• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN 2017 Makna d

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN 2017 Makna d"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

LEMBAR PENGESAHAN

MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN

MAKNA DAN PROSES MANAJEMEN

DISUSUN OLEH

1. AMILU WATI ( 08 )

2. ARIN NURMEGA T ( 09 )

3. AYU SUROTUL A ( 10 )

4. CHUSNAH ( 13 )

5. FARAH R.S ( 22 )

6. MOCH. AFIFUDIN ( 33 )

7. MOCH. ANDI H ( 34 )

8. M. KEVIEN E.M ( 37 )

9. MUHAMMAD AFANDI ( 40 )

10.RIZAL AFDILLAH ( )

Mengetahui,

Dosen Pembimbing Pancasila

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Adapun judul penulisan makalah, yang penulis sajikan adalah Makna dan Proses Manajemen .

Tujuan penulisan makalah ini dibuat sebagai salah satu syarat memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen Program S1 Manajemen. Sebagai bahan penulisan diambil berdasarkan beberapa sumber literatur yang mendukung

penulisan ini. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak, maka penulisan makalah ini tidak akan lancar.

Selain itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, dalam proses pembuatan makalah ini :

1. Arif Syaifudin, SH, MM selaku Dosen Pengantar Manajemen.

2. Seluruh pihak yang memberi informasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritikan yang sifatnya membangun makalah ini dengan lebih baik lagi, agar kedepannya penulis dapat membuat

makalah yang lebih baik yang bisa menjadi pedoman bagi mahasiswa dan mahasiswi generasi mendatang.

Pasuruan, 03 Oktober 2017

(5)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan ... 2

D. Metode Penelitian ... 2

BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Manajemen ... 3

B. Fungsi dan Proses Manajemen ... 8

C. Manajemen sebagai Ilmu, Seni dan Profesi ... 14

D. Manajemen, Manager dan Kepemimpinan ... 18

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ... 31

B. Saran ... 31

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Proses Manajemen sebetulnya sama dengan kehidupan manusia, mengapa demikian? karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Baik di sadari ataupun tidak disadari.

Manajemen telah didefinisikan dalam berbagai cara. Manajemen juga terdiri dari proses atau kegiatan untuk menjelaskan apa yang dilakukan oleh manajer pada operasi organisasi mereka. Merencanakan, mengorganisasikan, dan mengendalikan operasi.

Sistem dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan yang lainnya untuk satu tujuan bersam. Suatu subsistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar. Untuk maksut kita, oraganisasi adalah sistem dan bagiannya (difisi, departemen, fungsi, satuan dan sebagainya) adalah subsistem.

Sekarang ini, para manajer harus melakukan lebih dari sekedar menetapkan strategi jangka panjang dan berharap bahwa hasil yang terbaik akan diperoleh. Mereka juga harus berusaha lebih dari sekedar yang dinamakan incremental management, yang hanya memandang pekerjaan sebagai sejumlah perubahan kecil (minor) untuk meningkatkan efisiensi operasi perusahaan.

Oleh karena itu dalam suatu perkumpulan atau organisasi, untuk

(7)

B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi dari manajemen?

2. Apa saja fungsi dan proses manajemen ? 3. Mengapa manajemen dibutuhkan ?

4. Bagaiamanakah manajemen dari segi ilmu ? 5. Bagaiamanakah manajemen dari segi seni? 6. Bagaiamanakah manajemen dari segi profesi ? 7. Apa itu manajemen , manager dan kepemimpinan ?

C. Tujuan

1. Menjelaskan definisi dari manajemen .

2. Menjelaskan fungsi dan proses dari manajemen.

3. Menjelaskan peranan manajemen.

4. Menjelaskan manajemen dari segi ilmu, seni dan profesi. 5. Menjelaskan manajemen, manager dan kepemimpinan.

D. Metode Penulisan

Metode yang di pakai dalam karya tulis ini adalah : 1. Metode Pustaka.

Metode yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan dengan alat, baik berupa buku maupun informasi di internet.

2. Diskusi

Mendapatkan data dengan cara bertanya secara langsung kepada PJ

(8)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Manajemen

Kata manajemen berasal dari bahasa perancis kuno ménagement , yang berarti senimelaksanakan dan mengatur .Istilah manajemen juga berasal dari kata management (Bahasa Inggris) yang berasal dari kata to manage yang artinya mengurus atau tatalaksana.

