Nama : Zulfah Aulia Rahmah Nim : 1901015023
Kelas : 6C
Mata Kuliah : IDI UTS IDI
1. Mengapa Islam dikatakan sebagai disiplin ilmu?
Jawaban : Karena islam bukan hanya sekedar sistem kepercayaan atau ideologi, melainkan juga sebagai sumber idea dan berbagai disiplin ilmu.
Ilmu dalam pendidikan Islam adalah suatu ilmu yang membicarakan tentang upaya pengembangan secara sistematis bagaimana proses kedudukan disiplin ilmu dalam Islam melalui pembinaan pembimbingan dan pelatihan yang dilakukan oleh orang ke orang lain, agar Islam dapat dijadikan sebagai panutan.
2. Perkembangan ilmu mengalami pasang surut , tentukan hal-hal yang menyebabkan pasang surut ilmu!
Jawaban :
• Dari abad kedelapan hingga akhir abad keempat belas, ilmu pengetahuan Arab (Islam) barangkali adalah sains yang paling maju di dunia, yang jauh melampaui Barat dan Cina
• Setelah kehancuran teologi Mu’tazilah masa al-Ma’mun, madrasah cenderung memisahkan ajaran agama dan ilmu pengetahuan. →padahal masa Abbasiyah sangat mengembangkan penelitian ilmiah (scientific inquiry)
• Abad 13-15 umat islam mengalami kemunduran → pergeseran ilmu ke barat • Abad 21 dianggap sebagai abad kebangkitan
3. Kontribusi dunia Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sangat besar. Buatlah bagan yang menunjukan kontribusi dunia Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan!
Jawaban : Ibn Sina mengklasifikasikan ilmu dalam al-Shifa’, yang berupa ensiklopedi ilmu secara komprehensif, dan dalam Risalah fi Aqsam al-‘Ulum al-‘Aqliyyah. Dalam kedua kitab tersebut, Ibn Sina mengklasifikasikan “hikmah” sebagaimana klasifikasi
Aristoteles. Berbeda dengan Aristoles, Ibn Sina memasukkan “etika keluarga” sebagai alternatif “ekonomi” dalam Aristoteles.
Al-Ghazali memperkenalkan dua kelompok besar ilmu, yaitu ilmu praktik keagamaan (‘ilm mu’amalah) dan ilmu pengungkapan ruhiyah (‘ilm mukasyafah). ‘Ilm mu’amalah berurusan dengan prasyarat memperoleh ilmu yang kedua.
1. Ibnu Sina (Avicenna)
Dia adalah seorang filsuf yang terkenal di dunia medis. Dia bahkan dijuluki sebagai bapak Kedokteran Modern. Dua karyanya yang paling berpengaruh adalah ensiklopedia filsafat Kitab al-Shifa (The Book of Healing) dan The Canon of Medicine. Keudanya kini dipakai sebagai rujukan standar ilmu medis di seluruh dunia.
2. Al – Zahrawi
Sama seperti Ibnu Sina, Al – Zahrawi juga berkutat dibidang media. Dia adalah Bapak ilmu bedah modern. Dia berhasil mengenalkan catgut (benang) sebagai alat untuk menutup luka. Selain itu, dia juga menysusun buku At-Tasrif liman Ajiza an at-Ta’lif yang menjadi rujukan para dokter hingga sekarang. Di dalamnya, Al – Zahrawi menuliskan hal-hal yang terkait tentang bedah, penyakit, dan temuan-temuannya berupa alat kedokteran.
3. Al – Khawarizmi
Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi adalah ahli matematika Islam yang dikenal sebagai penemu aljabar. Selain itu, ilmuwan asal Persia ini juga menemukan algoritma dan sistem penomoran. Al-Khawarizmi juga dikenal ahli di berbagai bidang, seperti astrologi dan astronomi.
