1
PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS
(RENSTRA)
KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK
KABUPATEN PANGANDARAN
TAHUN 2016-2021
KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK
KABUPATEN PANGANDARAN
1
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allih SWT, karena hanya dengan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Revisi/Penyesuaian Rencana Strategis (RENSTRA) Kantor Kesatuan Bangsa Politik Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021.
Rencana Strategis Kantor Kesatuan Bangsa, Politik ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, yang merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun. Penyusunan Rencana Strategis ini mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021. Dengan berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku, yang berkaitan dengan rencana dan program pembangunan daerah.
Dengan tersusunnya perubahan renstra ini diharapkan selain menjadi pedoman bagi Kantor Kesatuan Bangsa Politik Kabupaten Pangandaran, dapat menjadi landasan dalam pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan Kantor Kesatuan Bangsa Politik Kabupaten Pangandaran.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas semua partisipasi dan kerjasamany dalam penyusunan Perubahan Renstra ini, sehingga Renstra Kantor Kesatuan Bangsa Politik Kabupaten Pangandaran dapat tersusun dengan baik dan lancar sesuai yang diharapkan. Akhir kata semoga Dokumen Renstra ini bermanfaat bagi kita semua dan kami menerima berbagai saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan ke arah kesempurnaan.
Semoga Perubahan Rencana Strategis ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan kinerja dan akuntabilitas Kantor Kesatuan Bangsa Politik Kabupaten Pangandaran di masa mendatang.
1 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I PENDAHULUAN... 1 1 Latar Belakang ... 1 2 Landasan Hukum ... 2
3 Maksud dan Tujuan ... 3
4 Sistematika ... 4
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KANTOR KESATUAN BANGSA,POLITIK KABUPATEN PANGANDARAN... 5 1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran... 5 2 Sumber Daya Kantor Kesatuan Bangsa, Politik... 14
3 Kinerja Pelayanan Kantor Kesatuan Bangsa,Politik... ... 16
4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik... 23
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK... 25
1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Kantor SKPD... 25
2 Telaahan Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran ... 26
. Telaahan Renstra Kementrian/Lembaga dan Renstra Provinsi /Kabupaten /Kota... 26
4 Penentuan Isu-Isu Strategis... 29
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN... 30
1 Tujuan dan Sasaran... 30
BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN... 32
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF... 33
BAB VII INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD... 34
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Rencana Strategis Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 -2021 merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu 1 (Satu) tahun sampai dengan 5 (Lima) tahun dan disusun berdasarkan pemahaman terhadap lingkungan strategik baik dalam skala nasional, regional maupun lokal dengan memperhitungkan potensi, peluang dan tantangan yang ada atau timbul serta memuat visi dan misi sebagai penjabaran dalam membina unit kerja serta kebijaksanaan sasaran dan prioritas sasaran dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2021.
Perubahan Renstra Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 ini merupakan revisi dari dokumen Renstra sebelumnya yang telah disusun. Hal ini didasarkan pada beberapa faktor dan pertimbangan, antara lain :
(i) Adanya revisi penyusunan RPJMD lama
(ii) Adanya beberapa indikator kinerja yang perlu penyelarasan lebih lanjut;
(iii) Keperluan penyelarasan lebih lanjut dengan substansi yang telah termuat dalam Perubahan RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021.
Penyusunan Perubahan Renstra Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 berpedoman pada RPJP Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2005 – 2025 dan Revisi RPJMD Kabupaten Pangandaran tahun 2016-2021, memperhatikan sumberdaya dan potensi yang dimiliki, faktor keberhasilan, evaluasi pembangunan serta isu strategis yang berkembang. Mengingat peran dan fungs Renstra SKPD Kabupaten Pangandaran sangat penting bagi pemerintah dan masyarakat maka penyusunan Renstra Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran dilakukan secara transparan dan partisipatif untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang berkesinambungan yang nantinya akan dijabarkan kembali secara lebih teknis di Rencana Kerja (RENJA) Kantor Kesbangpol.
1.2. LANDASAN HUKUM
Landasan penyusunan Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan 3. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
2 4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan;
5. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa;
8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025
9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
14. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2009 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;
15. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 79 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2009 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;
16. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 1 Tahun 2013 tentang Urusan Pemerintah Yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Kabupaten Pangandaran;
17. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran;
18. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 71 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik;
19. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 15 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pangandaran;
20. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 16 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pangandaran;
3
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
1.3.1. MAKSUD
Maksud dari penyusunan Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran adalah sebagai berikut :
(1). Tersusunnya dokumen perencanaan taktis strategis sebagai alat Bantu yang terukur bagi rujukan penilaian kinerja SKPD.
(2). Terencananya pembangunan yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan dengan tahapan yang jelas.
(3). Terencananya system manajemen pembangunan dengan prinsip profesionalitas dan akuntabilitas.
1.3.2. TUJUAN
Kegiatan Penyusunan Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja kelembagaan dalam pelaksanaan pembangunan dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun ke depan (2018– 2021), sehingga dapat mempercepat proses peningkatan tarap hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pangandaran dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Secara khusus, tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Kantor Kesatuan Bangsa, Kabupaten Pangandaran ini adalah :
1) Untuk menjaga konsistensi perencanaan dan pemilihan program dan kegiatan prioritas sehingga pembangunan dapat mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan dan pada pencapaian.
2) Untuk menjamin komitmen bersama masyarakat Kabupaten Pangandaran terhadap program dan kegiatan yang telah disepakati oleh semuastake holders pembangunan daerah.
3) Untuk memperkuat landasan penentuan program dan kegiatan tahunan daerah Kabupaten Pangandaran, selama lima tahun yang akan datang.
4) Untuk mengoptimalkan kapasitas daerah dalam rangka pemberdayaan masyarakat.
5) Sebagai acuan untuk menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) KantorKesatuan Bangsa, Politik dan Kabupaten Pangandaran.
6) Sebagai acuan untuk penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA)Kantor Kesatuan Bangsa, Politik.
7) Sebagai acuan dalam penilaian kinerja pembangunan dalam bentuk laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
4
1.4. SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KANTOR KESATUAN
BANGSA, POLITIK
2.1 Tugas,fungsi dan struktur organisasi Kantor Kesbangpol 2.2 Sumber Daya Kantor Kesatuan Bangsa, Politik
2.3 Kinerja Pelayanan Kesatuan Bangsa, Politik
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kantor Kesbangpol
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK
3.1 Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik
3.2 Telaah Visi,Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih
3.3 Telah Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota 3.4 Telaah rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan
hidup strategis
3.5 Penentuan isu-isu strategis
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN
4.1 Tujuan Jangka Menengah Kantor Kesatuan Bangsa, Politik
4.2 Sasaran Jangka Menengah Kantor Kesatuan Bangsa, Politik
BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN BAB VIII PENUTUP
5
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KABUPATEN PANGANDARAN
Untuk mengetahui gambaran layanan Kantor Kesatuan Bangsa, PolitikKabupaten Pangandaran, dapat dilihat dari tugas pokok dan fungsi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran, komposisi personalia, kondisi lingkungan strategis dan isu strategis.
