• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN KOMPETENSI GURU TERHADAP PRESTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUBUNGAN KOMPETENSI GURU TERHADAP PRESTA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN KOMPETENSI GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR PAI SISWA DI MAN 1

KONAWE SELATAN

IKA SAFITRI

1

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KENDARI

[email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji hubungan kompetensi guru terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar angket. Angket diberikan kepada seluruh siswa kelas XI MAN 1 Konawe Selatan Tahun 2018 yang dijadikan sebagai responden. Teknik analisis data menggunakan menggunakan rumus prosentase dan rumus product moment.

Kata-Kata Kunci: Kompetensi, Guru, Prestasi, Siswa, Konawe Selatan

A. Pendahuluan

Pendidikandapatmenjaditolakukur bagikemajuan dankualitas kehidupansuatubangsa,sehingga dapatdikatakanbahwa kemajuansuatu bangsa ataunegara dapatdicapaidengansalahsatunya melalui pembaharuanserta penataanpendidikanyangbaik.Jadikeberadaan pendidikanmemilikiperanyang sangatpentingdalammenciptakan kehidupanmasyarakat yang cerdas, pandai, berilmu, pengetahuan yang luas,berjiwa demokratisserta berakhlakmulia. Sedangkanpendidikan sendiri adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajardanprosespembelajaranagarpesertadidiksecara aktifmengemban potensi dirinya untuk memiliki kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, sertaketrampilanyangdiperlukan dirinya, masyarakat, bangsadan negara.

Kompetensijuga dapat diartikansebagai pengetahuan,ketrampilan

dankemampuanyangdikuasaiolehseseorangyang telahmenjadibagian dari dirinyasehingga dapatmelakukanperilaku-perilaku kognitif, afektif, psikomotorik dengansebaik-baiknya. Kompetensi keguruan meliputi kompetensikepribadian,kompetensisosial, kompetensiprofesional. Kompetensikompetensikepribadian dan kompetensisosialdari seorang pengajar merupakandasar untukmelaksanakantugasnya sebagaiguru secara profesional. Pendidikan pada dasarnyamerupakankhaskomunikasi antaraguru dansiswa.kompetensiprofesionalmenjaditolakukur seorang guru menguasai kemampuan dasar.

Guru Merupakan suatu suatu profesi yang sangat memengang peranan penting dalam mengembangkan sumber daya manusia. Guru sebagai pejabat fungsional, bersifat profesional. Pengertian profesional erat kaitannya dengan keahlian dan keterampilan yang telah dipersiapkan secara khusus dalam bidangnya.(NY. Roestiyah N.K, h,4.1989). Dengan demikian di sekolah MAN 1 Konawe Selatan belum menggunakan kurikulum berbasis kompetensi(KBK), guru dalam proses pembelajaran di lapangan saat ini masih menggunakan kurikulum berbasis kompetensi. Dalam proses pembelajaran guru juga sering menggunakan metode, pendekatan dan strategi yang bepusat pada guru, sehingga siswa kurang aktif dan bosan. kegiatan dapat memuaskan suatu kebutuhan, maka ad

(2)

kecenderunganuntukmengulanginya. Sumber penguatbelajar dapat secaraekstrinsik(nilai,pengakuan,penghargaan).Dengankata lain, keberhasilanprosesbelajar mengajar siswa khususnyamatapelajaran pendidikanagamaislamdapatdiketahuimelaluinilaiyang terteradi dalamraport semester satu.Nilaitersebuttelahdiolah sedemikian rupa berdasarkan panduan penilaian, baik dari nilai harian siswa, nilai tengahsemestermaupunnilaiakhirsemester.Akantetapi,sebelum

nilaiakhiritu jadi,

biasanyagurumempunyaipertimbangan-pertimbanganlainsepertiseberapabesarkeaktifansiswa pada saat pembelajaranberlangsungatau perilaku siswapada saatberada di sekolah. Sebab,akhlakatauperilakusiswa sangatmempengaruhihasil belajar terutama untukpendidikanagamaislam.Indikator prestasi belajar dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa setelahsiswa melakukankegiatanbelajar.Prestasibelajarsiswa dalam hal ini diambil dari nilai raport siswasemestersatu. Setelah mengetahui indikatorprestasi belajar,maka langkah selanjutnyaadalahmenetapkan batas minimal keberhasilan belajar peserta didik tersebut. Menetapkan batas minimum keberhasilan belajar melaluinilai raport.

