Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 1 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
PUTUSAN
Nomor 2850 K/Pdt/2016
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G
memeriksa perkara perdata pada tingkat kasasi telah memutus sebagai berikut dalam perkara:
1. MASNUN, bertempat tinggal di Mapak Dasan, Kelurahan
Jempong,Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
2. LE TOPAT, 3. LOK RUMASEH,
4. LOK NURSAMAN, ketiganya bertempat tinggal di Gili Gedem
Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat;
5. BOHAMIN, bertempat tinggal di Lingk, Mapak Dasan, Kelurahan
Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
6. S E N E, bertempat tinggal di Gili Gedem Sekotong Barat,
Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat;
7. S E M I N, 8. RAISAH, 9. JUMISAH,
10. RAMISAH, keempatnya bertempat tinggal di Mapak Dasan,
Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, dalam hal ini memberi kuasa kepada Prihatin handayani, S.H., dan kawan, Para Advokat, beralamat di Jalan Jendral Sudirman Gg Lesehan Yuli, Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 13 Januari 2015;
Para Pemohon Kasasi dahulu Para Turut Tergugat/Turut Terbanding II-XI;
L a w a n
K H A L I D, bertempat tinggal di Pejeruk Perluasan, Kelurahan
Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, dalam hal ini memberi kuasa kepada Toto Ismono, S.H., M.H., dan kawan, Para Advokat, beralamat di Jalan Sunan Malik Ibrahim I Nomor 4 BTN Kodya Asri Jempong, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 2 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
Sekarbela, Kota Mataram, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 26 Desember 2014;
Termohon Kasasi dahulu Penggugat/Terbanding; D a n
1. BPN KOTA MATARAM, berkedudukan di Jalan Pariwisata Kota
Mataram, dalam hal ini memberi kuasa kepada Subandrio, S.H., dan kawan, Para Pegawai pada kantor BPN Mataram, beralamat di Jalan Pariwisata Kota Mataram, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 29 Januari 2015;
2. BUPATI KABUPATEN LOMBOK BARAT, berkedudukan di
Girimenang, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, dalam hal ini memberi kuasa kepada H. Bagus Dwipayana, S.H M.M., dan kawan-kawan, Para Pegawai pada Bagian Hukum Kabupaten Lombok Barat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 12 Januari 2015;
Para Turut Termohon Kasasi dahulu Tergugat I/Turut Terbanding I/ Tergugat II/Pembanding;
Mahkamah Agung tersebut;
Membaca surat-surat yang bersangkutan;
Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Termohon Kasasi dahulu sebagai Penggugat/Terbanding telah menggugat sekarang Pemohon Kasasi dan Turut Termohon Kasasi dahulu sebagai Para Turut Tergugat/Turut Terbanding II-XI dan Tergugat I/Turut Terbanding I/Tergugat II/Pembanding di muka persidangan Pengadilan Negeri Mataram pada pokoknya atas dalil-dalil:
1. Bahwa pada awalnya Penggugat pada tanggal 24 Februari 2012 telah membeli 2 bidang tanah pertanian yang terletak di Jempong Baru, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram sebagaimana yang telah disepakati dan tercantum didalam Perjanjian Ikatan Jual Beli Nomor 09 tertanggal 24 Februari 2012 dari Masnun (Turut Tergugat I);
2. Bahwa kedua bidang tanah pertanian tersebut yang terletak di Jempong Baru, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, yakni sebagai berikut :
a. Tanah pertanian dengan Pipil Garuda Klasiran Nomor 226 Pcl. Nomor 82 Klas II, seluas 0,821 ha atas nama Amaq Nuradjab, dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Saluran/Jalan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 3 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
- Sebelah Selatan : Saluran;
- Sebelah Timur : Sawah Amaq Ajab; - Sebelah Barat : Sawah Jero Gedek;
b. Tanah pertanian dengan Pipil Garuda Klasiran Nomor 227 Pcl. Nomor 82 Klas II, seluas 0,260 ha atas nama Amaq Nuradjab, dengan batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara : Saluran/Jalan - Sebelah Selatan : Saluran
- Sebelah Timur : Sawah Amaq Ajab - Sebelah Barat : Sawah Jero Gedek
Yang selanjutnya terhadap kedua bidang tanah pertanian tersebut kami sebut sebagai objek sengketa.
