• Tidak ada hasil yang ditemukan

DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL DAN UPAYA PENCEGAHANNYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL DAN UPAYA PENCEGAHANNYA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL DAN UPAYA

PENCEGAHANNYA

(Tela’ah Psikologi dan Tasawuf)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S.1) Dalam Ilmu Ushuluddin Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi (TP)

Oleh:

MUH FAHRUDI

410110 4

FAKULTAS USHULUDDIN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

(2)

xiii

DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL DAN UPAYA

PENCEGAHANNYA

(Tela’ah Psikologi dan Tasawuf)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S.1) Dalam Ilmu Ushuluddin Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi (TP)

Oleh:

MUH FAHRUDI

410110 4 Semarang, 28 Juni, 2006 Disetujui oleh Pembimbing I

Dra. Hj. Fatimah Usman, M.Si. NIP.150 222 109

(3)

PENGESAHAN

Skripsi saudara MUH. FAHRUDI Nomor Induk 4101104 telah dimunaqosah oleh dewan penguji skripsi Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang. Pada Tanggal:

31 JULI 2006

Dan telah diterima serta disyahkan sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana Strata Satu (S1) dalam Ilmu Ushuluddin Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi (TP).

Dekan Fakultas/ Ketua Sidang

Drs. Zainul Arifin, M.Ag

NIP. 150 263 041

Pembimbing I Penguji I

Dra. Hj. Fatimah Usman, M.Si. Drs. Ali Saifudin, M.Ag NIP.150 222 109 NIP.150 260 200

Penguji II

Drs. Ahmad Suriadi, M.A NIP. 150 263 849

Sekretaris Sidang

Dra. Hj. Fatimah Usman, M.Si. NIP.150 222 109

(4)

xv

M O T T O

ﻰِﻓ ﱠﻥِﺇﻭﺎﹶﻟﹶﺍ

ﺪﺴﺠﹾﻟﺍ ﺪﺴﹶﻓ ﺕﺪﺴﹶﻓﺍﹶﺫِﺍﻭ ﻪﱡﻠﹸﻛﺪﺴَََﹶﳉﺍ ﺢﹸﻠﺻ ﺖﺤﹸﻠﺻﹶﺫِﺍ ﹰﺔﻐﻀﻣ ِﺪﺴﹶﳉﹾﺍ

ﻪﱡﻠﹸﻛ

,

ﺎﹶﻟﹶﺍ

,

ﺐﹾﻠﹶﻘﻟﹾﺍ ﻲِﻫﻭ

)

ﻢﻠﺴﻣﻭ ﻯﺭﺎﺨﺒﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ

(

1

“Ketahuilah, di dalam jasad manusia ada suatu mudghah (segumpal daging). Apabila kondisinya baik, akan baik pula semua jasad (manusia). Apabila kondisinya memburuk, akan buruk pula semuanya jasad, ketahuilah mudghah itu adalah hati” (HR. Imam Muslim).

1 Imam Abi’Abdillah Muhammad Ibn Ismail Ibn Ibrahim Ibn Mughiroh Ibn Mardzizabah

(5)

PERSEMBAHAN

Skripsi Ini Hanya Aku Persembahkan Kepada Orang yang

Sangat Aku Cintai

:

‰

Kedua orang tua

: Bapak Masrukin dan Ibu Zubi’ah

‰

Embah

: Siti Khotijah dan Almarhum Gisan

‰

Kakak dan adik : Eko Ma’ruf , S.Ag dan Eli Fatkah

‰

Kakak Ipar

: Nurul Lihayati, S.Ag

‰

Keponakan :

Rida

‰

Istriku

:……….?

“Hanya kepadamulah aku selalu berdoa kepada Allah SWT

Semoga Allah SWT memberikan segala yang Dia punya,

karena begitu besar jasa dan pengorbanan yang telah

engkau berikan kepada ku”

(6)

xvii

KATA PENGANTAR

ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﲪﺮﻟﺍ ﷲﺍ ﻢﺴﺑ

“Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” Puji Syukur senantiasa aku panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan kepada-ku, cinta dan kasih sayang-Nya, serta segala

nikmat-nikmatnya yang teiah diberikan kepada-ku Pengasih lagi Maha Penyayang, bahwa atas segala petunjuk dan hidayah-Nya.

