KATA PENGANTAR. atas berkat limpahan rahmat dan hidayah Nya, sehingga penulis dapat

19 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

i

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat limpahan rahmat dan hidayah–Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Gaya Berbusana Dan Pengaruhnya Terhadap Pembentukan Karakter Islam Kec. Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang”.

Shalawat berangkaikan salam atas junjungan Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga dan sahabat-sahabat beliau yang telah berjuang menegakkan kalimat tauhid dipermukaan bumi ini. Serta telah menyampaikan risalah umat dan menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan ataupun ilmu pengetahuan yang dapat penulis rasakan hingga saat ini.

Dalam penulisan skripsi ini banyak hambatan yang dihadapi dikarenakan kurangnya pengalaman dan ilmu pengetahuan yang penulis miliki, tetapi berkat arahan dan tuntunan dari bapak pembimbing yang telah ditunjuk dan banyak memberikan ilmu serta bantuan dari berbagai pihak lainnya, maka skripsi ini dapat terselesaikan. Karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:

1. Bapak Dr. H. Zulkarnaini, MA yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dalam mengikuti perkuliahan di STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa. sebagai Dosen Penasehat Akademik (PA) bagi penulis.

(5)

ii

3. Bapak Mahyiddin,MA. Sebagai ketua Prodi PAI. Dan sekaligus sebagai Dosen Pembimbing I skripsi ini yang telah banyak membantu mengeluarkan ide-ide dan pendapat tentang skripsi ini.

4. Bapak Andhika Jaya Putra, MA sebagai Dosen Pembimbing II skripsi yang juga banyak membantu penulis dalam memberi masukan, ide untuk kesempurnaan skripsi ini dengan tulus ikhlas dan penuh kebijaksanan serta bersabar ketika melakukan bimbingan.

5. Selanjutnya kepada Camat Kecamatan Manyak Payed, Datuk Penghulu Alue Ie Puteh, para tokoh masyarakat dan remaja yang telah memberikan data yang objektif dalam menyelesaikan skripsi ini.

6. Kemudian terima kasih kepada ayahanda, ibunda, suami, serta keluarga tercinta, sahabat yang telah turut memberikan bantuan dan dorongan serta do’a selama penulis penyelesaikan studi pada perguruan tinggi.

Semoga amal baik yang telah Bapak/Ibu/Saudara berikan mendapat balasan dari Allah swt. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat umumnya bagi para pembaca yang budiman dan khususnya bagi Jurusan Tarbiyah Prodi PAI yang ingin menindak lanjuti penelitian ini.

Langsa, Desember 2015 Penulis

(6)

iii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... iv

ABSTRAK ... v

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah………. 4

C . Penjelasan Istilah... 5

D. Tujuan Penelitian Dan Manfaat Penelit ia n .. . .. . . . .. . .. . . 8

E. Po st ulat Dan Hipotesis Pene lit ia n . .. . . . .. . .. . . . .. . .. . . . 9

BAB II KAJIAN TEORITIS A. Pengertian G a ya Berbusana Menurut Pandangan Islam ... 11

B. Syarat-Syarat G a y a Berbusana ... 13

C. Fungsi Ga ya Ber busana ... 17

D. Pengertian Karakteristik Islami ... 19

E. Jenis-Jenis Karakteristik Islami ... 22

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Dan Waktu Penelitian ... 36

B. Populasi Dan Sampel ... 36

C. Metode Dan Variabel Penelitian ... 38

D. Teknik Pengumpulan Data ... 40

E. Teknik Analisis Data ... 41

F. Pedoman Penulisan ... 45

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Keca mat an Manyak Payed... 46

B. Hasil Pengumpulan Data ... 46

C. Hasil Pengolahan Data .. . ... . ... . ... . ... . . .. . .. . . . .. . . . .. . . . .. . .. . . 52

D. Hasil Tinjauan Terhadap Hipotesis……… 56

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan . . . 5 8 B. Saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA ... 60 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(7)

iv DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Tabel 4.1. Data skor Gaya Berbusana ... 47

Tabel 4.2 Data frekuensi gaya berbusana ... 49

Tabel 4.3 Tabel 4.3. Data tabel data skor karakter Islam ... 49

Tabel 4.4 Tabel 4.4. Data frekuensi karakter Islam ... 51

Tabel 4.5. Tabel Perhitungan Korelasi Antara Gaya Berbusana X Dan Karakter Islam Y ... 52

(8)

ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii DAFTAR TABEL ... iv ABSTRAK ... v BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C . Penjelasan Istilah ... 4

