Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam 1
EVALUASI KURIKULUM
Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi syarat mata kuliah
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam 1
Dosen : H. A. Chalik Mawardi
Di Susun Oleh :
Nama NPM
Fahmi Syahkhoni 12214210694
Imas Laila 12214211071
Nasrullah 12214211452
Vatiya Rizdha Alvanda 12214211452
Pendidikan Agama Islam
Fakultas Agama Islam
UNIVERSITAS IBN KHALDUN
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan karunianya, sehingga kita semua dapat menjalankan kewajiban kita yaitu menuntut ilmu sebagai bekal kesempurnaan ibadah kita kepada –Nya. Shalawat serta salam tercurah kepada suri tauladan umat baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan juga pengikutnya sampai akhir zaman. Amin.
Atas segala kehendak-Mu Makalah yang berjudul “Evaluasi Kurikulum “
dapat diselesaikan dalam rangka penugasaan kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI.
Kami menyadari bahwa segala apa yang telah dicapai tidak akan pernah terwujud tanpa izin dan kehendak Allah SWT, dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kami haturkan kepada bapak pembimbing yang selalu memberikan dukungan dan nasehat kepada kami selama masa perkuliahan ini sampai selesai.
Semoga Makalah ini bisa menjadi tolak ukur bagi kami serta dapat bermanfaat bagi para mahasiswa lainnya.
Penyusun Tim
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...1
DAFTAR ISI...2
BAB I...3
PEDAHULUAN...3
A. Latar Belakang...3
B. Rumusan Masalah...4
BAB II...5
PEMBAHASAN...5
A. Prinsip-prinsip Evaluasi Kurikulum...5
B. Bentuk-bentuk Evaluasi Kurikulum...6
C. Langkah-langkah dalam Evaluasi Kurikulum...7
D. Hubungan Kompetensi dan Tujuan dengan Evaluasi...9
E. Rumusan Evaluasi Kurikulum dalam Pelaksanaan Kurikulum di Kelas...9
BAB III...13
PENUTUP...13
A. Kesimpulan...13
BAB IV...15
BAB I
PEDAHULUAN
A. Latar Belakang
Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Sama halnya dengan kurikulum dirancang dari tahap perencanaan, organisasi kemudian pelaksanaan dan akhirnya monitoring dan evaluasi. Oleh karena serangkaian tersebut maka dibuatlah evaluasi, tanpa evaluasi tidak akan mengetahui bagaimana kondisi kurikulum tersebut dalam rancangan, pelaksanaan serta hasilnya.
Evaluasi kurikulum adalah penelitian yang sistematik tentang manfaat, kesesuaian efektifitas dan efisiensi dari kurikulum yang diterapkan. Atau evaluasi kurikulum adalah proses penerapan prosedur ilmiah untuk mengumpulkan data yang valid dan reliable untuk membuat keputusan tentang kurikulum yang sedang berjalan atau telah dijalankan.
Evaluasi kurikulum ini dapat mencakup keseluruhan kurikulum atau masing-masing komponen kurikulum seperti tujuan, isi, atau metode pembelajaran yang ada dalam kurikulum tersebut.Secara sederhana evaluasi kurikulum dapat disamakan dengan penelitian karena evaluasi kurikulum menggunakan penelitian yang sistematik, menerapkan prosedur ilmiah dan metode penelitian. Perbedaan antara evaluasi dan penelitian terletak pada tujuannya. Evaluasi bertujuan untuk menggumpulkan, menganalisis dan menyajikan data untuk bahan penentuan keputusan mengenai kurikulum apakah akan direvisi atau diganti. Sedangkan penelitian memiliki tujuan yang lebih luas dari evaluasi yaitu menggumpulkan, menganalisis dan menyajikan data untuk menguji teori atau membuat teori baru.
sistem pendidikan yang komperehensif dan sistematis. Oleh karenanya, perlu adanya kajian tersendiri dalam pengembangan kurikulum.
Seiring dengan berkembangnya zaman yang semakin hari semankin menunjukan eksistensinya, hal ini berdampak pula pada perkembangan kurikulum. Oleh karena itu, kurikulum saat ini banyak mengalami perubahan dan pengembangan. Betapun demikian, semua tujuan adalah untuk menyesuaikan dengan kondisi peserta didik.
