• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.2. Tugas Pokok dan Fungsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1.2. Tugas Pokok dan Fungsi"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

Dalam rangka pertanggungjawaban atas pengelolaan kinerjanya sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), seluruh instansi Pemerintah ditingkat pusat dan daerah, setiap tahun diminta menyampaikan laporan informasi kinerjanya kepada unit kerja yang berada pada tingkat lebih tinggi secara berjenjang.

Penyampaian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj-IP) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau ini dimaksudkan sebagai perwujudan untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan atau kegagalan pencapaian sasaran strategis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau. Hal ini diukur berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2017. Disamping itu penyusunan LKj-IP ini juga ditujukan sebagai umpan balik untuk memperbaiki kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau dimasa yang akan datang.

Inti dari pertanggung jawaban kinerja adalah perbandingan antara target yang akan ditetapkan dalam Rencana Kerja Tahunan dengan realisasi capaian kinerja pada akhir tahun anggaran. Hal ini menuntut adanya aktivitas pengelolaan data kinerja secara terus menerus selama periode kegiatan berlangsung. Sedangkan pengukuran kinerja dilakukan secara konsisten terhadap indicator yang telah disepakati dalam rencana kerja.

Untuk menjamin dan mempertahankan obyektivitas hasil pengukuran kinerja tersebut, integrasi antara keahlian sumber daya manusia dengan sumber daya yang lain mutlak diperlukan. Dalam jangka menengah keberhasilan strategi ini terlihat dari adanya peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program, sedangkan dalam jangka pendek strategi ini berkonstribusi dalam peningkatan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil.

Adapun dalam jangka panjang strategi ini akan menempatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau tetap eksis di era otonomi daerah.

1.1. Latar Belakang

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Berau ditetapkan berdasarkan :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemeritah antar Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114)

4. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Berau (Lembaran Daerah Kabupaten Berau Tahun 2016 Nomor 7) 5. Peraturan Bupati Berau Nomor 62 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi, Tugas dan

Fungsi serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung.

(2)

2

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Berau merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang pemberdayaan masyarakat dan desa dipimpin oleh Kepala Dinas, yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

1.2. Tugas Pokok dan Fungsi 1.2.1. Tugas Pokok

Berdasarkan pasal 4 Peraturan Bupati Berau Nomor 62 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Daerah di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa.

1. Kepala Dinas mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa dengan memimpin, merencanakan, mengorganisasikan, mengkoordinasikan, membina, mengendalikan, mengawasi dan mempertanggungjawabkan semua kegiatan Dinas serta mengadakan hubungan kerjasama dengan organisasi perangkat daerah lainnya.

2. Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Dinas di bidang pengelolaan kesekretariatan yang meliputi administrasi penyusunan program, administrasi umum, kepegawaian, perlengkapan dan administrasi keuangan untuk mendukung kelancaran tugas dan kegiatan Dinas dengan memberikan pelayanan administrasi kepada satuan organisasi Dinas.

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris, dan dalam melaksanakan tugas, Sekretaris membawahkan :

2.1. Sub Bagian Penyusunan Program, Keuangan dan Aset yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi secretariat yang meliputi pengelolaan administrasi penyusunan program pembangunan bidang pemberdayaan masyarakat dan desa, mengidentifikasi permasalahan, pengumpulan data, mengevaluasi dan memonitor kegiatan dan penyusunan laporan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas Dinas serta pengelolaan administrasi dan penatausahaan keuangan dan asset.

2.2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian yang mempunyai tugas pokok melaksanakan seabagia tugas pokok dan fungsi secretariat yang meliputi pengelolaan administrasi umum, kepegawaian, rumah tangga dan ketatausahaan dinas.

3. Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat mempunyai tugas pokok

melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Dinas di bidang kelembagaan

dan pengembangan partisipasi masyarakat, pemberdayaan adat dan

(3)

3

pengembangan kehidupan sosial budaya masyarakat serta prasarana dan sarana kampung.

Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat membawahkan :

3.1. Seksi Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat di bidang kelembagaan dan pengembangan partisipasi masyarakat.

3.2. Seksi Pemberdayaan Adat dan Pengembangan Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat di bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan sosial budaya masyarakat.

3.3. Seksi Prasarana dan Sarana Kampung yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat di bidang prasarana dan sarana kampung.

4. Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Dinas di bidang pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat yang meliputi pemberdayaan dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat, pengembangan dan pemasaran hasil usaha serta penerapan kerjasaama teknologi tepat guna dan pengelolaan sumber daya alam.

Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat membawahkan :

4.1. Seksi Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat di bidang pemberdayaan dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat.

4.2. Seksi Pengembangan dan Pemasaran Hasil Usaha yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat di bidang pengembangan dan pemasaran hasil usaha.

4.3. Seksi Penerapan Kerjasama Teknologi Tepat Guna dan Pengelolaan Sumber Daya Alam yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat di bidang penerapan kerjasama teknologi tepat guna dan pengelolaan sumber daya alam

5. Bidang Pemerintahan Kampung mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian

tugas pokok dan fungsi Dinas di bidang pemerintahan kampung yang meliputi

(4)

4

pengelolaan keuangan kampung, fasilitas administrasi pemerintahan kampung serta pengembangan kapasitas pemerintahan kampung.

Bidang Pemerintahan Kampung dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Pemerintahan Kampung membawahkan :

5.1. Seksi Pengelolaan Keuangan Kampung yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Bidang Pemerintahan Kampung di bidang pengelolaan keuangan kampung

5.2. Seksi Fasilitasi Administrasi Pemerintahan Kampung yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Bidang Pemerintahan Kampung di bidang fasilitasi administrasi pemerintahan kampung.

5.3. Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Kampung yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Bidang Pemerintahan Kampung di bidang pengembangan kapasitas pemerintahan kampung.

1.2.2. Fungsi

Sesuai pasal 5 Peraturan Bupati Berau, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis dibidang pemberdayaan masyarakat dan desa;

b. Pelaksanaan kebijakan dibidang pemberdayaan masyarakat dan desa;

c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa;

d. Pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan

e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

1.3. Struktur Organisasi

Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, maka struktur organisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau berdasarkan Peraturan Bupati Berau Nomor 62 Tahun 2016 terdiri dari:

1. Kepala Dinas.

2. Sekretaris, membawahi :

- Kasubbag Penyusunan Program, Keuangan dan Aset - Kasubbag Umum dan Kepegawaian

3. Kepala Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat, membawahi:

- Kasi Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat

- Kasi Pemberdayaan Adat dan Pengembangan Kehidupan Sosbudmasy

- Kasi Prasarana dan Sarana Kampung

(5)

5

4. Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat, membawahi : - Kasi Pemberdayaan Pengembangan UEM

- Kasi Pengembangan dan Pemasaran Hasil Usaha

- Kasi Pengembangan Kerjasama TTG dan Pengelolaan SDA 5. Kepala Bidang Pemerintahan Kampung, membawahi

- Kasi Pengelolaan Keuangan Kampung

- Kasi Fasilitas Administrasi Pemerintahan Kampung - Kasi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan 6. UPTD

7. Jabatan Fungsional

Dapat dilihat pada gambar struktur organisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat

dan Kampung Kabupaten Berau

(6)

6 1.4.Sumber

KEPALA DINAS

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIS

SUB BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM, KEUANGAN DAN ASSET

KASUBBAG STAF

SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN

KASUBBAG S T A F

SEKSI KELEMBAGAAN &

PENGEMBANGAN PARTISIPASI MASYARAKAT

KASI S T A F BIDANG KELEMBAGAAN &

SOSBUDMAS

BIDANG PEMBERDAYAAN USAHA EKONOMI MASY.

