PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN
BACA TULIS QUR’AN
Makalah ini Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah PBTQ
Disusun Oleh:
BUHARI MUSLIM 301161015 HILMADIA MIRANTI 301162214 M. ANDAM 301162138 NURHIDAYAH 301162153 TIA HASANAH PUTRI 301161013
Program Studi:
PAI-5/SEM:III
Dosen:
Dr. Muhammad Rozali, Lc. MA.
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
MEDAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, inayah, taufik, dan ilham-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Makalah ini disusun dalam rangka untuk melaksanakan tugas dari dosen kami Bapak Dr. Muhammad Rozali, Lc. MA. Yang mana selaku pengampu materi mata kuliah Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an.
Shalawat besertakan salam yang utuh dan sempurna kita curahkan kepada junjungan kita, pemimpin seluruh alam, manusia paling sempurna dan yang telah mencapai tujuan yang paling sempurna dari ubudiyyah kepada tuhan-Nya. Dialah junjungan kita Nabi Muhammad SAW. matahari hidayah dan ma’rifat yang terus bersinar di atas kerajaan-Nya. Terima kasih kiranya kepada teman-teman yang telah bekerja sama dalam penulisan, pencarian referensi, serta pengeditan makalah ini, sehingga makalah dalam rangka memenuhi tugas bidang studi Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an ini dapat diselesaikan semaksimal mungkin dan tepat pada waktunya.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini kami akui masih banyak banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN 1. Pengertian pembelajaran
Pembelajaran berasal dari kata belajar. Belajar memiliki pengertian berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu yang belum dimiliki sebelumnya, sehingga dengan belajar manusia menjadi tahu, memahami dan mengerti,dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu1. Pembelajaran berdasarkan makna
leksial dapat berarti proses, cara, perbuatan mempelajari. Perbedaan esensial dengan pengajaran adalah pada tindak ajar. Pada pengajaran guru mengajar, peserta didik belajar, sementara para pembelajaran guru mengajar diartikan sebagai upaya guru mengorganisir lingkungan terjadinya pembelajaran. Guru menyediakan fasilitas bagi peserta didik untuk mempelajarinya. Pembelajaran berpusat pada peserta didik.
Dari uraian tersebut dapat kita disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses memperoleh ilmu bagi individu. Dalam hal ini guru berperan penting dalam mengorganisir dan memfasilatasi guna mencapai keterampilan dari ilmu tersebut.
2. Pengertian baca tulis Al-Qur’an
Membaca dalam bahas Indonesia berasal dari kata dasar “baca” yang secara sederhana dapat diartikan sebagai ucapan lafadz bahasa lisan menurut aturan-aturan tertentu. Pada dasarnya membaca meliputi beberapa aspek yaitu:
a. Kegiatan visual yaitu melibatkan mata sebagai indera.
b. Kegiatan yang terorganisir dan sistematis yaitu yang tersusun dari bagian awal sampai pada bagian akhir.
c. Sesuatu yang abstrak atau teoritis, namun bermakna
d. Sesuatu yang berkaitan dengan bahasa dan masyarakat tertentu.
Untuk pengertian baca tulis, membaca berarti melihat tulisan dan mengerti akan melisankan apa yang tertulis itu dan tulis adalah membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan menggunakan pena (pensil). Sedangkan Al-Qur’an berasal
dari bahasa Arab yaitu Qara’a yang berarti membaca. Secara istilah, para ulama mendefinisikan bahwa Qur’an adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya merupakan ibadah2.
Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an adalah proses memperoleh ilmu bagi individu dengan cara melafazkan bacaan dan menulis tulisan Al-Qur’an
B. ASPEK-ASPEK METODE PEMBELAJARAN Metode pembelajaran mencakup 8 aspek, yaitu: 1. Peragaan
Peragaan ialah suatu cara yang dilakukan oleh guru dengan maksud memberikan kejelasan secara realita terhadap pesan yang disampaikan sehingga dapat dimengerti dan dipahami oleh para siswa. Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan dengan menekankan penerapan konsep belajar sambil mempraktikkan. Terdapat dua peragaan yang dapat diterapkan guru dalam proses pembelajaran, yaitu:
a. Peragaan langsung: dengan menunjukkan benda aslinya atau mengadakan percobaan-percobaan yang dapat diamati siswa.
b. Peragaan tidak langsung: dengan menunjukkan benda tiruan atau suatu model.
