• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEFINISI DAN KRITERIA PENYANDANG MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DEFINISI DAN KRITERIA PENYANDANG MASALAH"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

DEFINISI DAN KRITERIA PENYANDANG MASALAH

KESEHJATERAAN SOSIAL

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang, keluarga atau kelompok masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmani, rohani dan sosial secara memadai dan wajar. Hambatan, kesulitan dan gangguan tersebut dapat berupa kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, ketunaan sosial, keterbelakangan, keterasingan/keterpencilan dan perubahan lingkungan (secara mendadak) yang kurang mendukung, seperti terjadinya bencana. Berikut ini akan dijelaskan secara terinci definisi operasional dan karakterisitik dari masing-masing jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) :

1. Anak Balita Terlantar

Adalah Anak yang karena sebab tertentu, orang tuanya tidak dapat melakukan kewajibannya, sehingga terganggu kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangannya baik secara jasmani, rohani maupun sosial

CIRI-CIRINYA :

1. Usia 0 < 5 tahun

2. Orang tuanya miskin/tidak mampu

3. Salah seorang dari orang tuanya/kedua-duanya sakit 4. Salah seorang/kedua-duanya meninggal

5. Ditinggalkan di rumah sakit/di rumah bersalin 6. Mengalami kekurangan gizi

2. Anak Terlantar

Adalah Anak yang karena suatu sebab orang tuanya melalaikan kewajibannya, sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhannya dengan wajar baik secara rohani, jasmani maupun sosialnya.

CIRI-CIRINYA :

1. Usia 5 < 18 tahun dan belum menikah 2. Orang tuanya miskin/tidak mampu

3. Salah seorang dari orang tuanya/kedua-duanya sakit 4. Salah seorang/kedua-duanya meninggal

5. Tidak terpenuhi kebutuhan dasar hidupnya (pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan)

3. Korban Tindak Kekerasan

Adalah Anak yang terancam secara fisik dan non fisik karena tindakan kekerasan, diperlakukan salah atau tidak semestinya dalam lingkungan keluarganya atau lingkungan sosial terdekatnya, sehingga tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar baik secara jasmani, rohani maupun sosial.

(2)

1. Usia 5 < 18 tahun dan belum menikah

2. Anak yang diperjualbelikan atau anak korban perkosaan

4. Anak Nakal

Adalah Anak/Remaja (pria atau wanita) yang berprilaku menyimpang dari norma dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat lingkungannya, sehingga merugikan dirinya, keluarga atau orang lain.

CIRI-CIRINYA :

1. Usia 5 < 18 tahun dan belum menikah

2. Melakukan kegiatan/perbuatan yang mengganggu ketertiban umum/masyarakat 3. Sering mencuri di lingkungan keluarga atau familinya

4. Orang tuanya tidak mampu mengurusnya 5. Sering memeras/mengompas temannya sendiri

6. Sering mengotori atau merusak barang, peralatan, bangunan atau fasilitas umum

5. Anak Jalanan

Adalah Anak yang berusia 5 < 18 tahun yang sebagian waktunya berada di jalanan sebagai pedagang asongan, pengemis, pengamen, jualan koran, jasa semir sepatu dan mengelap mobil.

CIRI-CIRINYA :

1. Mencari nafkah untuk membantu orang tuanya 2. Bersekolah/tidak sekolah

5. Mempunyai aktivitas di jalanan baik terus menerus maupun tidak, minimal 4 sampai 6 jam per hari.

6. Berkeliaran tidak menentu dan sebagainya. 7. Wanita Rawan Sosial Ekonomi

Adalah Seseorang Wanita Dewasa yang belum menikah atau janda yang tidak mempunyai penghasilan cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

CIRI-CIRINYA :

1. Wanita Dewasa, belum menikah (adalah wanita anak fakir miskin) atau janda (adalah wanita sebagai Kepala Keluarga), berusia 18 - 60 tahun

2. Penghasilan tidak memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari

8. Lanjut Usia Terlantar

Adalah Seseorang yang berumur 60 tahun atau lebih, karena sebab-sebab tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya baik rohani, jasmani maupun sosial.

CIRI-CIRINYA :

1.1. Usia di atas 60 tahun

2. Tidak mempunyai penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan pokoknya yang meliputi sandang, pangan, papan dan kesehatan yang layak

(3)

mengurusnya

4. Dianiaya oleh keluarga atau orang sekitarnya

9. Tuna Susila

Adalah Seseorang Wanita, Pria atau Waria, terutama dari keluarga kurang mampu, yang melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, dengan tujuan untuk mendapatkan imbalan jasa.

