• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 i

(2)
(3)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1. 1 Kondisi Umum ... 1

1.1.1. Capaian Renstra 2015-2019 ... 4

1.1.2. Kerangka Pendanaan Tahun Anggaran 2019 ... 6

1.1.3. Harapan Untuk Tahun 2020-2024 ... 7

1. 2 Potensi dan Permasalahan ... 8

BAB II TUJUAN DAN SASARAN ...10

2. 1 Tujuan ...10

2. 2 Sasaran Kegiatan ...12

BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN ...15

3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Inspektorat Jenderal...15

3.2 Arah Kebijakan dan Strategi Sekretariat Inspektorat Jenderal ... Error! Bookmark not defined. 3.3 Kerangka Regulasi...18

3.4 Kerangka Kelembagan ...18

BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN ...20

4.1 Target Kinerja ...20

4.2 Kerangka Pendanaan ...22

BAB V PENUTUP ...23

(4)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 iii DAFTAR TABEL

Tabel 1. Rekapitulasi SDM Sekretariat Inspektorat Jenderal Berdasarkan Golongan ... 3

Tabel 2. Rekapitulasi SDM Sekretariat Inspektorat Jenderal Berdasarkan Pendidikan ... 3

Tabel 3. Capaian Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas 2015-2019 ... 4

Tabel 4. Capaian Kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal 2015-2019 ... 5

Tabel 5. Pagu dan Realisasi Anggaran Inspektorat Jenderal 2019 ... 6

Tabel 6. Indikator Kinerja Kegiatan Sekretariat Inspektorat Jenderal ... Error! Bookmark not defined. Tabel 7. Tabel Kinerja Sasaran kegiatan Sekretariat Inspektorat Jenderal ...20

Tabel 8. Kerangka Pendanaan Kegiatan Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 ...22

(5)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 iv DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi Inspektorat Jenderal ... 2

Gambar 2. Dwiperan Inspektorat Jenderal ...11

Gambar 3. Kerangka Logis Portfolio Inspektorat Jenderal ...11

Gambar 4. Redesain Program Kementerian PUPR 2020-2024 ...12

Gambar 5. Peta Strategi Inspektorat Jenderal ...13

Gambar 6. Kerangka Kelembagaan Sekretariat Inspektorat Jenderal ...19

(6)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 1 BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Kondisi Umum

Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah unsur pengawasan intern yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 13/PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dalam operasional sehari-hari, pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi Inspektorat Jenderal didukung oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal yang merupakan salah satu Unit Kerja Eselon II di Inspektorat Jenderal. Dukungan layanan yang disediakan unit Sekretariat menerapkan prinsip pelayanan prima (excellent service). Sekretariat Inspektorat Jenderal bertanggungjawab untuk mengelola sumber daya organisasi (Man, Money, Material). Uraian profil singkat Sekretariat Inspektorat Jenderal adalah sebagai berikut:

1. Tugas dan Fungsi

Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi, penyusunan, dan evaluasi atas rencana, program dan anggaran;

b. penyusunan rencana dan pengembangan strategi, serta rencana strategis pengawasan intern di lingkungan Kementerian;

c. pelaksanaan urusan administrasi keuangan;

d. koordinasi, pengelolaan data, pemantauan, dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pengawasan;

e. pelaksanaan penyusunan laporan sistem pengendalian intern pemerintah di lingkungan Inspektorat Jenderal;

f. pelaksanaan urusan administrasi barang milik negara;

g. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan, fasilitasi advokasi hukum, dan pemberian pertimbangan hukum;

h. penyelenggaraan komunikasi publik dan penyusunan kebijakan pengendalian kepatuhan intern dan manajemen risiko Inspektorat Jenderal;

i. pelaksanaan urusan kepegawaian, penataan dan evaluasi organisasi dan tata laksana, serta fasilitasi reformasi birokrasi dan pengelolaan jabatan fungsional; dan

j. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

(7)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 2 2. Struktur Organisasi

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Sekretariat Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal dan didukung oleh 4 Kepala Bagian, terdiri dari:

a. Bagian Program, Perencanaan dan Keuangan;

b. Bagian Pemantauan dan Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan;

c. Bagian Hukum, Kepatuhan Intern, dan Komunikasi Publik; dan d. Bagian Kepegawaian dan Umum.

Gambar 1. Struktur Organisasi Inspektorat Jenderal

Tugas dari masing-masing Bagian adalah sebagai berikut:

a. Bagian Program, Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi program kerja, dokumen perencanaan, dokumen penganggaran, pelaksanaan anggaran, dan laporan kinerja unit kerja, serta penyusunan rencana strategis, penyusunan laporan kinerja dan pengelolaan urusan administrasi keuangan, serta pelaporan sistem pengendalian intern pemerintah Inspektorat Jenderal.

b. Bagian Pemantauan dan Evaluasi Tindak Lanjut Laporan Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penatausahaan, pengelolaan data, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan tindak lanjut laporan hasil pengawasan serta penyusunan Ikhtisar Hasil Pengawasan Inspektorat Jenderal.

c. Bagian Hukum, Kepatuhan Intern, dan Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan bidang pengawasan, pemberian pertimbangan dan advokasi hukum, melaksanakan kebijakan

(8)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 3 pengendalian kepatuhan intern dan manajemen risiko Inspektorat Jenderal, serta pengelolaan dokumentasi dan publikasi.

d. Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, organisasi, tata laksana, pengelolaan jabatan fungsional, pengembangan sumber daya manusia, reformasi birokrasi, administrasi barang milik negara, tata usaha, arsip, rumah tangga Inspektorat Jenderal, serta fasilitasi pembinaan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Jenderal.