2. Minat dan perhatian
Minat dan perhatian merupakan suatu gejala jiwa yang selalu bertalian. Seorang siswa yang memiliki niat dalam belajar, akan timbul perhatiannya terhadap pembelajaran yang diminati tersebut. Akan tetapi perhatian seseorang kadang kala timbul dan adakalanya hilang sam sekali. Suatu saat anak kurang perhatiannya terhadap penjelasan yang diberikan oleh guru dimuk kelas bukan disebabkan dia tidak memiliki minat dalam belajar, boleh jadi ada gangguan dalam dirinya atau perhatian lain yang mengusik ketenangannya di ruang kelas ata guru kurang dapat memberikan teknik pelajaran yang bervariasi sehingga anak menjadi tidak tertarik terhadap apa yang dijelaskan oleh guru tersebut.
Pada prinsipnya minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan atau dapat dikatakan suatu rasa lebih suka dan merasa terkat pada suatu kegiatan tanpa adanya suatu perintah atau paksaan dari pihak lain.
3. Motivasi
Motivasi artinya sebagai dorongan yang timbul dalam diri seseorang , diaman seseorang memeperoleh daya jiwa yang mendorong untuk melakukan sesuatu yang timbul dalam dirinya sendiri dinamakan motivasi intrinsik. Sedangkan dorongan yang timbul yang disebabkan oleh adanya pengaruh luar disebut ekstrinsik.
4. Apersepsi
Apessepsi adalah bersatunya memori lama dangan baru pada saat tertentu. Seorang guru yang akan memberikan pelajaran kepada muridnya terlebih dahulu mengetahui pelajaran yang telah mereka pelajari sebelumnya, sehingga setip pengajaran dimulai akan terjadi keterkaitan anatara bahan pelajaran yang lama dengan yang baru. Bahan yang lama dapat diingat kembali sehingga dapat menimbulkan rangsangan dan perhatian siswa dalam belajar.
5. Korelasi dan konsentrasi
Yang dimaksud korelasi adalah konsep belajar yan membuat hubungan antara materi yang diajarkan dengan mata pelajaran lain untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam suatu mata pelajran. Dengan konsep ini, konsentrasi siswa akan terbentuk dan hasil pembelajaran diharapken lebih bermakna bagi siswa. 6. Kooperasi
Kooperasi adalah belajar atau bekerja bersama (kelompok). Konsep belajar ini sangat diutamakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini dianggap penting untuk menjalin hubungan sosial antara siswa yang satu dengan yang lainnya, juga hubungan guru dengan siswa.
7. Individualisasi
Konsep belajar individualisasi pada hakikatnya bukan lawan dari konsep belajar kooperasi. Konsep ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan siswa, baik dalam menerima, memahami, menghayati, menganalisis kecepatan mereka dalam mengikuti pelajaran yang diberikan oleh seorang guru.
Evaluasi adalah penilaian seorang guru terhadp proses atau kegiatan belajar mengajar. Penilaian tersebut bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana tujuan pengajaran yang ditetapkan dapat tercapai, disamping itu juga hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses belajar mengajar tersebut.
C. FUNGSI DAN TUJUAN PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN Pembelajaran baca tulis Al-Quran berfungsi sebagai:
a. Menumbuh kembangkan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Al-Quran
b. Mendorong, membimbing dan membina kemauan dan kegemaran.
c. Menanamkan pengertian, pemahaman, penghayatan dan pengamalan kandungan ayat-ayat Al-Quran dalam perilaku peserta didik sehari-hari. d. Memberikan bekal pengetahuan untuk mengikuti pendidikan pada jenjang
yang setingkat lebih (SMP/SMA)
Dalam pelaksanaan pendidikan, baik itu pendidikan umum maupun pendidikan agama, dalam lembaga pendidikan formal, informal dan non formal pastilah ada dasar dan tujuannya. Dalam hal ini khususnya pendidikan dalam keluargapun mempunyai dasar yang sama dengan pendidikan yang lain. Negara RI mempunyai dasar dan tujuan sebagaimana kita ketahui didalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1998 dalam pasalnya mengenai pendidikan disebutkan: Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tengguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan Nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa kesetiakawanan atau sosial.
