107/Kelurahan Pradah Kalikendal.

Halaman 7 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Bahwa berdasarkan pendaftaran Akta Jual Beli tanggal 8 Maret 2012 Nomor 98/2012, yang dibuat oleh dan dihadapan Carolin Constantina Kalampung, Sarjana Hukum selaku PPAT atas nama Nyonya Juli Puspa;

3. Bahwa terkait dengan objek gugatan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kelurahan Pradah Kalikendal yang terbit tahun 1994 dan Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2107/Kelurahan Pradah Kalikendal yang juga terbit tahun 1994, dikaitkan dengan pengajuan gugatan oleh Penggugat melalui Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara pada tanggal 25 Mei 2012 maka gugatan Penggugat sebagaimana ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan Pasal 32 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah sepatutnya dinyatakan kadaluwarsa/lewat waktu mengingat sesuai ketentuan di atas apabila seseorang merasa memiliki hak atas tanah terhadap bidang tanah yang telah bersertifikat hanya memiliki waktu 5 (lima) tahun untuk menuntut haknya sementara dalam kasus ini waktu Penggugat untuk menuntut hanya sudah melebihi/ daluwarsa;

4. Bahwa gugatan Penggugat sebagaimana terurai dalam dalil Posita Gugatan secara yuridis tidak memenuhi syarat formal surat gugatan dan hukum acara di Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya, sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-Undangan antara lain: Pasal 1 Nomor 1, 2, Pasal 56 ayat (3) dan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tata Usaha Negara, dengan alasan yuridis yakni: sebagaimana ketentuan dimaksud gugatan sedapat mungkin disertai Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan oleh Penggugat hal ini dikaitkan dengan objek gugatan Penggugat, yakni Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kelurahan Pradah Kalikendal, yang telah berakhir pada tanggal 8 Maret 2001. Maka secara yuridis gugatan Penggugat tidak disertai dengan Keputusan Tata Usaha Negara sehingga layak apabila gugatan Penggugat oleh Majelis Hakim dinyatakan gugatan Penggugat tidak memenuhi syarat formil surat gugatan dan selanjutnya dinyatakan ditolak seluruhnya. Walaupun ada objek lain sebagai gugatan namun hal ini menjadi sebagai objek gugatan dalam perkara ini; 5. Bahwa gugatan Penggugat Error In Objekto, hal ini didasarkan pertimbangan

yuridis bahwasannya dalam surat gugatan pihak Penggugat baik dalam posita maupun dalam petitum mempermasalahkan bidang tanah yang didalilkan

seolah-Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

olah miliknya didukung dengan data surat pengantar dan sporadik yang dikeluarkan oleh Lurah Lontar, sementara objek perkara yakni: Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106 dan Nomor 2107 berada di wilayah administrasi Kelurahan Pradah Kalikendal, Kecamatan Dukuh Pakis. Sehingga secara yuridis terdapat perbedaan letak bidang tanah yang dipermasalahkan dengan bidang seolah-olah milik Penggugat dengan bidang berdasarkan sertifikat objek perkara berdasarkan wilayah administrasi;

6. Bahwa terkait dengan objek gugatan berupa Beschiking yang diterbitkan oleh Tergugat berupa Keputusan Penolakan in casu surat Tergugat tanggal 8 Maret 2012 Nomor 487/3-35.78/III/2012, Perihal: Permohonan Pendaftaran Hak Atas Tanah atas nama Moertinah B. Pasijani, sebagaimana Pasal 62 ayat (1) huruf c dan d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009, layak apabila gugatan Penggugat dengan objek gugatan Keputusan Penolakan in casu surat Tergugat tanggal 8 Maret 2012 Nomor 487/3-35.78/III/2012, tidak dipertimbangkan oleh Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara ini dan selanjutnya diputus dengan amar putusan antara lain: menolak gugatan Penggugat, mengingat gugatan Penggugat tidak didasarkan pada alasan-alasan yang layak dan apa yang dituntut dalam gugatan sebenarnya sudah terpenuhi oleh Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat, dikatakan apa yang dituntut dalam gugatan sebenarnya sudah terpenuhi oleh Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat. Hal ini karena objek gugatan in casu surat Tergugat tanggal 8 Maret 2012 Nomor 487/3-35.78/ III/2012, dikeluarkan Tergugat adalah dalam rangka menindaklanjuti permohonan yang diajukan pihak Penggugat, oleh karena bidang tanah yang ditunjuk Penggugat telah terbit hak atas tanah maka selanjutnya dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan terkait pendaftaran tanah antara lain: Pasal 27 ayat (3), Pasal 30 ayat (1) huruf c dan Pasal 31 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 juncto Pasal 77 ayat (1), 79, 80, 82 ayat (1), 83 huruf c, 86 ayat (2) dan Pasal 87 ayat (3) dan (4) Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional R.I. Nomor 3 Tahun 1997. Serta Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik khususnya Asas Ketelitian, Kecermatan, Kehati-hatian dan Kepastian Hukum, kepada pihak Pemohon di informasikan dengan surat tertulis bahwa bidang tanah yang dimohon telah terbit hak atas tanahnya dan selanjutnya terhadap permohonan tersebut belum dapat diproses;