3. Bahwa Penggugat selaku pembeli berani membeli dan membayar kedua bidang tanah tersebut, setelah Masnun (Turut Tergugat I) selaku pemilik sekaligus penjual atas kedua bidang tanah tersebut, memperlihatkan bukti-bukti kepemilikan yang sah dimana Masnun (Turut Tergugat I) adalah termasuk ahli waris dari Amaq Nuradjab (alm) sebagaimana yang tertulis dan tertuang dalam bukti surat-surat atas kedua bidang tanah tersebut dan tindakan Masnun (Turut Tergugat I) selaku penjual telah mendapatkan persetujuan serta kuasa penuh dari para ahli waris yang lainnya guna melakukan transaksi jual beli dengan Penggugat selaku pembeli;
4. Bahwa kedua bidang tanah pertanian tersebut sesuai dengan apa yang termuat dalam Perjanjian Ikatan Jual Beli Nomor 09 tertanggal 24 Februari 2012 yang telah disepakati oleh Penggugat selaku pembeli dengan Masnun (Turut Tergugat I) dan para ahli waris yang lainnya (Turut Tergugat 2 s.d. 10) selaku penjual, telah terdaftar/tercatat atas nama Masnun (Turut Tergugat I) sebagaimana diuraikan dalam Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah (Sporadik) yakni :
a. Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah (Sporadik) dengan Nomor Register: 128/SP/Kel.JB/XII/2011 tertanggal 14 Desember 2011 dengan luas tanah 8.210 m2 (delapan ribu dua ratus sepuluh meter
persegi);
b. Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah (Sporadik) dengan Nomor Register : 129/SP/Kel.JB/XII/2011 tertanggal 14 Desember 2011 dengan luas tanah 2.600 m2(dua ribu enam ratus meter persegi).
5. Bahwa terhadap kedua bidang tanah yang menjadi objek sengketa tersebut di atas, antara Penggugat dengan Turut Tergugat 1 (Masnun) dan para ahli
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 4 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
waris yang lainnya (Turut Tergugat 2 s.d.10) sesuai dengan Perjanjian Ikatan Jual Beli Nomor 09 tertanggal 24 Februari 2012 telah disepakati mengenai harga dari apa yang diperjualbelikan yakni sebesar Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah) sebagaimana yang tertuang pada Pasal 1 Akta Perjanjian Ikatan Jual Beli Nomor 09 tertanggal 24 Februari 2012 tersebut.
Dan terhadap jual beli tersebut di atas Penggugat telah membayar lunas kepada Masnun (Turut Tergugat I) selaku penjual dan telah pula menerima uang pembayaran dari Penggugat;
6. Bahwa selain itu, di dalam klausul Perjanjian Ikatan Jual Beli Nomor 09 tertanggal 24 Februari 2012, meskipun jual beli yang resmi di hadapan Pejabat yang berwenang terhadap kedua objek sengketa tersebut belum terlaksana, dikarenakan masih menunggu kelengkapan atas surat-surat atas tanah tersebut yakni berupa sertifikat hak milik atas kedua objek sengketa tersebut di atas masih dalam proses pengurusan pada Kantor BPN Kota Mataram (Tergugat I), namun karena pembayaran terhadap tanah tersebut telah dilunasi oleh Penggugat, maka sejak saat ditandatanganinya dan disepakatinya Perjanjian Ikatan Jual Beli Nomor 09 tertanggal 24 Februari 2012 antara Penggugat selaku pembeli dengan Masnun (Turut Tergugat I) selaku penjual, serta merta menjadi hak milik sah dan berada dalam penguasaan Penggugat selaku pembeli;
7. Bahwa dikarenakan surat-surat atas kedua bidang tanah tersebut yang belum diterbitkan yakni sertifikat hak atas tanah yang belum terbit tersebut, untuk itu Masnun (Turut Tergugat I), yang telah mengajukan permohonan kepada Kantor BPN Kota Mataram (Tergugat I) yakni pada tanggal 02 Januari 2012, guna memohon agar Kantor BPN Kota Mataram (Tergugat I) menerbitkan sertifikat hak atas tanah terhadap kedua bidang tanah pertanian yang menjadi objek sengketa dalam perkara ini dengan memenuhi segala kelengkapan surat-surat yang dibutuhkan sebagai syarat penerbitan sertifikat hak milik dimaksud;
Bahwa penerbitan sertifikat hak atas tanah tersebut adalah guna kepentingan pembuatan Akta Perjanjian Jual Beli di hadapan Pejabat yang berwenang;
8. Bahwa terhadap permohonan pengajuan penerbitan sertifikat hak atas tanah yang diajukan oleh Masnun (Turut Tergugat I) kepada Kantor BPN Kota Mataram (Tergugat I), kemudian oleh Kantor BPN Kota Mataram (Tergugat I) terhadap pengajuan tersebut diproses sesuai dengan ketentuan yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 5 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
berlaku, yakni seperti yang termuat dalam ketentuan PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dilakukan yakni dengan cara melakukan penelitian data fisik dan data yuridis atas kedua bidang tanah yang dimohonkan tersebut;
9. Bahwa guna kepentingan proses penerbitan sertifikat hak atas tanah yang diajukan oleh Masnun (Turut Tergugat I), telah pula mendapat surat dari Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan Nomor :593/048/KAD/2014 tertanggal 4 Februari 2014 yang isinya memuat dan menerangkan bahwa atas kedua bidang tanah tersebut di atas tidak terdaftar/tidak termasuk sebagai tanah aset Pemerintah Kabupaten Lombok Barat;
