• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI (2)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

1

Dwi Oktaviani Anwar

Dr. Masodah

Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi – Unversitas Gunadarma

Jl. Margonda Raya 100, Depok – 16424

[email protected]

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan yang menggunakan variabel Return On Asset terhadap nilai perusahaan yang menggunakan variabel Tobin’s Q serta untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan Corporate Social Responsibility dan Kepemilikan Manajerial sebagai variabel pemoderasi.

Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu 29 perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2010 – 2011. Teknik penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data diuji menggunakan analisis regresi berganda dan uji hipotesis.

Hasil penelitian dengan analisis regresi linier menunjukkan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (t hitung = 2,019 ; Sig. = 0,048). Sedangkan analisis variabel moderating dengan pengungkapan CSR menunjukkan bahwa pengungkapan CSR tidak mampu memoderasi hubungan antara ROA terhadap nilai perusahaan (t hitung = -0,248 ; Sig. = 0,805). Kepemilikan manajerial juga bukan merupakan variabel moderating yang mampu memoderasi hubungan antara ROA terhadap nilai perusahaan (t hitung = -0,718 ; Sig. = 0,479). Dan secara simultan variabel ROA, interaksi antara ROA dengan CSR, dan interaksi antara ROA dengan KM tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (t hitung = 0,921 ; Sig. 0,483).

Daftar Pustaka (1998 – 2011)

(2)

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine the effect of financial performance using return on assets variables on firm value using Tobin's Q as well as variables to determine the effect on the value of the company's financial performance with Corporate Social Responsibility and Managerial Ownership as pemoderasi variable.

This study uses secondary data that LQ 45 29 companies listed in the Indonesia Stock Exchange in the period 2010 to 2011. Sampling technique using purposive sampling method. Data were tested using multiple regression analysis and hypothesis testing.

The results of linear regression analysis showed that ROA significant effect on firm value (t = 2.019; Sig. = 0.048). While moderating variable analysis showed that the disclosure of CSR CSR disclosure can not moderate the relationship between ROA on firm value (t = -0.248; Sig. = 0.805). Managerial ownership is also not a moderating variable that can moderate the relationship between ROA on firm value (t = -0.718; Sig. = 0.479). And simultaneously variable ROA, ROA at CSR interaction, and interaction between the ROA by KM does not affect the value of LQ 45 firms listed on the Indonesia Stock Exchange (t = 0.921; Sig. 0.483).

Bibliography (1998 – 2011)

Keyword : ROA, CSR, Managerial Ownership and Tobin’s Q.

I.

PENDAHULUAN

Tujuan utama perusahaan adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi dapat meningkatkan kemakmuran bagi para pemegang saham, sehingga para pemegang saham pun tidak ragu untuk menginvestasikan modal yang mereka miliki kepada perusahaan tersebut. Naik turunnya nilai perusahaan salah satunya dipengaruhi oleh kinerja keuangan, terutama pada profitabilitas dalam menghasilkan laba. Laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan dimasa yang akan datang ( Rahayu : 2010).

(3)

bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh earnings power dari asset perusahaan dan hasil positif menunjukkan bahwa semakin tinggi earning power semakin efisien perputaran asset dan atau semakin tinggi profit margin yang diperoleh perusahaan. Hal ini berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Ulupui (2007) menemukan hasil bahwa ROA berpengaruh positif signifikan terhadap return saham satu periode kedepan. Menurut Yuniasih dan Wirakusuma (2009) menemukan bahwa Return On Asset (ROA) terbukti berpengaruh positif secara statistis pada nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2005 – 2006, menggunakan pengungkapan CSR sebagai variabel pemoderasi dan terbukti berpengaruh positif secara statistic pada hubungan return on asset dan nilai perusahaan. Namun, hasil yang berbeda diperoleh oleh Rahayu (2010) menemukan bahwa secara parsial ROE berpengaruh negative secara sinifikan terhadap nilai perusahaan, pengungkapan CSR sebagai variabel pemoderasi terbukti berpengaruh positif secara statistic pada hubungan return on equity dan nilai perusahaan. Zuraedah (2010) menemukan bahwa secara parsial ROE berpengaruh negative secara sinifikan terhadap nilai perusahaan dan menggunakan pengungkapan CSR sebagai variabel pemoderasi terbukti berpengaruh positif secara statistic pada hubungan return on asset dan nilai perusahaan.