2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran
Kantor Kesatuan Bangsa, Politik kabupaten Pangandaran mempunyai arti dan peranan yang sangat strategis dalam penyelenggaraanpemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 31 Tahun 2016 tentang “Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran” dan Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 71 tahun 2016 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, maka tugas pokok dan fungsinya sebagai berikut :
Fungsi :
Melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik
Selanjutnya berdasarkan Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 71 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pangandaran, maka masing – masing pejabat memiliki uraian tugas sebagai berikut :
2.1.1. Kepala Kantor
Kepala Kantor mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan kebijakan teknis operasional, mengkoordinasikan, melaksanakan kerja sama dan mengendalikan pelaksanaan urusan pemerintahan bidang kesatuan bangsa dan politik, meliputi kesekretariatan, politik dalam negeri dan wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini daerah, ketahanan bangsa serta jabatan fungsional. Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud , Kepala Kantor mempunyai fungsi :
a. Perumusan dan pengaturan kebijakan teknis bidang kesatuan bangsa dan politik sesuai dengan kebijakan pemerintah dan provinsi serta kebijakan umum daerah; b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang kesatuan
6 c. Pembinaan, pengendalian dan fasilitasi pelaksanaan tugas kesekretariatan, politik dalam negeri dan wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini daerah, ketahanan bangsa, serta jabatan fungsional;
d. Penyelenggaraan dan pengelolaan sumberdaya aparatur, keangan, sarana dan prasarana kantor;
e. Penyelenggaraan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugasnya; dan f. Penyelenggaraan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja kantor.
Tugas Kepala Kantor meliputi :
a. menyelenggarakaan perumusan kebijakan teknis Kantor yang meliputi kesekretariatan, politik dalam negeri dan wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini daerah, ketahanan bangsa dan jabatan fungsional berdasarkan visi misi serta tugas pokok dan fungsi kantor;
b. menyelenggarakan perumusan dan penetapan rencana kerja yang meliputi kesekretariatan, politik dalam negeri dan wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini daerah, ketahanan bangsa dan jabatan fungsional berdasarkan kebijakan umum Kantor dan Standar Pelayanan Minimal;
c. menyelenggarakan dan mengkoordinasikan penyusunan dan penetapan rencana strategis (Renstra), laporan akuntabilitas kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Kerja Tahunan (RKT), penetapan kinerja (TAPKIN), Standar Operasional Prosedur (SOP), Standar Pelayanan bagi penyusunan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) dan laporan pertanggungjawaban akhir masa jabatan Bupati, Laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) serta dokumen-dokumen perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan kinerja lainnya;
d. menyelenggarakan kebijakan pemerintah dan provinsi serta kebijakan umum daerah dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan daerah kesatuan bangsa dan politik; e. menyelenggarakan pembinaan, pengawasan, pengendalian monitoring, evaluasi dan
pelaporan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kesatuan bangsa dan politik di daerah;
f. Penyelenggaraan perumusan dan menetapkan kebijakan teknis di bidang politik dalam negeri dan wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini daerah, ketahanan bangsa dan jabatan fungsional berdasarkan visi dan misi serta tugas pokok dan fungsi Kantor;
g. Menyelenggarakan pembentukan dan pengemabangan kelembagaan bidang kesatuan bangsa dan politik di kabupaten berdasarkan kebijakan pedoman, norma, standar, prosedur dan kriteria yang di tetapkan pemerintah;
h. Memimpin, mengatur, membina, mengevaluasi, mengendalikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan teknis serta tugas kantor;
7 i. Menyelenggarakan perumusan rencana kebutuhan dan / atau pembangunan bidang data politik dalam negeri dan wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini daerah, ketahanan bangsa dan jabatan fungsional sebagai bahan perencanaan pembangunan daerah;
j. Menyelenggarakan penetapan program dan rencana kerja lingkup kesatuan bangsa dan politik di daerah;
k. Menyelenggarakan perancangan dan pengembangan sistem informasi dan dokumentasi teknis pelaksanaan program pembangunan bidang kesatuan bangsa dan politik daerah;
l. Mendistribusikan tugas kepada staf secara lisan maupun tertulis sesuai bidang tugasnya;
m. Menyelenggarakan konsultasi tugas dengan pihak-pihak yang terkait baik teknis maupun administratif, untuk keserasian dan keharmonisan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kantor;
n. Menjelaskan perkembangan kebijakan-kebijakan dan prioritas kepada staf;
o. Memantau pelaksanaan tugas staf melalui rapat-rapat intern dan petunjuk langsung untuk keterpaduan pelaksanaan tugas;
p. Mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaan tugas staf kualitas dan karier staf; q. Membina staf sesuia ketentuan kepegawaian untuk peningkatan kualitas dan karier
staf;
r. Memeriksa konsep-konsep surat yang diajukan oleh staf sebelum ditandatangani; s. Mengevaluasi pelaksanaan tugas staf melalui melalui penilaian Sasaran Kerja
Pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;
t. Mengadakan koordinasi dengan pihak terkait baik teknis maupun administratif untuk sinkronisasi pelaksanaan tugas;
u. Melaporkan pelaksanaan tugas secara lisan, tertulis, berkala, atau sesuai kebutuhan kepada pimpinan;
v. Memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan yang menyangkut bidang tugas kantor; dan
w. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuiai dengan bidang tugasnya.
2.1.2. Sub Bagian Tata Usaha
Sub Bagian Tata Usaha dipimpin seorang Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan meliputi administrasi umum, kepegawaian, keuangan, program, pengelolaan tata laksana organisasi serta pemberian layanan teknis administrasi kepada seluruh satuan organisasi kantor.
