PT KERAMIKA INDONESIA ASSOSIASI, Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2009
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2008) Beserta
DAFTAR ISI
Halaman
I SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB
ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI i II LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ii III LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Neraca Konsolidasi 1 - 2
Laporan Laba Rugi Konsolidasi 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi 4
Laporan Arus Kas Konsolidasi 5
1
Catatan 31 Desember 2009 31 Desember 2008 ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2a,c,d; 3 12.802.738.364 3.343.131.031
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp5.656.856.011 dan Rp4.686.128.909 pada 31 Desember 2009 dan
2008. 2c,e; 4 339.292.167.277 185.303.611.063
Piutang lain-lain 529.173.335 242.112.466
Persediaan 2f; 5 129.945.231.216 77.222.883.278
Uang muka 6 2.909.936.183 3.020.110.656
Pajak dibayar dimuka 2m; 13 9.064.120.700 2.137.225.082
Biaya dibayar dimuka 2g; 7 17.358.424.200 10.514.101.916
Piutang pihak hubungan istimewa 2n; 8,27 - 96.856.582.582
Jumlah – aset lancar 511.901.791.275 378.639.758.074 ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan
Rp453.188.565.847 dan dan Rp296.224.864.996
pada 31 Desember 2009 dan 2008 2i,j,s; 9 783.274.728.741 445.681.761.935
Simpanan jaminan 10, 15 23.576.081.996 5.597.696.520
Aset tidak lancar lainnya 11 1.763.196.050 831.877.271
Jumlah – aset tidak lancar 808.614.006.787 452.111.335.726
JUMLAH ASET 1.320.515.798.062 830.751.093.800
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan
2
Catatan 31 Desember 2009 31 Desember 2008 KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang usaha 12 125.577.487.143 60.327.359.490
Hutang pajak 2m; 13 7.649.219.045 17.660.337.614
Biaya yang masih harus dibayar 14 31.395.711.861 14.358.683.804
Hutang anjak piutang 15 199.750.000.000 150.500.000.000
Hutang jangka panjang kurang satu tahun
Hutang sewa dan cicilan kendaraan 2j; 16 29.557.740.146 8.619.115.103
Jumlah – kewajiban lancar 393.930.158.195 251.465.496.011
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang sewa dan cicilan kendaraan - setelah
dikurangi jatuh tempo kurang dari satu tahun 2j; 16 186.801.169.921 46.282.339.451
Senior amortizing loan 17 88.769.000.000 88.769.000.000
Obligasi konversi 18 247.000.000.000 247.000.000.000
Kewajiban imbalan pasca kerja 2k, 19 28.763.093.901 15.509.628.419
Kewajiban pajak tangguhan 2m; 13 121.608.389.397 47.063.108.167
Jaminan 28 38.000.000.000 12.500.000.000
Jumlah – kewajiban tidak lancar 710.941.653.219 457.124.076.037 PENDAPATAN TANGGUHAN (Goodwill negatif) 2b; 20 38.698.337.641 - HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK
PERUSAHAAN 2b 27.455.905.496 -
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 680.000.000 lembar saham seri A dan 16.000.000.000 lembar saham seri B dengan nominal masing-masing Rp500 dan Rp250 per lembar per 31 Desember 2009 dan 2008. Modal ditempatkan dan disetor penuh 425.000.000 lembar saham seri A dan 8.000.000.000 saham seri B per
31 Desember 2009 dan 2008. 21 2.212.500.000.000 2.212.500.000.000
Agio saham 22 43.750.000.000 43.750.000.000
Saldo laba (defisit)
Ditentukan penggunaannya 25.000.000 25.000.000
Tidak ditentukan penggunaannya (2.106.785.256.489) (2.134.113.478.248)
Jumlah - ekuitas 149.489.743.511 122.161.521.752
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.320.515.798.062 830.751.093.800
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan
3
Catatan 2009 2008
PENJUALAN 2l; 23 359.943.644.019 415.563.943.454
BEBAN POKOK PENJUALAN 2l; 24 288.392.510.127 332.296.729.488
LABA KOTOR 71.551.133.892 83.267.213.966
BEBAN USAHA 2l; 25
Penjualan 13.370.194.185 19.539.418.682
Umum dan administrasi 22.661.206.035 23.778.472.139
Jumlah Beban usaha 36.031.400.220 43.317.890.821
LABA USAHA 35.519.733.672 39.949.323.145
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan jasa giro 84.250.135 447.398.277
Keuntungan (kerugian) selisih kurs 2c 2.212.212.842 (3.601.134.716)
Pendapatan tangguhan (amortisasi goodwill negatif) 2b; 20 325.196.115 -
Beban bunga dan keuangan 15, 16 (35.698.169.208) (14.411.850.705)
Lain-lain - bersih 26 26.960.779.266 (5.511.513.357)
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain (6.115.730.850) (23.077.100.501) LABA SEBELUM TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN 29.404.002.822 16.872.222.644 TAKSIRAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2m, 13
Pajak kini - -
Pajak tangguhan (1.361.839.915) 4.703.732.021
Jumlah Taksiran manfaat (beban) pajak penghasilan (1.361.839.915) 4.703.732.021
LABA SEBELUM HAK MINORITAS 28.042.162.907 21.575.954.664
BAGIAN LABA MINORITAS 2b (713.941.148) -
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 27.328.221.759 21.575.954.664
LABA BERSIH PER LEMBAR SAHAM DASAR 3,24 4,45
LABA BERSIH PER LEMBAR SAHAM DILUSIAN 2,65 4,34
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan
4
Modal Agio Saldo Laba (Defisit) Jumlah
Saham Saham Ditentukan
penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Ekuitas
Saldo 1 Januari 2008 212.500.000.000 43.750.000.000 25.000.000 (2.155.689.432.912) (1.899.414.432.912) Peningkatan modal saham
dari restrukturisasi 2.000.000.000.000 - - - 2.000.000.000.000
Laba bersih tahun 2008 - - 21.575.954.664 21.575.954.664
Saldo 31 Desember 2008 2.212.500.000.000 43.750.000.000 25.000.000 (2.134.113.478.248) 122.161.521.752
Laba bersih tahun 2009 - - - 27.328.221.759 27.328.221.759
Saldo 31 Desember 2009 2.212.500.000.000 43.750.000.000 25.000.000 (2.106.785.256.489) 149.489.743.511
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan
5
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 394.316.776.213 416.712.093.089
Pembayaran kepada pemasok dan beban usaha (304.920.578.138) (330.479.965.387) Pembayaran gaji, upah dan kesejahteraan karyawan (47.446.789.833) (44.491.951.523) Pembayaran bunga dan beban keuangan (41.331.906.391) (15.927.750.471)
Pembayaran pajak (40.199.836.039) (18.934.295.645)
Penerimaan jasa giro / bunga 84.250.135 447.398.277
Piutang / hutang hubungan istimewa - (18.266.757.337)
Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi (39.498.084.053) (10.941.228.997)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (4.366.983.765) (1.881.515.984)
