Detoksifikasi Detoksifikasi
terapinarkoba.com
terapinarkoba.com - - Mengobati Mengobati ketergantungan ketergantungan Narkoba Narkoba bukan bukan hanya hanya di di lakukanlakukan detoksifikasi yaitu membuang racun narkoba dalam darah, namun harus mengobati berbagai detoksifikasi yaitu membuang racun narkoba dalam darah, namun harus mengobati berbagai komplikasi yang ti
komplikasi yang timbul akibat mbul akibat narkoba. disinilah narkoba. disinilah peran seorang peran seorang TERAPISuntuk mampuTERAPISuntuk mampu
mengobati secara keseluruhan.
mengobati secara keseluruhan.
Jika hanya detoksifikasi kemudian urusan narkoba beres / sembuh tuntas tentunya tidak perlu Jika hanya detoksifikasi kemudian urusan narkoba beres / sembuh tuntas tentunya tidak perlu lagi ada BNN dan narkoba ndak perlu di takuti. hehehehe
lagi ada BNN dan narkoba ndak perlu di takuti. hehehehe
Membersihkan
Membersihkan racun racun sabu sabu narkoba narkoba dalam dalam darah darah kerennya kerennya di di sebut sebut Detoksifikasi Detoksifikasi dapatdapat melalui serangkaian cara tersebut di bawah ini dan merupakan metode pengobatan narkoba melalui serangkaian cara tersebut di bawah ini dan merupakan metode pengobatan narkoba umumnya:
umumnya:
Minum air putih yang banyak Minum air putih yang banyak
Olah raga biar berkeringat jangan lupa kalo pas olah raga bawa minuman ai
Olah raga biar berkeringat jangan lupa kalo pas olah raga bawa minuman ai r putih.r putih.
Makan yang cukup bergizi dan makan buah2
Makan yang cukup bergizi dan makan buah2 an segar an segar
Hindari ES dan makanan berlemak tinggi serta Narkoba Hindari ES dan makanan berlemak tinggi serta Narkoba
Minum jamu pahit seperti kunir jahe temu ireng, Madu juga bisa (tidak harus propolis, Minum jamu pahit seperti kunir jahe temu ireng, Madu juga bisa (tidak harus propolis, kemahalan)
kemahalan)
BerTAUBAT, berDOA , dan kalo belum sembuh juga BEROBAT , kami
BerTAUBAT, berDOA , dan kalo belum sembuh juga BEROBAT , kami siap bantu.siap bantu.
Dampak Narkoba Dampak Narkoba
Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.
kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.
Dampak Fisik: Dampak Fisik:
Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
kesadaran, kerusakan syaraf tepi
Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan p
jantung, gangguan peredaran daraheredaran darah
Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
hati dan sulit tidur
Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian,
bergantian, risikonya risikonya adalah adalah tertular tertular penyakit penyakit seperti seperti hepatitis hepatitis B, B, C, C, dan dan HIV HIV yang yang hinggahingga saat ini belum ada obatnya
saat ini belum ada obatnya
Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
kematian
Dampak Psikis: Dampak Psikis:
Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak
Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diriaman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial: Dampak Sosial:
Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
Merepotkan dan menjadi beban keluarga Merepotkan dan menjadi beban keluarga
Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif,
seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.dll.
Efek Narkoba Efek Narkoba
Salah satu akibat narkotika adalah mempengaruhi kerja otak. Pemakaian narkoba sangat Salah satu akibat narkotika adalah mempengaruhi kerja otak. Pemakaian narkoba sangat mempengaruhi kerja otak yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh dan mempengaruhi mempengaruhi kerja otak yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh dan mempengaruhi seluruh fungsi tubuh. Karena bekerja pada otak, narkoba mengubah suasana perasaan, cara seluruh fungsi tubuh. Karena bekerja pada otak, narkoba mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya. Itulah sebabny
berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya. Itulah sebabnya narkoba disebut zat psikoaktif.a narkoba disebut zat psikoaktif.
Menurut Laurensius Daniel Agen, SKM, Dosen Akper Darma Insan Pontianak, ada beberapa Menurut Laurensius Daniel Agen, SKM, Dosen Akper Darma Insan Pontianak, ada beberapa macam pengaruh
macam pengaruh narkoba pada kernarkoba pada kerja otak. ja otak. Ada yang Ada yang menghambat kerja menghambat kerja otak, disebutotak, disebut depresansia, sehingga kesadaran menurun dan timbul kantuk. Contoh golongan ini adalah depresansia, sehingga kesadaran menurun dan timbul kantuk. Contoh golongan ini adalah opioida yang di masyarakat awan dikenal dengan candu, morfin, heroin dan petidin. opioida yang di masyarakat awan dikenal dengan candu, morfin, heroin dan petidin.
Kemudian obat penenang atau
Kemudian obat penenang atau obat tidur (sobat tidur (sedativa dan hipnotika) edativa dan hipnotika) seperti pil seperti pil BK, Lexo,BK, Lexo, Rohyp, MG dan sebagainya, serta alkohol.
Rohyp, MG dan sebagainya, serta alkohol.
Namun ada
Namun ada pula pula narkoba narkoba yangyang memacu kerja otak, disebut stimulansia,memacu kerja otak, disebut stimulansia,ssehingga timbul rasaehingga timbul rasa segar dan semangat, percaya diri meningkat, hubungan dengan orang lain menjadi akrab. segar dan semangat, percaya diri meningkat, hubungan dengan orang lain menjadi akrab. Akan tetapi menyebabkan tidak bisa tidur, gelisah, jantung berdebar lebih cepat dan tekanan Akan tetapi menyebabkan tidak bisa tidur, gelisah, jantung berdebar lebih cepat dan tekanan darah meningkat.
darah meningkat. Contohnya adalah Contohnya adalah amfetamin, amfetamin, ekstasi, ekstasi, shabu, kokain, shabu, kokain, dan nikotin dan nikotin yangyang terdapat dalam tembakau. Ada pula narkoba yang menyebabkan khayal, disebut terdapat dalam tembakau. Ada pula narkoba yang menyebabkan khayal, disebut halusinogenika. Contoh LSD. Ganja menimbulkan berbagai pengaruh, seperti berubahnya halusinogenika. Contoh LSD. Ganja menimbulkan berbagai pengaruh, seperti berubahnya persepsi
persepsi waktu waktu dan dan ruang, ruang, serta serta meningkatnya meningkatnya daya daya khayal, khayal, sehingga sehingga ganja ganja dapatdapat digolongkan sebagai halusinogenika.
digolongkan sebagai halusinogenika.
Agen mengatakan, dalam sel otak terdapat bermacam-macam zat kimia yang disebut Agen mengatakan, dalam sel otak terdapat bermacam-macam zat kimia yang disebut neurotransmitter. Zat kimia ini bekerja pada sambungan sel saraf yang satu dengan sel saraf neurotransmitter. Zat kimia ini bekerja pada sambungan sel saraf yang satu dengan sel saraf lainnya (sinaps). Beberapa di antara neurotransmitter itu mirip dengan beberapa jenis narkoba. lainnya (sinaps). Beberapa di antara neurotransmitter itu mirip dengan beberapa jenis narkoba. Semua zat psikoaktif (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lain) dapat mengubah Semua zat psikoaktif (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lain) dapat mengubah perilaku,
perilaku, perasaan perasaan dan dan pikiran pikiran seseorang seseorang melalui melalui pengaruhnya pengaruhnya terhadap terhadap salah salah satu satu atauatau beberapa
beberapa neurotransmitter. neurotransmitter. Neurotransmitter Neurotransmitter yang yang paling paling berperan berperan dalam dalam terjadinyaterjadinya ketergantungan adalah dopamin.
ketergantungan adalah dopamin.
Bagian otak yang bertanggung jawab atas kehidupan perasaan adalah sistem limbus. Bagian otak yang bertanggung jawab atas kehidupan perasaan adalah sistem limbus. Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbus, sebagai pusat kenikmatan. Jika narkoba Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbus, sebagai pusat kenikmatan. Jika narkoba masuk ke dalam tubuh, dengan cara ditelan, dihirup, atau disuntikkan, maka narkoba masuk ke dalam tubuh, dengan cara ditelan, dihirup, atau disuntikkan, maka narkoba mengubah susunan biokimiawi neurotransmitter pada sistem limbus. Karena ada asupan mengubah susunan biokimiawi neurotransmitter pada sistem limbus. Karena ada asupan narkoba dari luar, produksi dalam tubuh terhenti atau terganggu, sehingga ia akan selalu narkoba dari luar, produksi dalam tubuh terhenti atau terganggu, sehingga ia akan selalu membutuhkan narkoba dari luar.
membutuhkan narkoba dari luar.
“Yang terjadi pada ketergantungan adalah semacam pembelajaran sel
“Yang terjadi pada ketergantungan adalah semacam pembelajaran sel-sel otak pada pusat-sel otak pada pusat kenikmatan. Jika mengonsumsi narkoba, otak membaca tanggapan orang itu. Jika merasa kenikmatan. Jika mengonsumsi narkoba, otak membaca tanggapan orang itu. Jika merasa
nyaman, otak mengeluarkan neurotransmitter dopamin dan akan memberikan kesan nyaman, otak mengeluarkan neurotransmitter dopamin dan akan memberikan kesan menyenangkan. Jika memakai narkoba lagi, orang kembali merasa nikmat seolah-olah menyenangkan. Jika memakai narkoba lagi, orang kembali merasa nikmat seolah-olah kebutuhan batinnya terpuaskan. Otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dicari kebutuhan batinnya terpuaskan. Otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dicari sebagai prioritas sebab menyenangkan. Akibatnya, otak membuat program salah, seolah-olah sebagai prioritas sebab menyenangkan. Akibatnya, otak membuat program salah, seolah-olah orang itu memerlukannya sebagai kebutuhan pokok. Terjadi kecanduan atau ketergantungan,” orang itu memerlukannya sebagai kebutuhan pokok. Terjadi kecanduan atau ketergantungan,” kata dia.
kata dia.
Pada ketergantungan, orang harus senantiasa memakai narkoba, jika tidak, timbul gejala Pada ketergantungan, orang harus senantiasa memakai narkoba, jika tidak, timbul gejala putus
putus zat, zat, jika jika pemakaiannya pemakaiannya dihentikan dihentikan atau atau jumlahnya jumlahnya dikurangi. dikurangi. Gejalanya Gejalanya bergantungbergantung jenis narkoba yang digunakan. Gejala putus opioida (heroin) mirip orang sa
jenis narkoba yang digunakan. Gejala putus opioida (heroin) mirip orang sa kit flu berat, yaitukit flu berat, yaitu hidung berair, keluar air mata, bulu badan berdiri, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan sulit hidung berair, keluar air mata, bulu badan berdiri, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan sulit tidur.
tidur.
Narkoba juga mengganggu fung
Narkoba juga mengganggu fungsi organ-organ tubuh lain, seperti jantung, paru-paru, hati dansi organ-organ tubuh lain, seperti jantung, paru-paru, hati dan sistem reproduksi, sehingga dapat timbul berbagai penyakit. Contoh: opioida menyebabkan sistem reproduksi, sehingga dapat timbul berbagai penyakit. Contoh: opioida menyebabkan sembelit, gangguan menstruasi, dan impotensi. Jika memakai jarum suntik bergantian sembelit, gangguan menstruasi, dan impotensi. Jika memakai jarum suntik bergantian berisiko
berisiko tertular tertular virus virus hepatitis hepatitis B/C B/C (penyakit radang (penyakit radang hati). hati). Juga Juga berisiko berisiko tertular tertular HIV/AIDSHIV/AIDS yang menurunkan kekebalan tubuh, sehingga mudah terserang infeksi, dan dapat yang menurunkan kekebalan tubuh, sehingga mudah terserang infeksi, dan dapat menyebabkan kematian. Ganja menyebabkan hilangnya minat, daya ingat terganggu, menyebabkan kematian. Ganja menyebabkan hilangnya minat, daya ingat terganggu, gangguan jiwa, bingung, depresi, serta menurunnya kesuburan. Sedangkan kokain dapat gangguan jiwa, bingung, depresi, serta menurunnya kesuburan. Sedangkan kokain dapat menyebabkan tulang sekat hidung menipis atau berlubang, hilangnya memori, gangguan jiwa, menyebabkan tulang sekat hidung menipis atau berlubang, hilangnya memori, gangguan jiwa, kerja jantung meningkat, dan serangan ja
kerja jantung meningkat, dan serangan jantung.ntung.
