BAB II INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK DI PASAR MODAL A. Pasar Modal 1. Pengertian Pasar Modal - Tanggung Jawab Akuntan Publik atas Laporan Keuangan yang Overstated di Pasar Modal

Teks penuh

(1)

BAB II

INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK DI PASAR MODAL A. Pasar Modal

1. Pengertian Pasar Modal

Pasar modal dipandang sebagai salah satu sarana efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara,66 karena pasar modal merupakan alat pembangunan yang menghubungkan para pemakai dana (dalam hal ini dunia usaha maupun pemerintah) dengan para pemasok dana (dalam hal ini masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri).67 Pasar modal merupakan wahana yang dapat menggalang pengerahan dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Apabila pengetahuan dana masyarakat melalui lembaga-lembaga keuangan maupun pasar modal sudah dapat berjalan dengan baik, maka dana pembangunan yang bersumber dari luar negeri makin lama makin dikurangi.68

Pasar modal mirip dengan pasar-pasar lain pada dasarnya, yang membedakannya adalah komoditi yang diperdagangkan. Pasar modal dapat dikatakan pasar abstrak, di mana yang diperjualbelikan adalah dana-dana jangka panjang yaitu dana yang keterikatannya dalam investasi lebih dari satu tahun. Pasar modal memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi. Pasar modal di negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar, telah menjadi salah satu sumber kemajuan ekonomi, sebab

66

Pandji Anoraga dan Piji Pakarti. Pangantar Pasar Modal. (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2001), hlm. 1.

67

Jusuf Anwar (1), Penegakan Hukum dan Pengawasan Pasar Modal Indonesia, (Jakarta: PT. Alumni, 2008), hlm. xiv.

68

(2)

pasar modal dapat menjadi sumber dana alternatif bagi perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini merupakan salah satu agen produksi, yang secara nasional akan membentuk gross domestic product (GDP). Perkembangan pasar modal akan menunjang peningkatan GDP atau dengan kata lain, berkembangnya pasar modal akan mendorong pula kemajuan ekonomi suatu negara.69

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal merupakan landasan utama mengenai kebijakan pasar modal. Konsekuensi logis dari pengaturan ini adalah harus dilakukannya peningkatan kualitas seperti informasi, pelayanan, dan lain-lain. Peningkatan kualitas informasi merupakan faktor yang sangat penting dan merupakan jiwa pasar modal, tanpa informasi yang merata akan sulit bagi para pemodal untuk memberikan keputusan investasinya. Bapepam telah berupaya meningkatkan agar informasi yang berkaitan dengan keuangan sejajar dengan standar yang universal. Bapepam sebagai regulator pasar modal dapat dan mampu menyiapkan aturan-aturan yang berkaitan dengan masalah akuntansi dan keuangan lain bila diperlukan pasar. Bapepam harus menjamin adanya hukum yang melandasi aktivitas ekonomi yang sesuai dengan ekonomi pasar. Pemerintah tidak dapat berlepas tangan dalam pengembangan pasar modal. Seperti dikatakan Munir Fuady mengenai adanya kesalahan yang berulang dilakukan oleh pihak berwenang di pasar

69

(3)

modal, yakni adanya anggapan bahwa pengembangan pasar modal agar dibiarkan secara apa adanya tanpa diawasi.70

Robert Pardy mengatakan bahwa pengembangan pasar modal memerlukan adanya campur tangan pemerintah dalam bentuk pengawasan dan pembangunan yakni:71

a. Pengawasan (supervisory): dituangkan dalam bentuk kewenangan dalam menerbitkan peraturan perundang-undangan dalam format Lembaga Pengawas. b. Pembangunan (development): mengembangkan pasar modal termasuk dalam

kebijakan fiskal dan moneter.

Pengertian pasar modal, pada hakikatnya tidak berbeda dengan pasar barang atau pasar tradisional yang sudah dikenal masyarakat, yaitu tempat melakukan perdagangan atas suatu produk antara pihak pembeli dan pihak lain sebagai penjual.72 Prof. Hugh T. Patrick dan U Tun Wai menyebutkan 3 (tiga) defenisi pasar modal, yaitu:73

a. Pasar Modal dalam arti luas adalah keseluruhan sistem keuangan yang terorganisir termasuk bank-bank komersil dan semua perantara di bidang keuangan, surat berharga/klaim jangka pendek-panjang primer dan yang tidak langsung.

b. Pasar Modal dalam arti menengah adalah semua pasar yang terorganisir dan lembaga-lembaga yang memperdagangkan warkat-warkat kredit (biasanya yang berjangka lebih dari 1 tahun) termasuk saham, obligasi, pinjaman berjangka, hipotik tabungan dan deposito berjangka.

c. Pasar Modal dalam arti luas adalah tempat pasar terorganisir yang memperdagangkan saham dan obligasi dengan menggunakan jasa makelar dan underwriter.

70

Jusuf Anwar, Op. Cit., hlm. 68-69.

71

Rebert Pardy dalam Jusuf Anwar, Ibid., hlm. 69.

72

Ibid., hlm. 70.

73

(4)

Menurut Suad Husnan74

Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 memberikan pengertian: , pasar modal dapat didefenisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan (sekuritas jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Pasar modal merupakan satu bentuk kegiatan dari lembaga keuangan nonbank sebagai sarana untuk memperluas sumber-sumber pembiayaan perusahaan.

75

“Pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.”

Berdasarkan defenisi mengenai pasar modal diatas, dapat disimpulkan bahwa pasar modal merupakan tempat kegiatan perusahaan dalam rangka mencari dana untuk pembiayaan usahanya. Transaksi atau jual beli modal tersebut bisa berbentuk pinjaman dan dapat pula berbentuk penyertaan.76

2. Peranan dan Manfaat Pasar Modal

Pasar modal menjembatani hubungan antara pemilik dana (investor) dan pengguna dana77 (emiten)78

74

Suad Husnan dalam Adrian Sutedi, Ibid.

, dapat dikatakan bahwa pasar modal adalah wahana investasi bagi investor dan wahana sumber dana bagi pengguna dana. Peranan lain

75

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal Pasal 1 angka 13.

76

Adrian Sutedi, Op. Cit., hlm. 4.

77

Jusuf Anwar, Op. Cit., hlm. 121.

78

(5)

dari pasar modal adalah mengumpulkan dan mengerahkan tabungan masyarakat untuk keperluan investasi. Pasar modal tergolong dalam pengertian “financial market” yang bertujuan untuk mengadakan alokasi tabungan (saving) secara efisien

dari pemilik dana (saver) kepada pemakai dana terakhir (ultimate user).

Kapasitas produksi akan meningkat dengan meningkatnya investasi, yang berarti menambah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat serta memperluas lapangan kerja. Sektor swasta menjadi lebih kompetitif dan pasar modal yang maju terutama bagian sekuritasnya memungkinkan individu, bagaimana pun kecilnya kontribusi mereka, menikmati kemakmuran karena adanya sektor swasta yang kompetitif.

Manfaat lain dari keberadaan pasar modal dapat disebutkan sebagai berikut:79 a. Memperbaiki struktur permodalan perusahaan.

Perusahaan dapat meningkatkan permodalannya tidak hanya dalam bentuk pinjaman, tetapi juga bentuk ekuitas melalui penerbitan saham di pasar modal, oleh karena itu, bagi perusahaan yang memiliki perbandingan antara modal sendiri dan hutang yang tidak seimbang (over leverage) dapat memperkecil tingkat leveragenya melalui penerbitan saham, dengan cara ini struktur permodalan perusahaan akan semakin sehat.

b. Meningkatkan efisiensi alokasi sumber-sumber dana

Tersedianya berbagai instrumen pasar modal, perusahaan akan memperoleh alternatif yang lebih luas untuk mendapatkan dana dengan biaya yang paling rendah,

79

(6)

oleh karena itu, pasar modal berfungsi menciptakan pengalokasian sumber dana dengan cara yang lebih efisien.

c. Menunjang terciptanya perekonomian yang sehat.