Manajemen Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

1. Orang yg mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atausejumlah orang untuk mencapai sasaran.

2. Orang yg berwenang dan bertanggung jawabmembuat rencana, mengatur,

memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untukmencapai sasaran tertentu.

Manajemen Menurut Para Ahli 1. Henry Fayol:

Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Sedangkan fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.

2. James A.F. Stoner (2006:Organisasi.org)

Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,

(9)

3. Mulayu S.P. Hasibuan (2000:2)

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai satu tujuan.

4. T.Hani Handoko (2000:10)

Manajemen adalah bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan, dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan

personalia, pengarahan, kepemimpinan dan pengawasan. 5. Marry Parker Follet

Manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain

6. Prof. Oie Liang Lee

Manajemen adalah ilmu dan seni mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

7. The Liang Gie, 1982

Manajemen adalah unsur yang merupakan rangkaian perbuatan menggerakkan karyawan-karyawan dan mengarahkan segenap fasilitas kerja agar tujuan organisasi yang bersangkutan benar-benar tercapai. 8. George R. Terry, 1994

Manajemen dalam bukunya Principles of Management yaitu "Suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu

maupun seni demmi mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

9. Dr. Sp. Siagian dalam buku FILSAFAT ADMINISTRASI

Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh

(10)

10.Ordway Tead yang disadur oleh Drs. He. Rosyidi dalam buku

ORGANISASI DAN MANAGEMENT

Manajemen adalah “Proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.

11.Renville Siagian

Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli terlatih serta berpengalaman.

12.Richard L.Daft (2002:8)

Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumberdaya organisasi.

13.Oxford

Manajemen ialah the process of dealing with or controlling people or things (proses berurusan dengan atau mengendalikan orang atau benda).

14.Horold Koontz

Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

15.Lawrence A. Appley

Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.”

16.Hilman

Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan

orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

17.Menurut Ricky W. Griffin:

Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,

(11)

dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

18.William H. Newman

Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.

19.Drs. Oey

Manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan.

20.Prof. Eiji Ogawa

Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah

menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

21.Federick Winslow Taylor

Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan.

22.Lyndak F. Urwick

Manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commandin (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan).”

23.Cyril O’donnel

(12)

24.Ensiclopedia of The Social Sciences

Manajemen diartikan sebagai proses pelaksanaan suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diarvasi.

25.Gordon (1976) dalam Bafadal (2004:39)

Menyatakan bahwa manajemen merupakan metode yang digunakan administrator untuk melakukan tugas-tugas tertentu atau mencapai tujuan tertentu.

26.Millet (1954)

Manajemen adalah proses memimpin dan melancarkan pekerjaan dari

orang-orang yang terorgasisir secara formal sebagai kelompok untuk memperoleh tujuan yang diinginkan.

27.Davis (1951)

Manajemen adalah fungsi dari setiap kepemimpinan eksecutif

dimanapun.

28.Kimball and Kimball (1951)

Manajemen terdiri dari semua tugas dan fungsi yang meliputi penyusunan sebuah perusahaan, pembiayaan, penetapan garis-garis besar kebijaksanaa,penyediaan semua peralatan yang diperlukan dan penyusunan kerangka organisasi serta pemilihan para pejabat terasnya. 29.Peter Drucker

Dalam buku “The Principles of Management” yang ditulis oleh pencetus teori bisnis Amerika yang meraih penghargaan Presidential Medal of Freedom di tahun 2002 ini, manajemen adalah organ yang memiliki banyak tujuan untuk mengelola bisnis serta mengelola manajer dan juga mengelola pekerja dan bekerja.

30.Chaster I Bernard

(13)

B. Fungsi dan Proses Manajemen

1. Fungsi Manajemen

Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa manajemen semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan lebih sulit. ada tiga alasan utama diperlukannya manajemen:

1. Untuk mencapai tujuan.

2. Untuk menjaga keseimbangandiantara tujuan - tujuan yang sa bertentangan. 3. Untuk mencapai efisiensi dan afektivitas.

Efisiensi dan Efektivitas dua kospensi utamauntuk mengukur prestasi

kerja. Efesien adalah Kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Efektifitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Ahli manajemen PETER DRUCKER Efektifitas adalah Melakukan pekerjaan yang

benar (doing the right things), sedangkan Efisien adalah Melakukan pekerjaan dengan benar (doing things right).

a) Untuk pencapaian tujuan

Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan. Pembagian fungsi manajemen menurut beberapa ahli manajemen, di antaranya yaitu :

a. Menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles

and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi : Perencanaan (Planning).