Halaman 9 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

7. Bahwa mencermati posita dan petitum gugatan Penggugat, secara yuridis mendasarkan pada Pasal 1365 B.W. dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009, perkara ini bukan sengketa administrasi Tata Usaha Negara tetapi sengketa keperdataan walaupun di dalam posita surat gugatan dan petitum surat gugatan Penggugat mohon Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya untuk menyatakan batal/tidak sah Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106 dan 2107/ Keluarahan Pradah Kalikendal, dan menyatakan batal dan tidak sah surat Tergugat tanggal 8 Maret 2012 Nomor 487/3-35.78/III/2012, namun sebenarnya perkara ini lebih tepat diklasifikasikan sebagai perkara/sengketa keperdataan/kepemilikan dalam hal ini antara pihak Penggugat dengan pihak pemegang hak berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106 dan Nomor 2107/Kelurahan Pradah Kalikendal satu dan lain pernyataan yuridis ini dikaitkan dengan bukti yuridis ada perbedaan data wilayah administrasi dimana bidang tanah yang dipermalahkan pihak Penggugat dengan bidang tanah milik pemegang hak berdasarkan bukti penguasaan Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106 dan Nomor 2107/ Kelurahan Pradah Kalikendal;

8. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Tergugat mohon kepada Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya berkenan memberikan putusan sela dengan menyatakan:

• Bahwa Gugatan Penggugat secara yuridis dapat diklasifikasi sebagai gugatan kadaluwarsa/lewat waktu sebagaimana ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009;

• Secara yuridis gugatan Penggugat tidak disertai dengan Keputusan Tata Usaha Negara sehingga layak apabila gugatan Penggugat dinyatakan tidak memenuhi syarat formil surat gugatan dan menolak gugatan Penggugat seluruhnya;

• Gugatan Penggugat Error In Objekto;

• Penggugat tidak terdapat kerugian atas Beschiking yang diterbitkan oleh Tergugat mengingat gugatan Penggugat Error In Objekto;

• Gugatan Penggugat tidak didasarkan pada alasan-alasan layak dan apa yang dituntut dalam gugatan sebenarnya sudah terpenuhi oleh Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

• Perkara ini bukan sengketa administrasi Tata Usaha Negara tetapi sengketa keperdataan walaupun di dalam posita surat gugatan dan Petitum surat gugatan Penggugat mohon Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya untuk menyatakan batal/tidak sah Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106 dan 2107/Keluarahan Pradah Kalikendal, dan menyatakan batal dan tidak sah surat Tergugat tanggal 8 Maret 2012 Nomor 487/3-35.78/III/2012;

EKSEPSI TERGUGAT II INTERVENSI 1:

1 Bahwa Tergugat II Intervensi menolak secara tegas seluruh dalil yang diajukan oleh Penggugat, kecuali hal-hal yang secara tegas diakui kebenarannya;

2 Bahwa objek gugatan Penggugat adalah:

• Surat Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan oleh Tergugat I yaitu Surat Nomor 487/3-35.78/III/2012, tanggal 8 Maret 2012, yakni perihal: Permohonan Pendaftaran Hak Atas Tanah a.n. Moertinah B. Pasijani;

• Sertifikat HGB Nomor 2106/Kelurahan Pradah Kalikendal, Luas 1.000 m2, atas nama Lindawati, haknya telah berakhir pada tanggal 8 Maret

2001;

• Sertifikat HGB Nomor 4937/Kelurahan Pradah Kalikendal untuk pemegang hak terakhir Ny. Yuli Puspa dengan Surat Ukur yang berasal dari HGB Nomor 2107, tanggal 4 Maret 2005 Nomor 2631/Pradah Kalikendal/2005, dengan luas 1.093 m2 atas dasar Akta Jual Beli yang

dibuat oleh Carolin Constantina Kalampung, S.H. selaku PPAT; 3. Bahwa Putusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan Hukum

Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat Konkret, Individual dan Final. Yang menimbulkan akibat Hukum bagi seseorang atau Badan Hukum Perdata;

4. Bahwa pengertian bersifat konkret, artinya yang diputuskan dalam Keputusan Tata Usaha Negara itu tidak abstrak, tetapi berwujud tertentu atau dapat ditentukan; 5. Bahwa pengertian bersifat individual artinya Keputusan Tata Usaha Negara itu

tidak diajukan untuk umum, tetapi tertentu baik alamat maupun yang dituju;

Halaman 11 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

6. Bahwa yang dimaksud bersifat final artinya sudah definitif dan karenanya dapat menimbulkan akibat hukum, sedangkan keputusan yang masih memerlukan persetujuan instansi atasan atau instansi lain belum bersifat final, karenanya belum menimbulkan suatu hak atau kewajiban pada pihak yang bersangkutan;