Shalawat serta Salam senantiasa kucurahkan kepada satu-satunya Nab; yang secara sukarela memberikan syafa'at kepada umatnya kelak di hari kiamat, sehingga bisa masuk surga bersamanya (Muhammad SAW). Dan juga berkat kepedulian beliau terhadap umatnya dalam mengentaskan kebodohan dan perilaku-perilaku jahiliyah yang dapat menyesatkan manusia, berkat jasa beliau tersebut, penulis sangat berterima kasih, sehingga penulisan dapat merasakan akan nikmatnya mencari Ilmu, yang pada akhirnya mampu membuat dan menyelesaikan penvusunan skripsi ini,

Skripsi yang berjudul “Deteksi dini gangguan mental dan upaya pencegahannya: Telaah psikolagi dan Tasawuf “. Disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana strata satu (S. 1) Fakultas Ushuluddin Institut agama Islam negeri (IAIN) Walisongo Semarang.

Dalam proses penulisan skripsi, penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan serta saran-saran dari berbagai pihak, baik moral maupun material sehingga penulisan skripsi ini dapat selesai. Untuk itu sudah sepatutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak, Ibu dan Embah serta segenap keluarga tercinta, yang telah mencurahkan semua kasih-sayang, pengorbanan dan berkat do’anya. Penulis dapat menyelesaikan tugas belajar sampai akhir yakni dengan diperolehnya gelar sarjana.

2. Yang terhormat Bapak Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA. Selaku Rektor IAIN Walisongn Semarang.

(7)

3. Yang terhormat Bapak Drs. H. Ridin Sofwan, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo.

4. Pembantu Dekan I, (Dr. Abdul Muhaya, M.A) ) PD. II (Drs. Tafsir, M.Ag), dan III (Drs. Zainul Arifin, M.Ag) , Serta wali Studi (Hasan As’ari Ulama’I, M.Ag) yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan pada saat belajar.

5. Kepala dan Sekretaris Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang.

6. Dra. Hj. Fatimah Ustman, M. S. i, selaku dosen pembimbing, dengan penuh keikhlasannya telah bersedia menyisihkan waktu, tenaga dan pikirannya yakni, berkenan memberika.n bimbingan dan pengarahan serta rnemberikan motivasi dalam penyusunan skripsi ini, sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.

7. Seluruh bapakt ibu dosen pengajar di lingkungan Fakultas Ushuiuddin IAIN Walisongo Sernarang, yang tniah mernbekali berbagai ilmu pengetahuan sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini.

8. Bapak Imam Suyuti, B.A, Zainul Adzvar, M.Ag, Sulaiman M.Ag, In'am selaku pengelola perpustakaan, dan teman-teman LFC Fakultas Ushuluddin yang telah metnberikan ijin dan pelayanan kepustakaan yang saya perlukan selama proses penyusunan skripsi.

9. Berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, atas segala jasa dan bantuannya baik moril maupun materiil selama proses penyusunan penelitian untuk penulisan skripsi ini.

Sebagai kata akhir penulis hanya bisa berdoa semoga bantuan dari semua pihak bisa menjadi amal salsh, sehingga memperoleh imbalan yang seti€npal dari Allah SWT. Amien.

Semarang; 22 Jli 2006 Penulis

(8)

xix

ABSTRAKSI

Sebelum manusia mengenal dunia modern, bukan bearti manusia tidak terpengaruh oleh hal-hal yang dapat merusak dan mengganggu kondisi kesehatan mental. Gangguan mental telah ada sebelum manusia mengenal dunia modern. Pada masa prasejarah manusia telah mengenal gangguan mental atau gangguan jiwa. Pada masa itu gangguan mental dipahami sebagai bentuk kutukan dan hukuman dari Tuhan atau orang menderita gangguan mental itu akibat kerasukan makhluk halus, kemasukan ruh jahat ataupun yang sejenisnya.

Seiring perkembangan zaman penderita ganguan mental tidak berkurang malahan semakin bertambah besar jumlahnya. Untuk melihat prosentase para penderita gangguan mental, sebagaimana survei yang dilakukan oleh SEA (Survey Epidemologis Area)sebuah studi epedimologi psikiatri terkenal di Amerika Serikat menginformasikan bahwa sekitar 20% orang dewasa mengalami ganggua mental. Terdiagnosis setiap tahunnya 30% dari orang dewasa pernah mengalamai ganguan mental pada satu saat dalam hidupnya.

Di indonesia hasil uji Statistik yang dilakukan oleh Kesehatan Mental Rumah Tanga dan survei Direktorat Departemen Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan, mencatat bahwa hampir 34,4% masyarakat indonesia menderita ganguan mental baik yang sifatnya ringan (neurosis) maupun yang sifatnya berat (psychois). Dan ini diperkirakan terus meningkat setiap tahunnya.

Apalagi pada masa kini dengan makin berkembangnya dunia modern dan makin pesatnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, seseorang makin sensetif atau akan lebih mudah terganggu mentalnya. Karena seseorang dihadapkan pada satu kenyataan yang semakin pelik dalam kehidupannya. Seperti perubahan sosial yang serba cepat (rapid social change), kondisi negara yang tidak setabil, krisis ekonomi, krisis moneter, makin tajamnya persaingan hidup dan makin gencarnya arus globalisasi. Hal inilah yang memicu seseorang dituntut untuk bekerja keras agar dapat menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Dan apabila tidak mampu menyesuaikan, maka tidak menutup kemungkinan seseorang akan mudah terganggu mentalnya.

Perlu diketahui juga bahwa ganguan mental itu dapat menimpa siapapun. Dan diketahui juga bahwa persepsi seseorang terhadap penderita gangguan mental itu sangat buruk. Seperti penderita gangguan mental dianggapnya sebagai sampah masyarakat, pembawa bencana, dan martabatnya sebagai mansuia sudah tidak istimewa walaupun dulunya sebagai orang yang paling dihormati. Melihat kengerian tersebut, untuk itulah kita harus menjaga diri kita agar supaya tidak terkena gangguan mental. Hal ini mustahil bisa tercapai apabila kita tidak menjaga kesehatan mental yang kita miliki secara dini.

Penelitian ini bersifat kepustakaan (Library Research). Analisisnya menggunakan metode conten analisis (analisis) isi, karena penelitian ini lebih bnyak mengkaji dan menganalisa isi sumber-sumber pustaka berupa; buku-buku yang terkait dengan penelitian. Adapun pendekatan keilmuan yang diapakai dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua pendekatan kilmuan; pertama dengan pendekatan ilmu psikologi, ilmu ini dipadang relevan, karena dapat

(9)

memberi jawaban terhadap apa yang mejadi masalah dalam penelitian. Sebab ilmu psikologi adalah sebagai ilmu pengetahuan yang secara khusus mempelajari segala bentuk tingkah laku manusia. Pendekatan kedua dengan yaitu dengan pendekatan ilmu tasawuf, ilmu ini juga relevan, karena ilmu ini adalah sebagai satu-satu ilmu keislaman yang secara khusus mempelajari dan mengembang jiwa manusia menuju jiwa yang baik dan sehat. Kedua jenis ilmu ini dipilih karena memiliki pandangan yang berbeda terhadap penderita gangguan mental dan juga memili metode tersederi dalam menangani dan mengahdapi orang yang menderita gangguan mental.

Adapun metode penulisannya diskriptif analitik yang disesuaikan pokok masalah. Disamping itu juga dipakai metode lain untuk mendukung dan memperkuat hasil analisa yang pada akhirnya dapat dipertanggung jawabkan. Demikianlah sekilas gambaran isi skripsi yang hendak akan penulis uraikan.

(10)

xxi

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-INDONESIA

Merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 22 Januari 1998 Nomor 158/1987 dan 0543b/U/1987.

Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan

ا

Alif ……… Tidak dilambangkan

ب

Bã’ b be

ت

Tã’ t Te

ث

Sã’ ś as (dengan titik di atas)

ج

Jim j Je

ح

Hã’ h ha (dengan titik di bawah)

خ

Khã’ kh ka dan ha

د

Dal d de

ذ

Żal ż zet (dengan titik di atas)

ر

Rã’ r er

ز

Zai z zat

(11)

ش

Syîn sy es dan ye

ص

Şâd ş es ((dengan titik di bawah)

ض

Dâd d de (dengan titik di bawah)

ط

Tâ’ ţ te ((dengan titik di bawah)

ظ

Zâ’ z. zet (dengan titik di bawah)

ع

‘Ayn ..`.. Koma terbalik (di atas)