8 Dalam menyelenggarakan tugasnya Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan rencana formasi pegawai, mutasi dan pengembangan karir pegawai, pendayagunaan pegawai dan fasilitas peningkatan kesejahteraan serta disiplin pegawai;
b. Penyusunan rencana pelaksanaan dan perhitungan anggaran;
c. Pengumpulan, pengolahan, analisa dan penyajian data kesatuan bangsa dan politik; d. Pengkajian dan evaluasi dampak pelaksanaan program pembangunan kesatuan
bangsa dan politik;
e. Pengelolaan administrasi kepegawaian dan pemeliharaan dokumen kepegawaian; f. Pelaksanaan verifikasi dan fasilitasi kebendaharaan;
g. Penyelenggaraan pengelolaan keuangan dan pemeliharaan dokumen keuangan kantor;
h. Pelaksanaan layanan teknis administrasi kepada seluruh satuan organisasi Kantor; i. Peneglolaan surat-menyurat, kearsipan dan penyiapan penyelenggaraan rapat-rapat; j. Pengelolaan, pengendalian, dan evaluasi penatausahaan keuangan kantor;
k. Pengelolaan rumah tangga, perjalanan dinas, perlengkapan, pemeliharaan barang inventaris kantor dan keprotokolan;
l. Pemeliharaan kebersihan, keindahan, dan ketertiban kantor; m. Pelaksanaan pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan; n. Penyusunan laporan dibidang tugasnya;
o. Penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan yang meliputi Realisasi Anggaran bulanan, semesteran dan tahunan;
p. Penyusunan laporan akhir pertanggungjawaban keuangan dinas dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK);
q. Penyusunan neraca keuangan kantor;
r. Pemantauan dan pengawasan pelaksanaan program bidang kesatuan bangsa dan politik;
s. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas dan fungsinya; 2.1.3. Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik
Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik dipimpin oleh Kepala Seksi berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Kantor. Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas pokok menyelenggarakan perumusan kebijakan teknis, dan menyelenggarakan penyusunan rencana kerja seksi kesatuan bangsa dan politik, meliputi fasilitasi partai politik,pemilu dan pendidikan politik serta wawasan kebangsaan dan pembauran kebangsaan. Adapun uraian tugas kepala seksi kesatuan bangsa dan politik sebagai berikut :
9 a. Menyelenggarakan perumusan kebijakan teknis seksi kesatuan bangsa dan politik;
b. Menyelenggarakan penyusunan rencana kerja seksi kesatuan bangsa dan politik berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja kantor serta kondisi dinamis masyarakat;
c. Menyelenggarakan sistem dan implementasi politik, kelembagaan politik pemerintahan, kelembagaan partai politik, budaya dan pendidikan politik, fasilitasi pemilu, pilpres dan pilkada di daerah kepada pemerintahan di tingkat kecamatan, desa dan masyarakat melalui koordinasi, bimbingan, supervisi dan konsultasi, perencanaan, penelitian, pemantauan, pengembangan dan evaluasi; d. Menyelenggarakan fasilitasi dalam rangka peningkatan kualitas fungsi legislatif
dalam sistem pemerintahan;
e. Menyelenggarakan pembinaan dan pendidikan politik dalam rangka pencapaian peningkatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik;
f. Menyelenggarakan fasilitasi serta koordinasi dalam rangka penyelenggaraan pemilihan umum dan pemilihan umum kepala daerah;
g. Menyelenggarakan pembinaan, bimbingan, supervisi, konsultasi, perencanaan, penelitian, pemantauan, pengembangan dan evaluasi pada SKPD, kecamatan, Desa dan Masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan di lingkup wawasan kebangsaan dan pembauran kebangsaan;
h. Menyelenggarakan pengamalan pancasila melalui penyelenggaraan pelatihan peningkatan wawasan kebangsaan, pembinaan ideologi negara serta pembinaan pembauran kebangsaan;
i. Menyelenggarakan monitoring, evaluasi dan pelaporan dalam lingkup seksi kesatuan bangsa dan politik;
j. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja lain dan/atau lembaga/organisasi terkait dalam lingkup tugasnya;
k. Mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan bidang tugasnya; l. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan seksi dalam melaksanakan tugas; m. Memberi petunjuk kepada staf untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya;
n. Menyelia kegiatan staf dalam lingkup seksi kesatuan bangsa dan politik untuk mengetahui kesesuaiannya dengan rencana kerja;
o. Mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaan tugas staf berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
p. Menyusun dan memeriksa konsep-konsep surat dinas yang diajukan oleh staf untuk memperoleh konsep surat dinas yang benar;
10 q. Mengevaluasi pelaksanaan tugas staf melalui penilaian sasaran kerja pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;
r. Melaporkan pelaksanaan tugas dalam lingkup seksi kesatuan bangsa dan politik secara lisan, tertulis, berkala atau sesuai dengan kebutuhan kepada pimpinan; s. Memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai dengan bidang
tugasnya, dan;
t. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
2.1.4. Seksi Ketahanan dan Kewaspadaan Daerah
Seksi Kewaspadaan dan Ketahanan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor, mempunyai tugas pokok menyelenggarakan perumusan kebijakan teknis dan menyelenggarakan penyusunan rencana kerja seksi kewaspadaan dan ketahanan daerah, meliputi kewaspadaan dini, penanganan konflik dan oengawasan lembaga/orang asing. Adapun tugas Kepala Seksi Kewaspadaan dan Ketahanan Daerah diantaranya :
a. Menyelenggarakan perumusan kebijakan umum dan teknis Seksi Kewaspadaan dan Ketahanan Daerah;
b. Menyelenggarakan penyusunan rencana kerja Seksi Kewaspadaan dan Ketahanan Daerah berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja Kantor serta kondisi dinamis masyarakat;
c. Menyelenggarakan kewaspadaan dini, bina masyarakat, dan tenaga kerja melalui koordinasi, bimbingan, supervisi, konsultasi, perencanaan, penelitian, pemantauan, pengembangan dan evaluasi terhadap kondusifitas daerah;
d. Menyelenggarakan fasilitasi pembinaan serta peningkatan aktivitas intelejen melalui komunitas intelejen daerah (KOMINDA)
e. Menyelenggarakan fasilitasi pembinaan kewaspadaan dini masyarakat di daerah melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)
f. Menyelenggarakan pembinaan, pemantauan, penanganan konflik dan pengawasan lembaga dan/atau orang asing pada pemerintahan di tingkat kecamatan, desa dan masyarakat melalui koordinasi, bimbingan, supervisi, dan konsultasi, perencanaan, penelitian, pemantauan, pengembangan dan evaluasi;
g. Menyelenggarakan monitoring, evaluasi dan pelaporan dalam lingkup seksi kewaspadaan dan ketahanan daerah;
h. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja lain dan/atau lembaga/organisasi terkait dalam lingkup tugasnya;
11 i. Mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan bidang tugasnya;
j. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan seksi dalam melaksanakan tugas; k. Memberi petunjuk kepada staf untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya;
l. Menyelia kegiatan staf dalm lingkup seksi Kewaspadaan dan Ketahanan Daerah untuk mengetahui kesesuaiannya dengan rencana kerja;
m. Mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaan tugas staf berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
n. Menyusun dan memeriksa konsep-konsep surat dinas yang diajukan oleh staf untuk memperoleh konsep surat dinas yang benar;
o. Mengevaluasi pelaksanaan tugas staf melalui penilaian sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;
p. Melaporkan pelaksanaan tugas dalam lingkup seksi Kewaspadaan dan ketahanan Daerah secara lisan, tertulis, berkala atau sesuai dengan kebutuhan pimpinan;
q. Memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya; dan
r. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
12
13
2.2. Sumber Daya Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran. 2.2.1 Sumber Daya Manusia
Berdasarkan data terakhir jumlah pegawai yang ada di Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2.1.1
Klasifikasi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran Tahun 2018
No Tingkat Pendidikan Jumlah Pegawai Jumlah Laki-Laki Perempuan 1. Pasca Sarjana / S2 2 - 2 2. Sarjana / S1 1 - 1 3. Diploma III 1 1 2 4. SLTA 2 - 2 Jumlah 6 1 7 Tabel 2.2.1.2
Klasifikasi Pegawai Berdasarkan Tingkat Eselon di Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran Tahun 2018
No Tingkat Eselon Jumlah Pegawai Jumlah Laki-Laki Perempuan 1. Eselon III 1 - 1 2. Eselon IV 3 - 3 3. Fungsional 2 1 3 Jumlah 6 1 7 Tabel 2.2.1.3
Pegawai Non PNS Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten pangandaran Tahun 2018
