• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah

Kebutuhan akan sistem yang dinamis dan scalable mendorong banyak perusahaan

menerapkan berbagai teknologi informasi. Segala jenis industri berlomba untuk memaksimalkan peran teknologi informasi untuk mendukung pengembangan produk yang akan mereka tawarkan kepada pelanggan.

Demikian juga dengan industri perbankan, dukungan teknologi informasi menjadi sangat vital. Teknologi Informasi yang cepat dan dinamis menjadi salah satu kunci sukses pada era traksaksional sekarang ini. Layanan transaksi yang luas dan cepat semakin meningkat dan sudah menjadi layanan wajib.

Disamping itu, kebutuhan time to market yang semakin kecil untuk

produk/layanan baru juga menjadi kunci sukses dalam persaingan bisnis perbankan saat ini. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kesiapan akan Teknologi Informasi adalah kunci dasar.

PT Bank Maybank Indonesia menyadari hal tersebut diatas. Untuk itu perusahaan mengembangkan infrastruktur Teknologi Informasi yang bertujuan untuk menjawab kebutuh pasar yang terus berkembang . Enterprise Service Bus (ESB) adalah salah satu sistem yang dibangun oleh PT Bank Maybank Indonesia untuk menangani traksaksi realtime online. ESB memainkan banyak peran dalam menangani proses operasional dan pengembangan produk/layanan perbankan bagi

(2)

2

Bank Maybank Indonesia. Untuk itu, sistem ini harus handal, dinamis dan

scalable.

Menurut Ilya Krutov (2012), aplikasi transaksional seperti Enterprise Serice Bus (ESB) diharapkan untuk dapat beroperasi setiap waktu; down time yang sangat

kecil dan akurat dalam pencatatan transaksi. Penelitian yang dilakukan oleh ITIC (Information Technology Intelligence Consulting) pada tahun 2014 menunjukkan bahwa perusahaan dengan aplikasi transaksional seperti ESB mengharapkan up-time sebesar 99,9% atau lebih. Data ini menunjukkan bahwa down time maksimal

yang dapat diterima dalam setahun adalah 8,76 Jam.

Pasca Implementasi ESB pada PT Bank Maybank Indonesia pada buan September 2014, aplikasi ini telah mengalami beberapa kali down time yang cukup lama karena berbagai masalah yang belum diantisipasi. Insiden down time pertama

terjadi pada Februari 2015, dimana ESB gagal melakukan transaksi karena data terlalu besar pada Database Management System (DBMS). Aplikasi transaksional

seperti ESB memiliki karakter data yang bertumbuh sangat cepat. Pertumbuhan data yang cepat ini belum diantisipasi oleh PT Bank Maybank Indonesia pada awal implementasi aplikasi tersebut. Hal ini mengakibatkan ESB mengalami

down time lebih dari 6 jam.

Demikian juga pada pertengahan oktober 2015, ESB mengalami gagal transaction logging selama lebih dari 12 jam, yang pada ahirnya mengakibatkan down time

lebih dari 3 jam. Permasalahan juga terjadi akibat penanganan data aplikasi yang belum optimal. Lama down-time yang masih tinggi dan pencatatan transaksi yang

(3)

3

belum mencapai akurasi pada 99,99% tentu menjadi persoalan yang harus diselesaikan oleh perusahaan. Kedua hal ini menjadi permasalahan utama yang setiap saat bisa menjadi penyebab kerugian financial bagi perusahaan.

Gambar 1:1 Downtime Sistem ESB

Sumber : Data Bank Maybank Indonesia (2015) Dari grafik diatas terlihat bahwa availability ESB belum mencapai harapan untuk aplikasi transaksional seperti ESB.

Disamping downtime, response time untuk aplikasi transaksional seperti ESB ini

juga menjadi sangat penting. ESB sendiri dari data transaksi yang diperoleh peneliti hingga November 2015; memiliki response time rata-rata sebesar 2.9 detik.

1.2

Rumusan Masalah

Manajemen PT Bank Maybank Indonesia masih mengalami kesulitan untuk mengukur kinerja ESB. Hal ini terjadi karena belum ada metode pengukuran yang dibentuk oleh perusahaan. Untuk itu, perlu dikembangkan satu metode

30 30 0 0 0 720 180 0 30 0 180 0 30 360 0 100 200 300 400 500 600 700 800 Se p -1 4 O kt -1 4 N o v-1 4 D es -1 4 Ja n -1 5 Fe b -1 5 M ar -1 5 A p r-15 M ei -1 5 Ju n -1 5 Ju l-15 A gu -1 5 Se p -1 5 O kt -1 5

(4)

4

pengukuran kinerja sistem ESB pada PT Bank Maybank Indonesia. Dengan adanya alat pengukuran yang baku, akan membantu manajemen perusahaan untuk mengontrol sistem tersebut, sehingga ESB dapat diperbaiki secara berkelanjutan untuk memenuhi harapan dari manajemen dalam melakukan peran sebagai

middleware untuk layanan transaksional.