Pengorganisasian (Organizing). Pengawasan (Controlling)

b. Menurut George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management”, proses manajemen terbagi menjadi :

(14)

Pengorganisasian (Organizing) Pengawasan (Controlling) Pelaksanaan (Activating)

c. Menurut H. Koontz dan O’Donnel (1991) dalam “The Principles of

Management”, proses dan fungsi manajemen terbagi menjadi : Perencanaan (Planning)

Pengorganisasian (Organizing) Pengawasan (Controlling) Pengarahan (Directing)

b) Untuk Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan.

Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan, sasaran-sasaran dan kegiatan-kegiatan yang saling

bertentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi, seperti pemilik dan karyawan, pelanggan, konsumen, masyarakat dan pemerintah.

c) Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.

Suatu kerja organisasi dapat diukur dengan banyak cara yang berbeda. Salah satu cara yang umum digunakan adalah dengan melihat efisiensi dan efektivitasnya.

a. Efektivitas

Efektivitas dan efisiensi adalah pedoman utama dan merupakan norma dalam manajemen, artinya harus diusahakan dan harus dilaksanakan.

Efektivitas berhubungan dengan pencapaian tujuan. Apakah tujuan

telah dicapai dan apakah tujuan itu tepat ? Efektivitas tidak bersangkutan dengan pengorbanan untuk pencapaian tujuan. Sedangkan efisiensi berhubungan dengan pengorbanan untuk mencapai tujuan itu. Pengorbanan dimaksud disini adalah berupa pikiran, waktu, tenaga, uang,

(15)

Beberapa definisi atau pengertian ”efektivitas” menurut ahli

1. Roulette (1999:1) Efektivitas adalah dengan melakukan hal yang benar pada saat yang tepat untuk jangka waktu yang panjang, baik pada organisasi tersebut dan pelanggan.

2. Hodge (1984:299) Efektivitas sebagai ukuran suksesnya organisasi didefinisikan sebagai kemampuan organisasi untuk mencapai segala keperluannya. Ini berarti bahwa organisasi mampu menyusun dan mengorganisasikan sumber daya untuk mencapai tujuan.

3. Sondang P. Siagian (2001 : 24) Efektivitas adalah pemanfaatan sumber

daya, sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang atas jasa kegiatan yang dijalankannya.

4. Abdurahmat (2003:92) Efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya,

sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah pekerjaan tepat pada waktunya. 5. Hidayat (1986) Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa

jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektifitasnya”.

6. Schemerhon John R. Jr. (1986:35) Efektifitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (OA) dengan output realisasi atau sesungguhnya (OS), jika (OA) > (OS) disebut efektif .

7. Prasetyo Budi Saksono (1984) Efektifitas adalah seberapa besar tingkat kelekatan output yang dicapai dengan output yang diharapkan dari sejumlah input “.

8. Richard M. Steers, (1985 : 46) Efektivitas adalah “sejauh mana organisasi melaksanakan seluruh tugas pokoknya atau mencapai semua sasaran”. 9. Gibson (2002) Efektivitas adalah pencapaian sasaran yang telah disepakati

atas usaha bersama.

(16)

b. Efisiensi

Efisiensi adalah perbandingan terbaik antara usaha dan hasil yang diperoleh dari usaha tersebut. Apabila yang dilakukan oleh manajer ternyata menunjukkan dengan cara yang tidak efisien dengan hasil yang tidak efektif, maka yang dilaksanakan itu bukanlah manajemen dalam arti yang benar, melainkan disebut kesalahan manajemen atau mismanajement.

Arti kata efisien menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya), mampu menjalankan tugas dengan

tepat dan cermat, berdaya guna, bertepat guna. Sedangkan definisi dari efisien yaitu Sedangkan efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah

Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis. Sesungguhnya keempat proses itu merupakan hasil ikhtisar dari berbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai manajemen.

Proses manajemen menurut para ahli :

a) Menurut Henri Fayol : "perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, koordinasi".

b) Menurut Gulick dan Urwick: "Perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, koordinasi, pelaporan dan penganggaran".

c) Menurut William M. Fox: "Perencanaan, pengorganisasian, pengendalian".

d) Menurut Ernest Dale: "Perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, pengendalian, inovasi, representasi".

e) Menurut Koontz dan O'Donnell: "perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, pengendalian".

(17)

dilaksanakan. Proses-proses itu berulangkali dinyatakan sebagai langkah-langkah dasar manajemen , batu-batu fondasi manajemen.