Selama ini model kurikulum yang berlaku adalah model kurikulum yang bersifat akademik. Kurikulum yang demikian cenderung terlalu berorientasi pada isi atau bahan pelajaran. Berdasarkan hasil beberapa penelitian ternyata model kurikulum yang demikian kurang mampu meningkatkan kemampuan anak didik secara optimal. Hal ini terbukti dari rendahnya kualitas pendidikan kita dibandingkan dengan negara lain. Sebagai contoh bahwa di beberapa negara Asean menunjukkan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada pada tingkat terendah, untuk mata pelajaran matematika berada pada urutan ke 32 pada tingkat SMP. Bukti ini hanya sebagian kecil saja dari keterpurukan output pembelajaran yang selama ini dikembangkan berdasarkan kurikulum akademik yang berlaku.
Dampak lain dari implementasi kurikulum akademik ini ternyata tidak mampu memberikan nilai etika, moral, dan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan siswa dimanapun ia berada. Maka dengan adanya evaluasi diharapkan dapat memperbaiki aspek-aspek diatas sehingga model kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja prinsip-prinsip Evaluasi Kurikulum ?
2. Bagaimana bentuk-bentuk Evaluasi Kurikulum ?
3. Apa saja langkah-langkah dalam perumusan Evaluasi Kurikulum ?
4. Bagaimana korelasi kompetensi dan tujuan dengan Evaluasi Kurikulum ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Prinsip-prinsip Evaluasi Kurikulum
Tujuan evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan, indikator kinerja yang akan dievaluasikan merupakan efektivitas program.
Dalam sebuah evaluasi harus berpatokan pada kurikulum atau silabus dan dirancang secara jelas yaitu apa yang harus dinilai, materi penilaian, alat penilai, dan interpretasi hasil penilaian.
Program evaluasi kurikulum didasarkan atas prinsip-prinsip sebagai berikut1 :
1. Evaluasi kurikulum didasarkan atas tujuan tertentu :
Setiap program evaluasi kurikulum terarah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara jelas dan spesifik. Tujuan-tujuan itu pula yang mengarah kegitan-kegiatan sepanjang proses evaluasi kurikulum itu dilaksanakan. 2. Evaluasi kurikulum harus bersifat objektif :
Pelaksanaan dan hasil evaluasi kurikulum harus bersifat objektif , berpijak pada pada apa adanya dan bersumber dari data yang nyata dan akurat yang diperoleh melalui instrument yang terandalkan.
3. Evaluasi kurikulum bersifat komprehensif :
Pelaksanaan evaluasi mencakup semua dimensi atau aspek yang terdapat dalam ruang lingkup kurikulum. Seluruh komponen kurikulum harus mendapatkan perhatian dan pertimbangan secara seksama sebelum pengambilan keputusan.
4. Evaluasi kurikulum dilaksanakan secara kooperatif (kerjasama) :
Tanggung jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, dan keberhasilan suatu program evaluasi kurikulum merupakan tanggung jawab bersama
pihak yang terlibat dalam proses pendidikan seperti guru, kepala sekolah, penilik, orang tua, bahkan siswa sendiri di samping menjadi tanggung jawab utama lembaga penelitian dan pengembangan.
5. Evaluasi kurikulum harus dilaksanakan secara efisien :
Pelaksanaan evaluasi kurikulum harus memperhatikan factor efisiensi, khususnya dalam penggunaan waktu, biaya, tenaga, peralatan yang menjadi unsur penunjang, dan oleh karenanya harus diupayakan agar hasil evaluasi lebih tinggi atau paling tidak berimbang dengan material yang digunakan. 6. Evaluasi kurikulum dilaksanakan secara berkesinambungan :
Hal ini perlu mengingat tuntutan di dalam dan diluar system sekolah yang meminta diadakannya perbaikan kurikulum. Untuk itu peran guru dan kepala sekolah sangat penting karena merekalah yang paling mengetahui tentang keterlaksanaan dan keberhasilan kurikulum serta permasalahan yang dihadapi.
