Bab IV Kesimpulan
Aspek moral Wiralodra yang terdapat di dalam naskah BD, mungkin dapat berfungsi sebagai pedoman moral bagi masyarakat Indramayu. Dalam BD terdapat 19 macam aspek moral, aspek moral yang ditampilkan terletak pada aspek BD yang terdapat dalam setiap fakta cerita.
Dengan menampilkan aspek moral pada setiap aspek BD yang tesirat dalam fakta cerita, penulis BD ingin selalu memberikan suritauladan yang dianggapnya cukup baik untuk menjadi pedoman moral masyarakat Indramayu. Adapun kesimpulan aspek moral Wiralodra dalam penelitian ini adalah: 1. Aspek moral yang berkait dengan menjunjung tinggi nilainilai kemanusiaan (26 aspek), terdapat dalam episode: a. Awal Perjalanan Wiralodra (3 aspek), b. Perjalanan Wiralodra Mencari Sungai Cimanuk (4 aspek), c. Pembangunan Padukuhan Cimanuk (2 aspek), d. Wiralodra Pulang ke Bagelen (2 aspek), e. Kedatangan Nyi Indang Darma ke Cimanuk (1 aspek), f. Perang Tanding antara Wiralodra dengan Nyi Indang Darma (5 aspek),
g. Pertanggung Jawaban Wiralodra atas Pembukaan Wilayah Cimanuk (4 aspek), h. Peresmian Negara Darmayu (3 aspek), i. Negara Darmayu (2 aspek). 2. Aspek moral yang berkait dengan sanggup dan rela berkorban demi kepentingan negara (14 aspek), terdapat dalam episode: 79
b. Perjalanan Wiralodra Mencari Sungai Cimanuk (5 aspek), c. Pembangunan Padukuhan Cimanuk (2 aspek), d. Pertanggung Jawaban Wiralodra atas Pembukaan Wilayah Cimanuk (3 aspek), e. Negara Darmayu (3 aspek). 3. Aspek moral yang berkait dengan menghormati hak orang lain (10 aspek), terdapat dalam episode: a. Perjalanan Wiralodra Mencari Sungai Cimanuk (2 aspek), b. Perang Tanding antara Wiralodra dengan Nyi Indang Darma (4 aspek), c. Pertanggung Jawaban Wiralodra atas Pembukaan Wilayah Cimanuk (3 aspek), d. Negara Darmayu (1 aspek). 4. Aspek moral yang berkait dengan berani membela kebenaran dan keadilan (9 aspek), terdapat dalam episode: a. Perjalanan Wiralodra Mencari Sungai Cimanuk (1 aspek), b. Pembangunan Padukuhan Cimanuk (1 aspek), c. Kedatangan Nyi Indang Darma ke Cimanuk (1 aspek), d. Perang Tanding antara Wiralodra dengan Nyi Indang Darma (1 aspek), e. Pertanggung Jawaban Wiralodra atas Pembukaan Wilayah Cimanuk (4 aspek),
f. Negara Darmayu (1 aspek). 5. Aspek moral yang berkait dengan gemar melakukan kegiatan kemanusiaan (9 aspek), terdapat dalam episode: a. Awal Perjalanan Wiralodra (1 aspek), b. Perjalanan Wiralodra Mencari Sungai Cimanuk (5 aspek), c. Pembangunan Padukuhan Cimanuk (1 aspek), d. Peresmian Negara Darmayu (1 aspek), e. Negara Darmayu (1 aspek). 6. Aspek moral yang berkait dengan religius (10 aspek), terdapat dalam episode: a. Awal Perjalanan Wiralodra (2 aspek), b. Perjalanan Wiralodra Mencari Sungai Cimanuk (4 aspek), c. Pembangunan Padukuhan Cimanuk (1 aspek), d. Peresmian Negara Darmayu (1 aspek), e. Negara Darmayu (1 aspek). 7. Aspek moral yang berkait dengan bersikap tidak semenamena terhadap orang lain (8 aspek), terdapat dalam episode: a. Perjalanan Wiralodra Mencari Sungai Cimanuk (3 aspek), b. Perang Tanding antara Wiralodra dengan Nyi Indang Darma (3 aspek), c. Pertanggung Jawaban Wiralodra atas Pembukaan Wilayah Cimanuk (1 aspek), d. Negara Darmayu (1 aspek). 81
a. Perjalanan Wiralodra Mencari Sungai Cimanuk (2 aspek), b. Kedatangan Nyi Indang Darma ke Cimanuk (1 aspek), c. Perang Tanding antara Wiralodra dengan Nyi Indang Darma (1 aspek), d. Pertanggung Jawaban Wiralodra atas Pembukaan Wilayah Cimanuk (2 aspek). 9. Aspek moral yang berkait dengan kepahlawanan (5 aspek), terdapat dalam episode: a. Asalusul Wiralodra (2 aspek), b. Pembangunan Padukuhan Cimanuk (2 aspek), c. Negara Darmayu (1 aspek). 10. Aspek moral yang berkait dengan bersikap adil terhadap sesama manusia (5 aspek), terdapat dalam episode: a. Perjalanan Wiralodra Mencari Sungai Cimanuk (1 aspek), b. Pembangunan Padukuhan Cimanuk (1 aspek), c. Perang Tanding antara Wiralodra dengan Nyi Indang Darma (1 aspek), d. Pertanggung Jawaban Wiralodra atas Pembukaan Wilayah Cimanuk (1 aspek), e. Negara Darmayu (1 aspek), 11. Aspek moral yang berkait dengan berbakti kepada orang tua (4 aspek), terdapat dalam episode:
