RESUME MATA KULIAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
ASESMEN YANG MENDIDIK, OTENTIK, DAN BERKELANJUTAN SERTA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI KURIKULUM 2013
UNTUK MEMENUHI TUGAS BAPAK HUSAMAH, S.Pd
DISUSUN OLEH :
NAMA : HANI’ FARIDAH
NIM :201310070311166
PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS : FKIP
UNIVERSITAS : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TAHUN PELAJARAN : 2014/2015
Menurut Hart, assessment adalah proses pengumpulan informasi mengenai siswa, yaitu apa yang mereka ketahui dan dapat lakukan. Sedangkan menurut Nurhadi, assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa.Terdapat banyak cara untuk mengumpulkan data atau informasi ini yaitu, dengan mengamati siswa saat mereka belajar, memeriksa apa yang dapat mereka hasilkan, atau mengetes pengetahuan dan keterampilan mereka. Sedangkan untuk mengetahui keberhasilan belajar peserta didik, ada empat istilah yang terkait dengan konsep penilaian yang digunakan, antara lain: pengukuran, pengujian, penilaian, dan evaluasi.
Tujuan utama penggunaan assessment dalam pembelajaran adalah membantu guru dan siswa dalam mengambil keputusan professional untuk memperbaiki pembelajaran.Sunartombs mengemukakan beberapa tujuan dari penilaian adalah untuk grading, seleksi, mengetahui tingkat penguasaan kompetensi, bimbingan, diagnosis, dan prediksi.
Jenis-jenis assessment antara lain:
Asesment Tradisional: menggunakan dua-duanya, baik pertanyaan jawaban terbuka maupun pertanyaan tertutup tradisional, seperti pilihan ganda, benar salah, isian, dan memasangkan, pada tes yang dibakukan.
Asesment Otentik: asesmen yang melibatkan siswa di dalam tugas – tugas otentik yang bermanfaat, penting, dan bermakna. Menurut Hibart, berbagai tipe asesmen otentik adalah: 1) asesmen kinerja, 2) observasi dan pertanyaan, 3) prestasi dan diskusi, 4) proyek dan investigasi, 5) portofolio dan jurnal.
Asesment Informal: merupakan asesmen siswa melalui pengamatan tidak resmi, interviwinformal,dan prosedur-prosedur tidak baku. Beberapa jenis asesmen informal adalah seperti: 1) Pengamatan, 2) wawancara, 3) evaluasi diri.
umum terdiri dari tiga langkah, yaitu: 1) persiapan, 2) pengumpulan data, dan 3) penilaian. Tujuan utama kegiatan penilaian adalah untuk mengetahui apakah kompetensi dasar yang seharusnya dicapai dalam serangkaian pembelajaran sudah dikuasai siswa atau belum. Agar penilaian dapat memberikan manfaat baik kepada guru, siswa, orang tua maupun pihak sekolah, maka penilaian hendaknya dilakukan secara terbuka.
BAB 6. PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI KURIKULUM 2013
PAIKEM adalah singkatan dari pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dis samping metodologi pembelajaran dengan sebutan “PAIKEM Gembrot” yang artinya Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira, dan Berbobot. Strategi pembelajaran yang diimplementasikan di kelas kita harus mempunyai beberapa karakteristik antara lain: 1) pembelajaran berpusat pada peserta didik, 2) mengembangkan kreativitas peserta didik, 3) menciptakan suasana yang menarik, menyenangkan, dan bermakna, 4) mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna, 5) belajar melalui berbuat, yakni peserta didik aktif berbuat, 6) menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan, serta 7) menciptakan pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya yakni melalui pendekatan kontekstual.
Beberapa manfaat dari stategi pembelajaran PAIKEM antara lain:
Mengantarkan peserta didik ke kedewasaan dalam arti perkembangan yang optimal.
Keterlibatan peserta didik secara langsung dalam proses pembelajaran, juga dapat meningkatkan daya ingat dan pemahaman peserta didik terhadap konsep atau topik yang dipelajari.
Menciptakan suasana yang menyenangkan,hubungan yang harmonis antara peserta didik dengan guru sehingga peserta didik termotivasi dalam belajar.
Menciptakan Pembelajaran yang Mencetak Pembelajar Mandiri, Berpikir Kreatif, Problem solver, dan Berkemampuan Metakognitif
mempengaruhi kesiapan belajar mandiri di antara lain: memiliki kecintaan trhadap belajar, berinisiatif dan merasa bebas dalam belajar, memiliki konsep diri sebagai warga belajar yang efektif dsb.
Berpikir kreatif merupakan suatu kegiatan mental yang menyelesaikan persoalan, mengajukan metode, gagasan atau memberikan pandangan baru terhadap suatu persoalan atau gagasan lama.
Problem solver merupakan penggabungan dari berpikir kritis dan berpikir kreatif yaitu suatu proses mental yang membutuhkan keterampilan lebih untuk dapat memancing suatu pemikiran atau pemahaman baru sebagai solusi memecahkan suatu masalah. Dengan menjadikan siswa problem solver akan mampu menjadikan suatu proses pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan terutama lbagi siswanya karena keterlibatan siswa disini andil yang besar.