Adanya ketidakkonsistenan hubungan antara kinerja keuangan (ROA) terhadap nilai perusahaan. Menunjukkan bahwa adanya variabel kontingen yang turut menginteraksi. Sebagaimana penelitian yang telah dilakukan oleh Zuraedah (2010), Rahayu (2010) dan Yuaningsih dan Wirakusuma (2009) menggunakan pengungkapan CSR yang berinteraksi antara kinerja keuangan dengan nilai perusahaan.

Pelaporan akuntansi lebih banyak digunakan sebagai alat pertanggung jawaban kepada pemilik modal (kaum kapitalis) sehingga mengakibatkan orientasi perusahaan lebih berpihak kepada pemilik modal yang mengakibatkan perusahaan melakukan eksploitasi sumber – sumber alam dan masyarakat (social) secara tidak terkendali sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan alam dan akhirnya mengganggu kehidupan manusia. Beberapa peristiwa akibat perusahaan yang tidak mengindahkan tanggung jawab sosial yang mengakibatkan kerusakan lingkungan masih sering terjadi, sebagai contoh adalah kasus PT FREEPORT INDONRSIA di papua, kasus PT NEWMONT di buyat, atau bahkan lebih fenomenal yaitu kasus lumpur panas di lading Migas PT LAPINDO BRANTAS di sidoarjo. Kasus ini seharusnya dapat membuat perusahaan menyadari bahwa masyarakat merupakan bagian dari lingkungan perusahaan. Hadirnya perusahaan ditengah – tengah masyarakat seharusnya tidak memberikan kerugian yang besar, namun sebaliknya memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat (Chairul : 2011).

(4)

penelitian mengenai pengungkapan CSR mampu memoderasi kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan, dengan kata lain CSRI merupakan variabel pemoderasi dalam kaitannya dengan hubungan return on asset dan nilai perusahaan.

Selain pengungkapan CSR peneliti juga menggunakan Kepemilikan Manajerial sebagai variabel pemoderasi. Dalam proses memaksimalkan nilai perusahaan akan muncul konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham (pemilik perusahaan) yang sering disebut agency ploblem. Tidak jarang pihak majemen yaitu manager perusahaan mempunyai tujuan dan kepentingan lain yang bertentangan dengan tujuan utama perusahaan dan sering mengabaikan kepentingan pemegang saham. Perbedaan kepentingan antara manajer dan pemegang saham ini mengakibatkan timbulnya konflik yang biasa disebut agency conflict, hal tersebut terjadi karena manager mengutamakan kepentingan pribadi, sebaliknya pemegang saham tidak menyukai kepentingan pribadi dari manajer karena apa yang Maka berdasarkan permasalahan di dilakukan manager tersebut akan menambah biaya bagi perusahaan sehingga menyebabkan penurunan keuntungan perusahaan dan berpengaruh terhadap terhadap harga saham sehingga menurunkan nilai perusahaan ( Jensen dan Meckling : 1976 dalam Permanasari : 2010).

Dalam kepemilikan saham oleh manajerial, diharapkan manager akan bertindak sesuai dengan keinginan para principal karena manager akan termotivasi untuk meningkatkan kinerja dan nantinya dapat meninggkatkan nilai perusahaan (Siallagan dan Machfoedz : 2006).

Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan – perusahaan di Bursa Efek Indonesia yang sahamnya masuk dalam perhitungan Indeks LQ 45 dengan menggunakan laporan keuangan periode (2009 – 2010). Dipilihnya LQ 45 karena perusahaan berada di top 95% dari total rata – rata tahunan nilai transaksi saham dipasar reguler Indeks, merupakan urutan tertinggi yang mewakili sektornya dalam klasifikasi industry BEI sesuai dengan nilai kapitalisasi pasarnya dan merupakan urutan tertinggi berdasarkan frekuensi transaksi (Hakim : 2006).

Peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul : “ PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI “.

2. RUMUSAN HIPOTESIS

(5)

kemampuan perusahaan atas keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktivitas yang digunakan untuk aktivitas operasi perusahaan dengan tujuan menghasilkan laba ( Ang : 2007 dalam Zuraedah : 2010).

Apabila perusahaan berhasil membukukan tingkat keuntungan yang besar, maka hal ini akan memotivasi para investor untuk menanamkan modalnya pada saham, sehingga harga saham dan permintaan akan saham pun meningkat. Dimana, harga saham dan jumlah saham yang beredar akan mempengaruhi nilai Tobin’s Q sebagai proksi dari nilai perusahaan, juka harga saham dan jumlah saham yang beredar naik, maka nilai Tobin’s Q juga akan naik (Kusumadilaga : 2010). Tobin’s Q yang bernilai lebih dari 1, menggambrkan bahwa perusahaan menghasilkan earning dengan tingkat return yang sesuai dengan harga perolehan asset – assetnya (Tobins dan Brainard : 1977 dalam Kusumadilaga : 2010). Hal ini akan berdampak pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Ulupui (2007) menemukan bahwa ROA berpengaruh positif signifikan terhadap return saham satu periode kedepan. Menurut Yuniasih dan Wirakusuma (2009) menemukan bahwa ROA terbukti berpengaruh positif secara statistik pada nilai perusahaan manufaktur. Namun hasil yang berbeda diperoleh oleh Zuraedah (2010) menemukan bahwa secara parsial ROA berpengaruh negative secara sinifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan teori dan penelitian tersebut, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

H1 = Kinerja Keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan

Adanya ketidakkonsistenan hubungan antara kinerja keuangan (ROA) terhadap nilai perusahaan. Bahwa, terdapat berbagai hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa ROA mempunyai pengaruh positif dan negative terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian yang tidak konsisten menunjukkan bahwa adanya variabel kontingen yang turut menginteraksi. Dalam hal ini, variabel kontingen yang akan digunakan adalah Pengungkapan CSR.

(6)

dibandingkan hanya mencari laba untuk mencari laba untuk pemegang saham ( Gray et. Al., : 1987 dalam Rahayu : 2010).

Disamping kinerja keuangan yang akan dilihat investor sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam suatu perusahaan, adanya pengungkapan item CSR dalam laporan keuangan diharapkan akan menjadi nilai plus yang akan menambah kepercayaan para investor, bahwa perusahaan tersebut akan terus berkembang dan berkelanjutan (sustainable). Para konsumen akan lebih mengapresiasi perusahaan yang akan mengungkapkan csr dibandibandingkan dengan perusahaan yang tidak mengungkapkan CSR,mereka akan membeli produk yang laba produk tersebut disisihkan untuk kepentingan sosial lingkungan. Hal ini akan berdampak positif terhadap perusahaan selain membangun image yang baik dimata para stakeholder karena kepedulian perusahaan terhadap sosial lingkungan, juga akan menaikkan laba perusahaan melalui peningkatan (Rahayu : 2010). Dengan demikian nilai ROA dan ROE akan tinggi, dan akan menarik perhatian para investor untuk berinvestasi serta berpengaruh bagi peningkatan kinerja. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis alternative yang diajukan adalah sebagai berikut.

H2 = Pengungkapan CSR mempengaruhi hubungan antara kinerja keuangan dengan nilai perusahaan.

Peneliti juga memasukkan variabel kontingen Kepemilikan Manajerial, yang diharapkan kontingen Kepemilikan Manajerial akan turut menginteraksi hubungan antara kinerja keuangan dengan nilai perusahaan. Struktur kepemilikan dipercaya mampu mempengaruhi jalannya perusahaan yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Hal ini disebabkan oleh karena adanya control yang mereka miliki. Hubungan antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan akan diperkuat oleh kepemilikan manajerial karena semakin besar proporsi kepemilikan manajerial pada perusahaan, maka cenderung lebih giat untuk kepentingan pemegang saham dimana pemegang saham adalah dirinya sendiri ( Gray et. Al., : 1998 dalam Rahayu : 2010 ). Jadi, diharapkan kinerja keuangan perusahaan akan meningkat menjadi lebih baik, dengan meningkatnya harga saham perusahaan diharapkan juga dapat meningkatkan harga saham perusahaan sebagai indicator dari nilai perusahaan, sehingga nilai perusahaan meningkat. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis alternative yang diajukan adala sebagai berikut.