غ

Gayn g ge

ف

Fâ’ f ef

ق

Qâf q ki

ك

Kâf k ka

ل

Lâm l el

م

Mim m em

ن

Nūn n en

و

Wau w we

Hâ h ha

(12)

xxiii

digunakan Hamzah diawal kata

ي

yâ’ y ye Vokal Tunggal

َ

Fathah a a

ِ

Kasrah i i

_____

ْى

Dhammah u u Vokal Rangkap

_____

ْو

Fathah dan Ya ai a dan i

Fathah dan wau au a dan u

Maddah

__

َ

_

ا

__

َ

_

Fathah dan alif

atau ya la a dan garis diatas

_____

ى

Kasroh dan ya ii i dan garis diatas

____

ُ

__

(13)

DAFTAR ISI

Halaman:

HALAMAN JUDUL...i

PERSETUJUAN PEMBIMBING...ii

HALAMAN PENGESAHAN...iii

HALAMAN MOTTO ...iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ...v

KATA PENGANTAR ...vi

ABSTRAKSI ...viii

PEDOMAN TRANSLITRASI ...x

DAFTAR ISI...xii

BAB I PENDAHULUAN: A. Latar Belakang Masalah...1

B. Pokok Permasalahan ...12 C. Tujuan Penelitian ...12 D. Manfaat Penelitian ...13 E. Tinjauan Pustaka ...13 F. Metode Penelitian ...14 G. Sistematika Penulisan ...17

BAB II KONSEP DASAR DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL: A. Pengertian Deteksi Dini, Mental dan Gangguan Mental...19

a) Pengertian Deteksi Dini ...19

b) Pengertian Mental ...21

c) Pengertian Gangguan Mental...25

B. Gejala dan Faktor Pencetus Terjadinya Gangguan Mental ...27

a) Gejala-Gejala Timbulnya Gangguan Mental ...27

1. Pikiran ...27

2. Perasaan ...29

3. Emosi ...32

4. Kehendak ...38

(14)

xxv

b) Faktor Pencetus Terjadinya Gangguan Mental...49

1. Faktor Genetik ...50

2. Keluarga ...54

3. Kehidupan modern (modernisasi) ...56

4. Hidup dalam lingkungan baru...58

c) Bentuk-Bentuk Gangguan Mental dan Gejalanya ...63

BAB III SUBTANSI PSIKOLOGI DAN TASAWUF; KESEHATAN MENTAL DALAM AGAMA: A. Substansi Psikologi ...75

B. Substansi Tasawuf...86

C. Kesehatan Mental Dalam Agama...94

BAB IV. METODE DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL DAN UAPAYA PENCEGAHANNYA A. Deteksi Gangguan mental dan upaya pencegahannya; Telaah Psikologi...113

B. Deteksi Gangguan Mental dan upaya pencegahannya: Telaah Tasawuf ...152

C. Metode Pengukuran kondisi Kesehatan Mental...179

a) Alat Ukur Kecemasan ...181

b) Alat Ukur depresi...186

c) Peta diagnostik dan Pictograf Kesehatan Mental...192

BAB V PENUTUP: A. Kesimpulan ...204 B. Saran-Saran ...207 C. Penutup...208 Daftar Pustaka: Lampiran-Lampiran:

Referensi

Dokumen terkait

Hal itu berarti bahwa puisi yang tunduk pada aturan-aturan puisi diubah menjadi prosa yang tunduk pada aturan-aturan prosa tanpa mengubah isi puisi tersebut.. Perlu diketahui bahwa

Dengan metoda kegiatan pendidikan teori yaitu pendidikan dengan cara siswa belajar aktif dalam menyerap ilmu teknik-teknik membalap yang diberikan instruktur dengan sarana

Hasil analisis korelasi yang dilakukan dengan analisis product moment diketahui koefisien korelasi berdasarkan data-data yang diperoleh dan telah dianalisis disimpulakan

Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarika. Pendapatan bunga

Variabel dalam penelitian ini adalah minat siswa SMK Negeri dan Swsta kelas XI Program Keahlian Teknik Informatika di Wonosari untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan

Bagaimana penerapan program keselamatan pasien di rumah sakit-rumah sakit di DIY. 

1. Menambah jumlah tempat tidur di setiap rumah sakit, membangun rumah sakit baru, mengakuisisi rumah sakit yang sudah ada, meningkatkan fasilitas yang sudah ada,

Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan yang telah diajukan serta analisis data yang sudah dilakukan maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelian ini adalah :