28
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Obyek Penelitian
Yang menjadi objek penelitian adalah sarjana yang sudah lulus dalam perkuliahan yang di tempuh di mercubuana serta telah mendapatkan gelar sarjana pada Program kelas karyawan Universitas Mercu Buana.
Program kelas karyawan Universitas Mercu Buana merupakan program perkuliahan yang di laksanakan pada hari sabtu dan minggu serta melalui elearning dan tatap muka di malam hari kerja, sehingga memberikan waktu yang lebih akomodatif terhadap mereka yang berkuliah sambil bekerja walaupun tidak semua mahasiswa sudah bekerja, dimana jadwal perkuliahan tidak berbenturan dengan jam kerja para mahasiswanya. Program perkuliahan ini meliputi beberapa jurusan yang salah satunya S1 Manajemen.
3.1.1 Lokasi Penelitian
Dalam penulisan Skripsi ini penulis melakukan penelitian di lingkungan pendidikan tempat penulis yaitu di jurusan manajemen fakulas ekonomi program kelas karyawan Universitas Mercu Buana (UMB) yang berada Jl.Meruya Selatan Kembangan, kebon jeruk Jakarta, khususnya mereka yang
telah lulus dan mendapatkan gelar S1. Para lulusan ini telah bekerja dan tersebar di berbagai perusahaan yang ada di jakarta atau di daerah lain.
Visi Universitas Mercu Buana
a. Menjadi Universitas Unggul dan terkemuka untuk menghasilkan tenaga professional yang memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat dalam persaingan global.
Misi Universitas Mercu Buana
a. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan menciptakan serta menerapkan keunggulan akademik untuk menghasilkan tenaga professional dan lulusan yang memenuhi standar kualitas kerja yang disyaratkan.
b. Menerapkan manajemen pendidikan tinggi yang efektif dan efisien dan mengembangkan jaringan kerjasama dengan industri dan kemitraan yang berkelanjutan sebagai respon atas perubahan arus dan daya saing global.
c. Mengembangkan kompetensi dan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan etika professional kepada para mahasiswa dan staf yang memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup.
3.2 Desain Penelitian
Dalam penelitian ini, digunakan desain penelitian yaitu jenis penelitian kausal regresi linier dengan variabel intervening yang merupakan hubungan bertingkat.Variabel X (Pendidikan) merupakan variabel independen, variable M (Kinerja) sebagai variabel intervening dan variabel dependen variabel Y (Pengembangan Karir).
Menurut Tuckman (dalam Sugiyono, 2007) variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.Variabel ini merupakan variabel penyela antara variabel independen dengan variabel dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.Dalam hal ini variabel interverning dapat menjadi dependent dan kemudian menjadi variabel independentnya.
3.3 Hipotesis
Menurut Sugiyono (2009:221) hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
Pengujian secara hipotesis bertujuan untuk melihat pengaruh antara variable-variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Perumusan hipotesis dalam
skripsi ini adalah bahwa diduga pendidikan mempengaruhi pengembangan karir pada lulusan program studi manajemen Universitas Mercu Buana dengan kinerja sebagai variable intervening.
3.4 Variabel dan Skala Pengukuran
Dalam buku Pengantar Statistika (2005:6) Variabel adalah karakteristik atau ciri-ciri yang terdapat pada elemen-elemen objek penelitian. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a. Variabel (X)
Variabel (X) yang merupakan independen variable dalam penelitian ini adalah Tingkat Pendidikan, yang jenisnya adalah variable
dummy.Variabel Dummy adalah variabel yang merepresentasikan kuantifikasi dari variabel kualitatif. Variabel ini bukan jenis lain dari variabel dependen-independen, namun menunjukkan sebuah variabel yang nilainya telah ditentukan oleh peneliti. Donald Cooper dan Pamela Schindler (2000) Variabel tingkat pendidikan telah di dummy dengan tiga kategori yakni lulus, belum lulus dan tidak lulus.
