• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PERILAKU Untuk sertifikasi individu dan multi-lokasi. Versi 1.1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN PERILAKU Untuk sertifikasi individu dan multi-lokasi. Versi 1.1"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

1

PEDOMAN PERILAKU

Untuk sertifikasi individu dan multi-lokasi

Versi 1.1

(2)

Salinan dan terjemahan dokumen ini tersedia dalam format elektronik di Situs web UTZ :

www.utz.org

Silakan kirim komentar dan saran Anda ke: [email protected]

Atau lewat pos ke: UTZ

Standard and Certification Department De Ruyterkade 6 bg

1013 AA Amsterdam The Netherlands

© UTZ 2015

Tidak ada bagian dari publikasi ini yang boleh direproduksi, disimpan dalam sistem yang dapat diakses kembali, atau dikirimkan dalam bentuk atau cara apapun, baik elektronik, mekanis, fotokopi, rekaman, atau apa saja tanpa menyebutkan sumbernya dengan lengkap.

(3)

Daftar Isi

Pendahuluan ... 4

Apa itu Pedoman Perilaku? ... 4

Mengapa perlu versi terbaru? ... 4

Perubahan-Perubahan Besar dalam Pedoman Perilaku versi 1.1 ... 5

Kapan harus mematuhi Pedoman Perilaku versi 1.0 dan 1.1 ... 5

Cakupan ... 6

Kepatuhan terhadap perundangan nasional dan kesepakatan-kesepakatan perundingan bersama ... 6

Panduan penggunaan Pedoman Perilaku UTZ versi 1.1 ... 7

Struktur ... 7

Peningkatan berkelanjutan ... 7

Dokumen-dokumen lain yang relevan ... 9

Singkatan ... 10

Definisi ... 10

Poin Kontrol ... 14

Blok A - Manajemen ... 14

Blok B - Praktik-Praktik Pertanian ... 21

Blok C - Kondisi Kerja Dan Tempat Tinggal... 30

(4)

Pendahuluan

Apa itu Pedoman Perilaku?

UTZ adalah sebuah program dan label bagi pertanian berkelanjutan.

Pedoman Perilaku mengatur persyaratan-persyaratan yang menjadi inti dari program UTZ, yang mencakup

metode-metode pertanian dan kondisi kerja yang lebih baik serta kepedulian bagi perlindungan alam dan untuk

generasi mendatang. Sehingga upaya ini berkontribusi bagi para petani dalam menghasilkan tanaman yang lebih

baik serta pendapatan yang lebih baik, yang kemudian meningkatkan ketangguhan sosial dan ekonomi mereka,

dan pada saat yang bersamaan melindungi sumber daya alam bumi ini untuk masa depan.

Pedoman Perilaku ini dikembangkan lewat kolaborasi erat di antara berbagai macam pemangku kepentingan,

termasuk konsultasi publik yang menjangkau masyarakat luas. Pedoman Perilaku ini juga didasarkan pada

konvensi-konvensi

1

Organisasi Buruh Internasional (International Labor Organizational/ILO) dan

Konvensi-Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa

2

. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa Pedoman Perilaku

merupakan serangkaian kriteria yang diakui secara internasional untuk pertanian yang berkelanjutan, yang

mencerminkan kesepakatan-kesepakatan, penelitian, dan keahlian terbaru. Pengembangan dan proses revisi

Pedoman Perilaku ini sejalan dengan persyaratan-persyaratan asosiasi standar keberlanjutan global, yaitu ISEAL

Alliance.

Jika para produsen melaksanakan persyaratan-persyaratan Pedoman Perilaku, dan di audit oleh sebuah Lembaga

Sertifikasi yang diakui, yang menghasilkan sertifikasi, maka mereka dapat menjual produk-produk mereka

sebagai produk bersertifikasi UTZ dan mereka dapat mencatat penjualan mereka ke dalam sistem keterlacakan

UTZ . Bagi para pembeli, hal tersebut memberi jaminan utuh terhadap produksi yang berkelanjutan.

Mengapa perlu versi terbaru?

Revisi Pedoman Perilaku memberikan kesempatan untuk menyempurnakan standar berdasarkan pengalaman

yang telah diraih selama ini, pembelajaran yang dipetik, serta masukan yang didapatkan selama pelaksanaan

Pedoman Perilaku versi sebelumnya. Selain itu, sebagai anggota ISEAL alliance, UTZ berkomitmen untuk

merevisi Pedoman Perilaku setiap lima tahun sekali, dengan mempertimbangkan umpan balik yang diterima

selama dilakukannya konsultasi dengan para pemangku kepentingan.

Persiapan-persiapan untuk proses konsultasi dimulai di awal tahun 2012, dan konsultasi pertama secara resmi

dibuka di bulan Juni 2012. Proses ini juga melibatkan survei-survei umpan balik publik secara online, dan

lokakarya-lokakarya serta pertemuan-pertemuan para pemangku kepentingan–terutama di negara-negara produsen–

dimana dikumpulkannya masukan dari perwakilan-perwakilan dari industri dan pemerintah, dewan-dewan

komoditas nasional, lembaga-lembaga penelitian, para konsultan, Lembaga-Lembaga Sertifikasi, LSM, para

produsen, dan perwakilan-perwakilan kelompok produsen.

Sebagai hasil dari proses revisi ini, Pedoman Perilaku versi 1.0 berhasil diterbitkan di bulan Juni 2014.

Setelah diterbitkan, Pedoman Perilaku versi 1.0 diuji di lapangan untuk mengkaji pelaksanaannya dan

kelayakannya untuk diaudit, serta untuk mengumpulkan umpan balik yang dipakai untuk menyempurnakan versi

1 C001 (Konvensi tentang Jam Kerja) C029 (Konvensi tentang Kerja Paksa), C087 (Konvensi tentang Kebebasan Berserikat), C095 (Konvensi tentang

Perlindungan Upah), C098 (Konvensi tentang Hak untuk Berorganisasi dan Berunding Bersama), C100 (Konvensi tentang Kesetaraan Remunerasi), C105 (Konvensi tentang Penghapusan Kerja Paksa), C110 (Konvensi tentang Perkebunan), C111 (Konvensi tentang Diskriminasi), C138 (Konvensi tentang Usia Minimum), C143 (Konvensi tentang Pekerja Migran), C155 (Konvensi tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja), C182 (Konvensi tentang Bentuk-Bentuk Terburuk Pekerja Anak), C184 (Konvensi tentang Keselamatan dan Kesehatan dalam bidang Pertanian) dan R193 (Rekomendasi Promosi Kerjasama).

(5)

ini. Umpan balik yang terkumpul mulai dari bulan Juni 2014 hingga April 2015 berasal dari proyek pilot/percobaan

yang dilaksanakan di beberapa negara kunci, berbagai pelatihan dan lokakarya, serta catatan yang dihimpun dari

pengalaman-pengalaman para anggota yang menerapkan Pedoman Perilaku dalam periode tersebut.

Dari upaya tersebut, dikembangkanlah Pedoman Perilaku versi 1.1.

Pengkajian Pedoman Perilaku berikutnya direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2019.

Perubahan-Perubahan Besar dalam Pedoman Perilaku versi 1.1

Pedoman Perilaku versi 2014 untuk sertifikasi individu dan multi-lokasi terbentuk dari Pedoman Inti yang berlaku

untuk semua komoditas UTZ , serta Modul-Modul yang berisi persyaratan-persyaratan khusus untuk

masing-masing komoditas tersebut.

Karena sebagian besar persyaratan sebelum kegiatan-kegiatan pengolahan pascapanen berlaku sama untuk

semua produk, maka persyaratan-persyaratan ini dimasukkan dalam Pedoman Inti.

Modul-Modul yang spesifik

komoditas tertentu bertujuan untuk memastikan bahwa persyaratan-persyaratan penting yang berkaitan dengan

produksi dan pengolahan komoditas-komoditas tertentu terpenuhi, dan memberi keleluasaan untuk memadukan

komoditas-komoditas baru ke dalam program UTZ.

Pedoman Inti harus selalu diterapkan bersama dengan Modul komoditas spesifik .

Kapan harus mematuhi Pedoman Perilaku versi 1.0 dan 1.1

Pedoman Inti dan Modul-Modul spesifik komoditas tertentu menggantikan serangkaian Pedoman Perilaku UTZ

untuk komoditas spesifik (Pedoman khusus komoditas spesifik ini juga dinamakan “Pedoman sebelumnya”) :

untuk Kopi (versi 1.2 November 2010), untuk Teh (versi 1.0 Juli 2009), untuk Kakao (versi 1.0 April 2009), dan untuk

Rooibos (versi 1.0 Februari 2011). Semua persyaratan yang sebelumnya dimasukkan dalam Pedoman Pabrik untuk

Teh sekarang dimasukkan ke dalam Pedoman Inti dan Modul Teh, dan persyaratan terdahulu yang tercantum

dalam Pedoman Perilaku untuk Pengolahan Rooibos sekarang dimasukkan dalam Pedoman Inti dan Modul

Rooibos.

Sertifikasi dengan menggunakan Pedoman Perilaku versi 1.0 dapat dilakukan mulai 1 Juni 2014 dan seterusnya.