Keharusan melakukan keterbukaan di pasar modal akan melahirkan budaya fairness yang selanjutnya akan menciptakan “good corporate governance” di pasar

modal, sehingga akan berpengaruh bagi terciptanya ekonomi yang sehat. Perusahaan publik merupakan pelopor praktik “good corporate governance”.

d. Meningkatkan penerimaan Negara80

Penerimaan Negara melalui pasar modal, yakni melalui pemungutan pajak dapat lebih ditingkatkan. Ini dimungkinkan karena berkembangnya pasar modal akan memacu keterbukaan yang pada akhirnya dapat mendorong kepatuhan emiten sebagai wajib pajak. Semakin besar transaksi di bursa, semakin besar pula potensi pemungutan pajak atas transaksi tersebut, khususnya pajak badan (korporasi) dan pajak perorangan.

e. Mengurangi hutang luar negeri pihak pemerintah maupun swasta

Sudah saatnya kebutuhan akan pembiayaan pembangunan tidak hanya diperoleh dari hutang luar negeri, tetapi dapat dipenuhi melalui mobilisasi dana di pasar modal. Berkurangnya hutang luar negeri Pemerintah maupun pihak swasta, tekanan pada neraca pembayaran dan anggaran pemerintah dalam memenuhi “debt service” akan dapat dikurangi.

f. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan

80Ibid.,

(7)

Masyarakat dimungkinkan untuk dapat memiliki saham-saham perusahaan go public melalui pasar modal. Dana yang diperoleh perusahaan akan digunakan untuk

pengembangan usaha yang selanjutnya akan meningkatkan produksi nasional, menambah kesempatan kerja, memperbesar penyediaan barang dan jasa yang diperlukan serta memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh rumah tangga.

g. Pasar modal sebagai alternatif pembiayaan pemerintah81

Besarnya utang luar negeri yang saat ini dimiliki pemerintah telah memberikan risiko dan kewajiban bunga serta cicilan pokok yang tidak kecil. Tantangan beban fiskal pada masa yang akan datang demikian besar yang mengharuskan pemerintah mencari sumber dana baru yang tingkat risikonya relatif kecil. Kebijakan anggaran berimbang sudah ditinggalkan dan dianut sistem defisit. Defisit maksudnya dapat ditutup antara lain dengan menerbitkan obligasi pemerintah di dalam negeri melalui pasar modal.

3. Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar modal Indonesia dimulai ketika pemerintah Hindia Belanda mendirikan Bursa Efek di Batavia (sekarang Jakarta)82 pada tanggal 14 Desember 191283 oleh Vereniging voor de Effectenhandel. 84

81

Ibid., hlm. 124-125.

Efek-efek yang diperdagangkan dalam bursa ini terdiri atas saham-saham dan obligasi yang diterbitkan perusahaan milik Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi pemerintah Hindia Belanda dan efek-efek Belanda lain. Pendirian bursa efek oleh pemerintah Belanda tersebut bertujuan untuk

82

Juli Irmayanto, dkk, Op. Cit., hlm. 291.

83

Aristides Katoppo, Op. Cit., hlm. 5.

84

(8)

memobilisasi dana dalam rangka membiayai perkebunan milik Belanda yang saat itu sedang dikembangkan secara besar-besaran.85

Pendirian bursa efek di Batavia tersebut diikuti dengan pendirian bursa efek di Semarang dan Surabaya pada tahun 1925. Bursa efek yang didirikan tersebut mengalami perkembangan yang cukup pesat sampai akhirnya kegiatannya terhenti karena pecahnya perang dunia kedua86 menjelang invasi Jepang pada tahun 1942.87 Aktivitas bursa efek ini diaktifkan kembali dengan penerbitan obligasi pemerintah Republik Indonesia tahun 1950. Pengaktifan kembali aktivitas bursa efek ini disokong dengan penerbitan Undang-Undang Darurat tentang Bursa Nomor 13 Tahun 1951. Undang-undang ini kemudian diganti dengan Undang-Undang RI Nomor 15 tahun 1952 untuk mempertegas dan memperkuat aturan dan landasan hukumnya sehingga institusi bursa efek tersebut dapat berkembang baik.88 Penyelenggaraan bursa efek yang telah dibuka di Jakarta tersebut dilakukan oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE) dimana Bank Indonesia terlibat sebagai penasehat.89

85

Dahlan Siamat, Manajemen Lembaga Keuangan, Kebijakan Moneter dan Perbankan, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2005), hlm. 487.

Perkembangan institusi ini ternyata relatif kurang memuaskan dan kurang mendapat sambutan dari masyarakat luas. Aktivitas bursa efek ini kemudian berhenti lagi pada tahun 1956 karena pemerintah melakukan kebijakan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan asing.

86

Juli Irmayanto, dkk, Loc. Cit.

87

Frianto Pandia, Elly Santi Ompusunggu, dan Achmad Abror, Loc. Cit.

88

Irsyad Lubis, Bank dan Lembaga Keuangan, (Medan: USU Press, 2010), hlm.152-153.

89

(9)

Bursa efek atau pasar modal ini kemudian diaktifkan kembali pada tanggal 10 Agustus 1977 oleh Presiden Soeharto dengan membentuk Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM) yang kemudian (1992) berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Dasar hukum eksistensi dan pelaksanaan institusi pasar modal yakni Undang-undang RI Nomor 15 Tahun 1992 kemudian diganti dengan Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1995. 90

Pemerintah melakukan deregulasi di sektor keuangan dan perbankan termasuk pasar modal. Deregulasi yang dapat dianggap sangat mempengaruhi perkembangan pasar modal Indonesia antara lain Pakto 27, 1988 dan Pakdes 20, 1988, sebelum itu telah dikeluarkan Paket 24 Desember 1987 yang berkaitan dengan usaha pengembangan pasar modal meliputi pokok-pokok sebagai berikut: 91

a. Kemudahan syarat go public antara lain tidak harus mencapai 10%.

b. Penghapusan pungutan-pungutan seperti fee pendaftaran dan pencatatan di bursa yang sebelumnya dipungut oleh Bapepam.

c. Investor asing boleh memiliki saham perusahaan yang go public. d. Saham boleh diterbitkan atas tunjuk.

e. Batasan fluktuasi harga saham di Bursa Efek sebesar 4 % dari kurs sebelum ditiadakan.

f. Proses emisi harus sudah diselesaikan Bapepam dalam waktu selambat-lambatnya 20 hari sejak dilengkapi persyaratan.

Dampak dari deregulasi tersebut diatas adalah meningkatnya minat emiten maupun investor secara drastis yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan bagi perusahaan di satu pihak dan sarana investasi bagi pemodal. Meningkatnya minat emiten mencari dana melalui pasar modal tercermin dari

90

Irsyad Lubis, Loc. Cit.

91

(10)

banyaknya perusahaan yang melakukan emisi saham dan obligasi serta naiknya jumlah kapasitas dana. 92

Penerbitan Pakto 27 1988 dan Pakdes 20 1988 memberikan perbaikan terhadap perkembangan pasar modal Indonesia misalnya terbukti dengan beroperasinya Bursa Efek Surabaya sejak tanggal 16 Juni 1989. Perkembangan selanjutnya adalah privatisasi Bursa Efek Jakarta (1992) sehingga BAPEPAM berubah fungsi menjadi Badan Pengawas Pasar Modal sedangkan Bursa Paralel Indonesia dimergerkan dengan Bursa Efek Surabaya (1995). Perkembangan terakhir (2007) Bursa Efek Surabaya dimergerkan dengan Bursa Efek Jakarta yang kemudian berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia.93

4. Instrumen Pasar Modal

Instrumen yang diperdagangkan di pasar modal adalah efek.94 Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.95 Meskipun efek terdiri atas berbagai macam surat berharga, tetapi Instrumen utama di Pasar Modal adalah saham dan obligasi.96

92

Ibid.

93

Irsyad Lubis, Op. Cit., hlm. 154.

94

Tavinayati dan Yulia Qamariyanti. Hukum Pasar Modal Indonesia. (Jakarta: Sinar Grafika, 2009), hlm. 18.

95

Pasal 1 angka 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

96

(11)

Saham adalah klaim terhadap penghasilan bersih dan aset perusahaan, yaitu dividen yang dibagikan kepada stockholder (pemegang saham) setelah perusahaan memenuhi semua kewajibannya, seperti membayar gaji karyawan, pajak, dan kewajiban utangnya, termasuk kewajibannya kepada bondholder (pemegang obligasi). Saham disebut juga residual claimant, dan pemegang saham memperoleh penghasilan yang berfluktuasi, berhubungan dengan keuntungan atau kerugian perusahaan penerbit sahamnya. Share (dana penyertaan) dalam saham menyatakan hak kepemilikan (ownership).

Obligasi adalah surat utang jangka panjang yang memberikan bunga tetap secara periodik dan mengembalikan pinjaman pokoknya pada waktu jatuh tempo. Pemegang obligasi memperoleh penghasilan yang tetap sampai waktu jatuh tempo, tidak dipengaruhi oleh kondisi keuntungan atau kerugian perusahaan penerbitnya. 97

Ada instrumen lain yang merupakan pengembangan dari efek utama yaitu Indonesian Depository Receipt dan Efek Beragun Aset. Indonesian Depository

Receipt disebut juga Sertifikat Penitipan Efek Indonesia yaitu efek yang memberikan

hak kepada pemegangnya atas efek utama yang dititipkan secara kolektif pada bank kustodian yang telah mendapat persetujuan Bapepam.98

Efek beragun aset adalah efek yang diterbitkan oleh Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset yang portofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial, tagihan kartu kredit, tagihan yang

97

Ktut Silvanita, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, (Jakarta: Erlangga, 2009), hlm. 104.

