• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI. 3.1 Process Flow Membuat Alternatif Solusi, Kesimpulan, Rekomendasi dan. Interview Boyzforum Members

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI. 3.1 Process Flow Membuat Alternatif Solusi, Kesimpulan, Rekomendasi dan. Interview Boyzforum Members"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

49

METODOLOGI

 

Dalam bab ini akan menguraikan bagaimana proses penelitian dari awal pengumpulan data seperti pemililihan responden, kemudian proses netnografi untuk mengumpulkan data.

3.1 Process Flow

Ya

Tidak

 

Gambar 3.1 Flow Chart Membuat Alternatif Solusi, Kesimpulan, Rekomendasi dan

Melakukan Analisa Brand Equity Menentukan Isu-isu Kiritikal Merumuskan Rumusan Masalah Interview Boyzforum Members Brainstorming Masalah Menentukan Metode Penelitian Melakukan Analisis Data Sekunder Menentukan Sample Melakukan Pengecekan Silang Temuan Melakukan Etnografi Observasi Melakukan Netnografi Melakukan In DepthInterview

Validasi Data Validasi Data

Pemilihan dan Pengelompokan

▸ Baca selengkapnya: kesimpulan membuat cilok

(2)

1.2 Metode

Penelitian

Dalam penelitian ini akan digunakan beberapa metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif dalam penelitian ini menggunakan metode netnography.

Netnography merupakan metode etnografi yang dilakukan secara online. Sedangkan

etnografi sendiri adalah metode penelitian dengan mengamati, mengobservasi perilaku konsumen secara langsung dalam keseharian mereka berinteraksi. Dengan

netnography maka penelitan, pengamatan, dan pengobservasian dilakukan secara

online, dengan mengikuti forum – forum atau mailing list, dan melakukan eksplorasi

secara mendalam dengan para membernya dengan melakukan online chatting. (Maulana, 2005)

Penelitian ini menggunakan dua metode penelitian kualitatif yaitu :

1. Online Interviews

2. Observasi dari Boyzforum

Dari elemen sense of community (SoC) yang diungkapkan oleh McMillan dan

Chavis (1986) dapat didefinisikan bahwa SoC adalah sebuah perasaan individu yang memiliki keterikatan terhadap groupnya karena persamaan kebutuhan dan peran serta aktif dalam group yang dapat memberikan manfaat kepada seluruh anggota group.

Dari pendapat yang diutarakan oleh Koh dan Kim mengenai Sense of Virtual

(3)

   

perasaan individu yang memiliki keterikatan dan pengaruh kepada komunitas

online-nya.

3.2.1 Teknik Pengumpulan Data

3.2.1.1 Sumber Data

3.2.1.1.1 Data Primer

Data primer adalah data empirik diperoleh secara langsung dari responden atau informan kunci dengan menggunakan in-depth interview dan observation) untuk mendapatkan data-data primer. Yang menjadi responden atau informan kunci didefinisikan dari :

1. Frekuensi dari anggota dalam melakukan posting 2. Seluruh anggota yang terdapat dalam Boyzforum

3.2.1.1.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui penelusuran dan penelaahan studi-studi dokumen yang terdapat di tempat penelitian dan yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti. Data-data sekunder yang digunakan banyak berasal dari data historis dari Boyzforum.

(4)

3.2.2 Teknik Analisis Data

3.2.2.1 Analisa Deskriptif

Analisis ini digunakan untuk merangkum semua data temuan yang terkumpul pada proses riset kualitatif.

 

3.2.2.2 Analisa SoC

Analisis ini digunakan untuk mengetahui komponen-komponen dari Sense of

Community yaitu konsep Sense of Community index dari David M. Chavis, Ph.D.

yang dalam penelitian diubah sesuai dengan konteks komunitas forum sepakbola. Terdiri dari pertanyaan – pertanyaan sbb :

Q1. Menurut saya bergabung dalam komunitas Boyzforum memberikan nilai tambah untuk mengekspresikan diri saya.

Q2. Saya dan para anggota ingin mendapatkan perlakuan yang sama dalam Boyzforum

Q3. Saya dan para anggota tidak memiliki pandangan yang sama terhadap kemajuan Boyzforum

Q4. Saya senang turut berpasipasi aktif dalam setiap kegiatan yang diadakan Boyzforum

Q5. Saya merasa bahwa berada dalam Boyzforum cocok dengan hobby saya

(5)

   

begitu pun sebaliknya

Q7.Saya peduli dengan pendapat para anggota tentang apa yang telah saya lakukan untuk Boyzforum

Q8. Saya mengetahui persis kemampuan saya untuk berbuat lebih banyak bagi Boyzforum

Q9. Boyzforum tidak memiliki solusi jika ada anggota yang sedang mengalami masalah

Q10. Saya merasa penting berhubungan dengan para anggota di Boyzforum

Q11.Saya berharap Boyzforum dapat berlangsung untuk jangka waktu yang lama

Q12. Saya merasa berada Boyzforum tidak memberikan hubungan emosional dengan saya

 

3.2.3 Analisa Kuantitatif

Metode kuantitatif ini dilakukan dengan cara survey dengan membagai

questionnaire secara online melalui waroeng – waroeng yang terdapat dalam forum

tersebut. Yang dibuat dalam bentuk survey online melalui suatu program survey gratis dari Internet bernama (www.esurveyspro.com)

(6)

1.3 Metode Pengukuran

Untuk mengukur pertanyaan – pertanyaan mengenai SOC dalam Boyzforum, skala yang digunakan adalah skala Likert dengan skala 1 – 4, dengan jabaran sebagai berikut:

4. Sangat setuju

3. Setuju

2. Tidak setuju

1. Sangat tidak setuju

 

1.4 Target Penelitian

Sampel tidak dapat ditentukan secara pasti karena dalam forum online meskipun tercantum jumlah member secara keseluruhan tetapi tidak dapat dipastikan bahwa semua member yang tertera tersebut aktif.

 

1.5 Metode Evaluasi

3.5.1. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi dan instrument penelitian. Pengujian ini berdasarkan teknik reliabilitas konsistensi internal dimana

(7)

   

konsistensi dari pertanyaan – pertanyaan yang diajukan untuk variabel bebas akan diukur.

3.5.2 Faktor Analisis

Analisis faktor adalah salah satu metode statistik multivariate yang mencoba menerangkan hubungan antar sejumlah peubah yang saling independen antara satu dengan yang lain sehingga dapat dibuat satu atau lebih kumpulan peubah yang lebih sedikit dari jumlah peubah awal. Analisis faktor juga digunakan untuk mengetahui faktor – faktor dominan dalam menjelaskan suatu masalah.

Adapun tujuan dari analisis faktor antara lain adalah:

1. Data summarization, yakni mengidentifikasikan adanya hubungan antar

peubah dengan melakukan uji korelasi. Jika korelasi dilakukan antar peubah (dalam pengertian SPSS adalah “kolom”), analisis tersebut dinamakan R Faktor Analysis.

2. Data reduction, yakni setelah melakukan korelasi, dilakukan proses membuat sebuah peubah set baru yang dinamakan faktor untuk menggantikan sejumlah peubah tertentu.

Dalam hal ini, menganalisis sejumlah peubah akan dianalisis interkorelasi antar peubah untuk menetapkan apakah variasi yang tampak dalam peubah berasal atau berdasarkan sejumlah faktor dasar yang jumlahnya

(8)

lebih sedikit dari variasi yang terdapat pada peubahnya. Jadi analisis faktor mempunyai karakter khusus yaitu mampu untuk mengurai data. Jika terdapat korelasi dari suatu set data, maka analisis faktor akan memperlihatkan beberapa pola yang mendasari sehingga data yang ada dapat dirancang atau dikurangi menjadi set faktor atau komponen yang lebih kecil. Analisis faktor dikerjakan guna memperoleh sejumlah kecil faktor yang memiliki sifat – sifat:

a. Mampu menerangkan keragaman data secara maksimal

b. Terdapatnya kebebasan faktor

c. Tiap faktor dapat dijelaskan dengan sejelas – jelasnya.

Model orthogonal dari analisis faktor dengan m faktor bersama adalah:

Dimana: X = vektor peubah asal

µ = vektor rata – rata peubah asal

L = matrik penimbang

F = vektor faktor bersama

ε = vektor faktor spesifik

(9)

   

Model (X-µ) = LF + ε adalah linier dalam faktor bersama. Bagian dari var(Xi) yang dapat diterangkan oleh m faktor bersama disebut communality ke-i. sedangkan bagian dari Var(Xi) karena faktor spesifik disebut uniqueness atau keragaman spesifik ke-i.

Secara umum, keragaman model dituliskan sebagai berikut:

Dimana = communality ke-i, = keragaman spesifik ke-i

Demi mempermudah interpretasi hasil analisis maka diperlukan suatu rotasi sampai mendapatkan struktur yang lebih sederhana. Rotasi faktor merupakan suatu transformasi orthogonal dari faktor penimbang. Jika L adalah matrik faktor penimbang awal berordo p x m, maka matrik faktor penimbang yang telah dirotasikan aalah:

L* = LT, dimana TT’ = T’T = 1

Dari perumusan diatas terlihat jelas bahwa rotasi merupakan suatu upaya menghasilkan faktor penimbang baru yang lebih mudah untuk diinterpretasikan

(10)

dengan cara mengalihkan faktor penimbang awal dengan suatu matrik transformasi yang bersifat orthogonal. Meskipun telah mengalami rotasi, matrik kokeragaman (korelasi) tidak berubah karena: LL’+ψ = LTT’L’+ψ = L*L*’+ψ, selanjutnya keragaman fisik ψi, dan tentunya communality juga tidak berubah.

Dalam hal ini, guna merotasi faktor dapat dilakukan dengan rotasi tegak lurus dan rotasi miring. Perbedaan kedua rotasi tersebut adalah pada sudut yang dibuat masing – masing factor, pada rotasi tegak lurus selalu 90 derajat sedangkan pada rotasi miring sering tidak 90 derajat. Rotasi varimax merupakan rotasi tegak lurus. Dimana menurut Kaiser (1958) sebagai penemu dari rotasi varimax, bertujuan untuk meningkatkan daya interpretasi dari faktor – faktor yang didapatkan.

Hasil penting dari analisis faktor adalah matriks faktor, berisi koefisien yang digunakan untuk menunjukkan variable – variable yang distandarisasi dalam batasan sebagai faktor. Didalam suatu matriks yang kompleks sulit menginterpretasikan suatu faktor. Oleh karena itu, melalui rotasi matriks, faktor ditransformasikan ke dalam bentuk yang lebih sederhana yang lebih mudah untuk diinterpretasikan, dengan harapan setiap faktor memiliki nilai non zero atau significant. Rotasi tidak berpengaruh pada communalities dan persentase

variance total yang dijelaskan. Tetapi persentase variance yang diperhitungkan

untuk setiap faktor tidak berubah. Variance yang dijelaskan oleh faktor individual diredistribusi melalui rotasi. Perbedaan metode rotasi akan

(11)

   

menghasilkan identifikasi faktor yang berbeda. Metode yang digunakan untuk rotasi adalah varimax procedure, yang meminimalkan banyaknya variable dengan loading tinggi pada faktor, sehingga meningkatkan kemampuan mengintrepretasikan faktor – faktor yang ada.

Interpretasi dipercepat melalui variable – variable yang memiliki

loading lebih besar pada faktor yang sama yang kemudian dapat

diinterpretasikan dalam batasan variable – variable yang loadingnya tinggi. Memilih variable pengganti sehingga peneliti dapat melaksanakan analisis berikutnya dan menginterpretasikan hasil dalam batasan variable semula daripada skor faktor dengan menguji matriks faktor dan memilih setiap faktor

variable yang memiliki loading paling tinggi pada faktor tersebut.

Langkah akhir dalam analisis faktor adalah penentuan ketepatan model. Perbedaan antara korelasi yang diamati (yang terdapat dalam input matrik korelasi) dan korelasi yang dihasilkan kembali (seperti yang diestimasikan pada matriks faktor) dapat diuji melalui model itu sendiri, yang disebut residual. Jika terdapat banyak residual yang besar, maka model faktor kurang tepat dan model perlu dipertimbangkan kembali.

     

(12)

3.6.1 Obyek Penelitian

Obyek dari penelitian ini adalah member komunitas dari Boyzforum.

   

3.6.2 Waktu Penelitian

Penelitian dimulai sejak bulan April 2008 dan berakhir pada November 2008. Selama kurun waktu tersebut akan dilakukan pendefinisian masalah, menentukan landasan teori, menentukan sampel, menentukan teknik analisa data, menentukan metode penelitian, serta menentukan alternatif pemecahan permasalahan yang ada.

Gambar

Gambar 3.1  Flow Chart

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat kecemasan ibu hamil primigravidatrimester III dalam menghadapi persalinan diwilayah kerja Puskesmas Kepuh, berdasarkan tabel 4.2,dapat diketahui bahwa ibuhamil

7) Kepada Masyarakat Kelurahan Tegal Sari Mandala II Medan yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner sehingga skripsi ini bisa selesai. 8) Kepada

Sebaliknya individu yang memiliki tingkat pe- ngetahuan tentang agama yang rendah akan melakukan perilaku seks bebas tanpa berpikir panjang terlebih dahulu sehingga

(9) Ketentuan umum peraturan zonasi untuk kawasan peruntukan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (4) huruf i yaitu pemanfaatan kawasan peruntukan lain

Anda mungkin memiliki keterampilan atau keahlian untuk melaksanakan tugas- tugas yang dituntut oleh pekerjaan yang ditawarkan, tetapi pimpinan perusahaan juga ingin mengetahui

Dari semua keselurahan proses produksi hanya mesin slittinglah yang berbeda dari beberapa proses,contohnya pada proses printing yang membutuhkan bahan baku seperti tinta

dihasilkan oleh sistem untuk memuaskan kebutuhan yang diidentifikasi. Output yang tak dikehendaki a) Merupakan hasil sampingan yang tidak dapat dihindari dari sistem yang

Faktor pendampingan kunjungan menunjuk- kan bahwa terdapat pengaruh positif dan bermakna antara pendampingan kunjungan dengan komunikasi antara dokter gigi dan