Kenaikan (penurunan) aktiva lain-lain (45.714.624) 58.226.294
Penerimaan kembali penghapusan investasi 85.000.000.000 -
Pembayaran peningkatan penyertaan (85.000.000.000) -
Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (4.412.698.389) (1.823.289.690)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan hutang anjak piutang dan sewa 50.000.000.000 204.400.000.000
Penerimaan bank yang dibatasi penggunaannya - 14.097.994.036
Pembayaran hutang jangka panjang - (201.064.000.000)
Pembayaran sewa (4.155.551.421) -
Penerimaan (pembayaran) jaminan - (3.900.000.000)
Piutang lain-lain (115.688.484) (137.075.003)
Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 45.728.760.095 13.396.919.033 KENAIKAN KAS DAN SETARA KAS 1.817.977.654 632.400.346
Kas dan setara kas awal tahun
Kas dan setara kas awal Anak Perusahaan yang diakuisisi
3.343.131.031 7.641.629.679
2.710.730.685 -
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 12.802.738.364 3.343.131.031
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan
6 1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan dan informasi umum
PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967 berdasarkan akta Notaris Juliaan Nimrod Siregar gelar Mangaradja Namora, S.H., Notaris di Jakarta. tertanggal 28 Nopember 1968. Akta pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai Surat Keputusan No. J.A.5/22/5 tanggal 5 Maret 1969 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 23. tanggal 21 Maret 1969, tambahan No. 34. Status Perusahaan sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) berubah menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berdasarkan Surat Keputusan dari Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) No. 25/V/1992 tanggal 15 Juni 1992. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan. terakhir dengan Akta No. 20 tanggal 11 Juni 2008 dari Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta tentang peningkatan Modal Dasar dan Modal Ditempatkan / Modal Disetor Perusahaan. Perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-32720.AH.01.02.Tahun 2008 tertanggal 12 Juni 2008.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan. ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi industri dan distribusi produk keramik. Operasi komersial dimulai pada tahun 1968. Produk Perusahaan dipasarkan baik secara lokal maupun di ekspor ke beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Kantor pusat Perusahaan beralamat Graha Atrium Lantai 5, Jalan Senen Raya No. 135, Jakarta Pusat, dengan pabrik berlokasi di Cileungsi dan Karawang. Jumlah karyawan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing berjumlah 1.599 orang dan 1.132 orang. Susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2009 31 Desember 2008 Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Sean Lai Choong Chang Sean Lai Choong Chang
Komisaris Independen : David Wilyanto David Wilyanto
Direksi
Direktur Utama : Rico Susilo Rico Susilo
Direktur : Handono Warih Handono Warih
Direktur : Hassan Themas -
Jumlah imbalan bersih yang diberikan untuk Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp4.549.497.418 dan Rp4.538.559.401
b. Anak Perusahaan PT. KIA Keramik Mas
PT KIA Keramik Mas (KKM) Anak Perusahaan berdomisili di Jalan Raya Narogong Km 51,9 Limusnunggal, Cileungsi, Bogor, dengan pabrik di Cileungsi, Karawang dan Gresik Jawa Timur yang mulai beroperasi tahun 1984 dengan jenis usaha industri keramik genteng. Perusahaan memiliki 99,21% saham pada Anak Perusahaan masing-masing pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 dengan jumlah aset masing-masing sebesar Rp345.215.040.677 dan Rp346.664.380.686 pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008.
7 1. UMUM (Lanjutan)
b. Anak Perusahaan (Lanjutan) PT. KIA Serpih Mas (KSM)
PT KIA Serpih Mas (KSM) Anak Perusahaan, berdomisili di Jalan Raya Narogong Km 51,9 Limusnunggal, Cileungsi, Bogor dengan pabrik di Cileungsi, Karawang, yang mulai beroperasi tahun 1970 dengan jenis usaha industri ubin keramik lantai. Perusahaan memiliki 86,68% saham pada Anak Perusahaan berdasarkan Akta No. 24 tanggal 6 Nopember 2009 dibuat di hadapan Notaris Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta, dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp592.711.400.828.
Hasil usaha KSM untuk periode 2 (dua) bulan terakhir tahun 2009 dikonsolidasikan ke dalam Laporan Keuangan Konsolidasi Perusahaan dan Anak Perusahaan
Penyertaan saham Perusahaan mengalami peningkatan dari sebelumnya 1,29% menjadi 86,68%. Peningkatan saham tersebut dilakukan dengan cara; a) Konversi hutang KSM kepada Perusahaan sebesar Rp50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah) dengan menerbitkan saham baru seri C sebanyak 1.000.000.000 (satu miliar) lembar saham dengan nilai nominal Rp50 (lima puluh Rupiah) per saham yang mewakili 31,82% hak suara dalam KSM, b) Pembelian saham seri B milik Fairbairn Holdings Limited (Fairbairn) di KSM sebanyak 1.700.000.000 (satu miliar tujuh ratus juta) lembar saham yang mewakili 54,09% hak suara dalam KSM dengan harga pembelian Rp50 (lima puluh Rupiah) per saham atau seluruhnya sebesar Rp85.000.000.000 (delapan puluh lima miliar Rupiah).
Peningkatan penyertaan tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPSLB) tanggal 30 Juni 2009 berdasarkan Akta No. 51 dibuat dihadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta.
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 4 November 1994, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan surat No. S-1816/PM/1994 untuk melakukan penawaran umum atas 25.000.000 saham Perusahaan. Pada tanggal 8 Desember 1994, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
Pada tanggal 18 Juni 1997, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan surat No. S-1345/PM/1997 untuk melakukan penawaran umum terbatas dengan Hak Memesan Efek terlebih dahulu sebesar 255.000.000 saham. Saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 9 Juli 1997.
Mulai 29 September 2004, saham Perusahaan sudah tidak tercatat (delisting) pada Bursa Efek Jakarta berdasarkan pengumuman PT Bursa Efek Jakarta No. Peng-07/BEJ-PSR/DEL/08/-2004 tanggal 23 Agustus 2004 dan Peng-11/BEJ-PSR/DEL/09/-2004 tanggal 23 September 2004.
