KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN JAKARTA
2013
LAPORAN
AKUNTABILITAS KINERJA
INSTANSI
PEMERINTAH
2012
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN KOMPLEKS BINA SAMUDRA, Jl.PASIR PUTH 1 ANCOL TIMUR JAKARTA UTARA
TELP (021)64711583 Ext : 4214 , FAX (021) 64711438 Email : [email protected]
SEBARAN 21 UPT BALITBANG KP
jW^ftEN6ANrAR
Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) merupakan pertanggung jawaban terhadap penggunaan keuangan negara sesuai instruksi Presiden Nomor 7 Tahun '1999 yang mengamanahkan instansi pemerintah atau lembaga Negara yang dibiayai dari anggaran Negara agar menyampaikan laporan dimaksud.
Dalam LAKIP ini diuraikan realisasi kinerja Balitbang KP tahun 2012 dibandingan dengan penetapan kinerja Balitbang KP tahun 2A12. Hasil perbandingan tersebut bahwa rata-
rata capaian kinerja Balitbang KP atas
3
indikator kinerja hasil {outcome) dari program penelitia* IPTEK kelautan dan perikanan, sudah berkategori memuaskan. Rincian capaian kerja tersebut dapat dilihat pada bab lll dalam laporan ini.Kami berharap agar laporan akuntabilitas kinerja
ini
sebagai bentuk pertanggung jawaben dana pemerintah dan dapat memenuhi harapan masyarakat dan sfakeholders serta dapat menjadi pemicu peningkatan kinerja organisasi Balitbang KP.Jakarta, Februari 2413
Prof. Dr. I
--l- .RIZALD M.
LAKTP Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun ZAV l0
ROMPnS,nA.*grh
D AFTAR I SI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL iii
DAFTAR GAMBAR iv
DAFTAR GRAFIK v
DAFTAR LAMPIRAN vi
IKHTISAR EKSEKUTIF vii
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG 1
B. TUGAS DAN FUNGSI 1
C. DASAR HUKUM 5
D. SISTEMATIKA PENYAJIAN 5
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. PERENCANAAN STRATEGIS 7
B. INDIKATOR KINERJA UTAMA 11
C. RENCANA KINERJA TAHUN 2012 12
D. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2012 12
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
A. PENGUKURAN CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) 15
B. ANALISIS CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA 16
C. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN (IKK) 27
D. CAPAIAN KINERJA LAINNYA BALITBANG KP TAHUN 2012 37 E. CAPAIAN KINERJA ANGGARAN BALITBANG KP TAHUN 2012 41 BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN 49
B. SARAN 52
LAMPIRAN
D AFTAR T ABEL
2.1. Indikator Kinerja Utama Balitbang KP Tahun 2012 11
2.2. Rencana Kinerja Tahun 2012 12
2.3. Perjanjian Kinerja Tahun 2012 13
3.1. Realisasi IKU Balitbang KP Tahun 2012 15
3.2. Rincian Jumlah Pengguna Hasil Litbang Kelautan dan Perikanan TA 2012 16 3.3. Perbandingan Jumlah Pengguna Teknologi Lama dan Baru 18
3.4. Prosentase Tingkat Adopsi 19
3.5. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama Program Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan TA 2011 dan 2012
27
3.6. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Kegiatan dari Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan TA 2011 dan 2012
35
3.7. Capaian Indikator Kinerja Kegiatan pada Rencana Strategis Balitbang KP TA 2010-2014
36
3.8. Perbandingan capaian indicator kinarja lainnya TA 2011 dan TA 2012 38 3.9. Realisasi indikator kinerja lainnya sampai TA 2012 40
3.10. Kronologis INDESO TA 2012 41
3.11. Realisasi menurut satuan 3 Balitbang KP TA 2012 46
D AFTAR G AMBAR
3.1 Kegiatan Model Penerapan IPTEK Ikan Patin di Waduk Gajahmungkur 23 3.2 Kegiatan Model Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya Ikan Bilih Secara
Bersama (Ko-Manajemen) Berbasis Ekosistem di Danau Toba
24
3.3 Kegiatan Industrialisasi Kelautan dan Perikanan 25
3.4 Kegiatan Pengembangan PUMP dan PUGAR 26
3.5 Peta wilayah pengembangan budidaya laut di daerah terdepan/ perbatasan (Kepulauan Natuna)
26
D AFTAR G RAFIK
3.1. Belanja Pegawai Menurut Sumber Dana 42
3.2. Belanja Barang Menurut Sumber Dana 43
3.3. Belanja Modal Menurut Sumber Dana 43
3.4. Belanja Barang Menurut PNBP 44
3.5. Belanja Modal Menurut PNBP 45
3.6. Belanja Barang Menurut PHLN 45
3.7. Belanja Modal Menurut PHLN 46
3.8. Realisasi Menurut Sumber Dana dan Satuan 3 47
I KHTISAR E KSEKUTIF
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) merupakan satu-satunya unit eselon I yang memiliki fungsi penyusunan kebijakan teknis rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan;
pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan; pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan; dan pelaksanaan administrasi Balitbang KP. Untuk itu program IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) kelautan dan perikanan didasarkan pada tujuan, sasaran dan target kinerja yang telah ditetapkan baik pada Rencana Strategi (Renstra) Balitbang KP Tahun 2010-2014, rencana kerja pemerintah, rencana kinerja tahunan, dan penetapan kinerja tahunan secara konsisten, terus menerus dan berkesinambungan.
Tujuan dan sasaran Balitbang KP telah tercapai yang dinyatakan dengan rincian sebagai berikut:
1. Tujuan dan sasaran yang menghasilkan indikator kinerja utama (outcome) telah tercapai. Hal ini ditunjukan dengan pencapaian outcome melebihi dari target yang telah ditetapkan.
Rincian capaian indikator kinerja utama adalah:
a. Jumlah pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan yang menargetkan 90 pengguna, berhasil mencapai 161 pengguna, yang terdiri dari 88 Kelompok dan 73 Orang (178,89%).
b. Jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan (paket), dengan target 6 paket, berhasil mencapai 9 paket (150%).
c. Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah (buah), dari target 4 buah, telah tercapai 5 buah (125%).
2. Tujuan dan sasaran yang menghasilkan output startegis telah tercapai. Hal ini ditunjukan dengan pencapaian output strategis melebihi dari target yang telah ditetapkan. Rincian capaian output strategis adalah: Model Penerapan dari target 27 buah telah mencapai 32 buah (118,51%); Usulan HKI dengan target 4 buah telah mencapai 9 buah (225%); Produk Biologi dengan target 10 telah tercapai 10 (100%); Paket Teknologi dari target 23 paket telah tercapai 28 paket (121,74); Inovasi Teknologi dengan target 11 telah tercapai 12 (109,0%);
Rekomendasi dengan target 26 rekomendasi telah tercapai 32 rekomendasi (123,08%); Data dan Informasi dengan target 39 buah telah tercapai 52 buah (133,3%); Karya Tulis Ilmiah dengan target 373 buah telah tercapai 595 buah (159,52%).