Pekerjaan manajemen dalam kenyataannya tidak sesederhana mengucapkan daftar kata perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian, seperti mantera. Tetapi keempat kata itu mewakili rumpun kegiatan yang kompleks menurut bidang kegiatan lembaga yang dimanajemeni sebagai kategorisasi pemikiran. Proses manajemen itu ditanamkan karena sederhana dan gampang dipahami pada para peserta gugus-mutu, dalam rangka memanajameni pekerjaan mereka masing-masing.

a. Proses perencanaan (planning)

meliputi gagasan bahwa manajemen mengantisipasi berbagai kondisi seperti peluang dan kendala di masa depan, dan berusaha menetapkan lebih dulu apa yang harus mereka lakukan dan apa yang akan

mereka capai.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan : 1. Menetapkan tujuan dan target bisnis

2. Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut 3. Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan

4. Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis.

Empat tingkat kemampuan dasar dalam kegiatan perencanaan: 1. Insight : kemampuan untuk menghimpun fakta dengan jalan

mengadakan penyelidikan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang direncanakan.

2. Forsight : kemampuan untuk memproyeksikan atau menggambarkan jalan atau cara-cara yang akan ditempuh, memperkirakan keadaan-keadaan yang mungkin timbul sebagai akibat dari kegiatan yang dilakukan.

3. Studi eksploratif : kemampuan untuk melihat segala sesuau secara

(18)

4. Doorsight : kemampuan untuk mengetahui segala cara yang dapat menyamarkan pandangan, sehingga memungkinkan untuk dapat mengambil keputusan.

b. Pengorganisasian (organizing)

Merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang ada dari seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi untuk bekerja secara bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama, baik untuk tujuan pribadi atau tujuan kelompok dan organisasi.

Dalam pengorganisasian dikenal istilah KISS (koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan sinkronisasi) dalam rangka menciptakan keharmonisan dalam kegiatan organisasi.

Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah

dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian :

1. Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan

2. Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab

3. Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja

4. Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

c. Pelaksanaan atau penerapan (actuating)

Merupakan implementasi dari perencanaan dan pengorganisasian,

(19)

organisasi tersebut bekerja secara bersama-sama sesuai dengan bidang masing-masing untuk dapat mewujudkan tujuan.

Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi :

1. Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan

2. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan 3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

d. Pengawasan (controlling)

Merupakan pengendalian semua kegiatan dari proses perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, apakah semua kegiatan tersebut memberikan hasil yang efektif dan efisien serta bernilai guna dan berhasil guna.

Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan:

1. Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan

2. Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan

3. Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis.

C. Manajemen Sebagai Ilmu , Seni dan Profesi

1. Manajemen Sebagai Ilmu

Manajemen mempunyai peranan penting dalam kehidupan, karena manajemen salah satu untuk membentuk seseorang menjadi lebih baik, dan

(20)

pengorganisasian, baik untuk atasan, bawahan didalam organisasi, maupun untuk pribadinya masing - masing dalam kehidupan sehari – hari.

Manajemen juga di artikan sebagai ilmu karena manajemen sangat dibutuhkan untuk bekal kita ketika kita menjadi seorang pemimpin kelak. baik pemimpin perusahaan, oraganisasi dan sebagainya. jadi manajemen sebagai ilmu adalah manajemen sebagai pengetahuan atau cara untuk membekali diri kita menjadi seorang pemimpin.

Di samping alasan di atas, manajemen termasuk sebagai ilmu karena memenuhi syarat-syarat sebagai ilmu yaitu:

a. Tersusun secara Sistematis dan Teratur

Tersusun secara sistematis dan teratur, manajemen memiliki serangkaian tahap kegiatan fungsi secara berkaitan mulai dari menentukan sasaran sampai berakhirnya sasaran atau tercapainya tujuan. Dalam hal ini,

beberapa pakar mengklasifikasikan dengan berlainan pendapat, namun pada hakikatnya meliputi: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan.

b. Objektif Rasional sehinga dapat Dipelajari Mengenai objek manajemen,

Sebagai objek adalah “manusia” itu sendiri. Tetapi bukan manusia

pada umumnya melainkan manusia dalam usaha kerja sama. Sebagai usaha kerja sama itu tidak bisa dengan dirinya sendiri akan tetapi melalui orang lain. Jadi objek manajemen adalah manusia dalam hal ini cara memanfaatkan orang-orang untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan di sini adalah tujuan yang hendak dicapainya sesuai dengan bidang kegiatannya, sepertinya: bidang keuangan, bidang pema-saran, bidang perkantoran, bidang akuntansi dan semacamnya.

c. Menggunakan Metode Ilmiah

Seperti halnya dengan bidang lain yang menggunakan metode deduksi dan induksi. Melakukan metode deduksi yaitu metode yang bersifat rasional bersumber dari rasio atau akal pikiran. Melakukan penyelidikan

(21)

atau teori mengenai sesuatu. Di dalam manjemen sesungguhnya perencanaan, motivasi adalah suatu teori umum, sedangkan pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan merupakan teori khusus. Dari teori umum (perencanaan dan motivasi) inilah manajemen bertitik tolak melaksanakan kegiatan secara sistematis, efektif dan efisien menurut teori-teori khusus sebagai pedoman.

