PENGARUH KECUKUPAN ANGGARAN, KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA SKPD PEMERINTAH KOTA MEDAN.

Teks penuh

(1)

PENGARUH KECUKUPAN ANGGARAN, KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN PARTISIPASI PENYUSUNAN

ANGGARAN TERHADAP KINERJA SKPD PEMERINTAH KOTA MEDAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

OLEH

AHMAD FAWZI NST NIM. 709330002

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

AHMAD FAWZI NST, NIM 709330002. Pengaruh Kecukupan Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran dan Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja SKPD Pemerintah KotaMedan. Skripsi, Jurusan Akuntansi Pemerintahan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan, 2013.

Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah apakah pengaruh kecukupan anggaran, kejelasan sasaran anggaran dan parti sipasi penyusunan anggaran secara parsial berpengaruh terhadap kinerja SKPD pemerintah kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kecukupan anggaran, kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh terhadap kinerja SKPD pemerintah kota Medan.

Populasi dalam penelitian adalah seluruh SKPD di pemerintah Kota Medan yang berjumlah 49 SKPD.Sumber data dalam penelitian adalah data primer yang bersumber dari jawaban respon den berupa kuesioner. Dari penyebaran kuesioner, sebanyak 70 kuesioner dikembalikan dari 147 kuesioner yang disebar pada Pemerintah Kota Medan. Metode analisis data yang digunakan adalah ananalisis regresi berganda dengan SPSS 16.0

Hasil penelitian menunjukkan secara parsial ( Uji t) terdapat variable independen yang tidak berpengaruh yaitu kecukupan anggaran dan kejelasan sasaran anggaran. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung < t table (-0,491< 1,668) dengan signifikasinya 0.625 > 0.05.Serta kejelasan sasaran anggaran yang dapat dilihat dari nilai t hitung < t tabel (0,884 < 1,668) dengan signifikasinya 0.380 > 0.05. Sedangkan variable partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh terhadap kinerja SKPD pemerintah Kota Medan. Hal inidapat dilihat dari nilai t hitung > t tabel (2,405 > 1,668) signifikasinya 0,019 < 0.05.

Kesimpulan penelitian ini adalah variable partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja SKPD pemerintah kota medan sedangkan kecukupan anggaran dan kejelasan sasaran anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja SKPD pemerintah kota medan.

(6)

ABSTRACT

AHMAD FAWZI NST, NIM 709 330 002. Effect of Adequacy Budget, Budget Goal Clarity and Participation on Performance Budgeting Medan City Government on education.Thesis, Department of Government Accounting, Faculty of Economics, University of Medan, 2013.

The problems discussed in this study is whether the influence of the adequacy of the budget, the budget goal clarity and a partial budget participation on education affect the performance of the city government of Medan. This study aims to determine whether there are sufficient influence budget, budget goal clarity and budget participation on education affect the performance of the city government of Medan.

The population is entire goverment on education in the city of Medan, amounting to 49 on education. Sources of data in this study are derived from primary data in the form of questionnaire respondents. From questionnaires, 70 questionnaires were returned from 147 questionnaires distributed to the Government of Medan. Data analysis method used is multiple regression analysis with SPSS 16.0

The results showed a partial (t test) are the independent variables that do not affect the adequacy of the budget and budget goal clarity. It can be seen from the t value <t table (-0.491 <1.668) with a significance of 0.625> 0.05 level. And clarity of budget targets that can be seen from the t value <t table (0.884 <1.668) with significance 0.380> 0.05 level. While the budget participation variables affect the performance of the government on education of Medan. It can be seen from the value of t count> t table (2.405> 1.668) significance0.019>0.05.

The conclusion of research is the variabel of budget arrangement participation has significant effect in SKPD work of the government of Medan city while the adequate budget and the clearance target of budget is not effecting in SKPD work of the government of Medan City.