4. Abbas ibn Firnas
Selama ini mungkin kita hanya mengenal Wright bersaudara sebagai orang pertama yang menemukan pesawat terbang sekaligus manusia pertama yang berhasil terbang. Padahal pada tahun 9 Masehi, Abbas ibn Firnas sudah berhasil mendesain alat yang memiliki sayap untuk terbang layaknya kostum burung. Alat tersebut dibuat dengan perhitungan dan penelitian yang rumit. Pada waktu percobaannya, ia berhasil terbang cukup jauh hingga kemudian jatuh dan mematahkan tulang belakangnya. Ia kemudian menginspirasi ilmuwan barat untuk mengembangkan pesawat.
5. Ibnu Al Haytham
Ia dikenal sebagai Bapak Optik Modern. Karyanya yang terkenal adalah Kitab al-Manazir (Book of Optics) yang hingga kini diakui sebagai rujukan ilmu optik. Al Haytham berhasil menjelaskan bagaimana cara kerja optik mata manusia dalam
menangkap gambar secara detail. Ia juga memberikan kontribusi dengan melakukan penelitian terhadap lensa, cermin, dan dispersi cahaya.
6. Jabir ibn Hayyan
Jabir Ibn Hayyan adalah seorang ahli kimia yang berasal dari Iran. Ia berhasil melarutkan emas dan menemukan asam kuat seperti asam sulfat, hidroklorik dan nitrat. Untuk menetralisir “monster” yang ia ciptakan, yaitu asam, ia kemudian memproduksi alkali. Karya-karyanya yang berupa buku adalah Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Sab’een, Kitab Al-Rahmah, dan lain-lain.
7. Ahmad ibn Tulun
Ia adalah orang pertama yang mencetuskan perawatan medis modern berupa rumah sakit Al-Fustat di Kairo, Mesir. Tulun yang saat itu menjabat sebagai gubernur menyediakan layanan kesehatan yang gratis untuk semua orang membutuhkannya.Rumah sakit yang dibangun pada abad ke-9 tersebut sudah memiliki manajemen perawatan yang modern, rinci, dan maju. Al-Fustat juga menyediakan perawatan untuk pasien gangguan jiwa.
8. Al – Battani
Al – Battani merupakan seorang astronom yang berhasil menemukan hitungan dalam satu tahun terdapat 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Pria dengan nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Jabir ibn Sinan ar-Raqqi al-Harrani as-Sabi al-Battani ini juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri.
9. Ibnu Khaldun
Dia merupakan salah satu ilmuan islam popular di dunia yang berasal dari Tunisia. Dia dikenal sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi, dan ekonomi. Adapun karya-karyanya yang paling dikenal yaitu Muqadimmah. Terlebih, dia sudah hafal Al-Quran sejak dini. Pemikiran-pemikiran Ibnu Khaldun tentang teori ekonomi yang logis dan realistis sudah ada lebih dulu, sebelum Adam Smith dan David Ricardo mengemukaakan teori-teori ekonominya. Ketika usia remaja, tulisan-tulisan Ibnu Khaldun dengan studi dan pengamatan yang sangat mendalam, sudah menyebar ke mana-mana.
10. Al-Jazari
Abu al-Iz ibn Ismail ibn al-Razaz al-Jazari adalah seorang ilmuan dari Al-Jazira, Mesopotamia, yang hidup pada abad pertengahan. Ia menulis buku Pengetahuan Ilmu Mekanik tahun 1206, dimana ia menjelaskan lima puluh peralatan mekanik berikut instruksi tentang bagaimana cara merakitnya.
4. Mengapa The Islamic Wordlview dijadikan sebagai landasan metodologi ilmmu? (20) Jawaban : Karena The Islamic Worldview memandang ilmu sebagai realitas fundamental dari kebenaran tauhid
Worldview secara umum adalah term yang dipakai dalam bahasa Inggris, atau dalam
bahasa Jerman yang semakna yakni, weltanschauung dengan arti, “pandangan hidup” atau “pandangan dunia”. Worldview dalam Islam berarti cara pandang seorang muslim mencakup aspek batin dan jasad bedasarkan realitas dan kebenaran. Worldview dalam Islam bermula dari turunnya Wahyu Allah Swt. Pandangan-pandangan ini yang nantinya menjadi dasar terbentuknya pemikiran Islam hingga sekarang. Al-Attas menjelaskan sejumlah karakteristik pandangan hidup islam berdasarkan kepada wahyu, tidak sekedar merupakan anggapan manusia tentang alam fisik dan keikutsertaan manusia dalam sejarah, sosial, politik, dan budaya. Jadi menurut al-Attas, islamic worldview adalah visi mengenai realitas dan kebenaran (the vision of reality and truth), atau pandangan islam mengenai eksistensi (ru’yat al-Islam lil wujud). Al-attas memastikan, bahwa pandangan hidup islam berkarakter terakhir dan sudah dewasa semenjak lahir. Islam tidak mengedepankan cara ‘pertumbuhan’ menuju kedewasaan mengikuti cara perkembangan sejarah.
Ibnu Sina
(Avicenna)
2. Al –
Zahrawi
3. Al –
Khawarizmi
4. Abbas
ibn Firnas
5. Ibnu Al
Haytham
6. Jabir ibn
Hayyan
7. Ahmad
ibn Tulun
8. Al –
Battani
9. Ibnu
Khaldun
5. Uraikan mengenai misi profetik ilmu dan tanggung jawab ilmuwan?
Jawaban : Kata “Profetik” berasal dari Bahasa inggris “Prophetical” yang mempunyai makna kenabian atau sifat yang ada di dalam diri seorang nabi. Yaitu sebagai manusia yang idelal secara spiritual dan individual, tetapi juga menjadi pelopor perubahan. Profetik (kenabian), pada dasarnya bukanlah terminologi yang semata-mata dikenal dalam Islam, karena sebagaimana dikemukan oleh Fazrul Rahman, Kenabian merupakan fenomena universal dalam keberadaan masyarakat di sepanjang masa. Profetik dapat diartikan sebagai seperangkat teori yang tidak hanya mengubah suatu hal demi perubahan, namun profetik diharapkan dapat mengarahkan suatu perubahan atas dasar cita-cita etik dan profetik.
Misi profetik ilmu adalah suatu metode pendidikan yang selalu mengambil inspirasi dari ajaran nabi Muhammad SAW. Prinsipnya mengutamakan integrasi dan berlandaskan pada Al-Quran dan As Sunnah, sehingga tujuan misi profetik ilmu baik duniawi dan akhirat dapat tercapai.
Sedangkan tanggung jawab ilmuwan adalah :
1. Bertanggung jawab terhadap ilmuan ke dalam dua jenis
2. Tanggung jawab dalam tunjukan terhadap ilmu pengetahuan sendiri. 3. Tanggung jawab di tunjukan keluarnya para masyarakat.
4. Menampilkan atas tanggung jawabannya yang selalu baru datang para ilmuan. Ilmuwan merupakan profesi, gelar atau capaian professional yang diberikan masyarakat kepada seorang yang mengabdikan dirinya. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seorang ilmuan mempunyai tanggung jawab dan ia juga akan dimintai pertanggung jawaban atas ilmu yang dimilikinya.
Ada 7 tanggung jawab ilmuan dalam islam yaitu :
a. Bertanggung jawab dalam hal memelihara dan menjaga ilmu agar ilmu tetap ada (tidak hilang).
b. Bertanggung jawab dalam hal memperdalam ilmunya agar ilmu itu tidak menjadi meningkat.
c. Bertanggung jawab dalam mengamalkannya agar ilmu itu berubah.
d. Bertanggung jawab dalam mengajarkannya kepada orang yang mencarinya. e. Bertanggung jawab dalam menyebarluaskan dan mempublikasikannya agar manfaat ilmu itu semakin meluas.
f. Bertanggung jawab dalam mengikhlaskan ilmunya untuk Allah SWR semata, agar ilmu itu diterima oleh Allah SWT.