3. Sumber Daya Manusia

Rekapitulasi Pegawai di lingkungan Sekretariat Inspektorat Jenderal pada bulan Juli 2020 berdasarkan golongan adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Rekapitulasi SDM Sekretariat Inspektorat Jenderal Berdasarkan Golongan

No Unit Kerja Golongan

CPNS Jumlah IV III II I

1 Sekretariat Itjen 7 48 21 2 5 83

a. Bagian Rencana dan Program 2 9 3 - 1 15

b. Bagian Evaluasi LHP 1 11 3 - 1 16

c. Bagian Hukum & Komunikasi

Publik 0 6 5 - 1 12

d. Bagian Umum 1 22 10 2 2 37

Tabel 2 Rekapitulasi SDM Sekretariat Inspektorat Jenderal Berdasarkan Pendidikan

No Unit Kerja Jenjang Pendidikan

SLTP SLTA D3 D4/SI S2

1 Sekretariat Itjen 3 22 8 28 18

a. Bagian Rencana dan Program 1 - 2 5 7

b. Bagian Evaluasi LHP - 3 3 5 5

c. Bagian Hukum & Komunikasi Publik - 4 - 4 3

d. Bagian Umum 2 15 3 14 3

Dengan latar belakang pendidikan SDM Sekretariat, maka diharapkan operasional Sekretariat dapat digerakkan oleh tenaga yang produktif. Pegawai berpendidikan sarjana diharapkan dapat menghasilkan pemikiran yang inovatif dan kreatif serta mampu menganalisis masalah dengan tepat.

(9)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 4 1.1.1. Capaian Renstra 2015-2019

Pada periode 2015 – 2019 Inspektorat Jenderal telah melaksanakan pengawasan intern terhadap penyelenggaraan infrastruktur bidang PUPR melalui program “Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian PUPR”, dengan Sasaran Program berdasarkan perubahan Rencana Strategis adalah “Meningkatnya Pengendalian dan Pengawasan Intern”, target pencapaian pengawasan dan peningkatan akuntabilitas hingga akhir tahun 2019, diukur melalui 2 (dua) Indikator Kinerja Program (IKP), yaitu:

1. Level Internal Audit Capability Model (IA-CM) dengan target Level 3

2. Kualitas pengawasan kinerja dan keuangan di Kementerian PUPR dengan target 80%

Capaian Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabiltas Tahun 2015-2019 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3. Capaian Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas 2015-2019

SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA PROGRAM

2015 2016 2017 2018 2019

TARGET REALISA SI TARGET REALISA SI TARGET REALISA SI TARGET REALISA SI TARGET REALISA SI

RENSTRA AWAL:

Meningkatnya Kualitas

Pertanggungjawaban Pengelolaan

Keuangan Negara Serta Ketaatan, Efisiensi dan Efektivitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

1. Level Internal Audit Capability Model

(IACM) Level 2 Level 2 (100%) Level 2 Level 2 (100%) Level 3 Level 3 dengan catatan (81,72%) Level 3 Level 3 dengan catatan (81,72%) Level 3 Level 3 dengan catatan (88,08%)

2. Prosentase

Rekomendasi Hasil Pengawasan yang ditindak lanjuti dan tuntas serta tepat waktu

70% 83,03% 75% 77,10% 80% 78% - - - -

3. Prosentase Jumlah Unit Kerja/Satker yang bersih dari penyimpangan materiil

60% 90,26% 65% 73,63% 70% 77,47% - - - -

PERUBAHAN RENSTRA:

Meningkatnya Pengendalian dan Pengawasan Intern

1. Level Internal Audit Capability

Model (IACM) Level 2 Level 2 (100%) Level 2 Level 2 (100%) Level 3 Level 3 dengan catatan (81,72%) Level 3 Level 3 dengan catatan (81,72%) Level 3 Level 3 dengan catatan (88,08%) 2. Persentase

Peningkatan Kualitas Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Kementerian PUPR

- - - - - - 75% 82,3% 80% 88,42%

(10)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 5 Perbandingan Capaian Kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal Tahun 2019 dengan tahun sebelumnya sebagaimana ditampilkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4. Capaian Kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal 2015-2019

SASARAN KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN

2015 2016 2017 2018 2019

TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI

RENSTRA AWAL:

1. Rencana, Program dan Evaluasi Kinerja Inspektoral Jenderal

1. Jumlah Laporan Koordinasi Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Penganggaran

4 4 4 4 4 5 - - - -

2. Jumlah Laporan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Itjen Kemen. PU dan PR

2 2 2 2 2 16 - - - -

3. Jumlah Laporan Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Kementerian PU dan PR

2 3 2 2 2 2 - - - -

2. Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan

1. Jumlah Laporan Pelaksanaan

Pemantauan Tindak lanjut LHP 4 4 4 4 4 7 - - - -

2. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pengawasan

1 1 1 1 1 1 - - - -

3. Jumlah Laporan Koordinasi

dan Konsultasi Pengawasan 2 2 2 2 2 3 - - - -

3. Pembinaan Auditor dan Auditi

1. Jumlah Laporan Kegiatan Seminar/Rapat Koordinasi/

Sosialisasi/Diseminasi/Bimtek/

Workshop/Raker/FGD/

Kegiatan Sejenis bidang

10 10 10 6 10 6 - - - -

2. Jumlah Laporan Kegiatan Penyempurnaan/Penyusunan Kebijakan dan Peraturan Bidang Pengawasan

3 2 3 4 3 2 - - - -

4. Layanan Administrasi Perkantoran, Kepegawaian &

Ketatalaksanaan

1. Jumlah Laporan Pengelolaan

Adminsitrasi Perkantoran 12 12 12 12 12 12 - - - -

2. Jumlah Laporan Pelaksanaan Penerapan Sistem Manajemen

Mutu 1 1 1 2 1 7 - - - -

3. Jumlah Laporan Kegiatan Diklat / Pelatihan Auditor Itjen PUPR

5 7 5 5 5 2 - - - -

PERUBAHAN RENTRA:

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

1. Jumlah Kegiatan Pembinaan Auditor/ Auditee yg Dilaksanakan

- - - - - - 35% 100% 35% 100%

2. Nilai Kinerja Anggaran Itjen - - - - - - 85% 94,68% 90% 95,09%

3. Persentase SDM Inspektorat Jenderal yang Memiliki

Sertifikat Kompetensi - - - - - - 70% 76% 75% 77,87%

4. Persentase Pemutakhiran Regulasi Pengawasan Intern PUPR

- - - - - - 60% 76,36% 89% 83,33%

(11)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 6 SASARAN

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN

2015 2016 2017 2018 2019

TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI

5. Persentase Pembayaran Gaji

& Tunjangan Kinerja Pegawai Itjen PUPR

- - - - - - 100% 100% 100% 100%

6. Persentase Pemenuhan Layanan Perkantoran dan Layanan Internal (Overhead) Itjen PUPR

- - - - - - 100% 100% 100% 100%

1.1.2. Kerangka Pendanaan Tahun Anggaran 2019

Pada tahun 2019 Inspektorat Jenderal mempunyai anggaran sebesar Rp104.292.000.000,00 dengan alokasi untuk Sekretariat Inspektorat Jenderal sebesar Rp67.972.555.000,00

Tabel 5. Pagu dan Realisasi Anggaran Inspektorat Jenderal 2019 Program/Kegiatan/

Output/Suboutput/Komponen

DIPA Revisi 5

(31 Des 2019) Realisasi Persentase Penyerapan 033.02.03 Program Pengawasan Dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur

Kementerian PUPR

104.292.000.000 99.146.304.938 95,07%

2391 Layanan Teknis dan Administratif Bidang Pengawasan 67.972.555.000 66.403.216.824 97,69%

001 Auditor dan Auditee yang Terbina 13.097.220.000 12.962.619,219 98,97%

051 Pembangunan Budaya Integritas 12.527.469.000 12.410.571.267 99,07%

052 Pengembangan Kapasitas APIP Itjen Kementerian PUPR.

Provinsi. Kabupaten atau Kota

569.751.000 552.047.952 96,89%

950 Layanan Dukungan Manajemen Eselon I 9.712.465.000 8.761.814.173 90,21%

051 Penyusunan Rencana Program 894.213.000 819.485.350 91,64%

052 Penyusunan Rencana Anggaran 73.484.000 56.037.400 76,26%

053 Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi 572.914.000 473.773.234 82,70%

054 Pengelolaan Data dan Informasi 741.340.000 578.169.600 77,99%

055 Pengelolaan Keuangan 681.515.000 619.876.200 90,96%

056 Pelayanan Hukum 1.135.286.000 769.616.840 67,79%

057 Pengelolaan Kepegawaian 3.669.952.000 55.772.049 96,89%

058 Pelayanan Umum dan Perlengkapan 752.510.000 733.548.400 97,48%

059 Pelayanan Organisasi. Tata Laksana. dan Reformasi Birokrasi 422.850.000 399.330.600 94,44%

060 Evaluasi IACM 768.401.000 756.204.500 98,41%

951 Layanan Sarana dan Prasarana Internal 832.034.000 812.662.066 97,67%

052 Pengadaan Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 642.672.000 637.731.500 99,23%

053 Pengadaan Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 189.362.000 174.930.566 92,38%

994 Layanan Perkantoran 44.330.836.000 43.866.121.366 98,95%

001 Gaji dan Tunjangan 37.092.736.000 36.782.389.389 99,16%

002 Operasional dan Pemeliharaan Kantor 7.238.100.000 7.083.731.977 97,87%

(12)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 7 1.1.3. Harapan Untuk Tahun 2020-2024

Dalam rangka menciptakan Pelayanan dan Tata Kelola Manajemen yang baik dan menerapkan prinsip layanan prima (excelent service) bagi pemangku kebijakan dan agar tujuan organisasi dapat berjalan dengan baik, Sekretariat Inspektorat Jenderal dituntut untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanannya, untuk itu diperlukan sinergi dan strategi untuk mencapai kondisi ideal dimaksud.

1. Bagian Program, Perencanaan dan Keuangan

Dalam hal perencanaan dan penganggaran, diharapkan Sekretariat Inspektorat Jenderal dapat menjadi koordinator dan fasilitator bagi semua Unit Eselon II Inspektorat Jenderal baik dalam penyusunan perencanaan program kegiatan dan anggaran maupun dalam pelaksanaan serta dalam evaluasi pelaksanaan program kegiatan dan anggarannya.

Sekretariat Inspektorat Jenderal melalui Bagian Program, Perencanaan dan Keuangan harus dapat mendeteksi keperluan program dan anggaran bagi semua unit eselon II dan bisa memetakan program utama maupun penunjang dalam pelaksanaan audit dengan menyusun PKPT dengan menerapkan Anggaran berbasis Kinerja dan Audit berbasis Risiko yang menjadi tuntutan di masa sekarang ini.

Koordinasi penyusunan Progam dan Anggaran oleh Bagian Program, Perencanaan dan Keuangan diharapkan bisa meminimalisir revisi anggaran yang selama ini cukup tinggi frekuensinya sebagai dampak dari kurang maksimalnya perencanaan suatu program.

Selain itu dengan koordinasi penyusunan Laporan Keuangan oleh Bagian Program, Perencanaan dan Keuangan, maka diharapkan Laporan Keuangan yang disusun akan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah serta hasil evaluasi Kinerja Anggaran dan Kualitas Anggaran oleh Kementerian Keuangan akan memperoleh hasil yang baik.

2. Bagian Pemantauan dan Evaluasi Tindak Lanjut Laporan

Dalam rangka peningkatan kualitas pemantauan dan evaluasi atas rekomendasi hasil pengawasan intern dan ekstern, dibutuhkan koordinasi yang baik antara Bagian Pemantauan dan Evaluasi Tindak Lanjut Laporan dengan Inspektorat terkait data temuan hasil audit sehingga data tindak lanjut terdokumentasi dengan baik. Selain itu, data yang terbaharui akan menjadikan pelaksanaan monitoring tindak lanjut dilakukan lebih efektif dan efisien.

3. Bagian Hukum, Kepatuhan Intern, dan Komunikasi Publik

Meningkatkan layanan regulasi, publikasi serta terlaksananya Kepatuhan Internal merupakan cerminan dari layanan prima Bagian Hukum Kepatuhan Intern, dan Komunikasi Publik. Kedepannya diharapkan Bagian Hukum Kepatuhan Intern, dan Komunikasi Publik dapat mengkoordinir penyediaan data informasi yang dibutuhkan, baik oleh pimpinan maupun pegawai secara one day service dan menjadi penyedia layanan prima dalam bidang Regulasi Pengawasan, Pengendalian Intern Organisasi, dan Publikasi di lingkungan Inspektorat Jenderal secara khusus dan Kementerian PUPR secara umum.

(13)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 8 4. Bagian Kepegawaian dan Umum

Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR berupaya untuk mewujudkan lingkungan perkantoran yang berbasis green building, smart building, serta mendukung perlindungan kesehatan bagi pegawai di Inspektorat Jenderal. Bagian Kepegawaian dan Umum juga berperan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, kompeten dan profesional serta menjunjung tinggi nilai integritas, khususnya dalam hal pengawasan.

Renstra Sekretariat Inspektorat Jenderal secara umum bertujuan untuk memberi arah dalam menyusun kegiatan dan anggarannya. Secara spesifik Renstra Sekretariat Inspektorat Jenderal memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Mengetahui kondisi umum organisasi Sekretariat saat ini (existing condition) untuk menilai sejauhmana kapabilitas organisasi dalam menyediakan dukungan layanan kepengawasan;

2. Menetapkan tujuan-tujuan organisasi yang ingin dicapai Sekretariat dalam kurun waktu 2020- 2024 target kinerja;

3. Menentukan kegiatan, dan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

1. 2 Potensi dan Permasalahan

Beberapa potensi dukungan konseptualitas dalam penguatan tata kelola pengawasan internal ke depan sebagai berikut:

1. Tingginya persentase pegawai berusia muda;

2. Prasarana yang cukup memadai;

3. Koordinasi yang baik antar Bagian di Sekretariat Inspektorat Jenderal;

4. Penempatan peran pengawasan pada posisi strategis dalam rangka reformasi birokrasi untuk mewujudkan good govemance and clean govemment, Pada Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025, pelaksanaan pengawasan oleh aparat pengawasan intern lebih menitik beratkan pada pengelolaan resiko (Risk Management) dan Tata Pemerintahan (govemance) serta posisinya sebagai agent of change, consulting partners dan quality assurance. Dengan begitu, pengawasan Inspektorat Jenderal merupakan hal sangat strategis dalam mewujudkan keberhasilan reformasi birokasi;

5. Penawaran pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) terbuka luas;

6. Teknologi, informasi dan komunikasi berkembang pesat.

Sedangkan beberapa hal perlu diwaspadai sebagai masalah internal dan eksternal terhadap pencapaian dukungan penyelenggaraan pengawasan internal secara optimal adalah sebagai berikut:

1. Belum lengkapnya analisa kebutuhan pengembangan kompetensi SDM sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing pegawai;

2. Masih terdapat peraturan terkait kegiatan pengawasan yang perlu dimutakhirkan dan SOP yang perlu ditinjau kembali.

3. Sistem Informasi Pengawasan (SIP) yang belum dikembangkan dan dimanfaatkan secara maksimal.

(14)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 9 4. Tingkat Kapabilitas APIP Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan

Rakyat belum mencapai minimal Level 3 (integrated) secara penuh;

5. Peran Inspektorat Jenderal dalam mendukung implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Kementerian PUPR belum optimal;

6. Temuan Hasil Pengawasan belum seluruhnya dipantau dengan baik.

(15)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 10 BAB II

TUJUAN DAN SASARAN

2. 1 Tujuan

Dalam rangka mencapai visi dan misi Kementerian PUPR, Inspektorat Jenderal menetapkan tujuan yaitu:

“MENINGKATKAN KUALITAS PENGAWASAN DALAM PENYELENGGARAAN INFRASTRUKTUR PUPR”

Tujuan ini diharapkan dapat menjadi acuan Inspektorat Jenderal dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai unit pengawasan intern di Kementerian PUPR, dan mendukung pencapaian tujuan Kementerian PUPR, yaitu:

1. Peningkatan ketersediaan dan kemudahan akses serta efisiensi pemanfaatan air untuk memenuhi kebutuhan domestik, peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan energi, industri dan sektor ekonomi unggulan, serta konservasi dan pengurangan risiko/kerentanan bencana alam.

2. Peningkatan kelancaran konektivitas dan akses jalan yang lebih merata bagi peningkatan pelayanan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan penguatan daya saing.

3. Peningkatan pemenuhan kebutuhan perumahan dan infrastruktur permukiman yang layak dan aman menuju terwujudnya smart living, dengan pemanfaatan dan pengelolaan yang partisipatif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

4. Peningkatan pembinaan SDM untuk pemenuhan kebutuhan SDM Vokasional bidang konstruksi yang kompeten dan profesional.

5. Peningkatan penyelenggaraan pembangunan infrastruktur yang efektif, bersih dan terpercaya yang didukung oleh SDM Aparatur yang berkinerja tinggi.

Dalam melaksanakan pengawasan intern melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan pengawasan lainnya (AREPP), Inspektorat Jenderal menjalankan dwiperan yaitu sebagai quality assurance/penjamin kualitas dan advisory services/layanan konsultasi.

(16)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 11 Gambar 2. Dwiperan Inspektorat Jenderal

Penjabaran peran dan layanan Inspektorat Jenderal ke dalam kerangka logis Portofolio Inspektorat Jenderal adalah:

Gambar 3. Kerangka Logis Portfolio Inspektorat Jenderal

INPUT

Auditor yang kompeten Anggaran

Inspektorat Jenderal yang memadai Perencanaan berbasis risiko

PR OSE S

Quality Assurance Early Warning System Kehematan dan efektifitas pencapaian tujuan program Efisiensi pengelolaan keuangan terhadap

pelaksanaan

OUTP UT Rekomendasi

hasil pengawasan

yang konstruktif

OUTCOME

•Program/ Kegiatan PUPR efektif, efisien dan ekonomis

•Laporan keuangan PUPR WTP

•Aset BMN PUPR baik

•Aparatur PUPR yang bersih dan berintegritas

IMPACTS Terciptanya good

governance dan clean government

Quality Assurance/ jaminan kualitas Menjamin kegiatan yang sudah dilakukan

bermanfaat (efektif) dan akuntabel

Advisory Services/ layanan konsultasi Mendukung bahwa kegiatan yang sedang dan akan dilakukan benar-benar efisien dan ekonomis

Inspektorat Jenderal melakukan audit berbasis risiko atas pelaksanaan dan

pertanggungjawaban anggaran

Mendorong Auditi/Klien untuk meningkatkan kualitas implementasi GRC

(Governance, Risk Management &

Control)

Inspektorat Jenderal melakukan reviu dan evaluasi terhadap perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan

Mendorong Auditi/Klien memperbaiki perencanaan, penganggaran, dan

pelaksanaan anggaran

(17)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 12 Tujuan Inspektorat Jenderal tersebut selanjutnya dirumuskan menjadi tujuan Sekretariat Itjen yaitu:

“Terwujudnya Layanan Yang Optimal, Transparan dan Akuntabel Untuk Menunjang Kualitas Pengawasan”

2. 2 Sasaran Kegiatan

Menindaklanjuti Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan Nomor S-375/MK.02 2020, B.308/M.PPN/D.8/PP.04.03/05/2020 tentang Daftar Program Kementerian/Lembaga TA 2021, serta SEB ) Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan Nomor S-122/MK.02 2020, B.517/M.PPN/D.8/PP.04.03/05/2020 tentang Daftar Pedoman Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran 2021, maka terdapat perubahan Program serta Struktur Kinerja Kementerian PUPR, sebagaimana ditampilkan pada gambar berikut:

Gambar 4. Redesain Program Kementerian PUPR 2020-2024

Inspektorat Jenderal melaksanakan program Dukungan Manajemen dengan Sasaran Program (SP) “Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya”. Sasaran Program ini akan berkontribusi dalam mendukung Sasaran Strategis Kementerian PUPR ke 5 (SS-5)

“Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Kementerian PUPR dan Tugas Teknis Lainnya”.

Sasaran Program tersebut dan turunannya digambarkan pada Peta Strategi Inspektorat Jenderal berikut ini:

(18)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 13

Stakeholders Customer s Internal Process

Learning & Growth

Gambar 5. Peta Strategi Inspektorat Jenderal

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelanggan (customers) dan untuk mewujudkan harapan stakeholders, Inspektorat Jenderal melaksanakan upaya yang dikategorikan dalam internal process dan learning and growth dalam bentuk Sasaran Kegiatan (SK) sebagai berikut.

SK-1.1. Tingkat Kualitas Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Wilayah Pengawasan Inspektorat I;

SK-1.2. Tingkat Kualitas Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Wilayah Pengawasan Inspektorat II;

SK-1.3. Tingkat Kualitas Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Wilayah Pengawasan Inspektorat III;

(SS-5) Kementerian PUPR

Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Kementerian PUPR dan Tugas Teknis Lainnya

SP. Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya

SK 1.6. Tingkat Kualitas Pengawasan di Inspektorat VI SK 1.5. Tingkat Kualitas

Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Wilayah Pengawasan Inspektorat V

SK 1.4. Tingkat Kualitas Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Wilayah Pengawasan Inspektorat IV SK 1.3. Tingkat Kualitas

Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Wilayah Pengawasan Inspektorat III

SK 1.2. Tingkat Kualitas Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Wilayah Pengawasan Inspektorat II SK 1.1. Tingkat Kualitas

Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Wilayah Pengawasan Inspektorat I

SK2. Tingkat Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya SK 1.7. Tersedianya dokumen perencanaan

dan regulasi pengawasan

(19)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 14 SK-1.4. Tingkat Kualitas Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Wilayah Pengawasan

Inspektorat IV;

SK-1.5. Tingkat Kualitas Pengawasan Kinerja dan Keuangan di Wilayah Pengawasan Inspektorat V;

SK-1.6. Tingkat Kualitas Pengawasan di Inspektorat VI

SK-1.7. Tersedianya Dokumen Perencanaan dan Regulasi Pengawasan

SK-2. Tingkat Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Sasaran Kegiatan Sekretariat Inspektorat Jenderal yaitu pada Sasaran Kegiatan 1.7

“Tersedianya dokumen perencanaan dan regulasi pengawasan” dan Sasaran Kegiatan 2

“Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya”, dengan rincian Indikator Kinerja Kegiatan sebagai berikut:

Tabel 6. Indikator Kinerja Kegiatan Sekretariat Inspektorat Jenderal

KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN

SASARAN KEGIATAN 1.7: Tersedianya dokumen perencanaan dan regulasi pengawasan INDIKATOR KINERJA KEGIATAN: Tersusunnya dokumen perencanaan dan regulasi

pengawasan

1 Tersusunnya dokumen perencanaan pengawasan tahunan 2 Jumlah penyusunan dan perubahan regulasi pengawasan

SASARAN KEGIATAN 2: Tingkat Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN: Persentase Tingkat Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

1 Tingkat Kualitas Pembinaan dan Pengelolaan Tata Naskah Dinas, Kearsipan, Penatausahaan Barang Milik Negara, dan Pengelolaan Ketatausahaan

2 Tingkat Layanan Pengelolaan Kelembagaan dan Jabatan Fungsional serta Pengadministrasian Pegawai

3 Tingkat Kinerja Pelaksanaan Anggaran 4 Tingkat Kualitas Perencanaan Anggaran 5 Kategori SAKIP Itjen Kementerian PUPR 6 Nilai SPIP Itjen Kementerian PUPR

(20)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 15 BAB III

ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN

3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Inspektorat Jenderal

Pada periode 2020-2024, Inspektorat Jenderal sebagai unit pengawasan intern yang mendukung arah kebijakan dan strategi, serta pencapaian tujuan Kementerian PUPR mengarahkan kebijakan dan strateginya dalam rangka Strategi Pengawasan Penyelenggaraan Pembangunan Infrastruktur PUPR yang tepat mutu, tepat harga, dan tepat waktu, serta dilaksanakan dengan tertib administrasi keuangan dan tertib penatausahaan barang milik negara sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Strategi pengawasan tersebut menekankan pada:

1. Terlaksananya Penerapan Manajemen RIsiko dan Pengendalian Internal di seluruh Unit Organisasi secara memadai

Kondisi yang hendak dicapai:

a. Seluruh Unit Organisasi telah menyusun Peta Risiko hingga tingkat unit kerja, menerapkan Manajemen Risiko, serta melakukan Pengendalian Intern secara efektif dan efisien

b. Setiap personil menyadari pentingnya penerapan Manajemen Risiko

c. Unit Organisasi secara berkala melakukan evaluasi atas pelaksanaan Manajemen Risiko, dan senantiasa memperbarui Peta Risiko, serta menerapkan Three Lines Model.

Strategi untuk mencapai kondisi tersebut adalah:

a. Melakukan sosialisasi dan pendampingan terkait penyusunan Peta Risiko dan Manajemen Risiko

b. Peran serta memberikan masukan dalam penyusunan Peta Risiko dan Manajemen Risiko pada tingkat Unit Organisasi sampai dengan Unit Kerja

c. Monitoring dan Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko pada seluruh Unit Organisasi

2. Peningkatan Mutu Pengawasan Intern Inspektorat Jenderal Kondisi yang hendak dicapai adalah organisasi Kementerian PUPR yang:

a. Fokus terhadap tujuan organisasi b. Taat terhadap aturan yang berlaku c. Tertib administrasi

d. Menyelenggarakan Infrastruktur PUPR dengan memenuhi unsur 3E (efektif, efisien, dan ekonomis), serta tepat mutu dan tepat sasaran

Strategi untuk mencapai kondisi tersebut adalah:

a. Menyusun Program Kerja Pengawasan Tahunan berdasarkan Risiko seluruh Audit Universe dengan menerapkan Perencanaan Pengawasan Berbasis Risiko (PPBR);

b. Melaksanakan Program Kinerja Pengawasan Tahunan;

c. Menyusun laporan dengan fokus kepada rekomendasi yang dapat menghilangkan penyebab terjadinya penyimpangan;

(21)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 16 d. Merekomendasikan pemberian sanksi sesuai aturan yang berlaku terhadap pihak yang

bertanggungjawab dalam hal ditemukan bukti penyimpangan;

e. Melakukan pemantauan terhadap tindak lanjut rekomendasi yang telah diberikan, dan meminimalisir terjadinya temuan berulang;

f. Menerapkan Teknik Audit Berbasis Komputer (TABK) dengan secara kontinu, mengembangkan dan menerapkan Continuous Audit Continuous Monitoring.

3. Pendampingan pada Kegiatan dengan Risiko Tinggi Kondisi yang hendak dicapai:

a. Pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, tertib administrasi, tepat mutu, tepat harga dan tepat waktu;

b. Permasalahan pelaksanaan pekerjaan di lapangan terselesaikan dengan cepat dan tepat;

c. Hasil pekerjaan dapat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Strategi untuk mencapai kondisi tersebut adalah:

a. Memberikan pendampingan mulai dari perencanaan, pelelangan, pelaksanaan, serah terima pekerjaan dan hibah atas hasil pekerjaan (bila ada);

b. Secara aktif memberikan masukan terhadap potensi permasalahan atau Risiko yang dapat timbul serta membantu menyusun manajemen Risiko;

c. Memberikan rekomendasi terhadap permasalahan yang terjadi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

4. Penyelesaian Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat Kondisi yang hendak dicapai:

a. Pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi terhadap pengelolaan dan pelaksanaan APBN;

b. Meningkatkan kepercayaan dan dukungan Masyarakat kepada instansi Pemerintah khususnya Kementerian PUPR;

c. Pelaksanaan kegiatan dan anggaran berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Strategi untuk mencapai kondisi tersebut adalah:

a. Penelitian kebenaran informasi dalam substansi pengaduan masyarakat;

b. Pemberian rekomendasi yang menghilangkan penyebab terjadinya penyimpangan, dalam hal pengaduan masyarakat terbukti benar;

c. Pemantauan atas tindak lanjut rekomendasi hasil penanganan pengaduan;

d. Peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan Unit Kepatuhan Intern Unit Organisasi dalam penanganan pengaduan masyarakat.

(22)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 17 5. Inspektorat Jenderal sebagai Trusted Advisor dalam Advisory Services

Kondisi hendak dicapai:

a. Unit organisasi dan/atau unit kerja dapat melakukan konsultasi kepada Inspektorat Jenderal terkait permasalahan pengelolaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan;

b. Unit organisasi dan/atau unit kerja mendapatkan informasi dan masukan terhadap permasalahan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Strategi untuk mencapai kondisi tersebut adalah:

a. Inspektorat Jenderal membuka layanan klinik konsultasi;

b. Inspektorat Jenderal melalui kordinator wilayah/bidang melakukan pendampingan dan pengawalan pelaksanaan anggaran pada masing-masing wilayah/bidangnya.

6. Terbentuknya SDM Pengawasan yang Handal dan Kompetitif Kondisi yang hendak dicapai:

a. SDM Inspektorat Jenderal yang memiliki pengetahuan Bidang PUPR dan secara cepat dapat beradaptasi pada setiap jenis penugasan;

b. Inspektorat Jenderal memiliki SDM yang dapat mengidentifikasi permasalahan di lapangan dan memberikan rekomendasi sesuai peraturan yang berlaku.

Strategi untuk mencapai kondisi tersebut adalah:

a. Menugaskan SDM Pengawasan untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan, serta mendorong untuk mendapatkan sertifikasi profesional bidang pengawasan;

b. Secara kontinu dan berkala melaksanakan Pelatihan di Kantor Sendiri.

Strategi Sekretariat Inspektorat Jenderal

Dalam rangka mewujudkan layanan yang optimal, transparan dan akuntabel untuk menunjang kualitas pengawasan Inspektorat Jenderal, maka Sekretariat Inspektorat Jenderal menyusun beberapa strategi sebagai berikut:

1. Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja, Pemantauan dan Evaluasi terhadap Program dan anggaran

Melalui penerapan strategi tersebut diharapkan hasil Evaluasi Kinerja dan Kualitas Anggaran Inspektorat Jenderal oleh Kementerian Keuangan akan memperoleh hasil yang baik. Selain itu, pemantauan dan evaluasi program dan anggaran diperlukan oleh pimpinan untuk:

a. Memberikan informasi yang valid tentang kinerja kebijakan, program dan kegiatan yaitu seberapa jauh kebutuhan, nilai dan kesempatan telah dapat dicapai;

b. Memberikan sumbangan ide dan kritik terhadap nilai-nilai yang mendasari pemilihan tujuan dan target;

c. Melihat peluang adanya alternatif kebijakan, program, kegiatan yang lebih tepat, layak, efektif dan efisien;

d. Mambantu pemangku kepentingan belajar lebih banyak mengenai kebijakan, program kegiatan dan anggaran.

2. Koordinasi Pemantauan Tindak lanjut Temuan Pemeriksaan BPK-RI atas Laporan Keuangan K/L, Temuan BPKP dan Itjen

(23)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 18 3. Penyusunan Peta Resiko dan Penyelenggaraan Manajemen Resiko

4. Pembangunan Zona Integritas menuju WBK, dimana Inspektorat Jenderal berperan sebagai ujung tombak dan motor penggerak peningkatan integritas dan pencegahan korupsi

5. Pengembangan Kompetensi SDM dalam rangka mendukung peningkatan tugas dan fungsi 6. Mengembangkan Sistem Informasi dalam rangka meningkatkan pemantauan tindak lanjut

hasil temuan pengawasan Inspektorat Jenderal, BPK dan BPKP serta dalam rangka mendukung Tugas dan Fungsi Sekretariat Inspektorat Jenderal keseluruhan

7. Tata kelola tata usaha, rumah tangga serta BMN yang berbasis teknologi agar membantu proses perencanaan, penetapan status, penatausahaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, dan penghapusan aset negara

3.2 Kerangka Regulasi

Menindaklanjuti implementasi arah kebijakan dan strategi pengawasan tahun 2020-2024, telah diidentifikasi beberapa kerangka regulasi pengawasan untuk mendorong dan mengatur proses, dan pelaporan sebagai berikut:

1. Regulasi Perencanaan Pengawasan (Pedoman Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan Tahunan, Tata Cara Pengawasan Intern);

2. SOP Pelaksanaan kegiatan kesekretariatan Inspektorat Jenderal;

3. Peta Resiko dan Manajemen Resiko Inspektorat Jenderal;

4. Kebijakan dan Action Plan Pemberian Penghargaan bagi Pegawai dan Tim Audit Terbaik di Inspektorat Jenderal;

5. Regulasi Pelaporan Pengawasan (Petunjuk pelaksanaan pengolahan dan pemantauan tindak lanjut hasil audit)

6. Regulasi Pengendalian Pengawasan (Petunjuk teknis penanganan dan tindak lanjut Pengaduan, Penilaian kinerja, Penilaian pelaksanaan pengawasan secara berjenjang)

Regulasi tersebut diharapkan dapat disusun sesuai kebutuhan, pada tingkat Keputusan Inspektur Jenderal hingga tingkat Peraturan Menteri.

3.3 Kerangka Kelembagaan

Dalam rangka mencapai tujuan organisasi, Inspektorat Jenderal harus didukung oleh perangkat organisasi, proses bisnis/tata laksana, dan sumber daya aparatur yang mampu melaksanakan tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal secara efektif dan efisien. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan kegiatan pengembangan dan penataan kelembagaan yang meliputi organisasi dan proses bisnis/tata laksana, serta pengelolaan sumber daya aparatur mutlak dilaksanakan secara efektif, intensif, dan berkesinambungan. Kerangka kelembagaan Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR mengacu pada:

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; dan

2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 13/PRT/M/2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

(24)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 19 Struktur organisasi yang baik dan tepat akan dapat menjawab tantangan perubahan yang dihadapi oleh organisasi. Struktur organisasi yang baik menganut prinsip miskin struktur dan kaya fungsi. Struktur Organisasi Sekretariat Inspektorat Jenderal adalah sebagai berikut:

Gambar 6. Kerangka Kelembagaan Sekretariat Inspektorat Jenderal

(25)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 20 BAB IV

TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN

4.1 Target Kinerja

Dalam rangka mendukung pencapaian Sasaran Strategis Kementerian PUPR dan mewujudkan Peningkatan Tata Kelola Kementerian PUPR, maka Inspektorat Jenderal mengemban tugas untuk melaksanakan program Dukungan Manajemen. Pelaksanaan program tersebut oleh Inspektorat Jenderal diukur melaluiIndikator Kinerja Program Tingkat Kualitas Pengawasan Intern Kementerian PUPR, yang dihitung dari:

1. Peningkatan Level Internal Audit Capability Model (IACM) 2. Peningkatan Kualitas Pengawasan Kinerja dan Keuangan

3. Peningkatan Dukungan Manajemen Pengawasan Kementerian PUPR.

Tabel 7. Tabel Kinerja Sasaran kegiatan Sekretariat Inspektorat Jenderal

KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN SATUAN

TARGET

2020 2021 2022 2023 2024

SASARAN KEGIATAN 1.7: Tersedianya dokumen perencanaan dan regulasi pengawasan

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN: Tersusunnya

Dokumen Perencanaan dan Regulasi Pengawasan Dokumen 3 5 5 4 4

1 Tersusunnya dokumen perencanaan

pengawasan tahunan Dokumen 1 1 1 1 1

2 Jumlah penyusunan dan perubahan

regulasi pengawasan Dokumen 2 4 4 3 3

OUTPUT KEGIATAN :

1 Layanan Dukungan Manajemen Eselon I Layanan 1 1 1 1 1

KEGIATAN 2: Dukungan Manajemen Bidang Pengawasan

SASARAN KEGIATAN: Tingkat Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN: Persentase Tingkat Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

% 82 85 87 89 90

1

Tingkat Kualitas Pembinaan dan Pengelolaan Tata Naskah Dinas, Kearsipan, Penatausahaan Barang Milik Negara, dan Pengelolaan Ketatausahaan

% 85 87 90 92 93

2

Tingkat Layanan Pengelolaan

Kelembagaan dan Jabatan Fungsional serta Pengadministrasian Pegawai

% 67 72 77 82 90

3 Tingkat Kinerja Pelaksanaan Anggaran % 90 90 90 90 90

(26)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 21 KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN SATUAN

TARGET

2020 2021 2022 2023 2024

4 Tingkat Kualitas Perencanaan Anggaran % 90 90 90 90 90

5 Kategori SAKIP Itjen Kementerian PUPR Kategori BB BB BB A A

6 Nilai SPIP Itjen Kementerian PUPR Nilai 3 3 3 4 4

OUTPUT KEGIATAN :

1 Layanan Dukungan Manajemen Eselon I Layanan 1 1 1 1 1

2 Layanan Internal (Overhead) Layanan 1 1 1 1 1

3 Layanan Perkantoran Layanan 1 1 1 1 1

Target yang telah ditetapkan pada setiap Indikator Kinerja Kegiatan di Sekretariat Inspektorat Jenderal diharapkan dapat tercapai setiap tahunnya. Adapun metode perhitungan capaian target Indikator tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sasaran Kegiatan 1.7 : Tersedianya Dokumen Perencanaan dan Regulasi Pengawasan IKK: Tersusunnya Dokumen Perencanaan dan Regulasi Pengawasan, dengan cara ukur:

a. Tersusunnya dokumen perencanaan pengawasan tahunan Dokumen Rencana Pengawasan Tahunan yang disusun b. Jumlah penyusunan dan perubahan regulasi pengawasan

Jumlah regulasi pengawasan (Peraturan Menteri dan Peraturan Lainnya) yang disusun.

2. Sasaran Kegiatan 2 : Tingkat Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

IKK: Persentase Tingkat Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya, dengan cara ukur:

a. Tingkat Kualitas Pembinaan dan Pengelolaan Tata Naskah Dinas, Kearsipan, Penatausahaan Barang Milik Negara, dan Pengelolaan Ketatausahaan, dihitung dari penjumlahan:

1) Persentase Pembinaan Tata Naskah Dinas, melalui Jumlah Unit Kerja yang Terbina Tata Naskah Dinas/Jumlah Seluruh Unit Kerja

2) Persentase Pembinaan Kearsipan, melalui Jumlah Unit Kerja yang Terbina Kearsipan/Jumlah Seluruh Unit Kerja

3) Persentase Penyelesaian Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) , melalui Jumlah Usulan Penghapusan BMN yang telah diselesaikan/ Total Usulan Penghapusan BMN 4) Persentase terselenggaranya Adiministrasi Korespondensi, melalui Jumlah

Koresponden yang Diselesaikan/Jumlah Seluruh Koresponden

b. Tingkat Layanan Pengelolaan Kelembagaan dan Jabatan Fungsional serta Pengadministrasian Pegawai

Dihitung berdasarkan rata-rata dari:

(27)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 22 1) Tingkat kualitas SDM Inspektorat Jenderal (persentase pemenuhan kompetensi SDM

sesuai dengan kebutuhan)

2) Nilai survey kepada Pegawai terkait ketepatan perencanaan pegawai, dan ketepatan layanan administrasi Kepegawaian

c. Tingkat Kinerja Pelaksanaan Anggaran

Berdasarkan Aplikasi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) d. Tingkat Kualitas Perencanaan Anggaran

Berdasarkan Aplikasi SMART DJA e. Kategori SAKIP Itjen Kementerian PUPR

Nilai evaluasi atas implementasi SAKIP Itjen f. Nilai SPIP Itjen Kementerian PUPR

Nilai evaluasi/maturitas SPIP Itjen Kementerian PUPR

4.2 Kerangka Pendanaan

Pelaksanaan kegiatan Inspektorat Jenderal memerlukan dukungan berbagai macam sumber daya. Dukungan sumber daya dapat berupa dukungan aparatur Inspektorat Jenderal yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai, dukungan regulasi, dan tentunya sumber pendanaan yang cukup. Indikasi kebutuhan pendanaan Inspektorat Jenderal untuk mencapai tujuan dan sasaran strategis Inspektorat Jenderal periode tahun 2020- 2024 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 8. Kerangka Pendanaan Kegiatan Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 PROG

/ KEG

PROGRAM/SASARAN PROGRAM (OUTCOME)/SASARAN KEGIATAN/OUTPUT/INDIKATOR

ANGGARAN (Juta Rupiah)

2020 2021 2022 2023 2024

PROGRAM: Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya SASARAN PROGRAM: Meningkatnya Kualitas Dukungan

Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya

Tingkat Kualitas Pengawasan Intern Kementerian PUPR 111.744 120.081 123.729 129.915 136.411 KEGIATAN 1: PELAKSANAAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BIDANG PUPR

SASARAN KEGIATAN: Tingkat Kualitas Pengawasan Kinerja dan Keuangan

IKK 1.7

Tersusunnya Dokumen Perencanaan dan regulasi pengawasan

1.143 1.594 1.642 1.724 1.810

KEGIATAN 2: DUKUNGAN MANAJEMEN BIDANG PENGAWASAN

UNIT KERJA: SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

SASARAN KEGIATAN: Tingkat Dukungan Manajemen Bidang Pengawasan

Persentase Tingkat Dukungan Manajemen Bidang Pengawasan 65.091 79.177 81.598 85.678 89.962

(28)

Rencana Strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal 2020-2024 23 BAB V

PENUTUP

Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2020-2024 disusun mengacu kepada Renstra Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2020-2024 dan Renstra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2020-2024.

Renstra Sekretariat Inspektorat Jenderal akan dapat dilaksanakan secara optimal melalui komitmen dan dukungan serta kerjasama dari berbagai pihak di lingkungan internal dan eksternal Sekretariat Inspektorat Jenderal. Dalam upaya mengaktualisasikan Renstra ini dibutuhkan keterbukaan, keterpaduan, kerjasama dan etos kerja seluruh personil di lingkungan Sekretariat Inspektorat Jenderal. Melalui pelaksanaan Renstra Sekretariat Inspektorat Jenderal secara konsisten diharapkan dapat mendorong peningkatan akuntabilitas kinerja di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Renstra Sekretariat Inspektorat Jenderal harus digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan program dan kegiatan serta kondisi yang hendak dicapai pada periode 2020-2024. Renstra merupakan dasar dan acuan bagi Unit Eselon II dalam menyusun (1) Rencana Kerja (Renja) dan RKA-KL; (2) Laporan Tahunan; dan (3) Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

Pelaksanaan Renstra Sekretariat Inspektorat Jenderal tidak akan terlepas dari kondisi yang berkembang secara internal maupun eksternal, sehingga terbuka kemungkinan untuk melakukan penyempurnaan di masa yang akan datang baik dalam perencanaan maupun sampai dengan pelaksanaannya, dengan tetap mengacu pada Rencana Strategis Kementerian PUPR.

Gambar

Gambar 1. Struktur Organisasi Inspektorat Jenderal
Tabel 1. Rekapitulasi SDM Sekretariat Inspektorat Jenderal Berdasarkan Golongan
Tabel 3. Capaian Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas 2015-2019
Tabel 4. Capaian Kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal 2015-2019
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sub Bagian Perencanaan, Keuangan dan Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan perencanaan dan

Bidang Tata Operasional mempunyai tugas melaksanakan koordinasi perencanaan dan perumusan bahan kebijakan teknis, penyusunan program, pemantauan, serta evaluasi pelaksanaan

i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. 5) Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol; mempunyai tugas

15 Tahun 2008, yaitu mempunyai tugas pokok melaksanakan dan mengkoordinasikan penyusunan teknis, pemantauan, pembinaan Administrasi, Evaluasi serta Pengendalian Pelaksanaan

(1) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja, program, dan anggaran serta pemantauan, evaluasi dan

IKK Nilai Evaluasi Kinerja Anggaran Inspektorat Jenderal meningkat skor 91,61 92 Program/ Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran kegiatan (Output)/Indikator (IKSS,IKP,IKK)

Penyusunan dokumen Renstra Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum juga dilakukan untuk melaksanakan dan mewujudkan implementasi good governance terutama dalam

Usaha yang telah dilakukan antara lain: (i) Sinkronisasi perencanaan kebijakan strategis KKP; (ii) Penyusunan dokumen manajemen kinerja berbasis BSC; (iii) Koordinasi