CIRI-CIRINYA :

1. Tuna Susila yang berada di lokasi dan lokalisasi 2. Tuna Susila yang berada di jalanan

3. Tuna Susila yang berada di rumah-rumah bordil

10. Pengemis

Adalah orang-orang yang mendapat penghasilan meminta-minta di tempat umum dengan berbagai cara dengan alasan untuk mengharapkan belas kasihan orang lain

CIRI-CIRINYA :

1. Meminta-minta di tempat umum

2. Pada umumnya bertingkahlaku agar dibelas kasihani

11. Gelandangan

Adalah Seseorang yang hidup dalam keadaan tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat dan perlu mendapat bantuan untuk hidup dan bekerja secara layak dan mandiri.

CIRI-CIRINYA :

1.1. Hidup menggelandang di tempat-tempat umum terutama di kota-kota

2.2. Tempat tinggal tidak tetap, digubug liar, emper toko, di bawah jembatan dan

sejenisnya

3.3. Tidak mempunyai pekerjaan yang tetap

4.4. Miskin

12. Bekas Warga Binaan Lembaga Kemasyarakatan

Adalah Seseorang yang telah selesai menjalani masa hukuman, karena tindak kriminal akan tetapi tidak diterima dengan baik atau disingkirkan/dijauhi oleh keluarga dan masyarakatnya, sehingga mendapatkan kesulitan untuk melaksanakan tugas kehidupannya secara normal.

CIRI-CIRINYA :

1. Tidak mempunyai pekerjaan

2. Disingkiri oleh keluarga/masyarakat

13. Korban Penyalahgunaan Napza

(4)

mampu.

CIRI-CIRINYA :

1. Menggunakan narkotika, psikotropika atau zat adiktif lainnya termasuk minuman keras.

2. Belum atau sudah mengalami ketergantungan.

3. Badan kurus, pucat, mata cekung, merah dan tidak tahan kena sinar matahari, teller, berbicara di luar kontrol, begadang dan bergerombol tanpa tujuan.

14. Keluarga Fakir-Miskin

Adalah Keluarga yang tidak mempunyai sumber mata pencaharian yang tetap dan tidak mempunyai ketrampilan untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok yang layak.

CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :

1. Usia 18 – < 60 tahun

2. Tidak pernah membeli pakaian dalam setahun atau hanya pada waktu lebaran/natal saja.

3. Penggunaan air bersih masih menggunakan air sumur, sungai, mata air dan air hujan. 4. Pengeluaran rumah tangga lebih besar daripada pendapatan.

5. Kepemilikan rumah masih menyewa/kontrak/menumpang atau milik sendiri, tetapi tidak layak huni.

6. Dinding rumah masih menggunakan bambu. 7. Lantai rumah masih tanah/pasir.

8. Tidak mempunyai sarana tempat buang air besar (jamban/kakus) atau menggunakan toilet umum.

9. Sumber penerangan masih menggunakan petromak atau listrik bersama.

10.Pada umumnya jumlah anggota rumah tangga masih banyak (4 s/d 6 orang bahkan lebih).

11.Tidak mempunyai mata pencaharian yang tetap atau mempunyai mata pencaharian, tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan pokoknya.

12. Pelayanan kesehatan yang digunakan seperti mantri, bidan dan puskesmas.

13.Pendidikan kepala rumah tangga masih rendah seperti tidak sekolah, tidak tamat SD dan tamat SD.

15. Keluarga Berumah tak Layak Huni

Adalah Keluarga yang rumah dan lingkungannya kumuh (kotor dan tidak teratur) untuk tempat tinggal baik secara fisik, kesehatan maupun sosial.

CIRI-CIRINYA :

1. Rumah berada di lingkungan kumuh 2. Bangunan berupa gubug dan pengap 3. Tidak mempunyai kamar

4. Tidak mempunyai sumur dan kakus

16. Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis

Keluarga yang Bermasalah Sosial Psikologis adalah :

(5)

serasi/rukun.

3. Hidup sendiri-sendiri walaupun masih dalam ikatan keluarga 17. Komunitas Adat Terpencil

Adalah Kelompok orang yang hidupnya dalam kesatuan-kesatuan sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencil serta kurang/belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial, ekonomi maupun politik serta masih sangat terikat pada sumber daya alam.

