MEMAHAMI HAKIKAT PENDIDIKAN DALAM MENGHADAPI ADAPTASI KEBIASAAN BARU
Pendidikan dan Pengajaran kadang dipahami memiliki arti yang sama dalam dunia pendidikan masa kini. Sebagai kaum pendidik tentunya kita harus benar-benar paham akan arti pendidikan dan pengajaran. Menurut Ki Hajar Dewantara (1977:20) dalam bukunya bagian pertama “pendidikan yaitu tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak, Artinya pendidikan menuntun segala kekuatan dan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setingi-tingginya”. Sementara pengajaran menurutnya merupakan bagian dari pendidikan. Arti pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan serta memberi kecakapan kepada anak. Keduanya sangat berfaedah untuk kehidupan anak secara lahir dan bathin.
Sehingga secara tidak langsung kita bisa memahami bahwa pendidikan adalah tuntunan dalam hidup anak. Hidup tumbuhnya anak terletak diluar kecakapan dan kehendak kita kaum pendidik. Anak-anak sebagai manusia dan makhluk hidup tentunya tumbuh dan berkembang dengan kodratnya sendiri, kita sebagai kaum pendidik hanya bisa menemani dengan setulus hati. Agar bisa tercapai keselamatan dan kebahagiaan hidup anak hingga masa depannya. Setiap anak secara kodrat iradatnya memiliki kelebihan yang berbeda-beda tidak bisa kita sama ratakan semua anak dalam satu kelas atau dalam satu sekolah. Kaum pendidik sejatinya perlu menemani mereka untuk selalu berkembang sesuai kodratnya, kita tidak bisa berkehendak anak harus begini dan begitu tanpa paham akan kodraat dari anak tersebut.
Seperti contoh seorang petani yang menanam jagung di ladangnya. Petani hanya berusaha menanam jagung di tanah, membersihakan rumput disekitarnya, membersihkan hama dan menyiraminya dengan air. Tetapi petani tidak bisa berkehendak bahwa jagung yang ia tanam akan tumbuh padi, kacang tanah, ketela, kelapa dsb. Tanaman jagung yang ditanam petani tetaplah tumbuh dan berbuah jagung karena kodratnya memanglah jagung. Contoh tersebut kita pakai untuk cara kita memahami bahwa pendidik atau petani tidak bisa menetukan masa depan anak atau buah jagung tadi karena anak memiliki kodrat dan iradat yang telah Allah SWT berikan kepadanya sejak lahir. Pendidikan dan pengajaran bagi anak seperti tadi usaha petani menyirami jagung, membersihkan rumput dan hamanya.
Kaum pendidik tentunya bukan kita artikan hanyalah guru yang ada di sekolah dengan waktu terbatas bersama anak. Tetapi kaum pendidik adalah orang tua, keluarga, guru dan masyarakat yang memiliki pengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Semua elemen tersebut harus saling berkaitan dan berhubungan sehingga ketika saling berhubungan, anak akan tumbuh sesuai kodratnya tetapi
ketika tidak saling berhubungan maka tumbuh kembang anak kadang keluar dari kodrat yang mereka miliki sejak lahir sebagai insan luhur.
Pentingkah pendidikan diberikan kepada anak saat pandemi ?
Hal ini hampir sama dengan tanaman jagung tadi pentingkah pemeliharaan dan perawatan tanaman jagung ?. Bisa kita bayangkan bagaimana benih jagung akan tumbuh bagus jika tidak dirawat dengan baik. Akankah tanaman jagung bisa berbuah bagus ketika tidak di rawat dengan petani, tentunya tidak akan berbuah dengan bagus. Meskipun benih jagung pada dasarnya bagus tapi kalau jatuh pada tanah yang tidak baik dan tidak ada pemeliharaan dari petani tumbuhnya tidak akan baik. Tapi kalau benih jagung yang baik jatuh pada tanah yang baik dan dipelihara dengan baik oleh petani maka buahnya akan baik juga.
Sama seperti anak yang secara kodratnya memiliki dasar yang baik tapi tumbuh dalam lingkungan dan pendampingan yang salah maka jangan berharap tumbuh kembangnya kedepan akan baik. Tetapi kalau anak sudah baik dan tumbuh dalam lingkungan dan pendampingan yang baik anak akan menjadi baik dengan budi luhurnya. Begitulah pentingnya pendidikan dan pengajaran untuk tumbuh kembang anak.
Meskipun pendidikan hanya sebagai tutunan dalam tumbuhnya anak, tetapi perlu berhubungan dengan kodrat dan keadaanya masing-masing anak. Jika anak dasarnya tidak baik tentu perlu tuntunan pendidikan agar tambah baik budi pekertinya dan tidak menjadi jahat. Jika anak dasarnya sudah baik dengan tuntunan pendidikan tentunya akan semakin tinggi dan bagus dasarnya, agar tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan jahat. Sehingga pendidikan perlu di berikan kepada anak sejak dia terlahir di dunia. Itulah hakikat pendidikan sebenarnya yang kadang kita salah dalam mengartikan dan memahami pendidikan.
Pendidikan hanya diartikan ketika anak mulai mengenal bangku sekolah, padahal tidak demikian yang sebenarnya makna dari pendidikan. Banyak yang salah kaprah dikalangan masyarakat terutama orang tua dalam memahami arti pendidikan. Mereka selalu berharap perubahan anak kepada lembaga pendidikan saja.
Apalagi sejak virus covid-19 menyerang seluruh penduduk dunia, beberapa sekolah di dunia dianjurkan untuk belajar di rumah. Kalau orang tua salah mengartikan dan memahami arti pendidikan dan pengajaran, maka anak tidak akan mendapatkan pendidikan dan pengajaran dengan baik dimasa pandemi virus covid-19. Penting orang tua harus paham tentang hakikat pendidikan agar tidak hanya berharap kepada lembaga pendidikan saja. Perlu kerjasama dan kesamaan visi antara lembaga pendidikan dan orang tua agar tidak terjadi kesalahan dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak di masa pandemi.
Dimasa pandemi terjadi di Indonesia pengajaran/pembelajaran dilakukan secara DARING (Dalam jaringan/online). Anak-anak belajar dari rumah dengan
media internet. Karena menurut beberapa pihak pembelajaran daring saat pandemic itu lebih efektif karena mengurangi keramaian dan bergerombol. Saat masa pandemi dengan pembelaajaran daring agar efektif perlu kerjasama antara lembaga pendidikan dan orang tua. Kalau tidak ada kerjasama antara lembaga pendidikan dan orang tua maka akan terjadi beberapa kendala yang mengakibatkan pembelajaran dan pendidikan ke anak tidak berjalan dengan maksimal. Terus ada beberapa pertanyaan di kalangan masyarakat. Bagaimana solusi bagi orang tua yang tidak memiliki jaringan internet dan orang tua yang bekerja pulang larut malam ?
Ketika pemerintah menganjurkan tentang belajar dari rumah tentunya dengan pemikiran yang matang dan bijaksana. Meskipun ada beberapa kendala yang pelan-pelan diperbaiki oleh pemerintah agar belajar dari rumah berjalan dengan baik. Seperti Pertama survey yang dilakukan pemerintah untuk orang tua, anak/ siswa, guru dan lembaga pendidikan tentang evaluasi pembelajaran daring. Kedua mengajak provider jaringan internet seperti indosat dan telkomsel untuk membantu pemerintah dalam belajar dari rumah. Ketiga melakukan pendataan kepada siswa dan guru untuk mendapatkan kouta gratis. Keempat memberi kesempatan untuk sekolah yang berada di daerah zona hijau untuk melakukan tatap muka dengan persetujuan wali murid dan mematuhi protokoler kesehatan.
Itulah beberapa langkah taktis yang diberikan oleh pemerintah untuk kepentingan pendidikan yang perlu kita bantu secara bersama dengan semangat gotong-royong yang diajarkan oleh leluhur kita. Keberhasilan pendidikan suatu negeri bukan hanya terpaku pada pemangku kebijakan dan lembaga pendidikan saja. Perlu kerjasama dari semua pihak agar terwujud pendidikan suatu bangsa yang lebih baik.
Meskipun ada beberapa daerah di Indonesia yang susah mengakses jaringan internet tentu ada solusi yang harus diambil oleh lembaga pendidikan dan guru seperti melakukan safari dan kunjungan ke rumah-rumah anak/siswa oleh guru agar mampu menciptakan pendidikan dan pengajaran yang baik tentu dengan memperhatikan protokoler kesehatan.
Ketika asas gotong-royong bukan asas merongrong yang kita dahulukan maka pendidikan yang diharapkan akan terwujud. Apalagi semasa menghadapi pandemi kita semua wajib saling mengisi bukan saling menghakimi itulah kata yang cocok untuk pendidikan kita kedepannya. Lantas bagaimana mencari solusi bagi orang tua yang tidak sempat membagi waktu untuk anaknya.