Kriterianilai raport PAI

Nilai Keterangan

81 ke atas Baik

71 – 80 Cukup

61– 70 Kurang

Penilaian yang dilakukan guru tidak hanya berupa penilaian tertulis namun juga dapat di lihat dari sikap siswa setelah pemperoleh materi.Atas dasar ini guru sangat perlu menguasai kompetensi agar dalam pembelajaran dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan kurikulum, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dari 257 siswa di kelas X1 1 Konawe Selatan, kecamatan Palangga maka saya mengambil 40 siswa dari jumlah populasi yang akan dijadikan sampel karena mengingat kemampuan peneliti dilihat dari tenaga, waktu serta melihat sempit dan luasnya wilayah pengamatan dalam setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.

B. Metode

(3)

Lokasi penelitian ini dilakukan di daerah Konda ,kab konawe selatan Alat pengumpulan data yaitu metode kuesioner,observasi,interview dan dokumentasi.

Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat dua Variabel yaitu: 1. Variabel bebas (Variabel x) yaitu kompetensi guru PAI 2. Variabel Terikat (Variabel y) yaitu prestasi belajar siswa

Populasi dan Sampel

Populasi adalah kelompok besar yang terdiri dari individu-individu dimana hasil penelitian akan diberlakukan yang menjadi populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI MAN 1 Konawe Selatan yang secara keseluruhan berjumlah 257 siswa, adapun tekhnik yang digunakan adalah proportional strafited random sampling, dengan cara mengundi nama-nama siswa yang ada dalam kelas tersebut sebagai sampel agar hasil jumlahnya dapat di evaluasi secara objektif.

Tabel 1

Pengambilan Sampel

No Kelas Populasi Sampel

Frekuensi %

Jumlah 257 40 100%

Sebagaimana lazimnya suatu karya ilmiah, maka saya dalam melakukan penelitian ini menggunakan dua metode penelitian, yaitu :

(4)

Penelitian lapangan (Field Research), yaitu dalam hal ini penulis mengadakan penelitian langsung ke obyek yang di teliti. Sesuai dengan masalah yang hendak di teliti, metode yang digunakan dalam penulisan adalah metode kuantitatif.

Dalam pengumpulan data penulis melakukan tekhnik pengumpulan data dengan cara:

Observasi: penulis turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi objektif guru, karyawan, siswa, sarana dan prasarana, struktur organisasi MAN 1 Konawe Selatan.

Angket: Sejumlah pertanyaan dan pernyataan yang digunakan untuk memperoleh informasi dan responden (siswa kelas XI MAN 1 Konawe Selatan) tentang hal-hal yang ia ketahui. Angket ini berisi tentang responden kompetensi guru PAI di sekolah.

Angket di buat dengan model likert yang mempunyai 5(Lima) kemungkinan yang berjumlah ganjil dimaksudkan untuk responden bersikap tegas pada pilihannya.

Dokumentasi: Peneliti ingin mencari data tentang hasil prestasi siswa yaitu nilai

lapor pada mata pelajaran Agama Islam semester genap (kelas XI MAN 1 Konawe Selatan) Tahun ajaran 2017/2018, informasi tentang visi misi MAN 1 Konawe Selatan

Hasil Penelitian

Madrasah Aliah Negeri(MAN) 1Konawe selatan adalah salah satu madrasah yang berada di kec. Konda Kab. Konawe Selatan. MAN 1Konawe Selatan beralamatkan di Jl. Mayjend Katamso Ds. Tanea Kec. Konda Kab. Konawe Selatan. MAN 1 Konawe |Selatan berdiri di atas area tanah seluas 13.000m2 dengan status tanah hak milik pemerintah. MAN 1Konawe Selatan berdiri pada tahun 1997 yang mana pada saat itu masih berstatus sebagai sekolah swasta yang bernama Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Konda, kemudian dalam 6 tahun berjalan tepatnya pada tanggal 30 Desember 2003 sekolah ini dianggkat sebagai sekolah negeri, hal ini berdasarkan surat keputusan(SK) Menteri Agama No.558/03 yang di tanda tangani oleh menteri agama RI.

Sejak mulai berdirinya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1Konawe Selatan telah mengalami 5 kali pergantian kepala Madrasah yang dapat di tunjukan sebagai berikut:

1. Siswanto, S.Pd., M.Pd 1997-2006 2. Drs. Abd Khamim 2006-2012 3. Armin L. Tarang, S.Ag 2012-2013 4. Safrial, S.Pd.,M.Pd 2013-2016 5. Muspidar, S.Ag.,MA 2016-sekarang

(5)

1. menyelenggarakan pendidikan pada mutu lulusan yang berkualitas baik secara keilmuan, moral dan sosial.

2. mengembangkan sumber daya insani yang unggul dalam IPTEK Dan IMTAQ melalui pembelajaran yang efektif dan efisien.

3. menumbuhkembangkan semangat keunggulan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi agama dan budaya dan seluruh civitas akademika.

4. meningkatkan kualitas pembelajaran dengan berbasis IPTEK dan IMTAQ. 5. meningkatkan pencapaian prestasi akademika dan non akademika. 6. menetapkan pembelajaran PAIKEM.

7. meningkatkan iman dan taqwa serta pengetahuan siswa agar mampu melanjutkan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi yang berkualitas.

8. mengoptimalkan penghayatan terhadap nilai-nilai agama untuk sumber kearifan bertindak.

9. meningkatkan kemampuan siswa dalam mengadakan hubungan sosial budaya dan alam sekitarnya yang dijiwai nilai-nilai islam.

Faktor Pendukung Dan Pelaksanaan a. Pendukung

Faktor pendukung Praktek Pengalaman lapangan (PPL) II adalah segala sesuatu yang dapat menunjang situasi dan kondisi yang mampu membantu kelancaran Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) II diantaranya yaitu adanya fasilitas yang cukup seperti :

1. Ruang Guru 2. Ruang Kelas 3. Ruang TU 4. Ruang Lab IPA 5. Ruang Lab Komputer 6. Ruang Lab Bahasa 7. Ruang Perpustakaan 8. WC

9. Kantin 10. Parkir

11. Tempat Olaraga 12. Mushola/T. Ibadah

Dan faktor lain yang mendukung yaitu:

1. Adanya komunikasi yang baik antara mahasiswa PPL, kepala sekolah, dosen pembimbing serta guru pamong yang sekaligus sebagai guru mata pelajaran dalam memberikan bimbingan dan pengarahan selama pelaksanaan PPL. 2. Adanya sikap antusias dari pihak sekolah, baik kepala sekolah, guru-guru,

staf-staf tata usaha dan seluruh siswa terhadap mahasiswa PPL sehingga terjalin hubungan yang baik dan harmonis yang dapat memperlancar program dan kegiatan yang direncanakan.

3. Terjalinya kerjasama yang baik dan saling membantu antar sesama mahasiswa PPL sehingga dapat mengantisipasi kendala yang dihadapi di lapangan (sekolah).

(6)

1. Administrasi

Pada dasarnya administrasi pengajaran serta perencanaan mengajar yang tertib dan lengkap sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan pengajaran di kelas. Dengan demikian akan berdampak positif dalam peningkatan dan efisiensi proses belajar mengajar.

Dalam pelaksanaan PPL ini, Guru Pamong selalu membimbing penulisan dalam membuat Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan model-model pembelajaran yang disusun berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) untuk kelas XII dan kurikulum 2013 untuk kelas X.

2. Materi pengajaran

Adapun materi pengajaran khususnya bagi penulis mendapat tugas praktek mengajar pada kelas X IPS 3, dan XII IPS 1. Mata Pelajaran Al-Qur’an dan Al-Hadist dengan rincian sebagai berikut :

No Materi Pokok Indikator Alokasi

Waktu

Ket

1 Memahami Hadist, Sunnah, Khabar, dan Atsar

1.1.1. Menghayati dan

mengamalkan hadis shahih dan hasan sebagai

pedoman hidup. 2.1.1.Menghayati dan

mengamalkan Perilaku jujur, disiplin,

tanggungjawab, peduli, kerjasama dan

menunjukkan sikap sebagaicerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3.1.1.Menjelaskan pengertian al- Hadis dengan benar 3.1.2.Mendeskripsikan

pengertian al- Sunnah dengan benar

3.1.3.Menerangkan pengertian Khabar dengan benar 3.1.4.Menerangkan atsar

dengan benar 4.1.1.Mempresentasikan

perbedaan dan persamaan pengertianhadis, sunah, khabar, dan atsar.

(7)

2 Memahami unsur -unsur Hadist

(8)

4.3.1.Mempresentasikan contoh macam-macam sunnah.

4 Memahami Hadist dari segi kualitas dan kuantitas

1.4.1. Menghayati dan mengamalkan hadis dari segi kuantitas dan kualitas sebagai pedoman hidup. 2.4.1.Menghayati dan

mengamalkan Perilaku jujur, disiplin,

tanggungjawab, peduli, kerjasama dan

menunjukkan sikap sebagaicerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3.4.1.Menjelaskan

pembagian hadis dari segi kuantitas.

3.4.2.Menjelaskan pembagian hadis dari segi

kualitasnya.

3.4.3.Membedakan pembagian hadis dari segi kuantitas dan kualitasnya.

3.4.4.Menerangkan manfaat pembagian hadis dari segi kuantitas dan kualitasnya. 4.4.1.Mempresentasikan

pembagian hadis dari segi kuantitas dan kualitasnya.

(9)

5 Indahnya ikhlas 3.5.2.Menjelaskan isi surah

al-an’am:162-163. al-bukhari dari aisyah r.a. 4.5.1.Mendemonstrasikan

6 Toleransi dan etika dalam pergaulan

1.1.1. Peserta didik mampu mengartikan QS. al-kafirun: 1-6, QS. yunus; 40-41, QS.Al-kahfi: 29,

QS.Al-hujurat: 10-13 daNn hadis tentang etika dalam pergaulan 1.2.1. Peserta didik mampu

menjelaskan kandungan QS. al-kafirun: 1-6, QS. yunus; 40-41, QS. Al-kahfi: 29, QS.Al-hujurat: 0-13 dan hadis tentang etika dalam pergaulan

(10)

7 Etos kerja dalam islam

2.1.1. Peserta didik mampu mengartikan QS. mujadilah: 11, QS. jumu’ah; 9-11, QS.

al-qasas: 77, dan

hadis tentang etos kerja. 2.2.1 Peserta didik mampu

menjelaskan kandungan QS. al-mujadilah: 11, QS. al-jumu’ah; 9-11, QS. al-qasas: 77, dan hadis tentang etos kerja.

4X45 2XPRT

8 Makanan yang Halal dan Baik

3.1.1. Peserta didik mampu Menerjemahkan QS.al-baqarah:168-169, QS.al-baqarah:172-173 dan

hadis tentang makanan yang halal dan baik. 3.2.1 Peserta didik mampu

menjelaskan kandungan QS.al-baqarah:168-169, QS.al-baqarah:172-173

dan hadis tentang makanan yang halal dan baik.

6X45 3XPRT

9 Ilmu pengetahuan dan Teknologi

4.1.1. Peserta didik mampu Menerjemahkan QS.al-alaq:1-5,

QS.Yunus:101, QS.al-baqarah:164.

4.2.1 Peserta didik mampu menjelaskan kandungan al-alaq:1-5,

QS.Yunus:101, QS.al-baqarah:164.