Berdasarkan Pengumuman PT Bursa Efek Jakarta tanggal 30 November 2007 No. Peng-167/BEJ- CAT/P/11-2007, sehubungan dengan penggabungan PT Bursa Efek Surabaya ke dalam PT Bursa Efek Jakarta dan perubahan nama PT Bursa Efek Jakarta menjadi PT Bursa Efek Indonesia, yang telah efektif pada tanggal 30 November 2007, disampaikan bahwa saham Perusahaan yang sebelumnya hanya tercatat di Bursa Efek Surabaya dicatatkan oleh Bursa Efek Indonesia di Papan Pengembangan per tanggal 1 Desember 2007 dan efektif tertanggal 3 Desember 2007, saham Perusahaan dalam status tidak dapat diperdagangkan (suspensi).
8 1. UMUM (Lanjutan)
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan (Lanjutan)
Pada tanggal 15 Oktober 2008, berdasarkan Pengumuman Pencabutan Penghentian Sementara Perdagangan Efek PT Keramika Indonesia Assosiasi. Tbk., No. Peng-005/BEI.PSR/UPT/10-2008. BEI telah mencabut Penghentian Sementara Perdagangan Efek Perusahaan, sehingga saham Perusahaan kembali dapat diperdagangkan mulai tanggal 16 Oktober 2008.
Berdasarkan surat dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-03824/BEI.PSR/07-2008 tanggal 9 Juli 2008, saham Perusahaan yang tercatat di BEI adalah sebanyak 425.000.000 saham Seri A dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan 8.000.000.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250 per saham yang merupakan penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebagai hasil konversi hutang seperti yang telah disepakati dengan para kreditur dalam Master Debt Restructuring Agreement (MDRA) dan disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 12 Mei 2008.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (PSAK) dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK).
Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan konsep biaya perolehan. Investasi pada Perusahaan asosiasi dinyatakan berdasarkan metode ekuitas. Aset tetap yang telah dinilai kembali dan proyek dalam pelaksanaan dicatat pada nilai yang dapat dipulihkan.
Laporan arus kas konsolidasi menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas disajikan dengan menggunakan metode langsung (direct method). b. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi menggabung laporan keuangan Perusahaan dengan entitas lain yang dikendalikan (Anak Perusahaan) yang disusun sampai dengan tanggal 31 Desember setiap tahun. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan keuangan dan operasional Anak Perusahaan atau pengendalian juga dianggap ada jika prosentase kepemilikan Perusahaan baik langsung atau tidak dalam perusahaan anak melebihi 50% hak suara.
Hak pemegang saham minoritas dinyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan historis aset bersih. Hak minoritas akan disesuaikan untuk bagian minoritas dari perubahan ekuitas.
Pada saat akuisisi, selisih antara biaya perolehan investasi dengan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban Anak Perusahaan yang teridentifikasi dibukukan sebagian sebagai Goodwill dan diamorisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 5 (lima) tahun untuk Goodwill positif dan 20 (dua puluh) tahun Goodwill negatif.
9 c. Penjabaran Mata Uang Asing
Perusahaan dan Anak Perusahaan menyelenggarakan pembukuan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi konsolidasi.
Kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing adalah Rp9.400 dan Rp10.950 untuk tiap AS$1.
d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas mencakup kas, bank, deposito berjangka dan investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
e. Piutang Usaha
Perusahaan dan Anak Perusahaan menyajikan piutang usaha sebesar nilai bersih yang diharapkan akan direalisasi di kemudian hari. Penyisihan piutang ragu-ragu dihitung berdasarkan penelaahan terhadap masing-masing akun piutang di akhir tahun berjalan.
f. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara harga perolehan dengan nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan mengunakan metode masuk pertama keluar pertama untuk bahan baku, suku cadang dan bahan penolong, dan metode rata-rata bergerak untuk persediaan barang jadi dan barang dalam proses.
g. Biaya Dibayar Dimuka
Beban yang dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing beban dengan metode garis lurus. h. Investasi Pada Perusahaan Asosiasi
Investasi dengan pemilikan 20% sampai 50%, baik langsung atau tidak langsung, dinyatakan sebesar harga perolehan, ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi Perusahaan Asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan deviden yang diterima (metode ekuitas).
i. Aset Tetap
Sebelum tanggal 1 Januari 2008, aset tetap dinyatakan sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No.16 (revisi 2007). ”Aset Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16 (1994)”, Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-Lain” dan PSAK No. 17 (1994), ”Akuntansi Penyusutan” dimana Perusahaan telah memilih model biaya. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan.
10 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
i. Aset Tetap (lanjutan)
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi tersebut diakui ke dalam jumlah tercatat (”carrying amount”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan.
Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya.
Semua aset tetap kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan taksiran masa manfaat sebagai berikut :
Tahun
Tanah Tidak disusutkan
Bangunan dan prasarana 10–30
Mesin dan peralatan 5–15
Kendaraan bermotor 5
Peralatan kantor 5
Aset tetap yang tidak digunakan dinyatakan sebesar jumlah yang terendah antara jumlah tercatat atau nilai realisasi bersih.
Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount), maka nilai tercatat tersebut akan diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara nilai jual neto dan nilai pakai.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya, kecuali pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat aset tetap atau meningkatkan manfaat ekonomis, dikapitalisasi dan disusutkan dengan tarif penyusutan yang sesuai.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan, keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui dalam laporan perhitungan laba rugi konsolidasi tahun berjalan.
Aset tetap yang tidak digunakan dalam operasi Perusahaan dan Anak Perusahaan karena berbagai sebab, nilai tercatatnya (carrying amount) dikurangkan sebesar 20% per tahun dan dibebankan dalam perhitungan laba-rugi. Pembebanan tidak dilakukan sekaligus pada tahun yang bersangkutan mengingat materialitas dan tidak dimungkinkan lagi adanya penerimaan kembali arus kas (recoverable amount) dari aset tersebut.
j. Sewa
Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan SAK 30 (Revisi 2007), “Sewa”, yang menggantikan SAK 30 (1990), “Akuntansi Sewa”. Menurut SAK revisi ini, suatu sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa sewa lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan kewajiban dalam neraca sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa.
11 j. Sewa (lanjutan)
Aset sewa yang digunakan oleh lessee sesuai dengan sewa pembiayaan disusutkan secara konsisten dengan menggunakan metode yang sama dengan aset yang disusutkan yang dimiliki secara langsung atau disusutkan secara penuh selama jangka waktu yang lebih pendek antara masa sewa dan masa manfaat, jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan kepemilikan pada akhir masa sewa.
Suatu sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Penerapan dari SAK revisi ini tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasi Perusahaan.
k. Imbalan Pasca Kerja
Perusahaan dan Anak Perusahaan mengakui biaya imbalan pasca kerja sesuai dengan Undang-undang Ketenaga Kerjaan No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003, mengenai Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian oleh Perusahaan (Revisi 2004) tentang Imbalan Pasca Kerja.