H3 = Kepemilikan manajerial mempengaruhi hubungan antara kinerja keuangan dengan nilai perusahaan.

(7)

pengungkapan CSR dan Kepemilikan Manajerial akan berakibat pada meningkatnya nilai perusahaan karena dengan memiliki kinerja keuangan yang tinggi dan adanya pengungkapan CSR dan Kepemilikan Manajerial maka akan menarik perhatian investor untuk berinteraksi diperusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan baik dimata investor maupun dimata masyarakat umum ( Chairul : 2011). Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis alternative yang diajukan adalah sebagai berikut.

H4 = Kinerja Keuangan, Corporate Social Responsibiliti, Kepemilikan Manajerial, Moderasi CSR, dan Moderasi KM secara bersama – sama berpengaruh terhadap terhadap nilai perusahaan

3. METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian ini merupakan perusahaan yang masuk didalam kategori LQ45 pada periode 2010 – 2011 yang terdaftar di BEI.

Adapun kriteria – kriteria yang dalam pengambilan sampel adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan yang bertahan dalam perhitungan LQ-45 pada periode 2010 – 2011 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Emiten memiliki data rasio keuangan yang berkaitan dengan pengukuran variabel lain yang diperlukan dan mempunyai data keuangan lengkap, yaitu laporan keuangan audit per 31 Desember.

3. Perusahaan sampel terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 – 2011 yang menerbitkan laporan tahunan (annual report) secara berturut – turut. 4. Perusahaan sampel melakukan pengungkapan CSR dalam laporan tahunan

selama tahun 2010 – 2011.

Perusahaan sampel tidak mengalami kerugian selama tahun 2010 – 2011.

3.2 Jenis Penelitian dan sumber data

(8)

3.3 Variabel yang Digunakan

Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2002 : 96). Variabel yang digunakan adalah sebagai berikut :

Variabel yang digunakan

Variabel

Keterangan NOTASI Pengukuran Riset Dependen

Tobin's Q

Tobin's Q merupakan konsep yang menunjukkan

LN_TobinsQ (Y)

EMV + D

dibagi Zuraedah (2010), Rahayu (2010),

estimasi pasar keuangan saat ini tentang nilai

hasil EBV + D Yuniasih dan Wirakusuma (2009),

pengembalian dari setiap dollar investasi

incremental

Chairul (2011), dan Kusumadilagan (2010)

Variabel

Keterangan NOTASI Pengukuran Riset Independen

ROA

ROA merupakan rasio profitabilitas yang dimaksudkan

LN_ROA (X1)

Pendapatan bersih

Zuredah (2010) : ROA berpengaruh positif

untuk mengukur kemampuan perusahaan atas keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktivitas

dibagi total asset

terhadap nilai perusahaan, Zuraedah (2010) : ROA berpengaruh negative sinifikan terhadap nilai perusahaan

yang digunakan untuk aktifitas operasi perusahaan dengan tujuan menghasilkan laba

dengan memanfaatkan aktifitas yang dimilikinya dikali 100%

Variabel

Keterangan NOTASI Pengukuran Riset Moderating

CSR

Pengungkapan perusahaan informasi yang berkaitan dengan tanggungjawab perusahaan didalam laporan tahunan

LN_CSR

(X2) 78

Pengungkapan

Zuraedah (2010), Yuniasih dan Wirakusuma(2009) dan

Kusumadilagan (2010) : CSR mampu memoderasi KK

CSR perusahaan

terhadap nilai perusahaan, Rahayu (2010) : CSR tidak mampu memoderasi

KK terhadap nilai perusahaan

KM

Para pemegang saham yang juga berarti dalam hal ini sebagai pemilik dalam perusahaan dari

pihak LN_KM (X3) yang memiliki

Rahayu (2010) dan Chairul (2011): KM mampu memoderasi KK terhadap

menajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan pada suatu perusahaan yang bersangkutan

KM : 1 ,Tidak : 0

nilai perusahaan, Yuniasih dan Wirakusuma (2009) : KM tidak

(9)

4. Hasil dan Pembahasan

4.1 Hasil Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas Data

Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Kalau nilai residual tidak mengikuti distribusi normal, uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil (Ghozali, 2005). Dari hasil uji normalitas, variabel ROA, Tobin’s Q, CSR dan Moderasi CSR merupakan data yang normal karena nilai signifikannya > 0,05. Kecuali variabel KM dan Moderasi KM memiliki data yang tidak terdistribusi dengan normal karena nilai signifikannya < 0,05.