﴿ ققلقخقيذذللقاكقبلذرقمذسسابذأسرققسا
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam.”
Dalam tafsir jalalain dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk membaca dengan menyebut nama Allah yang menciptakan semua makhlukyang terbuat dari segumpal darah dan kita diminta untuk membaca dan menulis dengan qolam sebagaimana orang yang pertama kali menulis dengan qolam yaitu Nabi Idris. Ayat diatas memberi penjelasan bahwa guru harus memberikan pendidikan membaca dan menulis huruf Al-Quran. Adapun rumusan tujuan baca tulis Al-Quran ialah: “Membekali anak untuk mengenal lebih dalam isi yang terkandung dalam Al-Quran dan mengamalkan isi tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan”. Adapun mata pelajaran Baca Tulis Al-Quran bertujuan untuk:
a. Membaca Al-Quran bil tartil dengan fasih.
b. Menerapkan akidah ilmu tajwid dalam membaca Al-Quran. c. Menghafal surat-surat pendek dalam Al-Quran.
d. Menulis ayat-ayat Al-Quran dengan tulisan yang baik dan benar. D. MANFAAT DAN KEGUNAAN PEMBELAJARAN AL-QURAN
Al-Qur’an berisi sesuatu yang sulit untuk dijelaskan. Sesuatu itu disebut “magis” atau mistik, daya spiritual tertinggi bukan arti harfiah melainkan dalam arti metafisis. Alquran diturunkan oleh Tuhan mengandung kekuatan yang berbeda dari apa yang kita pelajari dalam Al-Qur’an secara rasional. Itulah sebabnya mengapa kehadiran fisis Al-Qur’an membawa keberkahan bagi manusia yang mempercayainya3. Menurut Muhammad Tholib, manfaat baca tulis Qur’an
adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber dalam menggariskan tatanan kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, negara maupun segenap manusia, yaitu diantaranya:
a. Supaya anak didik dapat mudah membaca Al-Qur’an dan menulis Huruf Arab dengan baik.
b. Supaya anak didik dapat mengenal Huruf Hijaiyah.
c. Dapat memperjelas akan perubahan dan cara penulisan huruf Arab sehingga bagi yang mempelajarinya akan mudah memahaminya.
d. Dapat mempercepat dalam membaca Al-Qur’an dan membaca huruf Arab.
Dr. Muhammad Abdul Qadir Ahmad, dalam bukunya yang bernama Thuruqu Ta’limi Al-Islamiyyah yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh H. Ibrahim Husein, MA dan kawan-kawannya, menjelaskan manfaat mengajar AlQuran sebagaimana diuraikan dibawah ini. Dalam mengajar Al-Qur’anul Karim, baik ayat-ayat bacaan maupun ayat-ayat tafsir dan hafalan, kita bertujuan memberikan pengetahuan Al-Qur’an kepada anak didik yang mampu mengarah kepada:
a. Kemantapan membaca sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan dan menghafal ayat-ayat atau surat-surat yang mudah bagi mereka.
b. Kemampuan memahami kitab Allah SWT secara sempurna, memuaskan akal dan mampu menenangkan jiwanya.
c. Kesanggupan menerapkan ajaran Islam dalam menyelesaikan problema hidup sehari-hari.
d. Kemampuan memperbaiki tingkah laku murid melalui metode pengajaran yang tepat.
e. Kemampuan memanefistasikan keindahan retorika dan uslub Al-Qur’an. f. Penumbuhan rasa cinta dan keagungan Al-Qur’an dalam jiwanya.
g. Pembinaan pendidikan islam berdasarkan sumber-sumbernya yang utama dari Al-Qur’an Al-Karim.4
DAFTAR PUSTAKA
AS, Mudzakir. 2015. Manna’ Khalil Al-Qattan: Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,. Jakarta: Pustaka Litera AntarNusa.
Baharudin dan Esa Nur Wahyuni, 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Group.
Makhdlori, Muhammad. 2007. Keajaiban Membaca Al-Qur’an. Jogjakarta:DIVA Press.