PENDUGAAN DAYA GABUNG TETUA DAN NILAI HETEROSIS HASIL PERSILANGAN HALF DIALLEL CABAI (Capsicum annuum L.) TOLERAN NAUNGAN. Oleh Dyna Janulia A
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Berdasarkan uraian ini, genotipe IPB 5 merupakan tetua dengan daya gabung umum yang cenderung tinggi untuk karakter - karakter vegetatif, artinya persilangan yang melibatkan
Pada kondisi cekaman kekeringan, genotipe MR 14 mempunyai daya gabung umum yang baik untuk karakter bobot biji per tanaman dan jumlah tongkol per tanaman, sedangkan genotipe CML
Kombinasi persilangan 2x14 dan 9x14 adalah hibrida dengan nilai heterosis dan atau heterobeltiosis serta DGK yang tinggi pada peubah ukuran buah (bobot per buah,
17 Pada peubah kejadian penyakit, genotipe IPB C15 x IPB C9 memiliki nilai DGK dan heterosis yang lebih baik dibandingkan dengan genotipe-genotipe lainnya dan pada
Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai heterosis dan heterobeltiosis 15 hibrida, daya gabung umum, dan daya gabung khusus enam galur murni cabai besar dan cabai
Analisis ragam daya gabung menggunakan metode 1 Griffing menunjukkan pengaruh daya gabung umum (GCA) sangat nyata untuk karakter tinggi dikotomous dan bobot per
Kombinasi persilangan 2x14 dan 9x14 adalah hibrida dengan nilai heterosis dan atau heterobeltiosis serta DGK yang tinggi pada peubah ukuran buah (bobot per buah,
Hal ini mengindikasikan terdapatnya fenomena heterosis pada karakter ketahanan cabai terhadap antraknosa Genotipe IPB C10 x IPB C9 meru- pakan genotipe dengan nilai heterosis