D. Tujuan Penelitian Dan Manfaat Penelit ia n .. . .. . . . .. . .. . . 7

E. Po st ulat Dan Hipotesis Pene lit ia n . .. . . . .. . .. . . . .. . .. . . . 8

BAB II KAJIAN TEORITIS A. Pengertian G a ya Berbusana Menurut Pandangan Islam ... 11

B. Ciri-ciri G a y a Berbusana Menurut Pandangan Islam ... 17

C. Fungsi Ga ya Ber busana Menurut Pandangan Islam ... 20

D. Jenis-jenis Gaya Berbusana Menurut Pandangan Islam ... 22

E. Karakter Islam ... 26

F. Jenis-Jenis Karakter Islam ... 32

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Dan Waktu Penelitian ... 46

B. Populasi Dan Sampel ... 46

C. Metode Dan Variabel Penelitian ... 48

D. Teknik Pengumpulan Data ... 50

E. Teknik Analisis Data ... 52

F. Pedoman Penulisan ... 54

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Keca mat an Manyak Payed... 46

B. Hasil Pengumpulan Data ... 46

C. Hasil Pengolahan Data .. . ... . ... . ... . ... . . .. . .. . . . .. . . . .. . . . .. . .. . . 52

D. Hasil Tinjauan Terhadap Hipotesis……… 56

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan . . . 5 8 B. Saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA ... 60 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(9)

ABSTRAK

Penelitian ini berkenaan dengan “Pengaruh Gaya Berbusana terhadap pembentukan Pendidikan Karakter Islam di Kecamatan Manyak Payed, yang menjadi objek penelitiannya adalah masyarakat atau tokoh-tokoh masyarakat, baik orang tua atau pun anak-anak. Sumber data untuk memperoleh informasi terdiri atas Tokoh-tokoh masyarakat Manyak Payed.

Menurut para ahli, Pakaian, secara umum dipahami sebagai “alat” untuk melindungi tubuh atau sebagai “fasilitas” untuk memperindah penampilan. Tetapi selain untuk memenuhi kedua fungsi tersebut, pakaina pun dapat berfungsi sebagai “alat” komunikasi yang bersifat non verbal, karena pakaian ternyata mengandung simbol yang memiliki beragam makna. Berbicara tentang pakaian tentu saja yang paling banyak di sorot dalam Islam adalah masalah pakaian wanita, walaupun kewajiban untuk berbusana sesuai dengan perintah agama bukan saja terhadap perempuan, tetapi juga terhadap laki-laki. Karakter adalah harta paling berharga dalam kehidupan manusia. Jati diri manusia sebagai makhluk sempurna, terletak pada pembentukan karakternya. Dari sudut pandang Islam, pembentukan karakter tersebut akan dapat tercapai apabila manusia dapat mengembangkan daya-daya yang telah dianugerahkan Allah kepadanya

Islam sebagai etikan ormatif bukanlah agama yang hanya terbatas dalam kehidupan pribadi yang semata-mata mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, akan tetapi memberikan pedoman hidup yang utuh dan menyeluruh, termasuk aturan berbusana bagi kaum wanita muslimah. Pemakaian busana muslimah saat ini telah meluas keberbagai instansi, termasuk di masyarakat-masyarakat Islam.

Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apa pengaruh gaya berbusana terhadap pembentukan karakter Islam, saat ini serta bagaimana korelasi antara keduanya. Penelitian ini dilakukan

karakter islam di Manyak Payed, Untuk menemukan jawaban permasalahan tersebut, dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian lapangan yang bersifat kuantitatif. Dalam Pengambilan data dilakukan melalui angket yang diberikan kepada 56 Orang. Selain angket, data juga diperoleh melalui wawancara yang ada. Data tersebut kemudian dianalisis dengan statistik korelasi product- moment secara manual.

Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan: 1. bahwa secara umum masyarakat Manyak Payed memandang gaya busana sebagai munculnya model mutakhir busana yang sedang diminati oleh masyarakat, yang bisa menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Adapun antara gaya berbusana dan pengaruhnya terhadap karakter Islam berkorelasi positif, dengan indeks korelasi sebesar 0,412 setelah dilakukan analisis secara manual. Artinya apabila gaya berbusana tentang karakter Islam semakin tinggi maka gaya berpakaian pun akan sesuai dengan syariat, namun sebaliknya jika gaya berbusana tentang karakter Islam cukup maka akan berimbas pula pada gaya berpakaiannya yaitucenderung belum sesuai dengan syariat.