(7)

vi DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI... i

ABSTRAK... i

KATA PENGANTAR... iii

DAFTAR ISI... vi

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR GAMBAR... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Identifikasi Masalah... 5

1.3 Batasan Masalah ... 6

1.4 Rumusan Masalah... 6

1.5 Tujuan Penelitian ... 7

1.6 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teori ... 8

2.1.1 Karakteristik Tujuan Anggaran... 8

2.1.1.1 Kecukupan Anggaran ... 9

2.1.1.2 Kejelasan Sasaran Anggaran... 10

2.1.1.3 Partisipasi Penyusunan Anggaran ... 11

2.1.2 Kinerja SKPD ... 12

(8)

vii

2.2 Penelitian Terdahulu ... 15

2.3 Kerangka Berpikir... 21

2.4 Hipotesis... 23

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian... 24

3.2 Populasi dan Sampel ... 24

3.3 Sumber Data ... 25

3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 25

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 29

3.6 Teknik Analisis Data ... 29

3.6.1 Uji Kualitas Data ... 30

3.6.1.1 Uji Validitas ... 30

3.6.1.2 Uji Reliabilitas ... 30

3.6.2 Uji Asumsi Klasik ... 31

3.6.2.1 Uji Normalitas ... 31

3.6.2.2 Uji Multikolinieritas ... 32

3.6.2.3 Uji Heteroskedastisitas ... 32

3.6.2.4 Uji Koefisien Determinan ... 33

3.6.3 Pengujian Hipotesis ... 33

3.6.3.1 Uji Parsial (Uji t) ... 33

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 35

(9)

viii

4.1.2 Gambaran Umum Responden ... 36

4.2 Hasil Analisis Data ... 39

4.2.1 Statistik Deskriptif ... 39

4.2.2 Hasil Uji Kualitas Data ... 40

4.2.2.1 Uji Validitas ... 40

4.2.2.2 Uji Realibilitas ... 42

4.2.3 Uji Asumsi Klasik ... 43

4.2.3.1 Uji Normalitas ... 43

4.2.3.2 Uji Multikolinieritas ... 45

4.2.3.3 Uji Heteroskedasitas ... 46

4.2.4 Hasil Uji Analisis Data ... 48

4.2.4.1 Analisis Regresi Ganda ... 48

4.2.5 Hasil Uji Hipotesis ... 49

4.2.5.1 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R Square) ... 49

4.2.5.2 Uji Parsial (t) ... 50

4.3 Pembahasan ... 51

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 54

5.2 Keterbatasan Penelitian ... 54

5.3 Saran ... 55 DAFTAR PUSTAKA

(10)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 19

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel ... 28

Tabel 4.1 Distribusi dan Pengembalian Kuesioner ... 36

Tabel 4.2 Analisis Statistik Deskriptif ... 39

Tabel 4.3 Uji Validitas Variabel Kecukupan Anggaran ... 41

Tabel 4.4 Uji Validitas Variabel Kejelasan Sasaran Anggaran ... 41

Tabel 4.5 Uji Validitas Variabel Partisipasi Penyusunan Anggaran ... 42

Tabel 4.6 Uji Reliabilitas Variabel Penelitian ... 43

Tabel 4.7 Uji Normalitas ... 45

Tabel 4.8 Uji Multikolinearitas ... 46

Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Regresi Linear Berganda ... 48

Tabel 4.10 Uji Koefisien Determinasi ... 49

(11)

x

DAFTAR GAMBAR

(12)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Tabulasi Data Sampel Penelitian danVariabel Lampiran B Hasil Output SPSS

(13)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Otonomi daerah pada dasarnya ditunjukan untuk lebih mendekatkan

pelayanan masyarakat di daerah sesuai kebutuhannya, sehingga dengan demikian

pemerintah daerah mempunyai keleluasaan untuk melaksanakan fungsi pelayanan

kepada masyarakat. Pada hakekatnya semangat otonomi harus tercermin dalam

pengelolaan keuangan daerah. Mulai dari proses perencanaan, pengawasan,

pengendalian dan evaluasi seluruh fungsi-fungsi pemerintah yang telah

didesentralisasikan.

Usaha penyempurnaan melakukan konsepsi anggaran yang berorientasi

pada program yang berarti bahwa penggunaan sejumlah dana tertentu telah

mempunyai maksud dan tujuan yang diperlukan, disusun dalam suatu anggaran

yang ditentukan berdasarkan besar kecilnya target yang hendak dicapai oleh suatu

program yang menjadi pusat perhatian.

Sejumlah dana-dana yang dipakai dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan

dari suatu unit performance tertentu, pada hakekatnya meliputi biaya-biaya yang

dapat pula diklasifikasikan dalam bentuk objek pembelanjaan. Dengan perkataan

lain jumlah biaya kegiatan sama dengan jumlah kinerja menurut objek

pembelanjaannya. Dengan memperhatikan proses penyusunan anggaran dalam

(14)

2

merupakan suatu program kerja. Konsekuensinya adalah menuntut kepada para

penyusun dan pelaksana anggaran untuk selalu berorientasi kepada program.

Dukungan SDM yang terlatih merupakan salah satu faktor menentukan

keberhasilan penerapan Peformance Budgeting. Aspek utama Budgeting Reform

adalah perubahan dari Traditional Budgeting ke Performance Budgeting.

Traditional Budgetdidominasi oleh penyusunan anggaran yang bersifat Line Item

dan Incremental. Proses penyusunan anggaran hanya mendasarkan pada besarnya

realisasi anggaran tahun sebelumnya. Performance Budgeting pada dasarnya

adalah sistem penyusunan dan pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi

pada pencapaian hasil kinerja. Kinerja tersebut harus mencerminkan efisiensi dan

efektivitas pelayanan publik yang berarti harus berorientasi pada kepentingan

publik. Oleh karena itu anggaran dianggap sebagai pencerminan program kerja

(Bastian , 2006 : 6). Untuk memenuhi tujuan akuntabilitas dan keterbukaan dalam

melaksanakan pelayanan kepada masyarakat pos-pos anggaran harus

dikelompokkan kedalam kegiatan-kegiatan (sebagai cost object) dengan

menetapkan berbagai standar biaya pelayanan minimal dan kinerja (outcome,

impact and benefit).

Terkait dengan ini pula maka diterbitkan UU Nomor 17 Tahun 2003

tentang Keungan Negara dan diperkuat dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri

Nomor 13 Tahun 2006 yang menghendaki APBD disusun berdasarkan

(15)

3

Sebagai pelaksanaan dari undang-undang tersebut diatas khususnya

mengenai keuangan daerah telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 24

tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan Menteri

Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 yang terakhir diubah dengan Peraturan

Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan

Keuangan Daerah. Dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal

kinerja pemerintah sangat penting untuk dilihat dan diukur. Keberhasilan suatu

pemerintahan di era otonomi daerah dapat dilihat dari berbagai ukuran kinerja

yang telah dicapainya.

Peran penting anggaran dalam organisasi sektor publik berasal dari

kegunaannya dalam menentukan estimasi pendapatan atau jumlah tagihan atas

jasa yang diberikan. Menurut Freeman dalam Nordiawan (2006: 48) anggaran

adalah sebuah proses yang dilakukan oleh organisasi sektor publik untuk

mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya ke dalam kebutuhan-kebutuhan

yang tidak terbatas. Pengertian tersebut mengungkapkan peran strategis anggaran

dalam pengelolaan kekayaan sebuah organisasi publik. Organisasi sektor publik

tentunya berkeinginan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat tetapi

seringkali terkendala oleh terbatasnya sumber daya yang dimiliki.

(16)

4

Kenis (1979) mengatakan terdapat 5 karakteristik sistem penganggaran

yaitu partisipasi anggaran, berbagi informasi anggaran, kejelasan tujuan anggaran,

umpan balik anggaran dan kecukupan anggaran. Hubungan antara partisipasi

penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial merupakan bidang penelitian

yang banyak mengalami perdebatan. Hasil yang dilakukan Brownell (1982)

menemukan hubungan positif dan signifikan antara partisipasi penyusunan

anggaran dengan kinerja manajerial. Sebaliknya Milani (1975) menemukan

hubungan yang tidak signifikan. Pada sisi lain penelitian-penelitian mengenai

hubungan kejelasan sasaran anggaran dengan kinerja manajerial belum didapatkan

hasil yang konsisten. dan Nurkholis (2003) mengatakan tidak terdapat hubungan

yang signifikan antara kejelasan tujuan anggaran dengan akuntabilitas kinerja

instansi pemerintah. Mitchell (1979), Brownell dan Melnness (1986)

menunjukkan variabel motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja

manajerial. Selain itu penelitian Kenis (1979) menunjukkan adanya pengaruh

signifikan kejelasan sasaran anggaran terhadap motivasi.

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh

Bangun (2009) dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah

adanya penambahan variabel kecukupan anggaran. Penelitian ini dilakukan pada

Aparat Pemerintah Kota Medan karena Pemerintahan sebagai salah satu

organisasi Publik yang menjalankan otonomi daerah sesuai aturan dan

kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan

masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.

(17)

5

merupakan komitmen pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan dan

peningkatan kesejahteraan serta harkat dan martabat masyarakat Kota Medan.

Oleh karena itu, dalam rangka pelaksanaan pembangunan maka dituntut suatu

proses perencanaan program dan anggaran yang baik serta didukung oleh kualitas

kinerja aparat pemerintah daerah sebagai konsekuensi dari ketersediaan dana yang

memadai, sehingga diharapkan terciptanya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, dalam rangka pelaksanaan pembangunan maka dituntut suatu

proses perencanaan program dan anggaran yang baik serta didukung oleh kualitas

kinerja aparat pemerintah daerah sebagai konsekuensi dari ketersediaan dana yang

memadai, sehingga diharapkan terciptanya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan fenomena maka peneliti termotivasi untuk melakukan

penelitian lebih lanjut tentang anggaran berbasis kinerja dengan judul ”Pengaruh

Kecukupan Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran dan Partisipasi Penyusunan

Anggaran Terhadap Kinerja SKPD pada Pemerintah Kota Medan”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian maka permasalahan pada penelitian

ini yaitu :

a. Apakah kecukupan anggaran berpengaruh terhadap kinerja SKPD

Pemerintah Kota Medan ?

b. Apakah kejelasan sasaran anggaran berpengaruh terhadap kinerja SKPD

(18)

6

c. Apakah partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh terhadap kinerja

SKPD Pemerintah Kota Medan ?

1.3 Pembatasan Masalah

Penelitian yang akan dilakukan oleh penulis dibatasi dari segi kecukupan

anggaran, kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi penyusunan anggaran guna

mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja SKPD Pemko Medan sebagai salah satu

instansi pemerintahan.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka peneliti

merumuskan masalah penelitian sebagai berikut :

a. Apakah kecukupan anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja

SKPD Pemerintah Kota Medan ?

b. Apakah kejelasan sasaran anggaran berpengaruh signifikan terhadap

kinerja SKPD Pemerintah Kota Medan ?

c. Apakah partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh signifikan terhadap

(19)

7

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecukupan

anggaran, kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi penyusunan anggaran

terhadap kinerja SKPD.

1.6 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan sebagai sumbangan pikiran dan manfaat

yang berarti yaitu :

a. Bagi peneliti dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam

penyusunan anggaran sesuai dengan peraturan perundangan yang

berlaku serta meningkatkan kemampuan analisis tentang APBD.

b. Bagi pemerintah daerah dalam hal ini SKPD yang terdapat pada Kota

Medan diharapkan menjadi masukan untuk meningkatkan kinerja

Aparat Pemerintah untuk mencapai tujuan anggaran yang diinginkan.

c. Bagi akademis diharapkan dapat memberikan referensi bagi peneliti

selanjutnya pada khusunya dan bidang ilmu akuntansi sektor publik

(20)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis sebagaimana telah di uraikan sebelumnya maka

ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1 Kecukupan anggaran berpengaruh negative terhadap kinerja SKPD. Dengan

kata lain, kecukupan anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja SKPD.

2 Kejelasan sasaran anggaran berpengaruh negative terhadap kinerja. Dengan

kata lain, kejelasan tujuan anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja SKPD.

3 Partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh positif terhadap kinerja SKPD.

5.2 Keterbatasan Penelitian

1 Pengambilan responden dilakukan pada satu kota saja. Oleh karena itu, hasil

penelitian tidak dapat digeneralisasikan untuk objek di luar penelitian. Hasil

penelitian mungkin akan berbeda untuk daerah lain.

2 Data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner mungkin saja berbeda

dengan kondisi yang sebenarnya karena peneliti tidak dapat menginterview

langsung responden. Dengan demikian, hasil penelitian tidak dapat diperoleh

(21)

52

5.3 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat memberikan saran rekomendasi

atau implikasi kebijakan sebagai berikut :

1 Kepada peneliti selanjutnya agar dapat memperluas daerah yang akan diteliti

sehingga tidak hanya menjelaskan hasil penelitian di satu kota saja tetapi hasil

penelitian dapat menjelaskan untuk kota atau daerah lain.

2 Kepada penelitian selanjutnya agar dapat menggunakan metode interview

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Argrys, Chris, Byars. The Impact of Budgets on People (Controllerships Foundation 1952).

Bangun, Andrias, 2009, Pengaruh Partisipasi Dalam Penyusunan Anggaran,

Kejelasan Sasaran Anggaran dan Struktur Desentralisasi Terhadap

Kinerja Manajerial SKPD Dengan Pengawas Internal Sebagai Variable Pemoderasi (Studi Kasus Pada Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang), Tesis, Usu.