2. Uji Multikolonieritas

Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara antara variabel independen. Dari hasil uji multikolonieritas mempunyai nilai VIF < 10, artinya data terbebas dari multikolinearitas.

3. Uji Heteroskedasitas

Uji heteroskedasitas oleh Ghozali (2005) bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedasitas dan jika berbeda disebut heteroskedasitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedasitas atau tidak terjadi heteroskedasitas. Dari Hasil uji heteroskedasitas mempunyai nilai data > 0,05, dapat disimpulkan bahwa data pada Sig. tidak terjadi heteroskedatisitas.

4. Uji Autokorelasi

Penggunaan nilai ini bertujuan untuk menguji apakah ada atau tidak autokorelasi. Persamaan regresi yang baik hendaknya tidak mengandung autokorelasi. Dasar pengambilan keputusan autokorelasi. Jika nilai Dubin – Watson berada pada rentang -2 ≤ Durbin Watson ≤ 2, maka tidak terjadi autokorelasi. Sedangkan jika tidak pada rentang tersebut terjadi autokorelasi. Dari hasil uji autokorelasi mempunyai nilai Durbin – Watson sebesar 1,415 maka tidak terjadi autokorelasi.

4.2 Hasil Pengujian Hipotesis

(10)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1.602 .256 6.250 .000

LN_ROA (X1) .219 .108 .260 2.019 .048

a. Dependent Variable: LN_TobinsQ

Berdasarkan Uji Hipotesis dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh antara kinerja keuangan (ROA) terhadap nilai perusahaan dengan tingkat signifikansi probabilitas ROA sebesar 0,048. Karena tingkat signifikansi probabilitas ROA lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis pertama (H1) diterima dengan katalain Kinerja Keuangan (ROA) berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Return On asset semakin tinggi nilai ROA berarti perusahaan makin efisien. Semakin perusahaan efisien, maka nilai perusahaan semakin naik. Hal ini mendukung penelitian Yuniasih dan Wirakusuma (2009) yang menemukan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan yang dilakukan oleh Zuraedah (2010) yang menemukan bahwa ROA berpengaruh negative terhadap nilai perusahaan.

H2 = Pengungkapan CSR mempengaruhi hubungan antara kinerja keuangan dengan nilai perusahaan.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 2.089 .692 3.019 .004

LN_Moderasi_CSR -.031 .126 -.033 -.248 .805

a. Dependent Variable: LN_TobinsQ

(11)

katalain Pengungkapan CSR tidak mampu memoderasi kinerja keuangan dengan nilai perusahaan. Artinya investor tidak merespon atas pengungkapan CSR yang telah dilakukan oleh perusahaan. Diduga karena CSR memiliki nilai deskriptif statistic dengan rentang nihhhhhhhhhhhlai 0,14 hingga 0,78 dan rata – rata 0,44. Dalam UU Perseroan Terbatas No 40 Tahun 2007 Bab IV mengenai Tanggung jawab sosial dan lingkungan disebutkan bahwa perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dibidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Terdapat indikasi bahwa para investor tidak perlu melihat pengungkapan CSR yang telah dilakukan oleh perusahaan, karena terdapat jaminan yang tertera pada UU Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, bahwa perusahaan pasti melaksanakan CSR dan pengungkapannya, karena apabila perusahaan tidak melaksanakan CSR, maka perusahaan akan terkena sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan. Hal ini mendukung penelitian Rahayu (2010) yang menemukan bahwa Corporate Social Responsibility tidak mampu memoderasi kinerja keuangan dengan nilai perusahaan. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan yang dilakukan oleh Yuniasih dan Wirakusuma (2009) dan Zuraedah (2010) yang menemukan bahwa Corporate Social Responsibility mampu memoderasi kinerja keuangan dengan nilai perusahaan.

