viii ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari sikap, persepsi kualitas, keunikan terhadap koneksi merek produk iPhone di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha. Media komunikasi pada era modern seperti sekarang ini membuat setiap individu sudah dapat berkomunikasi tanpa harus memikirkan jarak dan waktu. Salah satu alat bantu komunikasi tersebut adalah dengan menggunakan smartphone. Proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, & bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya. Metode yang digunakan
non probabilty dengan teknik purposive sampling. Sample yang digunakan mahasiswa/i Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha yang pernah menggunakan produk Iphone. Hasil penelitian menunjukan bahwa Attitude Toward Brand, Perceived Quality, dan Brand Uniqueness memiliki pengaruh terhadap Self Brand Connections.
ABSTRACT
The purpose of this study was to determine whether there is influence of attitudes, perception of quality, uniqueness of the product brand connections at the Faculty of Economics iPhone Maranatha Christian University. Media communication in the modern era like today make every individual was able to communicate without having to think about the distance and time. One such communication tool is to use a smartphone. The process through which a person in finding, purchasing, using, evaluating, and acting after the consumption of the products, services or ideas which are expected to meet their needs. The method used non probabilty with purposive sampling technique. Sample used students from Faculty of Economics, Maranatha Christian University who've used the iPhone. The results showed that the Attitude Toward Brand, Perceived Quality and Brand Uniqueness have an influence on Self Brand Connections.
x DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN TUGAS AKHIR ... iii
PERYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
1.3 TujuanPenelitian ... 6
1.4 Manfaat Penelitian ... 6
BAB II LANDASAN TEORI ... 7
2.1 Kajian Pustaka ... 7
2.1.1 PerilakuKonsumen ... 7
2.1.2 ModelPerilakuKonsumen ... 8
2.1.3 Respon ... 10
2.2RerangkaTeoritis ... 32
2.3RerangkaPemikiran ... 33
2.4 Penelitian-penelitianTerdahulu ... 34
2.3PengembanganHipotesis ... 39
BAB III METODE PENELITIAN ... 41
3.1 JenisPenelitian ... 41
3.2 PopulasidanSampel ... 41
3.2.1 Populasi ... 41
3.3 DefinisiOperasionalVariabel (DOV) ... 42
3.4 TeknikPengumpulan Data ... 46
3.5 TeknikAnalisis Data ... 47
3.6UjiInstrumen ... 47
3.6.1 UjiValiditas ... 47
3.6.1.1KriteriaPengujianValiditas ... 48
3.6.2 UjiReliabilitas...48
3.7 UjiNormalitas ... 49
3.8 UjiMultikolinearitas ... 49
3.9 UjiHeterokedastisitas ... 50
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 51
4.1 Hasil Penelitian ... 51
4.1.1 ProfilResponden ... 51
4.1.2 HasilTanggapanResponden...53
xii
4.1.3.1 HasilUjiValiditas (Attitude Toward BrandAwal)...
4.1.3.5HasilUjiValiditas (Self Brand Connections Awal)... 76
4.1.3.6HasilUjiValiditas (Self Brand Connections Akhir)... 77
4.1.4HasilUjiReliabilitas...78
4.1.4.1 HasilUjiReliabilitas (Attitude Toward BrandAwal)...
4.1.4.5HasilUjiReliabilitas (Self Brand Connections Awal)... 82
4.1.4.6HasilUjiReliabilitas (Self Brand Connections Akhir)... 82
4.1.5HasilUjiAsumsiKlasik...83
4.1.5.1UjiNormalitas... 84
4.1.5.2UjiMultikolinearitas... 85
5.2Keterbatasan Penelitian ... 94
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Model Perilaku Konsumen ... 10
Gambar 2.2Model Ekuitas Merek Keller ... 13
Gambar 2.3 Rerangka Teoritis ... 32
Gambar 2.4 Rerangka Pemikiran ... 33
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Penelitian-penelitian Terdahulu ... 34
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel (DOV) ... 44
Tabel 3.2 Skala Likert ... 46
Tabel 4.1 Profil Responden berdasarkan Jenis Kelamin ... 51
Tabel 4.2 Profil Responden berdasarkan Usia ... 52
Tabel 4.3 Profil Responden berdasarkan Pengeluaran Perbulan ... 52
Tabel 4.4 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 1 mengenai Dimensi Attitude Toward Brand ... 53
Tabel 4.5 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 1 mengenai Dimensi Attitude Toward Brand ... 54
Tabel 4.6 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 1 mengenai Dimensi Attitude Toward Brand ... 55
Tabel 4.7 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 1 mengenai Dimensi Attitude Toward Brand ... 56
Tabel 4.8 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 2 mengenai Dimensi Perceived Quality ... 57
Tabel 4.9 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 2 mengenai Dimensi Perceived Quality ... 58
Tabel 4.10 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 2 mengenai Dimensi Perceived Quality ... 59
Tabel 4.11 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 2 mengenai Dimensi Perceived Quality ... 60
Tabel 4.12 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 3 mengenai Dimensi Brand Uniqueness... 61
Tabel 4.13 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 3 mengenai Dimensi Brand Uniqueness... 62
Tabel 4.14 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 3 mengenai Dimensi Brand Uniqueness... 63
Tabel 4.15 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 3 mengenai Dimensi Brand Uniqueness... 64
Tabel 4.16 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 4 mengenai Dimensi Self Brand Connections ... 65
Tabel 4.17 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 4 mengenai Dimensi Self Brand Connections ... 66
Tabel 4.18 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 4 mengenai Dimensi Self Brand Connections ... 67
Tabel 4.19 Tanggapan Responden tentang Item Pernyataan 4 mengenai Dimensi Self Brand Connections ... 68
xvi
Tabel 4.21 Hasil Uji Validitas Variabel Attitude Toward Brand Awal (X1) ... 70
Tabel 4.22 Hasil Uji Validitas Variabel Attitude Toward Brand Akhir (X1) ... 72
Tabel 4.23 Hasil Uji Validitas Variabel Perceived Quality (X2) ... 73
Tabel 4.24 Hasil Uji Validitas Variabel Brand Uniqueness (X3) ... 74
Tabel 4.25 Hasil Uji Validitas Variabel Self Brand Connections Awal (Y) ... 76
Tabel 4.26 Hasil Uji Validitas Variabel Self Brand Connections Akhir (Y) ... 77
Tabel 4.27 Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner Penelitian Attitude Toward Brand Awal ... 79
Tabel 4.28 Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner Penelitian Attitude Toward Brand Akhir ... 80
Tabel 4.29 Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner Penelitian Perceived Quality ... 80
Tabel 4.30 Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner Penelitian Brand Uniqueness ... 81
Tabel 4.31 Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner Penelitian Self Brand Connections Awal ... 82
Tabel 4.32 Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner Penelitian Self Brand Connections Akhir ... 82
Tabel 4.33 Hasil Uji Normalitas ... 84
Tabel 4.34 Hasil Uji Multikolinearitas ... 85
Tabel 4.35 Hasil Uji Heterokedastisitas ... 86
Tabel 4.36 Hasil Regresi Linier Sederhana Attitude Toward Brand ... 87
Tabel 4.37 ANOVA ... 87
Tabel 4.38 Coefficient ... 88
Tabel 4.39 Hasil Regresi Linier Sederhana Perceived Quality ... 89
Tabel 4.40 ANOVA ... 89
Tabel 4.41 Coefficient ... 90
Tabel 4.42 Hasil Regresi Linier Sederhana Brand Uniqueness ... 91
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Kuisioner
Lampiran B HasilUjiValiditasAttitude Toward Brand
Lampiran C HasilUjiValiditasPerceived Quality
Lampiran D HasilUjiValiditasBrand Uniqueness
Lampiran E HasilUjiValiditasSelf Brand Connections
Lampiran F HasilUjiValiditasAttitude Toward Brand Awal
Lampiran G HasilUjiValiditasAttitude Toward Brand Akhir
Lampiran H HasilUjiValiditasPerceived Quality
Lampiran I HasilUjiValiditasBrand Uniqueness
Lampiran J HasilUjiValiditasSelf Brand Connections Awal
Lampiran K HasilUjiValiditasSelf Brand Connections Akhir
Lampiran L HasilUjiRegresi Linier SederhanaAttitude Toward Brand
Lampiran M HasilUjiRegresi Linier SederhanaPerceived Quality
1
Universitas Kristen Maranatha BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada awalnya brand hanyalah sebuah nama untuk membedakan, pada
perkembangan selanjutnya brand bisa menjadi nama yang dianggap mewakili
sebuah objek setelah itu brand dianggap sebagai simbol dan kemudian
berkembang menjadi citra. Brand merupakan sarana bagi perusahaan untuk
mengembangkan dan memelihara loyalitas pelanggan. King dalam Temporal,
dan Lee (2002:46) mengatakan bahwa produk adalah sesuatu yang dibuat didalam
pabrik, merek adalah sesuatu yang dibeli oleh konsumen. Produk dapat ditiru
pesaing, merek adalah unik.
Brand merupakan cara untuk membangun dan adanya koneksi terhadap
self brand connection karena self brand koneksi penelitian didasarkan pada teori
identitas sosial menunjukkan bahwa konsumen membeli merek di bagian untuk
membangun konsep-diri mereka dan, dengan demikian, bentuk sendiri merek
koneksi (Escalas dan Bettman tahun 2005; Sirgy 1982). Dalam memilih
suatu brand, seseorang mempertimbangkan barang apa yang dipilih dan juga
kepuasaan konsumen dalam mengambil keputusan terhadap brand yang akan
dipilihnya.
Setelah kesinambungan self brand dengan brand maka adanya sikap atau
cara yang harus dilakukan dan disikapi. Brand attitude merupakan sikap yang
dapat membentuk citra merek dan berhubungan dengan self brand connections.
2
dasar atau niat serta pembelian aktual. Sikap konsumen terhadap merek dapat
menangkap aspek makna mereka menempel merek (Low and Lamb, 2000).
Sikap ini berhubungan dengan keyakinan tentang atribut produk terkait dan
fungsional dan manfaat pengalaman merek (Zeithmal, 1988).
Sikap yang dilakukan dalam menyikapi brand merupakan salah satu nilai
penting dalam self brand connection. Maka dari itu kualitas dalam brand tersebut
dilihat dari kesan pertama. Perceived quality dapat didefinisikan sebagai persepsi pelanggan mengenai kualitas atau keunggulan secara keseluruhan dari produk
atau jasa sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan, relatif terhadap
alternatif. Kualitas yang dirasakan adalah penilaian subjektif konsumen tentang
keseluruhan keunggulan produk ini mengacu pada penawaran yang kompetitif
(Zeithaml, 1988; Aaker, 1991). Sejumlah faktor dapat mempengaruhi penilaian
konsumen dari kualitas, termasuk pengalaman produk pribadi, kebutuhan khusus
dan konsumsi (Yoo et al., 2000). persepsi kualitas tinggi akan memotivasi
konsumen untuk memilih merek lebih bersaing produk (Dodds et al, 1991;
Netemeyer et al, 2004.).
Keunikan brand merupakan salah satu nilai yang sangat penting dalam self
brand connection. Keunikan didefinisikan sebagai derajat dimana pelanggan
merasa merek berbeda dari merek bersaing-bagaimana yang berbeda itu adalah
relatif terhadap pesaing. Jika merek tidak dianggap unik dari pesaing, itu akan
memiliki kesulitan waktu dalam mendukung harga yang lebih tinggi dibandingkan
dengan merek lain.Keunikan yang dirasakan dari merek ditentukan oleh penilaian
konsumen terhadap fitur yang membedakan merek dari satu orang ke orang
3
Universitas Kristen Maranatha pengalaman masa lalu dengan merek (Netemeyer et al., 2004). aspek unik dari
merek mungkin berdampak baik preferensi konsumen dan kesediaan mereka
membayar harga yang lebih tinggi (Kalra dan Goodstein, 1998). Selain itu,
konsumen sering mengasosiasikan keunikan dengan nilai unggul dan kualitas
yang lebih tinggi (Netemeyer et al., 2004).
Media komunikasi pada era modern seperti sekarang ini membuat setiap
individu sudah dapat berkomunikasi tanpa harus memikirkan jarak dan waktu.
Salah satu alat bantu komunikasi tersebut adalah dengan menggunakan
smartphone. Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan
tingkat tinggi yang sudah menggunakan sistem operasi untuk menjalankan
program yang ada didalamnya. Bahkan beberapa smartphone sekarang ini sudah
mempunyai fungsi yang menyerupai sebuah komputer dalam hal penggunaan
perangkat keras dan perangkat lunak. Banyaknya produk smartphone yang masuk
dipasaran untuk dijual sekarang ini membuat para konsumen melakukan beberapa
pertimbangan untuk memilih sebuah smartphone. Salah satunya adalah
memikirkan kepraktisan dalam melakukan kegiatan sehari-hari dengan
menggunakan smartphone tersebut. Contohnya hampir seluruh aktivitas
masyarakat terutama di kota besar sudah didukung oleh smartphone seperti
pertukaran informasi berupa e-mail yang mudah diakses kapanpun dan dimanapun
secara praktis. Tetapi penggunaannya berbeda antar setiap penggunanya. Bagi
beberapa orang, penggunaan smartphone bukan hanya sekedar alat untuk
berkomunikasi layaknya sebuah telepon genggam biasa, tetapi dapat
dimanfaatkan sebagai alat untuk bekerja dengan menggunakan perangkat lunak
4
lainnya smartphone hanyalah merupakan sebuah telepon genggam yang
mempunyai fitur canggih seperti e-mail (surat elektronik), internet, social media,
kamera beresolusi tinggi, pemutar musik dan game. Perbedaan penggunaan
smartphone oleh setiap orang didasari oleh adanya perbedaan aktivitas sehari-hari,
seperti contohnya para eksekutif menggunakan smartphone untuk dapat
membantu dirinya dalam mengatur jadwal kegiatannya sehari-hari, sedangkan
sebagian besar pelajar sekolah menggunakan smartphone hanya untuk
berkomunikasi dan social media, berbeda pula dengan para wisatawan yang
menggunakan smartphone untuk mencari tempat-tempat yang mereka ingin
kunjungi dengan fitur GPS (Global Positioning System).
Salah satu smartphone yang dijual di pasaran saat ini adalah iPhone.
iPhone adalah smartphone pertama yang dikeluarkan oleh perusahaan komputer
asal Amerika, Apple Inc pada pertengahan tahun 2007 (Atminingsih (2011).
Menurut Jurnal Analisis Pengaruh Produk Sistem Operasi Handphone Terhadap
Sikap Konsumen Dalam Kategori Produk Smartphone (studi kasus Mahasiswa
Universitas Gunadarma) iPhone adalah smartphone yang menggunakan iOS
sebagai sistem operasinya. Kemunculan iPhone pertama kali sangat menjadi
sorotan di seluruh dunia karena iPhone memiliki design yang minimalis dan
sederhana, hanya memiliki layar sentuh dan satu tombol “home”. Namun, itulah
yang justru membuat 3 smartphone ini menjadi kelihatan lebih elegan. Dilihat dari
segi fitur, iPhone adalah smartphone pertama yang mempunyai fitur multi-touch.
Multi-touch adalah metode input layar sentuh yang memungkinkan dua atau lebih
jari untuk digunakan pada layar saat waktu yang bersamaan. iPhone terkenal
5
Universitas Kristen Maranatha
menggunakannya untuk memungkinkan pinching dan stretching gestures pada
layar untuk mengontrol zoom. Konsumen juga dapat dengan mudah melakukan
instalasi perangkat lunak dengan cara mengunguh perangkat lunak yang mereka
inginkan melalui Apple store.
Fenomena yang terjadi adalah self brand connection saling berhubungan
dengan attitude toward brand, perceived quality, dan brand uniqueness. Karena
hubungan yang terjadi antara attitude toward brand dengan self brand. Penelitian
menunjukkan bahwa dampak sikap atas baik niat dan perilaku. Konsumen
mengembangkan sikap tentang kedua aspek fungsional dan hedonis suatu produk.
konsep diri individu juga dipengaruhi dan diungkapkan oleh sikap-sikap ini.
Ketika sikap terhadap suatu merek yang menguntungkan, koneksi ke merek yang
lebih mungkin sebagai memungkinkan individu untuk memenuhi keinginan
mereka untuk menjadi diidentifikasi dengan benda-benda yang positif dan ide-ide.
Self brand connection kaitannya dengan perceived quality. Hal ini dipengaruhi
oleh faktor-faktor yang berbeda seperti pengalaman pribadi dengan produk,
memiliki tertentu kebutuhan bertemu dan konsumsi. persepsi kualitas tinggi bisa
berfungsi sebagai pembeda utama dan mengarah pada keberadaan merek lebih
suka alternatif. Self brand connection kaitan dengan brand uniqueness adalah
Bagaimana konsumen mengevaluasi fitur dari merek menentukan faktor ini. Iklan
dan sebelumnya pengalaman merek memberikan dasar-dasar dari setiap dirasakan
keunikan.
1.2 Rumusan Masalah
Apakah pengaruh attitude toward brand terhadap self brand connection?
6
Apakah pengaruh brand uniqueness terhadap self brand connection?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk menguji pengaruh attitude toward brand terhadap self brand
connection.
Untuk menguji perceived quality terhadap self brand connection.
Untuk menguji brand uniqueness terhadap self brand connection.
1.4 Manfaat Penelitian Bagi akademisi
agar dapat lebih mengembangkan brand yang dipercaya menjadi brandloyality,
maka adanya rekomendasi agar dapat memperkuat brand tersebut.
Pengembangan penelitian dari brand lokal tersebut dapat menjadi sebuah
outcome atau hasil agar dapat menjadi panduan.
Bagi praktisi
agar dapat membantu mengembangkan brand-brand yang dipercaya untuk bisa
dapat menumbuhkan rasa percaya hingga loyal terhadap produk atau brand
tersebut. Maka dari itu brand tersebut dapat dipercaya oleh perusahaan dan
94
Universitas Kristen Maranatha BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan yaitu ada pengaruh Attitude Toward
Brand, Perceived Quality, dan Brand Uniqnuess terhadap Self Brand Connections
dalam produk Iphone di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha, maka
penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Profil responden jenis kelamin, menunjukan responden yang
menggunakan produk iPhone, mayoritas responden 102 orang atau
dengan presentase sebesar 68.0% adalah responden perempuan. Sisanya
adalah responden laki-laki dengan 48 orang atau dengan presentase 32.0%.
Jadi kesimpulan responden perempuan yang menggunakan iPhone.
2. Profil responden berdasarkan usia, menunjukan responden yang
menggunakan produk iPhone. Mayoritas responden terbanyak usia 19-22
tahun sebanyak 137 orang dengan presentase 91.3% dan sisanya adalah
responden terkecil usia > 18 tahun sebanyak 5 orang dengan presentase
3.3%. Jadi kesimpulan bahwa mayoritas yang berusia 19-22 tahun
menggunakan produk iPhone.
3. Profil responden berdasarkan pengeluaran per bulan, menunjukan
responden yang menggunakan produk iPhone. Mayoritas responden
terbanyak 90 orang pengeluaran sebanyak Rp1.000.000 - Rp2.000.000
atau dengan presentase sebesar 60.0% dan sisanya terkecil adalah
95
presentase 2.7%. Jadi kesimpulan bahwa mayoritas pengeluaran adalah
sebesar Rp1.000.000 - Rp3.000.000.
Tanggapan Responden Terhadap Variabel X ( Attitude Toward Brand, Perceived
Quality, Brand Uniqnuess )
1. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 47,3% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki kualitas yang
tinggi.
2. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 48,7% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone mencerminkan barang yang
mahal.
3. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 44,0% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki rasa nyaman.
4. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 41,3% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone menyukai produk Iphone.
5. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 45,3% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki kualitas yang
tinggi.
6. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 42,7% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki kualitas yang
tinggi dibandingkan pesaing.
7. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 41,3% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki terhindar dari
96
Universitas Kristen Maranatha
8. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 46,7% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki berfungsi dengan
tinggi.
9. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 42,7% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki memiliki
fitur-fitur yang berbeda.
10.Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 44,7% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki privasi.
11.Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 48,0% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki ketertarikan
untuk membeli produk tersebut.
12.Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 46,7% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki produk yang
unik.
Tanggapan responden variabel Y ( Self Brand Connection)
1. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 40,7% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone mencerminkan gaya hidup
saya.
2. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 51,3% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone memiliki upaya branding
sangat baik.
3. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 43,3% memberikan
97
4. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 39,3% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone mencerminkan
kemewahan.
5. Berdasarkan tabel, ditemukan bahwa sebanyak 43,3% memberikan
jawaban setuju, bahwa produk Iphone meningkatkan aktualisasi
diri.
5.2 Keterbatasaan Penelitian
Keterbatasan peneliti dalam penelitian kali ini adalah sampel yang digunakan oleh
peneliti hanya dibatasi pada mahasiswa Universitas Kristen Maranatha yang
menjadi konsumen produk Iphone. Keterbatsaan peneliti lainnya adalah peneliti
ini hanya mengambil jumlah responden yang tidak terlalu banyak yaitu hanya 150
responden yang diambil oleh peneliti.
5.3 Saran
Untuk itu, peneliti dapat membuat saran atau rekomendasi sebagai berikut:
1. Untuk Produk iPhone, lebih adanya inovasi dalam produk-produk keluaran
terbaru dan menjaga kualitas handphone agar dapat mempertahankan
keunikan dari segi fitur maupun segi teknologi itu sendiri.
2. Bagi peneliti selajutnya, diharapkan peneliti dapat menggunakan objek
yang lain agar lebih luas seperti produk Apple lainnya( Mac, iPod, Mac
Book, iPad, iMac)
3. Diharapkan juga peneliti yang selanjutnya dapat menggunakan sampel
98
Universitas Kristen Maranatha
diperluas kearah yang lebih global. Baik dari segi usia, profesi, status, dan
lain-lain
4. Diharapkan juga pada peneliti selanjutnya, jumlah reponden yang
digunakan lebih banyak sehingga akhir penelitian akan lebih akurat
PENGARUH ATTITUDE TOWARD BRAND, BRAND
UNIQUENESS, PERCEIVED QUALITY TERHADAP
SELF BRAND CONNECTIONS PADA PRODUK
IPHONE DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS
KRISTEN MARANATHA
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menempuh
Sidang Sarjana Strata 1 (S-1)
Oleh
STEVEN ZEFANYA
1352043
PROGRAM STUDI S-1 MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
BANDUNG
THE IMPACT OF ATTITUDE TOWARD BRAND,
BRAND UNIQUENESS, PERCEIVED QUALITY TO
SELF BRAND CONNECTIONS ON IPHONE
PRODUCT IN FACULTY OF ECONOMIC
MARANATHA CHRISTIAN UNIVERISTY
THESIS
In Partial Fulfilment of The Requirements for Bachelor Degree in
Management
By
STEVEN ZEFANYA
1352043
BACHELOR DEGREE IN MANAGEMENT
FACULTY OF ECONOMICS
MARANATHA CHRISTIAN UNIVERSITY
BANDUNG
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang selalu melimpahkan berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini untuk memenuhi salah satu syarat menempuh Sidang Sarjana Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan tugas akhir ini.
Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Allen Kristiawan, S.E., M.M. selaku dosen pembimbing yang selalu memberikan dukungan, bimbingan, dan waktunya untuk membimbing saya selama menyusun tugas akhir ini.
2. Bapak Dr. Mathius Tandiontong, S.E., M.M., Ak., CA. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha.
3. Ibu Dr. Ratna Widiastuti, M.T. selaku Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha.
4. Bapak Peter, S.E., M.T. selaku Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha.
5. Ibu Nonie Magdalena, S.E., M.Si. selaku Ketua Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha sudah memberikan dukungan secara mental dan rohani untuk menghadapi setiap pencobaan hidup ini.
6. Bapak Rully Arlan Tjahyadi, S.E., M.Si. selaku Sekretaris Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha.
7. Ibu Anna Marianna, S.E., M.Si. selaku dosen wali penulis.
8. Seluruh staf Tata Usaha Program Studi S-1 Manajemen dan Fakultas Ekonomi.
9. Bapak Surya Setyawan, S.E., M.Si. yang telah memberikan motivasi dan juga doa.
10.Papa, Mama, dan kakak saya tercinta yang selalu memberikan dukungan, semangat, dan doa selama saya kuliah dan menyusun tugas akhir.
12.Teman – teman dari Duta Maranatha yang selalu memberikan masukan, dukungan dan semangat kepada saya.
13.Teman- teman dari Enrico and friends yang selalu memberikan dukungan dan semangat kepada saya.
14.Keluarga besar Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi yang selalu memberikan masukan, dukungan, dan semangat kepada saya.
15.Martha, Putri, Lily, Deri, Monica, Vania, Jeannyka, Ruthia, Devina, Suwira, Natasha, Abi selaku Badan Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Manajemen 2015/2016 yang telah memberikan dukungan kepada saya.
16.Himpunan Mahasiswa Manajemen angkatan 2012, 2014 dan 2015 yang selalu memberikan dukungan dan semangat kepada saya.
17.Keluarga Besar Sema Hima angkatan 2012, 2014 dan 2015 yang selalu memberikan dukungan dan semangat kepada saya.
18.Teman- teman satu angkatan 2013 Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen yang selalu memberikan doa, akhirnya lulus !
19.Semua pihak yang telah membantu dan mendukung saya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Akhir kata, penulis berharap tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. Penulis juga mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penulisan tugas akhir ini dan terima kasih sekali lagi atas semua dukungan dan masukan yang telah diberikan oleh rekan-rekan semua. Tuhan memberkati.
Bandung, Desember 2016
96
DAFTAR PUSTAKA
Aaker, D.A., and Joachimsthaler, E. (2000). Brand Leadership. Free Press
Assael, H. (1992). Consumer Behavior A Strategic Approach .New York: PWS-KENT Publishing Company.
Atmoko, W. B., dan Kurniawati, I.(2009), Swamedikasi: Sebuah Respon Realistik Prilaku Konsumen Dimasa Krisis, Bisnis dan Kewirausahaan, Vol 2(No. 3), hal 233- 237.
Batra, R., Ahuvia, A. & Bagozzi, R., P. (2012). Brand Love. Journal of Marketing. Vol. 76, pp. 1- 16.
Engel, J.F, et.al. (1994).Consumer Behavior, Jilid 1, Jakarta: Erlangga..
Fournier. (1998). Consumer and Their Brands: Developing Relationship Theory in Consumer Research. John Wiley and Sons.
Husni, A.R. (2010). Analisis Pengaruh Brand Awareness terhadap Brand Attitude Handphone Merek Nokia. Skripsi, Semarang: Program Sarjana Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Kotler, P. (2001). Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol. Jakarta : PT. Prehallindo
Kotler, P., dan Armstrong, G. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 1, Jakarta: Erlangga.
Krajewski, L.J., Ritzman, L.P. and Malhotra, M.K.(2012). Operations Management, 10th Edition. USA: Pearson.
Loudon, D and Bitta, J.D. (1993). Consumer Behaviour: Concept and Applications. 4th
Edition. New York: Mc. Graw Hill.
Netemeyer et.al (2004). Developing and Validationg Measures of Facets of Customer-Based Brand Equity. Journal of Business Research. Vol 57, pp 2009 -224.
Peter, J. P. and Olson. J. C. (1999). Perilaku konsumen dan strategi pemasaran, Edisi keempat (terjemahan). Jakarta : Erlangga.
Schiffman, L.G. and Kanuk, L.L. (2000). Consumer Behaviour. Fifth Edition, New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Schiffman, L.G. and Kanuk, L.L. (2004). Perilaku Konsumen (edisi 7). Jakarta: Prentice Hall.
97
Sirgy, M.J. (1982). Self-Concept in Consumer Behaviour: A Critical Review. Journal of Consumer Research. Vol 9 (no. 3), pp 287 – 300.
Situmorang, S.H.(2009). Bisnis: Perencanaan dan Pengembangan. Cetakan Kedua. Medan: USU Press.
Sunjoyo, dkk, (2013). Aplikasi SPSS Untuk Smart Riset. Bandung: Alfabeta.
Sutisna. (2002). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.
The, Yohanes S.P.R, (2014).Pengaruh Brand Relationship Terhadap Loyalitas Pada Batik Lesmono, Semarang,.Tesis, Salatiga : Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana.
Tjiptono, F. (2005). Pemasaran Jasa. Malang: Bayumedia Publishing.
Wisnalmawati.(2005). Pengaruh Persepsi Dimensi Kualitas Layanan Terhadap Niat Pembelian Ulang.Jurnal Ekonomi dan Bisnis No. 3. Jilid 10
https://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab1/2012-2-01361-MC%20Bab1001.pdf
diunduh tanggal 9 September 2016
http://ciputrauceo.net/blog/2015/6/11/perilaku-konsumen diunduh tanggal 9 September 2016
http://alamiami.blogspot.co.id/2013/12/model-perilaku-konsumen.html diunduh tanggal 9 September 2016
http://e-journal.uajy.ac.id/1731/3/2EM15908.pdf diunduh tanggal 16 September 2016
http://dir.unikom.ac.id/s1-final-project/fakultas-ekonomi/manajemen/2010/jbptunikompp-gdl-dewisumiat-21745/8-babiii.pdf/ori/8-babiii.pdf diunduh tanggal 23 September 2016
http://pengertianmenurutahli.blogspot.co.id/2013/06/cbbe-customer-based-brand-equity_18.html diunduh tanggal 16 September 2016