10. Bahwa ketika proses pembuatan sertifikat hak atas tanah yang dilakukan oleh Kantor BPN Kota Mataram (Tergugat I), hampir selesai baik mengenai data fisik maupun data yuridis bahkan atas pengajuan permohonan penerbitan sertifikat hak atas tanah tersebut telah selesai dan telah terdaftar pada Daftar Data Yuridis dan Data Fisik Bidang Tanah yang dikeluarkan oleh Kantor BPN Kota Mataram (Tergugat I), akan tetapi sertifikat hak atas tanah yang diajukan oleh Masnun (Turut Tergugat I) belum juga dapat diterbitkan oleh karena adanya Surat Pencegahan Penyertifikatan dari Bupati Kabupaten Lombok Barat (Tergugat II) melalui Kepala Kantor Aset Daerah yang mengklaim bahwa atas kedua bidang tanah pertanian tersebut merupakan tanah milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan tercatat pada buku Inventaris tanah milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tanpa bisa menunjukkan alas hak maupun bukti-bukti yang jelas terhadap kedua bidang tanah tersebut di atas;
11. Bahwa atas adanya klaim dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Kepala Kantor Aset Daerah yang menyatakan bahwa kedua bidang tanah tersebut merupakan tanah milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan tercatat pada buku Inventaris tanah milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Surat Pencegahan Penyertifikatan, maka proses penerbitan sertifikat hak atas tanah yang diajukan oleh Masnun (Turut Tergugat I) menjadi tertunda dan oleh Kantor BPN Kota Mataram (Tergugat I) kemudian mengadakan Gelar Mediasi yang dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2014 yang dihadiri oleh Masnun (Turut Tergugat I) serta perwakilan dari Bupati Kabupaten Lombok Barat (Tergugat II) dan beberapa orang saksi;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 6 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
12. Bahwa Gelar Mediasi yang diprakarsai oleh Kantor BPN Kota Mataram (Tergugat I) tersebut, kemudian dicatat dalam Berita Acara Gelar Mediasi dengan Nomor: 506.1/600.52.71/III/2014 tertanggal 7 Maret 2014;
Adapun didalam Berita Acara Gelar Mediasi tersebut, dimuat bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Kepala Kantor Aset Daerah Kabupaten Lombok Barat tidak dapat menunjukkan alas hak maupun bukti-bukti yang jelas terhadap kedua bidang tanah tersebut di atas;
13. Bahwa setelah diadakannya Gelar Mediasi yang telah dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2014, hingga saat gugatan ini diajukan pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Kepala Kantor Aset Daerah Kabupaten Lombok Barat belum dapat menunjukkan bukti alas hak dan surat-surat dasar kepemilikan atas kedua bidang tanah tersebut di atas;
14. Bahwa Penggugat selaku pemilik atas kedua bidang tanah yang dimohonkan untuk penerbitan sertifikat hak atas tanah melalui jual beli dengan Masnun (Turut Tergugat I) selaku penjual atas kedua bidang tanah tersebut, di mana sampai saat ini terhadap jual beli kedua bidang Tanah tersebut antara Penggugat dengan Masnun (Turut Tergugat I) yang sekaligus mewakili para ahli waris yang lain, perihal jual beli yang resmi di hadapan Pejabat yang berwenang terhadap kedua objek sengketa tersebut belum terlaksana, dikarenakan masih menunggu kelengkapan atas surat-surat atas tanah tersebut yakni berupa sertifikat atas tanah terhadap kedua objek sengketa tersebut di atas. Sehingga dalam hal ini Penggugat merasa dirugikan baik secara materiil maupun immateriil, karena Penggugat sudah membayar lunas kedua bidang tanah tersebut di atas;
15. Bahwa apa yang telah dilakukan oleh Para Tergugat (Tergugat I dan Tergugat II) kepada Penggugat adalah suatu perbuatan yang melawan hukum yang mengakibatkan kerugian pada Penggugat yang hingga kini belum bisa menerima sertifikat hak atas tanah padahal semua syarat dan proses pengajuan guna penerbitan sertifikat hak atas tanah tersebut sudah dilengkapi oleh Pemohon yakni Masnun (Turut Tergugat I).
16. Bahwa oleh karena usaha musyawarah yang ditempuh oleh Penggugat tidak dapat menemui titik terang, maka dengan sangat terpaksa Penggugat mengajukan persoalan ini melalui Pengadilan guna mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya;
Bahwa berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas Penggugat mohon kepada Pengadilan Negeri Mataram agar memberikan putusan sebagai berikut: 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 7 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
2. Menyatakan sah dan mengikat serta berharganya Perjanjian Ikatan Jual Beli Nomor 09 tertanggal 24 Februari 2012 terhadap para pihak.
3. Menyatakan hukum bahwa terhadap kedua bidang tanah pertanian tersebut yang terletak di Jempong Baru, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram yakni :
a. Tanah pertanian dengan Pipil Garuda Klasiran Nomor 226 Pcl. Nomor 82 Klas II, seluas 0,821 ha atas nama Amaq Nuradjab, dengan batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara : Saluran/Jalan; - Sebelah Selatan : Saluran;
- Sebelah Timur : Sawah Amaq Ajab; - Sebelah Barat : Sawah Jero Gedek;
b. Tanah pertanian dengan Pipil Garuda Klasiran Nomor 227 Pcl. Nomor 82 Klas II, seluas 0,260 ha atas nama Amaq Nuradjab, dengan batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara : Saluran/Jalan; - Sebelah Selatan : Saluran;
- Sebelah Timur : Sawah Amaq Ajab; - Sebelah Barat : Sawah Jero Gedek;
Adalah tanah sah milik Penggugat berdasarkan Perjanjian Ikatan Jual Beli Nomor 09 tertanggal 24 Februari 2012.
4. Memerintahkan kepada Kantor BPN Kota Mataram (Tergugat I) untuk segera menerbitkan sertifikat hak atas tanah yang diajukan oleh Masnun (Turut Tergugat I);
5. Menyatakan hukum bahwa perbuatan Tergugat II yang menghalang-halangi pembuatan sertifikat hak atas tanah oleh Masnun terhadap kedua bidang tanah tersebut di atas adalah perbuatan yang melawan hukum;
6. Menghukum Para Tergugat dan Para Turut Tergugat untuk membayar biaya perkara;
7. Apabila Pengadilan Negeri Mataram berpendapat lain mohon putusan yang dianggap adil;
Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Para Tergugat mengajukan eksepsi dan gugatan rekonvensi yang pada pokoknya sebagai berikut:
Dalam Eksepsi:
1. Bahwa Tergugat I menolak seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat kecuali terhadap dalil-dalil gugatan yang diakui secara tegas;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 8 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
2. Bahwa dalil gugatan Penggugat pada angka 10 adalah memang benar adanya Turut Tergugat I (Masnun) telah mengajukan permohonan sertipikat atas 2 (dua) bidang tanah masing-masing seluas ± 8.210 m2 (delapan ribu
dua ratus sepuluh meter persegi) dan + 2.600 m2(dua ribu enam ratus meter
persegi) yang terletak di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram dengan melampirkan bukti hak berupa:
- Pipi Garuda Klasiran Tahun 1957 Nomor 227, Pd. Nomor 82, Klas II, Luas 0.260 ha an. Amaq Nuradjab dan Pipil Nomor 226, Pci. Nomor 82, Klas II, Luas 0,821 ha an. Amaq Nuradjab masing-masing tanggal 19 Juni 1957;
- Surat Pernyataan Penguasaan Bidang Tanah (Sporadik) tanggal 14 Desember 2011;
- Surat Keterangan Kematian tanggal 13 Desember 2011 masing-masing an. Amaq Nuradjab, Lok Kebon dan Le Nawisah;
- Surat Pernyataan Waris tanggal 7 Desember 7011; - Silsilah KeIuarga tanggal 16 November 2011; - Foto copy Kartu Tanda Penduduk;
- SPPT PBB Tahun 2013 atas nama Masnun;
Atas dasar permohonan tersebut telah dilakukan pengukuran oleh Tergugat I sehingga diterbitkan Peta Bidang Nomor 23.07.04.03.01917 tanggal 30 Januari 2012, luas 7.660 m2 dan Peta Bidang Nomor 23.07.04.03.01918
tanggal 30 Januari 2012, luas 2.454 m2 dan telah dilakukan Pengumuman
Data Fisik dan Data Yuridisnya pada tanggal 20 November 2014 Nomor 1124/300.-Peng/52.711X112014;
3. Bahwa dalil gugatan Penggugat pada angka 11 dan 12 memang benar adanya permohonan sertipikat atas 2 (dua) bidang tanah tersebut dicegah oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Kepala Kantor Aset Daerah dengan suratnya tanggal 3 Oktober 2014 dan atas pencegahan tersebut Kantor Pertanahan Kota Matararn telah melakukan Mediasi tanggal 7 Maret 2015 antara para pihak, namun tidak ada kata sepakat sehingga permohonan sertifikat atas 2 (dua) bidang tanah tersebut tidak dapat diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;
4. Bahwa Petitum Gugatan Penggugat halaman 5 (lima) angka 4 (empat) akan Tergugat I tindaklanjuti apabila ada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan amar putusan yang menyatakan bahwa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 9 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
kedua bidang tanah objek sengketa tidak merupakan aset Pemerintah Kabupaten Lombok Barat;
Dalam Rekonvensi:
1 Bahwa segala hal yang terurai dalam jawaban Konvensi tersebut di atas menjadi satu kesatuan dengan Gugatan Rekonvensi;
2 Dalam gugatan balik ini Para Turut Tergugat I s.d. X menjadi Para Penggugat Rekonvensi I s.d. X, sedangkan Penggugat Konvensi menjadi Tergugat Rekonvensi I dan Tergugat I menjadi Tergugat Rekonvensi II, sedangkan Tergugat III menjadi Tergugat Rekonvensi III;
3 Bahwa benar Para Turut Tergugat 1 s.d. 10 mempunyai 2 bidang tanah pertanian yang terletak di Jempong Baru, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram yakni
- Tanah pertanian dengan pipil Garuda klasiran Nomor 226, Persil Nomor 82 klas II seluas 0, 821 ha atas nama Amak Nuradjab, dengan batas – batas tanah sebagai berikut:
- Utara : Saluran air/Jalan; - Selatan : Saluran;
- Timur : Sawah Amak Ajab; - Barat : Sawah Jero Gedek;
- Tanah pertanian dengan pipil Garuda klasiran Nomor 227, percil Nomor 82 klas II seluas 0,260 ha atas nama Amak Nuradjab, dengan batas – batas tanah sebagai berikut:
- Utara : Saluran/Jalan; - Selatan : Saluran;
- Timur : Sawah Amak Ajab; - Barat : Sawah Jero Gedek;
Yang mana sampai dengan sekarang 2 bidang objek tanah pertanian tersebut merupakan tanah warisan dari Amak Nuradjab yang belum dibagi waris kepada ahli warisnya Para Penggugat Rekonvensi I s.d. X dan objek tersebut belum pernah dijual kepada siapapun termasuk kepada Tergugat Rekonvensi I. Maka melalui gugatan ini Para Penggugat Rekonvensi Mohon kepada Majelis hakim untuk menyatakan bahwa tanah tersebut di atas adalah tanah milik sah dari ahli waris Amak Nuradjab yaitu Para Penggugat Rekonvensi I s.d. X.
4. Bahwa oleh karena 2 bidang tanah pertanian tersebut di atas pada angka 3 belum pernah dijual kepada siapapun oleh Penggugat Rekonvensi I (Masnun) dan Samiri (istri Masnun), termasuk mereka tidak pernah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 10 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
menghadap dan mendatangi Notaris Nining Herlina pada tanggal 24 Februari 2012 dan ini diakui juga oleh Notaris Nining Herlina yang pada saat itu berada di luar daerah (Bali) maka Perjanjian Ikatan Jual Beli Nomor 09 tanggal 24 Februari 2012 antara Penggugat Rekonvensi 1 dengan Tergugat Rekonvensi 1 tidak pernah terjadi dan tidak sah sehingga batal demi hukum; 5. Bahwa berkaitan dengan pengusulan penerbitan sertifikat atas nama
Penggugat Rekonvensi I ke kantor BPN Kota Mataram. Bahwa oleh karena semua syarat secara prosedural maupun secara administrasi sesuai PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah sudah terpenuhi dan dilakukan oleh Turut Tergugat I (Masnun) sebagai pihak Pemohon, maka tidak ada alasan lagi bagi pihak BPN untuk tidak menerbitkan sertifikat atas nama Masnun tersebut di atas sesegera mungkin;
6. Bahwa tindakan dari Bupati Kabupaten Lombok Barat melalui Kepala Kantor Aset Daerah (Tergugat Rekonvensi III) yang melakukan pencegahan penerbitan sertifikat atas nama masnun, karena tidak didukung oleh bukti yang cukup dan sah secara hukum dan menghalang-halangi pembuatan sertifikat atas nama Masnun adalah merupakan perbuatan melawan hukum;
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Para Penggugat Rekonvensi mohon kepada Pengadilan Negeri Mataram untuk memberikan putusan sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat Rekonvensi I s.d. X untuk seluruhnya; 2. Menyatakan hukum Perjanjian Ikatan Jual Beli Nomor 09 tanggal 24 Februari
2012 antara Penggugat Rekonvensi I s.d. X dengan Tergugat Rekonvensi 1 tidak pernah terjadi dan cacad hukum sehingga batal demi hukum.
3. Menyatakan Hukum dua bidang tanah pertanian yang terletak di Jempong Baru, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram yakni - Tanah pertanian dengan pipil Garuda klasiran Nomor 226, percil Nomor
82 klas II seluas 0,821 ha atas nama Amak Nuradjab, dengan batas – batas tanah sebagai berikut:
- Utara : Saluran air/Jalan; - Selatan : Saluran;
- Timur : Sawah Amak Ajab; - Barat : Sawah Jero Gedek;
- Tanah pertanian dengan pipil Garuda klasiran Nomor 227, percil Nomor 82 klas II seluas 0,260 ha atas nama Amak Nuradjab, dengan batas – batas tanah sebagai berikut:
- Utara : Saluran/Jalan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 11 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
- Selatan : Saluran;
- Timur : Sawah Amak Ajab; - Barat : Sawah Jero Gedek;
Bahwa oleh karena sampai saat ini dua bidang tanah sawah tersebut merupakan milik dari Para Penggugat Rekonvensi I s.d. X yang belum pernah dijual atau dipindahtangankan kepada siapapun termasuk pada Tergugat Rekonvensi I, maka sangatlah patut jika tanah objek sengketa tersebut dinyatakan sebagai tanah sah milik Para Penggugat Rekonvensi I s.d. X.