CIRI-CIRINYA :

1. Berbentuk komunitas adat terpencil, tertutup dan homogen 2. Pranata sosial bertumpu pada hubungan kekerabatan

3. Pada umumnya terpencil secara geografis dan relatif/sulit dijangkau 4. Pada umumnya masih hidup dengan sistem ekonomi subsistens 5. Peralatan dan teknologinya sederhana

5. Ketergantungan pada lingkungan hidup dan sumber daya alam setempat relatif tinggi 6. Terbatasnya akses pelayanan sosial, ekonomi dan politik

18. Korban Bencana Alam

Adalah Perorangan/Keluarga/Kelompok Masyarakat yang masih menderita baik secara fisik, mental maupun sosial ekonomi sebagai akibat dari terjadinya bencana/musibah seperti banjir, gempa bumi tektonik, tanah longsor, gelombang pasang, kebakaran, angin ribut dan kekeringan yang terjadi paling lama 1 (satu) tahun yang lalu termasuk kerugian jiwa, bangunan, lahan dan ternak, sehingga menyebabkan mereka mengalami hambatan dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya.

19. Korban Bencana Sosial/Pengungsi

Adalah Orang/Sekelompok Orang yang terusir dan atau atas dasar kemauan sendiri meninggalkan tempat kehidupan semula, karena terancam keselamatan dan keamanannya atau adanya rasa ketakutan oleh karena ancaman dari kelompok/golongan sosial tertentu sebagai akibat dari konflik atau kekerasan lain yang menyebabkan kekacauan di masyarakat lingkungannya.

20. Pekerja Migran Terlantar

Adalah Seseorang yang bekerja di luar tempat asalnya dan menetap sementara di tempat tersebut dan mengalami permasalahan sosial, sehingga menjadi terlantar.

21. Pengidap HIV/AIDS

Adalah seseorang yang berusia 0-60 tahun bahkan lebih, yang dengan rekomendasi profesional (dokter) atau petugas laboraturium terbukti tertular virus HIV, sehingga mengalami sindrom penurunan daya tahan tubuh (AIDS) dan hidup terlantar.

(6)

Keluarga Muda yang baru menikah (sampai dengan lima tahun usia pernikahan) yang mengalami masalah sosial dan ekonomi, sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

POTENSI DAN SISTEM SUMBER KESEJATERAAN

SOSIAL

 Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) adalah potensi dan sumber yang ada pada manusia, alam dan institusi sosial yang dapat digunakan untuk usaha kesejahteraan sosial. Selanjutnya Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial meliputi :

1. Pekerja Sosial Masyarakat (PSM),adalah warga masyarakat yang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial serta didorong oleh rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial secara sukarela mengabdi di bidang Kesejahteraan Sosial.

2. Organisasi Sosial, adalah suatu perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial

3. Karang Taruna, adalah Organisasi Sosial Kepemudaan, wadah pengembangan generasi muda, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggungjawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial dan secara organisasi berdiri sendiri.

(7)

dikembangkan oleh masyarakat pada tingkat lokal, sehingga dapat menumbuh kembangkan sinergi lokal dalam pelaksanaan tugas di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial.

5. Dunia Usaha yang Melakukan UKS, adalah organisasi komersial seluruh lingkungan industri dan produksi barang/jasa termasuk BUMN dan BUMD serta atau wirausahawan beserta jaringannya yang dapat melaksanakan tanggung jawab sosialnya.

 Menurut Allen Pincus dan Anne Minahan (1973:4-9) mengklasifikasikan sumber kesejahteraan sosial ke dalam beberapa jenis :

1. Sistem Sumber Informal (natural resource systems)

Sistem sumber informal atau alamiah dapat berupa keluarga, teman, tetangga, maupun orang lain yang bersedia membanru. Bantuan yang dapat diperoleh dari sumber alamiah adalah dukungan emosional, kasih sayang, nasehat, informasi dan pelayanan-pelayanan konkgkrit lainnya, seperti pinjam uang.

2. Sistem Sumber Formal (formals resource systems)

Sistem sumber formal adalah keanggotaannya didalam suatu organisasi atau asosiasi formal yang bertujuan untuk meningkatkan minat anggota mereka. Sistem sumber tersebut juga dapat membantu anggotanya untuk bernegosiasi dan memanfaatkan sistem sumber kemasyarakatan atau societal.

3. Sistem Sumber Kemasyarakatan (societal resource system)

Sistem sumber kemasyarakatan dapat berupa rumah sakit, badan-badan adopsi, program-program latihan kerja, pelayanan-pelayanan sosial resmi. Orang didalam kehidupannya terkait dengan sistem sumber kemasyarakatan, seperti sekolah, pusat-pusat perawatan anak, penempatan-penempatan tenaga kerja, dan program-program tenaga kerja. Orang juga terkait dengan badan-badan pemerintah dan pelayanan-pelayanan umum lainnya, seperti perpustakaan umum, kepolisian, tempat-tempat rekreasi dan pelayanan perumahan.

(8)

Sistem sumber informal atau alamiah, seperti :keluarga, kerabat, sahabat atau tetangga.

Sistem sumber formal yaitu sistem sumberyang tersedia hanya oleh karena menjadi anggota atau melalui ke anggotaan dari suatu organisasi, misalnya : Serikat Pekerja.