B. Bentuk-bentuk Evaluasi Kurikulum2
1. Penilaian Formatif (Monitoring)
Kegiatan monitoring terhadap pelaksanaan kurikulum pada dasarnya dimaksudkan untuk mengetahui sampai di mana kurikulum baru itu telah dilaksanakan di sekolah-sekolah dan persoalan-persoalan apa ang dirasakan di dalam melaksanakan kurikulum tersebut. Dengan kata lain, kegiatan monitoring ini sebenarnya merupakan kegiatan mengikuti jalannya pelaksanaan kurikulum di sekolah pada tahun-tahun permulaan ditetapkannya kurikulum tersebut. Berikut adalah bentuk penulaian formatif :
1. Dilaksanakan pada saat berlangsungnya suatu program
2. Tujuan utamanya memperbaiki kelemahan sesegera mungkin, build in dalam pelaksanaan program
3. Dilaksanakan secara kontinu agar objektif dan komprehensif
2 Isna Hanifah, “Bentuk Evaluasi Kurikulum”, Istana Isna, diaskes dari
4. Hasilnya segera disusun dan digunakan dalam program selanjutnya
5. Alat penilaian : observasi, wawancara, tes
6. Penilai : pengajar/pelatih, kepala diklat, supervisor, tim penilai khusus
7. Segi yang dinilai : pelaksanaan pengajaran, penilaian, bimbingan, administrasi, penggunaan sumber belajar, sarana pendidikan, dll.
2. Penilaian Sumatif
1. Dilaksanakan setelah selesainya suatu program
2. Tujuan utamanya menilai keberhasilan suatu program dilihat dari tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
3. Aspek yang dinilai terutama produk atau hasil dari program
C. Langkah-langkah dalam Evaluasi Kurikulum
Dalam mengevaluasi kurikulum terdapat dua langkah yang harus dilakukan di dalamnya3
1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan pada dasarnya menentukan apa dan bagaimana penilaian harus dilakukan. Artinya, perlu rencana yang jelas mengenai kegiatan penilaian termasuk alat dan sarana yang diperlukan. Ada beberapa langkah yang harus dikerjakan dalam tahap persiapan ini, yakni;
Menyusun Term Of Reference (TOR) penilaian, sebagai rujukan
pelaksanaan penilaian. Dalam TOR ini dijelaskan target dan sasaran penilaian, lingkup atau objek yang dinilai, organisasi yang menangani penilaian serta biaya pelaksanaan penilaian.
Klasifikasi, artinya mengadakan penelaahan perangkat evaluasi seperti
tujuan yang ingin dicapai, isi penilaian, strategi yang digunakan, sumber data, instrument dan jadwal penilaian.
3 Abdul Muiz, “ Pemantauan Kurikulum”, Amcreative’s Blog, diakses dari
Uji coba penilaian (Try-out), yakni melaksanakan teknik dan prosedur
penilaian di luar sample penilaian. Tujuan utama adalah untuk melihat keterandalan alat-alat penilaian dan melatih tenaga penilai termasuk logistiknya, agar kualitas data yang kelak diperoleh lebih meyakinkan.
2. Tahap Pelaksanaan
Setelah uji coba dilaksanakan dan perbaikan /penyempurnaan prosedur, teknik serta instrumen penelitian, langkah berikutnya adalah melaksanakan penilaian. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan ini antara lain;
Pengumpulan data di lapangan artinya melaksanakan penilaian melalui
instrumen yang telah dipersiapkan terhadap sumber data sesuai dengan program yang telah direncanakan.
Menyusun dan mengolah data hasil penilaian baik data yang dihasilkan
berdasarkan persepsi pelaksana kurikulum dan kelompok sasaran kurikulum maupun data berdasarkan hasil amatan dan monitoring penilai.
Menyusun deskripsi kurikulum tersebut, berdasarkan data informasi
yang diperoleh dari hasil penilaian.
Menentukan judgment terhadap deskripsi kurikulum berdasarkan criteria
tertentu yang telah ditentukan.judgment dapat menggunakan dua macam logika yakni logika vertical dan horizontal.