7. Bahwa salah satu objek gugatan yang diajukan Penggugat adalah Surat Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan oleh Tergugat I yaitu Surat Nomor 487/3-35.78/III/2012, tanggal 8 Maret 2012, yakni perihal: Permohonan Pendaftaran Hak Atas Tanah a.n. Moertinah B. Pasijani, dimana isi yang paling esensial dalam Tergugat I Nomor 487/3-35.78/III/ 2012, tanggal 8 Maret 2012, pada butir 3, dinyatakan bahwa berdasarkan butir 2 di atas, permohonan Saudara tidak/belum dapat diproses lebih lanjut;

8. Bahwa pengertian tidak/belum dapat diproses lebih lanjut disini artinya Pejabat Tata Usaha Negara tidak menolak permohonan Penggugat, akan tetapi masih belum dalam memproses lebih lanjut karena diketahui bahwa pada lokasi tersebut telah terbit Sertifikat HGB Nomor 2016 dan HGB Nomor 2107;

9. Bahwa dengan demikian Surat Keputusan Nomor 487/3-35.78/III/2012, tanggal 8 Maret 2012, belumlah final, sehingga demikian tidak dapat dikategorikan sebagai Keputusan Tata Usaha Negara yang dapat dijadikan sebagai objek gugatan;

10. Bahwa oleh karena itu jawaban Tergugat I yang tidak/belum dapat memproses atas Surat Permohonan Penggugat perihal Permohonan Pendaftaran Hak Atas Tanah sudah tepat dan benar serta memenuhi Asas Pemerintah Yang Baik dan Asas Kecermatan serta Asas Kepastian Hukum, oleh karena di atas tanah yang dimohonkan Penggugat telah terbit Sertifikat HGB atas nama Tergugat II Intervensi, yang hingga diajukan surat permohonan tersebut, Sertifikat HGB Nomor 4937 atas nama Nyonya Yuli Puspa masih berlaku secara sah/belum dibatalkan;

11.Bahwa oleh karenanya gugatan Penggugat tersebut harus dibuktikan terlebih dahulu adanya status kepemilikan tanah yang seharusnya diajukan ke Peradilan Umum karena menyangkut sengketa kepemilikan;

12. Bahwa berdasarkan hal tersebut di atas, maka gugatan Penggugat harus ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima;

EKSEPSI TERGUGAT II INTERVENSI 2:

1 Gugatan penggugat illusioner (sia-sia), karena gugatan Penggugat membatalkan sertifikat yang sudah tidak berlaku. Bahwa objek gugatan Penggugat salah satunya adalah mengenai Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106 atas nama Lindawati Kelurahan Pradah Kalikendal yang sudah tidak berlaku. Bahwa dengan demikian gugatan Penggugat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

adalah gugatan yang illusioner karena menggugat pembatalan sertifikat yang sudah tidak berlaku, oleh karena telah ditingkatkan haknya menjadi Sertifikat Hak Milik Nomor 5/ Kelurahan Tubanan, atas nama Lindawati. Maka dengan demikian adalah layak dan patut, gugatan Penggugat tersebut layak dan patut dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard);

2 Gugatan penggugat daluwarsa karena telah melewati batas waktu 5 (lima) tahun sejak terbitnya Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kel. Pradah Kalikendal, atas nama Tergugat II Intervensi 2 (pada tahun 1997) sebagaimana Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang Nomor 9 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pasal 32 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Bahwa oleh karena gugatan a quo merupakan wujud kebenaran Penggugat terhadap terbitnya Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kel. Pradah Kalikendal, atas nama Tergugat II Intervensi 2 yang diterbitkan oleh Tergugat sejak tahun 1997, maka oleh karena terbitnya sertipikat a quo telah melewati batas waktu 5 (lima) tahun, maka terhadap keberadaan sertifikat dimaksud tidak dapat dituntut lagi keabsahannya;

Hal tersebut sebagaimana ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 juncto Undang- Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang menyatakan: “Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara“;

Dan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 32 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah yang menyatakan: “Dalam hal atas suatu bidang tanah sudah diterbitkan sertifikat secara sah atas nama orang atau badan hukum yang memperoleh tanah tersebut dengan itikad baik, maka pihak lain yang merasa mempunyai hak atas tanah itu, tidak dapat lagi menuntut pelaksanaan hak tersebut apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak diterbitkannya sertipikat itu tidak mengajukan keberatan secara tertulis kepada pemegang sertifikat dan Kepala Kantor Pertanahan yang bersangkutan ataupun tidak mengajukan gugatan ke Pengadilan mengenai penguasaan tanah atau penerbitan sertifikat tersebut“;

