LAPORAN KASUS DKI
Teks penuh
(2)
(3)
(4)
(5) . m m m m m
(6)
(7)
(8)
(9) .
(10)
(11)
(12)
(13) .
(14) a a .
(15)
(16)
(17) ! " # $# # $# #%
(18)
(19) " " $ # #
(20) #$
(21) %
(22) % %& %
(23) $ ! ' #
(24) #$
(25) " "
(26) %"
(27) "" ( #
(28) #$!!. w w
(29)
(30)
(31)
(32) .
(33) a a .
(34) #
(35) "" # " "!
(36)
(37) . w w
(38)
(39)
(40)
(41) .
(42) ½ a .
(43) )
(44)
(45) #
(46) #
(47) # * "$
(48) #. w w
(49)
(50)
(51)
(52) .
(53) 6 6
(54)
(55). "$ %
(56) " % %
(57)
(58) %
(59) % % " .
(60)
(61) 66
(62)
(63) #
(64) " ! w #
(65) "" "
(66) ". " " ""
(67)
(68) "" "
(69) " ", "
(70) !!
(71) , - . !. +
(72) $
(73) "" .
(74)
(75)
(76) #!.
(77) EPIDEMIOLOGI. Dermatitis kontak iritan dapat diderita oleh semua orang dari berbagai golongan umur, ras, dan jenis kelamin.
(78) MISTOPATOLOGIK £ Gambaran histopatologik DKI tidak karakteristik £ Pada DKI akut, dalam dermis terjadi vasodilatasi dan sebukan sel mononuclear di sekitar sekitar pembuluh darah dermis bagian atas. Eksositosis di epidermis diikuti spongiosis dan edema intrasel, dan akhirnya terjadi nekrosis epidermal £ Pada keadaan berat kerusakan epidermis dapat menimbulkan vesikel atau bula. Di dalam vesikel atau bula ditemukan limfosit dan neutrofil..
(79)
(80)
(81) ! " #
(82) . $%.
(83)
(84) . Ê . . Ê
(85)
(86)
(87)
(88) & ' ( ) .
(89) Õ Õ Õ
(90) Õ Õ Õ Õ Õ Õ Õ.
(91) Õ Õ Õ
(92) . Õ Õ Õ Õ Õ. ! &*+,-.( /$Ê/ &+ ,-..(.
(93) KASUS à
(94)
(95)
(96)
(97) datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSU Kardinah Tegal pada tanggal 16 Januari 2012.
(98)
(99)
(100)
(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)
(111)
(112)
(113)
(114)
(115)
(116)
(117)
(118)
(119)
(120)
(121) . £ w
(122)
(123)
(124)
(125) ! "#.
(126)
(127)
(128) " % . Sekarang. +
(129) % #" #
(130) % " ", %
(131) #". 3 minggu SMRS. 1 bulan SMRS. Perjalanan Penyakit. +
(132) % .
(133) Anamnesis Khusus Menggunakan salep tiap hari selama 1 bulan terus menerus 2x/hari. Sering digaruk karena gatal sampai lecet dan kulit terkelupas. Sering berkeringat sepanjang hari dan timbul rasa gatal pada lipat siku tangan dan kaki. Sering bersin-bersin pada pagi hari dan bila berada di tempat yang berdebu. Tidak ada gatal pada bagian tubuh lain selain lipat siku tangan dan kaki. Tidak pernah ada gatal atau gangguan pada sudut bibir. Tidak pernah mengalami gangguan pada kedua mata.
(134) Anamnesis Khusus Tidak ada alergi makanan maupun gatal saat memakai pakaian dengan bahan tertentu. Tidak pernah gatalgatal serupa saat kecil. Tidak pernah mengalami kulit bersisik. Tidak terdapat bercakbercak keputihan di bagian wajah. Tidak pernah terdapat kelaian kulit di daerah putting susu dan sekitarnya. Wajah tidak pernah menjadi pucat pada saat tertentu. Tidak ada ¬ ¬ . ¬
(135)
(136) ¬ .
(137) . º.
(138)
(139) º
(140) . º
(141) º
(142) .
(143) Pemeriksaan fisik à
(144) ͻ Keadaan Umum ͻ Kesadaran ͻ Tanda Vital ͻ Tekanan darah ͻ Nadi ͻ Respirasi ͻ Suhu ͻ Tinggi Badan ͻ Berat Badan ͻ Status gizi. : Tampak sakit ringan : Compos mentis : 120/80 mmMg : 78 kali/menit : 20 kali/menit : Afebris : 170 cm : 65 kg (BMI : 22,49) : Gizi baik.
(145) Pemeriksaan fisik à Kepala. : Normocephali, dbn. Mata. : Konjungtiva anemis (-/-) Sklera ikterik (-/-) Lipatan infraorbital Dennie-Morgan (-/-) Katarak subscapular anterior (-/-). Midung Telinga Mulut Leher. M (-/-) : Deviasi septum (-), sekret (-), Mukosa hiperemis (-) : Normotia, serumen (-/-), sekret (-/-) : Kering (-), faring hiperemis (-), Tonsil hiperemis (-) : Lipatan kulit leher anterior (-).
(146) Pemeriksaan fisik à ͻ Thoraks ͻ Inspeksi ͻ Perkusi ͻ Palpasi ͻ Auskultasi ͻ Abdomen ͻ Inspeksi ͻ Palpasi ͻ Perkusi ͻ Auskultasi ͻ Genitalia ͻ Ekstremitas. : Bentuk simetris, gerak nafas simetris : Tidak diperiksa : Tidak diperiksa : Tidak diperiksa : Datar : Supel : Tidak diperiksa : Tidak diperiksa : Tidak diperiksa : Akral hangat, tidak oedem pada keempat ekstremitas.
(147) "#. w ## % %. $ % .
(148)
(149) .
(150)
(151)
(152)
(153)
(154) .
(155)
(156)
(157)
(158) .
(159) 6 66
(160) .
(161)
(162) .
(163) ¬
(164) . .
(165) .
(166) §¬
(167)
(168) &
(169) '!
(170)
(171)
(172)
(173)
(174)
(175)
(176)
(177)
(178)
(179)
(180)
(181)
(182)
(183)
(184)
(185)
(186) ( )
(187)
(188) *
(189)
(190)
(191)
(192)
(193)
(194)
(195)
(196)
(197)
(198)
(199)
(200)
(201)
(202)
(203)
(204)
(205)
(206)
(207)
(208)
(209)
(210)
(211)
(212)
(213)
(214)
(215)
(216)
(217)
(218)
(219) $(.
(220) §¬ Dari anamnesis +
(221) % /" 01 (#" #
(222) % " ", %
(223) #"
(224)
(225) "
(226) " .
(227) §¬ Dari Pemeriksaan Fisik £
(228) " #
(229) £
(230) # £
(231)
(232) #$
(233) .!.
(234) '. 0 ' 0 ' 0 ''. 1. 0 ' .
(235)
(236)
(237)
(238)
(239) 0 /
(240)
(241) 0
(242)
(243) ' 0 )
(244) 2 0 '
(245) ) 0 $2 '
(246)
(247) . / % * '.
(248) x.
(249)
(250)
(251) * A' * )
(252) * ')
(253) * '3 3' * / * * [
(254)
(255)
(256) *
(257) * . *
(258) *
(259) *
(260)
(261) * . * * *
(262) *
(263)
(264) * !
(265)
(266) . * " .
(267) * #
(268)
(269) * $
(270) *
(271) . x / %.
(272) * '.
(273)
(274)
(275)
(276)
(277)
(278)
(279)
(280) !
(281)
(282)
(283)
(284)
(285)
(286)
(287) .
(288)
(289)
(290) " .
(291)
(292) #. ' .
(293) Usulan Pemeriksaan. Uji tempel dengan bahan yang dicurigai.
(294) Penatalaksanaan. Umum. ͻ Menjelaskan penyakitnya dan pengobatannya ͻ Menghentikan pemakaian obat lain ͻ Edukasi pasien agar kulit tidak digaruk serta edukasi agar pasien segera menghentikan obat yang sedang digunakan. Khusus. ͻ Topikal : Midrokortison zalf 2x/hari dioleskan pagi dan sore hari ͻ Sistemik: Antihistamin: Cetirizine 2x10 mg.
(295) ruo ad vitam. ad bonam ad bonam ruo ad sanationam. ##. ruo ad fungtionam. Dubia ad bonam.
(296)
(297)
Dokumen terkait
Sebelum diserahkan kepada pasien, Apoteker kembali mencocokkan obat dengan Sebelum diserahkan kepada pasien, Apoteker kembali mencocokkan obat dengan resep dalam hal
Diakui awal demam suhu tubuh pasien langsung meninggi dan dari ayah pasien mengaku bahwa pasien mengkonsumsi obat penurun panas dan panas turun pada awalnya,
Pasien dirawat selama 1 minggu dan pasien didiagnosis menderita malaria tropika.Pasien mendapat obat kina yang diminum 2x sehari.. Setelah dirawat selama seminggu pasien
Pada pasien ini, karena tidak dilakukan complete surgical staging maka staging hanya bisa secara klinis, diperkirakan penyakitnya masih kanker ovariim stadium III (Tumor mengenai
Obat-obatan seperti digitalis, calcium channel antagonist, dan beta-blocker umumnya diberikan untuk memperlambat konduksi pada AV nodal selama AF, namun tidak menghentikan aliran
banyak dan segera berhenti, jam 21.00 pasien mengalami keluar darah dari hidung kanan kembali dengan jumlah darah lebih sedikit dari sebelumnya dan juga segera berhenti. Panas
Obat-obatan seperti digitalis, calcium channel antagonist, dan beta-blocker umumnya diberikan untuk memperlambat konduksi pada AV nodal selama AF, namun tidak menghentikan aliran
Riwayat Hipertensi sebelumnya (+) dibenarkan oleh keluarganya, tapi pasien tidak sering minum obat, hanya beberapa minggu saja dalam sebulan pasien mengkonsumsi obat.. Keluarga