98

(12)

timbul di kemudian hari (future receivables), pemberian kredit termasuk kredit pemilikan rumah atau apartemen, efek bersifat utang yang dijamin pemerintah, Sarana Peningkatan Kredit (credit enhancement)/Arus Kas (cash flow), serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut.99

Efek-efek derivatif yang terdapat di pasar modal antara lain right, warrant,

option. Right adalah penerbitan surat hak kepada pemegang saham lama perusahaan

publik untuk membeli saham baru yang hendak diterbitkan. Pemegang saham lama berhak untuk didahulukan mendapatkan penawaran beli dari perusahaan secara proporsional pada harga yang telah ditetapkan sebelumnya untuk jangka waktu pendek, tetapi pemilik right tidak mendapatkan dividen, karena ia bukan bukti kepemilikan (equity).100

Option adalah hak kontraktual, tetapi bukan merupakan kewajiban yang

diberikan kepada pemilik hak untuk menjual atau membeli sejumlah tertentu saham dengan harga tertentu pada suatu waktu tertentu. Option mempunyai dua tipe, yaitu call option dan put option. Call option adalah opsi yang memberikan hak kepada

pemegangnya untuk membeli tidak hanya saham, tetapi juga aset keuangan (financial asset) yang telah ditentukan jumlah, harga, dan waktunya. Put Option adalah opsi

yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual tidak hanya saham, tetapi juga aset keuangan (financial asset) yang telah ditentukan jumlah, harga dan

99

Ibid., hlm. 196.

100

(13)

waktunya.101 Menurut penjelasan Pasal 1 angka 5 Opsi adalah hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli atau menjual kepada pihak lain sejumlah efek pada harga dan dalam waktu tertentu.102

Warrant atau waran adalah suatu opsi untuk membeli sejumlah tertentu

instrumen keuangan (saham) pada waktu tertentu dengan harga tertentu. Warrant ini pada dasarnya sama dengan option, yaitu hak untuk membeli sejumlah saham, namun warrant dikeluarkan oleh pihak issuer atau perusahaan yang menerbitkan efek.103

Menurut Penjelasan Pasal 1 angka 5 waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang efek untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga setelah 6 (enam) bulan atau lebih sejak efek dimaksud diterbitkan.104

5. Pelaku Pasar Modal

Pasar modal merupakan sarana terbaik untuk memobilisasi sekaligus membuat perusahaan menjadi lebih profesional. Pasar modal akan menjadi wahana alternatif investasi yang menjanjikan keuntungan dan sekaligus menyebar risiko bagi investor. Pelaksanaan go public harus memperhatikan segala kebutuhan administrasi intern perusahaan dan mengatur strategi, yang juga penting adalah menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan upaya go public. Investor juga perlu memahami mekanisme go public dan para pihak yang terlibat dalam mekanisme

101

Ibid., hlm. 204.

102

Penjelasan Pasal 1 angka 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

103

Irsan Nasarudin dan Indra Surya, Loc. Cit.

104

(14)

investasi, agar jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka bisa melakukan klaim pada pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Pelaku pasar modal harus mengetahui tanggung jawabnya masing-masing agar menjamin terjadinya fairness dalam bertransaksi. Semua informasi hanya bisa diperoleh dari prospektus dan produk informasi lain yang diterbitkan oleh pihak-pihak yang berhak, padahal tidak semua pihak-pihak terutama investor mampu membaca informasi yang dituangkan dalam prospektus, di samping pengetahuan tentang informasi yang dimiliki, juga jaminan tentang kebenaran informasi tersebut tidak tersedia. Semua informasi yang dikeluarkan harus divalidasi oleh pelaku pasar modal yang berkompetensi. Laporan keuangan, misalnya, harus diaudit oleh akuntan publik.105

Investor harus menggunakan jasa perusahaan broker atau pialang untuk membeli saham atau obligasi, tidak bisa langsung mendatangi bursa. Perusahaan yang

mau go public pun tidak bisa tiba-tiba mendatangi bursa untuk menjual sahamnya,

harus mengandalkan bantuan underwriter.

Pelaku pasar modal adalah seluruh unsur, bisa individu atau organisasi, yang melakukan kegiatan di bidang pasar modal sehingga pasar modal bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Pelaku pasar modal dikelompokkan menjadi:106

(1) Pengawas

Tugas pengawasan, secara resmi dilakukan oleh Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan). Bapepam-LK adalah lembaga pemerintah di bawah Departemen Keuangan. Lembaga inilah yang bertugas membuat

105

Sawidji Widoatmodjo (1), Op. Cit., hlm. 31.

106

(15)

peraturan-peraturan sebagai pedoman bagi seluruh pelaku pasar modal. Bapepam-LK mengawasi pelaksanaan peraturan yang telah dibuatnya tersebut dan bila terjadi pelanggaran, Bapepam-LK akan memberikan sanksi. Lembaga ini hanya ada satu, yaitu berkantor pusat di Gedung Departemen Keuangan. Bapepam-LK berperan: 107

a. Mengawasi kegiatan perdagangan efek agar tidak menyimpang dari peraturan yang ada, terutama terhadap Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

b. Melakukan perjanjian terhadap semua personil yang menyandang profesi tertentu di pasar modal, seperti pialang, manajer investasi, penasehat investasi, dan yang lainnya.

c. Memberikan izin kepada perusahaan yang ingin melakukan kegiatan di pasar modal.

Bapepam-LK merupakan pintu gerbang bagi masuknya efek masyarakat, maka emiten harus meyakinkan Bapepam-LK bahwa perusahaan yang akan dijual ke masyarakat adalah perusahaan yang sehat dan bisa memberikan keuntungan bagi investor, namun demikian, Bapepam-LK tidak menjamin kebenaran informasi yang disampaikan emiten.

Berlakunya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU-OJK) ada perubahan terhadap industri keuangan di Indonesia karena berdasarkan UU-OJK pengaturan serta pengawasan industri jasa keuangan di Indonesia yang termasuk di dalamnya pasar modal menjadi berubah. Perubahan ini dapat dilihat dari peratuan peralihan UU-OJK khususnya Pasal 55 ayat (1) yang menyatakan: 108

107

Ibid., hlm. 33.

108

(16)

Sejak tanggal 31 Desember 2012, fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya beralih dari Menteri Keuangan dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ke OJK.109

Peraturan tersebut menentukan bahwa sejak tanggal 31 Desember 2012, Bapepam-LK yang selama ini merupakan institusi yang melakukan regulasi dan pengawasan atas kegiatan di pasar modal akan diserap dan digantikan serta menjadi bagian dari OJK.110

(2) Penyelenggara Bursa

Bursa Efek Indonesia mempunyai tugas menyelenggarakan bursa

(perdagangan surat berharga). Tugas utama bursa adalah menyediakan fasilitas

perdagangan agar proses transaksi bisa berjalan dengan fair dan efisien. Bursa Efek

Indonesia (BEI) harus terus memperbaiki teknologi yang dimilikinya untuk bisa

menjalankan tugas ini. 111

Perusahaan yang ingin melakukan go public harus melalui BEI, kecuali ingin

melakukan dual listing dengan melakukan pencatatan di bursa luar negeri, demikian

pula investor yang ingin membeli surat berharga di dalam negeri juga hanya di BEI.

BEI adalah perusahaan swasta yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Pemegang

saham atau pemilik bursa efek adalah para anggota bursa yang bersangkutan, yaitu

para perusahaan pialang yang melakukan aktivitas di bursa tersebut. Jadi, jika

109

Pasal 55 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

110

Hamud M. Balfas, Op. Cit., hlm. 8.

111

(17)

perusahaan pialang yang ingin melakukan aktivitas perdagangan di BEI, harus

terlebih dahulu menjadi anggota BEI. Peran Bursa Efek adalah:112

a. Mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas bagi anggotanya sehingga semua

anggota bursa dapat melakukan perdagangan secara adil, efisien, dan transparan.

b. Melakukan pencatatan, pembekuan perdagangan, dan pencabutan (delisting) atas

efek yang listing di bursa bersangkutan.

Hubungan bursa efek dengan emiten adalah:

a. Karena bursa efek merupakan tempat ditransaksikannya efek, maka pihak yang paling mengetahui perkembangan sehari-hari efek suatu emiten adalah bursa efek. Karena itu, bursa efek juga perlu memantau atau paling tidak meminta informasi kepada emiten jika terjadi sesuatu yang luar biasa atas saham emiten tersebut. Dengan demikian, emiten seharusnya menjalin hubungan yang harmonis dengan bursa efek.

b. Bursa efek melakukan pemantauan kegiatan dalam rangka melindungi investor dari praktik-praktik yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan lain yang berlaku. Karena itu, emiten harus benar-benar memahami segala peraturan yang berlaku yang berhubungan dengan perlindungan investor, sebab eksistensi emiten akan ditentukan oleh investor ini. Jika investor tidak berminat membeli efek emiten, maka emiten tidak akan bisa masuk bursa efek.

(3) Pelaku utama

Pelaku utama adalah pihak-pihak yang paling berperan dalam perdagangan

surat berharga, yakni investor dan emiten. Pelaku utama ini tidak bisa melakukan

transaksi secara langsung, mereka harus dibantu oleh tenaga profesional yang

dinyatakan telah lulus ujian profesi dan dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat.

Para pelaku utama terdiri atas: 113

112

Ibid., hlm. 34-35.