Bahwa berdasarkan ketentuan di atas, maka sudah tertutup pintu kesempatan bagi Penggugat untuk mempermasalahkan mengenai keabsahan Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kelurahan Pradah Kalikendal, atas nama Tergugat II Intervensi 2 tersebut, oleh karena dalam kurun waktu 5 (lima) tahun sejak terbitnya

Halaman 13 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kel. Pradah Kalikendal, atas nama Tergugat II Intervensi 2 (pada tahun 1997) tidak mengajukan keberatannya, dan baru kali ini Penggugat mengajukan keberatannya dengan mengajukan gugatan a quo. Bahwa terlebih lagi Penggugat sudah mengetahui bahwa Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kelurahan Pradah Kalikendal, telah habis jangka waktu HGB-nya sejak Tahun 2001, dan baru pada tanggal 23 Januari 2012 Penggugat mengajukan permohonan haknya dengan dasar adanya data surat-surat dari Kelurahan Lontar yang pada akhirnya permohonan tersebut ditolak karena atas tanah dimaksud telah terbit Sertifikat Hak Milik Nomor 5/Kelurahan Tubanan. Bahwa berdasarkan uraian di atas, maka gugatan Penggugat dapat diklasifikasikan sebagai gugatan yang daluwarsa, sehingga oleh karenanya adalah layak dan patut gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard). Terlebih perolehan Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kelurahan Pradah Kalikendal, atas nama Tergugat II Intervensi 2 adalah dengan itikad baik. Bahwa secara bahasa, itikad adalah kemauan (maksud) yang teguh, keyakinan, ibadah, dogma. Sehingga yang dimaksud dengan itikad baik adalah kemauan (maksud) yang baik. Sedangkan itikad baik dalam perolehan sertifikat maksudnya adalah bahwa prosedur perolehan sertifikat tersebut telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kelurahan Pradah Kalikendal, atas nama Tergugat II Intervensi 2 melalui prosedur yang benar, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang dibeli oleh Tergugat II Intervensi 2 dari PT. Darmo Permai sebagaimana termuat dalam Akta Jual Beli Nomor 3701/Dkp/1997 tanggal 22 Februari 1997 dibuat dihadapan Harjono, PPAT Wilayah Kotamadya Surabaya. Bahwa oleh karena gugatan Penggugat telah daluwarsa, maka adalah layak dan patut gugatan Penggugat ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard) karena telah daluwarsa;

3 Gugatan Penggugat melanggar syarat formil Pasal 56 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang Nomor 9 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tata Usaha Negara yang mewajibkan gugatan disertai Keputusan Tata Usaha Negara, sedangkan objek gugatan yang berupa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106 atas nama Tergugat II Intervensi 2 telah berakhir pada tahun 2001 dan sudah tidak berlaku lagi bahkan sudah ditarik dari peredaran, sehingga tentunya gugatan Penggugat tidak disertai sertifikat dimaksud,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

sehingga karenanya gugatan Penggugat harus dinyatakan tidak dapat diterima. Bahwa gugatan Penggugat telah melanggar syarat formil gugatan yang ditentukan dalam Pasal 56 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tata Usaha Negara yang menyatakan: “Gugatan sedapat mungkin juga disertai Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan oleh Penggugat“. Bahwa Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan Penggugat berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kelurahan Pradah Kalikendal, atas nama Tergugat II Intervensi 2 adalah telah berakhir pada tanggal 8 Maret 2001, dan sudah tidak berlaku lagi, sehingga tentunya gugatan Penggugat dengan menjadikan objek sengketa Hak Guna Bangunan Nomor 2106/ Kelurahan Pradah Kalikendal menjadi tidak relevan dalam perkara ini sehingga karenanya gugatan Penggugat harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard);

4 Gugatan Penggugat Error In Objectum, karena tanah yang didalilkan milik Penggugat terletak di Kelurahan Lontar, sedangkan tanah milik Tergugat II Intervensi 2 terletak di Kelurahan Pradah Kalikendal. Bahwa dalil-dalil posita gugatan Penggugat pada dasar gugatan poin (2) dan (3) menyatakan: “Bahwa Penggugat mengajukan permohonan Pendaftaran Hak Atas Tanah Yasan kepada Kantor Pertanahan Kota Surabaya I, atas dasar jual beli dengan ahli waris Moertinah B. Pasijani, serta dilengkapi Surat Tanah berupa Buku C Wajib Ipeda Nomor 13043, Kutipan Register Buku C, Surat Keterangan tentang Riwayat Tanah, Daftar Mutasi Objek Pajak, Sporadik Reg. 146/275/436.11.31.4/2011 tanggal 19 Mei 2011 yang kesemuanya dikeluarkan oleh Lurah Lontar dan disertai Surat Pengantar kepada Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I Nomor 146/120/436.11.31.4/2011 tanggal 22 Agustus 2011 tentang Pengantar Pengukuran Tanah”. “Bahwa dasar Tergugat menolak dan atau tidak/belum dapat diproses lebih lanjut terhadap Pendaftaran Hak atas tanah Yasan yang terletak di Kelurahan Lontar……….”;