4X45 2XPRT

(11)

wilayah Konda Kab. Konawe Soletan. Mengenai kondisi Sosial dan letak geografis sekolah, MAN 1 Konda terletak di Pinggir jalan Poros Trans Konawe Selatan-Kota Kendari.

c. Deskripsi Data

Setelah diperoleh data berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada siswa, kemudian data tersebut diolah dalam bentukl SPSS, adapun sejumlah pertanyaan yang diberikan kepada siswsa dan siswi dalam hal ini responden dalam bentuk quisioner di sertai pilihan jawaban dalam bentuk tabel berikut ini:

Tabel 1 Keterangan Skor

No Kategori Jawaban Skor

1. Tidak Pernah 1

2. Tidak 2

3. Kadang-kadang 3

4. Ya 4

5. Sering 5

Tabel 2

Keterangan Presentase Kemampuan Menguasai Empat Kompetensi

No Kategori Jawaban Frekuensi (F) Prosentase (%)

1. Ya 15 50%

2. Sering 8 16%

3. Kadang-kadang 7 14%

4. Tidak 5 10%

5. Tidak pernah 5 10%

Jumlah 40 100%

Mengenai kemampauan kompetensi guru PAI terhadap siswanya di dalam kelas, hanya 10% yang menjawab tidak pernah, 10% Tidak, 14% kadang-kadang, 16% sering dan 50% Ya. Ini menandakan bahwa guru cukup mampu menguasai kompetensi dan kedisiplinan dalam mengelola kelas. Pada tabel diatas diketahui bahwa guru PAI ini benar-benar menguasai kompetensinya sesuai dengan bukti angket sebanyak 35 item pertanyaan mengenai kompetensi guru PAI di MAN 1 Konda yang menjadi responden dalam penelitian ini, maka dapat dilihat hasil penelitian yang telah dihitung dan dilakukan pengolahan data, diperoleh jumlah nilai untuk kompetensi guru PAI adalah 5794, skor teringgi adalah 50 dan skor terendah 10 berdasarkan skor ini kompetensi guru PAI termasuk tinggi.

d. Pembahasan

(12)

Dosen hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, secara keseluruhan hasil responden siswa dalam proses pembelajaran 50% menjawab Ya atas pertanyaan-pertanyaan yang disediakan peneliti.

item1 140.90 16.144 -.049 0,312. .061 TIDAK VALID

item2 140.70 15.087 .203 0,312. -.015 VALID

itm3 140.65 15.926 .035 0,312. .035 VALID

itm4 140.70 16.113 -.014 0,312. .048 VALID

itm5 140.78 16.897 -.182 0,312. .112 VALID

itm6 140.90 14.605 .224 0,312. -.037 VALID

item7 140.98 15.563 .033 0,312. .033 VALID

item8 140.78 16.281 -.076 0,312. .071 VALID

item9 140.63 15.933 .029 0,312. .037 VALID

item10 140.58 15.584 .068 0,312. .023 VALID

item11 140.65 15.977 -.002 0,312. .045 TIDAK VALID

item12 140.68 16.687 -.151 0,312. .077 VALID

item13 140.58 14.712 .202 0,312. -.029a VALID

item14 140.90 15.477 .075 0,312. .019 VALID

item15 140.63 15.881 -.006 0,312. .047 VALID

item16 140.75 15.833 -.054 0,312. .072 TIDAK VALID

item17 140.95 17.433 -.257 0,312. .148 VALID

item18 140.48 15.384 .156 0,312. .002 VALID

item19 140.75 15.423 .074 0,312. .019 VALID

item20 140.58 16.046 -.031 0,312. .055 VALID

item21 140.73 14.615 .117 0,312. -.010a VALID

item22 140.50 15.692 .085 0,312. .022 VALID

item23 140.65 16.285 -.044 0,312. .054 VALIS

item24 140.45 16.408 -.084 0,312. .067 TIDAK VALID

item25 140.83 16.558 -.117 0,312. .068 VALID

item26 140.65 14.233 .378 0,312. -.075a VALID

item27 140.55 15.844 .055 0,312. .030 VALID

item28 140.78 18.025 -.350 0,312. .170 VALID

(13)

item30 140.75 14.244 .218 0,312. -.050a VALID

item31 140.90 18.144 -.350 0,312. .183 TIDAK VALID

item32 140.78 14.948 .152 0,312. -.011a VALID

item33 140.68 15.251 .137 0,312. .001 VALID

item34 140.60 15.733 .118 0,312. .018 VALID

item35 140.70 16.472 -.107 0,312. .079 VALID

a. The value is negative due to a negative average covariance among items. This violates reliability model assumptions. You may want to check item codings.