3. Tujuan dan sasaran yang menghasilkan output lainnya telah tercapai. Hal ini ditunjukan dengan pencapaian output lainnya melebihi dari target yang telah ditetapkan.
a. Rincian capaian output lainnya yang melebihi dari target yang telah ditetapkan adalah:
Jumlah UPT dan kelembagaan di Tahun 2012 berhasil mencapai 21 buah UPT dan kelembagaan dengan presentase 116,7%, Jumlah fungsional non-litbang berhasil mencapai 888 orang dengan presentase 111,6%.
b. Rincian capaian output lainnya yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan adalah:
Jumlah laboratorium yang terakreditasi berhasil mencapai 1 buah laboratorium dengan presentase 100% (bukan hasil akumulasi pada tahun sebelumnya), Jumlah kelembagaan litbang yang terakreditasi berhasil mencapai 1 buah kelembagaan litbang yang terakreditasi dengan presentase 100% (bukan hasil akumulasi pada tahun sebelumnya), Jumlah sarana dan prasarana litbang yang terehabilitasi berhasil mencapai 15 buah sarana sarana dan prasarana litbang yang terehabilitasi dengan presentase 100%.
c. Rincian capaian output lainnya yang kurang dari target yang telah ditetapkan adalah:
Jumlah sumberdaya manusia berhasil mencapai 1332 orang sumberdaya manusia dengan presentase 0,87%, Jumlah fungsional litbang berhasil mencapai 473 orang dengan presentase 64,9%, Jumlah profesor riset berhasil mencapai 1 orang profesor riset dengan presentase 33,33%.
Program dan kegiatan penelitian dan pengembangan Balitbang KP Tahun 2012 menggunakan dana sebesar Rp. 529.992.058.000 terealisasi Rp. 395.313.610.316 atau 74,59% karena kegiatan PLN (pendanaan luar negeri) INDESO tidak terserap. Apabila pagu total Balitbang KP dikurangi pagu PLN INDESO maka serapan pagu Balitbang KP sebesar 92,17%.
Capaian kinerja Balitbang KP pada Tahun 2012 rata-rata telah melebihi target yang telah ditetapkan. Namun demikian masih diperlukan peningkatan kegiatan pengembangan, diseminasi dan asimilasi riset untuk mempercepat transfer teknologi pada stakeholder dan masyarakat kelautan dan perikanan pada umumnya.
I. P ENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) merupakan amanah dari :
1. UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang sistem nasional penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. UU Nomor 31 Tahun 2004 pasal 52 dan sekarang sudah diatur dengan PP Nomor 30 Tahun 2008 tentang penyelenggaran litbang perikanan, dan didorong pula oleh code of conduct for responsible fisheries yang dikeluarkan oleh FAO.
3. UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang ratifikasi Unclos 1982 sesuai rejim-rejim hukum point 11 tentang penelitian ilmiah kelautan dan point 12 tentang pengembangan dan alih teknologi kelautan.
4. UU Nomor 27 Tahun 2007 pasal 43 mengamanahkan penyelenggaran litbang diwilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
5. Agenda 21 pembangunan berkelanjutan dan manado ocean declaration.
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri Kelauatan dan Perikanan Nomor 15 Tahun 2010 pasal 837 maka Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) dibentuk sebagai satu-satunya unit organisasi eselon I pada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melaksanakan program penelitian dan pengembangan (litbang) IPTEK di bidang Kelautan dan Perikanan.
B. TUGAS DAN FUNGSI
Sesuai pasal 838 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, maka Badan Peneitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Balitbang KP menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan kebijakan teknis rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan;
b. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan;
c. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan ; dan
d. pelaksanaan administrasi Balitbang KP
Adapun susunan organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan secara rinci meliputi:
1. Sekretariat Badan (sesuai Permen KP Nomor: PER.15/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan).
2. Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (sesuai Permen KP Nomor: PER.15/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan).
Balai Penelitian Perikanan Laut, Muara Baru (sesuai dengan Permen KP Nomor:
PER.30/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Perikanan Laut).
Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum, Palembang (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.29/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum).
Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumberdaya Ikan, Jatiluhur (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.36/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumberdaya Ikan).
Loka Penelitian Perikanan Tuna, Benoa (sesuai dengan Permen KP Nomor:
PER.27/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka Penelitian Perikanan Tuna).
3. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya (sesuai Permen KP Nomor:
PER.15/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan).
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut, Gondol (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.26/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut).
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.32/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau).
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Bogor (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.31/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar).
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias, Depok (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.35/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias).
Balai Penelitian Pemuliaan Ikan, Sukamandi (sesuai dengan Permen KP Nomor:
PER.33/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Pemuliaan Ikan).
4. Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (sesuai Permen KP Nomor: PER.15/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan).
Balai Penelitian Observasi Laut, Perancak (sesuai dengan Permen KP Nomor:
PER.34/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian dan Observasi Laut).
5. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.15/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan).
Loka Penelitian Sumberdaya dan Kerentanan Pesisir, Bungus (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.37/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka Penelitian Sumberdaya dan Kerentanan Pesisir).
6. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.27/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan).
Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan, Slipi (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.38/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan).
7. Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (sesuai dengan Permen KP Nomor: PER.28/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan).
Adapun bagan atau struktur organisasi selengkapanya dapat dilihat pada gambar 1.1 di bawah ini :
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Badan Litbang Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Rizald Max Rompas
NIP. 19530504 198003 1 004 Pembina Utama, IV/e
P3TKP P3SDLP
P4KSI P4B BBP4BKP
LPPMPHP
BBPSEKP
BPLL
LPPT BP3U
BP2KSI
BBPPBL
BPPBAT
LPPBRL BPPBAP
BPPBIH
BPPI
BPOL
LPTK
LPSDKP
C. DASAR HUKUM
Dasar hukum penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) Tahun 2012, Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah:
1. Instruksi Presiden Nomor: 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP).
2. Peraturan Pemerintah Nomor: 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.
3. Keputusan Menteri Negara PAN dan RB Nomor: KEP.135/M.PAN/9/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
4. Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor: 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan AKIP.
5. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor: 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
6. Keputusan Menteri Negara PAN dan RB Nomor: 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi AKIP.
7. Surat Edaran Kementerian PAN dan RB Nomor: 23 Tahun 2012 tentang Penyampaian LAKIP 2012 dan Dokumen PK 2013.
D. SISTEMATIKA PENYAJIAN
Laporan Akuntabiltas Kinerja ini mengacu pada: Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor: 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akutabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Laporan Akuntabiltas Kinerja ini bertujuan menginformasikan capaian kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan selama Tahun 2012. Capaian Kinerja (Performance Results) Tahun 2012 tersebut dibandingkan dengan Rencana Kinerja (Performance Plan) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun 2011 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan organisasi. Adapun sistemetika penyajian laporan sebagai berikut:
1. Ikhtisar Eksekutif, pada bagian ini disajikan tujuan, sasaran, capain kinerja selama tahun 2012.
2. Bab I Pendahuluan, pada bab ini disajikan hal-hal umum tentang Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan serta uraian singkat tentang tugas dan fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
3. Bab II Perencanaan dan perjanjian kinerja, pada bab ini disajikan rencana strategis, dan penetapan kinerja Balitbang KP.