Jelas dan Tegas membuktikan bahwa tanah milik Penggugat adalah terletak di Kelurahan Lontar, sedangkan tanah milik Tergugat II Intervensi 2 sebagaimana terbukti dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/ Kelurahan Pradah Kalikendal adalah terletak di Kelurahan Pradah Kalikendal, bahkan saat ini tanah tersebut ditingkatkan haknya menjadi hak milik sebagaimana terbukti dari Sertifikat Hak Milik Nomor 5/Kelurahan Tubanan atas nama Tergugat II Intervensi 2, sehingga saat ini justru tanah milik Tergugat II Intervensi 2 tersebut terletak (masuk

Halaman 15 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

wilayah) Kelurahan Tubanan karena terjadi perpindahan wilayah administrasi pemerintahan. Bahwa berdasarkan fakta dimaksud, jelas dan tegas tanah yang didalilkan milik Penggugat yang terletak di Kelurahan Lontar berbeda dengan tanah milik Tergugat II Intervensi 2 yang terletak di Kelurahan Pradah Kalikendal (sebelumnya) dan saat ini telah berubah menjadi masuk wilayah Kelurahan Tubanan, karena terjadi perpindahan wilayah administrasi pemerintahan. Bahwa dengan demikian, jelas gugatan Penggugat masuk dalam kategori error in objektum karena letak tanah yang didalilkan milik Penggugat berbeda dengan letak tanah milik Tergugat II Intervensi 2, sehingga karenanya adalah layak dan patut gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard) karenanya merupakan gugatan yang error in objektum;

5 Gugatan Penggugat kabur (obscuur libels) karena objek gugatan tidak jelas. Bahwa satu sisi, Penggugat mendalilkan dalam gugatannya bahwa tanah miliknya terletak di Kelurahan Lontar, namun di sisi lain, Penggugat berkeberatan dengan tanah milik Tergugat II Intervensi 2 yang terletak di Kelurahan Pradah Kalikendal tersebut berada pada (di atas) tanah milik Penggugat yang berada di Kelurahan Lontar. Dalil gugatan Penggugat tersebut menjadi kabur, tidak jelas dan rancu. Dimanakah sebenarnya letak objek gugatan? apakah di Kelurahan Lontar ataukah di Kelurahan Pradah Kalikendal???. Bahwa tidak jelas objek yang disengketakan, mengakibatkan gugatan tidak dapat diterima. Hal ini sebagaimana Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 1149 K/Sip/1975 tanggal 17 April 1971 yang menyatakan “karena surat gugatan tidak menyebut dengan jelas tanah sengketa, gugatan tidak dapat diterima”. Bahwa dengan demikian, ada ketidakjelasan luas letak tanah sengketa dalam gugatan Penggugat, sehingga menimbulkan ketidakjelasan mengenai letak tanah yang sebenarnya, sehingga mengakibatkan kekaburan yang berkaitan dengan objek sengketa. Adapun terhadap gugatan yang tidak menyebutkan secara jelas letak objek sengketa tersebut, mengakibatkan gugatan tersebut tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard). Sehingga karenanya, adalah layak dan patut gugatan Penggugat yang kabur tersebut dinyatakan tidak dapat diterima;

6 Gugatan Penggugat tidak berdasar hukum, karena hanya didasarkan pada bukti berupa buku c dan wajib Ipeda, padahal bukti kepemilikan yang sah atas sebidang tanah adalah berupa sertifikat (sebagaimana ketentuan Pasal 32 ayat (1) PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah). Sehingga karenanya gugatan Penggugat yang tidak berdasar tersebut harus ditolak atau setidaknya dinyatakan tidak dapat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

diterima. Bahwa dalil posita gugatan Penggugat pada Dasar Gugatan poin (2) yang menyatakan:

“Bahwa Penggugat mengajukan Permohonan Pendaftaran Hak atas Tanah Yasan kepada Kantor Pertanahan Kota Surabaya I, atas dasar jual beli dengan ahli waris Moertinah B. Pasijani, serta dilengkapi Surat Tanah berupa Buku C Wajib Ipeda Nomor 13043, Kutipan Register Buku C, Surat Keterangan tentang Riwayat Tanah, Daftar Mutasi Objek pakai, Sporadik Reg. 146/275/436.11.31.4/2011 tanggal 19 Mei 2011 yang kesemuanya dikeluarkan oleh Lurah Lontar dan disertai Surat Pengantar kepada Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I Nomor 146/120/436.11.31.4/2011 tanggal 22 Agustus 2011 tentang Pengantar Pengukuran Tanah”. Membuktikan bahwa dasar kepemilikan Penggugat atas sebidang tanah adalah berupa Buku C dan Wajib Ipeda, padahal jelas dan tegas Buku C maupun Wajib Ipeda bukanlah merupakan tanda bukti hak atas tanah, karena tanda bukti hak atas tanah yang sah adalah Sertifikat. Hal ini sebagaimana ketentuan Pasal 32 ayat (1) PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah yang menyatakan:

“Sertifikat merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat di dalamnya, sepanjang data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan”. Bahwa oleh karena bukti Penggugat hanya berupa Buku C dan Wajib Ipeda yang bukan merupakan tanda bukti kepemilikan yang sah atas sebidang tanah dengan demikian, Penggugat telah tidak dapat membuktikan kebenaran dalil gugatan Penggugat, padahal menurut hukum, seorang Penggugat yang mengaku memiliki hak harus dapat membuktikan hak tersebut, sebagaimana ketentuan Pasal 1865 KUHP juncto Pasal 163 HIR yang menyatakan: “Setiap orang yang mendalilkan bahwa ia mempunyai sesuatu hak, atau guna meneguhkan haknya sendiri maupun membantah suatu hak orang lain, menunjuk pada suatu peristiwa, diwajibkan membuktikan adanya hak atau peristiwa tersebut”;

Bahwa oleh karena Penggugat tidak dapat mengajukan sesuatu hak, atau, sebagai tanda bukti kepemilikan yang sah hak atas tanah, atau dengan kata lain, terbukti gugatan Penggugat tidak berdasar, sehingga karenanya gugatan Penggugat harus ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard);

Halaman 17 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

7 Gugatan Penggugat melanggar kompetensi Pengadilan Negeri, karena pada dasarnya merupakan sengketa kepemilikan hak atas tanah antara Penggugat dengan Tergugat II Intervensi 2. Bahwa gugatan Penggugat pada dasarnya adalah merupakan sengketa kepemilikan hak atas tanah antara Penggugat dengan Tergugat II Intervensi 2, sehingga karenanya gugatan kepemilikan hak atas tanah ini merupakan kewenangan Pengadilan Negeri dan bukan merupakan kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara. Penggugat mengajukan permohonan hak kepada Tergugat terhadap Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2106/Kelurahan Pradah Kalikendal, padahal yang dimohonkan Hak oleh Penggugat telah ditingkatkan haknya oleh Tergugat II Intervensi 2 dari Hak Guna Bangunan menjadi Sertifikat Hak Milik Nomor 5/Kelurahan Tubanan, sehingga oleh karenanya untuk membuktikan apakah tanah dimaksud adalah Hak Milik dari Tergugat II Intervensi 2 harus diajukan gugatan di Pengadilan Umum (Perdata). Bahwa oleh karena gugatan Penggugat yang merupakan sengketa kepemilikan ini diajukan pada Pengadilan Tata Usaha Negara yang bukan kewenangannya, maka adalah layak dan patut gugatan Penggugat ini dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard) karena melanggar kompetensi absolut Pengadilan Negeri;

Bahwa terhadap gugatan tersebut, Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya telah mengambil putusan, yaitu Putusan Nomor 68/G/2012/ PTUN.SBY, tanggal 25 Februari 2013 yang amarnya sebagai berikut:

I DALAM EKSEPSI;

• Menyatakan eksepsi Tegugat dan Tergugat II Intervensi 1 dan Tergugat II Intervensi 2 tidak diterima seluruhnya;

II. DALAM POKOK SENGKETA;

1 Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

2 Menyatakan batal Surat Keputusan yang diterbitkan oleh Tergugat berupa: 1 Surat Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I Nomor 487/3-35.78/

III/2012 tanggal 8 Maret 2012 tentang Penolakan Pemrosesan Pendaftaran Hak atas Tanah Yasan;

2 Sertifikat Hak Milik Nomor 5/Kelurahan Tubanan tanggal 12 April 2011, Surat Ukur Nomor 357/Tubanan/2011, tanggal 16 Maret 2011 luas 1000 m2 atas nama Lindawati;

3 Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 4937/Kel Pradah Kalikendal tanggal 5 September 2005, Surat Ukur Nomor 2631/Pradah Kalikendal tanggal 4 Maret 2005, luas 1093 m2 atas nama Nyonya Yuli Puspa;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

3 Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan yang diterbitkan oleh Tergugat berupa:

1 Surat Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I Nomor 487/3-35.78/ III/2012 tanggal 8 Maret 2012 tentang Penolakan Pemrosesan Pendaftaran Hak atas Tanah Yasan;

2 Sertifikat Hak Milik Nomor 5/Kelurahan Tubanan tanggal 12 April 2011, Surat Ukur Nomor 357/Tubanan/2011, tanggal 16 Maret 2011 luas 1000 m2 atas nama

Lindawati;

3 Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 4937/Kel. Pradah Kalikendal tanggal 5 September 2005, Surat Ukur Nomor 2631/Pradah Kalikendal tanggal 4 Maret 2005, luas 1093 m2 atas nama Nyonya Yuli Puspa;