113

(18)

(a) Emiten

Emiten adalah perusahaan swasta atau BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang mencari modal dari bursa efek dengan cara menerbitkan efek (saham, obligasi, right issue, dan waran). 114 Istilah emiten secara internasional dikenal dengan sebutan “issuer” yang berasal dari perkataan “issuing company” artinya suatu perusahaan yang menerbitkan dan menawarkan efek untuk dijual kepada masyarakat.115 Peran Emiten adalah: 116

1) Menerbitkan efek, yang kemudian dijual kepada investor guna mendapatkan modal;

2) Untuk bisa menerbitkan efek yang laku dijual, emiten harus memiliki prestasi yang baik dan tidak memiliki cacat hukum. Emiten berperan menjamin efek yang diterbitkannya sah menurut hukum;

3) Emiten merupakan sumber pertama informasi mengenai efeknya. Kebenaran informasi dari emiten merupakan tanggung jawab emiten bersangkutan.

(b) Investor

Investor adalah individu atau organisasi yang membelanjakan uangnya di pasar modal. Semua pihak, pada prinsipnya, bisa menjadi investor. Sebuah organisasi yang membentuk lembaga atau dana pensiun juga bisa menggunakan uang dana pensiun itu untuk membeli saham atau obligasi. Peran investor diantaranya: 117

1) Investor merupakan sumber aktivitas bursa efek, sebab dengan adanya uang yang dibelanjakan investor di pasar modal, pialang bisa mendapatkan order jual atau beli, emiten bisa mendapatkan modal, bursa efek bisa menyelenggarakan perdagangan.

114

Ibid.

115

Juli Irmayanto, dkk, Op. Cit., hlm. 296.

116

Sawidji Widoatmodjo (1), Op. Cit., hlm. 36.

117

(19)

2) Dalam melakukan investasi (membelanjakan uang di pasar modal), investor bisa meminta informasi dari pihak-pihak yang berkepentingan seperti dari emiten, penjamin emisi, bursa efek atau perusahaan pialang.

3) Meskipun investor bisa mendapatkan informasi dari berbagai pihak, tetapi keputusan investasi tetap berada di tangan investor. Investor harus menanggung risiko atas keputusan yang dibuatnya.

4) Sebagai salah satu pelaku pasar modal, investor mempunyai tanggung jawab atas risiko yang terjadi.

Investor memiliki kedudukan yang setara dengan emiten, maka hubungan di antara keduanya sangat erat, bahkan dapat dikatakan eksistensi masing-masing mutlak diperlukan, artinya apabila salah satu tidak ada, maka tidak akan pernah ada yang namanya pasar modal. Hubungan antara investor dengan emiten, di antaranya:118

1) Investor merupakan pemasok dana kepada emiten, dengan demikian, seandainya tidak ada investor yang bersedia membeli efek para emiten, maka bisa dikatakan emiten gagal melakukan go public.

2) Dalam struktur organisasi perusahaan emiten, investor merupakan pemegang kekuasaan tertinggi. Dengan demikian, investor bisa menentukan arah kebijaksanaan perusahaan emiten.

3) Meskipun investor terutama investor individu kurang mampu mengambil keputusan sendiri dalam menentukan pilihan investasinya, namun sebagai pemilik dana, tetap saja keputusan terakhir ada pada investor sehingga emiten tidak bisa mengabaikan investor, sekalipun investor tersebut awam.

4) Dalam RUPS, investor memiliki hak suara sehingga bisa menentukan keputusan, terutama dalam hal menentukan pembagian dividen. Dengan demikian, investor bisa memengaruhi kinerja keuangan emiten di tahun-tahun berikutnya.

(c) Penjamin Emisi

Penjamin emisi yang merupakan terjemahan dari underwriter adalah perusahaan swasta atau BUMN yang menjadi penanggung jawab atas terjualnya efek

118

(20)

emiten kepada investor.119 Penjamin emisi membuat kontrak dengan emiten untuk melakukan penawaran umum bagi kepentingan emiten dengan atau tanpa kewajiban membeli sisa efek yang tidak terjual.120 Sebelum pernyataan pendaftaran diajukan ke Bapepam-LK emiten harus menunjuk penjamin emisi. Sebenarnya, penjamin emisi inilah yang menjual efek, sedangkan emiten hanya menerbitkannya. Mekanismenya, setelah emiten menerbitkan saham, maka emiten menawarkan kepada penjamin emisi untuk menjual efek tersebut. Selanjutnya, penjamin emisi akan melayani pembelian oleh para perusahaan pialang, yang mewakili investor atau untuk portofolionya sendiri. Penjamin emisi lebih banyak membantu kepentingan emiten dibanding kepentingan investor. Peran penjamin emisi dalam perdagangan efek, di antaranya: 121 1) Penjamin emisi menjamin terjualnya efek yang diterbitkan emiten, dengan

demikian, jika melihat posisi keuangan penjamin emisi, maka ia lebih banyak mewakili kepentingan emiten.

2) Besarnya jaminan tergantung pada perjanjian antara emiten dengan penjamin emisi, bila penjamin emisi menjamin penuh (full commitment), maka jika penjamin emisi tidak berhasil menjual seluruh efek, penjamin emisi bersangkutan wajib membeli sisa efek yang tidak terjual. Sedangkan apabila penjaminan dilakukan secara best effort, penjamin emisi hanya melaksanakan penjualan sesuai harga yang ditetapkan. Jika saham yang dijamin tidak laku semuanya dengan harga tersebut, maka penjamin emisi tidak berkewajiban membeli saham tersebut.

3) Besarnya tanggung jawab penjamin emisi, selain dalam soal komitmen penjualan saham, juga tergantung pada perannya dalam proses penawaran umum. Penjamin emisi utama lebih besar tanggung jawabnya dari penjamin emisi peserta.

Hubungan penjamin emisi dengan emiten di antaranya: 122

1) Penjamin emisi memberi nasihat dan bernegosiasi dengan emiten dalam hal penetapan harga efek pada saat penjualan perdana (penjualan sebelum melalui

119

Ibid., hlm. 38.

120

Endang Purwaningsih, Hukum Bisnis, (Bogor: Ghalia Indonesia), hlm. 28.

121

Sawidji Widoatmodjo (1), Loc. Cit.

122

(21)

bursa efek). Jadi, tinggi rendahnya harga saham perdana yang akan dibeli investor tergantung pada kesepakatan antara penjamin emisi dengan emiten.

2) Penjamin emisi melakukan penjatahan, bila penawaran efek mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).

(d) Pialang

Pialang atau broker adalah perusahaan swasta atau BUMN yang aktivitas utamanya adalah melakukan penjualan atau pembelian efek di pasar sekunder (setelah efek dicatatkan di bursa). Peranannya juga diperlukan pada pasar perdana, yaitu membantu penjamin emisi dalam memasarkan efek; sebagai agen penjual. Perusahaan pialang bisa atau bertindak atas nama investor kalau sedang melaksanakan amanah investor atau bertindak atas kepentingannya sendiri ketika melakukan transaksi untuk portofolionya sendiri. Perusahaan pialang sangat berperan dalam perdagangan efek, di antaranya: 123

1) Menjadi anggota bursa sehingga mempunyai hak melakukan transaksi di bursa tersebut. Untuk kepentingan ini, perusahaan pialang harus memiliki wakil yang sudah teruji oleh standar profesi yang ditempatkan di lantai bursa. Jadi, untuk bisa melakukan transaksi di suatu bursa, perusahaan pialang harus menjadi anggota bursa bersangkutan. Misalnya, untuk bertransaksi di Bursa Efek Indonesia, maka perusahaan pialang harus menjadi anggota Bursa Efek Indonesia.

2) Melakukan transaksi efek untuk kepentingan perusahaan sendiri atau kepentingan investor.

3) Melakukan riset dan memberikan nasihat investasi kepada investor.

4) Melakukan pemasaran untuk mencari investor sehingga bisa meningkatkan investor saham atau obligasi emiten tertentu.

123

(22)

Pialang merupakan pelaku yang paling erat hubungannya dengan investor, karena pialang mewakili kepentingan investor. Hubungan antara perusahaan pialang dengan emiten, antara lain sebagai berikut: 124

1) Pialang mampu membaca prospektus dan laporan keuangan dengan baik, maka dalam menghadapi pialang ini, emiten harus berhati-hati, bukan tidak mungkin informasi yang tidak terbaca oleh investor justru terbaca oleh pialang, dan kemudian pialang akan merekomendasikan investor untuk mengambil keputusan yang merugikan harga saham emiten.

2) Perusahaan pialang yang baik menyediakan fasilitas riset dan mampu memberikan nasihat kepada investor dalam melakukan investasi sehingga pialang ini bisa menentukan nasib saham emiten.

3) Perusahaan pialang bisa menjadi sumber informasi yang pertama dan terdekat bagi investor, oleh karena itu, teruslah memberikan informasi yang positif kepada pialang agar disampaikan kepada investor.

4) Jasa yang diberikan perusahaan pialang kepada investor itu, investor harus membayar fee yang besarnya tergantung pada negosiasi. Fee itu dikenakan setiap terjadi transaksi, baik beli atau jual, jadi emiten fee atas jasa pialang, fee yang harus dibayar emiten adalah listing fee dan annual fee, yang dibayarkan kepada bursa.

