• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Psychological Well Being pada Remaja Motherless dan Fatherless - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbedaan Psychological Well Being pada Remaja Motherless dan Fatherless - Ubaya Repository"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

xviii

Giovanny Yapazil (5120022), Perbedaan Psychological Well Being Pada Remaja Motherless dan Fatherless. Skripsi. Sarjana Strata 1. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, Laboratorium Psikologi Klinis (2016).

INTISARI

Peran dan dukungan orang tua sangat dibutuhkan dalam proses pencarian jati diri remaja. Adanya perubahan struktur keluarga dapat berdampak pada proses pencarian jati diri tersebut yang dapat memengaruhi psychological well being remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan psychological well

being remaja motherless dan fatherless. Jumlah subjek penelitian ini 95 remaja

berusia 12 hingga 18 tahun, yaitu 40 remaja motherless dan 55 remaja fatherless. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan nonprobability

sampling dan accidental sampling. Data diperoleh melalui angket psychological

well being dari Abbot et al, yang terdiri dari 42 item pernyataan dan diolah

menggunakan uji beda Independent-Sample T Test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan psychological

well being pada remaja motherless dan fatherless (sig = 0,608, p > 0,05).

Peneltian ini juga mendapatkan bahwa tingkat psychological well being remaja

motherless dan fatherless tergolong cukup ke arah tinggi. Selain itu, ditemukan

bahwa tidak ada asosiasi antara psychological well being dengan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan tahun orang tua meninggal, dikarenakan karakteristik subjek penelitian memiliki banyak kesamaan. Bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk mencari subjek penelitian secara lebih variatif.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat modul yang mampu mengembangkan kesejahteraan psikologis ( psychological well-being ) pada mahasiswa perfeksionis..

Saran untuk penelitian selanjutnya, bisa menguji hubungan antara variabel lainnya yang turut memengaruhi psychological well being dengan menggunakan subjek yang berasal dari

Kondisi psychological well-being remaja yang diasuh dengan pola asuh neglectful menunjukan perbedaan signifikan daripada tiga pola asuh yang lain (authoritative,

Hasil penelitian ini menunjukkan hasil adanya hubungan yang positif dan signifikan antara emotional intelligence dengan psychological well-being pada remaja

diadaptasiolehWahyu (2015) danRyff Psychological Well Being Scale yang diadaptasiolehAbdillah (2016).Data yang diperolehdianalisisdenganteknikkorelasi

Hal ini ditunjang dengan hasil pengujian tabulasi silang antara dukungan keluarga dengan psychological well being yaitu responden yang terlibat dalam penelitian ini

Dengan adanya berbagai persoalan tersebut dapat diketahui terdapat beberapa aspek di dalam psychological well- being yang tidak terpenuhi pada remaja yang berada

Dari pernyataan para ahli di atas dapat disimpulkan kesejahteraan psikologis psychological well-being merupakan keadaan psikologis yang positif pada diri individu ditandai dengan