Cara menggunakan orang sesungguhnya bertumpu pada perencanaan dan teori-teori motivasi dan sebagainya. Sedangkan metode induktif yaitu bersifat empirik, bersumber dari pengalaman konkrit. Melakukan

penyelidikan dengan bertitik tolak dari pengetahuan khusus untuk sampai pada pengetahuan umum. Di dalam manajemen sesungguhnya pengalaman praktis dalam pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dan lain-lain sebenarnya merupakan in-puit dalam membuat perencanaan yang bersifat

umum.

d. Mempunyai prinsip-prinsip tertentu

Pendapat Fayol yang mengemukakan 14 prinsip organisasi yang sekarang ini telah menjadi prinsip manajemen merupakan sumbangan yang cukup besar melahirkan mana-jemen sebagai suatu ilmu pengetahuan.

e. Dapat Dijadikan suatu Teori

Di sini teori manajemen tidak diragukan lagi karena sudah dipelajari dan dikembangkan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan dengan manajemen merupakan salah satu mata pelajaran yang dicantumkan dalam kurikulum bahkan terdapat jurusan yang disebut dengan jurusan manajemen.

2. Manajemen sebagai Seni

Menurut Mary Parker Follet (stoner, 1986) manajemen sebagai seni untuk melakasanakan pekerjaan malalui orang-orang (The art of getting things done through people). Manajemen sebagai suatu seni, di sini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan di perlukan kerja sama dengan orang

(22)

(mengatur) dan untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Jadi, manajemen di pandang sebagai seni oleh Follet karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen mencakup keduanya, baik sebagai ilmu maupun sebagai seni. Berarti juga, supaya seseorang dapat menjadi manajer atau pemimpin yang baik, di samping harus memiliki pengetahuan tentang ilmu manajemen, juga harus memiliki seni manajemen.

3. Manajemen sebagai Profesi

Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa manajemen selain merupakan suatu seni, juga sekaligus merupakan suatu ilmu, tetapi apakah ia juga merupakan suatu profesi? Edgar H schein dalam bukunya yang berjudul

organization socialization and the profession of management menguraikan karakteristik atau kiteria sesuatu bisa dijadikan suatu profesi yaitu :

Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan lingkungan. Hal ini banyak ditunjang dengan banyaknya pendidikan-pendidikan yang tujuannya mendidik siswanya menjadi seorang professional. Misalnya akademi pendidikan profesi manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan dan lain sebagainya.

Para Professional memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu, ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama, dan kriteria-kriteria lainnya.

Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat. Jadi profesi adalah suatu pekerjaan yang menuntut persyaratan tertentu. Jadi,

berikut adalah alasan manajemen mempunyai sifat profesi:

Pertama, sudah dijelaskan bahwa manajemen adalah suatu ilmu yang sudah tidak diragukan lagi karena sudah dipelajari, dikembangkan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh pengetahuan khusus

(23)

Kedua, pengetahuan khusus dan kecakapan yang dibutuhkan, manajemen dipakai untuk “memerintah, membimbing dan menasehati lainnya” meskipun dapat dilakukan oleh kebanyakan manjer dan para ahli teori manajemen tidak dapat diterapkan secara utuh pada semua situasi, pedoman-pedoman tertentu memiliki tingkat reabilitas yang cukup tinggi. Misalnya pedoman sederhana mengenai tingkah laku yang berbunyi “pujilah

didepan umum dan keritiklah secara pribadi”, umumnya sangat berhasil,

walaupun kadang-kadang tidak demikian halnya.

Ketiga, manajemen berarti memajukan tiap pekerjaan sedemikian

sehingga ia berhasil mencapai kedudukan tertinggi untuk kecakapannya bukan karena favoritisme atau faktor lain yang sama sekali tidak berkaitan dengan jabatan yang dipangkunya.

D. Manajemen, Manager dan Kepemimpinan

1. Manajemen

1.1.Pengertian Manajemen.

Manajemen adalah Orang yg mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang serta berwenang dan bertanggung jawabmembuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untukmencapai sasaran tertentu

1.2.Tujuan Manajemen.

Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait.

Maksudnya adalah serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan.

a. Untuk mencapai keteraturan, kelancaran, dan kesinambungan usaha

(24)

b. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan yang saling bertentangan

c. Untuk mencapai efisiensi dan efektifitas, yaitu suatu perbandingan terbaik antara input dan output.

1.3. Unsur – Unsur Manajemen. a. Man (SDM)

Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak

ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. b. Money (uang)

Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya

hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat - alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.

c. Materials (bahan)

Materi terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan

manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

d. Machines (mesin)

Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan

(25)

e. Methods (metode)

Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan

memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.

f. Market (pasar)

Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila

barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

Unsur - unsur manajemen menjadi hal mutlak dalam manajemen karena sebagai penentu arah perusahaan dalam melakukan kegiatan perusahaan.

1.4. Prinsip Manajemen.

Prinsip-prinsip manajemen adalah dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.

Menurut Henry Fayol. seorang industrialis asal Perancis, prinsip-prinsip dalam manajemen sebaiknya bersifat lentur dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Prinsip - prinsip umum manajemen

(26)

1.4.1. Pembagian kerja (Division of work)

Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan karyawan harus menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike.

Dengan adanya prinsip orang yang tepat ditempat yang tepat (the right man in the right place) akan memberikan

jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja. Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan

kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan, oleh karena itu, seorang manajer yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya.

1.4.2. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility) Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.

Tanggung jawab terbesar terletak pada manajer puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak pada karyawan, tetapi terletak pada puncak pimpinannya karena yang mempunyai wewemang terbesar adalah manajer puncak. oleh karena itu,

(27)

kepemimpinan, maka wewenang yang ada padanya merupakan bumerang.

1.4.3. Disiplin (Discipline)

Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Oleh karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggung

jawab terhadap pekerajaan sesuai dengan wewenang yang ada padanya.

1.4.4. Kesatuan perintah (Unity of command)

Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan harus

memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari manajer lain kepada serorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja.

1.4.5. Kesatuan pengarahan (Unity of direction)

Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, karyawan perlu diarahkan menuju sasarannya. Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah

sehingga menimbulkan arah yang berlawanan. Oleh karena itu, perlu alur yang jelas dari mana karyawan mendapat wewenang untuk pmelaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak

(28)

wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan perintah.

1.4.6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri.

Setiap karyawan harus mengabdikan kepentingan sendiri kepada kepentingan organisasi. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan berjalan dengan lancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik. Setiap karyawan dapat mengabdikan kepentingan pribadi

kepada kepentingan organisasi apabila memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil-tidaknya kepentingan organisasi.

Prinsip pengabdian kepentingan pribadi kepada

kepentingan organisasi dapat terwujud, apabila setiap karyawan merasa senang dalam bekerja sehingga memiliki disiplin yang tinggi.

1.4.7. Penggajian pegawai

Gaji atau upah bagi karyawan merupakan kompensasi yang menentukan terwujudnya kelancaran dalam bekerja. Karyawan yang diliputi perasaan cemas dan kekurangan akan sulit berkonsentrasi terhadap tugas dan kewajibannya sehingga dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam bekerja. Oleh karena itu, dalam prinsip penggajian harus dipikirkan bagaimana agar karyawan dapat bekerja dengan tenang. Sistem penggajian harus diperhitungkan agar menimbulkan

kedisiplinan dan kegairahan kerja sehingga karyawan berkompetisi untuk membuat prestasi yang lebih besar.

Prinsip more pay for more prestige (upah lebih untuk prestasi lebih), dan prinsip upah sama untuk prestasi yang sama

(29)

menimbulkan kelesuan dalam bekerja dan mungkin akan menimbulkan tindakan tidak disiplin.

1.4.8. Pemusatan (Centralization)

Pemusatan wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab dalam suatu kegiatan. Tanggung jawab terakhir terletak ada orang yang memegang wewenang tertinggi atau manajer puncak. Pemusatan bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk menghindari kesimpangsiuran wewenang dan tanggung jawab.

Pemusatan wewenang ini juga tidak menghilangkan asas pelimpahan wewenang (delegation of authority)

1.4.9. Hirarki (tingkatan)

Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan.

Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.

1.4.10.Ketertiban (Order)

Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan syarat utama karena pada dasarnya tidak ada orang yang bisa bekerja dalam keadaan kacau atau tegang. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh karyawan, baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi. Oleh

karena itu, ketertiban dan disiplin sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan.

1.4.11.Keadilan dan kejujuran

Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat untuk

(30)

Keadilan dan kejujuran harus ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling besar. Manajer yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada bawahannya.

1.4.12.Stabilitas kondisi karyawan

Dalam setiap kegiatan kestabilan karyawan harus dijaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Kestabilan karyawan terwujud karena adanya disiplin kerja

yang baik dan adanya ketertiban dalam kegiatan. Manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya memiliki keinginan, perasaan dan pikiran. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, perasaan tertekan dan pikiran yang kacau akan menimbulkan

goncangan dalam bekerja. 1.4.13.Prakarsa (Inisiative)

Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-beiknya. Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari karyawan harus dihargai. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain, karena itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap prakarsa karyawan merupakan salah satu langkah untuk

menolak gairah kerja. Oleh karena itu, seorang manajer yang bijak akan menerima dengan senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan karyawannya.

1.4.14.Semangat kesatuan dan semangat korps

(31)

kerja sama yang baik. semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan berarti bagi karyawan lain dan karyawan lain sangat dibutuhkan oleh dirinya. Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksa dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corp (perpecahan dalam korp) dan membawa bencana.

Robert L.Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap

manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:

1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)

manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki

keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill) selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan

kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan

(32)

diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

3. Keterampilan teknis (technical skill)

keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

1.5. Tingkatan Manajemen.

1. Manejer lini pertama (first-line management),

dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses

produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).

2. Manajemen tingkat menengah (middle management)

mencakup semua manajemen yang berada diantara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.

3. Manajemen puncak (top management)

dikenal pula dengan istilah executive officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan

(33)

2. Manager

2.1. Pengertian Manager.

James A.F. Stoner dan Charles Wankel menspesifikasikan secara lebih lengkap tentang manajer sebagai berikut :

1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain (manager work with and through other people) yang dimaksud disini adalah para bawahan, para penyelia dan manajer dalam hierarki yang sama maupun hierarki lain dalam organisasi. Orang juga menyangkut pihak ekstern, orang yang berhubungan langsung

dengan organisasi ; pemegang saham (stock holder), pembeli (buyer), pelanggan (customer), kreditur (creditor, bank, pemasok (supplier) dll.

2. Manajer bertanggung jawab dan bertanggung gugat (managers

are responsible and accountable) Tanggung jawab adalah kewajiban untuk melakukan pekerjaan yang telah diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan tanggunggugat adalah kewajiban untuk melaksanakan tanggung jawab dan otoritas menurut standar pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan

3. Manajer menyeimbangkan persaingan tujuan dan menetapkan prioritas (managers balance competing goals and set priorities) setiap manajer dihadapkan pada sejumlah tujuan, permasalahan dan kebutuhan organisasi yang seluruhnya berkompetisi untuk mendapatkan sumber daya dan waktu manajer. Mengingat sumber daya selalu terbatas, setiap manajer harus mencari

kesimbangan diantara berbagai macam tujuan dan kebutuhan 4. Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual

(managers must think analytically and conceptually) agar menjadi seorang pemikir analitis, manajer harus mampu

(34)

suatu penyelesaian yang mungkin. Selain itu manajer harus menjadi seorang pemikir konseptial, mampu melihat tugas dan pekerjaan keseluruhannya secara abstrak, dan mengaitkannya dengan tugas dan pekerjaan yang lain.

5. Manajer adalah penengah (managers are mediators) organisasi terdiri atas sekelompok orang dan sekelompok orang mungkinsaja tidak akur atau bertengkar. Perselisihan yang terjadi didalam sesuatu organisasi dapat melemahkan moral dan produktivitas. Akhirnya mereka bisa menjadi tidak senang

atau mengacau. Dengan demikian, bawahan yang benar-benar mampu akan mengambil keputusan untuk meninggalkan organisasi. Manajerlah yang harus menjadi penengah atas perselisihan sehingga kontinuitas organisasi tidak mengalami

gangguan

6. Manajer adalah politikus (managers are politician) manajer harus membangun hubungan dan menggunakan bujuk rayu serta kompromi dalam mencapai tujuan organisasi, sebagaimana yang dilakukan oleh politikus untuk menjalankan programnya

7. Manajer adalah diplomat (managers are diplomats) manajer dapat bertindak sebagai wakil resmi dari unit kerja atau rapat-rapat organisasi.