Interpretasi :
Jika D1 = 0, D2 = 0 Tidak lulus Jika D1 = 1, D2 = 0 Lulus
Tabel 3. 1
Variabel ( X ) Sub variabel Skala
Tingkat Pendidikan :
Lulus Nominal
Belum lulus Nominal
Tidak Lulus Nominal
b. Variabel (M)
Variabel (M) adalah variabel intervening variable dalam penelitian yaitu Kinerja, dengan indikator :
Tabel 3. 2
Variabel ( M ) Sub variabel Indikator Skala
Kinerja : kostribusi individu (karyawan) kepada organisasi tempat mereka bekerja Sikap Kerja
Pengetahuan pekerjaan adalah keterampilan dan informasi praktis/teknis yang
digunakan pada pekerjaan. karyawan bisa diandalkan atas penyelesaiandan tindak lanjut tugas
Kehadiran adalah sejauh mana karyawan tepat waktu
Ordi-nal
c. Variabel (Y)
Variabel (Y) dalam penelitian ini adalah Pengembangan karir karyawan, dengan indikator :
Tabel 3. 3 hasil
pekerjaan
Kualitas kerja adalah akuransi, ketelitian,dan bisa diterima atas pekerjaan yangdilakukan Produktivitas adalah kuantitas dan efisiensi kerja yang dihasilkan dalam periode waktutertentu
Kemandirian adalah sejauh mana pekerjaan yang dilakukan dengan atau tanpa pengawasan
Ordi-nal
Variabel (Y ) Sub variabel Indikator Skala
Pengembangan Karir : adalah suatu peningkatan status seseorang dalam suatu organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan Perencanaan karrir (individual)
Kemampuan Potensi diri merencanakan dan
mengimplementasikan tujuan karirnya sendiri (cereer planning)
Individual Counseling, Latar Belakang Pendidikan membantu karir bagi pribadi-pribadi secara khusus
Pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pilihan pekerjaan
Kepuasan seseorang terhadap organisasi
Ordi-nal
Dalam buku Pengantar Statistika (2005:7) Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala ordinal yaitu skala yang didasarkan pada ranking/urutan/jenjang, tidak mempunyai arti mutlak. Data hanya menunjukkan yang lebih tinggi atau yang lebih rendah.Dalam hal ini kode urutan mempunyai arti. Di samping itu ada juga yang berskala nominal yakni angka tidak menyatakan nilai hanya sebagai lambing.
3.5 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penulisan skripsi ini dilakukan studi lapangan yakni dengan kuesioner. Kuesioner adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan (angket) atau daftar isian terhadap objek yang diteliti (populasi atau sampel). (Iqbal Hasan, 2006:24)
Adapun tujuan dari diadakan kuesioner ini adalah untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan survey yaitu untuk mengetahui
Manajemen Karir (organisasi)
Rekrutmen dan seleksi
Pelatihan yang telah diikuti karyawan
Pengembangan karyawan dalam organisasi
Proyeksi kedepan dan rencana suksesi.
Penempatan di luar untuk mengurangi turnover
Perhatian untuk jenis keahlian tertentu
Ordi-nal
Alasan digunakan metode kuesioner dalam penelitian ini adalah karena responden adalah orang-orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri, sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan benar sebab materi yang diungkap lebih bersifat pribadi. Di samping itu juga hemat waktu.
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Dengan menggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi dimensi, dimensi dijabarkan menjadi sub variabel kemudian sub variabel dijabarkan lagi menjadi indikator-indikator yang dapat diukur dan dijadikan titik tolak untuk membuat item instrumen berupa pertanyaan yang perlu dijawab oleh responden yang tertuang didalam kuesioner. (Riduwan, 2005:12)
Kuesioner dianalisis dengan memberikan nilai dari hasil kuesioner berdasarkan Skala Likert dengan bobot nilai sebagai berikut:
Instrumen Skala Likert
tabel 3. 4 Jawaban Skor Sangat setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Netral (N) 3 Tidak setuju (TS) 2
3.6 Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer ini juga disebut data asli atau data baru. (Iqbal Hasan, 2006:19)
Data primer yang digunakan oleh penulis diambil dari para responden yang mengisi kuesioner.
3.7 Populasi dan Sampel
Populasi merupakan jumlah keseluruhan objek, kelompok yang sudah ditentukan karakteristiknya dengan jelas, baik itu kelompok orang, objek, atau kejadian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2009 : 61). Sampel merupakan bagian dari populasi yang paling tidak mempunyai satu ciri yang sama dengan populasinya untuk mewakili populasi.