Pembahasan dan pengukuhan hasil- hasil penilaian dalam satu pertemuan
D. Hubungan Kompetensi dan Tujuan dengan Evaluasi
Evaluasi tujuan dan kompetensi yang diharapkan dicapai oleh setiap anak yang sesuai dengan visi dan misi lembaga. Dalam evaluasi kurikulum seperti ini maka pokok yang akan dinilai adalah aspek tujuan atau kompetensi yang diharapkan dalam dokumen kurikulum4, yaitu mencakup :
1. Apakah kompetensi yang harus dicapai oleh setiap anak didik sesuai dengan misi dan visi sekolah.
2. Tujuan dan kompetensi itu mudah dipahami oleh setiap guru. Sebagai suatu dokumen, kuriulum tidak akan memiliki makna apa-apa tanpa diimplementasikan oleh guru. Maka guru perlu memahami mengenai kompetensi yang diharapkan oleh lembaga pendidikan.
3. Apakah tujuan dan kompetensi dirumuskan dalam kurikulum sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.
E. Rumusan Evaluasi Kurikulum dalam Pelaksanaan Kurikulum di Kelas
Pada dasarnya evaluasi kurikulum dapat dipandang dari konteks mikro dan makro serta fungsinya. Dari sudut pandang makro berarti evaluasi kurikulum ditujukan pada program kurikulum secara keseluruhan dalam suatu institusi atau kelembagaan. Di mana prosesnya akan terukur dari setiap penyelenggaraaan program kurikulum untuk setiap mata pelajaran yang dikembangkan dalam pembelajaran. Sedangkan dalam konteks mikro berarti evaluasi kurikulum ditujukan pada upaya perbaikan pembelajaran pada tingkat kelas, di mana hasilnya dapat berupa kualitas pembelajaran dan kualitas output atau keluaran hasil pembelajaran berupa keterampilan dan kecapakan siswa.
Ditinjau dari fungsi evaluasi, maka evaluasi kurikulum dapat berfungsi untuk :
a. Perbaikan, dimana evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki isi program, pelaksanaan, dan evaluasi itu sendiri, serta upaya kearah inovasi kurikulum masa yang akan datang.
b. Penempatan, dalam arti evaluasi kurikulum ditujukan untuk melihat hasil pembelajaran , dimana peserta didik yang mengikuti program kurikulum dalam bentuk pembelajaran akan dipetakan dalam kelompok tinggi, sedang dan rendah. Hal ini sangat penting guna menilai dan mengembangkan kualitas dan kesesuaian kurikulum dengan klebutuhan peserta didik.
c. Penyebaran, evaluasi kurikulum dilaksanakan dalam rangka memberikan perlakukan secara merata pada setiap satuan pendidikan dan jenjang pendidikan untuk semua daerah baik perkotaan, pedesaan bahkan daerah terpencil sekalipun. Tujuannya agar kurikulum yang baru seperti KBK betul-betul teruji oleh semua kondisi dan karakteristik sistem pembelajaran sebagai wujud implementasinya di lapangan.
d. Penelitian dan Pengembangan, evaluasi kurikulum dilaksanakan guna melihat dampak atau perubahan-perubahan yang terjadi dimasyarakat, apakah kurikulum tersebut dapat diterima atau masih perlu direvisi bahkan dikembangkan. Hal ini sangat penting guna mengontrol implementasi KBK diseluruh tanah air.
Dari keempat fungsi evaluasi kurikulum diatas, maka dapat terlihat jika salah satunya dilaksanakan, maka akan menuntut langkah atau fungsi yang lainnya untuk dilakukan juga. Hal ini memungkinkan terjadi karena jika dikembalikan pada pemahaman kurikulum sebagai suatu sistem, dengan demikian pelaksanaan evaluasi kurikulum juga harus berbasis sistemik.
Secara lebih khusus bentuk pelaksanaan evaluasi kurikulum dapat dilakukan pada kategori sebagai berikut :
A. Evaluasi terhadap komponen kurikulum
Karena melalui pembelajaranlah semua komponen kurikulum dalam arti kurikulum aktual dapat terlihat dengan jelas dan dirasakan oleh peserta didik.
B. Evaluasi terhadap isi program kurikulum
Evaluasi dilaksanakan terhadap semua isi program, baik menyangkut keluasan dan kedalaman isi Scope dan Sequence. Hal ini sangat penting guna memetakkan program yang proporsional antara jenjang pendidikan dasar, menengah, lanjutan dan mungkin pendidikan tinggi. Isi program dikaitkan dengan filsafat kurikulum yang dewasa ini menggunakan konsep life skill sebagai tujuan yang harus betul-betul memberikan perubahan perilaku pada kehidupan peserta didik.
