6 2.1. Konsep Dasar Program
2.1.1. Program
“Program merupakan suatu algoritma yang dituangkan kedalam bahasa komputer”. Pemrograman merupakan suatu proses implementasi urutan cara untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bahasa komputer/pemrograman.
Penulisan program umumnya memakai program editor yang sudah dipilih dan telah disediakan oleh bahasa pemrograman . (Fridayanthie & Charter, 2016).
2.1.2. Aplikasi
Aplikasi merupakan program yang sudah siap dijalankan / digunakan untuk melaksanakan fungsi bagi operator atau pengguna jasa serta penggunaan aplikasi yang dapat digunakan oleh sasaran yang akan dituju . Menurut kamus komputer eksekutif, aplikasi mempunyai arti yaitu pemecahan masalah yang menggunakan salah satu teknik pemrosesan data aplikasi yang biasanya berpacu pada sebuah komputansi yang diinginkan atau diharapkan maupun pemrosesan data yang di harapkan . (Andi, 2015) 2.1.3. Informasi
Informasi merupakan suatu hal yang penting untuk pengambilan sebuah keputusan dan merupakan data yang sudah diolah sehingga menjadi bentuk yang lebih penting atau berguna bagi penerimanya sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.
Menurut Gordon B Davis (2015:8) Informasi adalah pengolahan data menjadi bentuk penting bagi penerima dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan .
2.1.4. Sistem Informasi
Menurut Sutabri (2012:38) “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. (Lubis, 2016)
2.2. Tools Program
2.2.1. Sistem Informasi Approval Salery
Sistem Informasi Approval Salery merupakan sistem yang mengelola data dan melakukan proses kegiatan Approval salery yang melibatkan admin finance, Project Manager, Manager Mitra, Penggajian, dan atribut lainnya .Sistem Informasi Approval Salery melakukan kegiatan Approve Salery , Penginputan data PJS , Pembuatan PO . 2.2.2. Struktur Navigasi
Dalam pembuatan website, hal yang harus diperhatikan sebelum merancang tampilan web adalah pembuatan struktur navigasi. Adapun jenis struktur navigasi diantaranya sebagai berikut :
1. Linear
Pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan dari frame atau byte informasi yang satu ke yang lainnya.
Sumber : (Sukamto & Salahuddin, 2017)
Gambar II.1 Struktur Navigasi Linear
2. Hierarkis
Struktur dasar ini disebut juga struktur “linear dengan percabangan” karena pengguna melakukan navigasi disepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.
Sumber : (Sukamto & Salahuddin, 2017)
Gambar II.2 Struktur Navigasi Hierarkis 3. Nonlinear
Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terkait dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.
Sumber : (Sukamto & Salahuddin, 2017)
Gambar II.3 Struktur Navigasi Nonlinear
4. Komposit
Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas (secara nonlinear), tetapi terkadang dibatasi presentasi linear film atau informasi penting dan atau pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hierarki.
Sumber : (Sukamto & Salahuddin, 2017)
Gambar II.4 Struktur Navigasi Komposit 2.2.3. Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD (Entity Relationship Diagram) adalah model teknik pendekatan yang
menyatakan atau menggambarkan hubungan suatu model. Didalam hubungan ini tersebut dinyatakan yang utama dari ERD adalah menunjukan objek data (Entity) dan hubungan (Relationship), yang ada pada Entity berikutnya.
Menurut Simarmata (2010:67), “Entity RelationShip Diagram (ERD) adalah alat pemodelan data utama dan akan mambantu mengorganisasi data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas”. Proses memungkinkan analis menghasilkan struktur basis data dapat disimpan dan diambil secara efisien.
Simbol-simbol dalam ERD (Entity Relationship Diagram) adalah sebagai berikut:
a. Entitas: suatu yang nyata atau abstrak yang mempunyai karakteristik dimana kita akan menyimpan data.
b. Atribut: ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu.
c. Relasi: hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas.
d. Link: garis penghubung atribut dengan kumpulan entitas dan kumpulan entitas dengan relasi.(Majdah Zawawi1 and Noriah Ramli, 2016)
Sumber : (Diah Puspitasari, 2016)
Gambar II.5 Contoh ERD 2.2.4. Logical Record Structure (LRS)
Menurut Frieyadie (2007:13) menjelaskan bahwa LRS merupakan suatu hasil dari pemodelan Entity Relationship (ER) beserta dengan atributnya sehingga bisa terlihat hubungan-hubungan antar entitas yang ada. LRS bertujuan untuk menentukan kardinalitas, jumlah tabel dan foreign key (FK). Hal yang perlu diperhatikan untuk mengubah ERD kedalam bentuk LRS yaitu tingkat hubungan (cardinality) apakah 1:1, 1:M atau M:, Berikut contoh gambar dari Logical Record Structure (LRS) :
Sumber : (Hutapea & Muningsih, 2017) Gambar II.6 Contoh LRS
2.2.5. Studi Literatur atau Kajian Literatur
Dalam penelitian ini penulis memaparkan lima penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan yang akan diteliti tentang “Sistem Informasi Approval Salery New PJS pada PT.PMT” .
1. (Agustina & Titik, 2003) dalam jurnal yang berjudul “Peranan sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan guna mendukung ketetapan hasil penghitungan Gaji dan Upah “.
masalah dari jurnal tersebut yaitu adanya kesatuan fungsi antara perhitungan gaji
dengan fungsi pembayaran gaji , jika perusahaan semakin besar atau berkembang maka hal tersebut dapat mempersulit perusahaan karena berpeluang besar untuk memungkinkan terjadinya kecurangan.
Solusi dari jurnal tersebut Disarankan agar perusahaan meninjau kembali fungsi yang dijalankannya agar perangkapan fungsi yang terjadi dapat dihindari
2. (Haeruddin, 2017) dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh gaji dan insentif terhadap kinerja karyawan dan organisational citizenship behavior (OCB) pada hotel Grand Clarion di Makassar”
Masalah dari jurnal tersebut yakni karyawan yang menunjukkan kinerja tinggi
dan yang memiliki perilaku kewarga organisasian tingginya dapat membawa dampak negatif bagi keseimbangan Kerja dan Kehidupan pribadi (Work-Life Balance, WLB).
Solusi dari jurnal tersebut maka penelitian selanjutnya dapat berfokus pada hal
ini. Lebih jauh lagi, penelitian selanjutnya dapat menitikberatkan komparasi pada aspek gender serta hubungannya dengan OCB, karena karyawan wanita diyakini memiliki peluang terbesar mengalami konflik antara Kehidupan Kerja dan Kehidupan pribadi.
3. (Saputro et al., 2017) dalam jurnal yang berjudul “Sistem informasi penggajian karyawan pada PT.X berbasis web”
Masalah dari jurnal tersebut yakni Tampilan interface masih kurang, kelengkapan informasi kurang detail, cara kerja system agak sulit dipahami .
Solusi dari jurnal tersebut yakni Tampilan interface seharusnya dijadikan lebih
menarik, kelengkapan informasi diusahakan se detail mungkin agar tidak terjadi miss komunikasi , cara kerja system sebaiknya dibuat menjadi user friendly . 4. (Arif sanjani lukman, 2014) dalam jurnal yang berjudul “Rancang bangun sistem
informasi penggajian pegawai dan remunerasi jasa medis pada rumah sakit bedah surabaya”
Masalah dari jurnal tersebut yakni Meskipun program yang dipakai menjadikan
system yang tadinya manual menjadi sistematis tapi dari segi tampilan masih harus diperbaiki dan system nya rumit atau tidak mudah dipahami, sistem informasi penggajian pegawai dan remunerasi pada RS.Bedah surabaya tetapi masih non generate data absensi yang melakukan penghitungan berdasarkan beberapa variabel .
Solusi dari jurnal tersebut yakni berusaha memberikan tampilan semenarik
mungkin, jadikan sistem user friendly , dan usahakan sistem dapat meng generate data absensi dan melakukan penghitungan berdasarkan beberapa variabel yang telah ditetapkan sebelumnya sehingga menghasilkan laporan gaji yang diberikan untuk pegawai setiap bulannya.
5. (Leo, 2017) dalam jurnal yang berjudul “Sistem informasi penggajian karyawan pada CV.Alfiko putri samarinda berbasis local area network (LAN)”.
Masalah dari jurnal tersebut yakni Sistem ini belum terpantau apakah
keefektifannya bisa dipakai dan dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan , dikemudian hari atau hanya sebatas program yang dipakai saat ini saja , system nya masih sebatas offline .
Solusi dari jurnal tersebut yakni disaranka pihak-pihak yang berkepentingan
terhadap sistem tersebut lebih memperhatikan keefektifannya untuk mengetahui apakah kemudian hari diperlukan pengembangan dari sistem ini sesuai dengan perkembangan kebutuhan dari penggajian karyawan. Diharapkan pada sistem informasi penggajian karyawan ini dapat dibuat secara online(website) atau
berbasis android. Sistem yang diusulkan ini dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan sumber daya manusia dan teknologi yang ada
Dari Keseluruhan jurnal yang bertema kan salery (sistem gaji) maka terdapat perbedaan-perbedaan , berikut perbedaan diantara jurnal jurnal tersebut yaitu : jurnal pertama berjudul “Peranan sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan guna mendukung ketetapan hasil penghitungan gaji dan upah”,judul ke-2 berjudul “Pengaruh gaji dan insentif terhadap kinerja karyawan dan organisational Citizenship Behaviour (OCB) pada hotel Grand Clarion di Makasar”, jurnal ke-3 berjudul “Sistem informasi penggajian karyawan pada PT.X berbasis web”, jurnal ke-4 berjudul “Rancang bangun sistem informasi penggajian pegawai dan remunerasi jasa medis pada rumah sakit bedah Surabaya”, jurnal ke-5 berjudul :”Sistem Informasi penggajian karyawan pada CV.Alfiko putri Samarinda berbasis Local Area Network (LAN), tentunya sangat berbeda dari ke-5 jurnal tersebut dari segi judul, jurnal pertama dari segi program menekankan pada pemisahan fungsi yang memadai, dan memiliki pembagian tugas dan tanggungjawab yang jelas, yang disertai dengan adanya uraian tugas yang jelas sehingga setiap bagian dalam perusahaan dapat menjalankan fungsinya dengan baik tanpa adanya perangkapan fungsi.untuk jurnal yang ke-2 menekankan pada kinerja tinggi dan yang memiliki perilaku kewargaorganisasian tingginya dapat membawa dampak negatif bagi keseimbangan Kerja dan Kehidupan pribadi (Work-Life Balance, WLB), sebagaimana yang dikemukakan oleh Haeruddin dan Natsir (2016) dan Deery, Rayton, Walsh, dan Kinnie (2016); maka penelitian selanjutnya dapat berfokus
pada hal ini. Lebih jauh lagi, penelitian selanjutnya dapat menitikberatkan komparasi pada aspek gender serta hubungannya dengan OCB, karena karyawan wanita diyakini memiliki peluang terbesar mengalami konflik antara Kehidupan Kerja dan Kehidupan pribadi sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Hasibuan (2006) dan Armstrong dan Taylor (2014). Jurnal yang ke-3 menekankan pada Sistem penggajian karyawan pada PT.X menggunakan bantuan dari bank dengan cara perusahaan memberkan surat kepada bank untuk mentransfer gaji ke setiap rekening karyawan. Perhitungan gaji dilakukan secara manuala untuk setiap divisi karyawan yang dilakukan oleh Human Resource Departement. Berikut adalah cara untuk menghitung gaji setiap karyawan pada PT. X :
Gaji pokok + Transport + Uang makan + Insentive atau bonus (sales) – BPJS – PPh21 – Pinjaman Karyawan.
Perusahaan ini tidak ada kebijakan untuk uang lembur karena perusahaan ini tidak menyediakan jam lembur untuk semua karyawan. Jika ada pekerjaan yang belum diselesaikan maka akan dikerjakan pada hari berikutnya. Jadi pada proses sistem penggajian tidak ada tambahan untuk uang lembur.
Jurnal ke-4 menekankan pada : Aplikasi ini telah dapat mengeluarkan ,output sesuai dengan yang diinginkan oleh departemen HRD dan keuangan berupa report penggajian, slip gaji dan biaya remunerasi jasa medis. Hal ini berarti semua proses yang terjadi sebelum proses cetak report seperti modul master,
penjadwalan shift pegawai, verifikasi shift pegawai, import log pegawai, dan verifikasi overtime juga telah dapat dijalankan dengan baik.
Jurnal ke-5 menekankan pada : Sistem Informasi Penggajian Karyawan menggunakan Visual Basic 6.0 melalui tahapan analisis, desain, pengkodean, dan pengujian. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan Black Box dan White Box, program dapat bekerja sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Program juga dapat diakses dalam jaringan lokal ( komputer ke komputer lain ) untuk mempermudah penginputan data.