4. Menyatakan hukum bahwa Penggugat Rekonvensi I (Masnun) telah melalui prosedur yang benar dan sesuai dengan ketentuan PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dalam mengusulkan penerbitan sertifikat atas nama Masnun;
5. Memerintahkan kepada BPN Kota Mataram (Tergugat Rekonvensi II) untuk segera menerbitkan sertifikat hak milik atas nama Masnun (Turut Tergugat I) dan menyerahkan sertifikat tersebut kepada Masnun;
6. Menyatakan secara hukum bahwa perbuatan Tergugat Rekonvensi III yang menghalang-halangi pembuatan sertifikat atas tanah milik Masnun menyangkut objek sengketa adalah merupakan perbuatan melawan hukum; 7. Menghukum Tergugat Rekonvensi I untuk membayar semua biaya yang
timbul akibat perkara ini;
8. Dan atau putusan lain yang seadil-adilnya dan sebenar-benarnya serta bermanfaat;
Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Mataram telah memberikan Putusan Nomor 202/Pdt.G/2014/PN Mtr tanggal 26 November 2015 dengan amar sebagai berikut:
Dalam Eksepsi;
- Menolak eksepsi Tergugat-1 untuk seluruhnya; Dalam Pokok Perkara;
Dalam Konvensi;
- Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya; Dalam Rekonvensi;
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat Rekonvensi untuk seluruhnya; 2. Menyatakan hukum Perjanjian Ikatan Jual Beli atas tanah sengketa antara
Penggugat I Rekonvensi dengan Tergugat I Rekonvensi tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 12 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
3. Menyatakan 2 (dua) bidang tanah pertanian yang terletak di Jempong Baru, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram yaitu : - Tanah pertanian dengan pipil Garuda klasiran Nomor 226, percil Nomor
82 klas II seluas 0, 821 ha dengan batas-batas: - Utara : Saluran air/Jalan;
- Selatan : Saluran;
- Timur : Sawah Amak Ajab; - Barat : Sawah Jero Gedek;
- Tanah pertanian dengan pipil Garuda klasiran Nomor 227, percil Nomor 82 klas II seluas 0,260 ha, dengan batas-batas:
- Utara : Saluran/Jalan; - Selatan : Saluran;
- Timur : Sawah Amak Ajab; - Barat : Sawah Jero Gedek;
Adalah milik para ahl waris almarhum Nurajab yaitu Para Penggugat Rekonvensi;
4. Menyatakan pensertifikatan Penggugat I Rekonvensi telah sah dan sesuai prosedur dalam mengusulkan penerbitan sertifikat atas nama Masnun; 5. Memerintahkan kepada Tergugat II Rekonvensi untuk segera menerbitkan
Sertifikat hak Milik atas nama Penggugat I Rekonvensi dan menyerahkan Sertifikat tersebut kepadanya;
6. Menyatakan perbuatan Tergugat II Rekonvensi yang melakukan pencegahan pensertifikatan atas tanah sengketa merupakan perbuatan melawan hukum;
Dalam Konvensi dan Rekonvensi;
- Menghukum Penggugat Konvensi/Tergugat I Rekonvensi untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp4.795.000,00 (empat juta tujuh ratus sembilan puluh lima ribu rupiah);
Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Tergugat II putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Mataram dengan Putusan Nomor 20/PDT/2016/PT MTR tanggal 12 April 2016 dengan amar sebagai berikut:
M E N G A D I L I
1. Menerima permohonan banding dari Pembanding/Tergugat II;
2. Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor : 202/Pdt.G/2014/PN Mtr, tanggal 26 November 2015 yang dimohonkan banding tersebut;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 13 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
MENGADILI SENDIRI I. Dalam Eksepsi.
- Menolak eksepsi Tergugat II/Pembanding; II. Dalam Konvensi.
- Menyatakan gugatan Penggugat dalam Konvensi/Terbanding tidak dapat diterima;
III. Dalam Rekonvensi.
- Menyatakan gugatan Para Penggugat/Para Turut Tergugat dalam Rekonvensi/Para Turut Terbanding, tidak dapat diterima;
IV. Dalam Konvensi dan Rekonvensi.
- Menghukum Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi/ Terbanding, untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah);
Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada Para Turut Tergugat/Turut Terbanding II-XI pada tanggal 2 Mei 2016 kemudian terhadapnya oleh Para Turut Tergugat/Turut Terbanding II-XI dengan perantaraan kuasanya, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 13 Januari 2015 diajukan permohonan kasasi sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 19/Akta-Kas/Pdt/2016/PN Mtr yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Mataram, permohonan tersebut diikuti dengan memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal 30 Mei 2016;
Bahwa memori kasasi dari Pemohon Kasasi/Para Turut Tergugat/Turut Terbanding II-XI tersebut telah diberitahukan kepada Penggugat/Terbanding pada tanggal 10 Juni 2016;
Bahwa kemudian Termohon Kasasi/Penggugat/Terbanding mengajukan tanggapan memori kasasi;
Menimbang, bahwa permohonan kasasia quo beserta alasan-alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut secara formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Para Pemohon Kasasi/Para Turut Tergugat/Turut Terbanding II-XI dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya sebagai berikut:
1. Bahwa keberatan Pemohon Kasasi tersebut khususnya berkaitan dengan pertimbangan hukum Judex Facti Hakim Tinggi terhadap gugatan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 14 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
Rekonvensi Pemohon Kasasi dahulu Turut Terbanding II s.d. XI/Turut Tergugat I s.d. X;
2. Bahwa dalam alinea 4 halaman 28 Putusan a quo yang menyatakan “Menimbang bahwa dengan demikian tindakan Para Turut Tergugat dalam Konvensi/Para Penggugat dalam Rekonvensi/Para Turut Terbanding yang telah menggugat pula Tergugat I dalam Konvensi/Terbanding I dan Tergugat II dalam Konvensi/Terbanding II, bersama-sama dengan Penggugat dalam Konvensi/Terbanding sebagai Para Tergugat dalam Rekonvensi, menurut hemat Pengadilan Tinggi tidak dapat dibenarkan dan untuk Tergugat I dalam Konvensi/Terbanding I dan Tergugat II dalam Konvensi/Terbanding II, seharusnya diajukan lewat gugatan tersendiri di luar/terpisah dari gugatan rekonvensi ini”;
Bahwa pertimbangan Hakim Tinggi terhadap putusan a quo di atas adalah cacad yuridis dan tidak berdasarkan hukum;
Bahwa Putusana quo yang Tidak berdasarkan hukum yang jelas dan cukup (onvoldoende gemotiveerd) seperti pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan, Hukum Kebiasaan, Yurisprudensi atau Doktrin Hukum sesuai dengan Pasal 50 Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yang menegaskan bahwa: Putusan Pengadilan selain harus memuat alasan dan dasar putusan, juga memuat pasal tertentu dari peraturan perundangan-undangan yang bersangkutan atau bersumber hukum tak tertulis yang dijadikan dasar untuk mengadili’
Bahwa oleh karena itu putusan yang tidak cukup pertimbangan adalah merupakan cacad yuridis sehingga Putusan tersebut batal demi hukum; Bahwa hakim Pengadilan Tinggi Mataram dalam pertimbangan hukum dalam perkaraa quo sudah seharusnya mengacu pada:
- Undang Undang Pasal 132 a HIR dan 132 b;
- Berpedoman pada Yurisprudensi yaitu Putusan Hakim Nomor 17/Pdt.G/ 2007/PN Pbg;
Kedua aturan tersebut telah mengakomodir masalah aturan mengenai gugatan rekonvensi;
Bahwa salah satu perkembangan gugatan Rekonvensi terdapat di dalam Putusan Nomor 17/Pdt.G/2007/PN Pbg. Bahwa dalam putusan tersebut Gugatan Rekonvensi tidak hanya ditujukan kepada Penggugat Konvensi (awal) sebagai lawan perkara. Namun lebih jauh Gugatan Rekonvensi juga ditujukan kepada Tergugat I Konvensi (awal) dengan cara menundukkan Tergugat I Konvensi sebagai Turut Tergugat Rekonvensi. Pada dasarnya
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 15 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
Hukum Acara Perdata tidak mengenal Turut Tergugat Rekonvensi. (sumber; fh. Unsoed. Ac.id/id/repository/penerapan yang berjudul Penerapan Hukum Terhadap Gugatan Rekonvensi Pada Putusan Hakim Nomor 17/Pdt.G/2007/ PN Pbg);
Akan tetapi kedua acuan hukum tersebut di atas tidak tertuang dalam Pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Mataram. Maka putusan yang tidak cukup pertimbangannya adalah merupakan cacad yuridis sehingga putusan tersebut batal demi hukum;
3. Bahwa demikian juga halnya dengan pertimbangan Hakim Tinggi Mataram yang tertuang pada halaman 28 alinea ke 5 yang menyatakan “Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas maka gugatan Para Penggugat (cq Tergugat Terbanding) dalam Rekonvensi/Para Terbanding, patut dinyatakan tidak dapat diterima.” Bahwa oleh karena pertimbangan Hakim Tinggi dalam putusan a quo juga tidak berdasarkan hukum sebagaimana telah diuraikan Pemohon Kasasi dalam poin 2 Memori tersebut di atas dan jawaban poin 2 di atas merupakan satu kesatuan dengan jawaban Pembanding dalam poin 3 memori ini, maka dengan demikian putusan tersebut cacad yuridis dan seharusnya dinyatakan batal demi hukum;
Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
Bahwa alasan-alasan tersebut dapat dibenarkan, oleh karena Judex Facti/Pengadilan Tinggi Mataram telah salah menerapkan hukum dengan pertimbangan sebagai berikut:
Bahwa oleh karena objek sengketa telah dikuasai Radimah sedangkan Radimah adalah penyewa bukan pemilik maka tidak diikutsertakannya Radimah dalam gugatan ini tidak menyebabkan gugatan kurang pihak;
Menimbang, bahwa selain itu alasan kasasi tersebut mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan, hal mana tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi, karena pemeriksaan dalam tingkat kasasi hanya berkenaan dengan adanya kesalahan penerapan hukum, adanya pelanggaran hukum yang berlaku, adanya kelalaian dalam memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan atau bila Pengadilan tidak berwenang atau melampaui batas wewenangnya sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 30 Undang Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung, sebagaimana telah diubah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 16 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2009;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, dengan tidak perlu mempertimbangkan alasan kasasi lainnya, Mahkamah Agung berpendapat bahwa terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi MASNUN, dan kawan-kawan dan membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Mataram Nomor 20/PDT/2016/PT MTR tanggal 12 April 2016 yang membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor 202/Pdt.G/2014/PN Mtr tanggal 26 November 2015 serta Mahkamah Agung mengadili sendiri perkara ini dengan amar putusan sebagaimana yang akan disebutkan di bawah ini;
Menimbang, bahwa oleh karena Termohon Kasasi berada di pihak yang kalah, maka dihukum untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan;
Memperhatikan Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan perundangan lain yang bersangkutan;
MENGADILI:
- Mengabulkan permohonan kasasi dari Para Pemohon Kasasi 1. MASNUN,
2. LE TOPAT, 3. LOK RUMASEH, 4. LOK NURSAMAN, 5. BOHAMIN, 6. S E N E, 7. S E M I N, 8. RAISAH, 9. JUMISAH, 10. RAMISAH, tersebut;
- Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Mataram Nomor 20/PDT/2016/PT MTR tanggal 12 April 2016 yang membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor 202/Pdt.G/2014/PN Mtr tanggal 26 November 2015;
MENGADILI SENDIRI: Dalam Eksepsi;
- Menolak eksepsi Tergugat I untuk seluruhnya; Dalam Pokok Perkara;
Dalam Konvensi;
- Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya; Dalam Rekonvensi;
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat Rekonvensi untuk seluruhnya; 2. Menyatakan hukum Perjanjian Ikatan Jual Beli atas tanah sengketa antara
Penggugat I Rekonvensi dengan Tergugat I Rekonvensi tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 17 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
3. Menyatakan 2 (dua) bidang tanah pertanian yang terletak di Jempong Baru, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram yaitu: - Tanah pertanian dengan pipil Garuda klasiran Nomor 226, percil Nomor
82 klas II seluas 0,821 ha dengan batas-batas: - Utara : Saluran air/Jalan;
- Selatan : Saluran;
- Timur : Sawah Amak Ajab; - Barat : Sawah Jero Gedek;
- Tanah pertanian dengan pipil Garuda klasiran Nomor 227, percil Nomor 82 klas II seluas 0,260 ha, dengan batas-batas :
- Utara : Saluran/ Jalan; - Selatan : Saluran;
- Timur : Sawah Amak Ajab; - Barat : Sawah Jero Gedek;
Adalah milik para ahli waris almarhum Nurajab yaitu Para Penggugat Rekonvensi;
4. Menyatakan pensertifikatan Penggugat I Rekonvensi telah sah dan sesuai prosedur dalam mengusulkan penerbitan sertifikat atas nama Masnun; 5. Memerintahkan kepada Tergugat II Rekonvensi untuk segera menerbitkan
Sertifikat hak Milik atas nama Penggugat1 Rekonvensi dan menyerahkan Sertifikat tersebut kepadanya;
6. Menyatakan perbuatan Tergugat II Rekonvensi yang melakukan pencegahan pensertifikatan atas tanah sengketa merupakan perbuatan melawan hukum;
Dalam Konvensi dan Rekonvensi:
- Menghukum Termohon Kasasi/Penggugat/Terbanding untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan yang dalam tingkat kasasi ini ditetapkan sejumlah Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah);
Demikianlah diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim pada hari Rabu tanggal 11 Januari 2017 oleh H. Mahdi Soroinda Nasution, S.H., M.Hum., hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Dr. Yakup Ginting, S.H., C.N., M.Kn., dan Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. Hakim-hakim Agung sebagai anggota dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri Para Hakim Anggota tersebut dan Hari Widya Pramono, S.H., M.H., Panitera
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
halaman 18 dari 18 hal. Put. Nomor 2850 K/Pdt/2016
Pengganti dan tidak dihadiri oleh para pihak.
Hakim-hakim Anggota: Ketua Majelis,
Ttd./ Ttd./
Dr. Yakup Ginting, S.H., C.N., M.Kn. H. Mahdi Soroinda Nasution, S.H., M.Hum.
Ttd./
Dr. H. Sunarto, S.H., M.H.
Panitera Pengganti,
Ttd./
Hari Widya Pramono, S.H., M.H.
Biaya-biaya: 1. M e t e r a i……….. Rp 6.000,00 2. R e d a k s i……….. Rp 5.000,00 3. Administrasi kasasi……….. Rp489.000,00 Jumlah ……… Rp500.000,00 Untuk Salinan Mahkamah Agung RI a.n. Panitera Panitera Muda Perdata,
Dr. Pri Pambudi Teguh, S.H., M.H. NIP. 19610313 198803 1 003
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]