8. Manajer adalah lambang (managers are symbols) manajer menjelmakan atau melambangkan kesuksesan atau kegagalan suatu organisasi, baik dihadapan para anggota organisasi

sendiri maupun dihadapan para pengamatluar

Perbedaan Manajemen dan manajer adalah bahwa manajemen adalahprosesnya dari suatu kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama orang lain,sedangkan Manajer adalah orangnya

(35)

3. Kepemimpinan.

3.1. Pengertian Kepemimpinan

a. Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli Luar Negeri: 1. Jacobs dan Jacques (1990:281): Pengertian

kepemimpinan menurut Jacobs dan Jacques adalah sebuah proses memberi arti terhadap usaha kolektif, dan mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran.

2. Hemhiel dan Coons (1957:7): Menurut Hemhiel dan

Coons, bahwa pengertian kepemimpinan adalah perilaku dari seseorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang akan dicapai bersama (shared goal).

3. Ralph M. Stogdill: Pengertian kepemimpinan menurut Ralph M. Stogdill adalah suatu proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan sekelompok orang yang terorganisasi dalam usaha mereka menetapkan dan mencapai tujuan. b. Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli Indonesia:

1. Sutarto (1998b:25): pengertian kepemimpinan adalah rangkaian kegiatan penataan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain adalah situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2. Moejiono (2002): Pengertian kepemimpinan dimana adalah sebagai akibat penagaruh satu arah, karena

(36)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Sistem manajemen merupakan sebuah cara yang tepat untuk mengukur pencapaian dari visi perusahaan yang mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Yang paling penting untuk diperhatikan dalam memilih sistem manajemen yang cocok dengan perusahaan adalah variabel-variabel apa saja yang bisa diukur, prioritas apa saja yang diutamakan oleh perusahaan serta orientasi dari visi perusahaan.

Proses Manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis. Sesungguhnya keempat proses itu merupakan hasil ikhtisar dari berbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai manajemen.

Jadi dengan manajemen semua kegiatan atau tujuan dapat terlaksana dengan baik dengan hasil sesuai dengan apa yang diinginkan.

B. Saran

1. Dalam kehidupan, manajemen harus dapet di implementasikan dalam setiap kegiatan dan aktifitas.

2. Manager harus mampu melakukan fungus manajemen secara efektif dan efisien agar tujuan dapat tercapai.

(37)

DAFTAR PUSTAKA

I. Literatur – Buku

Amirullah, H. B. 2004. Pengantar manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Manullang. 1971. Dasar-dasar manajemen. Medan: CV Amanlaham.

Robins & Coulter. 1996.Management 5” ed Prentice Hall. Inc.

Handoko. 1986. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Griffin, R. W. 2004. Manajemen edisi 7. Jakarta: Erlangga. Schermerhorn, J. R. 1996. Manajemen. Yogyakarta: Suhardana.

Pengantar manajemen bernuansa Hindu. Surabaya: Paramita.

David, F. R. 2011. Strategic management manajemen strategi konsep. Edisi 12. Jakarta: Salemba Empat.

Hariadi, B. 2003. Strategi manajemen. Malang: Banyumedia Publishing. Suwandiyanto, M. 2010. Manajemen strategi dan kebijakan perusahaan.

II. Internet

Aisya. 2014. http://aisyaadministrasi13.blogspot.co.id/2014/10/makalah-alasan-manajemen-dibutuhkan.html\. Diunduh pada tanggal 04 Oct 2017.

Referensi

Dokumen terkait

Ketetapan atau Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan Hukum

Karakteristik komunikasi kelompok, yaitu norma (persetujuan atau perjanjian bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan yang lainnya; ada tiga

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari sender ke receiver baik oleh individu ke individu lainnya atau organisasi dan dari organisasi ke organisasi

– Karena koordinasi horizontal kurang baik  perubahan lingkungan tidak diikuti dengan tindakan yang sesuai pada seluruh bagian organisasi. • Dalam organisasi sering

Sistem Pertahanan Rakyat Semesta adalah suatu system pertahanan keamanan dengan komponen yang terdiri dari seluruh potensi, kemampuan, dan kekuatan nasional yang bekerja secara

Jadi salah satu unsure penting dari manajemen adalah:Manusia,Pegawai,Karyawan,Buruh atau tenaga kerja.Maka manajemen adlah suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan yang

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk

Dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.. Seorang manajer di