(e) Manajer Investasi

Manajer Investasi (MI) adalah perusahaan yang kegiatannya menyelenggarakan pengelolaan portofolio efek. Perusahaan inilah yang menerbitkan sertifikat reksadana. Manajer Investtasi (MI) dalam melakukan investasi, bisa menggunakan modalnya sendiri (dari promoter) dan ditambah dengan modal yang dikumpulkan dari para investor, jadi hampir sama dengan perusahaan pialang, MI juga bisa mewakili kepentingan investor. Manajer Investasi berkewajiban

124

(23)

memberikan imbalan kepada investor, sedangkan perusahaan tidak. Peran Manajer Investasi antara lain sebagai berikut: 125

1) Manajer Investasi bisa mewujudkan skala ekonomis dalam berinvestasi. Jika investasi dilakukan oleh masing investor, maka nilai investasi masing-masing adalah kecil, di sisi lain biaya investasi menjadi mahal. Manajer Investasi bisa melakukan investasi dengan nilai yang besar dan biaya murah melalui mekanisme reksadana.

2) Manajer Investasi mempunyai peran dalam lebih mengaktifkan perdagangan di bursa efek, sebab Manajer Investasi memiliki perangkat analisis yang bisa mempercepat pengambilan keputusan sehingga frekuensi perdagangan menjadi meningkat.

3) Manajer Investasi bisa meningkatkan jumlah pemodal, sebab dengan ketersediaan tenaga pemasaran, Manajer Investasi bisa aktif menjaring investor.

Manajer Investasi mirip dengan perusahaan pialang, kemiripan ini lebih jelas lagi kalau ditinjau dari hubungan yang erat dengan investor, di antaranya berikut ini:126

1) Jika investor merasa awam tentang pasar modal, maka lebih aman melakukan investasi melalui manajer investasi, yaitu dengan cara membeli reksa dana.

2) Investasi pada reksadana memang lebih aman, namun penghasilan yang diberikan belum tentu lebih tinggi dari kalau investor langsung membeli saham.

3) Manajer Investasi mengumpulkan dana dari investor dengan cara menjual sertifikat reksadana, setelah dana terkumpul, maka akan digunakan untuk membeli surat-surat berharga, baik di pasar modal maupun di pasar uang. Investor bisa memilih reksadana yang sesuai dengan tujuan investasinya, misalnya reksadana yang menginvestasikan dananya pada saham biasanya akan memberikan distribusi yang lebih tinggi daripada yang melakukan investasi pada obligasi.

4) Manajer Investasi sebenarnya yang menjadi investor secara riil, karena itu, emiten harus menjalin hubungan yang baik dengan manajer investasi agar saham atau obligasinya menjadi bagian dari portofolio manajer investasi.

Pekerjaan Manajer Investasi pada hakikatnya adalah melakukan investasi, maka sebenarnya manajer investasi tak ubahnya investor, hanya saja, manajer

125

Ibid., hlm. 41.

126

(24)

investasi jauh lebih profesional dibanding investor kebanyakan. Hubungan antara manajer investasi dengan emiten juga sama dengan hubungan investor dengan emiten, hanya saja dalam menghadapi manajer investasi ini, emiten harus lebih berhati-hati sebab manajer investasi merupakan investor lembaga yang profesional dan jumlah investasinya bisa sangat besar sehingga memiliki pengaruh yang besar kepada emiten.

(f) Penasehat Investasi

Penasehat Investasi adalah perusahaan atau perorangan yang kegiatan usahanya memberi nasihat, membuat analisis, dan membuat laporan mengenai efek kepada pihak lain, seperti manajer investasi, lembaga pengelola dana pensiun ataupun pemodal perorangan. Peran penasehat investasi adalah mempermudah dalam pengambilan keputusan untuk membentuk portofolio, misalnya berapa persen dana yang diinvestasikan pada saham, berapa persen untuk obligasi, dan yang lainnya. Hubungan penasehat investasi dengan emiten di antaranya: 127

1) Investor bisa memanfaatkan jasa penasehat investasi untuk melakukan analisis atas efek yang diinginkan, maka nasib saham atau obligasi emiten sebagian ada di tangan penasehat investasi ini, karena itu, berhati-hatilah menghadapi penasehat investasi ini.

2) Penasehat investasi bisa mengunjungi emiten, baik di kantor maupun di pabrik. Penasehat investasi akan mengorek informasi yang tidak secara resmi diumumkan emiten, oleh karena itu, lebih baik menjawab semua pertanyaan penasehat investasi dan memberikan informasi yang dibutuhkannya.

(4) Lembaga dan profesi penunjang pasar modal

Pelaku lembaga dan profesi penunjang pasar modal adalah sangat penting bagi calon perusahaan publik, karena akan membantu proses penerbitan saham. Tugas utama penunjang penerbitan adalah membantu terselenggaranya penerbitan efek.

127

(25)

Efek adalah kata lain dari surat berharga, termasuk di dalamnya saham, obligasi, dan instrumen investasi lain, seperti right issue, waran obligasi konversi, dan yang lainnya. Penunjang atau pendukung ini terdiri atas dua kelompok, yaitu lembaga penunjang pasar modal dan profesi penunjang pasar modal.

Lembaga penunjang pasar modal yang membantu penerbitan efek terdiri atas:128

(a) Biro Administrasi Efek (BAE)

Biro Administrasi Efek (BAE) adalah perusahaan yang berdasarkan kontrak tertentu dengan emiten, menyediakan jasa-jasa: berupa melaksanakan pembukuan, transfer dan pencatatan, pembayaran dividen, pembagian hak opsi, dan emisi sertifikat atau laporan tahunan untuk emiten. Biro Administrasi Efek banyak membantu emiten. Peran Biro Administrasi Efek si antaranya:

1) Biro Administrasi Efek membantu kelancaran pengadministrasian efek yang diterbitkan oleh emiten sehingga bisa mengurangi pekerjaan emiten.

2) Adanya Biro Administrasi Efek yang khusus menangani administrasi efek, menjadikan pengelolaan efek lebih profesional.

Hubungan Biro Administrasi Efek dengan emiten adalah: 129

1) Biro Administrasi Efek lebih banyak bertanggung jawab kepada emiten, namun tidak berarti bahwa Biro Administrasi Efek tidak punya tanggung jawab kepada investor. Kesalahan yang terjadi pada Biro Administrasi Efek bisa mengakibatkan kerugian pada investor, karena itu emiten harus melakukan cross check atas dokumen yang ada pada emiten dengan yang berada di Biro Administrasi Efek.

2) Menjaga sebaik-baiknya catatan pembukuan dalam penanganannya dan menyimpannya di tempat yang aman sehingga bila investor mendapat kesulitan yang berkaitan dengan efek, Biro Administrasi Efek bisa menyelesaikannya,

128

Ibid., hlm. 43.

129

(26)

misalnya kehilangan saham, ketidakcocokan nomor saham, dan lain sebagainya, dengan demikian bisa menghindarkan emiten dari kesalahan para investor.

(b) Tempat Penitipan Harta

Tempat penitipan harta (custodian) adalah perusahaan yang memberikan jasa menyelenggarakan penyimpanan harta (efek) yang dititipkan oleh pihak lain. lembaga ini banyak membantu kepentingan investor. Peran custodian diantaranya: 130

1) Custodian berperan menjamin keamanan sebab custodian bertugas menjaga

sebaik-baiknya harta yang berada di bawah penitipan dan membuat salinan dari catatan pembukuan atas semua harta yang dititipkan serta menyimpannya di tempat yang aman;

2) Custodian juga bisa menyelenggarakan jasa penagihan dividen, bunga atau

hak-hak lain, pemindahan pemilikan, penyerahan atau penerimaan sertifikat, pelaporan, dan jasa administrasi penitipan lainnya.

Hubungan custodian dengan emiten, antara lain:

1) Custodian bisa membantu menjaga keselamatan efek yang diterbitkan emiten

dengan cara investor menitipkan efek yang sudah dibeli kepada custodian sehingga mudah untuk dilakukan penggantian jika ada efek yang hilang atau rusak;

2) Membantu emiten mengurus kepentingannya, terutama dalam hal pembayaran dividen sebab custodian bisa membantu investor untuk menagih dividen.

(c) Wali Amanat

Wali amanat (trust agent) adalah perusahaan yang dipercaya untuk mewakili kepentingan seluruh investor obligasi atau sekuritas kredit. Selain itu, wali amanat juga sebagai pemimpin dalam rapat umum pemegang obligasi (RUPO). Wali amanat selain membantu kepentingan emiten, juga membantu kepentingan investor. Peran wali amanat, diantaranya: 131

130

Ibid., hlm. 44.

131

(27)

1) Wali amanat sangat membantu dalam proses penerbitan obligasi, jadi bagi emiten yang berkeinginan menerbitkan obligasi atau sekuritas kredit, peran wali amanat sangat penting.