C. Evaluasi terhadap strategi belajar mengajar.
Sebagai suatu pedoman bagi guru, kurikulum juga seharusnya memuat petunjuk sehingga bagaimana cara pelaksanaan atau cara mengimplementasikan kurikulum di dalam kelas. Sejumlah kriteria yang dapat diajukan untuk menilai pedoman strategi belajar mengajar, diantaranya:
a. apakah strategi pembelajaran dirumuskan sesuai dan dapat mendukung untuk berhasilan pencapaian kompetensi pendidikan.
b. Apakah strategi pembelajaran yang diusulkan dapat mendorong aktivitas dan minat siswa untuk belajar?
c. Bagaimanakah keterbacaan guru terhadap pedoman pelaksanaan strategi pembelajaran yang disusulkan?
d. Apakah strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan siswa?
e. Apakah strategi pembelajaran yang dirumuskan sesuai dengan alokasi waktu.
Sisi kedua dari kurikulum adalah pelaksanaan atau implementasi kurikulum sebagai program. Beberapa kriteria yang dijadikan pedoman sebagai berikut :
1. Apakah implementasi kurikulum yang dilaksanakan oleh guru sesuai program yang direncanakan?
2. Apakah setiap program yang direncanakan dapat dilaksanakan oleh guru?
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam merumuskan suatu evaluasi tentunya tidak sembarang, ada alur-alur atau ketentuan yang harus diketahui oleh para evaluator. Berikut adalah kesimpulan dari evaluasi kurimulum, yakni :
1. Prinsip-prinsip evaluasi, meliputi enam hal yaitu a. Evaluasi kurikulum didasarkan atas tujuan tertentu b. Evaluasi kurikulum harus bersifat objektif
c. Evaluasi kurikulum bersifat komprehensif
d. Evaluasi kurikulum dilaksanakan secara kooperatif e. Evaluasi kurikulum harus dilaksanakan secara efisien f. Evaluasi kurikulum dilaksanakan secara berkesinambungan 2. Bentuk-bentuk Evalusi Kurikulum
Dalam evaluasi kurikulum terdapat dua bentuk yaitu penilaian formatif dan sumatif. Penilaian formatif yaitu bentuk evaluasi atau penilaina kurikulum yang baru terlaksana (jangka pendek) yang kemudian langsung di evaluasi guna memperbaiki implementasi kurikulum agar lebih efektif dan efesien. Sedangkan, penilaian sumatif yaitu penilaian atau evaluasi kurikulum yang sudah berjalan dalam jangka waktu yang lama. Dalam evaluasi ini membahas secara keseluruhan implementasi kurikulum.
3. Langkah-langkah Evaluasi Kurikulum
b. Tahap pelaksanaan, setelah tahap persiapan sudah terpenuhi maka evaluator melaksanakan tahap pelaksanaan yaitu melakukan serangkaian kegiatan dalam evaluasi kurikulum.
4. Hubungan Kompetensi dan tujuan dengan Evaluasi Kurikulum
Evaluasi tujuan dan kompetensi yang diharapkan dicapai oleh setiap anak yang sesuai dengan visi dan misi lembaga. Dalam evaluasi kurikulum seperti ini maka pokok yang akan dinilai adalah aspek tujuan atau kompetensi yang diharapkan dalam dokumen kurikulum.
5. Rumusan Evalusai Kurikulum dalam pelaksanaan di kelas
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Hamalik, Oemar . 1993. Evaluasi Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Abdul Muiz, “ Pemantauan Kurikulum”, Amcreative’s Blog, diakses dari
http://amcreative.wordpress.com/pemantauan-kurikulum/, pada tanggal 17 Mei 2014 pukul. 22.01 wib
Isna Hanifah, “Bentuk Evaluasi Kurikulum”, Istana Isna, diaskes dari http://istana-isna.blogspot.com/2009/05/bentuk-evaluasi-kurikulum.html , pada tanggal 17 Mei 2014 pukul. 22.00 wib