Menurut PSAK No. 24, penentuan biaya imbalan pasca kerja menurut Undang-undang ditentukan dengan menggunakan metode perhitungan aktuaria Projected Unit Credit Method. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban, apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui untuk setiap program pada akhir periode pelaporan sebelumnya lebih besar daripada 10% dari nilai kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian diakui dengan menggunakan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan. Selanjutnya, biaya jasa lalu yang berasal dari saldo awal manfaat pensiun pasti atau perubahan kewajiban manfaat dari program yang ada saat ini harus diamortisasi selama jangka waktu tertentu sampai dengan imbalan tersebut menjadi vested.
Besarnya kewajiban imbalan pasti yang disajikan di neraca konsolidasi merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti setelah disesuaikan dengan keuntungan atau kerugian akturial yang belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui.
l. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Penjualan lokal diakui saat barang diserahkan dan hak kepemilikan berpindah kepada pelanggan, sedangkan untuk penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan (F.O.B. Shipping point). Beban diakui pada saat terjadinya atau timbulnya kewajiban.
m. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun bersangkutan, setelah dikurangi akumulasi kompensasi kerugian tahun-tahun sebelumnya, yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Semua perbedaan temporer kena pajak antara nilai tercatat aset dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai kewajiban pajak tangguhan. Seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan diakui sebagai aset pajak tangguhan sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal pada masa yang akan datang memadai untuk dikompensasi. Pajak tangguhan dihitung dengan tarif pajak yang berlaku pada tanggal neraca.
12 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
m. Pajak Penghasilan
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) diakui sebagai beban lain-lain dalam tahun berjalan, kecuali apabila diajukan keberatan atau banding. Jumlah tambahan pokok dan denda pajak tersebut ditangguhkan pembebanannya sampai keputusan atas keberatan atau banding tersebut telah ditetapkan.
n. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sesuai dengan PSAK No. 7 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Yang dimaksud dengan hubungan istimewa adalah:
i. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan. atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk induk perusahaan, anak perusahaan dan fellow subsidiaries);
ii. Perusahaan asosiasi (Associated company);
iii. Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perseorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);
iv. Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan
v. Perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (iii) dan (iv), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang memiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.
o. Segmen Usaha
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha, sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis.
Segmen usaha adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lainnya.
Segmen geografis adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan atau wilayah ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan atau wilayah yang berbeda.
13 p. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang belaku umum, mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi di kemudian hari dapat berbeda dengan yang diestimasi.
q. Laba (Rugi) per Saham
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun bersangkutan.
Jumlah rata-rata tertimbang saham yang diperhitungkan untuk menghitung laba per saham dasar adalah sebanyak 8.425.000.000 saham dan 4.852.397.260 saham, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008.
r. Restrukturisasi Hutang
Menurut PSAK No. 54 restrukturisasi hutang-piutang mencakup, namun tidak terbatas pada, satu atau lebih kombinasi berikut ini:
1. Transfer aset berupa real estat, piutang kepada pihak ketiga, atau aset lain dari debitur kepada kreditur untuk memenuhi sebagian atau seluruh hutang-piutang (termasuk transfer sebagai akibat dari kepemilikan kembali atau sita jaminan).
2. Penerbitan saham baru atau penyerahan saham debitur untuk memenuhi sebagian atau seluruh hutang-piutang, kecuali jika saham diberikan dalam rangka pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan sebelumnya untuk pengubahan hutang-piutang menjadi pemberian saham.
3. Modifikasi syarat-syarat hutang-piutang.
Pelunasan hutang melalui penerbitan saham baru atau penyerahan saham debitur dicatat sebesar nilai wajar saham. Perbedaan antara nilai wajar saham yang diterbitkan dengan nilai tercatat hutang yang diselesaikan diakui sebagai keuntungan yang timbul sebagai akibat restrukturisasi hutang.
Keuntungan neto atas restrukturisasi hutang setelah pajak penghasilan terkait, diakui dalam perhitungan laba bersih untuk periode terjadinya restrukturisasi dan diklasifikasikan sebagai pos luar biasa.
s. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan, konstruksi, atau produksi suatu aset tertentu harus dikapitalisasi sebagai bagian dari harga perolehan aset tertentu tersebut. Kapitalisasi dimulai saat pengeluaran untuk aset tersebut mulai dilakukan, biaya pinjaman telah terjadi dan aktivitas pembangunan atau memproduksi sedang berlangsung, kapitalisasi akan berakhir saat aktivitas pembangunan atau memproduksi aset tersebut telah berakhir sesuai tujuannya.
Anak Perusahaan mengkapitalisasi biaya pinjaman sebagai bagian dari harga perolehan bangunan dan prasaran yang sedang dikonstruksi. Bunga yang dikapitalisasi untuk tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp4.429.795.807 dan Rp3.993.093.930.
14 3. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari :
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Kas:
Rupiah 73.232.692 59.700.880
Dolar Amerika Serikat
(2009: AS$820 dan 2008: AS$368) 7.706.214 4.029.600
Bank:
Rupiah
PT Bank Victoria, Tbk 9.607.600.630 36.947.242
PT Bank Central Asia, Tbk 415.572.684 2.290.233.839
PT Bank Panin, Tbk 291.000.187 1.975.275
Standard Chartered Bank – cabang Jakarta 29.311.229 657.672.691
PT CIMB Niaga, Tbk 34.422.312 180.101.858
PT Bank Mandiri, Tbk 2.798.446 4.108.446
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Panin, Tbk
(2009: AS$244.267 dan 2008: AS$3.356) 2.296.110.176 36.748.200 Standard Chartered Bank – cabang Jakarta
(2009: AS$4.786 dan 2008: AS$6.540) 44.983.794 71.613.000
Jumlah – kas dan setara kas 12.802.738.364 3.343.131.031
4. PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha berdasarkan langganan:
31 Desember 2009 31 Desember 2008 Piutang pihak ketiga:
Pelanggan dalam negeri 342.819.406.288 188.976.306.412
Pelanggan luar negeri
(2009: AS$ 226.555 dan 2008: AS$92.551) 2.129.617.000 1.013.433.560
Jumlah 344.949.023.288 189.989.739.972
Penyisihan piutang ragu-ragu (5.656.856.011) (4.686.128.909)
15 Rincian piutang usaha berdasarkan umur:
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Belum jatuh tempo 123.169.866.081 83.020.078.282
Sudah jatuh tempo:
1 s/d 30 hari 34.661.289.908 17.376.899.788
31 s/d 60 hari 32.617.124.832 26.792.866.151
61 s/d 90 hari 43.279.366.197 33.696.995.730
lebih dari 90 hari 111.221.376.270 29.102.900.021
Jumlah 344.949.023.288 189.989.739.972
Penyisihan piutang ragu-ragu (5.656.856.011) (4.686.128.909)
Jumlah - piutang usaha 339.292.167.277 185.303.611.063 Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang:
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Rupiah 342.819.406.288 188.976.306.412
Dolar Amerika Serikat
(2009: AS$ 226.555 dan 2008: AS$92.551) 2.129.617.000 1.013.433.560
Jumlah 344.949.023.288 189.989.739.972
Penyisihan piutang ragu-ragu (5.656.856.011) (4.686.128.909)
Jumlah – piutang usaha 339.292.167.277 185.303.611.063 Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu :
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Saldo awal 4.686.128.909 4.616.911.119
Penambahan 970.727.102 69.217.790
Pengurangan - -
Saldo akhir 5.656.856.011 4.686.128.909
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, sebagian piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas fasilitas anjak piutang Perusahaan dan Anak Perusahaan (Catatan 15).