a. Pembangunan Padukuhan Cimanuk (1 aspek), b. Wiralodra Pulang ke Bagelen (2 aspek), c. Kedatangan Nyi Indang Darma ke Cimanuk (1 aspek). 12. Aspek moral yang berkait dengan gotongroyong (3 aspek), terdapat dalam episode: a. Pembangunan Padukuhan Cimanuk (2 aspek), b. Peresmian Negara Darmayu (1 aspek). 13. Aspek moral yang berkait dengan mencintai sesama manusia (3 aspek), terdapat dalam episode: a. Awal Perjalanan Wiralodra (2 aspek), b. Peresmian Negara Darmayu (1 aspek). 14. Aspek moral yang berkait dengan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban (3 aspek), terdapat dalam episode: a. Awal Perjalanan Wiralodra (1 aspek), b. Kedatangan Nyi Indang Darma ke Cimanuk (1 aspek), c. Pertanggung Jawaban Wiralodra atas Pembukaan Wilayah Cimanuk (1 aspek). 15. Aspek moral yang berkait dengan senang bekerja keras (2 aspek), terdapat dalam episode: a. Pembangunan Padukuhan Cimanuk (2 aspek). 16. Aspek moral yang berkait dengan setia kawan (1 aspek), terdapat dalam episode: a. Perjalanan Wiralodra Mencari Sungai Cimanuk (1 aspek). 83
a. Pertanggung Jawaban Wiralodra atas Pembukaan Wilayah Cimanuk (1 aspek). 18. Aspek moral yang berkait dengan tapat janji (1 aspek), terdapat dalam episode: a. Peresmian Negara Darmayu (1 aspek). 19. Aspek moral yang berkait dengan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi (1 aspek), terdapat dalam episode: a. Peresmian Negara Darmayu (1 aspek). Dari keseluruhan aspek moral tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa secara keseluruhan aspek moral tersebut menggambarkan citra moral Wirlaodra dalam BD. Adapun Citra moral Wirlaodra yang digambarkan dalam setiap aspek BD adalah : 1. Menjunjung tinggi nilainilai kemanusiaan yang digambarkan dalam aspek legenda, simbolisme, genealogi, dan kesaktian.
2. Sanggup dan rela berkorban demi kepentingan negara yang digambarkan dalam aspek legenda, simbolisme, dan kesaktian. 3. Menghormati hak orang lain yang digambarkan dalam aspek
legenda, simbolisme, dan kesaktian.
4. Berani membela kebenaran dan keadilan yang digambarkan dalam aspek legenda, simbolisme, dan kesaktian.
5. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan yang digambarkan dalam aspek legenda dan simbolisme.
6. Religius yang digambarkan dalam aspek legenda, sugesti, dan kesaktian.
7. Bersikap tidak semenamena terhadap orang lain yang digambarkan dalam aspek legenda, simbolisme, dan kesaktian. 8. Musyawarah dalam mengambil keputusan yang digambarkan dalam aspek legenda, simbolisme, dan kesaktian. 9. Kepahlawanan yang digambarkan dalam aspek legenda, genealogi, dan kesaktian. 10. Bersikap adil terhadap sesama manusia yang digambarkan dalam aspek legenda, dan kesaktian. 11. Berbakti kepada orang tua yang digambarkan dalam aspek legenda. 12. Gotongroyong yang digambarkan dalam aspek legenda. 13. Mencintai sesama manusia yang digambarkan dalam aspek legenda dan simbolisme. 14. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban yang digambarkan dalam aspek legenda. 15. Senang bekerja keras yang digambarkan dalam aspek legenda. 16. Setia kawan yang digambarkan dalam aspek kesaktian. 17. Menghormati leluhurnya yang digambarkan dalam aspek genealogi. 18. Tapat janji yang digambarkan dalam aspek legenda. 19. Kepentingan negara diatas kepentingan pribadi yang digambarkan dalam aspek legenda. Dari keseluruhan citra moral tersebut dapat dilihat bahwa citra moral yang paling banyak adalah citra moral menjunjung tinggi nilainilai kemanusiaan, karena dengan memahami serta menjunjung tinggi nilainilai kemanusiaan semua ucapan, sikap, tindakan, dan perilaku akan selalu menuju pada perbuatan luhur.
Sedangkan relevansinya pada masyarakat saat ini adalah dengan citacita 85
masingmasing tersebut dicontohkan dalam BD dengan perilaku Wiralodra. Adapun contohnya sebagai berikut :
a. Cerdas dicontohkan Wiralodra mampu mengatasi masalah yang datang padanya dicontohkan dalam mencari sungai, menyelesaikan masalah Nyi Indang dengan Pangeran Guru, serta kecerdasan dalam mengurus negara hingga Darmayu menjadi subur makmur dan dinikmati semua orang. b. Kuat dicontohkan Wiralodra mampu menghadapi segala rintangan yang
datang padanya mulai dari bertapa mencari tempat yang tepat untuk membuat sebuah negara hingga akhir hayatnya negara sudah makmur serta banyak orang yang memanfaatkannya.
c. Maleh harja (mewujudkan kesejahteraan) dicontohkan Wiralodra dalam membuat negara untuk masyarakat penuh dengan semangat dan tanpa putus asa hingga negaranya menjadi sejahtera dan dinikmati semua orang. d. Mercusuar (sebuah bangunan menara dengan sumber cahaya dipuncaknya
untuk membantu navigasi kapal; kaitannya dengan BD adalah agar Wiralodra menjadi cahaya penerang bagi semua orang) dicontohkan Wiralodra yang telah mampu membuka hutan Cimanuk, mengusir mahluk halus yang ada disana, hingga akhirnya meresmikan negara Darmayu. Yang berarti dia telah menjadi penerang bagi banyak orang karena telah membantu membuat negara untuk menjadi tempat tinggal.
Melihat semua Citra Wiralodra dan citacita masyarakat yang menginginkan Indramayu cerdas, kuat, maleh harja, dan mercusuar, maka masyarakat harus memahami dan mensuritauladani moralmoral Wiralodra yang terdapat dalam BD.
Selain citacita masyarakat Indramayu tersebut, jika kita melihat segi kepemerintahan Indramayu dalam segala segi kita dapat menemukan relevansi relevansi lainnya. Adapun beberapa relevansinya sebagai berikut:
dimanfaatkan secara maksimal baik di bidang kelautan, peternakan, pertanian, pekebunan, kehutanan, pertambangan, energi, lingkungan hidup, tata ruang dan pertahanan. Relevansinya adalah dari wangsit yang diberikan Wirlodra bahwa Cimanuklah tempat yang tepat untuk membangun sebuah negara. Di Cimanuk terdapat banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan anak cucunya kelak, terbukti hingga kini sumber daya alam tersebut dapat dimanfaatan dan dinikmati oleh masyarakat Indramayu walau belum dimanfaatkan dengan maksimal. Maka, dengan adanya relevansi tersebut baik pemerintah ataupun masyarakat harus bekerjasama untuk memanfaatkan, memberdayakan serta menjaga keseimbangan SDA yang ada di Indramayu.
b. Politik dan Hukum relevansi adalah ketegasan serta keterbukaan Wirladora sebagai pemimpin terhadap semua masyarakatnya berlaku sampai sekarang terbukti dengan pemerintah bahkan masyarakat selalu terbuka pada para pendatang.
c. Ekonomi, pada saat kepemerintahan Wirlaodra perekonomian masyarakat bergantung pada pelabuhan, perkebunan dan perdangangan relevansinya adalah pemerintah harus membenahi untuk dapat menghidupkan Pelabuhan Karangturi agar dapat memajukan perekonomian Indramayu. d. Sosial dan Budaya, masyarakat Indramayu adalah mayoritas beragama
Islam relevansinya adalah Wiralodra datang ke Cimanuk membawa Islam dan terbukti hingga saat ini masyarakat Indramayu mayoritas islam. Pendidikan masyarakat Indramayu saat ini terdiri dari tingkat TK hingga perguruan tinggi relevansinya meski zaman dahulu belum ada pola pendidikan semacam itu namun tetap ada pendidikan yang dicontohkan oleh Nyi Indang Darma. Dari semua segi kepemerintahan tersebut jelas terlihat bahwa BD masih relevan dengan masa sekarang maka harus dijadikan pedoman moral masyarakat Indramayu demi terwujudnya Indramayu yang sejahtera. 87