Jadi, perasaan nikmat, rasa nyaman, tenang atau rasa gembira yang dicari mula-mula oleh Jadi, perasaan nikmat, rasa nyaman, tenang atau rasa gembira yang dicari mula-mula oleh pemakai narkoba, harus dibayar sangat mahal ole
pemakai narkoba, harus dibayar sangat mahal oleh dampak buruknya. Seperti ketergantungan,h dampak buruknya. Seperti ketergantungan, kerusakan berbagai organ tubuh, berbagai macam penyakit, rusaknya hubungan dengan kerusakan berbagai organ tubuh, berbagai macam penyakit, rusaknya hubungan dengan keluarga dan teman-teman, rongrongan bahkan kebangkrutan keuangan, rusaknya kehidupan keluarga dan teman-teman, rongrongan bahkan kebangkrutan keuangan, rusaknya kehidupan moral, putus sekolah, pengangguran, serta hancurnya masa
Akibat lain menurut dia adalah terancam disfungsi seksual. Dalam hal ini narkoba Akibat lain menurut dia adalah terancam disfungsi seksual. Dalam hal ini narkoba mengakibatkan kecanduan yang sulit diatasi karena adanya withdrawal syndrome yang mengakibatkan kecanduan yang sulit diatasi karena adanya withdrawal syndrome yang dikenal sebagai “sakauw”. Belakangan ini penyalahgunaannya semakin luas di kalangan dikenal sebagai “sakauw”. Belakangan ini penyalahgunaannya semakin luas di kalangan masyarakat, baik muda maupun tua. Banyak alasan dikemukakan. Dari sebagai gaya hidup, masyarakat, baik muda maupun tua. Banyak alasan dikemukakan. Dari sebagai gaya hidup, dibujuk orang lain agar tergantung dan penjadi kemudian pelanggan tetap, sebagai pelarian dibujuk orang lain agar tergantung dan penjadi kemudian pelanggan tetap, sebagai pelarian dari masalah, dan belakangan popular anggapan narkoba bisa meningkatkan fungsi seksual. dari masalah, dan belakangan popular anggapan narkoba bisa meningkatkan fungsi seksual. Anggapan itu tidak terbukti, sebaliknya dapat merusak fungsi seksual dan organ tubuh yang Anggapan itu tidak terbukti, sebaliknya dapat merusak fungsi seksual dan organ tubuh yang lain.
lain.
Ada beberapa golongan Narkoba; narkotika (opiat, candu), halusinogenik (ganja atau Ada beberapa golongan Narkoba; narkotika (opiat, candu), halusinogenik (ganja atau mariyuana), stimulan (ecstasy, shabu-shabu), depresan (obat penenang). Masing-masing mariyuana), stimulan (ecstasy, shabu-shabu), depresan (obat penenang). Masing-masing memiliki efek sendiri-sendiri terhadap penggunanya.
memiliki efek sendiri-sendiri terhadap penggunanya.
Opiat yang menghasilkan heroin atau putauw membuat perasaan pengguna seperti melayang, Opiat yang menghasilkan heroin atau putauw membuat perasaan pengguna seperti melayang, enak atau senang luar biasa (euforia). Ganja atau mariyuana (kelompok halusinogenik) enak atau senang luar biasa (euforia). Ganja atau mariyuana (kelompok halusinogenik) akibatkan timbulnya halusinasi, sebagai pengguna tampak senang berkhayal. 40
akibatkan timbulnya halusinasi, sebagai pengguna tampak senang berkhayal. 40 – – 60%60% pengguna melaporkan
pengguna melaporkan efek efek samping samping yang tidak yang tidak menyenangkan seperti menyenangkan seperti muntah, sakit muntah, sakit kepala,kepala, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri dan lain-lain. Sementara zat tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri dan lain-lain. Sementara zat stimulant (ecstasy, shabu-shabu), zat terkandung di dalamnya merangsang susunan syaraf stimulant (ecstasy, shabu-shabu), zat terkandung di dalamnya merangsang susunan syaraf pusat
pusat dan dan menimbulkan menimbulkan rangsangan rangsangan fisik fisik dan dan psikis. psikis. Pengguna Pengguna ecstasy ecstasy bersemangat bersemangat tinggi,tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tak ingin tidur dan makan.
selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tak ingin tidur dan makan.
Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan gangguan fisik dan psikis. Semua tergantung jenis Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan gangguan fisik dan psikis. Semua tergantung jenis narkoba yang dipakai, cara penggunaan dan lamanya penggunaan. Gangguan itu yang terjadi narkoba yang dipakai, cara penggunaan dan lamanya penggunaan. Gangguan itu yang terjadi antara lain; kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, lambung, paru/pernafasan, jantung dan antara lain; kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, lambung, paru/pernafasan, jantung dan pembuluh
pembuluh darah, darah, penularan penularan HIV/AIDS HIV/AIDS melalui melalui jarum jarum suntik suntik yang yang dipakai dipakai bergantian,bergantian, kelumpuhan otot, gangguan neurologis, kehamilan, kelainan hormon, dan kanker.
kelumpuhan otot, gangguan neurologis, kehamilan, kelainan hormon, dan kanker.
Sementara gangguan psikisnya adalah; sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, Sementara gangguan psikisnya adalah; sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku sampai mengalami sakit jiwa. kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku sampai mengalami sakit jiwa.
Akibat fisik dan psikis adalah kurang bisa berhubungan sosial dengan orang lain, merugikan Akibat fisik dan psikis adalah kurang bisa berhubungan sosial dengan orang lain, merugikan orang lain, contoh: perkelahian, kecelakaan lalu lintas.
orang lain, contoh: perkelahian, kecelakaan lalu lintas.
Narkoba,
Narkoba, kata kata Agen, Agen, juga juga mengganggu mengganggu fungsi fungsi seksual seksual reproduksi. reproduksi. Heroin, Heroin, walaupunwalaupun menimbulkan euforia, tetapi berpengaruh buruk bagi fungsi seksual. Pada pria bisa menimbulkan euforia, tetapi berpengaruh buruk bagi fungsi seksual. Pada pria bisa menurunkan kadar hormon testosteron, menurunnya dorongan seks, disfungsi ereksi dan menurunkan kadar hormon testosteron, menurunnya dorongan seks, disfungsi ereksi dan hambatan ejakulasi. Pada wanita menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, hambatan ejakulasi. Pada wanita menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan, mengecilnya payudara dan keluarnya cairan terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan, mengecilnya payudara dan keluarnya cairan dari payudara.
dari payudara.
Sedangkan Mariyuana selain menimbukan halusinasi berakibat buruk pula bagi fungsi Sedangkan Mariyuana selain menimbukan halusinasi berakibat buruk pula bagi fungsi seksual.Pada pria, bisa membuat ukuran testis atau buah pelir mengecil. Menurunnya kadar seksual.Pada pria, bisa membuat ukuran testis atau buah pelir mengecil. Menurunnya kadar hormon testosteron, pembesaran payudara pria, dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, hormon testosteron, pembesaran payudara pria, dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, gangguan pada sperma. Sementara pada wanita bias mengakibatkan gangguan pada sel telur, gangguan pada sperma. Sementara pada wanita bias mengakibatkan gangguan pada sel telur, hambatan menjadi hamil/ terhambatnya proses kelahiran, dorongan seksual menurun.
hambatan menjadi hamil/ terhambatnya proses kelahiran, dorongan seksual menurun.
Ecstasy sendiri sifat stimulannya membuat pengguna terus bersemangat tinggi, gembira, Ecstasy sendiri sifat stimulannya membuat pengguna terus bersemangat tinggi, gembira, ingin gerak terus. Meskipun menimbulkan pengaruh merangsang, tetapi tidak timbulkan efek ingin gerak terus. Meskipun menimbulkan pengaruh merangsang, tetapi tidak timbulkan efek positif
positif bagi bagi fungsi fungsi seksual. seksual. Ecstasy Ecstasy meningkatkan meningkatkan pelepasan pelepasan neurotransmitter neurotransmitter dopamin dopamin didi dalam otak, yang kemudian merangsang perilaku seksual dan bisa mengakibatkan hilangnya dalam otak, yang kemudian merangsang perilaku seksual dan bisa mengakibatkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual. Pengguna jadi berani melakukan hubungan kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual. Pengguna jadi berani melakukan hubungan seks tanpa pikirkan resiko yang mungkin terjadi.
seks tanpa pikirkan resiko yang mungkin terjadi.
Sementara Depresan atau obat penenang dapat pula berakibat buruk terhadap fungsi seksual. Sementara Depresan atau obat penenang dapat pula berakibat buruk terhadap fungsi seksual. Penggunaan barbiturat menyebabkan gangguan metabolisme testosteron dan estrogen. Pada Penggunaan barbiturat menyebabkan gangguan metabolisme testosteron dan estrogen. Pada pria
pria bisa bisa menurunkan menurunkan dorongan dorongan seksual seksual dan dan disfungsi disfungsi ereksi. ereksi. Pada Pada wanita wanita mengakibarkanmengakibarkan gangguan menstruasi, dorongan seksual menurun dan sukar mencapai orgasme.
Oleh sebab itu lah, Agen mengingatkan agar generasi muda menjauhi narkoba. Jangan sekali Oleh sebab itu lah, Agen mengingatkan agar generasi muda menjauhi narkoba. Jangan sekali pun mencoba
pun mencoba jika jika tak tak ingin terjeingin terjerumus lrumus lebih dalam. ebih dalam. ”Banyak hal ”Banyak hal positif positif yang bisa yang bisa kita kita buat.buat. Narkoba akan membunuh p
Narkoba akan membunuh penggunanya pelan-pelan,enggunanya pelan-pelan,” tegas dia. Andreas” tegas dia. Andreas
Metrotvnews.com,
Metrotvnews.com, Jakarta: Jakarta: Menghilangkan keterMenghilangkan ketergantungan narkoba gantungan narkoba dari dari para para pecandupecandu bukanlah
bukanlah hal hal mudah. mudah. Dibutuhkan Dibutuhkan berbagai berbagai tahapan tahapan dari dari mulai mulai detoksifikasi detoksifikasi hingga hingga terapiterapi psikologi
psikologi agar agar sang sang pecandu pecandu dapat dapat memulai memulai kembali kembali kehidupannya.kehidupannya.
Berdasarkan data dari rumah sakit ketergantungan obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, Berdasarkan data dari rumah sakit ketergantungan obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, mayoritas pasien pengguna narkoba adalah pria. Dari 60 pasien yang dirawat hanya 5 di mayoritas pasien pengguna narkoba adalah pria. Dari 60 pasien yang dirawat hanya 5 di
antara mereka yang berjenis kelamin wanita.
antara mereka yang berjenis kelamin wanita.
Dari total 29 ribu 286 kunjungan pasien per tahun 2011, mayoritas pasien di rumah sakit Dari total 29 ribu 286 kunjungan pasien per tahun 2011, mayoritas pasien di rumah sakit ketergantungan obat ini adalah pecandu narkoba jenis putau. ketergantungan obat ini adalah pecandu narkoba jenis putau.
Adapun, rentang usia pengguna narkoba yang mendapatkan perawatan maupun rehabilitasi Adapun, rentang usia pengguna narkoba yang mendapatkan perawatan maupun rehabilitasi dimulai dari usia 18 tahun dan paling banyak pada usia 25 sampai 30 tahun. dimulai dari usia 18 tahun dan paling banyak pada usia 25 sampai 30 tahun.
Walaupun RSKO memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menampung pasien pecandu Walaupun RSKO memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menampung pasien pecandu narkoba namun kesadaran pecandu narkoba untuk mendapatkan pertolongan dan bersih dari narkoba namun kesadaran pecandu narkoba untuk mendapatkan pertolongan dan bersih dari
zat adiktif adalah faktor yang paling menentukan
zat adiktif adalah faktor yang paling menentukan
Terdapat beberapa tahapan bagi seorang pecandu di RSKO untuk tidak hanya lepas dari Terdapat beberapa tahapan bagi seorang pecandu di RSKO untuk tidak hanya lepas dari ketergantungan obat-obatan terlarang namun juga menata kembali kehidupan mereka dan ketergantungan obat-obatan terlarang namun juga menata kembali kehidupan mereka dan
kembali produktif di masyarakat.
kembali produktif di masyarakat.
Tahapan pertama adalah detoksifikasi alamiah. Zat-zat adiktif hilang dari tubuh dalam jangka Tahapan pertama adalah detoksifikasi alamiah. Zat-zat adiktif hilang dari tubuh dalam jangka waktu 7 sampai 14 hari. Pada masa itu, pasien akan mengalami sakaw atau rasa sakit karena waktu 7 sampai 14 hari. Pada masa itu, pasien akan mengalami sakaw atau rasa sakit karena
tubuh menuntut zat adiktif yang biasanya diterima.
tubuh menuntut zat adiktif yang biasanya diterima.
Jika pada masa ini pasien kembali menggunakan narkoba maka efeknya hanya untuk Jika pada masa ini pasien kembali menggunakan narkoba maka efeknya hanya untuk menghilangkan rasa sakit akibat ketagihan tidak terasa kenikmatan seperti awal mula menghilangkan rasa sakit akibat ketagihan tidak terasa kenikmatan seperti awal mula
menggunakannya. Karenanya, membutuhkan dosis yang lebih tinggi dan memperparah menggunakannya. Karenanya, membutuhkan dosis yang lebih tinggi dan memperparah kecanduan.
kecanduan.
Selain detoksifikasi alamiah,juga ada rapid detoksifikasi. Pecandu akan disuntikan obat Selain detoksifikasi alamiah,juga ada rapid detoksifikasi. Pecandu akan disuntikan obat antiopiat untuk mempercepat pembersihan zat-zat adiktif dari dalam tubuh. Selain itu juga antiopiat untuk mempercepat pembersihan zat-zat adiktif dari dalam tubuh. Selain itu juga diberi anastesi atau obat bius agar sakit yang dirasa lebih tertahankan oleh pasien. diberi anastesi atau obat bius agar sakit yang dirasa lebih tertahankan oleh pasien.
Setelah tahapan tersebut, barulah masuk pada rehabilitasi yang dapat memakan waktu hingga Setelah tahapan tersebut, barulah masuk pada rehabilitasi yang dapat memakan waktu hingga 3 bulan agar pasien bisa menahan keinginan untuk kembali menggunakan narkoba. 3 bulan agar pasien bisa menahan keinginan untuk kembali menggunakan narkoba.
Setelah masa rehabilitasi berakhir, secara berkala mantan pecandu kembali ke RSKO untuk Setelah masa rehabilitasi berakhir, secara berkala mantan pecandu kembali ke RSKO untuk memastikan diri mereka tetap bersih dari