16 5. PERSEDIAAN
Rincian persediaan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Barang jadi 25.229.874.659 11.578.475.061
Barang dalam proses 7.209.262.888 4.865.988.947
Bahan baku 47.860.774.027 35.879.923.447
Suku cadang dan bahan pembantu 49.645.319.642 24.898.495.823
Jumlah – persediaan 129.945.231.216 77.222.883.278
Seluruh persediaan diasuransikan kepada PT Asuransi AIU Indonesia, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi AXA Indonesia, PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Panin Insurance dan PT Kurnia Insurance Indonesia terhadap resiko kebakaran, pencurian dan resiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar AS$14.755.518.dan AS$ 8.044.709 per tanggal 31 Desember 2009 dan 2008. Manajemen berpendapat jumlah nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan dan Anak Perusahaan.
6. UANG MUKA
Rincian uang muka adalah sebagai berikut:
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Uang muka pembelian 733.004.627 679.332.568
Uang muka karyawan 1.069.830.169 1.004.727.764
Uang muka lain 1.107.101.387 1.336.050.324
Jumlah – uang muka 2.909.936.183 3.020.110.656
Akun ini merupakan uang muka untuk pembelian impor dan lokal, pengadaan proyek dan biaya-biaya lainnya. 7. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Rincian biaya dibayar dimuka adalah sebagai berikut:
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Asuransi dibayar dimuka 1.083.694.266 54.637.403
Biaya penjualan 1.510.162.665 496.025.670
Biaya sewa dan lain-lain 14.764.567.269 9.963.438.843
17
Saldo piutang pihak hubungan istimewa Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2008
Piutang hubungan istimewa dari PT KIA Serpih Mas
Perusahaan 57.831.339.279
Anak Perusahaan (PT KIA Keramik Mas) 39.025.243.303
Jumlah – piutang pihak hubungan istimewa 96.856.582.582 Piutang pihak hubungan istimewa untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 merupakan tagihan Perusahaan dan Anak Perusahaan, PT KIA Keramik Mas (KKM) kepada PT KIA Serpih Mas (Perusahaan Assosiasi), atas biaya-biaya dan pengeluaran lain-lain yang dibayarkan terlebih dahulu, yang merupakan piutang tanpa bunga dan tidak ditentukan jadwal waktu pembayarannya.
Pada tanggal 31 Desember 2008, Perusahaan melakukan pemulihan atas piutang KSM sebesar Rp38.432.800.000 yang sebelumnya telah dicadangkan tidak tertagih, pemulihan penyisihan piutang ini dibukukan Perusahaan sebagai Pendapatan lain-lain.
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009 (sebelum akuisisi) dan 2008, Perusahaan melakukan transaksi penjualan kepada KSM yaitu masing-masing sebesar 0,59% dan 0,60% dari jumlah penjualan.
18 9. ASET TETAP Tahun 2009 1 Januari 2009 Saldo 1-Nop-2009 Anak Perusahaan
yang diakuisisi Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2009 Biaya perolehan atau penilaian kembali Pemilikan langsung: Tanah 43.379.081.738 44.012.888.832 - - - 87.391.970.570 Bangunan dan prasarana 91.676.231.498 90.319.427.816 116.659.585 - - 182.112.318.899 Mesin dan peralatan 407.393.940.504 64.521.875.822 905.884.609 364.690.494 4.068.516.228 476.525.526.669 Kendaraan 17.748.857.632 4.285.319.626 146.022.015 648.973.705 - 21.531.225.568 Peralatan kantor 11.233.324.885 3.960.156.771 243.926.238 - - 15.437.407.894 Aset dalam penyelesaian: Bangunan dan prasarana 71.549.651.329 10.079.483.901 4.440.838.937 - - 86.069.974.167 Mesin dan peralatan 45.025.539.345 73.993.481.024 2.954.501.318 - (4.068.516.228) 117.905.005.459 Pemilikan tidak langsung : Mesin dan Peralatan 53.900.000.000 195.589.865.362 - - - 249.489.865.362 Jumlah 741.906.626.931 486.762.499.154 8.807.832.702 1.013.664.199 - 1.236.463.294.588 Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung: Bangunan dan Prasarana 39.226.359.207 48.923.166.151 3.493.000.005 - - 91.642.525.363 Mesin dan Peralatan 227.748.081.627 43.548.090.785 14.198.671.546 364.690.494 - 285.130.153.464 Kendaraan 15.818.534.201 4.176.319.627 481.062.002 648.973.705 299.118.610 20.126.060.735 Peralatan kantor 10.138.001.062 4.045.082.820 733.263.884 - (299.118.610) 14.617.229.156 Pemilikan tidak langsung: Mesin dan peralatan 3.293.888.899 34.002.767.433 4.375.940.797 - - 41.672.597.129 Jumlah 296.224.864.996 134.695.426.816 23.281.938.234 1.013.664.199 - 453.188.565.847 Jumlah – aset tetap bersih 445.681.761.935 783.274.728.741
19 Tahun 2008
1 Januari 2008 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2008 Biaya perolehan atau penilaian
kembali
Pemilikan langsung:
Tanah 43.379.081.738 - - - 43.379.081.738
Bangunan dan prasarana 91.676.231.498 - - - 91.676.231.498
Mesin dan peralatan 545.895.718.759 326.101.496 138.827.879.751 - 407.393.940.504
Kendaraan 17.032.597.405 1.471.300.000 755.039.773 - 17.748.857.632
Peralatan kantor 10.980.359.784 252.965.101 - - 11.233.324.885
Aset dalam penyelesaian:
Bangunan dan prasarana 67.556.557.399 3.993.093.930 - - 71.549.651.329
Mesin dah peralatan 43.852.720.016 2.895.436.331 1.722.617.002 - 45.025.539.345 Pemilikan tidak langsung
Mesin dan peralatan - 53.900.000.000 - - 53.900.000.000
Jumlah 820.373.266.599 62.838.896.858 141.305.536.526 - 741.906.626.931
Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung :
Bangunan dan prasarana 36.295.904.950 2.930.454.257 - - 39.226.359.207
Mesin dan peralatan 295.076.311.337 17.135.448.037 84.463.677.747 - 227.748.081.627
Kendaraan 15.786.902.065 786.671.909 755.039.773 - 15.818.534.201
Peralatan kantor 9.816.590.109 321.410.953 - - 10.138.001.062
Pemilikan tidak langsung:
Mesin dan peralatan - 3.293.888.899 - - 3.293.888.899
Jumlah 356.975.708.461 24.467.874.055 85.218.717.520 - 296.224.864.996
Jumlah – asset tetap bersih 463.397.558.138 445.681.761.935
Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Cileungsi, Karawang, Gresik dan Tanjung Pandan dengan hak kepemilikan berupa Hak Guna Bangunan (HGB) berjangka waktu antara 20 sampai 30 tahun. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah, karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, sebagian aset tetap kepemilikan langsung digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman Anjak Piutang dan Sewa (Catatan 15 dan 16).
Seluruh aset tetap kecuali tanah diasuransikan kepada PT Asuransi AIU Indonesia, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi AXA Indonesia, PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Panin Insurance dan PT Kurnia Insurance Indonesia terhadap resiko kebakaran, pencurian dan resiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar AS$149.209.929 dan Rp3.534.500.000 pada 31 Desember 2009, AS$102.586.866 dan Rp2.420.736.000 pada 31 Desember 2008. Manajemen berpendapat jumlah nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan dan Anak Perusahaan.
20 9. ASET TETAP (Lanjutan)
Beban penyusutan di alokasikan sebagai berikut :
2009 2008
Biaya pabrikasi 22.066.239.801 23.450.073.305
Biaya umum dan administrasi 1.215.698.433 1.017.800.750
Jumlah 23.281.938.234 24.467.874.055
10. SIMPANAN JAMINAN
Akun ini merupakan simpanan jaminan sewa dengan PT Clipan Finance Indonesia, Tbk., dan jaminan lain-lain, sebagai berikut :
31 Desember 2009 31 Desember 2008 Simpanan jaminan dengan PT Clipan Finance Indonesia, Tbk. :
PT KIA Serpih Mas 16.777.777.776 -
PT KIA Keramik Mas 5.400.000.000 5.400.000.000
Jaminan pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) 1.200.607.700 -
Jaminan sewa ruangan 197.696.520 197.696.520
Jumlah – simpanan jaminan 23.576.081.996 5.597.696.520
11. ASET TIDAK TETAP LAINNYA Aset tidak lancar lainnya terdiri dari:
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Rugi sewa – bersih 1.342.075.319 393.282.254
Aset tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional - setelah dikurangi akumulasi penyisihan penurunan nilai sebesar
Rp8.363.571.858 198.138.171 198.138.171
Perijinan 104.181.160 121.655.446
Lain-lain 118.801.400 118.801.400
Jumlah – aset tidak lancar lainnya 1.763.196.050 831.877.271 Atas rugi transaksi sewa (sale and leaseback) sebesar Rp464.202.004 pada Anak Perusahaan (KKM) menangguhkan, dan melakukan amortisasi sesuai masa sewa yaitu 6 tahun, setelah dikurangi amortisasi rugi sewa per tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp148.286.750 dan Rp70.919.750. Rugi transaksi sewa (sale and leaseback) Anak Perusahaan (KSM) yang terjadi pada tahun 2007 sebesar Rp1.571.989.888, disajikan setelah dikurangi amortisasi sebesar Rp545.829.823.
Aset tetap yang tidak digunakan dalam operasional terdiri dari tanah, bangunan dan mesin dan peralatan yang berlokasi di Tanjung Pandan dan Cileungsi.
21 12. HUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Pemasok Dalam negeri 109.491.592.162 51.196.179.456
Pemasok Luar negeri 16.085.894.981 9.131.180.034
Jumlah – hutang usaha 125.577.487.143 60.327.359.490 Hutang usaha kepada pihak ketiga berdasarkan mata uang terdiri dari:
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Rupiah 100.309.552.225 48.574.179.163
Dolar Amerika Serikat
(2009: AS$2.472.064 dan 2008: AS$972.107) 23.237.404.608 10.644.571.650
Euro (2009: €134.288 dan 2008: €68.368) 1.814.192.898 1.055.089.844
Dolar Singapura (2009: S$32.296dan 2008: S$7.035) 216.337.412 53.518.833
Jumlah – hutang usaha 125.577.487.143 60.327.359.490 Hutang usaha merupakan hutang kepada para pemasok dan pihak lainnya dalam kegiatan normal operasi Perusahaan dan Anak Perusahaan. Pada tanggal neraca, tidak terdapat hutang hubungan istimewa yang dicatat sebagai hutang usaha.
13. PERPAJAKAN
Pajak dibayar dimuka, terdiri dari:
31 Desember 2009 31 Desember 2008 Pajak penghasilan: Pasal 22 3.960.337.941 2.059.625.082 Pasal 23 97.445.390 - Pasal 25 95.700.000 77.600.000 Pajak Lain (SKP) 4.910.637.369 -
Jumlah – pajak dibayar dimuka 9.064.120.700 2.137.225.082 Pajak lain dibayar dimuka Perusahaan tahun 2009, merupakan STP yang telah dibayar sebesar Rp599.050.000 dan Perusahaan mengajukan pengurangan, dan atas pembayaran SKPKB PT KIA Serpih Mas (Anak Perusahaan) sebesar Rp4.311.587.369, yang sedang diajukan keberatan.