4 Mewajibkan Tergugat untuk memproses Permohonan Penggugat Nomor 001/ Pb-Bpn/I/2012, tanggal 23 Januari 2012 tentang Pendaftaran Hak atas Tanah Yasan yang terletak di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya;

5 Menghukum Tergugat, Tergugat II Intervensi 1 dan Tergugat II Intervensi 2 secara tanggung renteng sebesar Rp2.533.000,00 (dua juta lima ratus tiga puluh tiga ribu rupiah);

Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Pembanding III, I, II/Tergugat-Tergugat II Intervensi 1, 2, Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut telah dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya dengan Putusan Nomor 83/B/2013/PT.TUN.SBY, tanggal 2 Juli 2013 yang amarnya berbunyi sebagai berikut:

• Menerima Permohonan Banding Tergugat/Pembanding III, Tergugat II Intervensi 1/Pembanding I dan Tergugat II Intervensi 2/Pembanding II; • Membatalkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Nomor

68/G/2012/PTUN.SBY. tanggal 25 Februari 2013 yang dimohon banding, dan dengan;

MENGADILI SENDIRI: Dalam Eksepsi:

• Menerima eksepsi Tergugat/Pembanding III, Tergugat II Intervensi 1/ Pembanding I dan Tergugat II Intervensi 2/Pembanding II;

Dalam Pokok Perkara:

• Menyatakan gugatan Penggugat/Terbanding tidak dapat diterima;

Halaman 19 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

• Menghukum Penggugat/Terbanding untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang pada tingkat banding ditetapkan sebesar Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah);

Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada Penggugat pada tanggal 16 Juli 2013 yang diterima pada tanggal 19 Juli 2013, kemudian terhadapnya oleh Penggugat dengan perantaraan kuasanya, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 8 Mei 2012, diajukan permohonan kasasi secara lisan pada tanggal 26 Juli 2013 sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 68/G/2012/ PTUN.SBY. juncto Nomor 83/B/2013/PT.TUN.SBY. yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya. Permohonan tersebut diikuti dengan memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut pada tanggal 31 Juli 2013;

Bahwa setelah itu, oleh Termohon Kasasi I, II dan III yang pada tanggal 1 Agustus 2013 telah diberitahu tentang memori kasasi dari Pemohon Kasasi, diajukan jawaban memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya masing-masing pada tanggal 26 Agustus 2013, 13 Agustus 2013 dan tanggal 16 Agustus 2013;

Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009, maka secara formal dapat diterima;

alasan kasasi

Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi dalam memori kasasi pada pokoknya sebagai berikut:

1 Bahwa Pemohon Kasasi/Penggugat/Terbanding sangat berkeberatan terhadap putusan Judex Facti Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya telah lalai dan salah dalam menerapkan hukum utamanya adalah hukum pembuktian dan tidak memperhatikan serta mempertimbangkan sebagaimana mestinya, yaitu telah salah menerapkan ketentuan Pasal 100 ayat (1) huruf a, alat bukti surat atau tulisan dan ayat (1) huruf c. Keterangan saksi pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-Undang Nomor 9 Tahun

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

2004 juncto Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara; 2 Bahwa seharusnya Judex Facti Pengadilan Tingkat Banding tidak

mempertimbangkan dengan saksama bukti P-16 terlebih dahulu, karena pangkal permasalahan dalam perkara ini adalah pertentangan antara Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Nomor 121/G/2010/PTUN.SBY. tanggal 13 April 2011 dengan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya Nomor 83/B/2013/ PTUN.SBY. tanggal 2 Juli 2013 juncto putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Nomor 68/G/2012/PTUN.SBY. tanggal 25 Februari 2013;

3 Bahwa suatu konsekuensi hukum dan/atau konsekwensi Badan Peradilan, seharusnya Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya tidak dibenarkan melawan putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan sudah dilaksanakan oleh Pihak Tergugat. Bahwa sebelum perkara ini diajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya telah ada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Nomor 121/G/2010/PTUN.SBY. tanggal 13 April 2011 antara para pihak Kasimin dkk. Selaku Para Penggugat, melawan Lurah Lontar selaku Tergugat (vide bukti P-16), dengan amar putusan sebagai berikut:

Mengadili:

• Mengabulkan gugatan para penggugat seluruhnya; • Membatalkan surat keputusan fiktif negatif Tergugat;

• Mewajibkan Tergugat untuk menerbitkan surat keputusan Tata Usaha Negara, yang isinya:

• Membukukan kembali sisa tanah pada Petok Klasiran tahun 1960, IPEDA Nomor 267 persil 65 klas D.II seluas + 6.485 m2 atas nama

Moertinah B, Pasiani;