4. Bab III Akuntabilitas, pada bab ini disajikan hasil pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis akutabilitas kinerja termasuk didalamnya keberhasilan dan kegagalan serta permasalahan yang dihadapi dan upaya tindak lanjut penyelesaian masalah. Dalam bab ini juga disampaikan akuntabilitas keuangan yang mencakup alokasi dan realisasi anggaran termasuk pula penjelasan tentang efisiensi.
5. Bab IV Penutup, pada bab ini disajikan tinjauan secara umum tentang keberhasilan, kegagalan dan permasalahan.
6. Lampiran.
II. P ERENCANAAN D AN P ERJANJIAN K INERJA
Berdasarkan pasal 838 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 15 Tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, maka Badan Peneitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Balitbang KP menyelenggarakan fungsi:
a. Penyusunan kebijakan teknis rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan;
b. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan;
c. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan perikanan; dan
d. Pelaksanaan administrasi Balitbang KP.
Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya agar efektif, efisien dan akuntabel, Balitbang KP berpedoman pada dokumen perencanaan yang terdapat pada:
1. Rencana Strategis Balitbang KP Tahun 2010 - 2014 2. Rencana Kinerja Tahun 2012
3. Penetapan Kinerja Tahun 2012
A. PERENCANAAN STRATEGIS
Rencana Strategis Balitbang KP Tahun 2010 - 2014 berisi langkah-langkah stratejik jangka menengah yang akan memberi arah bagi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan dalam rangka menunjang visi pembangunan kelautan dan perikanan untuk menjadikan Indonesia penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar 2015.
Penyusunan renstra Balitbang KP mengacu pada renstra kementerian kelautan dan perikanan Tahun 2010 - 2014 yang telah ditetapkan oleh kepala Balitbang KP, dengan SK Nomor: PER.15.1/BALITBANG KP/2010 secara ringkas subtansi renstra Balitbang KP dapat di ilustrasikan sebagai berikut:
a. Visi
Visi Balitbang KP adalah Institusi yang handal dan terpercaya penyedia IPTEK kelautan dan perikanan menuju Indonesia penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar 2015.
b. Misi
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut Balitbang KP menetapkan misi yang akan dilakukan secara konsisten yaitu Menghasilkan IPTEK tepat guna untuk kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.
c. Tujuan
Sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, maka Balitbang KP menetapkan 3 tujuan yang akan dicapai oleh Balitbang KP dalam jangka waktu sampai Tahun 2014, yaitu:
1. Memperkuat kapasitas dan kapabilitas sumberdaya penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan. Termanfaatkannya hasil litbang KP dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
2. Menyelenggarakan Litbang Kelautan dan Perikanan secara terpadu dengan tata kelola yang baik (Good Goverance).
3. Mengkomunikasikan, mendiseminasikan dan mendifusikan hasil penelitian dan pengembangan dalam membangun sistem bisnis atau kegiatan ekonomi kelautan dan perikanan yang produktif, kuat dan berbasis IPTEK.
d. Sasaran
Berdasarkan atas tujuan selanjutnya Balitbang KP menjabarkan dalam dalam sasaran - sasaran strategis yang akan dicapai secara tahunan selama periode renstra. Sasaran strategis dan indikator kinerja sebagai alat ukur keberhasilan sasaran strategis selama Tahun 2010-2014 sebagai berikut:
SASARAN INDIKATOR KINERJA
Tujuan 1: Memperkuat kapasitas dan kapabilitas sumberdaya penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan; Termanfaatkannya hasil litbang KP dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Sasaran :
1. Terbangunnya seluruh UPT dan kelembagaan di bawah Balitbang KP yang memiliki SDM kompeten dan sumberdaya
Jumlah UPT baru Litbang yang terbentuk di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia
litbang sesuai kebutuhan,
2. Terakreditasinya lembaga dan laboratorium uji yang diperlukan untuk mendukung usaha kelautan dan perikanan
3. Terjalinnya jejaring kerja secara luas aktifnya kemitraan penelitian dan pengembangan untuk identifikasi dan penyelesaian beragamnya masalah pengelolaan kelautan dan perikanan 4. Terselenggaranya dukungan manajemen
dan pelaksanaan tugas teknis lainnya secara tertib dan transparan
Jumlah SDM Fungsional Peneliti dan Non Peneliti yang berkompeten
Jumlah laboratorium uji yang bersertifikat/terakreditasi.
Jumlah lembaga/UPT bersertifikat manajemen (seperti ISO 9000:2008)
Jumlah jejaring dan kemitraan kelitbangan KP
Jumlah laporan hasil pelaksanan kegiatan:
perencanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Program dan Kegiatan Litbang, Keuangan dan Barang yang tertib, tepat dan akurat.
SASARAN INDIKATOR KINERJA
Tujuan 2: Menyelenggarakan Litbang Kelautan dan Perikanan secara terpadu dengan tata kelola yang baik (Good Goverance).
Sasaran:
1. Tersedianya data dan informasi ilmiah sebagai dasar penyusunan rencana pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang terpadu dan pemanfaatannya secara berkelanjutan, 2. Tersedianya teknologi tepat guna untuk
peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat pengguna dalam sistem bisnis kelautan dan perikanan yang kuat di kawasan Minapolitan dan kawasan prospektif lainnya,
Jumlah Data dan Informasi Kelautan dan Perikanan
Jumlah karya tulis
Jumlah Teknologi Tepat Guna Jumlah inovasi teknologi Jumlah komponen teknologi
Jumlah model pengembangan kawasan
3. Dihasilkannya produk, produk biologi dan ragam produk kelautan dan perikanan yang inovatif untuk meningkatkan produktivitas, produksi dan nilai tambah serta mengurangi biaya tambah (added cost) dalam mengembangkan sistem bisnis kelautan dan perikanan,
4. Rekomendasi kebijakan bagi pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang terpadu, ekonomis, efisien, dan berkelanjutan.
Jumlah produk kelautan dan perikanan Produk biologi kelautan dan perikanan Ragam produk kelautan dan perikanan
Jumlah rekomendasi
SASARAN INDIKATOR KINERJA
Tujuan 3: Mengkomunikasikan, mendiseminasikan dan mendifusikan hasil penelitian dan pengembangan dalam membangun sistem bisnis atau kegiatan ekonomi kelautan dan perikanan yang produktif, kuat dan berbasis IPTEK.
Sasaran :
1. Termanfaatkannya hasil litbang kelautan dan perikanan secara luas termasuk pelaku usaha kelautan dan perikanan di kawasan Minapolitan dan kawasan prospektif lainnya;
2. Meningkatkan kemitraan pelaku bisnis KP, Pelaku Litbang, Penyuluh dan aparat pemerintah dalam mengkomunikasikan, mendiseminasikan dan mendifusikan hasil penelitian dan pengembangan untuk membangun sistem bisnis serta umpan balik untuk litbang lanjutan.
Jumlah model penerapan hasil litbang iptek untuk masyarakat
Jumlah kegiatan fasilitasi/media kemitraan (IPTEKMAS, REFINE, Workshop/Seminar dst)
Jumlah lokasi jejaring kemitraan peneliti, penyuluh, masyarakat
Jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan
B. INDIKATOR KINERJA UTAMA
Sesuai dengan keputusan Kepala badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP.15.2/BALITBANGKP.0/09/2011 tentang penetapan indicator kinerja utama di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Balitbang KP telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran strategis organisasi. Penetapan IKU telah mengacu kepada Renstra Balitbang KP 2010-2014 yang memiliki fokus pada perspektif stakeholder (pemanfaatan hasil Litbang KP oleh masyarakat)
Sejalan dengan perkembangan dinamika organisasi, IKU Balitbang KP telah mengalami revisi dari IKU semula yang ditetapkan pada Tahun 2010. Indikator kinerja utama Balitbang KP mengacu pada tujuan ke 3 yang telah direviu. Tujuan semula berdasarkan Renstra Balitbang KP 2010-2014 adalah “mengkomunikasikan, mendiseminasikan dan mendifusikan hasil penelitian dan pengembangan dalam membangun sistem bisnis atau kegiatan ekonomi kelautan dan perikanan yang produktif, kuat dan berbasis IPTEK”, direviu menjadi “Termanfaatkannya hasil litbang KP dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan” dengan sasaran termanfaatkannya hasil litbang kelautan dan perikanan sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan pusat dan daerah, termasuk pelaku usaha kelautan dan perikanan di kawasan minapolitan dan kawasan prospektif lainnya.
Adapun indikator kinerja sebagai alat ukur keberhasilan Balitbang KP, disajikan pada Tabel 2.1 berikut:
Tabel 2.1. Indikator Kinerja Utama Balitbang KP Tahun 2012
SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA
Tujuan 3 hasil reviu adalah: Termanfaatkannya hasil litbang KP dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Sasaran hasil reviu:
Termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan
Jumlah pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan di kawasan minapolitan dan non minapolitan
Jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan
Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah
C. RENCANA KINERJA TAHUN 2012
Rencana Kinerja tahunan pada dasarnya adalah dokumen perencanaan awal yang merepresentasikan rencana tekad dan janji untuk mentargetkan kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumberdaya yang ditelitinya sesuai dengan rencana kinerja pemerintah.
Rencana Kinerja Balitbang KP pada Tahun 2012 terdiri dari sasaran, indikator dan target tahun 2012. Target ditetapkan untuk indikator kinerja utama (IKU) sebagai outcome Kinerja Tahun 2012 yang dijabarkan dalam Tabel 2.2 berikut:
Tabel 2.2. Rencana Kinerja Tahun 2012
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR TARGET
Termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan
1)
Jumlah pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan (Kelompok/orang)
Kelompok : 50 Orang : 40
2)
Jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan (Buah)
6
3)
Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah (Buah)
4
D. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2012
Perjanjian Kinerja merupakan amanah Inpres Nomor: 5 Tahun 2004 dan surat edaran Menteri Negara PAN Nomor: SE/31/M.PAN/12/2004 tentang perjanjian kinerja. Perjanjian kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumberdaya yang ditelitinya. Tujuan khusus perjanjian kinerja antara lain untuk:
1. Meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah
2. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi 3. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur
4. Sebagai dasar pemberian rewad atau penghargaan dan sanksi
Balitbang KP telah membuat perjanjian kinerja Tahun 2012 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang ada. Perjanjian kinerja ini telah mengacu pada Renstra Balitbang KP 2010-2014. Oleh karena itu jenis dan target indikator kinerja yang digunakan dalam perjanjian kinerja ini adalah indikator kinerja utama Balitbang KP yang telah ditetapkan dan diintegrasikan dalam Renstra Balitbang KP 2010-2014. Perjanjian kinerja Balitbang KP yang telah ditanda tangani pada bulan Maret Tahun 2012 dijabarkan dalam Tabel 2.3 berikut:
Tabel 2.3. Perjanjian Kinerja Tahun 2012
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR TARGET
Termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan
1)
Jumlah pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan (Kelompok/orang)
Kelompok: 50 Orang: 40
2)
Jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan(Buah)
6
3)
Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah (Buah)
4
Perjanjian Kinerja 2012 merupakan bentuk komitmen yang disepakati oleh Kepala Balitbang KP dengan Menteri Kelautan dan Perikanan. Perjanjian Kinerja ini memuat sasaran, indikator kinerja utama (IKU) dan target. IKU tersebut merupakan salah satu dukungan Program Penelitian dan Pengembangan IPTEK Kelautan dan Perikanan Tahun 2012 yang dianggarkan sebesar Rp.529.992.058.000.
Program Penelitian dan Pengembangan IPTEK Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan pada Tahun 2012 dijabarkan ke dalam 7 (Tujuh) kegiatan yang terdiri dari:
1. Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan 2. Penelitian dan Pengembangan IPTEK Perikanan Budidaya
3. Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan
4. Penelitian dan Pengembangan Iptek Kewilayahan, Dinamika dan Sumber Daya Laut dan Pesisir
5. Penelitian dan Pengembangan Iptek Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
6. Penelitian dan Perekayasaan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
7. Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
III. A KUNTABILITAS K INERJA
Berdasarkan dokumen Rencana Strategis (Renstra) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) Tahun 2010 – 2014, tujuan yang akan dicapai Balitbang KP untuk jangka waktu sampai dengan Tahun 2014, yaitu menghasilkan outcome, output strategis, dan output lainnya.
Sasaran Balitbang KP yang menghasilkan outcome dan tertuang dalam Penetapan Kinerja Balitbang KP Tahun 2012 adalah “Termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan”, setelah terdapat reviu Renstra yang dilakukan pada Tahun 2012.
A. PENGUKURAN CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
Pencapaian IKU Balitbang KP merupakan hasil penelitian dan pengembangan satker lingkup Balitbang KP yang menghasilkan model penerapan IPTEK kelautan dan perikanan di masyarakat dan diukur minimal 6 bulan setelah penyampaian model penerapan IPTEK tersebut berakhir.
Pengukuran tingkat capaian kinerja Balitbang KP Tahun 2012 dilakukan dengan cara membandingkan target indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam penetapan kinerja Balitbang KP Tahun 2012 dengan realisasinya. Tingkat capaian kinerja Balitbang KP Tahun 2012 berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan oleh Tim Pengukuran IKU Balitbang KP selama Tahun 2012 dapat diilustrasikan pada Tabel 3.1 sebagai berikut :
Tabel 3.1. Realisasi IKU Balitbang KP Tahun 2012
SASARAN INDIKATOR TARGET CAPAIAN
Termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan
1 Jumlah pengguna hasil litbang kelautan
dan perikanan (orang dan/atau kelompok) 90 99 100,00%
2 Jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan (paket)
6 8 133,33 %
3 Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah (buah)
4 5 125,00 %
B. ANALISIS CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA Sasaran:
Termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan Indikator:
Jumlah pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan (orang dan/atau kelompok)
Indikator Kinerja Utama untuk mengukur keberhasilan sasaran termanfaatkannya hasil dan inovasi IPTEK kelautan dan perikanan adalah jumlah pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan dengan capaian kinerja sesuai dengan tabel 3.2 di bawah
Tabel 3.2. Pencapaian Kinerja dengan Indikator Jumlah pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan
Indikator Kinerja Target Capaian % Capaian Jumlah pengguna
hasil litbang kelautan
dan perikanan 90 90 100%
Pada tabel 3.2 diatas terlihat bahwa pada tahun 2012 target kinerja yang ditetapkan telah dapat dicapai. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan selama tahun 2012, maka dapat diketahui bahwa jumlah pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan tercapai sesuai target (100%) atau mencapai 90 pengguna.