1.3

Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan uraian pada latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka dapat ditentukan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan implementasi

Sistem ESB?

2. Apa saja indikator-indikator yang mempengaruhi kinerja Sistem ESB? 3. Apa model pengukuran kinerja sistem yang dapat diaplikasikan untuk

mengukur kinerja ESB dan Seberapa baik kinerja ESB?

1.4

Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan implementasi Sistem ESB.

2. Menentukan indikator-indikator yang mempengaruhi kinerja Sistem ESB.

3. Menentukan model yang mampu menjelaskan secara praktis kinerja

(5)

5

1.5

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat, antara lain :

1. Bagi Bank Maybank Indonesia

a. Menghasilkan alat ukur kinerja ESB yang dapat digunakan dimasa

mendatang.

b. Memberikan informasi keinerja ESB.

2. Bagi peneliti

a. Sebagai media untuk mengaplikasikan kemampuan yang dimiliki secara teoritis dan menambah wawasan mengenai Teknologi Informasi perbankan.

b. Sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan tingkat Strata-2 di Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada.

3. Bagi Akademis

a. Menjadi tambahan Analisis empiris terhadap manajemen

Teknologi Informasi.

b. Memberikan tambahan wawasan dan referensi dalam bidang

Manajemen Teknologi Informasi.

1.6

Batasan Penelitian

Dalam penelitian ini, perlu diberikan pembatasan pokok masalah yaitu :

a. Penelitian ini menganalisis kinerja ESB dengan metode IT Balance Scorecard (BSC).

(6)

6

b. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan Bank Maybank

Indonesia yang berinteraksi langsung dengan ESB, antara lain Dept. FED (Front End Development), Departement Back End (Core Banking), Dept.

EBG (Electronic Banking Group), IT Project Management, Dept.

Coolbanking, Dept. Information Security, Call Center dan Dept. Operation.

1.7

Sistematika Penulisan

Tesis ini ditulis dalam lima bab, yang antara lain : Bab I. Pendahuluan

Bab ini berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian serta sistematikan penulisan.

Bab II. Landasan Teori

Bab ini berisi dasar teori yang berkaitan dengan sistem informasi manajemen, dengan topic manajemen proyek.

Bab III. Gambaran Umum Perusahaan

Bab ini berisi uraian secara umum tentang kondisi perusahaan, struktur organisasi, bidang usaha, dan sistem ESB.

(7)

7

Bab ini berisi tentang analisis harapan karyawan Bank Maybank Indonesia pada implementasi sistem ESB pada Bank Maybank Indonesia kemudian dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pasca impelentasi.

Bab V. Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi kesimpulan dari penelitian dan saran-saran perbaikan yang diberikan untuk peningkatan kualitas ESB pada Bank Maybank Indonesia, terutama di depatemen Front End Development (FED) sebagai depatemen yang mengelola ESB.

Gambar

Gambar 1:1 Downtime Sistem ESB

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, maka komunikasi penyuluhan yang dilakukan baik dari segi teknik, bahasa, dan sarana yang digunakan harus disesuaikan dengan daya nalar masyarakat yang dilihat

Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Puguh Harianto sebagai Ketua Pelaksana yaitu tugas dari dua divisi ini hampir sama dan sesuai dengan keputusan dari DPM agar

Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Islam "Ibnu Sina" Yarsi Sumbar Bukittinggi menunjukkan bahwa 54,7% perawat memiliki kecendrungan turnover, dari

Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,04 persen, minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,09 persen, serta makanan

value Teks default yang akan dimunculkan jika user hendak mengisi input maxlength Panjang teks maksimum yang dapat dimasukkan. emptyok Bernilai true jika user dapat tidak

Sebelumnya dikatakan bahwa Kecamatan Reok lolos untuk menjadi Pusat Kegiatan Lokal dikarenakan memiliki pelabuhan kelas III dan jalan areteri yang mendukung

Lokasi tersebut dipilih secara purposif dengan alasan (a) ja- lan lintas Papua merupakan jalan yang mengikuti garis perbatasan antara Indonesia dan Papua New Guinea

1.1 PERSIAPAN YANG PERLU DIPERHATIKAN Ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan sebagai seorang pengajar sebelum mengakses E-learning UPU diantaranya yaitu