Jumlah item yang valid yaitu sebanyak 30 karena Rt lebih kecil dari pada Rh. Dan sebaliknya item yang tidak valid sebanyak 5 yaitu dikarenakan Rh lebih kecil dari pada Rt

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian tentang kompetensi guru PAI pada siswa MAN 1 Konawe Selatan dapat disimpulkan sebagai berikut:

Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah yang memilih Ya 50% Kompetensi termasuk tinggi karena berada di atas nilai 10%

DAFTAR PUSTAKA

Hasan Salady,Ensiklopedia Indonesia (Jakarta: Ictiar Baru vanhauver,1980), h. 3204 Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru,(Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2005)

Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan,(Bandung Remaja Rosda karya,2004 Kunandar,Guru propesional,(Jakarta:Rajawali,pers 2010)

Ruswandi,Psikologi Pembelajaran,(Bandung: Cipta pesona sejahtera,2013) Poerwadaminta,W.J.S,Kamus Besar Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,2005).

JurnalCitizeShip,Vol.3 NO.1, July 2013

Kepribadian guru yang sehat di masa depan,(Yogyakarta:Grafindo Litera Media,2009)

E.Mulyasa,standar kompetensi dan sertifikat guru,(Bandung:PT Remaja Roskarya,2007)

Janawi,Kompetensi guru citra guru propesional,(Bandung: Afabeta,2011)

Abu Ahmad,dkk,SBM(Strategi Belajar Mengajar),(Bandung:Pustaka Setia,2009) Suyanto dan asep jihad,menjadi guru professional: Strategi Meningkatkan Kualfikasi dan Kualitas:guru di Era Global,(Jakarta:esensi Erlangga Group,2013)

Ramayulis,ilmu pendidikan Islam,(Bumi Aksara,Jakarta,cet.Ke-4,2000)

Sugiono,Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi Dengan Metode R&D,(Bandung: Alfabeta,2012)

Wirawan,Evaluasi Teori,Model,Standar,Aplikas,danProfest,(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2012)

(14)

Sugiono,Statistika,UntukPenelitian,(Bandung Alfabeta,2013)

Parulian Hutapea,Kompetensi Plus,(Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama,2008)

Moh. Roqib dan Nurfuadi,Kepribadian Guru: Upaya Mengembangkan Kepribadian Guru yang Sehat di Masa Depan,(Yogyakarta: Grafindo Litera Media, 2009)

S.Margono,Metodology Penelitian Pendidikan,(Jakarta: Rineka Cipta,2007)

Gambar

Tabel 1
Tabel 1Keterangan Skor

Referensi

Dokumen terkait

Hasil rendeman trimiristin yang diperoleh cukup sedang, tidak terlalu banyak ataupun tidak terlalu sedikit yaitu 26,49%, hal ini mungkin disebabkan bentuk serbuk

// Kegiatan memancing lebih pada kegiatan melepas penat dari kesibukan sehari-hari dibandingkan mancing sebagai kegiatan berolah raga.// Bahkan, yang terjadi di lapangan,/ tak

Dalam penelitian ini merumuskan masalah berdasarkan fenomena yang ada yaitu bagaimana penggunaan bahasa anak autis yang belajar di SLB Kuncup Mas Banyumas tahun pelajaran

Kristalisasi adalah suatu pembentukan partikel padatan didalam sebuah fasa homogen, pembentukan partikel padatan dapat terjadi dari fasa uap, seperti pada proses

Berdasarkan data penyinaran matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia, radiasi surya di Indonesia untuk Kawasan Barat Indonesia (KBI) mencapai 4,5 kWh/m 2 /hari

Untuk menunju pembelajaran sastra berperspektif jender, paling tidak ada tiga komponen yang harus diperhatikan, yaitu kurikulum, materi yang disampaikan atau diproduksi oleh

Resolusi ditentukan oleh jumlah piksel (berasal dari kata picture element) yang merupakan titik terkecil penghasil tampilan di layar. Suatu jenis tampilan grafis apabila

Seiring peningkatan jumlah KBIHU di indonesia, terdapat beberapa persoalan yang dihadapi yang harus dipecahkan, diantaranya adalah s emakin banyaknya jumlah KBIHU yang