No Tingkat Pendidikan
Jumlah Pegawai
Jumlah Laki-Laki Perempuan
14
2. SLTA 4 3 7
3. SLTP 1 - 1
Jumlah 9 8 17
2.2.2 Sarana dan Prasarana Aset Yang Dikelola.
Dalam menjalankan tugas oprasionalnya Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran didukung beberapa peralatan antara lain :
Tabel 2.2.2
No Nama Aset Jumlah
1. Mini Bus (Penumpang 14 orang ke bawah) 1 unit
2. Sepeda Motor 1 unit
3. Mesin Ketik Elektronik 1 unit
4. Lemari Besi 6 unit
5. Rak Kayu 2 unit
6. Brand Kas 1 unit
7. Alat Penghancur Kertas 1 unit
8. White Board 2 buah
9. Zice 1 unit
10. Meja Rapat 4 unit
11. Kursi Tamu 1 unit
12. Kursi Putar 2 unit
13. Meja Biro 5 unit
14. Rak TV 2 unit
15. Mesin Penghisap Debu/Vacum Cleaner 1 unit
16. AC Unit 4 unit
17. Televisi 1 unit
18. Sound System 1 unit
19. P.C Unit/Komputer PC 3 unit
20. Laptop 5 unit
21. Note Book 3 unit
22. Printer 4 unit
23. Scanner 1 unit
15
25. Modem 1 unit
26. Meja Kerja Pejabat Eselon IV 2 unit
27. Meja Kerja 10 unit
28. Lemari Arsip untuk arsip dinamis 2 unit
29. Camera + Attachment 2 unit
30. Proyektor + Attachment 1 unit
31. Facsimile 1 unit
32. Handphone 1 unit
33. Antena SHF/Parabola Portable 1 buah
2.3 Kinerja Pelayanan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran
Kinerja pelayanan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran sesuai dengan tugas, pokok dan fungsinya adalah membantu Kepala Daerah khususnya dalam bidang penguatan kesatuan bangsa, pemantapan hubungan antar lembaga dan pemantapan sistem budaya politik.
Capaian kinerja Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran selama berdirinya Kabupaten Pangandaran diuraikan sebagai berikut :
1. Terbentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) untuk tingkat Kabupaten.
2. Terjalinnya Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran dengan Instansi Vertikal seperti POLRI, TNI, Kejaksaan dan BIN Daerah Pangandaran melalui Operasional Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA) Kabupaten Pangandaran dalam rangka pencegahan dini untuk mnegantisipasi terjadinya konflik di Kabupaten Pangandaran.
3. Tersalurnya bantuan keuangan kepada Partai Politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
4. Terlaksananya pemantauan (monitoring) pelaksanaan Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Tahun 2015.
5. Terlaksananya pemberian Surat Keterangan Terdaftar (SKT) bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
6. Terlaksananya pemeberian izin penelitian bagi mahasiswa S1, S2 dan S3 serta Lembaga Survey dan Instansi Pemerintah.
16
Tabel 2.3.1
Pencapaian Kinerja Pelayanan Kantor Kesatuan Bangsa Politik
No
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah Target NSPK Target IKK Target Indikato r Lainnya Satuan Target Renstra Perangkat Daerah Tahun Ke- Realisasi Capaian Tahun Ke- Rasio Capaian Pada Tahun Ke-
2016 2017 2016 2017 2016 2017
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
1
Prosentase Potensi Konflik
yang Tidak Terjadi - - % 65% 65% 75,5% 75,5% 100 100
2
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam: Pemilihan Kepala Desa
- - % - - - -
Pemilihan Legislatif
70,32% - 70,32 - 100 -
Pemilihan Presiden
77,05% - - - - -
Pemilihan Kepala Daerah 77,94% - 77,94 - 100 -
Jumlah Organisasi
17
Tabel 2.3.2
Anggaran Dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik
Uraian
Anggaran Pada Tahun Ke- Realisasi Anggaran Pada Tahu Ke-
Rasio Antara Realisasi dan Anggaran Tahun Ke- Rata-Rata Pertumbuhan 2016 2017 2016 2017 2016 2017 Anggaran Realisasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 287.845.000 281.461.550 216.887.445 258.199.901 75,35 91,74 (24,65) (8,26)
Penyediaan Jasa Surat Menyurat
3.500.000 2.500.000 2.787.000 2.499.000 79,63 99,96 (20,37 ) (0,04)
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
22.800.000 29.300.000 10.613.895 15.605.343 46,55 53,26 (53,45) (46,74)
Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional
2.100.000 1.100.000 1.524.700 985.800 72,60 89,62 (27,40 ) (10,38)
Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
22.540.000 31.500.000 22.250.000 31.200.000 98,71 99,05 (1,29) (0,95)
Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor
19.500.000 31.200.000 19.500.000 31.200.000 100,00 100,00 - -
Penyediaan Jasa Penunjang Kegiatan Perkantoran dan Rumah Tangga
14.585.000 15.600.000 14.235.000 15.600.000 97,60 100,00 (2,40 ) -
18
Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
15.000.000 4.000.000 6.540.000 3.989.900 43,60 99,75 (56,40) ( 0,25 )
Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
3.570.000 3.000.000 1.546.000 2.999.500 43,31 99,98 ( 56,69) ( 0,02)
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
9.000.000 4.900.000 7.594.100 4.896.642 84,38 99,93 ( 15,62) ( 0,07 )
Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan
16.690.000 13.361.550 12.751.000 11.912.000 76,40 89,15 ( 23,60 ) ( 10,85 )
Penyediaan Makan dan Minuman
25.000.000 15.000.000 20.930.600 14.996.850 83,72 99,98 ( 16,28 ) ( 0,02 )
Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah
77.360.000 80.000.000 57.559.500 79.991.016 74,40 99,99 (25,60) ( 0,01 )
Rapat-rapat Koordinasi di Dalam Daerah
30.000.000 24.000.000 17.431.000 16.330.000 58,10 68,04 (41,90) (31,96)
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
151.380.000 104.500.000 110.808.225 100.027.864 73,20 95,72 (26,80 ) (4,28)
Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor
13.760.000 5.000.000 4.625.000 5.000.000 33,61 100,00 ( 66,39 ) -
Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 20.000.000 14.898.000 74,49 ( 25,51 ) ( 100,00 ) Pemeliharaan Rutin/berkala Gedung Kantor 6.600.000 20.000.000 2.620.000 19.908.000 39,70 99,54 (60,30) (0,46) Pemeliharaan rutin/berkala 68.300.000 40.000.000 49.236.725 38.640.864 72,09 96,60 (27,91) ( 3,40)
19
kendaraan dinas/operasional Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor
9.000.000 4.500.000 7.382.500 2.875.000 82,03 63,89 (17,97) (36,11)
Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor
8.720.000 5.000.000 7.050.000 4.954.000 80,85 99,08 (19,15) (0,92)
Pemeliharaan rutin/berkala mebeleur
- 2.500.000 - 1.500.000 - 60,00 - (40,00)