Sistem sumber kemasyarakatan yaitu sistem sumber yang terbuka untuk umum yang memerlukannya seperi sekolah, rumah sakit, panti asuhan, panti werdha dan lain-lain.

 Max Siporin :

Sumber internal dan Eksternal

Sumber Internal adalah sumber yang berada pada diri klien sendiri. Sumber ini dapat berupa kecerdasan, imajinasi, kreativitas, kepekaan, motivasi, semangat, karakter moral, kekauatan fisik, stamina, energi, kemenarikan (attractiveness), pengalaman hidup, keyakinan agama dan pengetahuan atau kemampuan tertentu yang dimiliki klien (Dubois dan Miley, 1992; Lawton,1980).

Sumber eksternal adalah sumber yang berada di luar diri klien yang dapat berbentuk harta kekayaan, prestise, pekerjaan tetap, saudara yang kaya, teman yang berpengaruh atau hak mendapatkan jaminan pensiun.

Sumber Offisial dan Non-Ofisial.

Sumber offisial pada dasarnya merupakan tokoh-tokoh formal yang memiliki kompetensi khusus, seperti pekerja sosial, kepala desa, polisi, pengacara, atau lembaga yang dianggap dapat mewakili masyarakat, seperti badan-badan pelayanan kesejahteraan sosial, sekolah, rumah sakit.

Sumber non-offisial menunjuk pada lembaga-lembaga informal, seperti keluarga, kerabat, tetangga yang biasanya memberikan dukungan emosional atau material pada keadaan-keadaan tertentu. Juga dapat berasal dari diri klien sendiri, misalnya pekerjaan atau jabatan formal klien (sumberoffisial), atau pengetahuan, keterampilan, sikap, harta kekayaan klien (sumber non-offisial).

(9)

Sumber manusia adalah orang, baik dalam pengertian individual maupunkolektivitas, yang memilikipengetahuan dan kemampuan untuk memecahkan masalah. Sedangkansumber non-manusia dapat berupabarang, benda atau materi, sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkandalam memenuhi kebutuhan tertentu.

 Mc Niel dan King :

1. Sumber kesehatan (health resources),seperti rumah sakit, PUSKESMAS, klinikgigi, klinik mental. Aspek-aspek yang perlu di identifikasi dari sumber ini adalah :

a. Kebijakan-kebijakan, praktek-praktek dan keterbatasan-keterbatan pelayanan.

b. Praktek-praktek admisi/pendaftaran

c. Jarak dari masyarakat.

2. Sumber Pendidikan (educationalresources), seperti sekolah formal, sekolah kejuruan dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya.

a. Kebijakan--kebijakan, praktek-praktek danketerbatasan-keterbatan pelayanan.

b. Program-program yang ditawarkan.

c. Biaya dan prosedur-prosedur pembayaran.

d. Lokasi.

3. Sumber perumahan (housing resources),baik yang dikelola oleh pemerintasmaupun swasta.

a. Kondisi dan stock perumahan.

b. Ketersediaan unit-unit perumahan yangsecara khusus mengatur pelayanan bagikelompok-kelompok sasaran tertentu.

c. Keterlibatan pemilik atau penyewa rumahdalam menentukan kebijakan.

4. Fasilitas Rekreasi (recreation facilites), baik yang dikelola oleh pemerintahmaupun swasta.

a. Pusat-pusat pelayanan rekreasi

(10)

c. Pelayanan-pelayanan khusus bagi kelompok-kelompok sasaran tertentu.

 Dubbois & Milley membagiruang lingkup sebagai berikut :

Sumber personal yaitu segala sesuatu yang ada dalam diri manusia seperti motivasi, kecerdasan, kemampuan, pengalaman, ketrampilan dll

Sumber Interpersonal yaitu berkaitan dengan interaksi atau hubungan dengan sesame manusia seperti keakraban, pertemanan, persaudaraan, kasih sayang dll

Referensi

Dokumen terkait

Menyatakan bahwa saya tidak sedang berstatus sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya atau pidana umum

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif melaksanakan pelayanan publik sesuai dengan

8) Siti Maryam Faizah (PFM Ahli Pertama Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif)..

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif melaksanakan pelayanan publik sesuai dengan

(1) Dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya, Pemerintah Daerah dapat

8) Surat Keterangan tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, precursor, dan zat adiktif lainnya yang ditandatangani oleh dokter dari unit Pelayanan

Hubungan antara Adversity Quotient dan Dukungan Sosial dengan Intensi untuk Pulih dari K etergantungan narkotika alkohol psikotropika dan zat adiktif (napza)

terisolasi, anak yang tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, anak yang diperdagangkan, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif