PEMILIHAN BAHASA DALAM JUAL BELI
DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN WINONG
KABUPATEN PATI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
Disusun oleh Agus Sudono A.4C008001
Telah disetujui oleh Pembimbing Penulisan Tesis pada tanggal 13 Agustus 2011
Pembimbing
Drs. Suharyo, M.Hum. NIP 196107101989031003
Ketua Program Studi Magister Linguistik
Prof. Dr. Sudaryono, S.U. NIP 195105281979031001
TESIS
PEMILIHAN BAHASA DALAM JUAL BELI
DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN WINONG
KABUPATEN PATI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
Disusun oleh
Agus Sudono A.4C008001
Telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Tesis pada tanggal 22 Agustus 2011 dan dinyatakan diterima
Ketua Penguji
Drs. Suharyo, M.Hum. ____________________
Penguji I
Drs. Catur Kepirianto, M.Hum. ____________________
Penguji II
J. Herudjati Purwoko, Ph.D. ____________________
Penguji III
Drs. Oktiva Herry Chandra, M.Hum. ____________________
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri
dan di dalamnya tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh
gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya.
Pengetahuan yang diperoleh dari hasil penerbitan maupun yang belum/tidak
diterbitkan sumbernya disebutkan dan dijelaskan di dalam teks dan daftar pustaka.
Semarang, 22 Agustus 2011
Agus Sudono A.4C008001
PRAKATA
Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan
semesta alam, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya yang tak
terhingga. Dengan rahmat-Nya pula penulis dapat menyelesaikan tesis yang
berjudul ”Pemilihan Bahasa dalam Jual Beli di Pasar Tradisional Kecamatan
Winong, Kabupaten Pati: Kajian Sosiolinguistik” ini. Dalam penyelesaian tesis ini
penulis memperoleh bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini, dengan rendah hati dan tulus ikhlas, penulis mengucapkan terima
kasih kepada pihak-pihak sebagai berikut.
Pada kesempatan paling awal penulis mengucapkan terima kasih kepada
Drs. Suharyo, M.Hum. selaku pembimbing yang sabar dan tekun membimbing
penulis untuk menyelesaikan tesis ini. Terima kasih juga penulis sampaikan
kepada Prof. Dr. Sudaryono, S.U. dan Dra. Deli Nirmala, M.Hum. selaku Ketua
dan Sekretaris Program Studi Magister Linguistik Universitas Diponegoro yang
memberikan kesempatan kepada penulis untuk seluas-luasnya belajar ilmu
linguistik serta Drs. Catur Kepirianto, M.Hum., J. Herudjati Purwoko, Ph.D., dan
Drs. Oktiva Herry Chandra, M.Hum. selaku penguji yang memberikan masukan,
saran, dan kritik pada saat ujian.
Selanjutnya penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak
sebagai berikut.
1. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian
Pendidikan Nasional, yang memfasilitasi studi penulis.
2. Kepala Balai Bahasa Semarang, Drs. Widada, M.Hum., yang mengizinkan
dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk belajar di Program Studi
Magister Linguistik Universitas Diponegoro sampai selesai.
3. Kepala pengelola Pasar Winong, Kabupaten Pati, yang mempersilakan
penulis blusukan di Pasar Winong dan memberikan data-data yang penulis
perlukan.
4. Mbak Ambar dan Mas Ahlis yang membantu penulis dengan pelayanan
prima di Program Magister Linguistik Universitas Diponegoro.
5. Teman-teman petugas Perpustakaan Balai Bahasa Semarang dan
Perpustakaan Balai Bahasa Yogyakarta yang meminjami buku-buku yang
penulis butuhkan.
6. Teman-teman seangkatan Program Studi Magister Linguistik Universitas
Diponegoro selaku teman diskusi yang memberikan inspirasi dan semangat.
7. Rekan-rekan sekantor Balai Bahasa Semarang yang turut membantu dan
memotivasi penulis.
Penulis juga menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada
keluarga dan pihak-pihak berikut atas doa dan dukungannya sehingga penulis
dapat menyelesaikan studi ini.
1. Bapak-Ibu serta Bapak-Ibu mertua (alm.) yang telah mendewasakan dan
membimbing penulis.
2. Istri tercinta, Lukluul Maknun, dan kedua anak terkasih, Aisha Kamila
Gussaldy dan Ektada Biahmad Gussaldy, yang rela dan tulus meski terkurangi
hak-hak kebersamaannya.
3. Kakak, adik, dan saudara-saudara yang telah memberikan semangat kepada
penulis.
Terakhir, kepada semua pihak yang telah penulis sebutkan dan yang tidak
dapat penulis sebutkan satu per satu, penulis merasa sangat berhutang budi.
Semoga Allah SWT membalas semua budi baik tersebut dengan kebaikan yang
berlipat ganda. Amin.
Tak ada gading yang tak retak. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih
jauh dari sempurna. Untuk itu, masukan dan saran yang bermanfaat sangat penulis
harapkan. Akhirnya, penulis berharap tulisan ini berguna bagi pembaca.
Semarang, 13 Agustus 2011
DAFTAR ISI
Halaman
PERSETUJUAN... ii
PENGESAHAN... iii
PERNYATAAN... iv
PRAKATA ... v
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR SINGKATAN ... xiii
DAFTAR TABEL DAN DIAGRAM... xiv
INTISARI... xv
ABSTRACT... xvi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah ... 1
B. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 9
C. Ruang Lingkup Penelitian ... 10
D. Metode dan Langkah Kerja Penelitian ... 10
Landasan Teori ... 11
Definisi Operasional ... 17
E. Sistematika Penulisan ... 19
BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 21
A. Penelitian Sebelumnya ... 21
B. Landasan Teori... 26
1. Ancangan Sosiolinguistik dalam Pemilihan Bahasa... 26
2. Kedwibahasaan dan Diglosia... 29
3. Konsep Ranah Penggunaan Bahasa... 34
4. Pemilihan Bahasa... 35
a.Variasi Pilihan Bahasa... 36
1) Tunggal bahasa... 36
2) Alih Kode... 36
3) Campur Kode... 39
b. Faktor Pemilihan Bahasa ... 40
5. Tingkat Tutur Bahasa Jawa ...48
6. Fungsi Bahasa ...49
7. Pasar Tradisional ...52
BAB III METODE PENELITIAN... 56
A. Jenis Penelitian... 56
B. Lokasi Penelitian... 57
C. Sumber Data... 58
1. Subjek Penelitian... 58
2. Aktivitas yang Diamati... 58
3. Dokumen ... 58
D. Populasi dan Sampel... 59
1. Populasi... 59
2. Sampel... 59 E. Metode Pengumpulan Data... 59
F. Validitas Data... 61
G. Satuan Analisis Data... 63
H. Metode Analisis Data... 63
I. Metode Penyajian Analisis Data... 64
BAB IV PEMILIHAN BAHASA DALAM JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN WINONG, KABUPATEN PATI65 A. Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Winong, Kabupaten Pati... 65
B. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati 67 C. Asal Mula Terjadinya Kota Pati... 71
D. Wujud Kode Pilihan Bahasa dalam Jual Beli di Pasar Winong... 74
1. Kode yang Berwujud Bahasa... 74
a. Bahasa Jawa... 75
b. Bahasa Indonesisa... 79
2. Kode yang Berwujud Tingkat Tutur... 82
a. Tingkat Tutur Ngoko... 83
b. Tingkat Tutur Krama... 87
3. Kode yang Berwujud Ragam... 91
4. Kode yang Berwujud Dialek... 96
a. Bahasa Jawa Dialek Pati... 97
b. Bahasa Jawa Standar... 104
E. Variasi Pilihan Bahasa dalam Jual Beli di Pasar Winong... 107
1. Tunggal Bahasa... 107
2. Alih Kode... 110
a. Alih Kode dari Bahasa Jawa Ngoko ke Bahasa Jawa Krama... 110
b. Alih Kode dari Bahasa Jawa Krama ke Bahasa Jawa Ngoko... 113
3. Campur Kode... 116
a. Macam Campur Kode... 116
1) Campur Kode Bahasa Indonesia dalam Bahasa Jawa Ngoko... 116
2) Campur Kode Bahasa Indonesia dalam Bahasa Jawa Krama. . 117
3) Campur Kode Bahasa Jawa Ngoko dalam Bahasa Jawa Krama 118 4) Campur Kode Bahasa Jawa Krama dalam Bahasa Jawa Ngoko 119 b. Bentuk Campur Kode... 120
1) Campur Kode Berbentuk Kata... 120
2) Campur Kode Berbentuk Frasa... 122
3) Campur Kode Berbentuk Baster... 123
F. Pola Pilihan Bahasa dalam Jual Beli di Pasar Winong... 124
G. Faktor-faktor yang Memengaruhi Pemilihan Bahasa dalam Jual Beli di Pasar Winong... 128
1. Status sosial... 128
2. Usia... 130
3. Tingkat Keakraban... 132
4. Tujuan Tutur... 135
5. Kehadiran Peserta Tutur Lain (Orang Ketiga)... 137
6. Pokok Tutur... 138
H. Fungsi Bahasa dalam Jual Beli di Pasar Winong... 144
Bab V SIMPULAN DAN SARAN... 149
A. Simpulan... 149
B. Saran... 153
DAFTAR PUSTAKA ... 155
LAMPIRAN DATA... 159
LAMPIRAN FOTO... 161
DAFTAR SINGKATAN
PW : Pasar Winong Pj : Penjual Pb : Pembeli
PT : Peristiwa Tutur AK : Alih Kode CK : Campur Kode BJK : Bahasa Jawa Krama BJM : Bahasa Jawa Madya BJN : Bahasa Jawa Ngoko RR : Ragam Ringkas RL : Ragam Lengkap
BJDP : Bahasa Jawa Dialek Pati BJS : Bahasa Jawa Standar BIF : Bahasa Indonesia Formal BINF : Bahasa Indonesia Nonformal
DAFTAR TABEL DAN DIAGRAM
No. Judul Tabel dan Diagram Halaman
1. Jumlah dan persentase kode yang digunakan berdasarkan pada variasi pilihan bahasa di masing-masing lokasi peris-tiwa tutur
124
2. Pemilihan Bahasa Berdasarkan pada Variasi Pilihan Bahasa 125
INTISARI
Aspek-aspek kebahasaan dan konteks sosial di luar kebahasaan dikaitkan dengan kondisi kebahasaan di Indonesia merupakan topik yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud kode pilihan bahasa, menjelaskan variasi pilihan bahasa, menemukan pola pilihan bahasa, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan bahasa, dan mendeskripsikan fungsi bahasa dalam jual beli di Pasar Winong (PW), Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial dalam kerangka kajian sosiolinguistik. Data penelitian ini adalah tuturan lisan penjual dan pembeli di pasar tradisional tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah penjual dan pembeli di PW. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan observasi, rekaman, dan wawancara.
Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut. Pertama, kode yang berwujud bahasa dalam jual-beli di PW terdiri atas (a) bahasa Jawa dan (b)) bahasa Indonesia. Kode yang berwujud tingkat tutur terdiri atas bahasa Jawa ngoko, madya, dan krama. Kode yang berwujud ragam (style) terdiri atas ragam lengkap (elaborated code) dan ragam ringkas (restricted code). Kode yang berwujud dialek terdiri atas bahasa Jawa dialek Pati dan bahasa Jawa standar. Kedua, variasi pilihan bahasa dalam jual beli di PW berupa tunggal bahasa, alih kode, dan campur kode. Pilihan tunggal bahasa ditemukan pada penggunaan bahasa Jawa ngoko dan bahasa Jawa krama. Alih kode mencakupi alih kode dari bahasa Jawa ngoko ke bahasa Jawa krama dan alih kode dari bahasa Jawa krama ke bahasa Jawa ngoko. Variasi pilihan bahasa yang berupa campur kode meliputi campur kode bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa ngoko, campur kode bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa krama, campur kode bahasa Jawa ngoko dalam bahasa Jawa krama, dan campur kode bahasa Jawa krama dalam bahasa Jawa ngoko. Campur kode tersebut berbentuk kata, frasa, dan baster. Ketiga, pola pilihan bahasa dalam jual beli di PW mencakupi: pilihan tunggal bahasa Jawa ngoko cenderung dipilih Pj dan Pb di PW sebesar 70%, bahasa Jawa madya 7,5%, dan bahasa Jawa krama 22,5%. Ragam ringkas cenderung dipilih sebesar 97,5%,
sedangkan ragam lengkaphanya 2,5%. Bahasa Jawa dialek Pati cenderung dipilih sebesar 75%, sedangkan bahasa Jawa standar hanya 25%. Adapun kecenderungan variasi pilihan campur kode lebih banyak daripada alih kode, yaitu 17 peristiwa tutur berbanding 11 peristiwa tutur. Keempat, faktor-faktor yang menentukan pemilihan bahasa dalam jual beli di PW meliputi: (1) status sosial, (2) usia, (3) tingkat keakraban, (4) tujuan tutur, (5) kehadiran peserta tutur lain (orang ketiga), dan (6) pokok tutur. Kelima, fungsi bahasa dalam jual beli di PW mencakupi fungsi informatif, fungsi ekspresif, fungsi direktif, dan fungsi fatis.
Kata kunci: faktor, kode, pasar tradisional, pemilihan bahasa, dan variasi
ABSTRACT
Agus Sudono: The Language Choice in Purchasing in Traditional Market Kecamatan Winong, Kabupaten Pati: An Sociolinguistics Study. Thesis: Post Graduate Programme Diponegoro University, 2011.
The language aspects and social context outside of the language which are related to the language condition in Indonesia are very interesting topic to be stud-ied. The research is aimed to describe the language choice codes, to explain the language choice variations, to find out the language choice patterns, to identify the factors that influence the language choice, and to describe the language functions of purchasing in Pasar Winong (PW), Kabupaten Pati. This research uses linguis-tics, sociology, anthropology and social psychology approach; in a frame of soci-olinguistics study. The data of this research are utterance of the sellers and the buyers in traditional market of PW. The sources of the data are the sellers and the buyers in PW. The data were collected using the methods of observation, record-ing, and interview. The data were analyzed by using contextual-sociolinguistics approach.
This results of the research are as follows. First, the codes of the language in purchasing in PW are: (a) Javanese and (b) Indonesian languages. The codes of speech level consist of ngoko, madya, and krama. The codes of style consist of elaborated code and restricted code. The codes of dialect consist of Pati dialect Ja-vanese and standard JaJa-vanese. Second, the variations of the language choice in purchasing in PW are single language choice, code-switching, and code-mixing. The single language choice was found in the use of ngoko-Javanese, and krama-Javanese language. The code-switching includes the switching from ngoko -Ja-vanese to krama-Javanese and from krama-Javanese to ngoko-Javanese. The vari-ations of the language choice of the code-mixing include the code-mixing of In-donesian language in ngoko-Javanese, Indonesian language in krama- Ja-vanese, ngoko-Javanese in krama-Javanese, and krama-Javanese in ngoko-
vanese. The code-mixing is found in the levels of word, phrase, and baster. Third, the language choice patterns in purchasing in PW are: the single language of ngoko-Javanese tends to be chosen by the sellers and the buyers as much as 70%, madya-Javanese 7.5%, and krama-Javanese 22.5%. The restricted code tends to be used as much as 97.5 %. However, the elaborated code is only 2.5%. Pati di-alect Javanese tends to be used as much as 75%, but the standard Javanese is only 25%. The code-mixing tends to be used more than the code switching that is 17 compare to 11 speech events. Fourth, the factors that determine the language choice in purchasing in PW are: (1) social status, (2) age, (3) the closeness be-tween the buyers and the sellers, (4) end of speech, (5) other participant (third per-son), and (6) subject matter. Fifth, the language functions found in purchasing in PW are: informative, expressive, directive, and phatic.
Keywords: factors, code, traditional market, language choice, and variations