BIDANG PEMERINTAHAN KAMPUNG

SEKSI PEMBERDAYAAN ADAT &

PENGEMBANGAN KEHIDUPAN SOSBUDMAS

KASI S T A F

SEKSI PEMBERDAYAAN PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI

MASYARAKAT

KASI

S T A F SEKSI PENGEMBANGAN DAN

PEMASARAN HASIL USAHA

KASI S T A F

SEKSI PENGELOLAAN KEUANGAN KAMPUNG

KASI

S T A F SEKSI FASILITAS ADMINISTRASI

PEMERINTAHAN KAMPUNG

KASI S T A F

STRUKTUR ORGANISASI

SEKSI PRASARANA DAN SARANA KAMPUNG

KASI S T A F

SEKSI PENERAPAN KERJASAMA TTG & PENGELOLAAN SDA

KASI PENGEMBANGAN KAPASITAS PEMERINTAHAN KAMPUNG

KASI S T A F

(7)

7 1.5. Sumber Daya Manusia

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau didukung oleh 46 pegawai yang terdiri dari :

- Aparatur Sipil Negara : 37 orang - Non PTT/Tenaga Kontrak : 9 orang

Tabel 1

Rincian Aparatur Sipil Negara per 31 Desember 2020 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau

No Jumlah ASN

1. Menurut Pangkat/Golongan Jumlah (orang)

a.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j

Pembina Utama Muda ( IV/c ) Pembina Tingkat I ( IV/b ) Pembina ( IV/a )

Penata Tingkat I ( III/d ) Penata ( III/c )

Penata Muda Tingkat I ( III/b ) Penata Muda ( III/a )

Pengatur Tingkat I ( II/d ) Pengatur ( II/c )

Pengatur Muda Tingkat I ( II/b )

1 1 3 9 6 5 5 3 2 2

Jumlah 37

2. Menurut Tingkat Pendidikan a.

b.

c.

d.

e.

Pasca Sarjana ( S2 ) Sarjana ( S1 ) Sarjana Muda ( D3 ) SLTA

SLTP

4 23

2 8 0 Jumlah

3. Menurut Jenis Kelamin a.

b.

Laki – laki Perempuan

22 15

Jumlah 37

Guna menunjang penyelenggaraan pelaksanaan tugas dan fungsinya, maka sarana dan prasarana yang ada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau sangat membantu dalam memfasilitasi baik pelayanan masyarakat kampung maupun kegiatan operasional di lapangan. Adapun data asset yang ada pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 2

Sarana dan prasarana pendukung kegiatan

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau

No Uraian Jumlah Satuan Ket

1 Sepeda motor 12 Buah

2 Station wagon 5 Buah

3 Mesin ketik manual 2 Buah

4 Lemari arsip 2 Buah

5 Papan pengumuman 1 Buah

(8)

8

6 Papan struktur organisasi 1 Buah

7 Meja rapat 10 Buah

8 Kursi rapat 16 Buah

9 PC unit 14 Buah

10 Printer 14 Buah

11 AC split 3 Buah

12 Meja tamu 1 Buah

13 Kursi tamu 1 Buah

14 Televisi 2 Buah

15 Note book 11 Buah

16 Wireless 2 Buah

17 Meja kerja 1 Buah

18 Kursi kerja 5 Buah

19 Mesin Fhoto Copy 1 Buah

1.5. Permasalahan Utama (Isu Startegis)

1.5.1. Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Pelayanan DPMK Keberadaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau dilihat dari aspek beban kerja tidak dapat terlepas dengan aspek kebijakan Pemerintah Kabupaten Berau dalam bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung harus mampu menjabarkan terhadap tugas pokok sebagai fungsi pelayanan dibidang pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan daerah dan kampung.

Untuk itu kemampuan aparatur harus selalu ditingkatkan guna pencapaian pelayanan yang baik didasarkan pada mekanisme yang ada.

Berpedoman pada tugas pokok dan fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung telah melaksanakan Program dan Kegiatan dibidang pemberdayaan masyarakat dan Kampung namun dalam pelaksanaan capaian kinerja masih ada permasalahan – permasalahan yang dihadapi. Permasalahan tersebut secara umum dapat disampaikan sebagai berikut :

1. Permasalahan Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana.

- Masih adanya aparatur yang kurang memahami terhadap Tupoksi dimasing- masing bidang tugasnya

2. Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat.

- Kurangnya pengetahuan kader pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan partisipatif.

- Pemanfaatan fungsi lembaga kemasyarakatan Kampung masih kurang.

- Partisipasi masyarakat dalam pembangunan kurang optimal khususnya dukungan swadaya masyarakat.

- Belum tersedianya data profil Kampung yang memadai / kelurahan yang akurat.

- Rendahnya budaya gotong royong masyarakat pada masyarakat Kampung dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

3. Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat.

- Peran dan fungsi lembaga ekonomi masyarakat belum optimal.

(9)

9

- Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam penyusunan perencanaan.

- Terbatasnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat di bidang Teknologi Tepat Guna ( TTG )

- Masih kurangnya minat dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat inovasi dan TTG serta belum maksimalnya dukungan pemerintah dan lingkungan setempat terhadap tumbuh kembang inovasi dan TTG

4. Bidang Pemerintahan Kampung/Kelurahan.

- Kurang harmonisnya Aparatur Pemerintah Kampung dan lembaga lembaga yang ada di Kampung.

- Perubahan Regulasi tentang Pemerintahan Desa/Kampung.

- Kurangnya pengetahuan dan keterampilan aparat pemerintah Kampung dalam penyelenggaraan pemerintahan.

1.5.2. Penentuan Isu-Isu Strategis

Berdasarkan gambaran umum pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau yang jelas diuraikan sebelumnya, maka dapat dijadikan dasar dalam mengidentifikasi isu-isu strategis yang berkembang dalam menghadapi permasalahan dan tantangan lima tahun kedepan, sehingga isu-isu yang faktual tersebut akan menentukan strategi dan arah kebijakan serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada masa mendatang.