Kalau semua orang tua sadar bahwa pendidikan dan pengajaran itu penting bagi anaknya, mereka akan selalu membagi waktu dengan baik agar bisa mendampinya. Kenapa selalu menjadi masalah, karena keterbatasan pemahaman orang tua terhadap arti pentingnya pendidikan. Mereka lebih memilih acuh dan pasrah semua masalah anaknya kepada pihak sekolah atau guru. Baginya
pendidikan merupakan tanggung jawab dari lembaga pendidikan tempat putra / putrinya menimba ilmu.
Saat ini sangat perlu orang tua memahami tentang pentingnya pendidikan untuk kemajuan anaknya. Agar semua satu visi dan saling mengisi satu sama lainnya. Dimasa pandemi yang terjadi tidak bisa semua berjalan sendiri-sendiri. Perlu adaptasi kebiasaan baru karena virus corona sampai detik ini belum ada obatnya.
Bagaimana strategi adaptasi kebiasaan baru bisa diterapkan dalam dunia pendidikan ?
Adaptasi kebiasaan baru saat wabah virus corona tidak kunjung usai adalah langkah yang perlu diambil oleh pemerintah. Dengan adaptasi kebiasaan baru memaksa semua orang menyesuaikan diri dan hidup berdampingan dengan wabah penyakit ini. Terutama dalam sektor pendidikan secara bertahap harus melakukan proses transisi menghadapi masa pandemi. Ada beberapa cara untuk membuat adaptasi kebiasaan baru ini berjalan dengan efektif.
Pertama, pemerintah melakukan peningkatan mutu bagi guru dan lembaga pendidikan agar mampu memberikan layanan pendidikan dengan kreatif dan inovatif. Seiring perkembangan informasi dan teknologi (IT) semua guru ditekankan untuk mampu memanfaat media IT. Tetapi sebagian besar ada guru di berbagai daerah belum mampu untuk memanfaatkan IT sehingga perlu peningkatan mutu di bidang IT. Melihat tantangan masa depan revolusi industry 4.0 sudah mengarah ke pemanfaatan Informasi dan teknologi (IT).
Jika ada guru di berbagai daerah indonesia tidak mampu memanfaat IT maka bersiaplah pendidikan bangsa kita tergilis oleh perkembangan jaman. Apalagi dimasa pandemic seperti sekarang di daerah zona merah semua guru wajib melakukan pembelajaran daring.
Kedua, menghadapi kondisi seperti ini kemendikbud wajib selalu berkordinasi dengan kepala dinas provinsi. Kepala dinas provinsi selalu berkordinasi dengan kepala dinas kota/ kabupaten untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan hingga benar dirasakan oleh guru di sekolah-sekolah seluruh Indonesia terutama pengembangan mutu di bidang IT. Bagi daerah dalam zona hijau bisa membuka pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran kombinasi Luring dan Daring.
Ketiga, Melakukan pemerataan jaringan internet untuk daerah-daerah yang masih tertinggal dan memberi pemahaman agar dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk kepentingan yang positif terutama untuk dunia pendidikan. Agar daerah tertinggal yang masih zona merah dapat melakukan pembelajaran daring.
Keempat, Guru harus bisa beradaptasi dengan kebaruaan jaman dan benar-benar serius dalam pengembangan dirinya agar tercapai semua tujuan yang diharapkan pemerintah. Bukan mengikuti pelatihan atau pengembangan diri hanya untuk mendapatkan sertifikat demi pangkat dan sertifikasi. Ilmu yang di dapat dari
pelatihan langsung diterapkan dengan kreatif dan inovatif untuk kepentingan peserta didik.
Kelima, lembaga pendidikan atau sekolah melalui guru-guru kelasnya selalu melakukan komunikasi dengan orang tua dan memberikan pemahaman bagi orang tua yang masih acuh dalam mendampingi putra/putrinya. Komunikasi dengan orang tua yang intens akan menjadikan orang tua selalu peduli dengan perkembangan putra / Putrinya.
Dengan menerapkan strategi-strategi itu maka adaptasi kebiasaan baru akan terwujud. Kedala pendidikan yang selama ini terjadi karena tidak ada kebersamaan dan kurang sadarnya kita semua pentingnya pendidikan untuk masa depan bangsa kita. Semua yang dilakukan dengan gotong-royong, bahu membahu, bergandengan dengan setulus hati pelan-pelan akan terselesaikan.