Penyediaan Gedung Kantor 25.000.000 27.500.000 24.996.000 27.150.000 99,98 98,73 (0,02) (1,27)
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
103.969.500 75.039.500 59.836.800 68.005.200 57,55 90,63 (42,45) (9,37)
Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
4.700.000 1.982.000 3.663.000 1.982.000 77,94 100,00 (22,06) -
Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran
4.050.000 1.550.000 - - - -
Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggara
5.810.000 1.500.000 - 754.400 - 50,29 - (49,71)
Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun
1.954.500 1.607.500 1.954.500 1.607.500 100,00 100,00 - -
Penyusunan Perencanaan Program dan Kegiatan SKPD
35.535.000 16.600.000 21.903.200 16.599.850 61,64 100,00 (38,36) -
Penyelenggaraan Pengelolaan Sistem Informasi Pengelolaan
20
Keuangan Daerah
Penyelenggaraan Pengelolaan Sistem Informasi Pengelolaan Barang Daerah 23.235.000 24.100.000 15.431.100 23.399.300 66,41 97,09 (33,59) (2,91) Penyusunan Renstra SKPD 5.450.000 - 1.450.000 - 26,61 - (73,39) - Revisi Renstra SKPD - 3.600.000 - - - - Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal
460.550.000 291.235.500 376.249.700 285.083.000 81,70 97,89 ( 18,30 ) ( 2,11 )
Fasilitasi Kegiatan Intelegen Daerah (KOMINDA)
338.350.000 194.157.000 274.841.700 188.737.550 81,23 97,21 ( 18,77 ) (2,79)
Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Terpadu 122.200.000 97.078.500 101.408.000 96.345.450 82,99 99,24 ( 17,01 ) ( 0,76 ) Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan 275.601.750 100.514.450 267.093.350 100.514.450 96,91 100,00 ( 3,09) - Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akan Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa
- 16.184.500 - 16.184.500 - 100,00 - -
Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Bangsa
86.725.000 - 81.279.500 - 93,72 - ( 6,28 ) -
Pendidikan Bela Negara Bagi Generasi Muda
21 Program Kemitran Pengembangan Wawasan Kebangsaan 135.807.500 85.956.000 135.696.500 84.149.750 99,92 97,90 ( 0,08 ) ( 2,10 ) Pembinaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)
59.870.000 50.000.000 59.796.000 49.210.000 99,88 98,42 ( 0,12 ) ( 1,58 )
Pembinaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
34.137.500 17.978.000 34.101.500 17.948.250 99,89 99,83 ( 0,11 ) ( 0,17 )
Pembinaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)
41.800.000 17.978.000 41.799.000 16.991.500 100,00 94,51 - ( 5,49 )
Program Pendidikan Politik Masyarakat
158.215.250 54.774.000 143.171.100 50.417.100 90,49 92,05 ( 9,51 ) ( 7,95 )
Pemantauan Pemilu Legislatif dan Pilpres serta Persiapan Pemilihan Kepala Daerah
79.715.250 - 79.715.250 - 100,00 - - -
Verifikasi Belanja Hibah dan Bantuan Sosial
28.500.000 10.463.000 26.336.050 10.415.400 92,41 99,55 ( 7,59 ) ( 0,45 )
Bintek Kader Parpol - 26.333.000 - 22.941.000 - 87,12 - ( 12,88 )
22
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran.
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik sebagai salah satu Organisasi Perangkat daerah di Kabupaten Pangandaran yang mempunyai tugas membantu Bupati dalam bidang Kesatuan bangsa dan politik, penyelenggaraan ketentraman masyarakat dan ketertiban umum selama tiga tahun terakhir kondisinya stabil, landai dan kondusif. Setidaknya hal ini menjadi pertanda bahwa kemandirian politik masyarakat mulai mengalami peningkatan. Keberhasilan ini tidak terlepas dari adanya upaya-upaya yang dilakukan dalam bentuk kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kesbangpol Kabupaten Pangandaran.
Meskipun demikian bukan berarti tidak ada hambatan yang ditemui kesbangpol selama perjalanannya. Ada beberapa faktor yang sedikit banyak mempengaruhi peningkatan pemberdayaan politik masyarakat Kabupaten Pangandaran, antara lain:
a. Tingkat Ketertarikan masyarakat Kabupaten Pangandaran yang tinggi untuk berpartisipasi dengan mendirikan atau bergabung ada organisasi non profit (Ormas/LSM/Yayasan) belum dibarengi dengan pengetahuan mereka akan pentingnya kelengkapan persyaratan untuk organisasi yang mereka bentuk. Sehingga masih banyak Ormas/LSM/Yayasan yang belum terdaftar di Kantor Kesbangpol.
b. Masih sering dijumpai adanya konflik kepentingan dalam ormas, LSM yang berdampak pada kinerja organisasi mereka sendiri pada khususnya masyarakat sebagai pengguna jasa mereka pada umumnya.
c. Kurangnya kesadaran dari parpol untuk melengkapi berkas-berkas yang diperlukan dalam pencairan dana menghambat kecepatan dana bantuan keuangan parpol.
Terkait dengan kenyataan tersebut diatas, ada beberapa langkah/kegiatan yang telah dilakukan untuk meningkatkan/memperbaiki tingkat keberdayaan poltik di masyarakat dan lembaga demokrasi yang ada di Kabupaten pangandaran, antara lain :
a. Upaya penyediaan dana fasilitasi dalam tiap tahun anggaran bagi pelaksanaan pendidikan politik, wawasan kebangsaan dan lain-lain secara berkesinambungan; b. Senantiasa menjalin koordinasi anatar instansi untuk tujuan terselenggaranya
kehidupan berpolitik yang demokratis di kabupaten pangandaran;
c. Melaksanakan kegiatan pembinaan secara teknis kepada parpol berkaitan dengan administrasi keuangan.
Secara ringkas dapat dikemukakan, analisis SWOT Kantor Kesbangpol sebagai lembaga teknis daerah yang bertugas melaksanakan dan menyusun kebijakan daerah di bidang kesatuan bangsa, politik dalam negeri sebagai berikut :
a. Strength (kekuatan)
23
Program dan kegiatan Kantor Kesbangpol yang jelas serta sesuai kebutuhan.
Jaringan informasi dan komunikasi memadai
Lokasi kantor kesbangpol yang mudah dijangkau oleh masyarakat.
Adanya visi, misi kantor kesbangpol. b. Weaknes (kelemahan)
Masih perlunya peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia pada Kantor Kesbangpol
Terbatasnya penyediaan anggaran untuk melaksanakan program dan kegiataan secara berkesinambungan
Minimnya sarana dan prasarana dalam rangka menunjang kinerja aparatur Kesatuan Bangsa, politik kabupaten pangandaran
c. Oportunity (Peluang)
Kemajuan teknologi berbasis internet
keterbukaan informasi public
kemajuan dan kecanggihan alat komunikasi
dukungan dari pemerintah pusat, provinsi maupun daerah yang besar terhadap isu persatuan dan kesatuan bangsa.