22 13. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Hutang Pajak, terdiri dari:
31 Desember 2009 31 Desember 2008 Pajak penghasilan
Pasal 21 dan 26 1.090.666.919 1.042.843.156
Pasal 23 - 20.633.001
Pajak Pertambahan Nilai 6.558.552.126 16.596.861.457
Jumlah – hutang pajak 7.649.219.045 17.660.337.614
Manfaat (beban) Pajak Perusahaan, terdiri dari :
2009 2008
Pajak kini - -
Pajak tangguhan (2.884.980.571) 1.785.729.619
Jumlah – manfaat (beban) pajak (2.884.980.571) 1.785.729.619 Pajak kini
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba (rugi) konsolidasi dengan laba (rugi) fiskal untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 dengan perhitungan pajak penghasilan kini adalah sebagai berikut:
2009 2008
Laba sebelum pajak menurut laporan laba (rugi) konsolidasi 29.404.002.822 16.872.222.643 Ditambah (dikurangi) laba (rugi) sebelum pajak – Anak Perusahaan (6.727.532.403) 18.767.493.576
22.676.470.419 35.639.716.219
Perbedaan temporer:
Penyusutan aset tetap (18.464.421.227) (10.820.777.773)
Imbalan pasca kerja – bersih 2.224.790.680 1.700.287.577
Pembayaran imbalan kerja (147.477.252) (430.878.574)
Beban piutang ragu–ragu (59.687.400) 58.948.495
Amortisasi beban produksi ditangguhkan - 16.505.753.190
Bunga sewa - 68.588.845
Pembayaran sewa - (367.572.000)
Penyisihan penurunan nilai aset tetap yang tidak digunakan dalam
operasi - 428.568.714
23
2009 2008
Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal :
Jamuan, sumbangan dan representasi 156.735.103 658.541.447
Pemulihan kembali piutang yang disisihkan - (38.432.800.000)
Pemulihan kembali penghapusan investasi (85.000.000.000)
Kesejahteraan karyawan 109.814.141
Penghasilan bunga (58.502.402) (42.270.762)
Pendapatan di tangguhkan (amortisasi goodwill - negatif) (325.196.115)
Beban lain–lain - 147.634.173
Jumlah (85.226.963.414) (37.559.081.001)
Laba (rugi) fiskal tahun berjalan (78.997.288.194) 5.223.553.692
Kompensasi rugi fiskal:
Tahun 2008 5.223.553.692 -
Tahun 2007 (5.792.164.527) (11.308.150.042)
Tahun 2005 (3.072.091.737) (3.072.091.737)
Jumlah kompensasi rugi fiskal tahun sebelumnya (3.640.702.571) (14.380.241.779) Rugi fiskal setelah kompensasi kerugian fiskal tahun–tahun
sebelumnya (82.637.990.765) (9.156.688.087)
Perusahaan telah menerima surat Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Badan tahun 2007 No. 00122/406/07/054/09 tanggal 18 Juni 2009 dari Kepala Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa a.n. Direksi Jendral Pajak. Berdasarkan Surat Ketetapan tersebut. Rugi fiskal Perusahaan tahun 2007 ditetapkan sebesar (Rp5.792.164.527). Pajak tangguhan
Pada September 2008. Undang–undang No. 7 Tahun 1983 mengenai “Pajak Penghasilan” diubah keempat kalinya dengan Undang–undang No. 36 Tahun 2008.
Perubahan tersebut mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Pada tahun berakhir 31 Desember 2009 dan 2008, Perusahaan dan Anak Perusahaan menggunakan tarif 25% sebagai dasar perhitungan beban/manfaat pajak penghasilan tangguhan.
24 13. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Pajak tangguhan (lanjutan)
Rincian dari aset (kewajiban) pajak tangguhan Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebagai berikut: 1 Januari 2009 Koreksi pajak tangguhan ke laporan laba-rugi Dikreditkan (dibebankan) ke laporan laba (rugi) 31 Desember 2009 Perusahaan:
Kewajiban pajak tangguhan
Penyusutan aset tetap (752.854.660) - (4.616.105.307) (5.368.959.967)
Penyesuaian nilai buku aset tetap (45.727.678.790) - - (45.727.678.790)
Penyisihan penurunan nilai aset tetap yang tidak digunakan
dalam operasi (254.672.356) 790.383.248 - 535.710.892
Amortisasi beban produksi
ditangguhkan 37.099.840 (37.099.840) - -
Pembayaran cicilan kendaraan -
bersih (74.745.789) 74.745.789 - -
Penyisihan piutang ragu-ragu (194.313.203) 759.794.134 (14.921.850) 550.559.081 Imbalan pasca kerja 2.483.982.850 (361.105.101) 519.328.357 2.642.206.106
Jumlah (44.483.182.108) 1.226.718.229 (4.111.698.800) (47.368.162.678)
Kewajiban pajak tangguhan – Anak Perusahaan
PT KIA Keramik Mas (2.579.926.059) 2.213.944.792 (1.760.629.487) (2.126.610.754) PT KIA Serpih Mas (73.183.441.316) (640.029.104) 1.709.854.455 (72.113.615.965)
Kewajiban pajak tangguhan –
25 Pajak tangguhan (lanjutan)
1 Januari 2008 (dibebankan) ke Dikreditkan laporan laba -rugi
31 Desember 2008 Perusahaan
Kewajiban pajak tangguhan 1.952.339.783 (2.705.194.443) (752.854.660)
Penyusutan aset tetap (45.727.678.790) - (45.727.678.790)
Penyesuaian nilai buku aset tetap (361.814.534) 107.142.179 (254.672.356)
Penyisihan penurunan nilai aset tetap yang tidak digunakan dalam operasi
Amortisasi beban produksi ditangguhkan 1.237.931.489 4.126.438.298 5.364.369.787
Pembayaran cicilan kendaraan - bersih - (74.745.789) (74.745.789)
Penyisihan piutang ragu–ragu (209.050.327) 14.737.123 (194.313.204)
Imbalan pasca kerja – bersih 2.166.630.599 317.352.251 2.483.982.850
Jumlah (40.941.641.780) 1.785.729.620 (39.155.912.162)
Koreksi pajak tangguhan
Beban produksi ditangguhkan (5.327.269.946) - (5.327.269.946)
Jumlah (46.268.911.726) 1.785.729.620 (44.483.182.108)
Anak Perusahaan
Kewajiban pajak tangguhan (5.497.928.461) 2.918.002.402 (2.579.926.059)
26 13. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak dan laba (rugi) akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut :
2009 2008
Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba (rugi) konsolidasi 29.404.002.822 16.872.222.643 Dikurangi laba (rugi) sebelum pajak - Anak Perusahaan (6.727.532.403) 18.767.493.576
Laba sebelum pajak Perusahaan 22.676.470.419 35.639.716.219
Pajak penghasilan dengan tarif (25%) 5.669.117.605 8.909.929.055