(10)

1

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah

Karakter adalah harta paling berharga dalam kehidupan manusia. Jati diri manusia sebagai makhluk sempurna, terletak pada pembentukan karakternya. Dari sudut pandang Islam, pembentukan karakter tersebut akan dapat tercapai apabila manusia dapat mengembangkan daya-daya yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Daya-daya itu adalah daya nalar, daya kalbu, dan daya hidup. Dengan mengasah daya nalar, lahirlah kemampuan ilmiah dengan mengasuh daya kalbu, lahirlah iman dan moral atau karakter yang terpuji dan dengan menempa daya hidup, lahirlah semangat menanggulangi setiap tantangan hidup yang dihadapi.

Setiap kegiatan pendidikan merupakan bagian dari suatu proses yang di harapkan untuk menuju suatu tujuan. Dimana tujuan pendidikan merupakan suatu masalah yang sangat fundamental dalam pelaksanaan pendidikan akan menentukan kearah mana remaja itu dibawa. Karena pengertian dari tujuan itu sendiri yaitu suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai.1

Pendidikan agama islam merupakan wadah yang sangat tepat dalam memberikan bimbingan, arahan bagi anak dalam membentuk kepribadian anak yang muslim, oleh karena itu pendidikan agama Islam menjadi salah satu pendidikan yang paling utama dilingkungan keluarga. Orangtua dalam

1

(11)

2

pandangan islam mempunyai peranan serta tugas utama dan pertama dalam kelangsungan pendidikan anak-anaknya. Secara umum Allah telah tegaskan dalam Q.S. Tahrim ayat 6:

                      

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu

mengerjakan apa yang diperintahkan.2

Pada zaman modern seperti sekarang ini, tidak hanya teknologi dan informasi saja yang berkembang pesat dan jauh lebih maju dari sebelumnya, tetapi juga dunia fashion, khususnya perkembangan dalam hal berbusana. Itu terjadi karena sepanjang hidupnya, manusia tidak akan pernah luput dari segala sesuatu yang berhubungan dengan fashion, terutama dalam hal berbusana. Semua manusia pasti membutuhkan busana dan secara tidak langsung, setiap orang akan memilih busana tertentu yang sesuai dengan jati diri mereka masing–masing. Aneka ragam dan model busana saat ini juga sangat menarik perhatian masyarakat, salah satunya adalah busana muslim.

Di Indonesia, mayoritas penduduknya beragama muslim, sehingga tidak sedikit wanita muslim yang memutuskan untuk menggunakan busana muslim

2

(12)

3

dalam kehidupan sehari-harinya. Secara umum, alasan beberapa wanita menggunakan busana muslim adalah untuk memenuhi kewajiban sebagai wanita muslim. Selain itu, busana muslim juga digunakan untuk menutup aurat para wanita yang memakainya, agar dapat mencegah munculnya pikiran dan juga Selain fenomena pemakaian busana muslim dari para remaja wanita yang masih duduk di SMP atau SMA.

Sebagaimana ditegaskan dalam surat Al-Ahzab ayat 26.



































Artinya: Dan Dia menurunkan orang-orang ahli kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.

Diantara penghormatan Allah, serta penghargaan dan penjagaan martabat kepada kaum perempuan adalah kewajiban untuk menggunakan pakaian tertutup (Jilbab) dan menutupi rahasia dan kecantikannya dari mata manusia. Allah juga mengharamkan perempuan untuk membuka kerudung dan bersolek untuk menghindarkannya dari pandangan mata laki-laki, nafsubirahi, serta kecenderungan yang hina dan sesat sekaligus untuk menjaga martabatnya. Pengaruh psikologis dalam kaitannya dengan pemakaian busana muslimah adalah pengaruh yang bersifat kejiwaan bagi pemakaian busana itu sendiri.

Bahwa salah satu fungsi busana muslim adalah untuk keindahan, oleh karena itu wanita yang memakai busana muslimah secara psikologis mempunyai

(13)

4

rasa percaya diri dalam hubungannya dengan sesama manusia.

Islam adalah agama yang sempurna yang mengantarkan pemeluknya menuju kebahagiaan dunia dan akhirat selama pemeluknya tersebut dapat memeluk Islam secara kaffah. Memeluk Islam secara kaffah yang dimaksud adalah mengamalkan ajaran Islam secara sempurna, termasuk memakai busana muslimah. Wanita yang menggunakan busana berarti berusaha mengamalkan ajaran Islam secara kaffah tersebut maka secara psikologis mereka memperoleh ketenangan batin.