Makin tingginya kesadaran masyarakat untuk mencintai bangsanya
hubungan koordinasi yang baik dengan instansi lain maupun dengan masyarakat umum
meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kantor kesbangpol terbukti dengan semakin banyaknya kegiatan kerjasama yang diajukan oleh masyarakat
konsolidasi yang melibatkan seluruh instansi dan segenap komponen daerah semakin terarah sehingga memberi peluang penciptaan kondisi politik, hukum dan keamanan yang semakin stabil.
Komitmen pimpinan Daerah untuk membentuk tata pemerintahan yang baik (Good Governance) termasuk pemberantasan korupsi, narkoba, kegiatan illegal, pengembangan demokrasi dan penguatan sosial ekonomi masyarakat.
d. Tantangan (Threats)
Adanya pergesekan antar msyarakat maupun antar kelompok yang dilatar belakangi perbedaan suku, ras dan agama
Menurunnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup berbangsa dan bernegara
24
BAB III
PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD.
Dengan melihat capaian kinerja yang telah dilaksanakan pada periode 2013-2015 serta tantangan yang semakin berat pada 2016-2021, maka inventarisasi permasalahan yang dihadapi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran adalah sebagai berikut : 1. Masalah yang bersifat Internal
a. Belum terpenuhinya kebutuhan ideal sumber daya manusia di Kantor Kesatuan bangsa, politik kabupaten pangandaran baik secara kuantitas maupun kualitas
b. Masih belum terpenuhinya secara ideal sarana dan prasarana dalam menunjang aktivitas pekerjaan. Hal tersebut akan berdampak kepada kecepatan penyelesaian tugas
c. Belum maksimalnya tugas-tugas internal. Hal ini dipengaruhi oleh standar dan pedoman kerja yang relatif masih terbatas, adanya tumpang tindih tupoksi dan program.kegiatan dengan SKPD lainnya.
2. Masalah yang bersifat eksternal
a. Kondisi dan stabilitas nasional secara umum sangat membawa pengaruh (bisa positif ataupun negativ) terhadap kinerja kantor kesbangpol kabupaten pangandaran
b. Koordinasi dan kerjasama dengan instansi lain dan juga masyarakat pada umumya memerlukan kreativitas dan kesamaan tujuan, sedangkan pada kenyataannya hal ini tidak mudah untuk dilaksanakan.
c. Keaktifan masyarakat untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang difasilitasi kantor kesbangpol masih kurang.
d. Masih banyaknya LSM/Ormas yang belum mendaftarkan diri ke kantor kesbangpol berdampak pada sulitnya antisipasi terhadap potensi gesekan yang mengancam ketertiban umum.
e. Belum optimalnya pelaksanaan pendidikan politik terhadap masyarakat untuk membangun etika dan moral politik bangsa serta kedewasaan perilaku berdemokrasi. f. Perubahan lingkungan strategis yang demikian cepat dengan pola yang tidak
menentu sehingga perlu pemantauan secara terus menerus agar kesiapan antisipasi terhadap gangguan bidang politik, hukum dan keamanan dapat dibangun dengan baik.
g. Peningkatan wawasan kebangsaan dalam rangka pemahaman terhadap empat konsensus dasar yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai upaya membangun harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
25 h. Menurunnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai pancasila, demokrasi,
wawasan kebangsaan dan cinta tanah air akibat pengaruh globalisasi.
i. Ditinjau dari sudut demografis warga masyarakat Kabupaten Pangandaran sangat rawan untuk dapat terjadinya konflik SARA.
3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran
Pembangunan di Kabupaten Pangandaran pada tahap pertama RPJM Daerah tahun 2016 – 2021 menuntut perhatian lebih tidak hanya untuk menghadapi permasalahan yang belum terselesaikan, namun juga untuk mengantisipasi yang muncul di masa yang akan datang.
Visi Pemerintah Kabupaten Pangandaran adalah :
“Kabupaten Pangandaran Sebagai Tujuan Wisata Berkelas Dunia”
Dengan memperhatikan kondisi, permasalahan yang ada, tantangan ke depan dan isu yang ditetapkan serta dengan memperhitungkan peluang dan potensi yang dimiliki untuk mencapai masyarakat Kabupaten Pangandaran, maka dirumuskan misi Kabupaten Pangandaran yaitu:
1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, bersih dan melayani;
2. Mewujudkan penataan ruang yang harmonis dan pengendalian pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan;
3. Menyediakan infrastruktur dan fasilitas yang berkualitas; 4. Memperkuat katahanan nilai-nilai kearifan lokal;
5. Membangun sumberdaya manusia yang mandiri, berkualitas dan berdaya saing; 6. Membangun Perekonomian Yang Tangguh, Maju, Berkeadilan dan Berkelanjutan. Misi dan Program Kepala Daerah terpilih yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi kantor kesbangpol adalah misi keempat yaitu Memperkuat ketahanan nilai-nilai kearifan lokal, dengan pokok-pokok program sebagai berikut :
1. Program pengembangan Wawasan Kebangsaan
2. Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan 3. Program Pendidikan Politik
3.3 Telaahan Renstra Kementrian/Lembaga dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota 3.3.1 Renstra Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia
Visi
” Kementerian Dalam Negeri Mampu Menjadi POROS Jalannya Pemerintahan dan Politik Dalam Negeri, Meningkatkan Pelayanan Publik, Menegakkan Demokrasi Dan Menjaga Integrasi Bangsa”
Untuk mewujudkan Visi yang telah dirumuskan tersebut, maka ditetapkan Misi Kementerian Dalam Negeri, yaitu:
26 1. Memantapkan ideologi dan wawasan kebangsaan dengan memperkuat pengamalan terhadap Pancasila, UUD 1945, kebhinekaan, menegakkan persatuan dan kesatuan demokratisasi, serta membangun karakter bangsa dan stabilitas dalam negeri.
2. Mewujudkan efektivitas penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan umum melalui harmonisasi hubungan pusat-daerah, menciptakan ketentraman, dan ketertiban umum, serta meningkatkan pendayagunaan administrasi kependudukan.
3. Mewujudkan efektivitas penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah melalui peningkatan kapasitas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan serta didukung pengelolaan anggaran dan keuangan yang akuntabel dan berpihak kepada rakyat. 4. Mendorong terwujudnya keserasian dan keadilan pembangunan antar wilayah dan
daerah melalui pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa serta perbatasan.
5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan efektif dengandidukung aparatur yang berkompeten dan pengawasan yang efektif dalam rangka pemantapan pelayanan publik.
Dalam Renstra Kementrian Dalam Negeri yang terkait dengan tufoksi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran yaitu terdapat pada misi ke satu, yaitu Memantapkan ideologi dan wawasan kebangsaan dengan memperkuat pengamalan terhadap Pancasila, UUD 1945, kebhinekaan, menegakkan persatuan dan kesatuan demokratisasi, serta membangun karakter bangsa dan stabilitas dalam negeri. Program yang mendukung diantaranya :
a. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan
b. Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan
c. Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal
3.3.2 Renstra Badan Kesatuan Bangsa,Politik Provinsi Jawa Barat
Visi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat yaitu :
“Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang Profesional dan Demokratis”
Misinya :
Misi Kesatu : Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ideologi negara dan cinta tanah air.