Bastian, Indra, 2006, Sistem Akuntansi Sektor Publik, Edisi : 2, hal 5, Salemba Empat, Jakarta.

Brownell, Peter, Melnness, 1986. Participation in Budgeting, Locus of Control and Organizational Effectiveness. Accounting review, Hal 844-860.

Deliana, 2004, Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajemen dan kepuasan Kerja dengan Gaya Kepemimpinan dan Persepsi Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderator, Tesis, USU.

Departemen Dalam Negeri, 2006, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Jakarta.

Erlina, 2008, Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi : 2, Usu Press, Medan.

Ghozali, Imam, 2005, Aplikasi Analisis Mulivariate dengan Program SPSS, Edisi 3, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Halim, Abdul, 2007, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Keuangan Daerah, Edisi : 3, Jakarta.

Hansen, Don R dan M.M. Mowen. 1999. Management Accounting. 5 Edition. South-Westren College Publishing.

Haykal, M.,2007, Analisis Peran dan Fungsi SKPD dalam Pengelolaan Keuangan Daerah serta Pengaruhnya terhadap Kinerja (Studi Kasus pada Pemkab Aceh Timur, Tesis, USU.

(23)

Kenis, Izzettin, Stoner, Locke, Mitchell 1979, ”Effects of Budgetary Goal Characteristics on Managerial Attitudes and Performance,”Accounting Review, pp. 707-721

Laoli Victorinus, 2011. Pengaruh Karakteristik Tujuan Anggaran Terhadap Kinerja Dengan Sikap Aparat Pemerintah Daerah Sebagai Variabel Intervening Pada Pemerintah Kabupaten Nias (tesis).

Mahoney, Thomas A., Thomas H. Jerdee, and Stephan J. Carrol, 1963, “Deplovment of Managerial Performance a Research Approact,” Southwestren Publishing.

Mahsun, Mohamad, Firma, & Heribertus. 2007. Akuntansi Sektor Publik. Yogkyakarta : Penerbit BPFE Yogyakarta.

Mardiasmo. 2005. Akuntansi Sektor Publik. Andi Yogyakarta.

Milani, Ken, 1975, “The Relationship of participation in Budget-Setting to Industrial Supervisor Performance and Attitudes : A Field Study, “ The Accounting Review, pp.274-284

Munawar ; Riyanto, Gugus; Nurkhoilis, 2003, Pengaruh Karakteristik Tujuan Anggaran Terhadap Perilaku, Sikap, dan Kinerja Aparat Pemerintah Daerah di Kabupaten Kupang, Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik, Vol. 08 No. 01, Yogyakarta.

Nordiawan, Dedi, 2006. Akuntansi Sektor Publik, Salemba Empat, Jakarta.

Permendagri No. 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Jakarta.

Prawitosentono, 1999. Akuntansi Sektor Publik, Yogyakarta UPP YKPN.

Sadjiarto Arja, 2000. Akuntabilitas dan Pengukuran Kinerja Pemerintah, Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol 2, Nopember 2000: 138-150.

Schiff, M dan Arie Y. Lewin. “The Impact of People on Budgets”. The Accounting Review. April. pp 259-269.

Sembiring, 2008, Pengaruh Partisipasi Anggaran dan Kejelasan Sasaran Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening pad Kawasan Industri Medan (KIM), Tesis, Usu.

(24)

Suhartono, Ehrmann; Halim, Abdul, 2005, Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran dan Kejelasan Sasaran Anggaran terhadap Senjangan Anggaran Instansi Pemerintah Daerah dengan Komitmen Organisasi sebagai Pemoderasi, Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik, Vol. 06 No. 01, Yogyakarta.

Suhartono, Ehrmann; Halim, Abdul, 2007, Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran terhadap Senjangan Anggaran Instansi Pemerintah Daerah dengan Komitmen Organisasi sebagai Pemoderasi, Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik, Vol. 08 No. 01, Yogyakarta.

Syafruddin, Muchamad, 2005, Pengaruh Moderasi Faktor Inovasi pada Hubungan Partisipasi Anggaran, Struktur Terdesentralisasi dan Kinerja Manajemen (Studi di Organisasi Pemerintah Daerah), Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik, Vol. 06 No. 02, Yogyakarta.

Undang-Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang –Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.

Undang-Undang nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Komite Penyempurnaan Manajemen Keuangan Jakarta.

Figur

Gambar 2.2Kerangka Konseptual ..............................................................

Gambar 2.2Kerangka

Konseptual .............................................................. p.11

Referensi

Memperbarui...