Salah satu fungsi busana adalah pengantar tingkah laku manusia dan mengontrol agama manusia. Setiap orang mempunyai pandangan dan anggapan bahwa wanita yang berbusana muslimah kualitas ibadahnya lebih tinggi daripada wanita yang tidak berbusana muslimah. Pandangan dan anggapan tersebut merupakan hal yang wajar sebab pemakaian busana merupakan bagian dari tolak ukur penentu kualitas keislaman seseorang.

B.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh gaya berbusana terhadap pembentukan pendidikan karakter Islam di Kecamatan Manyak Payed ?

2. Apa saja kendala dan pengaruh berbusana untuk pembentukan pendidikan karakter Islam di Kecamatan Manyak Payed ?

C. Penjelasan Istilah

(14)

5

menghindari kesalah pahaman dalam memberikan penafsiran serta untuk memudahkan dalam memahami maksud judul skripsi ini, maka penulis tegaskan arti dari istilah yang terdapat dalam judul. Adapun penjelasan tersebut adalah “Gaya Berbusana Dan Pengaruhnya Terhadap Pembentukan Pendidikan Karakter Islam di Kec. Manyak Payed. Kab. Aceh Tamiang”.

1. Gaya berbusana

Dalam kejadiannya, gaya adalah tingkah laku, manusia dilahirkan kemuka bumi salah satunya membawa potensi malu terhadap lingkungannya dimana ia tinggal. Oleh karena itu, untuk menutupi malunya manusia berusaha semaksimal mungkin untuk menutupinya rapat- rapat, karena jika tidak bisa menutupinya maka aib yang ada pada dirinya akan diketahui orang lain. Secara lahiriah, manusia berusaha melindungi tubuhnya dari berbagai macam gangguan, maka dari itu busana merupakan sesuatu yang mendasar baginya untuk menjaga gangguan tersebut. Bagaimanapun usaha untuk selalu menutup tubuh itu akan selalu ada walaupun dalam bentuk yang sangat minim atau terbatas sesuai dengan kemampuan hidupnya, raga dan akal manusia.

Sebagaimana ditegaskan dalm surat Al-Ahzab ayat 59 bahwa salah satu fungsi busana muslim adalah mempertahankan dan menampakkan identitas sebagai wanita muslim. Dengan memakai busana muslim, wanita dalam pergaulannya dengan orang lain di tengah-tengah masyarakat akan dihargai dan dihormati. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat besar pengaruhnya terhadap perubahan sikap hidup manusia. Manusia hidup di zaman harus pandai- pandai mengantisipasi atau mengatasi tantangan tersebut. Dalam

(15)

6

kaitannya dengan pergaulan sesama manusia harus pandai-pandai membentengi diri agar tidak tergoda atau digoda oleh laki-laki jahat. Bagi wanita, salah satu benteng yang dapat dipakai dalam menghadapi godaan adalah menghiasi diri dengan perilaku baik dan menutupi diri dengan pakaian Islami yaitu berbusana muslimah. Dengan memakai busana muslim seorang wanita muslimah terjaga dari godaan laki-laki. manusia ingin membedakan antara dirinya, kelompoknya dengan orang lain. Busana memberikan identitas diri sehingga dapat mempengaruhi tingkah laku si pemakai dan juga dapat mencerminkan emosi pemakainya yang pada saat bersamaan dapat mempengaruhi emosi orang lain.3 Pada prinsipnya Islam tidak melarang umatnya untuk berpakaian sesuai dengan model atau trend masa kini, asal semua itu tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Islam membenci cara berbusana seperti busana orang jahiliyah yang menampakkan lekuk-lekuk tubuh yang mengundang kejahatan dan kemaksiatan. Konsep Islam adalah mengambil kemaslahatan dan menolak kemudharatan.

a. Karakter Islam

Islam merupakan agama universal dan mempunyai konsep tersendiri Tentang manusia. Dalam pandangan Islam, setiap manusia yang lahir membawa trah Allah SWT. Manusia diciptakan Allah SWT disertai dengan naluri beragama yaitu agama tauhid. Jika ada segelintir orang yang tidak beragama, aka hal ini tidak pantas. Mereka itu hanyalah korban dari pengaruh

3

Ahmad Hasan Karzun, Adab Berpakaian Pemuda Islam, (Jakarta: Darul Falah, 1999), Cet. 1, hal. 13

(16)

7

lingkungan yang rusak dan tidak ada nuansa agama di lingkungan tersebut.2

Karakter adalah harta paling berharga dalam kehidupan manusia. Jati diri manusia sebagai makhluk sempurna, terletak pada pembentukan karakternya. Dari sudut pandang Islam, pembentukan karakter tersebut akan dapat tercapai apabila manusia dapat mengembangkan daya-daya yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Daya-daya itu adalah daya nalar, daya kalbu, dan daya hidup. Dengan mengasah daya nalar, lahirlah kemampuan ilmiah dengan mengasuh daya kalbu, lahirlah iman dan moral atau karakter yang terpuji dan dengan menempa daya hidup, lahirlah semangat menanggulangi setiap tantangan hidup yang dihadapi.