Misi Kedua : Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dalam upaya menjaga harmonisasi dankondusivitas di daerah.
Misi Ketiga : Meningkatkan ketahanan ekonomi, sosial budaya, dan kehidupan sosialkemasyarakatan.
27 Misi Keempat : Meningkatkan kualitas demokrasi melalui pendidikan politik masyarakat.
Terlihat bahwa urusan wajib kantor kesbangpol terkait dengan misi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mendukung semua misi diatas.
3.3.3 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Aspek lingkungan dalam penataan wilayah memang sangat penting, meskipun peraturan penataan ruang telah memasukkan unsur-unsur pengelolaan lingkungan dalam aturan dan petunjuk pelaksanaan penataan ruang tetapi belum mampu diaplikasikan mengingat beragamnya kondisi yang ada di setiap wilayah Indonesia. Wilayah pantai, rawa, dataran rendah, perukitan dan wilayah pegunungan akan memiliki cara berbeda dalam rangka melakukan upaya penyelamatan lingkungan menuju pembangunan yang lestari. Wilayah hutan alami, hutan sekunder, savanah dan wilayah karst akan juga berbeda perencanaan ruangnya. Perbedaan ini hanya bisa dilakukan dengan melakukan perencanaan ruang dengan mengaplikasikan KLHS.
KLHS adalah proses sistematis untuk mengevaluasi konsekuensi lingkungan hidup dari suatu usulan kebijakan, rencana, atau program sebagai upaya untuk menjamin bahwa konsekuensi dimaksud telah dipertimbangkan dan dimasukan sedini mungkin dalam proses pengambilan keputusan paralel dengan pertimbangan sosial dan ekonomi. Tujuan penataan ruang adalah untuk mewujudkan :
1) Terselenggaranya pemanfaatan ruang wilayah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sesuai dengan kemampuan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup yang selektif, efektif dan efisien, melalui pemberian Building Coverage Ratio (BCR) yang rendah pada kawasan yang memiliki nilai konservasi;
2) Meningkatkan kualitas lingkungan pada kawasan lindung sebagai kawasan konservasi air dan tanah, melalui program rehabilitasi lahan, dengan kegiatan vegetatif dan sipil teknis serta kegiatan pemanfaatan ruang yang tidak dapat mengganggu fungsi kawasan;
3) Tercapainya pembangunan infrastruktur yang dapat mendorong perkembangan wilayah dan perekonomian masyarakat khususnya pada daerah-daerah tertinggal dan terisolasi guna menekan migrasi dari desa ke kota dengan pengembangan desa–desa potensial;
4) Terwujudnya rencana tata ruang yang lebih rinci sebagai arahan pengendalian, pengawasan, dan pelaksanaan pembangunan dalam mewujudkan sistem kota-kota. Selanjutnya dalam RTRW juga telah ditetapkan kebijakan pengembangan struktur ruang; dan kebijakan pengembangan pola ruang.
28 Rencana Tata Ruang Wilayah diharapkan menjadi pedoman bagi semua pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor/bidang, serta mengakomodasikan pembagian peran dengan kabupaten/kota dan bersifat saling melengkapi serta selaras serta sebagai matra spasial bagi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta rencana pembangunan lainnya.
3.4 Penentuan Isu-Isu Strategis
Sesuai amanat peraturan pemerintah nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian urusan pemerintah antara pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota sebagai daerah otonom dibidang politik dalam negeri dan administrasi publik antara lain adalah :
(1) Pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum, (2) Membantu penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) (3) Penyelesaian perselisihan antara kabupaten/kota
(4) Fasilitasi penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan sistem politik.
Mengingat Kabupaten Pangandaran mempunyai ciri khas kebhinekaan ras, suku, budaya dan agama yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara maka kantor Kesatuan bangsa, politik kabupaten pangandaran memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan masyarakat kabupaten pangandaran yanng demokratis dan berwawasan kebangsaan.
Upaya mewujudkan stabilitas sosial politik, persatuan dan kesatuan bangsa memerlukan energi yang besar dan terencana, serta melibatkan seluruh stake holder, baik pemerintah maupun masyarakat. Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran menetapkan isu-isu strategis sebagai berikut:
a. Persatuan dan kesatuan bangsa adalah salah satu modal dasar dalam suksesnya pembangunan;
b. Stabilitas sosial politik sangat penting bagi terciptanya persatuan dan kesatuan;
c. Pengaruh globalisasi di segala sektor kehidupan termasuk dalam bidang ideologi bangsa harus diwaspadai dengan meningkatkan wawasan kebangsaan di seluruh elemen masyarakat.
d. Terwujudnya hubungan yang harmonis dengan ormas, LSM dan parpol.
e. Terwujudnya peran serta seluruh stake holder dalam mendukung terciptanya situasi yang kondusif.
29
BAB IV
TUJUAN DAN SASARAN
4.1 Tujuan dan Sasaran
Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangkau waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahunan. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis stratejik. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi.
Sedangkan sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dapat dicapai dan berorientasi pada hasil dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran dilengkapi indikator sasaran, yaitu ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasara yang akan diwujudkan pada tahun yang bersangkutan. Setiap indikator sasaran dilengkapi dengan tingkat capaian (target) masing-masing.
Adapun tujuan dan sasaran dari Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran dijabarkan dalam tabel berikut:
30 Tabel 4.2
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD
NO TUJUAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR TUJUAN/ SASARAN TARGET Kondisi Awal 2017 2018 2019 2020 2021 Kondisi Akhir (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1. Terwujudnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Menurunnya Angka Konflik suku, agama, ras dan antar golongan
Jumlah kejadian konflik 12 12 12 11 10 8 8
2. Terwujudnya Kehidupan Politik Masyarakat Pangandaran yang demokratis Meningkatnya angka partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum
Angka Partisipasi masyarakat 77,94 77,94% 80,5% 81% 81,5% 82% 82% 3. Terwujudnya Reformasi Birokrasi Meningkatnya Akuntabilitas Kantor Kesatuan Bangsa, Politik
Nilai Sakip dan Kinerja Keuangan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik
31
BAB V
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
5.1 Strategi dan Kebijakan SKPD
Untuk mencapai Tujuan dan Sasaran yang telah ditetapkan seperti tersebut di atas, Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran menetapkan Strategi dan Kebijakan yang merupakan pedoman atau petunjuk dalam pengembangan atau pelaksanaan program/kegiatan dalam periode 2016-2021. Dalam tabel 4.3 disajikan Strategi dan Arah Kebijakan untuk setiap Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran.
Tabel 5.1
Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan
VISI : KABUPATEN PANGANDARAN SEBAGAI TUJUAN WISATA BERKELAS DUNIA
MISI : Mewujudkan tatakelola pemerintahan yang akuntabel bersih dan melayani
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Terwujudnya Reformasi Birokrasi Meningkatnya Akuntabilitas Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP) Peningkatan akuntabilitas dan penguatan evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah MISI : Memperkuat Ketahanan nilai-nilai kearifan lokal
Terwujudnya Persatuan
dan Kesatuan Bangsa Menurunnya Konflik suku, agama, Angka ras dan antar golongan
1. Penghayatan
kehidupan berbangsa dan bernegara
1. Meningkatkan toleransi antar suku, agama, ras dan antar golongan Terwujudnya Kehidupan Politik Masyarakat Pangandaran yang Demokratis Meningkatnya angka partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum
Meningkatkan
pemahaman dan peran serta masyarakat dalam pembangunan politik 1. Peningkatan Partisipasi masyarakat dalam pembangunan politik.
32
BAB VI
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
Untuk mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat diperlukan sinkronisasi perencanaan program pembangunan baik yang direncanakan oleh SKPD maupun oleh Pemerintah Daerah. Salah satu media untuk mewujudkan sinkronisasi perencanaan program pembangunan adalah dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan berjenjang dimulai dari tingakt Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi sampai kepada tingkat Nasional. Musrenbang dilaksanakan setiap tahun yang menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan tahunan, berupa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan lima tahunan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
Berdasarkan prioritas program kabupaten Pangandaran dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah menjadi Permendagri Nomor 56 tahun 2007, maka setiap urusan telah ditetapkan program pembangunan dan jenis kegiatannya. Dari daftar program dalam Permendagri tersebut terpilih untuk tahun 2016-2021 pada kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran yaitu Kode program dan kegiatannya adalah Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Negeri. Berikut Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran (terlampir).
33
BAB VII
KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN
Pengukuran kinerja digunakan untuk melakukan penilaian atas keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan, program dan kebijakan pembangunan dalam rangka misi dan visi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran.
Selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja dengan cara menghitung nilai capaian kinerja dari pelaksanaan kegiatan, program dan kebijakan pembangunan yang telah ditetapkan. Kemudian untuk menilai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD berdasarkan tolok ukur perencanaan strategis, dilakukan pula analisis pencapaian kinerja dengan menginterpretasikan lebih lanjut hasil pengukuran kinerja yang menggambarkan keberhasilan dan kegagalan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran dalam melaksanakan setiap kegiatan, program dan kebijakan pembangunan yang merupakan bidang kewenangan wajib dengan skala prioritas yang tajam dan sesuai dengan kebutuhan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran. Pada tabel di bawah ini disajikan indikator kinerja Kantor Kesatuan Bangsa Politik Kabupaten Pangandaran berikut target capaian selama 5 (lima) tahun :
Tabel 6.1
Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
No Indikator Kondisi Kinerja Pada Awal Periode RPJMD
Target Capaian Setiap Tahun
Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD Tahun 0 2017 2018 2019 2020 2021 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Jumlah kejadian konflik 12 12 12 11 10 8 8 2. Angka Partisipasi masyarakat 77,94% 77,94% 81,5% 81% 81,5% 82% 82% 3. Nilai Sakip dan
Kinerja Keuangan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik
34
BAB VIII PENUTUP
Penyusunan Perubahan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah Kantor Kesbangpol Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 disusun sebagai acuan dan pedoman dalam menyusun kebijakan dan program serta kegiatan di lingkungan Kantor Kesbangpol Kabupaten Pangandaran.
Selanjutnya Perubahan Renstra ini sebagai pedoman dalam menyusun Renja Kantor yang setiap tahun diadakan evaluasi untuk penyempurnaan atau penyesuaian karena adanya tuntutan perubahan sesuai situasi dan kondisi yang berkembang. Harapan kami dengan adanya renstra ini upaya-upaya yang dilakukan Kantor Kesbangpol dalam melaksanakan pembangunan di bidang kesatuan bangsa, politik akan semakin terarah dan meningkat.
31
Tabel 6.1
Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Kabupaten Pangandaran
Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program Kegiatan
Indikator Kinerja Program dan Kegiatan Satuan Kondis i Kinerja Awal RPJMD
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Kondisi Kinerja Pada
Akhir Periode RPJMD Perangkat Unit Kerja Daerah Penanggu ngjawab
Lokasi
2019 2020 2021
Target Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) Terwujudn ya Reformasi Birokrasi Meningkat nya Akuntabilit as Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Nilai Sakip dan Kinerja Keuanga n Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Program : Pelayanan administrasi perkantoran cakupan administrasi perkantoran % 100 100 306.300.000 100 398.130.000 100 437.943.000 100 1.142.373.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan jasa surat menyurat Jumlah Materai
yang dibeli buah
1000 1000 2.500.000 500 2.750.000 500 3.025.000 2000 8.275.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air, dan listrik
Jumlah rekening yang dibayarkan setiap bulan rekenin g 3 3 21.400.000 3 23.540.000 3 25.894.000 9 70.834.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/ operasional Jumlah kendaraan dinas/oerasional yang berizin unit 2 2 1.700.000 2 1.870.000 2 2.057.000 6 5.627.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Jumlah Tenaga Kebersihan Kantor Orang 2 2 36.600.000 2 40.260.000 2 44.286.000 6 121.146.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK
32 Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor Jumlah Tenaga Pengamanan Kantor Orang 2 2 36.600.000 2 40.260.000 2 44.286.000 6 121.146.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan Jasa Penunjang Kegiatan Perkantoran dan Rumah Tangga Jumlah Jasa penunjang kegiatan perkantoran dan rumah tangga Orang 3 3 54.000.000 4 120.600.000 5 132.660.000 12 307.260.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan Alat Tulis Kantor
Jenias Alat Tulis
Kantor jenis 30 30 26.000.000 30 28.600.000 30 31.460.000 90 86.060.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Jumlah jenis barang yang dicetak dan digandakan jenis 2 2 2.700.000 2 2.970.000 2 3.267.000 6 8.937.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Peneran gan Bangunan Kantor Jumlah jenis komponen isntalasi listirk/peneranga n bangunan kantor jenis 15 20 850.000 22 935.000 24 1.028.500 66 2.813.500 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan Peralatan Rumah Tangga Jumlah peralatan rumah tangga jenis 42 40 5.000.000 42 5.500.000 44 6.050.000 126 16.550.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan Jumlah jenis bahan bacaan tiap bulan jenis 2 2 13.750.000 2 15.125.000 2 16.637.500 6 45.512.500 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Penyediaan Makan dan Minuman Jumlah jenis makanan dan minuman jenis 2 2 12.200.000 2 13.420.000 2 14.762.000 6 40.382.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah Jumlah dokumen tindak lanjut rapat koordinasi ke luar daerah dokume n 1 1 70.000.000 1 77.000.000 1 84.700.000 3 231.700.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK Rapat-rapat Koordinasi di Dalam Daerah Jumlah dokumen tindak lanjut rapat koordinasi dalam daerah dokume n 0 1 5.000.000 1 5.500.000 1 6.050.000 3 16.550.000 KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK KANTOR KESATUA N BANGSA, POLITIK