Didalam penelitian ini peneliti mengambil populasi 125 orang mahasiswa dan lulusan strata satu manajemen program kelas karyawan Universitas Mercu Buana program jurusan ekonomi manajemen. Mengingat sebaran dan variasi populasi maka penulis mengambil metode sampel acak agar kesempatan semua anggota populasi pempunyai peluang yang sama untuk di pilih sebagai sampel. Metode ini menggunakan tabel acak guna memilih sampel yang terlebih dahulu sudah di urutkan. Untuk menentukan jumlah sampel 92 di gunakan tabel Stephen Isaac dan Michael Wiliam B.
tabel di tulis dengan rumus seperti di bawah ini :
dengan : λ2
dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, 10 % N = Jumlah Populasi
P = Q = 0,5 d = 0,05
3.8 Metode Analisis Data
Menurut Lexy J. Moleong (2000) dalam buku Analisis Data Penelitian dengan Statistik (2006:29), analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Analisis data adalah alat yang digunakan dalam menganalisis dan menguji hipotesis yang dikemukakan. Guna memudahkan penelitian terhadap data yang terkumpul, maka metode analisis data yang digunakan yaitu:
3.8.1 Uji Validitas
Uji validitas adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen (kuesioner) yang digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas ini
dilakukan untuk mengetahui apakah item-item yang tersaji dalam kuesioner benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti.
Uji validitas ini diperoleh dengan cara mengkorelasi setiap skor indikator dengan total skor indikator variabel, kemudian hasil korelasi dibandingkan dengan nilai kritis pada taraf siginifikan 0,05. Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.
Dimana:
r = Koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat n = Banyaknya sampel
x = Skor tiap item y = Skor total variabel
3.8.2 Uji Reliabilitas
Sedangkan uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya, atau dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai hasil yang konsisten apabila digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda. Untuk uji reliabilitas digunakan Teknik Alpha
2 2 2 2 y) ( y n x) ( x n y) x)( ( xy n r
Cronbach, dimana suatu instrumen dapat dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0,6 atau lebih.
Rumusnya : 2 2 11 στ σb 1 1 k k r Dimana: N N x x 2 2 r11 = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyan
2
b = jumlah varians butir
2
t = jumlah varians total
3.9 Teknik Analisa Data
Dengan bantuan SPSS 17 dilakukan pengujian dengan teknik analisa data sebagai berikut
3.9.1 Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual
yang terdistribusi normal.Uji normalitas dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov Smirnov.Dengan uji ini apabila Asymp.Sig. (2-tailed) > 0.05, maka data tersebut berdistribusi normal dan begitu juga sebaliknya.
3.9.2 Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah datamengalami penyimpangan atau tidak.Uji ini dilakukan sebelum melakukan analisa regresi.
Uji asumsi klasik terdiri dari: a. Uji heteroskedastisitas
Pengujian heteroskedastisitas menggunakan gambar grafik scatterplot
SPSS 17, yang menunjukkan bahwa titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas.
3.9.3 Analisis Regresi Linier
kuat tidaknya pengaruh sebab akibat ini dapat diukur dengan menggunakan regresi linier sederhana.Menurut Sugiyono (2009 : 261), adapun persamaannya adalah sebagai berikut:
a. Perhitungan
Untuk mengetahui pengaruh langsung tingkat pendidikan terhadap pengenbangan karir.
Y = a + b1X + e1 ...(1) Dimana :
Y = Pengembangan karir
X = independent variable yaitu Tingkat Pendidikan a = nilai konstanta variabel Y
b1 = koefisien regresi dari X
e1 = faktor lain yang mempengaruhi dan berada di luar variabel penelitian.
3.9.4 Analisis Jalur (Path Analysis)
Untuk menguji pengaruh variabel intervening digunakan metode analisis jalur (Path Analysis). Analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi linear berganda, atau analisis jalur adalah penggunaan analisis regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel (model causal atau sebab akibat) yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori.
Analisis jalur sendiri tidak dapat menentukan hubungan sebab-akibat dan juga tidak dapat digunakan sebagai substitusi bagi peneliti untuk melihat hubungan kausalitas antar variabel.Hubungan kausalitas antar variabel telah dibentuk dengan model berdasarkan landasan teoritis. Apa yang dapat dilakukan oleh analisis jalur adalah menentukan pola hubungan antara tiga atau lebih variabel dan tidak dapat digunakan untuk mengkonfirmasi atau menolak hipotesis kausalitas imajiner (Imam Ghozali, 210).
Gambar 3.1
Baron dan Kenny (1986) menjelaskan prosedur analisis variabel mediator secara sederhana melalui regresi. Berikut ini regresi yang kita lakukan. X adalah variabel independen, Y adalah variabel dependen dan M adalah variabel mediator .
a. X memprediksi Y.
Analisis regresi ini akan menghasilkan nilai estimasi prediktor (B). Nilai ini adalah jalur-c.Jalur ini nilainya diharapkan nilainya signifikan (p<0.05).
b. X memprediksi M.