Islam merupakan pedoman hidup bagi manusia, karena seluruh kehidupan manusia termaktub dan telah diatur didalamnya. Disamping itu, Islam juga merupakan pandangan hidup, Islam juga mewajibkan kepada para penganutnya untuk mendakwahkan sekaligus mensyiarkan ajaran-ajaran yang terkandung didalamnya, sebagaimana yang telah disinyalir oleh Allah SWT pada beberapa abad yang silam, seperti yang termaktub dalam al-Qur’an surat Ali Imran ayat : 104































Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.

(17)

8

D. Tujuan Penelitian Dan Manfaat Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Tujuan penelitian

a. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah gaya berbusana dan pengaruhnya terhadap pembentukan pendidikan karakter Islam di Kec. Manyak Payed. Kab. Aceh Tamiang.

b. Untuk mengetahui usaha-usaha apa saja yang dilakukan masyarakat dalam gaya berbusana dan pengaruhnya terhadap pembentukan pada karakter Islam di Kec. Manyak Payed. Kab. Aceh Tamiang.

2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini dapat dilihat secara teoritik dan praktis : a. Secara Teoritik

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pengamat masyarakat tentang g a y a berbusana terhadap pembentukan pendidikan karakter islam sebagai suatu analisa yang bermanfaat.

b. Secara Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan kebijakan yang tepat dan bermanfaat terhadap berbusana yang dilakukan oleh anak-anakanya.

(18)

9

E. Postulat Dan Hipotesis Penelitian

Postulat Dan Hipotesis Untuk memulai suatu karya ilmiah di perlukan suatu postulat sebagai dasar untuk mencari kebenaran dalam suatu objek penelitian. Postulat atau anggapan dasar merupakan suatu pendapat tentang suatu masalah yang kebenarannya dapat diterima sehingga tidak perlu pembuktian lagi.4

Postulat diartikan sebagai suatu asumsi atau dalam suatu penelitian disebut sebagai dalil yang di anggap benar untuk membuktikannya. Sejalan dengan itu seperti yang diungkap kan oleh Winarno Surachmad bahwa postulat adalah suatu titik tolak pemikiran yang kebanaranya di terima oleh penyidik.5

Dengan demikian postulat dapat di jadikan sebagai landasan teori didalam suatu penelitian. Postulat yang penulis rumuskan dalam pembahasan ini.

1. Kebiasaan gaya berbusana yang baik dapat mempengaruhi hasil gaya berbusana.

2. Gaya berbusana timbul atas usaha semua pihak baik keluarga atau orangtua, dan lingkungan.

Dengan mengacu kepada postulat sebagai landasan teori peneliti dapat mengira-ngirasuatu penomena penyelidikan untuk diteiliti kebenaranya dan mengajukan hipotesisnya sebagai pembuktian kebenaranya. Hipotesis merupakan

4

S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, ( Jakarta, Rineka Cipta, 1997 ), hal.67

5

Sutrisno Hadi, Metodologi Research , ((Jakarta: Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, 1984), Hal.83

(19)

10

suatu dugaan sementara tentang hubungan antara variabel dengan variabel lainya. Sutrisno Hadi memberikan defenisi sebagai berikut:

Hipotesis adalah dugaan yang mungkin benara atau juga salah. Dan akan di tolak jika salah atau palsudan akan diterima jka fakta membenarkannya. Penolakan dan penerimaan hipotesa dengan begitu sangat tergantung kepada hasil-hasil penyelidikan terhadap fakta-fakta yang di kumpulkan.

Didalam penelitian ini, peneliti merasa perlu untuk memberi batasan-batasan masalah terhadap subyek penelitian yang dalam hal ini gaya berbusana dan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter Islami. Gaya yang dimaksud disini adalah model-model busana pada masa kini.

Hipotesis adalah suatu jawaban yang memerlukan pembuktian lagi terhadap kebenaranya, sebab jawaban ini ada kalanya benar dan masih kemungkinan tidak benar setelah di adakan penelitian

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :