• Tidak ada hasil yang ditemukan

TERBIT 2 KALI SEBULAN WARTA SMS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TERBIT 2 KALI SEBULAN WARTA SMS"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Edisi : 04/22 Januari 2014 E-mail : [email protected]

TERBIT 2 KALI SEBULAN

WARTA SMS

JIKOM UNDANA

antar Jurnalis Warga

Media Komunikasi

untuk Optimalisasi

Pelayanan Publik

Pembaca yang budiman,

Pada edisi ke-empat Warta SMS Jikom Undana kali ini mengetengahkan isu raport merah pelayanan publik Kota Kupang. Nilai ‘bu-ruk’ ini berkaca pada hasil penilaian Ombuds-man NTT. Tentu saja penilaian lembaga yang pro terhadap efektifitas layanan publik ini bukan tanpa dasar. Ada sejumlah kriteria dan indikator yang dijadikan patokan. Tapi menariknya, Wa-likota Kupang, Jonas Salean, SH., M.Si langsung mengambil sikap tegas. Surat edaran pun lalu diberikan kepada semua instansi Kota Kupang untuk tidak melakukan pungutan liar dan berjanji untuk menindak aparat yang kedapatan melaku-kan pungutan tanpa dasar.

Walaupun tidak mudah untuk melakukan kontrol dan menjamin kepatuhan aparat terha-dap surat edaran tersebut. Namun, setidaknya tindakan yang responsif dari Walikota ini bisa di-baca sebagai salah satu bentuk kepedulian seka-ligus langkah konkrit agar layanan publik di Kota Kupang menjadi lebih baik. Nah, sejalan dengan hal ini, pada edisi 4 ini, Warta SMS Jikom Un-dana menyuguhkan ulasan seputar kinerja pela-yanan publik Kota Kupang. Selain itu, anda juga kami ketengahkan beberapa tanggapan masya-rakat terhadap isu ini baik melalui SMS maupun Facebook. Dalam rubrik profil, anda dapat be-lajar sesuatu dari kebiasaan baik Gubre, salah seorang jurnalis warga dari program SMS Jurnal-isme ini, yang gemar berbagi informasi layanan publik melalui media sosial.

Kami berharap agar informasi-informasi yang disajikan dalam newsletter ini menjadi inspira-si bagi anda semua. Setidaknya, akan menam-bah semangat juang kita bagi kepedulian untuk melakukan pemantauan terhadap pelayanan pub-lik di Propinsi kita NTT pada umumnya dan Kota Kupang secara khusus. Selamat membaca!

Dari Redaksi

Salam ... 1

Opini Warta SMS

Membongkar Ketimpangan Kekuasaan dalam

Pelayanan Publik ... 2

SMS dalam Berita

Postingan Warga tentang Layanan Publik .. 4

Komentar Kadispenduk Kota Kupang... 6

Agenda

Agenda Warta SMS Jikom Undana ... 7

Profil

Gubre: Manfaatkan Media Sosial untuk

Berbagi Informasi ... 8

Diterbitkan oleh : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisip,

UNDANA bekerjsama dengan LSPP Jakarta, Kemitraan, dan USAID

Pembina : Drs. Umrah Kamahi, M.Si Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi

Hanif Suranto, LSPP Jakarta

Pemimpin Redaksi: Mariana A. N. Letuna, S.Sos., M.A Editor : Petrus A. Andung, S.Sos., M.Si Anggota Redaksi : 1. Rayne Mellissa

2. Herline Zacharias 3. Yanuarius Fahik, S.Ikom

4. Victor Hamapati, S.Pt

5. Junalis Warga Kota Kupang

Percetakan : KSU Talenta Kupang

Alamat Redaksi : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisip,

UNDANA.

Jl. Adicusipto, Penfui, Kupang, NTT. Telp. 0380-881183

E-mail : [email protected]

1

(2)

Pelayanan publik adalah fungsi paling nyata dari pemerintah. Secara normatif, pemerin-tah dituntut memberikan pelayanan secara berkualitas kepada publik sebagai bentuk per-tanggungjawaban akan eksistensinya tersebut. Dalam realitasnya, logika normatif ini tidak sepenuhnya digenapi. Pemerintah justru ber-metamorfosis menjadi kelas penguasa dalam arena pelayanan publik.

Fakta Buruk

Pelayanan publik di Nusa Tenggara Timur (NTT) memperlihatkan sisi yang yang bu-ruk. Lihat saja komentar Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, S.H, mengenai hasil pe-nilaian tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara di NTT. Disebutkan, indeks pelayanan publik di NTT masih sangat rendah. Meski berada di urutan 19 dari 33 Propinsi, indeks pelayanan publik NTT mendapat opini atau nilai C-Kurang. Artinya, pelayanan di NTT sangat tidak memuaskan. Selain itu, banyak pula pengaduan tentang pelayanan lembaga publik yang tidak memuaskan dari masyar-akat (Pos Kupang, 23 September 2013). Pada kesempatan yang lain, Darius Beda Daton juga menjelaskan laporan dari masyarakat terkait buruknya pelayanan publik seperti pembuatan KTP, akte kelahiran, akta nikah, dan izin-izin lain yang berbelit-belit. Pelayanan itu cenderung harus segera dituntaskan den-gan “uang” sebagai pelicin. “Itu terjadi di pintu

depan seperti front office, satpam, sampai pada penanggungjawab atau pengambil keputusan utama,” Demikian ungkap Daton (Kompas. Com/ 2 Januari 2013).

Cerita buruk pelayanan publik di NTT akan semakin panjang jika kita merunutnya lagi pada keseharian pelayanan kesehatan di pusat pelayanan kesehatan, pendidikan yang mahal, rendannya alokasi anggaran pemerintah dae-rah untuk sektor pelayanan publik dan cerita lain yang nyaris diterima sebagai “nasib”. Lalu bagaimana kita memahami, menjelaskan dan “membongkar” realitas buruknya pelayanan publik di NTT. Menggunakan pendekatan struktural-kekuasaan, penulis ingin mendis-kripsikan situasi ini.

Pelayanan Publik : Hak dan Kewajiban

Sekali lagi, pelayanan publik adalah fungsi negara/pemerintah. Pelayanan publik ketika kita letakkan dalam fungsi negara/pemerintah maka di saat yang bersamaan mesti ada kom-ponen lain yang menerima, merasakan fungsi tersebut yaitu warga. Ketika ada pemerintah di satu sisi dan warga di sisi yang lain, persis di titik itu, pelayanan publik yang kita lihat se-bagai proses keseharian (misalnya orang per-gi berobat di puskemas, anak-anak ke sekolah, dll) sesungguhnya berubah menjadi arena subtansial yaitu arena bertemunya pemerin-tah dengan warga secara politik.

MEMBONGKAR

KETIMPANGAN KEKUASAAN

DALAM PELAYANAN PUBLIK

Oleh:

Laurensius Sayrani, S.Sos., MPA

Pengajar Fisipol Undana;

Peneliti Bengkel APPeK

Opini Warta SMS

(3)

Opini Warta SMS

3

Arena ini akan melahirkan posisi dan peran dari masing-masing pihak secara politik pula. Kalau kita menggunakan perspektif rezim pemerintahan demokratis, maka pemerintah akan berposisi dan berperan sebagai aktor yang “wajib” menyediakan pelayanan publik sebaik mungkin kepada warga. Kenapa wajib? Jawaban pendeknya, karena pemerintah diadakan oleh warga melalui mekanisme pemilu, misalnya. Di sisi yang lain, warga berposisi sebagai pihak yang memiliki “hak” untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas.

Ketimpangan Relasi Kekuasaan

Pelayanan publik yang buruk adalah tanda relasi kekuasaan antara negara/pemerintah dengan warga dalam skema hak dan kewajiban sesunguhnya tidak berjalan. Ada semacam peng-abaian terhadap prinsip ini. Kenapa itu bisa ter-jadi?

Relasi antara pemerintah dengan warga sesuangguhnya mengalami dis-torsi/pembiasan di aras praksisnya. Relasi hak dan kewajiban tersebut jus-tru berubah menjadi asimetris dimana pemerintah justru berubah menjadi kelas penguasa dan warga sebagai kelompok yang dikuasai/didominasi. Pembiasaan itu dimulai dengan proses konstruksi kekuasaan yang justru bias negara/pemerintah.

Pembiasan ini ini nampak pada be-berapa hal : Pertama, kewenangan (otoritas) selalu dimiliki oleh aktor pemerintah. Esensi dari kewenangan adalah mengambil keputusan. Dalam pelayanan publik apapun di negeri ini, keputusan atas apapun terkait dengan pelayanan publik semisal prosedur, biaya, waktu, dll ditetapkan oleh pemerintah sebagai penyedia. Warga di sisi lain dipaksa mengikuti ketetapan pemerintah tersebut.