Mulai 1 Juli 2015, para kelompok dapat diaudit dengan Pedoman Perilaku versi 1.0 atau versi 1.1.

Mulai 1 Januari 2016, para kelompok hanya dapat diaudit dengan Pedoman Perilaku versi 1.1.

Para produsen yang sudah tersertifikasi di bawah Pedoman Perilaku sebelumnya dapat diaudit menggunakan

sertifikasi tahun yang sama seperti sertifikat mereka sebelumnya, ketika diaudit dengan Pedoman Perilaku versi

1.0 atau 1.1. Contohnya: seorang produsen diaudit pada tahun 2014 menggunakan Pedoman Perilaku sebelumnya

untuk Tahun ke 3 dapat diaudit pada tahun 2015 dengan menggunakan Pedoman Inti Tahun ke 3 dan Modul yang

berkaitan (versi 1.0 atau 1.1).

Para produsen yang tersertifikasi di bawah Tahun ke 4 dari Pedoman Perilaku sebelumnya (termasuk para

produsen yang telah ada dalam program UTZ untuk empat tahun atau lebih) bisa diaudit terhadap Pedoman

untuk Tahun ke 3 pada waktu audit pertama dengan menggunakan Pedoman Perilaku Inti dan Modul yang

berkaitan (versi 1.0 atau 1.1).

Para produsen yang telah tersertifikasi di bawah Pedoman Perilaku versi 1.0 wajib diaudit terhadap tahun

sertifikasi berikutnya pada audit tahun selanjutnya dengan menggunakan Pedoman Perilaku versi 1.0 atau 1.1.

Sebagai contoh: seorang produsen yang diaudit pada tahun 2014 terhadap Pedoman Perilaku versi 1.0 Tahun ke

3 dapat di audit di tahun 2015 hanya terhadap Pedoman Perilaku versi 1.0 atau 1.1 Tahun ke 4.

(6)

Para produsen dapat diaudit menggunakan Pedoman Perilaku UTZ untuk komoditas spesifik versi 1.2 November

2010 untuk kopi, 1.0 Juli 2009 untuk teh, 1.0 April 2009 untuk kakao , dan 1.0 Febuari 2011 untuk Rooibos hanya

sampai 30 Juni 2015. Sertifikat-sertifikat yang dikeluarkan sebagai hasil audit setelah tanggal tersebut, dan diaudit

dengan salah satu versi yang disebutkan di atas tidak akan diterima lagi.

Sertifikat-sertifikat yang diterbitkan sebagai hasil audit yang dilakukan setelah 1 Januari 2016 terhadap Pedoman

Perilaku 1.0 tidak akan diterima.

Cakupan

Persyaratan-persyaratan dalam Pedoman Perilaku versi 2014 untuk sertifikasi individu dan multi-lokasi berlaku

untuk seluruh produsen pertanian yang memproduksi dan menjual komoditasnya sebagai komoditas UTZ .

Sertifikasi harus dilakukan oleh sebuah Lembaga Sertifikasi yang disetujui oleh UTZ (lihat Protokol Sertifikasi UTZ

3

). Sebuah daftar Lembaga-Lembaga Sertifikasi yang disetujui dapat ditemukan pada website UTZ

4

.

Poin-poin kontrol dalam Pedoman Perilaku versi 2014 untuk sertifikasi individu dan multi-lokasi meliputi

persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh para produsen dan pekerja.

Kecuali telah disebutkan sebelumnya, poin-poin kontrol di blok A dan B hanya berlaku untuk tanaman yang

teraudit dan tersertifikasi. Poin-poin kontrol dalam blok C dan D berlaku untuk keseluruhan kebun (juga termasuk

rumah tangga) dan untuk seluruh kegiatan yang dilakukan oleh produsen.

Kepatuhan terhadap perundangan nasional dan kesepakatan-kesepakatan perundingan

bersama

UTZ berupaya agar anggota-anggotanya menjadi tokoh-tokoh panutan untuk perbaikan kondisi sosial, ekonomi

dan lingkungan di wilayah kerja mereka. Dalam hal ini, para produsen wajib mematuhi undang-undang,

peraturan-peraturan nasional dan daerah (perda), serta perjanjian-perjanjian sektoral atau kesepakatan perundingan

bersama (collective bargaining agreements – cba).

Mungkin terdapat kesenjangan antara apa yang disyaratkan dalam sebuah poin kontrol dan apa yang disyaratkan

di bawah perundangan nasional atau peraturan daerah, ataupun cba. Apabila perundangan atau peraturan

nasional atau cba yang berlaku lebih membatasi atau lebih ketat daripada sebuah poin kontrol di Pedoman

Perilaku UTZ , maka yang digunakan adalah perundangan atau peraturan-peraturan nasional atau cba (kecuali jika

peraturan tersebut sudah ketinggalan zaman). Apabila perundangan atau peraturan nasional atau cba yang

berlaku lebih longgar daripada sebuah poin kontrol pada Pedoman Perilaku UTZ , maka poin kontrol tersebut yang

digunakan (kecuali jika poin kontrol tersebut dengan jelas mengizinkan digunakannya perundangan atau

peraturan-peraturan nasional atau cba sebagai aturan yang berlaku). Perlu diberikan perhatian khusus terhadap

definisi “Pekerjaan Ringan” di setiap negara untuk menjamin kepatuhan terhadap persyaratan-persyaratan

didalam I.C.73 – Pekerja Anak.

3

(7)

Panduan penggunaan Pedoman Perilaku UTZ versi 1.1

Struktur

Pedoman Inti untuk sertifikasi individu dan multi-lokasi dibagi ke dalam empat blok, yang mewakili empat pilar

pertanian yang berkelanjutan:

-

Blok A. Manajemen

-

Blok B. Praktik-Praktik Pertanian

-

Blok C. Kondisi Kerja

-

Blok D. Lingkungan Hidup

Setiap blok dipayungi oleh prinsip-prinsip utama “Theory of Change”

5

atau Teori Perubahan UTZ , dan setiap

bagian dibagi menjadi beberapa subjek (warna oranye) dan sub-subjek (warna kuning). Setiap (sub-) subjek

mencakup serangkaian poin kontrol .

Setiap poin kontrol berisi tujuh kolom dengan informasi yang relevan untuk pelaksanaan dan pengkajian

kepatuhannya :

CP # Poin kontrol T a hun 1 T a hun 2 T a hun 3 T a hun 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

-

CP #: Menunjukkan blok dan jumlah poin kontrol.

-

Poin Kontrol: Menyajikan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.

-

Tahun 1, 2, 3, dan 4: Menunjukkan tahun kepatuhan dengan poin kontrol yang harus dipenuhi.

-

Penjelasan untuk kepatuhan: Menyajikan penjelasan lebih lanjut perihal pelaksanaan poin kontrol dan

pengkajian kepatuhan. Kepatuhan terhadap penjelasan yang tertera di kolom ini bersifat wajib.

Peningkatan berkelanjutan

Proses penyempurnaan Pedoman Perilaku selama empat tahun mencerminkan filosofi utama UTZ untuk

menggalakkan ‘peningkatan berkelanjutan ’ usaha-usaha pertanian.

Dalam program UTZ , para produsen wajib mematuhi sejumlah poin kontrol wajib agar bisa mendapatkan

sertifikasi. Dalam waktu empat tahun proses penyempurnaan UTZ, jumlah poin-poin kontrol wajib bertambah,

untuk mendorong para produsen agar memperbaiki praktik-praktik mereka. Bahkan setelah empat tahun dalam

program UTZ , para produsen meneruskan siklus peningkatan berkelanjutan dengan cara memperbarui

pengkajian risiko mereka, serta melaksanakan suatu rencana pengelolaan perkebunan dengan tindakan-tindakan

yang perlu untuk menindaklanjuti risiko-risiko yang teridentifikasi.

Pedoman Perilaku terdiri dari dua jenis poin kontrol:

1. Poin kontrol Wajib (berwarna hijau)

2. Poin kontrol Tambahan (tidak berwarna)

(8)

Selain poin-poin kontrol wajib, produsen harus mematuhi sejumlah poin kontrol tambahan yang jumlahnya telah

ditetapkan, per tahun sertifikasi.

Tabel 1 menampilkan jumlah poin kontrol wajib dan tambahan yang tertera dalam Pedoman Perilaku untuk

sertifikasi kelompok dan multi-kelompok, per tahun sertifikasi.

Tabel 2 menampilkan jumlah poin kontrol (wajib dan tambahan) yang harus dipatuhi oleh kelompok per tahun

sertifikasi.

Tabel 1 Jumlah poin kontrol wajib dan tambahan per tahun sertifikasi (sertifikasi individu)

Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4

Blok A

19 22 24 25 6 3 1 0

Blok B

32 39 41 41 14 7 5 5

Blok C

24 30 33 33 14 8 5 5

Blok D

4 7 10 13 10 7 4 1

Jumlah total poin wajib per tahun

79

98

108

112

Jumlah total poin kontrol tambahan per tahun

45

25

15

11

Tabel 2 Jumlah poin kontrol (wajib dan tambahan) yang harus dipatuhi (sertifikasi individu)

Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4

Jumlah poin kontrol tambahan yang harus dipatuhi 3 3 3 3 Total poin kontrol yang harus dipatuhi setiap tahun 82 101 111 115

Para produsen bebas untuk memilih poin-poin kontrol tambahan mana yang akan dipatuhi , selama jumlah yang

disyaratkan untuk sertifikasi terpenuhi. Sebagai persiapan untuk audit berikutnya, disarankan agar produsen

memilih poin-poin tambahan yang akan menjadi poin-poin wajib dalam sertifikasi tahun berikutnya.

Beberapa poin kontrol bisa jadi tidak berlaku untuk beberapa produsen. Sebelum menerapkan Pedoman Perilaku

versi 1.0 atau 1.1, para produsen hendaknya menelaah mana poin kontrol yang tepat berlaku dalam situasi mereka.

Sebagai contoh, apabila seorang produsen tidak melakukan irigasi lahan karena mereka bergantung sepenuhnya

pada air hujan, poin-poin kontrol yang mengacu pada irigasi menjadi tidak berlaku. Apabila seorang produsen

tidak mengerjakan kegiatan-kegiatan pengolahan, seluruh poin kontrol yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan

pengolahan menjadi tidak berlaku. Pada kasus-kasus demikian, para produsen wajib menjelaskan mengapa

poin kontrol tersebut tidak berlaku bagi mereka. Auditor eksternal kemudian akan memverifikasi apakah

poin-poin kontrol tersebut memang benar tidak berlaku.

Apabila sebuah poin kontrol tambahan ternyata tidak berlaku, maka hal tersebut hendaknya dijelaskan demikian

pada kolom komentar di Lembaran Daftar Periksa ketika dilakukannya pengkajian mandiri dan pada saat audit.

Poin kontrol tambahan yang tidak berlaku ini tidak dapat dikurangi dari jumlah total poin kontrol tambahan yang

harus dipatuhi (mis. seorang produsen hanya boleh memilih poin kontrol tambahan yang memang berlaku bagi

mereka), dan poin kontrol yang tidak berlaku tidak dapat dihitung atau dikurangi dari jumlah poin kontrol yang

wajib mereka patuhi.

(9)

Apabila sebuah poin kontrol wajib ternyata tidak berlaku bagi seorang produsen, maka hal tersebut hendaknya

dijelaskan pada kolom komentar di Lembaran Daftar Periksa ketika dilakukannya pengkajian mandiri dan pada

saat audit, serta pada bagian penghitungan jumlah kepatuhan di bagian akhir Lembaran Daftar Periksa.

Dokumen-dokumen lain yang relevan

Dokumen-dokumen tambahan tersedia di situs web UTZ

6

untuk memberi panduan dalam memahami dan

melaksanakan Pedoman Perilaku versi 1.0 atau 1.1.

Dokumen-dokumen tersebut meliputi:

-

Protokol Sertifikasi : Menjelaskan prosedur-prosedur agar dapat berstatus UTZ . Dokumen ini juga

menjelaskan prosedur-prosedur untuk menentukan hubungan antara Lembaga Sertifikasi dan UTZ .

-

Panduan Pelaksanaan: memberi penjelasan tambahan tentang cara mematuhi poin-poin kontrol

spesifik. Dokumen ini mengikuti format Pedoman Perilaku, yang menjelaskan poin-poin kontrol manakah

yang dimaksud dalam setiap komentar/penjelasan. Dokumen Panduan Pelaksanaan diperbarui secara

berkala.

-

Dokumen panduan Pengkajian Risiko: menjelaskan bagaimana sebuah pengkajian risiko bisa dilakukan

serta menyajikan contoh-contoh potensi risiko dan cara risiko tersebut dievaluasi dan ditindaklanjuti.

-

Daftar Periksa Pedoman Inti /Modul: merupakan rangkuman daftar seluruh poin kontrol dan pertanyaan

yang dimasukkan untuk tujuan-tujuan pemantauan dan evaluasi, dengan sebuah kolom tambahan untuk

menambahkan komentar. Dokumen-dokumen ini dapat digunakan oleh para produsen ketika mereka

melaksanakan pengkajian mandiri. Daftar-daftar periksa tersebut dapat juga digunakan oleh para auditor

dari Lembaga-Lembaga Sertifikasi yang melakukan audit-audit eksternal.

-

Daftar Pestisida yang Dilarang: menampilkan daftar seluruh pestisida yang dilarang pemakaiannya dan

tidak dapat digunakan pada tanaman-tanaman bersertifikasi UTZ. Dokumen ini juga berisi Daftar

Pestisida dalam Pantauan yang mencakup seluruh pestisida yang tidak dilarang, namun pemakaiannya

wajib diawasi secara ketat dan hanya dapat dipakai apabila tidak ada alternatif lain yang tersedia.

Versi Bahasa Inggris dari seluruh dokumen sertifikasi (termasuk Pedoman Perilaku) dan dokumen-dokumen lain

yang diterbitkan oleh UTZ merupakan versi resmi. Apabila terdapat keraguan mengenai interpretasi

dokumen-dokumen versi terjemahan, silakan mengacu pada versi Bahasa Inggris.

(10)

Singkatan

Berikut ini adalah daftar singkatan yang digunakan dalam dokumen ini:

GIP

Good Inside Portal

GPS

Global Positioning System/Sistem Navigasi Posisi Melalui data Satelit

HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus Infection (infeksi virus penyebab defisiensi kekebalan

tuhuh)/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (sindrom defisiensi kekebalan tubuh dapatan)

ILO

International Labor Organization / Organisasi Buruh Internasional

IMS

Internal Management System / Sistem Manajemen Internal (sebelumnya dikenal

sebagai Sistem Kontrol Internal)

IPM

Integrated Pest Management / Pengendalian Hama Terpadu

MRL

Maximum Residue Levels / Tingkat Residu Maksimum

NGO

Non-Governmental Organization / Organisasi Non-Pemerintahan

PPD

Personal Protective Equipment / Perlengkapan Perlindungan Diri

WHO

World Health Organization / Badan Kesehatan Dunia

Definisi

(Child labor liaison) Pendamping Pekerja Anak

Seorang anggota masyarakat, yang ditunjuk oleh staf IMS untuk memimpin segala aksi

pencegahan, pemantauan, dan pemulihan atau remediasi (bila memungkinkan) atas kasus-kasus pekerja anak di masyarakat, serta menyusun dokumentasi dan laporan perihal kasus-kasus tersebut kepada staf IMS. Mediator tersebut dapat diangkat dari kalangan staf IMS, namun bisa juga berasal dari kalangan masyarakat (mis. Seorang guru atau perwakilan dari suatu komunitas religi). Peran ini dapat dijalankan oleh satu orang, namun bisa juga oleh suatu komite.

Air yang aman untuk diminum

Air yang karena mutunya, dapat diminum oleh manusia tanpa risiko bahaya langsung ataupun jangka panjang.

Anggota Kelompok Seorang produsen tersertifikasi yang merupakan bagian suatu kelompok. Produsen ini dapat

berupa pekerja kebun (misalnya petani penggarap), dan tidak selalu si pemilik kebun.

Areal Produksi Areal yang digunakan untuk produksi tanaman tersertifikasi.

Audit Eksternal Audit yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi untuk mengkaji kepatuhan terhadap Pedoman

Perilaku UTZ.

Badan Air Segala akumulasi air (alami ataupun buatan) yang signifikan, termasuk, mis.: danau, laguna,

kolam, waduk, lahan basah, sungai, mata air, dan kanal.

Bahan Aktif Zat atau unsur kimia dari suatu produk pestisida yang dapat membunuh, mengusir, menarik,

mengurangi atau mengendalikan suatu hama (kebalikan dari “unsur inert” (bersifat non-reaktif) seperti air, pelarut, pengemulsi, surfaktan, tanah liat, dan properlan).

Deforestasi Pengalihan fungsi lahan berhutan menjadi non-hutan yang disebabkan oleh campur tangan

manusia.

Degradasi Gangguan signifikan, baik langsung maupun tidak terhadap ekosistem alam yang diakibatkan

oleh kegiatan manusia, seperti pembuatan kebun dan pengambilan produk hutan untuk konstruksi, energi, pangan dan maksud-maksud lainnya. Degradasi meliputi penurunan kepadatan, struktur, komposisi spesies, atau produktivitas tanaman penutup dari ekosistem alami.

(11)

Hutan Lahan yang membentang lebih dari 0.5 hektar dengan pohon-pohon setinggi lebih dari 5 meter dan tutupan kanopi lebih dari 10 persen, atau pohon-pohon mampu mencapai ambang batas di kawasan pertumbuhan alami mereka. Kawasan ini tidak termasuk lahan yang sebagian besar digunakan sebagai lahan pertanian atau perkotaan.

Hutan Alami Sebuah hutan yang belum pernah ditanami, yang mana didalamnya terdiri dari pohon-pohon

asli.

Hutan Primer Sebuah hutan yang belum pernah ditebang atau dipotong and telah berkembang mengikuti

tempaan alam dan di bawah proses-proses alami, berapapun usianya.

Hutan sekunder Hutan yang telah mengalami pembalakan dan kembali pulih secara alami atau buatan. Hutan

sekunder juga termasuk hutan yang mengalami degradasi, yaitu terjadinya penurunan kepadatan, struktur, komposisi spesies, atau produktivitas tanaman penutup yang diharapkan dari hutan sejenis ini, karena kegiatan-kegiatan manusia.

Interval Pra-panen Jeda waktu antara pemberian pestisida terakhir dan panen yang diizinkan dari tanaman yang

diberi pestisida tersebut atau panen yang diizinkan di dalam kawasan yang diberi pestisida tersebut.

Kawasan Lindung Suatu ruang geografis yang dirumuskan secara jelas, diakui, diperuntukakn, dan dikelola, melalui

hukum atau cara-cara lain yang efektif, untuk mencapai pelestarian alam jangka panjang dengan dukungan-dukungan ekosistem dan nilai-nilai budaya. Contohnya termasuk taman nasional, hutan belantara, kawasan konservasi masyarakat, dan cagar-cagar alam.

Kebun Semua lahan dan fasilitas yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan produksi dan pengolahan

pertanian, yang dipayungi oleh manajemen yang sama dan prosedur operasional yang sama.

Kelompok Suatu kelompok produsen teroganisir yang merupakan bagian IMS yang sama dan tersertifikasi

di bawah pilihan “sertifikasi Kelompok” atau “sertifikasi Multi-Kelompok” seperti dijabarkan dalam Protokol Sertifikasi UTZ. Kelompok produsen terorganisir ini dapat dikelola dalam sebuah perkumpulan atau koperasi atau dikelola oleh seorang aktor rantai pasokan (seperti seorang eksportir) atau entitas lainnya.

Kesepakatan

perundingan bersama

Sebuah kesepakatan tertulis tentang syarat-syarat dan ketentuan kerja antara: a) pemberi kerja, kelompok pemberi kerja, atau organisasi pemberi kerja, dan

b) sebuah organisasi perwakilan pekerja atau para wakil pekerja yang dipilih sebagaimana mestinya dan diberi kewenangan oleh para pekerja sesuai dengan undang-undang dan peraturan nasional.

Keterlacakan Jaminan bahwa produk-produk berkelanjutan bersertifikasi berasal dari sebuah sumber

bersertifikasi dan/atau mendukung produksi yang berkelanjutan melalui sistem identifikasi yang tercatat.

Koridor Biologis Kawasan yang dirumuskan secara geografis yang memberikan keterikatan antar berbagai

lanskap, ekosistem dan habitat (alami atau dimodifikasi), dan memastikan terpeliharanya keragaman hayati dan proses-proses ekologis dan evolusi.

Materi Penanaman Benih, bibit, bahan pengembangbiakkan, dan bahan vegetatif lainnya yang digunakan untuk

membentuk, mengganti, atau merehabilitasi lahan tanaman sertifikasi UTZ, atau untuk memproduksi bahan penanaman yang lebih banyak.

Pekerja Seseorang yang melakukan perkerjaan di sebuah perkebunan untuk kelompok atau anggota

kelompok. Istilah ini termasuk segala bentuk pekerja seperti perkerja tetap, sementara, buruh migran, pekerja transit, keluarga, dan pekerja yang mengerjakan bagian perkerjaan tertentu.

Pekerja Anggota Kelompok

(12)

Pekerja Sementara Seorang pekerja dengan kontrak atau periode kerja kurang dari 12 bulan.

Pekerja Tetap Seorang pekerja dengan kontrak 12 bulan atau lebih.

Pengawasan Internal Pengawasan terhadap kelompok yang diakukan oleh seorang (atau sekelompok orang) yang

ditunjuk oleh IMS untuk mengkaji kepatuhan anggota kelompok terhadap persyaratan-persyaratan Pedoman Perilaku UTZ yang berlaku.

Pengendalian Hama Terpadu (IPM)

Suatu pendekatan ekosistem pada produksi and perlindungan tanaman yang

mengkombinasikan berbagai strategi dan praktik yang berbeda untuk menumbuhkan tanaman panenan yang sehat dan meminimalkan penggunaan pestisida.

Pengkajian Risiko Suatu proses indentifikasi dan evaluasi bahaya. Bahaya bisa diidentifikasi dalam suatu

lingkungan eksternal (mis. tren ekonomi, kejadian-kejadian klimatologi, persaingan) dan dalam lingkungan internal (mis. orang, proses, infrastruktur). Ketika bahaya-bahaya ini menggangu tujuan-tujuan, - atau bisa terprediksi ke arah itu – bahaya-bahaya tersebut menjadi risiko.

Pengolahan Perubahan produk-produk ke dalam produk jadi atau belum jadi, termasuk perubahan produk

primer (mentah) di tingkat kebun.

Pestisida Insektisida, fungisida, herbisida, desinfektan, dan zat lain apapun atau campuran zat-zat untuk

mencegah, menghancurkan, atau pengendalikan hama atau penyakit apapun, termasuk spesies-spesies tanaman yang tidak diinginkan atau hewan-hewan yang menyebabkan bahaya atau menganggu produksi, pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, atau pemasaran makanan atau komoditas-komoditas pangan. Istilah ini mencakup zat-zat yang digunakan sebagai regulator pertumbuhan, penggundul hutan, pengering, atau bahan untuk penjarang buah atau mencegah buah jatuh sebelum waktunya, dan zat-zat yang digunakan untuk tanaman baik sebelum ataupun sesudah panen untuk melindungi komoditas dari kerusakan selama penyimpanan dan pengangkutan.

Pestisida Usang Pestisida-pestisida yang tidak lagi dapat digunakan, misalnya karena, pestisida tersebut sudah

rusak, kedaluwarsa, atau tidak diizinkan lagi pemakaiannya.

Petani Penggarap Petani penyewa yang mengerjakan lahan seorang pemilik tanah dengan cara bagi hasil produksi

atau bagi hasil penjualan produksi.

Praktik-Praktik Pertanian yang Baik

Praktik-praktik yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial dalam proses-proses pertanian di lapangan dan juga pascaproduksi, serta untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang aman dan bermutu.

Premi UTZ Sejumlah uang tambahan yang dibayarkan di atas harga untuk suatu produk konvensional yang

sama (non-sertifikasi/non-verifikasi) karena produk ini diproduksi secara berkelanjutan dan memenuhi persyaratan-persyaratan standar UTZ . Premi UTZ disetujui bersama antara kelompok atau produsen bersertifikasi Pedoman Perilaku UTZ dan pembeli pertama, dan didaftarkan dalam Good Inside Portal UTZ .

Premium Anggota Kelompok

Bagian dari premi UTZ yang diterima oleh suatu kelompok yang diteruskan kepada anggota kelompok perorangan, dalam bentuk uang dan/atau manfaat lain. Premium anggota kelompok tidak termasuk pengeluaran dalam manajemen kelompok (seperti penggunaan premi untuk biaya audit dan tujuan-tujuan administratif lainnya), ataupun untuk layanan-layanan atau produk-produk yang diberikan kepada seluruh kelompok/masyarakat (seperti fasilitas dan pelatihan).

Produksi Operasi-operasi yang dilakukan untuk memasok produk-produk pertanian yang dihasilkan dari

kebun tempat berlangsungnya operasi-operasi tersebut. Produksi terdiri dari operasi-operasi penanaman, pameliharaan tanaman, dan pemanenan.

(13)

Produktivitas Rasio output (hasil) terhadap input (saprodi) pertanian. Produktivitas mengukur seberapa efisien input-input tersebut – seperti lahan, tenaga kerja, pupuk, pestisida, permesinan, dan air – digunakan untuk proses produksi.

Produsen Orang atau organisasi yang mewakili perkebunan dan memiliki tanggung jawab atas produk

yang dijual oleh kebun tersebut.

Pupuk Bahan organik maupun anorganik yang berasal dari sumber alami maupun buatan (selain

bahan-bahan kapur dolomit) yang ditaburkan ke tanah untuk menyediakan satu atau lebih nutrisi tanaman yang penting bagi pertumbuhannya.

- Pupuk Anorganik Bahan baku pupuk dimana karbon bukanlah senyawa penting dalam pembentukan struktur kimianya. Pupuk yang nutrisi-nutrisinya dikatakan berbentuk garam-garam anorganik merupakan pupuk yang dibuat dari proses-proses industri secara ekstraksi dan/atau fisik dan/atau secara kimia. Contoh pupuk anorganik misalnya amonium nitrat, amonium sulfat dan potasium klorida.

- Pupuk Organik Produk yang dihasilkan dari pengolahan zat-zat hewani atau hayati yang mengandung nutrisi-nutrisi tanaman yang memadai, sehingga bernilai sebagai pupuk. Contoh pupuk organik misalnya kompos, kotoran hewan, gambut, dan lumpur biogas.

Sistem Manajemen Internal (IMS)

Sebuah sistem manajemen mutu terdokumentasi dengan maksud untuk memastikan bahwa kelompok dan anggota kelompok mematuhi persyaratan-persyaratan Pedoman Perilaku UTZ yang berlaku.

Spesies terancam atau langka

Spesies flora dan fauna yang terindikasi sebagai terancam atau langka dalam undang-undang nasional atau sistem klasifikasi dan/atau dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN (IUCN Red List of Threatened Species), maupun juga segala spesies yang termasuk dalam Konvensi Internasional tentang Perdagangan Spesies Langka Flora dan Fauna Liar (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora/CITES).

Staf Kelompok Para pekerja yang melakukan kerja untuk kelompok bersertifikasi UTZ. Staf kelompok termasuk

staf IMS dan para pekerja di lokasi-lokasi pusat produksi, pengolahan, dan pemeliharaan.

Sub-kontraktor Sebuah organisasi atau perorangan yang dikontrak oleh sebuah kelompok, anggota kelompok,

atau produsen untuk melakukan satu atau lebih pekerjaan khusus yang dicakup dalam Pedoman Perilaku UTZ, contohnya penyemprotan, pengolahan, pemanenan, pengangkutan, ataupun penjagaan terhadap fasilitas pengolahan dan lokasi-lokasi lain.

Tingkat Residu Maksimum (MRL)

Sebuah batas resmi untuk jumlah maksimum sisa kimiawi yang diijinkan pada makanan. MRL bertindak sebagai sebuah indikator atas penggunaan pestisida yang benar.

Tumpangsari Sistem penanaman di mana dua atu lebih tanaman ditanam pada saat yang sama dalam satu

petak. Tumpangsari bisa digunakan untuk meningkatkan hasil, memperbaiki kesuburan tanah, dan menekan kerusakan akibat hama dan penyakit.

Upah Minimum Upah-upah yang telah disesuaikan dengan inflasi.

Waktu Masuk Kembali (Re-Entry)

Jeda waktu antara ketika melakukan penyemprotan pada suatu areal , dan waktu aman untuk masuk kembali ke areal tersebut, tanpa perlengkapan pelindung.

(14)

Poin K ontrol

BLOK A - MANAJEMEN

Prinsip-prinsip:

• Kebun memiliki kelayakan ekonomi dan tangguh.

• Kebun yang memberikan keuntungan jangka panjang. • Kebun efisien dan mencapai produktivitas optimal. • Produsen melaksanakan manajemen risiko.

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

Identifikasi kawasan produksi

I.A.1

Terdapat sebuah peta tinjauan umum kawasan produksi yang terkini.

Peta ini meliputi:

- kawasan-kawasan tanam yang terdiri dari lahan yang baru ditanami dan persemaian,

- kawasan-kawasan lindung, - badan-badan air,

- pemukiman penduduk, dan

- sebuah koordinat GPS yang menunjukkan letak kantor pusat

I.A.2

Total areal tanaman bersertifikat telah ditentukan.

Kawasan ini ditentukan dengan menggunakan sebuah metode yang terpercaya, misalnya

berdasarkan:

- Pemetaan GPS

- Surat-surat kepemilikan tanah - Jumlah dan kepadatan pohon

I.A.3

Hasil pertanian diperkirakan

menggunakan metodologi yang sahih. Perkiraan didokumentasikan dan diperbarui setiap tahun.

Sebuah metodologi yang sahih didasarkan pada mis.:

- Panen-panen tahun sebelumnya - Kepadatan/jumlah pohon, - Usia tanaman

- Penggunaan saprodi/input - Hama dan penyakit - Varietas tanaman - Kualitas tanah - Lokasi geografis

- Iklim

I.A.4

Tanaman dibudidayakan di atas lahan yang diklasifikasi sebagai lahan pertanian dan/atau diperbolehkan untuk pertanian.

Terdapat pengetahuan tentang klasifikasi peruntukkan tanah lokal dan perencanaan pembukaan lahan pertanian baru.

(15)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

I.A.5

Tidak terdapat suatu sengketa besar dengan masyarakat setempat perihal penggunaan lahan.

Segala sengketa penggunaan lahan yang belum terselesaikan hendaknya diselesaikan lewat proses yang disetujui bersama yang meliputi:

- identifikasi seluruh pihak yang bersangkutan dan hak-hak mereka,

- sebuah prosedur untuk negosiasi yang saling menguntungkan, dan

- kompensasi untuk hak-hak tanah yang dilangar. Hal tersebut berlaku bagi lahan yang sudah dimiliki dan yang akan dibeli.

Penyimpanan catatan

I.A.6

Semua catatan dan dokumen yang berhubungan dengan sertifikasi UTZ tersedia untuk diakses dan disimpan minimum tiga tahun sejak saat catatan dan dokumen tersebut dikumpulkan, kecuali disyaratkan secara hukum untuk waktu yang lebih lama.

I.A.7

Ringkasan terkini dan akurat tentang keterangan seluruh pekerja kebun (tetap dan tidak tetap) tersimpan rapi.

Untuk seluruh pekerja tetap, ringkasan ini berisi setidaknya:

- nama lengkap, - jenis kelamin,

- tanggal lahir atau umur,

- tanggal masuk kerja dan periode kontrak, dan - upah.

Untuk seluruh pekerja tidak tetap, ringkasan ini setidaknya berisi:

- nama lengkap, - jenis kelamin,

- tanggal lahir atau umur, - jumlah hari kerja, dan - upah.

(16)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

Penanggungjawab

I.A.8

Produsen mempunyai bagan yang menunjukkan seluruh orang yang bertanggungjawab atas pelaksanaan sertifikasi UTZ dan peran-peran mereka. Bagan ini meliputi juga orang-orang yang bertanggungjawab yang ditunjuk dalam poin kontrol I.A.9.

I.A.9

Para penanggungjawab atau suatu komite ditunjuk untuk:

Blok A) Manajemen

Blok B) Praktik-praktik pertanian Blok C) Kondisi kerja dan tempat tinggal

Blok D) Lingkungan hidup

Para penanggung jawab atau sebuah komite selayaknya memiliki

kompetensi, memiliki pengetahuan tentang topik-topik tersebut diatas, dan dapat dijangkau baik oleh anggota

maupun staf kelompok.

Para penanggung jawab atau sebuah komite bertanggung jawab atas topik-topik berikut. Orang per orang atau komite dapat bertanggung jawab atas beberapa topik. Blok A) Manajemen

- Pelaksanaan Pedoman Perilaku

- Keterlacakan, identifikasi dan pemisahan produk selama produksi dan pengolahan

- Pelatihan-Pelatihan-

Penanganan pertanyaan, gagasan, dan keluhan - Kesetaraan hak-hak dan kesempatan bagi perempuan Blok B) Pertanian

- Pemilihan dan pelaksanaan Praktik Pertanian yang Baik, termasuk praktik-praktik panen dan pascapanen - Keamanan pangan dan mutu produk

Blok C) Kondisi kerja dan tempat tinggal - Hak-hak pekerja

- Pekerja anak

- Praktik-praktik aman dan sehat termasuk jangka waktu masuk kembali ke kebun (setelah penyemprotan pestisida), dan penggunaan mesin-mesin serta pestisida - Prosedur pertolongan pertama dan keadaan darurat Blok D) Lingkungan hidup

- Pengelolaan limbah dan perlindungan bagi lingkungan hidup

Kompetensi ditunjukkan lewat kualifikasi-kualifikasi resmi, dan/atau sertifikat kursus-kursus pelatihan yang diikuti, dan/atau pengalaman yang terbukti.

Manajemen paham tentang persyaratan-persyaratan UTZ , proses sertifikasi, dan perkembangannya.

Pengkajian mandiri

I.A.10

Sebuah pengkajian mandiri dilakukan untuk mengevaluasi kepatuhan para produsen dan seluruh sub-kontraktor terhadap Pedoman Perilaku.Laporan pengkajian mandiri tersedia dan dapat diakses oleh auditor eksternal.

Pengkajian mandiri dilakukan setiap tahun terhadap segala poin kontrol yang berlaku dan Modul yang spesifik produk, dengan

menggunakan Pedoman Perilaku dan Daftar Periksa Modul UTZ. Produsen bertanggung jawab untuk memastikan kepatuhan seluruh sub-kontraktor.

(17)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

Manajemen Risiko dan perencanaan manajemen

I.A.11

"Sebuah pengkajian risiko dilakukan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin muncul dalam produksi dan pengolahan yang berhubungan dengan:

Blok A) Manajemen

Blok B) Praktik-praktik pertanian Blok C) Kondisi kerja dan tempat tinggal

Blok D) Lingkungan hidup

Pengkajian risiko ditinjau ulang dan diperbaharui setiap tahunnya. Pengkajian risiko ini berpedoman pada panduan pengkajian risiko UTZ .

I.A.12

Sebuah perencanaan manajemen kebun berjangka tiga-tahun disiapkan, dan di dalamnya mencakup tindakan-tindakan untuk menindaklanjuti semua masalah yang relevan yang ditemukan dalam pengkajian risiko. Segala tindakan dilakukan dan

didokumentasikan.

Rencana manajemen kebun dipantau dan diperbarui setiap tahun.

Pelatihan dan peningkatan kesadaran

I.A.13

Pelatihan disediakan untuk para pekerja tentang semua topik (dalam daftar I.A.9) yang relevan bagi mereka, di area-area berikut:

Blok A) Manajemen

Blok B) Praktik-praktik pertanian Blok C) Kondisi kerja dan tempat tinggal

Blok D) Lingkungan hidup

Pelatihan-pelatihan dilakukan oleh orang/pihak yang kompeten. Pelatihan-pelatihan termasuk ujian dan

pemeriksaan bahwa isi pelatihan dipahami. Catatan-catatan setiap pelatihan disimpan.

Pelatihan-pelatihan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan staf kelompok secara memadai. Pelatihan diadakan setidaknya setahun sekali. Pekerja baru atau yang pindah tugas mengikuti pelatihan yang relevan untuk mereka. Kompetensi pelatih ditunjukkan lewat kualifikasi resmi, dan/atau ijazah keikutsertaan kursus-kursus pelatihan, dan/atau pengalaman yang telah terbukti.

Setiap pencatatan pelatihan menunjukkan: - tanggal,

- topik, - ringkasan, - durasi dan - nama pelatih.

Daftar hadir mencantumkan tanda tangan/cap sidik jari dan jenis kelamin peserta.

(18)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

I.A.14

Kegiatan-kegiatan peningkatan kesadaran dilakukan bagi para pekerja dan keluarga mereka untuk

menjelaskan kepada mereka tentang: Blok C) Kondisi kerja dan tempat tinggal

Setidaknya dua topik dibahas pertahunnya (termasuk tentang pekerja anak di Tahun 1). Pada akhir tahun keempat semua topik-topik berikut sudah dibawakan oleh para pelatih internal dan eksternal:

Blok C) Kondisi Kerja - Hak-hak pekerja

- Pekerja anak-anak, termasuk pekerjaan-pekerjaan yang berbahaya dan perdagangan manusia

- Pentingnya pendidikan

- Hak dan kesempatan yang sama untuk perempuan

- Pelecehan seksual

- Keberagaman dan diskriminasi

- Kesehatan dan keselamatan termasuk HIV/AIDS, waktu masuk kembali ke kebun setelah

penyemprotan pestisida dan higienitas

- Gizi keluarga dan hal-hal lain yang meningkatkan kesehatan umum para pekerja dan keluarga

mereka yang tinggal di lokasi - Topik-topik relevan lainnya

I.A.15

Diambilnya langkah-langkah nyata untuk memastikan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk ikut terlibat dalam berbagai sesi pelatihan dan peningkatan kesadaran.

Para perempuan ikut terlibat dalam melakukan langkah-langkah mengidentifikasi dan membuat prioritas. Langkah-langkah ini termasuk: - Komunikasi yang jelas kepada para perempuan tentang sesi-sesi tersebut

- Melakukan sesi pelatihan pada waktu-waktu dimana para perempuan bisa hadir.

- Mengembangkan program-program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan para perempuan

Keterlacakan

I.A.16

Terdapat dokumentasi arus produk dari unit-unit produksi bersertifikat sampai titik-titik pengumpulan (mis. Pusat-pusat penyimpanan), dan sepanjang seluruh tahap pengolahan and penanganan.

I.A.17

Produk bersertifikasi UTZ, termasuk stok bawaan dari sertifikasi tahun-tahun sebelumnya secara visual diidentifikasi sebagaimana adanya dan setiap waktu secara ketat dipisahkan dari produk-produk non-sertifikasi UTZ.

Stok bawaan adalah stok fisik yang tetap menjadi produk bersertifikasi UTZ yang dibeli oleh kelompok pada tahun sertifikat sebelumnya, dikurangi volume produk tersebut yang dijual oleh kelompok pada tahun tersebut.

(19)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

I.A.18

Catatan-catatan dan faktur-faktur tagihan disimpan untuk memastikan keterlacakan.

Catatan-catatan ini termasuk: - total volume produk yang dipanen, - penjualan produk bersertifikasi UTZ,

- penjualan prouduk bersertifikasi dan produk yang telah terverifikasi lainnya,

- penjualan produk konvensional (non-sertifikasi atau verifikasi) , dan

- segala stok bawaan produk bersertifikasi UTZ, produk sertifikasi atau verifikasi lain dan produk konvensional (non-sertifikasi atau verifikasi) dari tahun sebelumnya.

Tagihan-tagihan penjualan menunjukkan rujukan plot dan status UTZ .

I.A.19

Seluruh pengumuman penjualan dan pengiriman produk bersertifikasi UTZ, termasuk premium (produk premi UTZ), dicatat dalam Good Inside Portal (GIP).Catatan-catatan menenai segala pengumuman penjualan disimpan dengan ID transaksi dalam GIP.

Produk hanya bisa dijual sebagai produk

bersertifikasi UTZ begitu kelompok telah memiliki sertifikat Pedoman Perilaku yang valid.

Premi dan Transparansi

I.A.20

Segala catatan yang berhubungan dengan penggunaan premi UTZ disimpan dan diperbarui.

Catatan-catatan ini termasuk: - Jumlah premi UTZ yang diterima - Penggunaan premi UTZ

I.A.21

Adanya prosedur untuk menyampaikan dan menangani keluhan. Prosedur ini harus tersedia untuk :

- seluruh pekerja,

- pembeli dan pemasok, dan

- siapa saja yang ingin menyampaikan keluhan terkait dengan masalah-masalah kepatuhan pada Pedoman Perilaku.

Para pekerja diberitahu tentang tata laksana keluhan pada saat

dipekerjakan.

Prosedur tersebut:

- memungkinkan keluhan disampaikan secara rahasia,

- menjawab keluhan dengan cara yang jelas dan tepat waktu,

- memastikan tidak ada anggota yang dikenai sanksi karena menyampaikan keluhan, dan - tidak tumpang tindih dengan mekanisme keluhan atau pengaduan lain yang diakui (misal hukum yang berlaku, kesepakatan kolektif). Keluhan dan tindakan-tindakan korektif yang

dilakukan didokumentasikan secara memadai.

Catatan keluhan dari pemerintah dalam kasus (dugaan) pelanggaran dapat diakses oleh auditor.

I.A.22

Alat-alat yang digunakan untuk mengukur berat atau volume produk yang dipanen dikalibrasi setidaknya setahun sekali. Terdapat langkah-langkah antisipasi untuk mencegah modifikasi yang tidak

diharapkan/penyalahgunaan.

Kalibrasi dapat dilakukan oleh pihak eksternal yang berkompeten, sesuai dengan praktik dan peraturan nasional. Perlengkapan yang lebih mutakhir seperti timbangan elektronik dikalibrasi oleh teknisi khusus. Nama orang atau pihak yang melakukan kalibrasi dan tanggal kalibrasi wajib didokumentasikan.

(20)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

Optimalisasi Hasil

I.A.23

Adanya konsultasi dengan para penyedia layanan perihal saran-saran dan dukungan teknis untuk

praktik-praktik pertanian yang baik.

Permintaan untuk konsultasi dapat ditunjukkan, meskipun ketika layanan atau dukungan tidak dapat disediakan.

Suatu hubungan resmi dengan penyuluh lapangan dari pemerintah dapat dijalin manakala

memungkinkan dan bermanfaat.

I.A.24

Produsen mengidentifikasi hambatan-hambatan dan langkah-langkah yang layak untuk meningkatkan efisiensi kebun dan mengoptimalkan hasil mereka. Produsen memprioritaskan langkah-langkah tersebut dengan mempertimbangkan berbagai biaya dan manfaat.

Hambatan-hambatan, langkah-langkah dan prioritas-prioritas didokumentasikan.

I.A.25

Produsen melaksanakan langkah-langkah prioritas yang teridentifikasi untuk mengomptimalkan hasil dan meningkatkan efisiensi kebun.

(21)

BLOK B - PRAKTIK-PRAKTIK PERTANIAN

Prinsip-prinsip:

• Kebun mencapai produktivitas optimal.

• Mutu produk memenuhi persyaratan-persyaratan industri. • Pengendalian hama terpadu diterapkan.

• Penggunaan pestisida-pestisida yang sangat berbahaya dikurangi. • Produsen:

- Memelihara atau memperbaiki mutu tanah di perkebunan mereka,

- Menggunakan input-input pertanian (saprodi) secara bertanggung jawab dan efektif, - Menggunakan air secara efisien.

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

Bahan Penanaman dan persemaian

I.B.26

Varietas yang sesuai digunakan untuk penanaman baru (termasuk

pembibitan).

Varietas yang sesuai untuk penanaman baru dan penyediannya telah

teridentifikasi.

Pemilihan varietas-varietas yang sesuai hendaknya memperhatikan hal-hal berikut:

- Hasil yang diharapkan

- Ketahanan terhadap hama, penyakit, dan kekeringan

- Saprodi yang diperlukan - Mutu produk

- Adaptasi terhadap kondisi-kondisi lokal, geografis, ekologis dan agronomis Daftar pemasok lokal tersedia dan terkini. Dalam hal tidak terdapat penyedia lokal yang menyediakan varietas yang tepat, hendaknya diambil langkah-langkah untuk membuat persemaian di lokasi.

I.B.27

Bahan tanam diperoleh dari sebuah tempat persemaian yang bebas dari tanda-tanda serangan hama dan penyakit yang kasat mata.

Tersedia justifikasi ketika tanaman-tanaman mempunyai tanda-tanda kerusakan akibat hama dan penyakit yang kasat mata.

I.B.28

Terdapat langkah-langkah untuk memperbaiki kesehatan tanaman di lokasi persemaian. Catatan-catatan disimpan dan memperlihatkan asal substrat dan pemberian pestisida

(termasuk sterilisasi).

Langkah-langkah ini bisa termasuk pemantauan dan pengendalian hama dan penyakit, dan kerusakan pada sistem akar.

Catatan-catatan yang dimaksud setidaknya termasuk:

- tanggal pemberian, - merek produk, dan

- kuantitas atau volume yang diberikan (per hektar, petak, tanaman, dsb.).

(22)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

I.B.29

Untuk seluruh bahan tanam,catatan-catatan atau sertifikat-sertifikat disimpan, yang menyatakan varietas, nomor induk, dan nama penyalur bahan.

Hal ini berlaku untuk semua bahan penanaman yang diperoleh setelah bergabung dengan program sertifikasi UTZ.

I.B.30

Penggunaan tanaman transgenik sebagai bahan tanam tanaman (termasuk pada petak percobaan) dikomunikasikan dengan UTZ dan

pembeli.

Modifikasi genetik khusus hendaknya

didokumentasikan. Pengakuan tertulis komunikasi dengan UTZ dan pembeli wajib disediakan untuk auditor ekternal.

Hal tersebut hanya berlaku untuk produk-produk

UTZ.

Pemeliharaan kebun

I.B.31

Penanaman-penanaman baru mengikuti pola-pola tanaman yang sesuai untuk memastikan sistem tanam yang baik.

Suatu pola tanam yang sesuai hendaknya mempertimbangkan hal-hal berikut: - Persyaratan-persyaratan varietas

- Kondisi-kondisi geografis, ekologis, agronomis - Diversifikasi dan tumpang sari

- Kepadatan penanaman

I.B.32

Pemangkasan dan pembersihan tunas serta bagian tanaman yang terinfeksi dilakukan secara teratur untuk mendapatkan struktur dan kesehatan pohon yang optimal.

Alat-alat disucihamakan saat terdapat risiko penularan penyakit.

I.B.33

Gulma dikendalikan untuk mengoptimalkan nutrisi dan daya serap air dari tanaman tersebut

Prioritas diberikan untuk strategi pengendalian gulma non-kimia.

I.B.34

Pemangkasan berat, sambung samping/pucuk, dan/atau penanaman kembali dilakukan untuk kebun yang produksinya rendah atau yang tidak produktif, untuk mendorong hasil yang optimal.

Diversifikasi

I.B.35

Produsen mempraktikkan diversifikasi produksi pertanian dan/atau sumber-sumber pendapatan lain dalam upaya untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan/atau iklim.

Diversifikasi hendaknya mempertimbangkan tumpang sari, pembuatan kebun-kebun rumahan dengan tanaman bergizi tinggi, atau jenis diversifikasi lain.

Pengelolaan tanah dan Kesuburan

I.B.36

Erosi tanah dicegah dengan

menggunakan teknik konservasi tanah. Tanah ditutupi ketika membuka dan/atau menanam kembali lahan (misal menggunakan penutup tanaman, jerami, dsb.)

Bukti kasat mata dan/atau yang didokumentasi menunjukkan teknik-teknik ini dilaksanakan. Api tidak boleh digunakan untuk menghilangkan vegetasi ketika mempersiapkan lahan.

(23)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

I.B.37

Jenis dan struktur tanah diidentifikasi. Kesuburan tanah dan nutrisi tanaman

dipantau setiap tahun.

Analisis tanah dan daun dilakukan di tahun pertama, dan analisis tanah dan/atau daun (termasuk

pengukuran pH) diulangi setiap tiga tahun. Setiap dilakukannya analisis, sampel tanaman yang sama dipantau dan digunakan untuk perbandingan.

I.B.38

Struktur tanah dijaga dan diperbaiki.

Pemadatan tanah dipantau ketika mesin berat digunakan.

Para produsen menghindari penggunaan mesing berat di area-area yang basah, bertanah rapuh atau area berisiko tinggi terjadinya erosi.

I.B.39

Diambilnya tindakan-tindakan untuk memperbaiki kesuburan tanah sesuai dengan kebutuhan nutrisi tanaman, termasuk penggantian nutrisi yang hilang akibat panen.

Setiap pupuk yang digunakan (organik dan anorganik) digunakan secara efisien untuk memaksimalkan

penyerapan.

Tindakan-tindakan untuk memperbaiki kesuburan tanah termasuk:

- Penanaman spesies-spesies yang dapat memperbaiki unsur nitrogen tanah - Praktik-praktik agroforestry - Pembuatan kompos

- Penggunaan pupuk anorganik

Langkah-langkah untuk memperbaiki pH tanah yang rendah dilaksanakan manakala perlu.

Jika pH tanah rendah, pupuk yang berbasis nitrogen pengasam dihindari atau digunakan dengan kombinasi kapur dolomit.

Penggunaan pupuk yang efisien

mempertimbangkan dosis yang dianjurkan, periode atau waktu dan interval pemberian, dan pelepasan unsur-unsur.

I.B.40

Pupuk organik dan produk turunannya hendaknya tersedia dan diutamakan penggunaannya pada tingkat kebun, dan dilengkapi dengan pupuk anorganik yang digunakan jika nutrisi masih kurang.

Risiko perpindahan penyakit tanaman lewat bahan-bahan organik dan turunannya hendaknya

dipertimbangkan.

I.B.41

Kotoran manusia, lumpur, dan air limbah tidak digunakan untuk produksi dan/ atau kegiatan pengolahan.

I.B.42

Kotoran hewan yang digunakan sebagai pupuk ditempatkan minimal 25 meter dari badan air. Kotoran ini dijadikan kompos jika diperlukan untuk meminimalkan risiko.

Kondisi penempatan dan penyimpanan kotoran hewan mencegah dampak-dampak bagi lingkungan, perpindahan penyakit, dan pencemaran logam berat.

I.B.43

Sebuah analisis untuk menentukan isi nutrisi (N,P,K) pupuk organik dilakukan sebelum penggunaan.

(24)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

Pengendalian hama dan penyakit

I.B.44

Langkah-langkah Pengendalian Hama Terpadu (Integrated Pest

Management/IPM) dilaksanakan dan didokumentasikan.

Langkah-langkah Pengendalian Hama Terpadu (IPM) diterapkan sesuai dengan urutan petunjuk-petunjuk berikut ini:

1. Pencegahan dengan cara menerapkan praktik-praktik pertanian yang baik

2. Pemantauan hama dan penyakit (misalnya perangkap serangga)

3. Jumlah perlakuan tidak melebihi ambang batas toleransi

4. Penggunaan alternatif non-kimia seperti praktik-praktik budidaya lokal dan secara mekanis dan/atau dengan pengendalian biologis (misalnya dengan pemangsa alami)

5. Penggunaan pestisida alami (misalnya ekstrak daun nimba)

6. Cari pestisida kimia yang memiliki kadar toksisitas terendah bagi manusia, flora dan fauna 7. Penggunaan pestisida kimia lainnya hanya sebagai pilihan terakhir

8. Strategi rotasi untuk menghindari kondisi dimana hama menjadi resisten terhadap pestisida (misalnya menggunakan pestisida kimia sepadan lainnya secara bergiliran)

9. Penggunaan herbisida hendaknya dilakukan secara selektif

I.B.45

Pestisida yang masuk dalam Daftar Pestisida Terlarang tidak boleh digunakan di tahap produksi manapun, atau disimpan untuk penggunaan pada tanaman sertifikasi.

Pestisida dalam Daftar Pestisida yang Dipantau hanya boleh digunakan apabila:

- segala langkah-langkah IPM telah diterapkan,

- alternatif pestisida yang tidak terlalu berbahaya tidak tersedia, dan

- rekomendasi khusus telah diterapkan untuk memitigasi atau mengurangi segala risiko terkait bahaya atas penggunaan produk tersebut.

Sebuah sistem telah dijalankan untuk mengawasi penggunaan pestisida yang tercantum dalam Daftar Pestisida dalam Pantauan.

I.B.46

Pestisida digunakan atau disimpan untuk digunakan pada tanaman setifikasi hanya jika secara resmi terdaftar dan diizinkan untuk digunakan pada tanaman di negara lokasi kebun tersebut berada.

Pestisidia dapat juga digunakan dan disimpan jika ada izin dari lembaga penelitian agronomi nasional atau badan nasional untuk tanaman tersebut.

(25)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

Catatan penggunaan pestisida dan pupuk

I.B.47

Daftar lengkap dan terbaru pestisida yang boleh digunakan dan disimpan tersedia untuk para anggota kelompok.