Analisis regresi ini akan menghasilkan nilai estimasi prediktor (B). Kita namakan nilai ini dengan nama jalur-a. Jalur ini nilainya juga diharapkan nilainya signifikan (p<0.05).
c. M memprediksi Y (mengestimasi DV dengan mengendalikan IV). Kinerja Tingkat Pendidikan Pengembangan Karir Kinerja
d. Sekarang untuk menganalisis efek M dan X terhadap Y. Masukkan X dan M sebagai prediktor terhadap Y.
Analisis regresi ini akan menghasilkan dua nilai estimasi prediktor dari M dan X. Prediksi M terhadap Y jalur-b sedangkan prediksi X terhadap Y kita namakan jalur-c’ . Jalur-b nilainya diharapkan signifikan, sedangkan jalur-c’ nilainya diharapkan tidak signifikan (Danang Sunyoto, 17).
a. Mengestimasi jalur-c : Peranan X terhadap Y, didapatkan dari Regresi Y oleh M
b. Mengestimasi Jalur-a : Peranan X terhadap M, didapatkan dari Regresi M oleh X
c. Mengestimasi Jalur-b : Peranan M terhadap Y, didapatkan dari Regresi Y oleh M dan X sebagai prediktor
d. Mengestimasi Jalur -c’ : Peranan X terhadap Y, didapatkan dari Regresi Y oleh M dan X sebagai prediktor
Menurut Baron dan Kenny (1986), sebuah variabel dapat dikatakan menjadi mediator jika hasilnya seperti ini :
1. Jalur-c : signifikan 2. Jalur-a : signifikan 3. Jalur-b : signifikan 4. Jalur -c’ : tidak signifikan
3.9.5 Uji t
Uji t yaitu suatu uji untuk mengetahui signifikasi dari pengaruh
variableindependent terhadap variabledependent secara individual dan menganggap dependent yang lain konstan.
Pengujian dilakukan melalui uji t dengan membandingkan thitung (th) dengan t tabel (tt) pada 0,05. Apabila hasil perhitungan menunjukkan:
a. thitung ≥ ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
Artinya variasi variabel bebas dapat menerangkan variabel tidak bebas (variabel terikat) dan terdapat pengaruh diantara kedua variabel yang diuji. b. thitung< ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak
Artinya variasi variabel bebas tidak dapat menerangkan variabel tidak bebas (variabel terikat) dan terdapat pengaruh antara dua variabel yang diuji.
3.10 Formulasi Hipotesis
Pengujian hipotesis adalah suatu prosedur yang akan menghasilkan suatu keputusan, yaitu keputusan dalam menerima atau menolak hipotesis ini. Dalam pengujian ini, keputusan yang dibuat mengandung ketidakpastian artinya keputusan bisa benar atau salah. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H0:ρ = 0 : tidak terdapat pengaruh pendidikan terhadap pengembangan karir pada lulusan Universitas Mercu Buana.
H1:ρ ≠ 0 : terdapat pengaruh pendidikan terhadap pengembangan karir pada lulusan Universitas Mercu Buana.
H0:ρ = 0 : tidak terdapat pengaruh kinerja terhadap pengembangan karir pada lulusan Universitas Mercu Buana.
H2:ρ ≠ 0 : terdapat pengaruh kinerja terhadap pengembangan karir pada lulusan Universitas Mercu Buana.
H0:ρ = 0 : tidak terdapat pengaruh pendidikan dan kinerja terhadap
pengembangan karir secara bersama – sama pada lulusan Universitas Mercu Buana.
H3:ρ ≠ 0 : terdapat pengaruh pendidikan dan kinerja terhadap pengembangan karir secara bersama – sama pada lulusan Universitas Mercu Buana.
H0 : ρ = 0 : pengaruh pendidikan terhadap pengembangan karir pada lulusan Universitas Mercu Buana tidak di mediasi oleh kierja.
H4 : ρ ≠ 0 : pengaruh pendidikan terhadap pengembangan karir pada lulusan Universitas Mercu Buana di mediasi oleh kierja.
H0 : ρ = 0 : pengaruh pendidikan terhadap pengembangan karir pada lulusan Universitas Mercu Buana tidak di mediasi sempurna oleh kierja.
H5 : ρ ≠ 0 : pengaruh pendidikan terhadap pengembangan karir pada lulusan Universitas Mercu Buana di mediasi sempurna oleh kinerja.