2) Wali amanat dapat menjembatani kepentingan emiten dan kepentingan investor. Hubungan wali amanat dengan emiten, diantaranya:

1) Berkewajiban mewakili para pemegang obligasi atau sekuritas kredit, baik di dalam maupun di luar pengadilan, mengenai pelaksanaan hak-hak pemegang obligasi atau sekuritas kredit, dengan demikian, emiten obligasi akan sering berhadapan dengan wali amanat ini, terutama dalam memenuhi kewajibannya sebagai penerbit obligasi.

2) Wali amanat bertanggung jawab kepada para pemegang obligasi atau sekuritas kredit untuk setiap kerugian yang diderita akibat kelalaian, kecerobohan atau tindakan-tindakan lain yang merugikan investor, jadi, jika investor menderita kerugian, padahal obligasi yang diterbitkan emiten cukup baik prestasinya, maka emiten tidak bisa disalahkan, melainkan wali amanat. Wali amanat bisa merugikan posisi emiten seandainya melakukan kesalahan.

(d) Penanggung

Penanggung adalah perusahaan yang menanggung pembayaran kembali jumlah pokok dan bunga emisi obligasi atau sekuritas kredit dalam hal emiten cidera janji. Penanggung hampir sama fungsinya dengan wali amanat, yaitu mewakili kepentingan pemodal, hanya saja, kalau wali amanat mewakili kepentingan investor dalam hal menuntut hak-haknya, sebaliknya penanggung mewakili kepentingan investor dalam hal emiten tidak menunaikan kewajibannya kepada investor. Peran penanggung, antara lain: 132

1) Penanggung dapat memperkecil risiko yang dihadapi oleh investor sehingga memungkinkan investor tertarik menanamkan modalnya di pasar modal, terutama membeli obligasi.

132

(28)

2) Penanggung bertanggung jawab atas utang emiten sesuai dengan porsi yang telah disepakati semula.

Hubungan penanggung dengan emiten, antara lain; 133

1) Penanggung memberikan jaminan kepada para pemegang obligasi atau sekuritas kredit (investor) untuk membayar pokok pinjaman dan bunga obligasi apabila emiten tidak memenuhi kewajibannya. Jika terdapat emiten obligasi atau sekuritas kredit yang gagal memenuhi kewajibannya, investor bisa berhubungan dengan penanggung, bisa dikatakan penanggung merupakan representasi emiten;

2) Pemegang obligasi, dalam keadaan tertentu, dapat langsung menuntut penanggung untuk melunasi utang emiten.

(e) Lembaga Kliring dan Penjaminan

Lembaga Kliring dan Penjaminan adalah perusahaan yang tugas utamanya mencatat transaksi yang dilakukan perusahaan pialang. Peran Lembaga Kliring dan Penjaminan, diantaranya: 134

1) Membantu bursa efek untuk bisa menyelesaikan transaksi efek sesuai jadwal; 2) Merekam semua transaksi sehingga setiap perusahaan pialang bisa mengetahui

posisi masing-masing pada setiap hari bursa;

3) Memberikan penjaminan dalam hal terjadi pinjam-meminjam efek untuk mengatasi transaksi yang bermasalah, misalnya perusahaan pialang tidak bisa memberikan saham yang dijualnya.

(f) Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan

Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan adalah perusahaan yang mempunyai tanggung jawab menyelesaikan (settlement) semua transaksi yang sudah dicatat oleh Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan juga memberikan jasa tempat penitipan harta. Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan

133

Ibid.

134

(29)

ditangani oleh PT KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Peran Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan, diantaranya: 135

1) Menindaklanjuti pekerjaan Lembaga Kliring dan Penjaminan, yaitu merealisasikan catatan yang dibuat oleh Lembaga Kliring dan Penjaminan, misalnya dalam catatan Lembaga Kliring dan Penjaminan, pialang A menjual saham, maka di Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan ini, pialang A akan mendapatkan uang hasil penjualan itu;

2) Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan juga berperan sebagai tempat penitipan harta bagi pihak-pihak yang memanfaatkan jasa tempat penitipan harta;

3) Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan dalam jangka panjang akan diarahkan sebagai pusat tempat penitipan harta, yaitu sebagai pusat informasi saham yang ada di tempat penitipan harta yang dimanfaatkan investor.

Hubungan Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan dengan emiten adalah sama dengan Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan lebih banyak berhubungan dengan bursa efek dan investor sehingga emiten tidak banyak mempunyai hubungan dengan Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan.

(g) Akuntan Publik

Akuntan publik adalah pihak yang memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan atas keuangan emiten guna memberikan pendapat atas laporan keuangan yang dipublikasikan oleh emiten. Peran akuntan publik, antara lain: 136

1) Berperan dalam menentukan apakah suatu perusahaan layak go public atau tidak, sebab pendapat akuntan publik akan dianggap sebagai informasi, sebagai bahan pertimbangan;

2) Akuntan publik akan selalu menjadi nara sumber bagi kebenaran laporan keuangan yang diterbitkan oleh emiten dalam periode tertentu.

Hubungan akuntan publik dengan emiten adalah: 137

135

Ibid., hlm. 47.

136

(30)

1) Profesi akuntan publik lebih banyak membantu emiten, bahkan bisa dikatakan pembantu paling penting, sebab dari akuntan publik inilah laporan keuangan emiten akan disajikan sebagai informasi kepada perusahaan pialang dan investor. Akuntan publik akan menentukan nasib emiten, apakah saham atau obligasinya akan diminati oleh investor atau tidak;

2) Laporan keuangan merupakan informasi penting, sebab pengambilan keputusan investasi dimulai dari indikator keuangan ini. Emiten sangat berkepentingan dengan pendapat yang dibuat oleh akuntan publik agar mendapat penilaian laporan keuangan yang baik.

(h) Konsultan Hukum

Konsultan Hukum adalah pihak yang memberikan dan menandatangani pendapat hukum mengenai emisi efek yang dilakukan emiten. Peran Konsultan Hukum diperlukan dalam setiap emisi efek karena lembaga ini mempunyai fungsi untuk memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion) mengenai keadaan perusahaan emiten. Peran Konsultan Hukum diantaranya: 138

1) Memberikan pendapat mengenai anggaran dasar emiten beserta perubahannya; izin usaha emiten; bukti pemilikan/penguasaan harta kekayaan emiten; perikatan emiten dengan pihak lain;

2) Konsultan Hukum juga ikut berperan dalam menentukan apakah emiten bisa go public atau tidak;

3) Tanggung jawab konsultan hukum adalah sebatas menilai apakah kebenaran dari segi hukum atas dokumen-dokumen yang dimiliki perusahaan.

Hubungan Konsultan Hukum dengan emiten antara lain: 139

1) Emiten bisa memanfaatkan keberadaan Konsultan Hukum untuk mendukung kebenaran informasi yang dipublikasikan emiten karena Konsultan Hukum memberikan pendapat tentang semua informasi yang berkaitan dengan hukum; 2) Konsultan Hukum ikut berperan sebagai penentu boleh tidaknya perusahaan go

public, oleh karena itu emiten bisa memanfaatkan Konsultan Hukum untuk memberikan nasihat-nasihat agar perusahaan bisa go public.

(31)

(i) Notaris

Notaris adalah pihak yang berwenang membuat akta otentik mengenai perjanjian dan pernyataan yang dibuat oleh pelaku pasar modal, terutama emiten dalam rangka go public. Notaris adalah pencatat semua perjanjian dan pernyataan yang dibuat emiten. Notaris berperan dalam membuat akta perubahan anggaran dasar emiten dan apabila diinginkan oleh para pihak, notaris juga berperan dalam pembuatan perjanjian emisi efek, perjanjian antar penjamin emisi efek, dan perjanjian agen penjual (dalam emisi saham). Notaris berperan dalam pembuatan perjanjian perwaliamanatan dan perjanjian penanggungan (dalam emisi obligasi). Notaris banyak membantu emiten.

Hubungan notaris dengan emiten adalah notaris mempunyai tanggung jawab atas semua perjanjian yang dibuat emiten dengan semua pihak yang berkaitan dengan go public. Emiten juga sangat bergantung pada keberadaan notaris ini pada saat akan

melakukan emisi. 140 (j) Penilai

Penilai adalah pihak yang menerbitkan dan menandatangani laporan penilaian atas nilai aktiva, yang disusun berdasarkan pemeriksaan menurut keahlian para penilai. Jika dilihat dari fungsinya, penilai ini agak mirip dengan konsultan hukum. Jika Konsultan Hukum memberikan penilaian atas dasar hukum atau atas dasar sah tidaknya suatu barang yang dimiliki, maka penilai adalah memberikan penilaian berapa nilai wajar barang yang dimiliki tersebut. Peran penilai, antara lain:

140

(32)

1) Penilai berperan menilai keberadaan suatu barang/benda secara fisik (berapa nilai barang tersebut jika dirupiahkan) dan non-fisik.

2) Harta kekayaan dapat berupa harta tetap, dalam bentuk fisiknya. Harta tidak tetap maupun yang tidak berwujud, semua itu menjadi tanggung jawab penilai.