Isu strategis merupakan permasalahan yang berkaitan dengan perumusan yang terjadi atau belum diselesaikan pada periode sebelumnya dan memiliki dampak jangka panjang bagi kesinambungan pelaksanaan pembangunan, sehingga perlu diatasi secara bertahap.

Dari uraian identifikasi permasalahan, maka beberapa isu strategis yang berkaitan dengan tupoksi dan pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau adalah sebagai berikut

1. Belum optimalnya pemberdayaan masyarakat Kampung dalam pembangunan.

2. Kurangnya kapasitas aparatur pemerintah Kampung dalam penyelenggaraan pemerintahan.

3. Kurangnya pengembangan teknologi tepat guna di Kampung.

4. Kurang optimalnya peran dan fungsi lembaga pemerintah dan kemasyarakatan Kampung.

5. Kurangnya pengembangan usaha ekonomi di Kampung.

(10)

10 BAB II

PERENCANAAN KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA

Perencanaan kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis yang akan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan. Penyusunan rencana kinerja dilaksanakan seiring dengan agenda penyusunan dari kebijakan anggaran serta merupakan komitmen bagi instansi untuk mencapainya dalam tahun tertentu.

Dokumen rencana kinerja memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan, indikator kinerja sasaran dan rencana capaiannya, program, kegiatan serta kelompok indicator kinerja dan rencana capaiannya. Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian sasaran yang telah ditetapkan.

Penetapan indicator kinerja harus didasarkan pada perkiraan yang realistis dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan serta data pendukung.

2.1. Rencana Startegis

Rencana Strategis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau Tahun 2017 - 2021 pada hakekatnya merupakan pernyataan komitmen bersama mengenai upaya terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja serta cara pencapaiannya yang bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja seluruh pejabat dan staf di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau melalui perencanaan yang efektif dan terarah, pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada hasil, penyusunan laporan, pengendalian serta evaluasi kegiatan guna meningkatkan kinerja pada tahun berikutnya secara berkesinambungan

Penyusunan Renstra Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau mengacu pada RPJMD Perubahan Kabupaten Berau Tahun 2017-2021 yakni pada misi yang ke 2 yaitu “ Meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, memberdayakan usaha ekonomi kecil menengah yang berbasis kerakyatan dan perluasan lapangan kerja termasuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata dan kearifan lokal”.

2.1.1. Visi dan Misi

Untuk Mewujudkan Pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, Visi Misi Pemerintah Kabupaten Berau Tahun 2017 - 2021 yaitu sebagai berikut :

Visi : Mewujudkan Berau Sejahtera, Unggul dan Berbasis Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan "

Berdasarkan RPJMD Kabupaten Berau Tahun 2017-2021, maka Misi Pemerintah Kabupaten Berau adalah sebagai berikut :

Misi :

1. Membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana publik yang berkualitas, adil,

berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

(11)

11

2. Meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, memberdayakan usaha ekonomi kecil menengah yang berbasis kerakyatan, dan perluasan lapangan kerja termasuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata dan kearifan lokal.

3. Mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat, sejahtera, bermartabat dan berdaya saing tinggi.

4. Menciptakan tata pemerintahan yang bersih, berwibawa, transparan, dan akuntabel.

Mengingat eratnya kaitan antara Renstra Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau dengan dokumen RPJMD Kabupaten Berau Tahun 2017-2021, maka dalam penyusunannya harus menjadikan dokumen perencanaan jangka menengah tersebut sebagai acuan, artinya indikator kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau harus diarahkan untuk mencapai target kinerja sesuai dengan kewenangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau yang telah tercantum dalam target kinerja RPJMD Kabupaten Berau.

2.1.2. Tujuan dan Sasaran

Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atai dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai lima tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu pada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu analisis strategis. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembangunan bidang pemberdayaan masyarakat dan desa/kampung yaitu :

- Meningkatkan dampak pelayanan dan koordinasi pembangunan secara nyata di masyarakat

- Meningkatkan kemandirian masyarakat dan kampung dalam membangun diri dan lingkungannya guna mewujudkan kesejahteraan.

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Adapun sasaran bidang pemberdayaan masyarakat dan desa/kampung adalah sebagai berikut :

1. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat kampung 2. Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintahan desa 3. Meningkatnya kualitas pembangunan desa

Dalam sasaran disertakan pula indikator sasaran, yaitu ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan. Adapun indikator sasaran bidang pemberdayaan masyarakat desa/kampung yaitu :

1. Meningkatnya kualitas pelayanan terhadap masyarakat dengan indikator sasaran rata-rata IKM Pemerintahan Kampung

2. Meningkatnya kualitas pembangunan desa dengan indikator sasaran : -Indeks Desa Membangun Tipologi Berkembang

-Indeks Desa Membangun Tipologi Maju

-Indeks Desa Membangun Tipologi Mandiri

(12)

12 2.1.3. Strategi dan Arah Kebijakan

Strategi adalah cara atau langkah-langkah yang berisikan kebijakan dan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau dalam rangka penjabaran tujuan dan sasaran yaitu sebagai berikut :

1. Strategi

Strategi yang diterapkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau adalah strategi percepatan, pemerataan, kesinambungan dan interkoneksitas melalui strategi :

“ Peningkatan dan integrasi implementasi SIGAP di kampung”.

2. Arah Kebijakan

Arah kebijakan yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau meliputi :

- Mewujudkan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM yang menguasai IPTEK

- Pembentukan/revitalisasi BUMDes

- Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa

Tabel 3

Strategi dan Arah Kebijakan

Visi RPJMD Kabupaten Berau 2017-2021: Mewujudkan Berau Sejahtera, Unggul dan Berdaya Saing Berbasis Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam secara Berkelanjutan.

Misi II : Meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, memberdayakan usaha ekonomi kecil menengah yang berbasis kerakyatan dan perluasan lapangan kerja termasuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata dan kearifan local

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan Program/Kegiatan

Meningkatnya kemandirian masyarakat Desa

Meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa

Peningkatan dan integrasi implementasi SIGAP di Kampung

Mewujudkan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM yang menguasai IPTEK

Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaaan

Program Peningkatan Peran Perempuan di Pedesaan

Meningkatnya kualitas pelayanan pemerintahan desa

Pembentukan/revitalisasi BUMDes

Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan

Meningkatnya kualitas pembangunan desa

Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa

Program Peningkatan Partisipasi

Masyarakat dalam

Membangun Desa

Program Peningkatan

Kapasitas Aparatur

Pemeritahan Desa

(13)

13 2.2. Indikator Kinerja Utama ( IKU )

Untuk mengukur sejauhmana Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau telah mencapai tujuan strategis yang telah ditetapkan, maka pada masing- masing tujuan strategis dimaksud telah ditetapkan Indikator Kinerja Utama rencana strategis.

Hal ini sesuai ketentuan pasal 3 dan 4 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/9/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di lingkungan instansi Pemerintah.

Sasaran target indikator kinerja utama adalah sasaran yang terkait dengan RPJMD Kabupaten Berau Tahun 2017-2021 serta kesesuaian dengan tugas dan fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau. Adapun tujuan penetapan Indikator Kinerja Utama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau yaitu :

1. Untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan manajemen kinerja secara baik

2. Untuk memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau telah menetapkan 2 (dua) Indikator Kinerja Utama, yang menggambarkan tingkat keberhasilan secara kualitatif dan kuantitatif, serta tingkat capaian terhadap sasaran strategis yang ditetapkan. Indikator Kinerja Utama terdapat dalam indikator tujuan/sasaran jangka menengah pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau yaitu :

1. Indeks Desa Membangun ( IDM )

Indeks Desa Membangun (IDM) disusun dengan landasan bahwa pembangunan merupakan proses akumulasi dari dimensi social, dimensi ekonomi dan dimensi ekologi.

Ketiganya menjadi mata rantai yang saling memperkuat yang mampu menjamin keberlanjutan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa/kampung. Pembangunan desa dimaknai sebagai proses untuk meningkatkan kapabilitas penduduk dalam mengelola dan memanfaatkan potensi yang terdapat di kampung. Paradigma pembangunan yang mengedepankan pembangunan manusia didasarkan pada ruang dimensi social, dimensi ekonomi dan dimensi ekologi (lingkungan). Dalam penyusunan IDM ketiga dimensi dibentuk oleh sejumlah variabel dan indikator.

Indikator tujuan/sasaran jangka menengah pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau mengacu pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesi Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa membangun. Indeks Desa Membangun adalah indeks komposit yang dibentuk dari Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi Desa

Dalam kerangka pencapaian sasaran pembangunan Desa sebagaimana termuat

dalam dokumen RPJMN 2015-2019, penyusunan Indeks Desa Membangun menyediakan

ukuran yang mampu melihat posisi dan status desa serta arah tingkat kemajuan dan

kemandirian desa. Indeks Desa Membangun dimaksudkan antara lain untuk :

(14)

14

a. Menjadi instrument dalam menempatkan status/posisi desa dan menilai tingkat kemajuan dan kemandirian desa;

b. Menjadi bahan penyusunan target lokasi berbasis desa;

c. Menjadi instrument koordinasi dengan K/L, Pemerintah Daerah dan Desa serta lembaga lain.

Melalui Indeks Desa Membangun status kemajuan dan kemandirian desa tergambar dengan status Desa Mandiri, Desa Maju, Desa Berkembang, Desa Tertinggal dan Desa Sangat Tertinggal.

Klasifikasi status kampung dengan ambang batas sesuai SOP pemutakhiran status perkembangan desa IDM yang dikeluarkan oleh Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Tahun 2018 sebagai berikut :

1. Desa Sangat Tertinggal : IDM ≤ 0,4907

2. Desa Tertinggal : 0,4907 < IDM ≤ 0,5989 3. Desa Berkembang : 0,5989 <IDM ≤ 0,7072 4. Desa Maju : 0,7072 < IDM ≤ 0,8155 5. Desa Mandiri : IDM > 0,8155

Adapun klasifikasi status desa adalah 5 (lima) status kemajuan dan kemandirian desa yakni dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Desa Mandiri atau yang disebut Desa Sembada adalah Desa Maju yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan desa untuk peningkatan kualitas hidup dan kehidupan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi secara berkelanjutan.

2. Desa Maju atau yang disebut Desa Pra-Sembada adalah desa yang memiliki potensi sumber daya social, ekonomi dan ekologi, serta kemampuan mengelolanya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan.

3. Desa Berkembang atau yang disebut Desa Madya adalah desa potensial menjadi Desa Maju, yang memiliki potensi sumber daya social, ekonomi dan ekologi tetapi belum mengelolanya secara optimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan.

4. Desa Tertinggal atau yang disebut Desa Pra-Madya adalah desa yang memiliki potensi sumber daya social, ekonomi dan ekologi tetapi belum atau kurang mengelolanya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuknya.

5. Desa Sangat Tertinggal atau yang disebut Desa Pratama adalah desa yang mengalami

kerentanan karena masalah bencana alam, goncangan ekonomi dan konflik social

sehingga tidak berkemampuan mengelola potensi sumber daya social, ekonomi dan

ekologi serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuknya.

(15)

15 2. Indeks Kepuasan Masyarakat ( IKM )

Salah satu upaya guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS), perlu disusun Indeks Masyarakat (IKM) sebagai tolak ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan dan berdasarkan Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menegaskan bahwa penyelenggaraan berkewajiban melakukan penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik secara berkala.

Selain itu, data IKM akan dapat menjadi bahan penilaian terhadap unsur pelayanan yang masih perlu perbaikan dan menjadi pendorong setiap unit penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya.

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya.

Survey Indeks Kepuasan Masyarakat bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja unit pelayanan secara berkala sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas publik selanjutnya.

Pelayanan publik dewasa ini yang dilakukan oleh Aparatur Pemerintah masih banyak dijumpai kelemahan-kelemahan, sehingga belum dapat memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Hal ini ditandai dengan masih adanya berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media massa dan secara perorangan, sehingga dapat menimbulkan citra yang kurang baik terhadap Aparatur Pemerintah.

Buruknya kinerja pelayanan publik ini antara lain belum dilaksanakannya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Oleh karena itu, pelayanan publik harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel oleh setiap pelayanan Pemerintah, karena kualitas kinerja pelayanan publik memiliki implikasi yang luas dalam kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat antara lain banyaknya pengaduan atau keluhan dari masyarakat dan dunia usaha, baik melalui surat pembaca maupun media pengaduan lainnya, seperti Prosedur dan mekanisme kerja pelayanan yang berbelit-belit, tidak konsisten, terbatasnya fasilitas, sarana dan prasarana pelayanan, sehingga tidak menjamin kepastian (hukum, waktu dan biaya) serta masih banyak jumpai praktek pungutan liar dan tindakan-tindakan yang berindikasi penyimpangan.

Dengan kata lain, penyelenggaraan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Aparatur Pemerintah dalam berbagai sector pelayanan, ternyata kinerjanya masih belum seperti yang diharapkan.

Sejauh ini, kinerja pelayanan umum Pemerintah di mata masyarakat masih

dipandang kurang memadai. Padahal di era otonomi daerah sekarang ini, lebih dekat dan

memahami kebutuhan masyarakat serta lebih bersifat melayani. Oleh karena itu,

diperlukan paradigm baru dan sikap mental yang berorientasi melayani, bukan dilayani.

(16)

16

Selain itu, diperlukan pula pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam melaksanakan pelayanan itu sendiri.

Mengingat fungsi utama Pemerintah adalah melayani masyarakat, maka Pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai penerima pelayanan publik.

Dalam rangka mengevaluasi kinerja pelayanan publik, Pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat.

Oleh karena itu, pada Tahun 2012 ini Tim Survey dan Pengolah Data Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pemerintah Kabupaten/Kota telah melakukan Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan pada unit pelayanan DPMK.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan diperlukan langkah strategis untuk mendorong upaya Perbaikan pelayanan publik melalui Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat.

Adapun Indikator Kinerja Utama ( IKU ) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau adalah sebagai berikut :

Tabel 4

Indikator Kinerja Utama Tahun 2020

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau

Instansi : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau

Tugas : Melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada daerah di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa

Fungsi : 1. Perumusan kebijakan dibidang pemberdayaan masyarakat dan desa 2. Pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa

3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa 4. Pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya

5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA UTAMA SATUAN ALASAN

PENJELASAN/

FORMULA PENGHITUNGAN

SUMBER DATA

PENANGGUNG JAWAB 1 Meningkatnya

kemandirian masyarakat desa

Jumlah kampung tipologi berkembang

Kampung Menyediakan ukuran yang mampu melihat posisi dan status desa serta arah tingkat kemajuan dan kemandirian desa.

Penetapan status IDM dilakukan klasifikasi dengan menghitung rentang yang diperoleh dari nilai maksimum dan minimum

Laporan hasil penghitungan Indeks Desa Membangun

(IDM)

DPMK

Rata-rata IKM pemerintah kampung

Nilai Diharapkan dapat menjadi bahan penilaian terhadap unsur pelayanan yang masih perlu perbaikan dan pendorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan

NRR per unsur x 0,11 NRR per unsur merupakan jumlah nilai per unsur dibagi jumlah kuisioner yang diisi

Laporan Survey Kepuasan Masyarakat

(SKM)

DPMK

(17)

17 Tabel 5

Target Kinerja Indikator Kinerja Utama (IKU) DPMK Kabupaten Berau Tahun 2017-2021

Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Utama

Kondisi Awal Perencanaan

(2016)

Target Kinerja

2017 2018 2019 2020 2021 Meningkatkan

kemandirian masyarakat dan kampung guna mewujudkan kesejahteraan

Meningkatnya kemandirian masyarakat desa

Jumlah kampung tipologi berkembang

9 Kampung 12 15 18 21 24

Rata-rata IKM pemerintah kampung

80 80 80 80 80 80

2.3. Rencana Kerja Tahunan ( RKT )

Rencana Kerja Tahunan pada Tahun 2020 merupakan gambaran Program dan Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau. Adapun Rencana Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau Tahun 2020 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 6

Rencana Kerja Tahunan Tahun 2020

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau

No Sasaran Indikator Kinerja Satuan Target

1 Meningkatnya

kemandirian masyarakat desa

Jumlah kampung tipologi berkembang

Kampung 21

Rata-rata IKM pemerintah kampung

Nilai 80

2.4. Perjanjian Kinerja

Perjanjian Kinerja merupakan suatu dokumen perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan sumber daya yang dimiliki.

Dari uraian tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa Perjanjian Kinerja telah dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau dengan beberapa Program dan Kegiatan sebagaimana yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Tahun 2020 dengan tetap mengacu pada RPJMD Tahun 2017 – 2021.

Adapun dasar penyusunan Perjanjian Kinerja Tahun Anggaran 2020 antara lain digunakan untuk :

1. Meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur

2. Penilaian keberhasilan atau kegagalan suatu pencapaian tujuan dan sasaran organisasi 3. Tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur

4. Dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi

(18)

18 Tabel 7

Perjanjian Kinerja Tahun 2020

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1. Meningkatnya kemandirian masyarakat desa

Jumlah kampung Tipologi Berkembang 21 Rata – rata IKM Pemerintah Kampung 80

1. Program Penunjang Urusan Pemerintahan

Daerah Kabupaten/Kota Rp. 4.129.111.138,00 APBD

2. Program Penataan Desa Rp. 79.998.100,00 APBD 3. Program Peningkatan Kerjasama Desa Rp. 49.999.600,00 APBD 4. Program Administrasi Pemerintahan Desa Rp. 2.659.986.584,00 APBD

Pedesaan

5. Program Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat dan

Masyarakat Hukum Adat Rp. 1.764.998.909,00 APBD

Dalam Membangun Desa

(19)

19 BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan.

Akuntabilitas kinerja digunakan untuk menilai kemampuan setiap unit organisasi dalam melaksanakan mandat yang diberikan kepadanya oleh Kepala Daerah. Pelaksanaan mandat tersebut diwujudkan dalam prestasi kerja yang diukur berdasarkan tolok ukur keluaran dan hasil yang diperoleh atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya.

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah instrument bagi setiap Instansi Pemerintah dalam memenuhi kewajibannya untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.

Kinerja Instansi Pemerintahan adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran ataupun tujuan Instansi Pemerintahan sebagai penjabaran visi, misi dan strategi instansi yang bersangkutan, yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan.

Akuntabilitas Kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau disusun sebagai wujud pertanggungjawaban keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi.

Untuk menilai kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau maka ditetapkan indikator kinerja. Capaian indikator kinerja ini akan dinilai, dianalisis dan dievaluasi tingkat keberhasilannya. Analisa dan evaluasi yang dilakukan disajikan menurut sasaran yang ada dalam Rencana Strategis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau.

3.1. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Tahun Sebelumnya 3.1.1. Nilai hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja

Sehubungan dengan upaya menjaga kualitas hasil evaluasi dokumen

LkjIP perangkat daerah secara mandiri sesuai Keputusan Bupati Berau Nomor 483

Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi atas Implementasi Sistem

Akuntabilitas Kinerja Pemerintah secara Mandiri (self evaluation) perangkat

daerah di lingkungan Kabupaten Berau, Inspektorat Kabupaten Berau telah

melaksanakan Penjaminan Qualitas/Qualitas Assurance (QA) terhadap evaluasi

mandiri Implementasi SAKIP pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Kampung Kabupaten Berau Nomor : 700/03/Itkab.Adm tanggal 18 November

2020 dengan nilai sebagai berikut :

(20)

20

No Komponen yang Dinilai Bobot Hasil Evaluasi Keterangan

1 Perencanaan Kinerja 30 29,75

2 Pengukuran Kinerja 25 20,94

3 Pelaporan 15 12,58

4 Evaluasi Internal 10 7,23

5 Pencapaian Kinerja 20 13,56

Nilai Hasil Evaluasi 84,05

Tingkat Akuntabilitas Kinerja A Memuaskan

3.1.2. Tindak lanjut atas hasil Evaluasi Inspektorat Kabupaten Berau terhadap Laporan Hasil Evaluasi atas Implementasi Sistem AKIP.

Menindaklanjuti laporan hasil evaluasi mandiri Implementasi SAKIP pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau Nomor : 700/03/Itkab.Adm tanggal 18 November 2020 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau Tahun 2020, ada beberapa rekomendasi yang perlu dilakukan perbaikan antara lain :

1. Mendorong segenap tingkat manajemen di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau untuk mengimplementasikan metode dan rekomendasi atas rencana aksi.

Tindak lanjut :

Selanjutnya akan disampaikan kepada seluruh Kepala Bidang untuk merealisasikan rencana aksi yang sudah dibuat dan mengimplementasikannya.

2. Meningkatkan pendokumentasian unsur-unsur pendukung evaluasi LkjIP sebagai bukti impelementasi

Tindak lanjut :

Akan dilakukan pendokumentasian sebagai bukti implementasi

3. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan secara berkala agar kendala yang dihadapi dapat segera dirumuskan solusinya dan mendokumentasikan kegiatan evaluasi dan monitoring tersebut.

Tindak lanjut :

Untuk selanjutnya akan diadakan rapat sebagai evaluasi atas permasalahan yang dihadapi dan didokumentasikan seperti daftar hadir dan notulen rapat.

Selain itu, selama Tahun 2020 telah dilakukan penilaian untuk

pemberian penghargaan kepada ASN Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Kampung Tahun 2020 yang dianggap memenuhi kriteria berdasarkan Surat

Keputusan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten

Berau Nomor : 06 Tahun 2021 Tanggal 11 Januari 2021 tentang Pemberian

Penghargaan kepada ASN Teladan Tahun Anggaran 2020 di lingkungan Dinas

Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau atas nama Yudha

Salisthia, S.STP

(21)

21

3.2. Capaian Kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau

Capaian indikator kinerja dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indicator sasaran. Tingkat capaian kinerja masing- masing indicator disajikan pada pengukuran capaian kinerja sasaran strategis Tahun 2020.

Pengukuran kinerja prosesnya sistematis dan berkesinambungan dalam menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, arah kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya dilakukan pula analisis akuntabilitas kinerja yang menggambarkan keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan dengan program dan kegiatan.

Pengukuran dimaksud merupakan hasil penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indicator kinerja kegiatan yang berupa indicator-indikator masukan (input) dan keluaran (output). Penilaian tersebut tidak terlepas dari proses yang merupakan kegiatan mengolah masukan menjadi keluaran atau dalam proses penyusunan kebijakan program/kegiatan yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap pencapaian sasaran dan tujuan.

Pengukuran didasarkan pada hasil penilaian kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator masukan (input) dan keluaran (output). Hasil pengukuran kinerja yang dilengkapi dengan analisis dan evaluasi atas capaian kinerja disajikan dalam pelaporan kinerja. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan mewajibkan setiap penyelenggara Negara baik di pusat maupun di daerah untuk melakukan pengukuran mengenai realisasi fisik maupun keuangan setiap triwulan.

Pengukuran kinerja ini dilakukan dengan menghitung pencapaian kinerja dengan cara membandingkan antara rencana kinerja dengan realisasi ditinjau dari aspek masukan (input), keluaran (output), hasil (outcome), manfaat (benefit) maupun dampak (impact). Hasil pengukuran terhadap pencapaian komponen kinerja ini dituangkan kedalam formulir Rencana Strategis, Rencana Kerja Tahunan, Penetapan Kinerja, Pengukuran Kinerja dan Pengukuran Kinerja Kegiatan. Skala pengukuran kinerja tersebut dibuat dengan menggunakan skala pengukuran ordinal yaitu sebagai berikut :

No Skala Pengukuran Ordinal Kategori

1 85 - 100 Sangat Baik/Sangat Berhasil

2 70 - 85 Baik/Berhasil

3 55 - 70 Kurang Baik/KurangBerhasil

4 Kurang dari 55 Sangat Kurang Baik/Tidak Berhasil

(22)

22 Tabel 8

Pengukuran capaian kinerja

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Berau Tahun 2020

No Sasaran Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi

Capaian Kinerja (%)

1. Meningkatnya

kemandirian masyarakat desa

Jumlah kampung Tipologi Berkembang

Kampung 21 60 285,72

Rata – rata IKM Pemerintah Kampung

Nilai 80 84,17 105,22

3.3 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja

3.3.1. Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini

Pengukuran tingkat capaian kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau Tahun 2020 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator tujuan/sasaran.

Tahun 2020 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau telah menetapkan sasaran strategis yang akan dicapai, sasaran tersebut selanjutnya diukur dengan mengaplikasikan 2 (dua) Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas. Realisasi pada akhir Tahun 2020 menunjukkan bahwa tujuan/sasaran yang ada dapat dicapai dengan baik.

Dari Rencana Strategis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau Tahun 2017 – 2021 untuk perencanaan Tahun 2019 telah disusun dan ditetapkan melalui Rencana Kerja dan Rencana Kerja Tahunan, Penetapan Kinerja yang meliputi sasaran strategis, indikator kinerja dan targetnya untuk diimplementasikan berupa kebijakan, program dan kegiatan yang dilaksanakan guna mewujudkan sasaran strategis yang ditetapkan.

Kriteria pencapaian indikator kinerja dinyatakan berhasil adalah jika pencapaiannya melebihi 50%. Pengukuran capaian dan evaluasi kinerja kegiatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau adalah sebagai berikut :

Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini Tabel 9

Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2020

Tujuan/Sasaran Indikator Kinerja Target Realisasi % Meningkatnya

kualitas

pembangunan desa

Jumlah kampung Tipologi Berkembang

21 60 285,72

Rata-rata IKM Pemerintah Kampung

80 84,17 105,22

Untuk target indikator jumlah kampung Tipologi Berkembang dapat tercapai

melebihi target sebesar 285,72%. Hal ini menunjukkan peningkatan upaya perbaikan

(23)

23

status kampung yang didukung oleh berbagai faktor selain sumber daya aparatur kampung yang semakin membaik melalui sosialisasi dan Bimtek yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau juga didukung dengan semakin besarnya bantuan keuangan yang diterima kampung baik yang bersumber dari APBD yakni Alokasi Dana Kampung (ADK) maupun bantuan keuangan Dana Desa.

Salah satu tujuan jangka menengah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dan kampung guna mewujudkan kesejahteraan dengan sasaran meningkatnya kualitas pembangunan desa.

Berdasar Indeks Desa Membangun (IDM), status kemajuan dan kemandirian desa/kampung dijelaskan dengan klasifikasi yang diharapkan dapat memfasilitasi pemahaman tentang situasi dan kondisi kampung saat ini, serta bagaimana langkah kebijakan yang harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kehidupan kampung menjadi lebih maju dan mandiri. Cara klasifikasi tersebut tentu harus peka terhadap karakteristik kampung yang sangat beragam, bukan hanya dari segi fiisik geografis tetapi juga terkait nilai-nilai budaya dan tingkat prakarsa masyarakat desa.

Indeks Desa Membangun (IDM) yang dihasilkan dapat digunakan :

a. Sebagai basis data (base line) pembangunan desa/kampung yang menjadi dasar dalam menilai kemajuan dan kemandirian desa/kampung

b. Menjadi salah satu input (fokus) dalam perumusan isu-isu strategis dan permasalahan utama yang terkait dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa/kampung

c. Sebagai masukan dalam perumusan sasaran lokasi terkait dengan target pembangunan nasional

d. Sebagai instrument koordinasi antar Kementrian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan Desa/Kampung, guna efektifitas capaian sasaran pembangunan nasional.

Penetapan status kampung Tipologi Berkembang berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2020 sebanyak 60 kampung adalah sebagai berikut :

Tabel 10

Penetapan Kampung Mandiri melalui Pemutakhiran IDM Tahun 2020

NO

KAMPUNG SANGAT

JML TERTINGGAL JML BERKEMBANG JML MAJU JML MANDIRI JML

TERTINGGAL

1 Mapulu 1 Panaan 8 Merabu 5 0

Muara Lesan Merapun

Lesan dayak Merasa

Long Duhung Long Beliu

Long Lamcin Sido Bangen

Long Keluh

Long Pelay

Long Sului

2 0 0 Tunggal Bumi 4 Dumaring 5 Talisayan 1

Sumber Mulya Campur Sari

(24)

24

Purna Sari Jaya Bumi Jaya

Capuak Suka Murya

Eka Sapta

3 0 Long Lanuk 7 Pegat Bukur 3 Sei B. Bangun 3

Tumbit Dayak Tanjung.Perangat Gurimbang

Inaran Bena baru Sukan Tengah

Rantau Panjang

Suaran

Pilanjau

Pesayan

4 Long Laai 10 Gunung Sari 3 0

Punan Segah Harapan Jaya

Long Ayap Tepian Buah

Long Ayan

Punan Malinau

Punan Mahakam

Pandan Sari

Bukit Makmur

Batu Rajang

Siduung Indah

5 0 0 Birang 6 Tasuk 4 0

Samburakat Maluang

Merancang Ilir Sambakungan

Pulau Besing Merancang Ulu

Melaty Jaya

Batu- Batu

6 0 0 Pegat Batumbuk 1 Teluk Semanting 3 Tanjung Batu 1

Pulau Derawan

Kasai

7 0 0 Pan. Harapan 2 Biduk-Biduk 4 0

Teluk Sumbang Tj. Perepat

Tl. Sulaiman

Giring-Giring

8 0 0 Tumbit Melayu 2 0 Lab Jaya 2

Lab. Makarty Lab. Makmur

9 0 0 Tabalar Muara 5 Tubaan 1 0

Tabalar Ulu

Semurut,

Buyung-Buyung

Harapan Maju

Bohe Silian,

10 0 0 Payung Payung 4 0 0

Telukl. Alulu,

Teluk. Harapan

11 0 0 Kayu Indah, 4 Tembudan 2 Batu Putih 1

Lobang Kelatak Sumber Agung

Ampen Medang

Balikukup

12 0 0 Biatan Ulu 7 Biatan Lempake 1 0

(25)

25

Biatan Ilir

Karangan

Manunggal Jaya

Biatan Bapinang

Biatan Baru

Bkt Makmur

Jaya

0 1 60 31 8

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya.

Survey Indeks Kepuasan Masyarakat bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja unit pelayanan secara berkala sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas publik selanjutnya.

Pelayanan publik dewasa ini yang dilakukan oleh Aparatur Pemerintah masih banyak dijumpai kelemahan-kelemahan, sehingga belum dapat memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Hal ini ditandai dengan masih adanya berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media massa dan secara perorangan, sehingga dapat menimbulkan citra yang kurang baik terhadap Aparatur Pemerintah.

Buruknya kinerja pelayanan publik ini antara lain belum dilaksanakannya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Oleh karena itu, pelayanan publik harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel oleh setiap pelayanan Pemerintah, karena kualitas kinerja pelayanan publik memiliki implikasi yang luas dalam kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat antara lain banyaknya pengaduan atau keluhan dari masyarakat dan dunia usaha, baik melalui surat pembaca maupun media pengaduan lainnya, seperti prosedur dan mekanisme kerja pelayanan yang berbelit-belit, tidak konsisten, terbatasnya fasilitas, sarana dan prasarana pelayanan, sehingga tidak menjamin kepastian (hukum, waktu dan biaya) serta masih banyak jumpai praktek pungutan liar dan tindakan-tindakan yang berindikasi penyimpangan.

Dengan kata lain, penyelenggaraan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Aparatur Pemerintah dalam berbagai sector pelayanan, ternyata kinerjanya masih belum seperti yang diharapkan.

Sejauh ini, kinerja pelayanan umum Pemerintah di mata masyarakat masih

dipandang kurang memadai. Padahal di era otonomi daerah sekarang ini, lebih dekat dan

memahami kebutuhan masyarakat serta lebih bersifat melayani. Oleh karena itu, diperlukan

paradigma baru dan sikap mental yang berorientasi melayani, bukan dilayani. Selain itu,

diperlukan pula pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam melaksanakan

pelayanan itu sendiri.

(26)

26

Mengingat fungsi utama Pemerintah adalah melayani masyarakat, maka Pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai penerima pelayanan publik.

Dalam rangka mengevaluasi kinerja pelayanan publik, Pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat.

Oleh karena itu, pada Tahun 2020 telah dilakukan Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan pada unit pelayanan DPMK Kabupaten Berau. Dalam pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat dilakukan melalui Survey Kepuasan Masyarakat terhadap masyarakat dan aparat kampung yang menjadi sasaran utama dengan memberikan kuisioner untuk memberikan nilai atas pelayanan yang dilakukan oleh DPMK Kabupaten Berau. Dalam pengukuran Tahun 2020 diperoleh nilai rata-rata dari beberapa unsur pelayanan yaitu sebagai berikut :

Tabel 11

Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat Tahun 2020

No Unsur Pelayanan Nilai Rata-Rata Ket

U1 Persyaratan Pelayanan 3,400

U2 Sistem, Mekanisme dan Prosedur 3.463

U3 Waktu Penyelesaian 3.175

U4 Kedisiplinan 3.463

U5 Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan 3.450

U6 Kompetensi Pelaksana 3.563

U7 Perilaku Pelaksana 3.363

U8 Sarana dan Prasarana 3.413

U9 Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan 3.200

IKM Unit Pelayanan 84,17

Mutu Pelayanan B Baik

Analisis capaian kinerja sasaran merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Kerja.

Pengukuran pencapaian tingkat sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan.

Dan untuk indikator rata-rata IKM Pemerintah Kampung berdasarkan Survey Kepuasan Masyarakat berupa pelayanan kepada masyarakat dan pemerintah kampung telah melebihi target yang telah ditetapkan dengan realisasi 105,22% karena adanya peningkatan pelayanan oleh DPMK Kabupaten Berau yakni dalam hal pelayanan oleh aparatur DPMK Kabupaten Berau yaitu dalam hal Perilaku Pelaksana

3.3.2. Perbandingan realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu

Pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja dengan membandingkan antara

realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu.

(27)

27

Tabel 12

Realisasi Capaian Kinerja Tahun 2020 dan Tahun 2019

Sasaran Indikator Kinerja

Tahun 2019 Tahun 2020

Target Realisasi % Target Realisasi % Meningkatnya

kemandirian masyarakat desa

Jumlah kampung Tipologi Berkembang

18 55 305,56 21 60 285,72

Rata-rata IKM pemerintah kampung

80 83,59 104,49 80 84,17 105,22

Dari tabel diatas diperoleh hasil persentase realisasi capaian kinerja Tahun 2020 melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor antara lain :

- Pembinaan dan pendampingan kepada kampung-kampung yang dilaksanakan oleh DPMK Kabupaten bersama-sama dengan Tim Pendamping Profesional P3MD (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan Pejuang Sigap

- Tersedianya anggaran dari Pemerintah Kabupaten

Untuk target indikator jumlah kampung Tipologi Berkembang adalah 21 kampung dan dapat tercapai melebihi target yaitu sebanyak 60 kampung atau sebesar 285,72%. Hal ini menunjukkan peningkatan upaya perbaikan status kampung yang didukung oleh berbagai faktor selain sumber daya aparatur kampung yang semakin membaik melalui sosialisasi dan Bimtek yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau juga didukung dengan semakin besarnya bantuan keuangan yang diterima kampung baik yang bersumber dari APBD yakni Alokasi Dana Kampung (ADK) maupun bantuan keuangan Dana Desa.

3.3.3. Perbandingan realisasi kinerja sampai tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen Perencanaan Strategis Organisasi

Pengukuran pencapaian target kinerja didasarkan pada hasil pengukuran kinerja kegiatan Tabel 13

Capaian Realisasi Kinerja sampai dengan tahun ini dengan Target Jangka Menengah Renstra

Sasaran Indikator Kinerja

Realisasi Capaian Target Jangka Menengah

sd Tahun 2021

Persentase Realisasi sd Tahun 2020 Tahun

2018

Tahun

2019 Tahun 2020

Sampai dengan Tahun 2020 Meningkatn

ya

kemandirian masyarakat desa

Jumlah kampung Tipologi Berkembang

12 60 21 60 24 285,72

Rata-rata IKM pemerintah kampung

79,67 83,5 80 84,17 90 105,22

(28)

28

3.3.4. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, maka Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau menyusun Perjanjian Kinerja untuk mencapai keberhasilan target kinerja seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen Renstra.

Keberhasilan atau kegagalan pencapaian target kinerja sasaran program tidak terlepas dengan adanya sumber daya aparatur, sarana dan prasarana pendukung serta sumber dana pendukung kegiatan dari APBD Kabupaten Berau Tahun 2020 yang selaras dengan pencapaian target pada masing-masing kegiatan.

Peningkatan koordinasi dan komitmen yang jelas di lingkungan internal Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau dan eksternal (pemerintah Kampung) menjadi salah satu pendorong pencapaian target capaian kinerja selain adanya dukungan dan partisipasi masyarakat juga adanya dukungan anggaran, dapat dilihat sebagai berikut :

Pendukung keberhasilan capaian indikator kinerja terhadap Perjanjian Kinerja pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau

Perjanjian Kinerja DPMK didukung oleh Perjanjian Kinerja Eselon III

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian kinerja % 1. Peningkatan keberdayaan

masyarakat perdesaan

Jumlah LPM berpartisipasi aktif dalam pembangunan

100 99 99%

2. Pengembangan lembaga ekonomi perdesaan

Jumlah usaha ekonomi produktif masyarakat yang aktif

100 93 93%

3. Meningkatnya jumlah kampung yan berhasil dibina

Jumlah kampung yang dibina

100 90 90%

4. Terpenuhinya peningkatan kapasitas aparatur Pemerintah Desa

Persentase kampung yang

mampu menyusun

RPJMDes, RKPDes dan APBDes sesuai peraturan

60 60 60%

5. Peningkatan kualitas peran perempuan (TP-PKK) dalam proses pembangunan

Meningkatnya kualitas peran perempuan (TP-PKK) dalam proses pembangunan

13 12,70 97,70%

Perjanjian Kinerja Eselon III didukung oleh Perjanjian Kinerja Eselon IV

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian kinerja % I Peningkatan keberdayaan

masyarakat perdesaan

Jumlah LPM berpartisipasi aktif dalam pembangunan

100 LPM 99 99

1 Pendataan kampung yang menerima informasi program pemberdayaan masyarakat

Jumlah kampung yang menerima informasi hasil program pemberdayaan masyarakat desa

45 0 0

2 Terselenggaranya bulan bakti gotong royong masyarakat

Pencanangan bulan bakti gotong royong masyarakat

12 0 0

3 Tersedianya data profil kampung

Jumlah data profil kampung yang akurat

45 52 115,56

Referensi

Dokumen terkait

menyusun perencanaan penyelenggaraan pemerintahan dan anggaran di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan

(1) Bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa di bidang Pengelolaan Sumber

Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Potensi Masyarakat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala BAPERMASDES dalam memimpin, mengkoordinasikan

Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bahwa dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pemberdayaan social, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan harus

DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen telah melaksanakan fungsinya dalam hal pengawasan pembagian dana pemberdayaan masyarakat, walaupun tidak keseluruhan kampung-kampung

membantu Kepala Dinas dalam pelaksanaan fungsi manajemen dan pengelolaan sumber daya manajemen untuk melaksanakan tugas dan fungsi bidang pemberdayaan sosial dan penanganan

Sub Dinas Bina Kesehatan Hewan Dan Masyarakat Veteriner mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung dibidang

6 Menyiapkan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan 7 Melaksanakan tugas dinas lain yang diberikan atasan. Rincian tugas Kasubag