H3 = Kepemilikan manajerial mempengaruhi hubungan antara kinerja keuangan dengan nilai perusahaan.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1.802 .236 7.641 .000

LN_Moderasi_KM -.081 .113 -.132 -.718 .479

a. Dependent Variable: LN_TobinsQ

(12)

dan tidak memiliki KM sebanyak 15, sehingga lebih banyak perusahaan yang tidak memiliki KM daripada perusahaan yang memiliki KM. Dan diduga juga karena terjadi adanya management entrenchmen, yang menyatakan kepemilikan insider yang tinggi akan berdampak pada kecenderungan manajer untuk bertindak demi kepentingannya sendiri, dikarenakan hak voting dan bargaining power yang semakin tinggi yang dimiliki oleh insider dalam penentuan kebijakan sehingga mengakibatkan pemilik tidak mampu menjalankan mekanisme control dengan baik, hal ini akan menyebabkan turunnya nilai perusahaan karena tidak terjadi ketidaksamaan kepentingan antara manajer dan pemilik yaitu pemegang saham minoritas dan diduga juga karena, tingkat kepemilikan manajerial tidak selalu berhubungan linier positif terhadap nilai perusahaan. Hasil yang tidak signifikan menunjukkan bahwa pasar tidak menggunakan informasi mengenai kepemilikan manajerial dalam melakukan penilaian investasi. Hasil ini mendukung penelitian Yuniasih dan Wirakusuma (2009) yang menemukan bahwa KM tidak mampu memoderasi kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan yang dilakukan oleh Rahayu (2010) dan Chairul (2011) yang menemukan bahwa KM mampu memoderasi kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan.

H4 = Kinerja Keuangan, Corporate Social Responsibiliti, Kepemilikan Manajerial, Moderasi CSR, dan Moderasi KM secara bersama – sama berpengaruh terhadap nilai perusahaan

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 5.738 5 1.148 .921 .483a

Residual 31.133 25 1.245

Total 36.871 30

a. Predictors: (Constant), LN_ROA, LN_CSR, LN_KM, LN_Moderasi_CSR, LN_Moderasi_KM

b. Dependent Variable: LN_TobinsQ

(13)

moderasi KM secara bersama – sama tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

5. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis terhadap 58 perusahaan sampel dari tahun 2010 – 2011 dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Kinerja Keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan

2. Pengungkapan CSR tidak mampu mempengaruhi hubungan antara kinerja keuangan dengan nilai perusahaan

3. Kepemilikan Manajerial tidak mampu mempengaruhi hubungan antara kinerja keuangan dengan nilai perusahaan

4. Kinerja Keuangan, Corporate Social Responsibiliti, Kepemilikan Manajerial, Moderasi CSR, dan Moderasi KM secara bersama – sama tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan

DAFTAR PUSTAKA

Agusyana,Yus dan Islandscript, 2011,”Olah Data Skripsi dan Penelitian dengan SPSS 19”, PT Elex Media Komputindo, Jakarta

Amin, Widjaya, Tunggal, 2002,”Akuntansi Perusahaan Kecil dan Menengah”, PT. Rineka Cipta, Anggota Ikapi, Jakarta Juni

Arikunto, Suharsimi, 2002, “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan”, Jakarta: Bumi Aksara

Brigham, Eugene F dan Houston, Joel F, 2006,”Dasar – Dasar Manajemen Keuangan”,Edisi Kesepuluh, Penerbit Salemba Empat, Jakarta

Chairul, Amri, 2011, “Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan, Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance”, Skripsi Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi

Downes, J,dan Goodman, JE, 1998, “Dictionary Of Finance and Investment Term Barrons Educational Series”

Ghozali, Imam, 2005, “Applikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”, BP UNDIP : Semarang

(14)

Perusahaan Yang Tergabung Dalam Indeks LQ45 Di Bursa Efek Jakarta”, Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

Harahap, Sufyan, Syafri, 2002, “Teori Akuntansi Laporan Keuangan”, Edisi 1, Cet 3, Bumi Aksara, Jakarta