Dari hasil pengukuran yang dilakukan pada tahun 2012 dapat diketahui bahwa hasil terapan baru sejumlah 6 paket iptek yang menghasilkan 10 pengguna di 4 lokasi, sedangkan sebanyak 9 teknologi hasil terapan lanjutan menghasilkan 80 pengguna di 10 lokasi. Adapun teknologi yang digunakan oleh masyarakat pada Tahun 2012 diantaranya: Aplikasi Paket Teknologi Tepat Guna Budidaya Ikan Gurame di Banyumas (Penggunaan benih hybridisasi antara Blue Saphire dengan Bastar dalam budidaya ikan gurame); Pemasyarakatan IPTEK Polikultur Rumput Laut Gracilaria Verucosa dengan Bandeng di Tambak (Brebes); Teknologi penyediaan fasilitas air bersih di Tempat Pelelangan Ikan/ TPI; Teknologi penyediaan air minum melalui media filter; Teknologi penggunaan tenaga surya pada kontainer pendingin; Inovasi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan di Waduk Malahayu, Brebes; Pemasyarakatan IPTEK Budidaya Kerapu dan Bandeng di Lamongan (Kerapu hasil hybridisasi antara kerapu macan dan kerapu kertang. Benih bandeng yang
digunakan berukuran seragam 4 cm); Teknologi pembuatan air tua melalui proses thermal konstan untuk mendukung kontinyuitas produksi garam.
Dari tabel 3.3. di bawah terlihat bahwa capaian pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2011 yang tercapai sebanyak 137 pengguna. Jika dilihat dari tahun 2010 sampai akhir tahun 2012, jumlah pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan sudah mencapai 326 pengguna (53.10 %) dari target sebanyak 597 pengguna pada tahun 2014 sehingga target yang harus dicapai hingga tahun 2014 tersisa sebanyak 46.90% atau 280 pengguna.
Tabel 3.3.Target Pencapain Kenerja Indikator Jumlah Pengguna Hasil Litbang Kelautan dan Perikanan 2010-2014
INDIKATOR
TARGET CAPAIAN (%)
2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012
1
Jumlah pengguna hasil litbang kelautan dan perikanan (orang dan/atau kelompok)
90 90 90 156 171 90 137 90
Penurunan jumlah pengguna pada tahun 2012 karena beberapa hasil litbang yang digunakan oleh kelompok sasaran yang menerima paket IPTEK belum di adopsi oleh kelompok lain yang tidak menerima paket teknologi secara langsung sehingga harapannya pada penerapan paket teknologi yang akan datang perlu memperbanyak kegiatan penyebarluasan hasil litbang melalui kegiatan diseminasi, sosialisasi dan lainnya.
Sasaran:
Termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan Indikator:
Jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan.
Indikator kinerja utama untuk mengukur keberhasilan sasaran Termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan adalah Jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan dengan capaian sesuai tabel 3.4.
Tabel 3.4. Pencapaian Kinerja Indikator Jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan.
Indikator Kinerja Target Capaian % Capaian Jumlah hasil litbang
kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan
6 8 133,33 %
Pada tabel 3.2 diatas terlihat bahwa pada tahun 2012 target kinerja yang ditetapkan telah dapat dicapai. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan selama tahun 2012, maka dapat diketahui bahwa jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan tercapai melebihi target (133.33%) atau mencapai 8 buah adopsi dari 6 adopsi yang ditargetkan
Tingkat adopsi yang dicapai oleh masyarakat kelautan dan perikanan diperoleh melalui proses pengukuran sebagaimana tertera pada Tabel 3.4 bawah ini:
Tabel 3.4. Prosentase Tingkat Adopsi
NO IPTEK TINGKAT ADOPSI %
1
Aplikasi Paket Teknologi Tepat Guna Budidaya Ikan Gurame di Banyumas (Penggunaan benih hybridasasi antara Blue Saphire dengan Bastar dalam budidaya ikan gurame)
Terdapat modifikasi tahapan teknologi yang diterima masyarakat. Masyarakat tidak sepenuhnya mengikuti anjuran pendederan yang diperbolehkan dan menjual larva dalam umur yang baru menetas
86,55
2
Pemasyarakatan IPTEK Polikultur Rumput Laut Gracilaria Verucosa dengan Bandeng di Tambak (Brebes)
Hasil penggelondongan bandeng ditebar kembali di pembudidaya sekitar sehingga juga merasakan manfaat benih yang berkualitas. Dari 9 orang penggelondong kemudian dimanfaatkan oleh 23 pembudidaya baik dari dalam desa maupun
73,00
NO IPTEK TINGKAT ADOPSI % luar desa. Bahkan sekarang pembudidaya mulai memakai benih dari Unit Pembenihan Ikan Akademi Perikanan Sidoarjo yang ada di Lamongan yang bekerjasama langsung dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali
3
Pemasyarakatan IPTEK Budidaya Kerapu dan Bandeng di Lamongan (Kerapu hasil hybridisasi antara kerapu macan dan kerapu kertang.
Benih bandeng yang digunakan berukuran seragam 4 cm)
Teknologi budidaya Kerapu Cantrang telah dipahami oleh sebagian besar masyarakat pembudidaya, begitu pun dengan
pendederan bandeng di tambak. 88,30
4
Inovasi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan di Waduk Malahayu, Brebes
Peningkatan kapasitas kelembagaan pengelolaan SDI di Waduk Malahayu sudah dipahami oleh sebagian besar mayarakat nelayan
97,22
5
Pemasyarakatan IPTEK Paket Teknologi Kontainer Pendingin di Pacitan (Teknologi penggunaan tenaga surya pada 19ocal19ner pendingin)
Lokasi kontainer pendingin tidak sesuai dengan peruntukannya karena kapasitas isi kontainer tidak sesuai dengan jumlah hasil produksi pada lokasi tersebut
66,50
6
Pemasyarakatan IPTEK Paket Pengadaan Fasilitas Air Bersih di Indramayu (Teknologi penyediaan fasilitas air bersih di Tempat Pelelangan Ikan/ TPI)
• Ide penyediaan air bersih di kawasan pantai dapat dipahami dan teknologi yang diperlukan dapat bermanfaat akan tetapi dalam pelaksanaannyabelum memperhatikan sumberdaya 19ocal terutama SDM sebagai penyedia air bersih
• Inisiatif koperasi berjalan dengan memasang pompa baru atas dana sendiri
96,90
7
Pemasyarakatan IPTEK Paket Pengadaan Unit Reverse Osmosis (RO) di Indramayu (Teknologi penyediaan air minum melalui media filter)
• Teknologi RO sudah banyak diketahui dapat bermanfaat
• Potensi pasar untuk RO sangat besar dan direncanakan untuk diperbesar kapasitasnya untuk memenuhi kebutuhan warga di sekitarnya
92,21
NO IPTEK TINGKAT ADOPSI %
• Memperbesar alat dengan skala diprediksikan sampai 300%
8
Model Penerapan IPTEK Untuk Pengembangan Model Kawasan Industri Garam Rakyat di Lamongan (Teknologi pembuatan air tua melalui proses thermal konstan untuk mendukung kontinyuitas produksi garam)
• Pondok pesantren Sunan Drajat Lamongan sebagai lokasi penerima Iptekmas telah melakukan pembuatan bibit air tua (18 – 26 oBe) menggunakan proses termal terkondisi (Sistem Generator Evaporasi Air Laut),
• Hasil pembuatan air tua tersebut saat ini dimanfaatkan untuk membantu proses pencucian garam krosok dalam sistem pemurnian garam (NaCl) terutama saat musim hujan berlangsung,
• Kandungan NaCl hasil pencucian menggunakan air tua sistem generator evaporasi ini diharapkan lebih tinggi dibandingkan menggunakan air tua dari proses yang lain (>95%), untuk itu masih harus dilakukan pengukuran kadar NaCl,
• Hambatan yang masih terjadi adalah penentuan sumber energi thermal yang paling hemat untuk dipergunakan, bahan bakar yang telah dicoba adalah kayu, sekam, batu api atau bahan bakar lokal,
75,00
Nilai prosentase tingkat adopsi diperoleh dari perhitungan nilai hasil adopsi yang dicapai dibandingkan dengan nilai adopsi maksimal dari masing-masing teknologi. Tingkat adopsi Paket Teknologi Tepat Guna Budidaya Ikan Gurame di Banyumas tercapai 86,55%, Pemasyarakatan IPTEK Polikultur Rumput Laut Gracilaria Verucosa dengan Bandeng di Tambak (Brebes) tercapai 73,00%, Pemasyarakatan IPTEK Budidaya Kerapu dan Bandeng di Lamongan (Kerapu hasil hybridisasi antara kerapu macan dan kerapu kertang. Benih bandeng yang digunakan berukuran seragam 4 cm) tercapai 88,30%, Inovasi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan di Waduk Malahayu, Brebes tercapai 97,22%, Pemasyarakatan IPTEK Paket Teknologi Kontainer Pendingin di Pacitan (Teknologi
penggunaan tenaga surya pada 21ocal21ner pendingin) tercapai 66,50%, Pemasyarakatan IPTEK Paket Pengadaan Fasilitas Air Bersih di Indramayu (Teknologi penyediaan fasilitas air bersih di Tempat Pelelangan Ikan/ TPI) tercapai 96,90%, Pemasyarakatan IPTEK Paket Pengadaan Unit Reverse Osmosis (RO) di Indramayu (Teknologi penyediaan air minum melalui media filter) tercapai 92,21%, Model Penerapan IPTEK Untuk Pengembangan Model Kawasan Industri Garam Rakyat di Lamongan (Teknologi pembuatan air tua melalui proses thermal konstan untuk mendukung kontinyuitas produksi garam) tercapai 75,00%
Dari tabel 3.3. diatas terlihat bahwa capaian hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2011 yang tercapai sebanyak 10 adopsi. Jika dilihat dari tahun 2010 sampai akhir tahun 2012, jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanansudah mencapai 25 adopsi (64.10 %) dari target sebanyak 39 adopsi pada tahun 2014 sehingga target yang harus dicapai hingga tahun 2014 tersisa sebanyak 35.90 % atau 14 paket IPTEK.
Tabel 3.3.Target Pencapaian Kenerja Indikator Jumlah Pengguna Hasil Litbang Kelautan dan Perikanan hasil litbang kelautan dan perikanan 2010-2014
INDIKATOR
TARGET CAPAIAN (%)
2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012
1
Jumlah hasil litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan (paket)
6 6 6 10 11 7 10 8
Penurunan jumlah paket IPTEK yang diadopsi oleh masyarakat pada tahun 2012 karena beberapa kegiatan penerapan paket IPTEK pada tahun tersebut dari anggaran penghematan/pemanfaatan yang baru terealisir pada awal triwulan 3 karena memerlukan revisi DIPA, sehingga memerlukan tingkat perencanaan yang tepat sehingga tidak terdapat revisi anggaran dan melakukan kegiatan penerapan teknologi dimulai pada awal tahun,
sehingga bisa memberikan ruang dan waktu bagi masyarakat untuk terintroduksi oleh IPTEK yang sudah diterapkan ke masyarakat
Sasaran :
Termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan.
Indikator :
Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah.
Indikator kinerja utama utama untuk mengukur keberhasilan sasaran termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan adalah Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah dengan capaian sebagai berikut :
Tabel 3.4. Pencapaian Kinerja Indikator Jumlah Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah.
Indikator Kinerja Target Capaian % Capaian
Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah
4 5 125,00 %
Pada tabel 3.2 diatas terlihat bahwa pada tahun 2012 target kinerja yang ditetapkan telah dapat dicapai. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan selama tahun 2012, maka dapat diketahui bahwa jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah tercapai melebihi target (125%) atau mencapai 5 buah rekomendasi dari 4 rekomendasi yang sudah ditargetkan
Berdasarkan hasil pengukuran TA 2012 telah diperoleh 5 buah rekomendasi yang menjadi bahan kebijakan di pusat atau daerah, antara lain :
1. Naskah Akademis Tentang Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya Ikan Patin Secara Bersama di Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah
Naskah akademis ini menghasilkan rumusan pokok-pokok pikiran sebagai bahan dan dasar bagi penyusunan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan dan konservasi sumberdaya ikan patin secara bersama (ko-manajemen). Maksud penyusunan Perda terkait pengelolaan dan konservasi sumberdaya ikan patin melalui Culture Based Fisheries (CBF) yaitu :
1) Mengatur pemanfaatan sumberdaya ikan patin sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dan lestari.
2) Memberikan payung hukum terhadap tindakan-tindakan eksploitasi sumberdaya ikan patin dalam rangka tertib pengelolaan dan konservasi sumberdaya untuk optimasi pemanfaatan dan pelestarian.
3) Mengatur zonasi Waduk Gajah Mungkur bagi pemanfaatan perikanan agar tidak terjadi conflict of interest (konflik kepentingan) sehingga fungsi utama waduk dapat terjaga.
Sedangkan yang menjadi tujuan rencana penyusunan Perda tentang pengelolaan dan konservasi sumberdaya ikan patin antara lain:
1) Tersedianya produk hukum untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumberdaya ikan secara bertanggungjawab dan lestari.
2) Pengaturan area atau zonasi melalui proses perencanaan yang partisipasif dan terarah sehingga dapat meminimalisir eksploitasi yang berlebihan.
3) Adanya pengendalian dan pengawasan terhadap eksploitasi sumberdaya ikan yang melibatkan banyak pihak.
4) Menciptakan ketertiban, ketentraman, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat terkait pemanfaatan potensi waduk Gajah Mungkur.
Pelaksanaan Model Penerapan iptek Ikan Patin (CBF) di Waduk Gajahmungkur, Wonogiri telah menghasilkan beberapa capaian, antara lain:
1) Meningkatnya pemahaman masyarakat dalam mengelola sumberdaya ikan patin. Hal ini dapat dilihat dari aktifitas mereka sehari-hari: Masyarakat secara swadaya melakukan penebaran ikan patin, Kesadaran masyarakat semakin baik hal ini tercermin secara rutin masyarakat melakukan pengawasan secara swadaya dan penggunaan jaring insang >
2,5 inci, Masyarakat telah mematuhi dan mengikuti penangkapan berdasarkan zonasi yang telah dibuat untuk pengelolaan perikanan di Waduk Gajahmungkur.
2) Tersusunnya Naskah akademik “Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya Ikan Patin Secara Bersama Di Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri”. Naskah akademik ini telah diserahkan dari Kepala Balitbang KP kepada Bupati Wonogiri tanggal 11 Juli 2012 di Kantor Bupati. Naskah akademik ini akan dijadikan dasar dalam penyusunan Ranperda Pengelolaan Ikan Patin di Waduk Gajahmungkur.
3) Pendapatan masyarakat nelayan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan patin.
4) Penebaran ikan patin dan Penandatanganan naskah kerjasama antara Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi SDI dengan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kab. Wonogiri, tanggal 5 Oktober 2012. Acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Litbang KP dan Bupati Wonogiri. Jumlah ikan patin yang ditebar sebanyak 150.000 ekor.
Gambar.3.1 Kegiatan Model Penerapan IPTEK Ikan Patin di Waduk Gajahmungkur
2. Naskah Akademis tentang Model Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya Ikan Bilih Secara Bersama (Ko-Manajemen) Berbasis Ekosistem di Danau Toba, Sumatera Utara
Capaian kegiatan Iptekmas Optimasi Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya Ikan Bilih di Danau Toba Sumatera Utara untuk Tahun 2012 yaitu:
1) Penetapan daerah konservasi (suaka) ikan bilih di beberapa daerah diantaranya di sekitar daerah Kabupaten Dairi (di Wilayah Silalahi), Kabupaten Karo (di wilayah Tongging) dan beberapa kabupaten lainnya yang sesuai dengan hasil kajian. Untuk kedua wilayah tersebut sudah direncanakan untuk ditetapkan lokasi suaka ikan bilih dan untuk luasannya sedang dikaji, dan akan diusulkan dengan pembuatan peraturan daerah (Perda). Hal ini telah disampaikan dalam sosialisasi pengelolaan dan konservasi sumberdaya ikan bilih serta kelembagaannya serta sistem penanganan hasil dan pemasarannya di kedua kabupaten tersebut.
2) Telah dilakukan kegiatan Workshop pengelolaan dan konservasi ikan bilih di Danau Toba di tingkat Provinsi dengan melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi dan 7 (tujuh) Kabupaten lingkar Danau Toba yang terkait dengan pengelolaan ikan bilih.
Pertemuan ini ditujukan untuk mendapatkan solusi dalam rangka untuk menetapkan penyatuan suara dan langkah secara bersama dalam rangka pengelolaan Ikan bilih di Danau Toba dan otoritas pembuatan peraturan daerahnya harus dilakukan di Provinsi dan bukan Kabupaten. Direncanakan pembuatan naskah akademiknya sebagai acuan dalam rangka pembuatan perda tentang suaka oleh provinsi yang akan di-plot di setiap kabupaten. Program ini akan direalisasikan pembuatannya pada tahun 2013.
3) Pembuatan naskah akademik tentang pengelolaan dan konservasi sumberdaya ikan bilih mencakup pembatasan penggunaan alat tangkap yang tidak selektif dan tidak ramah lingkungan (pembatasan ukuran mata jaring harus > 1,5 cm khusus ikan bilih; pelarangan penggunaan alat tangkap yang merusak antara lain bom, racun dan listrik) dan penetapan kawasan proteksi habitat pemijahan dan asuhan (suaka perikanan).
Gambar.3.2 Kegiatan Model Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya Ikan Bilih Secara Bersama (Ko-Manajemen) Berbasis Ekosistem di Danau Toba
3. Rekomendasi tentang Program Industrialisasi Kelautan dan Perikanan
Berdasarkan analisis kebijakan tentang industrialisasi kelautan dan perikanan maka didapatkan bahwa program industrialisasi kelautan dan perikanan cukup baik pada tataran konsep dan kebijakan (input), kurang baik pada tataran implementasi (proses) dan rendah pada kinerja akhirnya (output). Untuk itu direkomendasikan agar program/ kegiatan industrialisasi kelautan dan perikanan perlu kebijakan sebagai berikut :
1) Mendorong standar produksi terbaik untuk semua sentra produksi.
2) Kebijakan terobosan dalam hal penanganan masalah perbenihan, misalnya memfungsikan Balai-Balai Benih Ikan (BBI) untuk perbenihan atau menjadi bapak angkat bagi Unit-Unit Perbenihan Rakyat (UPR) yang ditargetkan untuk memproduksi sejumlah tertentu benih ikan untuk memasok kebutuhan ikan di wilayah tertentu.
3) Mengefektifkan koordinasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian terkait.
Gambar.3.3 Kegiatan Industrialisasi Kelautan dan Perikanan
4. Rekomendasi tentang Dampak Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) dan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR)
Berdasarkan analisa hasil kajian tentang dampak PUMP dan PUGAR, maka teridentifikasi bahwa PUMP dan PUGAR hanya berdampak positif hanya pada penerimanya serta mengingat program PUMP dan PUGAR tidak bisa terlepas dari aspek penyuluhan dan introduksi teknologi, maka direkomendasikan hal-hal sebagai berikut :
1) Agar program PUMP maupun PUGAR menyertakan kegiatan pembinaan kepada nelayan, pembudidaya, dan petambak garam non penerima.
2) Program PUMP dan PUGAR perlu diintegrasikan dengan program-program BPSDMKP dan Balitbang KP.
Gambar.3.4 Kegiatan Pengembangan PUMP dan PUGAR
5. Rekomendasi tentang Langkah Strategis Pengembangan Budidaya Laut di Daerah Terdepan/ Perbatasan (Kepulauan Natuna)
Rekomendasi Balitbang KP terkait langkah strategis pengembangan laut di daerah terdepan/ perbatasan di Kepulauan Natuna adalah :
1) Memberdayakan BBIP untuk produksi benih dan pemanfaatan Teluk Sungai Besar untuk Enclosure Aquaculture atau Culture Based Fisheries.
2) Pengangkutan hasil budidaya di perairan Nusantara seharusnya dilakukan oleh kapal angkut ikan hidup nasional.
3) Pengembangan Central Point pelabuhan ikan hidup yang juga berfungsi sebagai loading point yang dilengkapi dengan semua perangkat perijinan (manajemen satu atap).
Gambar.3.5. Peta wilayah pengembangan budidaya laut di daerah terdepan/ perbatasan (Kepulauan Natuna)
Dari tabel 3.5. di bawah terlihat bahwa Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2011 yang tercapai sebanyak 4 rekomendasi. Jika dilihat dari tahun 2010 sampai akhir tahun 2012, jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah sudah mencapai 24 buah (88,89%) dari target sebanyak 27 rekomendasi sampai dengan tahun 2014, sehingga target yang harus dicapai hingga tahun 2014 tersisa sebanyak 11,11 % atau 3 rekomendasi.
Tabel 3.5.Target Pencapaian Kenerja Indikator jumlah rekomendasi
litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan di pusat atau daerah 2010-2014
INDIKATOR
TARGET CAPAIAN (%)
2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012
1
Jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan bahan kebijakan
pembangunan di pusat atau daerah
4 4 4 7 8 15 4 5
Peningkatan jumlah rekomendasi yang menjadi bahan kebijakan di pusat dan di daerah karena adanya 2 daerah yang sudah menjadikan penerapan IPTEK kelautan dan perikanan menjadi bahan untuk pembuatan 2 peraturan daerah (PERDA) di toba samosir dan wonogiri, sehingga diperlukan pemantauan dan pendampingan teknologi lebih intens agar benar-benar daerah tersebut bisa menerbitkan PERDA sesuai dengan target yang telah direncanakan.
Dalam rangka mendukung pencapaian sasaran Termanfaatkannya hasil dan inovasi Iptek kelautan dan perikanan, Balitbang KP telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.
529.992.058.000, dan sampai dengan akhir tahun 2012, sasaran Balitbang telah tercapai dengan merealisasikan anggaran sebesar Rp. 395.313.610.316,-. Dari realisasi anggaran sejumlah Rp. 395.313.610.316,-, Balitbang KP telah mencapai indikator kinerja utama diantaranya 90 kelompok/orang yang menggunakan hasil litbang KP, 8 jumlah hasil litbang KP yang telah diadopsi, dan 5 jumlah rekomendasi litbang yang dijadikan sebagai bahan untuk kebijakan di pusat dan daerah.
C. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN (IKK)
Ada 1 (satu) tujuan dan 2 (dua) sasaran Balitbang KP yang menghasilkan output strategis, Adapun hasil pengukuran dari masing-masing output strategis yang ada di Balitbang KP adalah sebagai berikut:
1. Hasil Pengukuran Model Penerapan
Untuk jenis output model penerapan, Balitbang KP telah menetapkan target sebanyak 27 paket dengan capaian sebanyak 32 paket atau 118,52 %. Adapun hasil model penerapan yang dilaksanakan oleh masing-masing satker lingkup Balitbang KP selama TA 2012 terlampir (lampiran 2).
2. Hasil Pengukuran Usulan HKI
Berdasarkan target untuk output usulan HKI yang telah ditetapkan pada dokumen Penetapan Kinerja TA 2012 lingkup Balitbang KP sebanyak 4 unit, sampai dengan akhir TA 2012 telah tercapai sebanyak 9 unit atau 225 % dari target yang telah ditetapkan.
Adapun usulan HKI dimaksud antara lain:
1) Alat Pakan Gantung Ikan (Nomor Pendaftaran Paten: P00201200141) 2) Anco Akustik (Nomor Pendaftaran Paten: S00201200142)
3) Vaksin Vibrio Polivalen (Nomor Pendaftaran Paten: P00201200049)
4) Tes Kit Uji Kandungan Histamin (Nomor Pendaftaran Paten: S00201200115)
5) Streptovac (Nomor Pendaftaran Paten: P00201200598 dan Nomor Pendaftaran Merek:
D002012036341)
6) Probiotik dari Sedimen Tambak (Nomor Pendaftaran Paten: P00201200632) 7) Wahana Pemicu Pemijahan Abalon (Nomor Pendaftaran Paten: S00201200134) 8) Alat Uji Penanda Vibrio Udang Penaeid (Nomor Pendaftaran Paten: P00201200504) 9) Vaksin DNA/ Protein rekombinan GSDIV Vaksin rekombinan pencegah infeksi virus
GSDIV (Grouper Sleepy Disease Iridovirus)
3. Hasil Pengukuran Produk Biologi
Berdasarkan target untuk output usulan HKI/ penghargaan yang telah ditetapkan pada dokumen Penetapan Kinerja TA 2012 lingkup Balitbang KP sebanyak 10 unit, sampai dengan akhir TA 2012 telah tercapai sebanyak 10 unit atau 100% dari target yang telah ditetapkan. Adapun produk biologi dimaksud antara lain :
1) Vaksin DNA/ Protein Rekombinan Groupper Sleepy Disease Iridovirus (GSDIV) 2) Vaksin Koktail (A. hydrophila dan S. agalactiae)
3) Probiotik RICA
4) Probiotik Sedimen Tambak
5) Calon Induk Udang Windu (F1) Tahan Penyakit Sekuen Marker Mikrosatelit DNA (MAS)
6) Calon Induk Ikan Bandeng Yang Mempunyai Karakter Tumbuh Cepat (Bali dan Gorontalo)
7) Udang Vannamei Yang Mempunyai Kekebalan Non Spesifik
8) Kultivar Unggul Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Hasil Seleksi (LPH 4,2% – 7,7%) 9) Ikan Patin Siam Supergrowth (F1)
10) Calon Induk Ikan Patin Siam Unggul Melalui Seleksi
4. Hasil Pengukuran Paket Teknologi
Berdasarkan target untuk output paket teknologi yang telah ditetapkan pada dokumen Penetapan Kinerja TA 2012 lingkup Balitbang KP sebanyak 23 paket, sampai dengan akhir TA 2012 telah tercapai sebanyak 28 paket atau 121,74% dari target yang telah ditetapkan. Adapun rincian paket teknologi tersebut terlampir. (Lampiran 3)
5. Hasil Pengukuran Inovasi Teknologi
Berdasarkan target untuk output inovasi teknologi yang telah ditetapkan pada dokumen Penetapan Kinerja TA 2012 lingkup Balitbang KP sebanyak 11 inovasi, sampai dengan akhir TA 2012 telah tercapai sebanyak 12 inovasi atau 109,09% dari target yang telah ditetapkan. Adapun rincian inovasi teknologi tersebut antara lain:
1) Penerapan Teknologi Pendingin di Atas Kapal Ikan 2) Perekayasaan Modul Kantong Rumput Laut
3) Penerapan Teknologi Mesin Pembuat Es Berbasis Energi Terbarukan di Atas Kapal Perikanan
4) Prototipe Alat Penghitung Larva/ Benih Udang Vaname
5) Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Radio isotop Untuk Menetralisir Biohazard Pada Pembudidayaan Udang Vaname
6) Pengembangan Turbin untuk Arus Pasang Surut di Perairan Selat Indonesia untuk Menunjang Industri Perikanan Tahun Ketiga
7) Perekayasaan Wahana Benam Bawah Air Untuk Riset Laut Dalam 8) Integrasi Elektronik Loog Book dengan VMS Perikanan
9) Rekayasa Keramba Jaring Apung Pembesaran Lobster Laut 10) Biji Picung Beku Sebagai Pengawet Ikan
11) Dari Limbah Menjadi Produk Multiguna - Oligomer Kitosan Limbah Udang Sebagai Anti kapang, Anti bakteri dan Anti tumor