Hubungan penilai dengan emiten, yaitu aset merupakan harta kekayaan dari emiten sehingga perlu diberikan penilaian yang objektif dan terbuka, sebab bagian inilah yang dibeli dan dibayar oleh investor atau yang dapat dijadikan agunan terhadap pinjaman dari investor. Penilai bisa menentukan seberapa besar nilai kekayaan emiten, selanjutnya nilai kekayaan ini akan menentukan harga saham atau obligasi. Emiten sangat erat kaitannya dengan keberadaan penilai. 141

Persiapan dalam rangka penawaran umum antara lain:142

a. Manajemen perusahaan menetapkan rencana mencari dana melalui go public. b. Rencana go public tersebut dimintakan persetujuan kepada para pemegang saham

dan perubahan anggaran dasar dalam RUPS.

c. Emiten mencari profesi penunjang pasar modal dan lembaga penunjang untuk membantu menyiapkan kelengkapan dokumen:

1) Penjamin emisi (underwriter) untuk menjamin dan membantu emiten dalam proses emisi;

2) Profesi penunjang:

a) Akuntan publik (auditor independen) untuk melakukan audit atas laporan keuangan emiten untuk dua tahun terakhir.

b) Konsultan hukum untuk memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion)

c) Penilai untuk melakukan penilaian terhadap aktiva tetap perusahaan dan menentukan nilai wajar (sound value) dari aktiva tetap tersebut.

d) Notaris untuk melakukan perubahan anggaran dasar, membuat akta perjanjian-perjanjian dalam rangka penawaran umum dan juga notulen-notulen rapat.

141

Ibid., hlm. 50.

142

(33)

3) Lembaga penunjang:

a) Wali amanat akan bertindak selaku wali bagi kepentingan pemegang obligasi (untuk emisi obligasi);

b) Penanggung (guarantor); c) Biro Administrasi efek (BAE) 4) Tempat Penitipan Harta (custodian)

d. Mempersiapkan kelengkapan dokumen emisi;

e. Kontrak pendahuluan dengan bursa efek di mana efeknya akan dicatatkan; f. Penandatanganan perjanjian-perjanjian emisi;

g. Khusus penawaran obligasi atau efek lainnya yang bersifat utang terlebih dahulu harus memperoleh peringkat dari Lembaga Pemeringkat Efek;

Menyampaikan pernyataan pendaftaran beserta dokumen-dokumennya kepada BAPEPAM, sekaligus ekspose terbatas di BAPEPAM.143

B. Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal 1. Pengertian Prinsip Keterbukaan

Keterbukaan atau disclosure merupakan komponen utama dan terpenting di dalam industri sekuritas (pasar modal) dimana pun. Keterbukaan bukan saja merupakan kewajiban bagi perusahaan publik yang akan dan telah melakukan penawaran umum, tetapi juga merupakan hak investor.144

Prinsip Keterbukaan adalah pedoman umum yang mensyaratkan emiten, perusahaan publik, dan pihak lain yang tunduk pada undang-undang ini untuk menginformasikan kepada masyarakat dalam waktu yang tepat seluruh informasi material mengenai usahanya atau efeknya yang dapat berpengaruh terhadap keputusan pemodal terhadap efek dimaksud dan atau harga dari efek tersebut.

Menurut Pasal 1 angka 25 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995:

143

Ibid.

144

(34)

Setiap pihak yang melakukan penawaran tender untuk pembelian efek emiten atau perusahaan wajib mengikuti ketentuan mengenai keterbukaan, kewajaran, dan pelaporan yang ditetapkan oleh Bapepam. Prinsip keterbukaan (disclosure principle) meliputi dua fase, yaitu masa sebelum listing dan masa sesudah listing. Fase sebelum listing di mulai pada saat perusahaan ingin melakukan go public, dan proses go public

itu sendiri sudah mengharuskan emiten terbuka. Keterbukaan masa sebelum listing umumnya tercermin dari prospektusnya. Keterbukaan masa setelah listing tercermin dalam laporan berkala yang wajib disampaikan oleh perusahaan publik kepada Bapepam dan mengumumkan laporan tersebut kepada masyarakat.

Perusahaan publik juga wajib menyampaikan laporan secara insidentil kasus demi kasus kepada Bapepam dan mengumumkan kepada masyarakat tentang adanya peristiwa material yang dapat memengaruhi harga efek selambat-lambatnya pada akhir kerja kedua setelah terjadinya peristiwa tersebut, jadi, setiap perusahaan publik memang harus membuat laporannya.145 Beberapa ciri atau karakteristik dari prinsip keterbukaan adalah:146

a. Prinsip ketinggian derajat akurasi informasi; b. Prinsip kelengkapan informasi;

c. Prinsip keseimbangan antara faktor positif dan faktor negatif.

145

Adrian Sutedi, Op. Cit., hlm. 98.

146

(35)

Keterbukaan informasi tidak saja diwajibkan pada waktu perusahaan tersebut menawarkan efeknya kepada masyarakat pertama kali, tetapi juga selama efek perusahaan tersebut diperdagangkan di pasar sekunder.

2. Tujuan Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal

Prinsip keterbukaan (disclosure) di pasar modal memiliki tujuan sebagai berikut:147

1. Menjaga kepercayaan investor.

Pelaksanaan prinsip keterbukaan guna meningkatkan kepercayaan investor atau publik terhadap pasar modal sangat penting untuk diperhatikan, karena apabila terjadi “krisis kepercayaan” atau “ketidakpercayaan” investor terhadap pasar modal dan perekonomian, maka investor menarik modal mereka dari pasar. Akibatnya pasar dan perekonomian akan rusak secara keseluruhan. Tujuan penegakan prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor sangat relevan ketika munculnya ketidakpercayaan publik terhadap pasar modal secara besar-besaran dan seterusnya dapat mengakibatkan kehancuran pasar modal (bursa saham), karena ketiadaan keterbukaan atau ketertutupan informasi akan menimbulkan ketidakpastian bagi investor, akibatnya investor sulit mengambil keputusan untuk berinvestasi melalui pasar modal. Hal ini sesuai dengan pendapat, bahwa apabila makin jelas informasi perusahaan, maka keinginan investor untuk berinvestasi semakin tinggi, sebaliknya ketiadaan atau ketertutupan informasi dapat menimbulkan keragu-raguan investor untuk berinvestasi. Pembenaran prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan

147

(36)

investor sejalan dengan pengembangan pasar modal di Indonesia, yaitu agar kualitas informasi semakin terpercaya dan semakin tepat waktu, akses investor terhadap informasi semakin terbuka luas, dan biaya untuk memperoleh informasi semakin murah.

2. Menciptakan pasar yang efisien148

Keterbukaan menyediakan informasi bagi analis saham dan profesional pasar, selain itu keterbukaan berkaitan dengan kepentingan investor individu. Keterbukaan dilakukan secara terinci bagi investor individu memengaruhi analisis fundamental terhadap penilaian suatu tingkat risiko portofolio. Seluruh informasi publik yang disampaikan secara cepat dan penuh direfleksikan terhadap harga saham dalam suatu pasar yang efisien. Misalnya, pengumuman tentang keuntungan merupakan suatu informasi yang sangat bernilai, apabila pasar suatu saham tertentu tidak efisien, maka, pengumuman keuntungan tidak serta merta segera terefleksikan pada harga saham. Mengukur efisiensi harga saham suatu perusahaan dapat dilakukan dengan cara menganalisis reaksi terhadap harga saham setelah pengumuman tentang keuntungan tersebut.

3. Perlindungan terhadap investor149

Suatu negara walaupun telah mempunyai ketentuan anti fraud, tetapi tidak mempunyai peraturan keterbukaan wajib bagi perusahaan go public akan dapat merugikan investor. Perusahaan dapat memberikan informasi sepanjang ia bersedia,

148

Ibid., hlm. 50-51.

149

(37)

atau ia dapat diam tanpa adanya suatu informasi atau memberikan informasi tidak tepat waktu, apabila ketentuan prinsip keterbukaan tersebut tidak ada, maka kecenderungan penipuan tersebut sulit dihindari.

Ketentuan yang spesifik mengenai anti fraud perlu ditetapkan dalam transaksi saham yang pada dasarnya merupakan alat pelindung dan untuk mencegah tindakan semena-mena kepada investor publik, atau untuk melindungi investor dari praktek-praktek perbuatan curang. Ketentuan spesifik untuk anti fraud tersebut adalah dengan menetapkan ketentuan pelaksanaan prinsip keterbukaan, yang memberikan akses yang sama dan menyederhanakan penyampaian informasi, sehingga semua pihak dapat memahaminya dan menyelesaikan masalah. Investor-investor biasa, yang pada umumnya kurang dapat mengaskses informasi dibandingkan dengan investor potensil yang profesional, dapat terlindung dari eksploitasi. Pendapat bahwa investor yang tidak mengetahui informasi adalah termasuk sebagai investor tereksploitasi, dengan perkataan lain, barang siapa yang mengetahui sedikit informasi akan memperoleh suatu deal yang merugikan.