Horgren, T, Charles, 2007, “Akuntansi di Indonesia”, Penerbit Salemba Empat, Jakarta

Ikatan Akuntansi Indonesia, 2007,”Standar Akuntansi Keuangan”, Jakarta: Salemba Empat

IAI, 2009, “Standar Akuntansi Keuangan”, IAI, Jakarta

Kusumadilagan, Rimba 2010,” Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating ( Studi Empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia”, Skripsi Universitas Diponegoro Fakultas Ekonomi

Slamet, Sugiri dan Bogat, Agusriyono,2002,” Akuntansi Pengantar 1”, AMP YKPN, 18 Oktober

Munawir, S, 2006,”Analisa Laporan Keuanga”, Liberty, Yogyakarta

Mulyadi, 2006, “Akuntansi Manajemen”, Edisi Ketiga, Penerbit Salemba Empat, Jakarta S, Muwanir,2007,” Analisis Laporan Keuangan”, Edisi 4, Liberty, Yogyakarta

Permanasari, Wien Ika, 2010,” Pengaruh Kepemilikan Manajemen, Kepemilikan Institusional, dan Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai perusahaan”, Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro

Rahayu, Sri, 2010, “Pengaruh kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Dan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Pemoderasi”,Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro

Rudianto,2009, “Pengantar Akuntansi”, Erlangga, Jakarta

Riyanto, Bambang, 2001, “Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (Edisi 4)”,BPFE : Yogyakarta

Siallagan, Hamonargan dan Machfoedz, Mas’ud, 2006, “ Mekanisme Corporate Governance, Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan ”, Simposium Nasional Akuntansi IX, Padang

(15)

Smithers, Andrew dan Wright, Stephen, 2008, “Valuing Wall Street”, McGraw Hill Sulistiono, 2010, ”Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Struktur Modal dan

Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur di BEI Tahun 2006 – 2008 ”, Skripsi Universitas Negri Semarang Fakultas Ekonomi

Suta, I Putu Gede Ary, 2007, “Kinerja Pasar Perusahaan Public di Indonesia: Suatu Analisis Reputasi Perusahaan”, Yayasan SAD Satria Bakti, Jakarta

Susanto, AB,2003, “Mengembangkan Corporate Social Responsibility Di Indonesia”, Jurnal Reformasi Ekonomi Vol. 4, No. 1, Edisi Januari-Desember

Suzanti Lizza, 2009, “Menyusun Karya Tulisan Ilmiah Pelatihan Karya Tulis Ilmiah”,Maha Propesi tanggal 17Oktober, UPI Education

Ulupui, I. G. K. A. 2007, “Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas, dan Profitabilitas terhadap Return Saham (Studi pada Perusahaan Makanan dan Minuman dengan Kategori Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Jakarta)”, Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol.2

Weston, J,Fred dan Copeland, Thomas E, 2008, “Manajemen Keuangan”, Edisi Kesembilan, Penerbit Binarupa Aksara, Jakarta

Yuniasih, Ni Wayan., dan Made Gede Wirakusuma, 2009,”Pengaruh kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Dan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Pemoderasi”, Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana

Zuraedah, Isnaeni Ken, 2010,” Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Pemoderasi”, Skripsi Universitas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional

http://www.konsultanstatistik.com/2009/03/regresi-linear-dengan-variabel.html

www.idx.co.id

www.yahoofinance.com

Referensi

Dokumen terkait

Variabel GPM mengalami peningkatan, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel GPM (X4) mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (Y). Kata kunci : Return on Asset

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh modal intelektual terhadap kinerja keuangan, (2) mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan,

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan serta untuk mengetahui pengaruh pengungkapan Corporate Social

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh modal intelektual terhadap kinerja keuangan yang diukur berdasarkan return on asset (ROA), asset turn

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh modal intelektual terhadap kinerja keuangan yang diukur berdasarkan return on asset (ROA), asset turn

J u d u l : Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Pertambangan.. Disetujui

Variabel penelitian yang digunakan adalah kinerja keuangan sebagai variabel dependen diukur menggunakan rasio return on asset (ROA), komposisi dewan sebagai

Kinerja keuangan yang diukur dengan Return On Equity (ROE) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan variabel kinerja keuangan lainnya, yaitu