Kedua, informasi terkait dengan pelayanan publik terutama sekali

terkait dengan hal teknis semua dikuasai oleh pemerintah sebagai penyedia pelayanan publik. Informasi yang dimiliki aktor pemerintah di-transformasi menjadi kekuasaan yang mema-tikan, yang membuat warga tidak berdaya. Hal ini terutama nampak pada tidak berdayanya pasien yang berobat di puskemas, rumah sakit ketika

ada tindakan-tindakan dari petugas kesehatan yang dirasakan tidak benar oleh pasien. Mereka tidak bisa protes karena memang tidak banyak warga yang memiliki informasi yang memadai tentang medis.

Ketiga, sumber daya pelayanan publik sepe-nuhnya dikuasai oleh pemerintah. Hal ini menyebabkan pemerintahlah yang mendikte apa dan bagaimana jenis pelayanan publik diberi-kan kepada warga.

Rekonstruksi Relasi

Secara subtansial, pelayanan publik yang berkualitas terutama yang disediakan oleh pemerintah akan terwujud hanya jika pola re-lasi kekuasaan yang timpang antara pemerintah dengan warga dikonstruksi ulang.

Rekonstruksi tersebut terutama dengan menyediakan ruang, mekanis-me terkait sistem akuntabilitas, transparansi dan partisipasi. Re-lasi antara pemerintah dengan warga dalam pelayanan publik sesungguhnya diikat oleh akun-tabilitas. Pemerintah akan dapat menjalankan kewajibannya dan warga bisa terpenuhi haknya hanya jika pemerintah sen-antiasa menjelaskan apa yang dikerjakannya dalam melayani warga dan warga pun memiliki kesempatan mempertanyakan kualitas pelayanan tersebut. Akuntabilitas memungkinkan warga dapat menuntut pertang-gungjawaban atas pelayanan yang buruk. Transparansi akan men-dorong warga untuk memiliki akses informasi terkait pelayanan publik sehingga komplain warga dapat berjalan. Bersamaan den-gan itu, partisipasi memungkinkan warga turut menentukan ber-bagai aspek pelayanan publik.

Tanpa ada akuntabilitas, trans-paransi dan partisipasi dalam pelayanan publik, dapat dipastikan relasi kekuasaan akan terus timpang. Butuh komitmen reformasi pelayanan publik yang kuat dari pengambil kebijakan dan penyedia pe-layanan publik untuk membangun ketiga aspek ini jika kita ingin membangun pela-yanan publik yang berkualitas.

Secara

subtansial,

pelayanan

publik yang

berkualitas

terutama yang

disediakan oleh

pemerintah akan

terwujud hanya

jika pola relasi

kekuasaan yang

timpang antara

pemerintah

dengan warga

dikonstruksi

ulang

(4)

SMS dalam Berita

(5)

SMS dalam Berita

5

PENDAPAT MASYARAKAT DI FAcEBOOK

TENTANG RAPORT MERAH PELAYANAN

PUBLIK KOTA KUPANG VERSI PENILAIAN

OMBUDSMAN NTT

(6)

6

SMS dalam Berita

Ombudsman memiliki kriteria-kriteria tertentu sehingga memberikan raport merah untuk pelayanan publik Kota Kupang, demikian komentar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, Daud Hironimus Djira saat ditemui Warta SMS Jikom Undana di ruang kerjanya, Senin (13/01). Menurutnya, penilain Ombudsman ini terkait dengan tidak diadakannya pemasangan informasi di Kantor Dispenduk dan Pencatatan Sipil Kota Kupang dikarenakan peraturan yang terus berubah-ubah. “Poin-poin yang menjadi penilaian dari ombudsman sudah dibenahi satu-persatu. Dimulai dengan memasang informasi terkait pelayanan di kaca-kaca jendela, standar pelay-anan, dan meja”, tegas Djira. Terkait pelayanan publik, beliau mengatakan akan melakukan pembenahan secara bertahap. Selain itu, Kepala Dispenduk Kota Kupang juga berjanji akan melakukan pemasangan visi, misi dan moto sesuai sorotan ombudsman.

Ditambahkan Djira bahwa yang men-jadi kendala utama pelayanan publik dari in-tansi yang ia pimpin adalah pelayanan berkai-tan dengan penggunaan sistem elektronik dan juga pengisian data dari masyarakat yang kurang benar. “Karena peralatan yang digu-nakan berbasis elektronik, seringnya listrik padam menjadi kendala tersendiri. Akhirnya pekerjaan pelayanan masyarakat menjadi terhambat. Selain itu kurangnya dukungan dari masyarakat dalam pengisian data secara benar. Masyarakat harus menginformasikan data se-cara benar agar dapat menerbitkan dokumen secara benar. Ini merupakan kendala lain yang menghambat pemrosesan data dan apabila ter-jadi kesalahan kemudian akan menter-jadi penilaian yang buruk”, ujar Djira dengan tegas.

Ketika ditanyakan soal isu pungutan liar yang beredar di masyarakat, Daud menampik-nya sebagai masalah yang berada di luar sis-tem. “Ini menyangkut dengan masyarakat yang

menggunakan pihak ketiga. Untuk menghindari pungutan liar maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang mengeluarkan himbauan agar masyarakat tidak menggunakan calo untuk melancarkan proses yang ada”, te-gasnya. Beliau menambahkan, pelayanan publik akan berjalan dengan baik apabila adanya kerja sama dari semua pihak yang terkait. Karena itu ia menghimbau masyarakat agar mau memaha-mi dan menaati aturan yang berlaku. Menurut-nya penilaian yang diberikan oleh ombudsman merupakan hal yang baik untuk memacu dan memperbaiki kualitas pelayanan.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, I Wayan Ari Wijana S. Putra, saat ditemui Warta SMS

Jikom Undana di ruang kerjanya senin (13/01). Menurutnya, penilaian ombudsman terkait

Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang: “Pelayanan publik akan

berjalan dengan baik apabila adanya kerja sama dari semua pihak yang terkait”

Daud Hironimus Djira,

Kepala Dinas Kependudukan dan

Pencatatan Sipil Kota Kupang

(7)

7

Agenda Kegiatan

dengan raport merah kinerja pelayanan publik di Kota Kupang sebagai tantangan untuk diper-baiki karena aturan mengatakan bahwa visi dan misi serta prosedur pelayanan harus dipasang agar masyarakat mengetahuinya. Ditambahkan juga bahwa ada beberapa kendala dalam pela-yanan kesehatan di Kota Kupang. Pertama, Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki ting-katan yang berbeda-beda. Kedua,

sarana-pra-sarana penunjang yang masih terbatas. Terkait edaran yang dikeluarkan oleh Walikota Kupang untuk menindak tegas staf yang melakukan pungutan liar, Kadis Kesehatan Kota Kupang ini mengatakan, “Saya sangat setuju adanya tindakan tegas bagi pegawai yang melakukan pungutan liar”. (HZ)

Keterangan

Waktu

Agenda

No

3-4 Februari 2014 Refresher Training tentang Jurnalisme SMS 1 20 Februari 2014 Round table-discussion 2

Topik: Isu Kesehatan 14 Februari 2014

Warta SMS Jikom Undana

Edisi 5 3

Sambung dari hal. 6

Anda dapat menyuarakan aspirasi, komentar, saran, dan bahkan keluhan atau unek-unek Anda tentang

pelayanan publik di Kota Kupang dan NTT secara keseluruhan.

Caranya gampang... “MANFAATKAN HP ANDA”

Ikuti prosedur berikut ini.

1. Daftarkan no HP anda ke Server agar dikenali system di server. Caranya,

ketik REG spasi No. HP Anda, dan kirimkan ke Server Warta SMS Jikom

Undana, No. 08113829300. Tarif normal sama seperti SMS biasa.

2. Setelah terdaftar, Ketik REP untuk mengirim berita atau informasi kepada

Server. Selain Anda terhubung dengan semua Warga lainnya, anda juga akan menerima berbagai

informasi secara rutin dari Moderator SMS.

AYO...

BANTU PEMERINTAH MEMAKSIMALKAN

PELAYANAN PUBLIK DENGAN MENGGUNAKAN

HP ANDA SEKARANG JUGA ...

(8)

GUBRE: MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK BERBAGI INFORMASI

Gubre, begitulah biasanya dia disapa. Pemilik nama Gusti Brewon atau Gusti Lado Brewon ini merupa-kan salah satu IB (information bro-ker/Jurnalis Warga) yang aktif ber-bagi informasi terutama di bidang kesehatan. Asal tahu saja, salah satu pengelola program di Komisi Pen-anggulangan AIDS (KPA) ini memiliki kesukaan dalam hal berselancar di dunia maya.

Walaupun merupakan alumni dari Jurusan Teknik Sipil, Universitas Nusa Cendana, Gubre tetap bersema-ngat dalam membantu sesama yang

memiliki masalah dengan HIV/AIDS. Rasa peka ter-hadap sesama yang membutuhkan bantuan inilah yang kemudian menggerakkan pria kelahiran Rote, 8 Agustus 1979 ini untuk langsung bergabung den-gan Komisi Penanggulanden-gan AIDS (KPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2005 selepas kuliah. Ia aktif berbagi informasi terutama masalah HIV dan AIDS melalui media sosial. Facebook dan Twitter dipilih sebagai wadah yang kerab dipakai oleh pria berdarah Lembata – Rote ini.

Sebagai salah seorang masyarakat yang aktif dalam dunia kesehatan, Gubre berpendapat bahwa pelayanan kesehatan di Kota Kupang dari waktu ke waktu terus membaik. Yang perlu ditingkatkan adalah spirit pelayanan/pengabdian dari petugas kesehatan, agar pelayanan tidak hanya berorientasi profit (keuntungan semata). Sebab menurutnya, kebanyakan pelayanan kesehatan yang dijalankan di kota ini masih semata-mata bertujuan untuk mencari keuntungan semata; bukan karena ada rasa memiliki untuk saling membantu sesama yang membutuhkan pertolongan.

Bergabung menjadi salah satu IB untuk Program Jurnalisme SMS yang dikelola Jikom UNDANA, membuatnya semakin bersemangat untuk berbagi informasi mengenai masalah-masalah kesehatan dan sosial lainnya. Baginya, program ini merupakan suatu terobosan yang baik dimana warga dilibatkan secara aktif sebagai pewarta. “Masyarakat menda-pat informasi secara cemenda-pat dalam kesemmenda-patan

per-tama. Istimewanya media ini adalah memanfaatkan sarana SMS yang dimiliki hampir semua warga masyarakat. Apalagi semua kalangan masyarakat saat ini dari anak-anak hingga orang tua mulai me-manfaatkan telepon genggam sebagai salah satu ke-butuhan, sehingga informasi melalui SMS akan lebih cepat diterima masyarakat”, katanya.

Ia menambahkan bahwa Jurnalisme berbasis SMS ini ke depan akan menjadi salah satu media alternatif ketika saat ini masyarakat mulai mem-perlihatkan rasa jenuh kepada media-media main-stream. Kekhasannya dari dan oleh masyarakat, dalam pandangan Gubre, akan menjadi daya tarik tersendiri dari media ini dalam menyebarkan in-formasi. “Teman-teman moderator memiliki tugas yang berat dalam mengawasi penyebaran informasi melalui SMS ini dan juga menjadi sangat penting untuk moderator bekerja dengan lebih keras lagi dalam menjaga agar akurasi informasi tetap terjaga. Sehingga informasi yang didapat oleh masyarakat tidak simpang siur yang akhirnya justru menim-bulkan kebingungan. Akan ada hal yang indah ketika kita dapat berbagi sesuatu hal yang ber-manfaat bagi sesama kita. Tanpa kita harus peduli pada perbedaan usia dan SARA”, demikian ujarnya menutup perbincangan dengan Warta SMS Jikom Undana. (Rayne)

8

Referensi

Dokumen terkait

Jadi secara umum pasien memiliki dorongan atau keinginan untuk membicarakan pengalaman buruknya kepada orang lain, hal tersebut sesuai dengan penelitian Richins (1983)

Peningkatan persaingan bisnis di industri penerbangan apabila tidak dilandasi dengan pemahaman tentang layanan berkualitas yang mampu meningkatkan kepuasan pelanggan,

Kondisi saat ini keterdapatan gumuk pasir di wilayah kawasan pariwisata ini sudah mulai menyempit dan tergerus oleh tekanan penduduk yang merambah kawasan yang selama ini

[r]

Total rata-rata skor periodontal pada pasien Diabetes melitus adalah 2,69 ± 0,93 dan termasuk status periodontal sedang dibandingkan dengan pa- sien non-Diabetes lebih

Dalam melakukan analisa untuk mendapatkan sektor unggulan sehingga dapat dilihat strategi pengembangannya digunakan data Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar

Dari hasil analisis Chi Square dapat diketahui bahwa preferensi responden terhadap daging sapi di Kabupaten Dharmasraya adalah daging sapi yang mempunyai warna

Skripsi ini disusun sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Katolik Widya