Daftar pestisida tersebut meliputi: - nama merek dan kandungan aktif,

- perlengkapan pelindung khusus dan pelatihan yang diperlukan untuk menggunakan produk tersebut, - jeda waktu pra-panen, dan

- jadwal kembali ke lahan yang telah diberi pestisida. Apabila daftar pestisida yang dimiliki termasuk dalam Daftar Pestisida dalam Pantauan, daftar tersebut hendaknya mengikutsertakan: - keterangan gambar yang memberi peringatan kepada para anggota kelompok perihal risiko-risiko yang terkandung dalam produk-produk tersebut, dan

- informasi tambahan yang menyarankan penggunaan secara tepat.

I.B.48

Semua penggunaan pestisida dan pupuk anorganik dicatat.

Pencatatan setidaknya mencantumkan: - tanggal pemberian (tanggal/bulan/tahun), - nama merek produk,

- tanggal digunakannya pestisida, dan

- kuantitas atau volume yang dipakai (per hektar, ladang, pohon, dsb.),

- rujukan plot,

- metode pemberian dan perlengkapan yang digunakan,

- waktu masuk kembali sesuai dengan petunjuk, dan - nama operator.

Metode dan perlengkapan penggunaan pestisida dan pupuk

I.B.49

Hanya orang-orang yang terlatih secara memadai yang boleh menangani dan menggunakan pestisida berbahaya.

I.B.50

Pestisida dan pupuk cair disiapkan, dicampur dan digunakan sesuai dengan petunjuk label dan Lembar Data Keamanan Bahan, dengan

mempertimbangkan dosis, periode atau waktu, dan jeda waktu pemberian.

Lembar Data Keamanan Bahan dapat diperoleh dari lembaga-lembaga pemerintahan atau penyalur-penyalur.

Sebagai tambahan, nasihat teknis yang disampaikan oleh lembaga penelitian agronomi nasional atau badan nasional untuk tanaman tersebut dapat diikuti. Nasihat tambahan ini didokumentasikan.

I.B.51

Kelebihan campuran pestisida dan pupuk cair atau limbah pencucian tangki dibuang dengan cara yang meminimalkan dampak negatif pada manusia dan lingkungan hidup.

Kelebihan campuran diberikan pada bagian-bagian tanaman yang terlewatkan atau pada lahan untuk penanaman namun masih belum akan ditanami, jauh dari badan air (mematuhi jarak-jarak yang ditentukan dalam I.D.111).

(26)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

I.B.52

Waktu yang direkomendasikan perihal masuk kembali ke lahan setelah pemberian pestisida hendaknya perhatikan dan dipatuhi.

Tersedia tanda-tanda peringatan di kebun, atau tindakan-tindakan lain untuk memastikan waktu masuk kembali setelah pemberian pestisida ditaati.

I.B.53

Jeda waktu pra-panen yang direkomendasikan untuk seluruh pestisida yang digunakan diperhatikan dan dipatuhi.

Terdapat suatu tata cara untuk memastikan bahwa rekomendasi jeda waktu pra-panen ditaati.

I.B.54

Seluruh perlengkapan yang digunakan untuk pemberian pupuk dan pestisida dijaga dalam kondisi yang baik untuk memastikan

perlengkapan-perlengkapan tersebut berfungsi dengan baik.

Perlengkapan diperiksa untuk memperbaiki

fungsinya setidaknya satu tahun sekali, dan kalibrasi dilakukan jika perlu, oleh orang terlatih (internal atau eksternal). Penggunaan selang diatur untuk penyemprotan yang efisien. Pemeriksaan dan kalibrasi perlengkapan hendaknya

didokumentasikan.

Wadah pestisida kosong dan pestisida usang

I.B.55

Wadah-wadah pestisida kosong dibilas 3 kali dengan air. Air bilasan dibuang secara tepat, atau dimasukkan kembali dalam tangki penyemprot untuk digunakan lain kali sebagai campuran semprot, dan wadah-wadah kosong hendaknya dibolongi.

Wadah-wadah pestisida kosong tidak boleh

digunakan untuk kegunaan apapun, termasuk untuk makanan, air, pakan ternak, atau penyimpanan bahan bakar.

I.B.56

Wadah-wadah pestisida kosong dan pestisida yang telah kedaluwarsa ditangani dengan sistem

pengumpulan, pengembalian, dan/atau pembuangan (diatur oleh pemerintah atau pemasok). Wadah-wadah ini disimpan, diberi label, dan ditangani secara memadai dan aman sampai wadah-wadah ini dikumpulkan.

Jika tidak terdapat sistem pengumpulan, pengembalian, atau pembuangan, atau sistem tersebut tidak bisa diakses:

- wadah-wadah pestisida kosong harus dibuang dengan cara yang meminimalkan paparan pada manusia, lingkungan hidup, dan produk makanan; - Pestisida-pestisida yang kedaluwarsa disimpan atau dibuang secara aman dengan cara yang meminimalkan paparan pada manusia, lingkungan hidup, dan produk-produk makanan.

(27)

PK # Poin kontrol T a h u n 1 T a h u n 2 T a h u n 3 T a h u n 4

Penjelasan untuk Kepatuhan

Penyimpanan, penanganan, dan pelarutan pestisida dan pupuk

I.B.57

Pestisida dan pupuk anorganik disimpan:

- sesuai dengan petunjuk pada label, - dalam wadah atau kemasan asli, - dengan indikasi jenis tanaman yang sesuai dengan penggunaanya, - terhindar dari kemungkinan tumpah (mis. cairan ditempatkan di rak bawah atau disimpan terpisah),

- diamankan ditempat yang tidak bisa diakses anak anak (mis. dikunci), dan - jauh dari produk yang dipanen, alat-alat, materi kemasan, dan produk-produk makanan.

Pada saat menangani, melarutkan, dan menyimpan, potensi bahaya untuk manusia, produk makanan, lingkungan hidup, dan badan air harus dihindari. Pupuk disimpan berjauhan dari pestisida.

Area penyimpanan hanya bisa akses oleh orang yang bertanggung jawab dan terlatih.

I.B.58

Fasilitas untuk penanganan, pelarutan dan penyimpanan pupuk anorganik dan pestisida harus :

- bersih dan kering,

- cukup ventilasi dan cahaya, - secara struktur aman, dan

- dilengkapi dengan bahan anti serap. Sebagai tambahan, pusat

penyimpanan dan fasilitas pelarutan juga harus mempunyai:

- lantai yang kedap suara dan anti rembes,

- rak-rak yang bersifat anti-serap dan bermateri tahan api,

- sebuah sistem untuk menampung tumpahan,

- tanda peringatan yang jelas dan permanen ada di dekat pintu masuk, - peringatan keselamatan yang kelihatan, lambang-lambang peringatan, gejala keracunan, dan informasi pertolongan pertama untuk setiap produk yang disimpan, - tata cara keadaan darurat yang jelas, dan

- area untuk membersihkan mata.

Fasilitas diberi pembatas dan mampu menampung 110% dari seluruh volume cair yang disimpan. Materi non-serap bisa berupa kantong plastik, kaca, atau logam.

Prosedur keadaan darurat termasuk:

- cara untuk menangani tumpahan (mis. tanah atau bubuk gergaji), dan

- petunjuk penanganan kecelakaan dan nomor telepon penting atau kontak radio.

I.B.59

Pupuk anorganik dan pestisida diangkut secara hati-hati untuk mencegah tumpah.

Irigasi

I.B.60

Kebutuhan-kebutuhan irigasi dihitung

menggunakan data evapotranspirasi.

Metode yang digunakan untuk penghitungan dan kecepatan evapotranspirasi dapat diperlihatkan.

Gambar

Tabel 2 menampilkan jumlah poin kontrol (wajib dan tambahan) yang harus dipatuhi oleh kelompok per tahun  sertifikasi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil hidrasi -pinena dengan katalis zeolit alam teraktivasi menunjukkan bahwa semakin bertambahnya waktu reaksi, -pinena yang tersisa semakin berkurang, sedangkan - terpineol

Hal tersebut sesuai dengan interpretasi masyarakat Hindu Banjar Lebah terhadap nilai kesetiaan dalam budaya poligami masyarakat Muslim dalam serial drama “Jodha Akbar.” Di

Diketahui dari hasil tersebut metode K-Nearest Neighbors (KNN) merupakan metode yang lebih baik dalam melakukan klasifikasi status kualitas air dalam penelitian

KESDM DJEBTKE Penyampaian Feasibility Study (FS) Termasuk AMDAL* untuk Kegiatan Eksploitasi INVESTOR Izin Prinsip Penanaman Modal KEMENKUMHA M Pengesahan Pendirian Badan

Tingkat Produktivitas tenaga kerja daerah 67,22% 89,48% 2 Meningkatnya perluasan kesempatan kerja Persentase penyerapan tenaga kerja 13% 58,75%.. Jumlah tenaga kerja

Hasil analisis jeung pangolahan data data post test hasil pangajaran dina nulis karangan déskripsi kelompok eksperimen sabada diterapkeun média gambar di kelas VIII di

Kuesioner ini dijadikan sebagai salah satu pemicu penilaian kinerja rumah sakit, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan acuan penyusunan strategi manajemen di masa yang

Sampel dalam penelitian ini adalah tiga panti wredha di Kota Semarang yang menampung lansia terlantar atau tidak mampu, meliputi satu panti milik Pemerintah