Pencapaian tujuan prinsip keterbukaan untuk perlindungan investor tersebut dapat terpenuhi, sepanjang informasi yang disampaikan kepada investor mengandung kelengkapan data keuangan emiten dan informasi lainnya yang mengandung fakta material. Penyampaian informasi yang demikian kepada investor berguna untuk menghindarkan investor dari bentuk penipuan atau manipulasi. 150

3. Pengaturan Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal

Norma-norma yang terdapat dalam Undang-undang Pasar Modal menginginkan tegaknya prinsip keterbukaan. Pasal 80 ayat 2 jo Peraturan IX.E.1

150

(38)

memberdayakan pemegang saham independen yang diposisikan sebagai pemegang saham minoritas atau kecil untuk memberikan suaranya ketika perusahaan publik hendak melakukan suatu transaksi yang mengandung benturan kepentingan, perseroan mempunyai kewajiban untuk mengungkapkan secara terbuka kepada pemegang saham sebelum melakukan transaksi yang mengandung benturan. Hal ini adalah kewajiban perseroan terbuka untuk menyampaikan laporan berkala dan laporan insidental. Laporan berkala tersebut merupakan sumber informasi periodik pemegang saham untuk menilai kinerja perseroan, sedangkan laporan insidental adalah laporan yang disampaikan pada saat terjadi peristiwa penting (material). Undang-undang Pasar Modal Pasal 35 secara tegas menetapkan bahwa perusahaan efek atau penasehat investasi dilarang untuk mengemukakan secara tidak benar atau tidak mengungkapkan fakta material kepada nasabah mengenai kemampuan usaha atau keadaan keuangannya. Perusahaan efek wajib secara benar dan jujur mengungkapkan fakta material untuk diketahui oleh nasabah mengenai kemampuan profesional dan keadaan keuangannya.

(39)

bahwa Bapepam (sekarang OJK) tidak memberikan penilaian atas keunggulan dan kelemahan suatu efek (no merit evaluation).151

Emiten dan Penjamin Pelaksana Emisi (managing underwriter) yang bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi atau fakta material serta kejujuran pendapat yang tercantum dalam prospektus. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka penawaran umum turut pula bertanggung jawab atas kebenaran semua data dan keterangan atau laporan yang disajikan dalam prospektus, appraisal atas penilaian terhadap aktiva tetap emiten. Penjamin Pelaksana Emisi ataupun Profesi Penunjang Pasar Modal tidak dapat dituntut ganti rugi atas kerugian yang diderita pemodal, apabila mereka telah melakukan penilaian dan memberikan pendapatnya secara profesional berdasarkan Standar Profesional Akuntan Publik, prinsip-prinsip dan kode etik masing-masing profesi, yang telah diberikan secara independen.

Beberapa peraturan Bapepam yang mendukung penerapan prinsip keterbukaan antara lain tercantum dalam: 152

a. Peraturan Nomor VIII.G.7 lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor KEP-06/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan Nomor VIII.G.7 lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-97/PM/1996 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.

b. Peraturan Nomor X.K.2 Lampiran Keputusan Bapepam dan LK Nomor Kep-346/BL/2011 tanggal 5 Juli 2011 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik.

c. Peraturan Nomor X.K.5 tentang Keterbukaan Informasi bagi Emiten atau Perusahaan yang Dimohonkan Pailit.

151

Irsan Nasarudin dan Indra Surya, Op. Cit., hlm. 234-235.

152

(40)

d. Peraturan Nomor IX.H.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-05/PM/2002 tanggal 3 April 2002 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka. e. Peraturan Nomor IX.F.1 tentang Penawaran Tender.

f. Peraturan Nomor X.K.4 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

g. Peraturan Nomor IX.E.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.

h. Peraturan Nomor X.K.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-86/PM/1996 tanggal 24 Januari 1996 tentang Keterbukaan Informasi yang harus segera Diumumkan kepada Publik.

i. Peraturan Nomor IX.I.1 tentang Rencana dan Pelaksana Rapat Umum Pemeganng Saham.

j. Peraturan Nomor Nomor IX.C.3 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospetus dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED).

Tujuan dari peraturan-peraturan tersebut adalah untuk menciptakan suatu pasar modal yang efisien dan efektif, karena itu peraturan-peraturan itu wajib dipatuhi oleh setiap perusahaan yang telah melakukan penawaran umum (go public). 153

C. Akuntan Publik di Pasar Modal 1. Pengertian Akuntan Publik

Akuntan menurut pekerjaan yang dilakukannya dapat dibagi atas akuntan pemerintah, akuntan publik, akuntan intern diperusahaan swasta yang bukan kantor akuntan dan akuntan pengajar. Akuntan pemerintah terdiri dari mereka yang bertugas di perusahaan-perusahaan negara, bank-bank pemerintah, akuntan pajak, Direktorat

153

(41)

Jenderal Pengawasan Keuangan Negara dan lain-lain. kelompok akuntan pengajar juga merupakan salah satu dari keempat golongan akuntan.154

Akuntan swasta menjalankan tugasnya sebagai akuntan yang mengatur pembukuan dan pembuatan ikhtisar-ikhtisar keuangan, atau membuat sistem akuntansi perusahaan atau sebagai akuntan pemeriksa (auditor). Jika pemeriksaan dilakukan oleh pemeriksaan yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, disebut pemeriksaan intern (internal audit), sedangkan jika pemeriksaan dilakukan oleh akuntan dari suatu kantor akuntan yang tidak menjadi bagian dari perusahaan yang diperiksa, disebut pemeriksaan ekstern (ekternal audit) atau pemeriksaan bebas (external auditor) atau pemeriksaan bebas (independent audit).155

Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik menyatakan bahwa “Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini.”156 Akuntan Publik memberikan jasa asurans, yang meliputi: 157

a. Jasa audit atas informasi keuangan historis.

b. Jasa reviu atas informasi keuangan historis, dan c. Jasa asurans lainnya.

Berdasarkan Undang-undang Akuntan Publik untuk mendapatkan izin menjadi Akuntan Publik, seseorang harus memenuhi syarat sebagai berikut: 158

154

Theodorus M. Tuanakotta, Auditing, Petunjuk Pemeriksaan Akuntan Publik, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1977), hlm. 4.

155Ibid

.

156

Pasal 1 angka 1 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik.

157

Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik.

158

(42)

a. Memiliki sertifikat tanda lulus ujian profesi akuntan publik yang sah.

b. Berpengalaman praktik memberikan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. c. Berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

d. Memliki Nomor Pokok Wajib Pajak.

e. Tidak pernah dikenai sanksi administrasi berupa pencabutan izin Akuntan Publik.

f. Tidak pernah dipidana yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

g. Menjadi anggota Asosiasi Profesi Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Menteri. h. Tidak berada dalam pengampuan.

Berdasarkan Pasal 1 angka 1 dan angka 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik “Akuntan adalah seseorang yang berhak menyandang gelar atau sebutan akuntan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” 159 “Akuntan Publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin dari Menteri untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan ini.” 160

2. Persyaratan Akuntan Publik di Pasar Modal

Akuntan yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal wajib terlebih dahulu terdaftar di Bapepam dan LK serta memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-41/BL/2008 tentang Pendaftaran Akuntan yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal.161

159

Pasal 1 angka (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik.

160

Pasal 1 angka (2) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik.

161

(43)

Persyaratan Akuntan yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal, yaitu:162

a. Mempunyai izin Akuntan Publik dari Menteri Keuangan;

b. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela dan atau dihukum karena terbukti melakukan tindak pidana di bidang keuangan;

c. Memiliki akhlak dan moral yang baik;

d. Wajib menaati kode etik yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

e. Wajib menaati standar profesi yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

f. Wajib menerapkan Standar Akuntansi Keuangan yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan praktek akuntansi keuangan yang lazim berlaku di Pasar Modal;

g. Wajib bersikap independen, objektif, dan profesional dalam melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal;

h. Telah menjadi anggota Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI);

i. Tidak bekerja rangkap dalam jabatan apapun pada Kantor Akuntan lain dan atau pada Pihak yang memperoleh izin, persetujuan, dan pendaftaran dari Bapepam dan LK, serta pihak yang mengajukan Pernyataan Pendaftaran atau yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif, kecuali:

1) Komisaris Bursa Efek; dan

2) Dosen pada perguruan tinggi yang tidak menduduki jabatan sebagai pimpinan, pengurus atau jabatan yang setara di perguruan tinggi.

j. Wajib memiliki keahlian di bidang Pasar Modal. Persyaratan keahlian tersebut dipenuhi melalui program Pendidikan Profesi yang diselenggarakan oleh Forum Akuntan Pasar Modal-Institut Akuntan Publik Indonesia (FAPM-IAPI) dengan jumlah paling kurang 30 (tiga puluh) satuan kredit profesi dalam satu kali keikutsertaan;

k. Wajib secara terus menerus mengikuti pendidikan profesi lanjutan di bidang akuntansi Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal yang diselenggarakan oleh Forum Akuntan Pasar Modal-Institut Akuntan Publik Indonesia (FAPM-IAPI) paling kurang 5 (lima) satuan kredit profesi setiap tahun; l. Berkedudukan sebagai rekan pada Kantor Akuntan Publik yang memenuhi

persyaratan sebagai berikut:

162

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...