• Memberikan Surat Pengantar ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Surabaya untuk pengukuran ulang terhadap luas tanah yang sesungguhnya atas hak tanah sebagaimana poin 1 (satu) tersebut di atas; • Memberikan surat pengantar/persetujuan untuk pembetulan Pajak Bumi

dan Bangunan (PBB) atas nama Moertinah B. Pasiani Nomor 35.78.011.010.022.0182.0, karena kesalahan letak tanah objek pajak; • Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar

Rp2.240.000,00 (dua juta dua ratus empat puluh satu ribu rupiah);

Halaman 21 dari 40 halaman. Putusan Nomor 450 K/TUN/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Bahwa putusan tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan pihak Tergugat tidak melakukan upaya hukum, selanjutnya putusan tersebut telah dilaksanakan oleh Lurah Lontar selaku Tergugat sebagaimana dalam:

1 Bukti P-10, Daftar Mutasi Objek dan Wajib Pajak Kolom keterangan; 2 Bukti P-9, Surat Keterangan Lurah Lontar Nomor 593.21/275/436.

11.31.4/2011 tanggal 19 Mei 2011;

3 Bukti P-8, dalam Kutipan Register Letter C tahun 2011 (kolom terakhir sebabnya perubahan adalah Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Nomor121/G/2010/PTUN.SBY. tanggal 13 April 2011;

4 Bukti P-7, Daftar Wajib Ipeda atas nama Moertinah B. Pasijani Nomor 13043 (kolom terakhir sebabnya perubahan adalah Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Nomor 121/G/2010/PTUN.SBY. tanggal 13 April 2011;

4 Bahwa Pemohon Kasasi/Penggugat-Terbanding membeli tanah tersebut dari ahli waris Moertinah B. Pasijani dengan perjanjian pengikatan jual beli pada tanggal 7 Mei 2012 atas tanah persil 186 klas D-II Nomor Ipeda 13043 Kelurahan Lontar a.n. Moertinah B. Pasijani atas tanah seluas 2.400 m2 yang terletak di RW.12,

Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya (Jalan Raya Simpang Darmo Permai Selatan Surabaya);

5 Bahwa bila mencermati Sertifikat Hak Milik Nomor 5/Kelurahan Tubanan tanggal 12 April 2011, Surat Ukur Nomor 357/Tubanan/2011, tanggal 16 Maret 2011 luas 1000 m2 atas nama Lindawati bahwa letak tanah milik Lindawati berada di Jalan

Puncak Permai Utara III/3 (vide bukti T-18 dan bukti T-19) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 4937/Kel. Pradah Kalikendal tanggal 5 September 2005, Surat Ukur Nomor 2631/Pradah Kalikendal tanggal 4 Maret 2005, luas 1093 m2 atas nama

Nyonya Yuli Puspa berada di Jalan Puncak Permai Utara III/1 (vide Bukti T-1, T-4, T-5) yang keduanya sangat berbeda letak dengan tanah milik Pemohon Kasasi Penggugat/Terbanding yang terletak di Jalan Raya Simpang Darmo Permai Selatan Surabaya seluas 2.400 m2, sesuai Bukti P-21 berupa Peta Lokasi tanah atau Peta

Blok PBB (Pajak Bumi Dan Bangunan), Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya;

6 Bahwa dengan demikian:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa objek permohonan keberatan hak uji materiil berupa Pasal 6 ayat (5) Juncto Pasal 7 ayat (5) Juncto Pasal 27 Peraturan Gubernur Daerah Khusus

Bahwa dalil Gugatan Penggugat pada angka 1 yang menyatakan bahwa tanah objek sengketa adalah miliknya hal tersebut adalah tidak benar dan tidak berdasarkan hukum karena,

Bahwa terhadap dalil gugatan Penggugat tentang objek sengketa Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kuantan Singingi Nomor : 266/PL.02.3- Kpt/1409/KPU-Kab/IX/2020

Bahwa dalam dalil gugatan Penggugat butir 5 halaman 3 surat gugatan yang menyebutkan “Surat keputusan Tergugat dibuat antedateren (dibuat tanggal mundur) sehingga

Bahwa perkara Majelis Hakim tidak mempertimbangkan daluwarsanya gugatan yang diajukan oleh Para Penggugat, sebab gugatan Para Penggugat diajukan tanggal 3 September

Gugatan Penggugat kabur dan tidak jelas obscuur libel : Menimbang, bahwa terkait eksepsi ini, setelah Majelis Hakim mempelajari akan alasan-alasan yang dikemukakan para Tergugat dalam

Bahwa apabila dikemudian hari Tergugat/pihak Kedua dalam “Akta Perdamaian : ini tidak dapat menyerahkan Sertifikat Hak Milik SHM Tanah AMGL-2 sebagaimana pada ayat 1 Pasal 3 “Akta

272/Pdt.G/1980/PN.Mdn, terhadap objek sengketa yang sama antara Lina Johan sebagai Penggugat dan Lo Ah Hong sebagai Tergugat yang sampai dengan Kasasi dimana isi putusan : “Gugatan