Pengaruh pajak atas beban (penghasilan) yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal :
Jamuan, sumbangan dan representasi 39.183.776 164.635.362
Pemulihan kembali piutang yang disisihkan - (9.608.200.000)
Pemulihan kembali penghapusan investasi (21.250.000.000) -
Kesejahteraan karyawan - 27.453.535
Penghasilan bunga (14.625.601) (10.567.691)
Pendapatan tangguhan (amortisasi goodwill - negatif) (81.299.029) -
Beban lain-lain - 36.908.543
(21.306.740.854) (9.389.770.251)
Jumlah (15.637.623.249) (479.841.196)
Rugi (laba) tahun berjalan 19.749.322.049 (1.305.888.423)
Beban (manfaat) pajak tangguhan 4.111.698.800 (1.785.729.619)
Koreksi pajak tangguhan Perusahaan (1.226.718.229) -
Beban (manfaat) pajak tangguhan Perusahaan 2.884.980.571 (1.785.729.619) Manfaat pajak tangguhan Anak Perusahaan (1.523.140.656) (2.918.002.402) Jumlah – beban (manfaat) pajak tangguhan 1.361.839.915 (4.703.732.021) 14. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Rincian biaya yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut :
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Bunga:
Perusahaan 885.416.665 885.416.666
Anak perusahaan :
PT KIA Keramik Mas 2.191.248.002 2.446.111.111
PT KIA Serpih Mas 5.342.178.139 -
Energi 5.111.164.532 5.962.318.693
Jamsostek 1.653.515.935 1.149.598.147
Pemasaran dan promosi 7.029.555.878 16.110.000
Lain-lain 9.182.632.710 3.899.129.187
27
Hutang Anjak Piutang merupakan hutang yang diberikan oleh PT Clipan Finance Indonesia. Tbk., kepada Perusahaan dan Anak Perusahaan pada 31 Desember 2009 dan 2008 dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2009 31 Desember 2008
Perusahaan 124.250.000.000 125.000.000.000
Anak Perusahaan
PT KIA Keramik Mas 25.500.000.000 25.500.000.000
PT KIA Serpih Mas 50.000.000.000 -
Jumlah - hutang anjak piutang 199.750.000.000 150.500.000.000 Hutang Anjak Piutang Perusahaan merupakan pinjaman sebesar Rp125.000.000.000 yang diberikan oleh PT Clipan Finance Indonesia, Tbk., berdasarkan Akta Perjanjian Anjak Piutang No. 58 tanggal 29 Agustus 2008 yang dibuat di hadapan Ny. Susanna Tanu, S.H., notaris di Jakarta. Fasilitas ini bersifat with recourse dan berjangka waktu 360 hari serta dapat diperpanjang dan dibebani bunga 17% per tahun dengan jumlah piutang yang dialihkan tidak boleh kurang dari Rp138.943.503.322. Perjanjian Anjak Piutang ini telah diperpanjang pada tanggal 15 September 2009 dengan Akta No.10 dari Ny. Susanna Tanu, S.H., notaris di Jakarta dengan jangka waktu yang sama 12 bulan.
Jaminan tambahan atas fasilitas anjak piutang kepada Perusahaan adalah sebagai berikut :
a. 7 Bidang tanah berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan di Desa Limusnunggal, Cileungsi, Kab. Bogor, seluas 70.318 M², atas nama PT Keramika Indonesia Assosiasi.
b. Sebidang tanah berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan di Desa Kutamekar, Teluk Jambe, Kab. Karawang, seluas 70.000 M² atas nama PT Keramika Indonesia Assosiasi.
Hutang Anjak Piutang Anak Perusahaan PT KIA Keramik Mas (KKM) sebesar Rp25.500.000.000 merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh PT Clipan Finance Indonesia, Tbk., berdasarkan Akta Perjanjian Fasilitas Anjak Piutang No. 17 tanggal 21 Januari 2008 yang dibuat di hadapan Ny. Susanna Tanu, S.H., notaris di Jakarta. Fasilitas Anjak Piutang ini bersifat with recourse dan jangka waktu pinjaman 360 hari serta dapat diperpanjang, dengan jumlah piutang yang dialihkan tidak boleh kurang dari Rp28.340.000.000. Fasilitas ini telah diperpanjang sampai tanggal tanggal 22 Januari 2010, dengan tingkat bunga per tahun sebesar 17%. Fasilitas ini merupakan suatu kesatuan fasilitas dengan Perjanjian Sewa Guna Usaha KKM dari PT Clipan Finance Indonesia, Tbk., (Catatan 16), dan dijamin dengan jaminan tambahan berupa mesin dan peralatan Perusahaan (KKM) yang terletak di pabrik Cileungsi dan beberapa bidang tanah sebagai berikut :
a. 8 Bidang tanah terletak di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat seluas 163.860 M² atas nama PT KIA Keramik Mas,
b. 11 Bidang tanah terletak di Desa Pasinanlemahputih, Kecamatan Wringinannom, Kabupaten Gersik, Propinsi Jawa Timur seluas 153.444 M² atas nama PT KIA Keramik Mas,
c. SHGB No. 3 / Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gersik, Propinsi Jawa Timur seluas 22.115 M² atas nama PT KIA Keramik Mas,
d. SHGB No.881 / Limusnunggal terletak di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat seluas 575 M² atas nama PT KIA Keramik Mas,
e. SHGB No.13 / Kuta Mekar terletak di Desa Kuta Mekar, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Kerawang, Propinsi Jawa Barat seluas 170.000 M² atas nama PT KIA Keramik Mas.
28 15. HUTANG ANJAK PIUTANG (Lanjutan)
Hutang Anjak Piutang Anak Perusahaan PT KIA Serpih Mas (KSM), merupakan fasilitas pinjaman sebesar Rp50.000.000.000 (lima puluh milyar Rupiah) yang diberikan oleh PT Clipan Finance Indonesia, Tbk., berdasarkan Akta Perjanjian Anjak Piutang No. 11 tanggal 13 Oktober 2009 yang dibuat di hadapan Ny. Susanna Tanu, S.H., notaris di Jakarta. Fasilitas Anjak Piutang ini bersifat with recourse dan berjangka waktu 360 (tiga ratus enam puluh) hari serta dapat diperpanjang, dan jumlah piutang yang dialihkan tidak boleh kurang dari Rp59.071.960.453. Fasilitas ini dibebani tarif bunga 17% efektif per tahun (Catatan 16).
16. HUTANG SEWA DAN CICILAN KENDARAAN
31 Desember 2009 31 Desember 2008 Perusahaan - Hutang cicilan kendaraan
Hutang cicilan kendaraan berdasarkan jatuh tempo
Tahun 2011 – 2012 307.616.000 248.102.400
Tahun 2010 467.328.000 425.318.400
Tahun 2009 - 488.770.400
Jumlah pembayaran cicilan kendaraan 774.944.000 1.162.191.200
Bunga (79.295.391) (160.736.646)
Nilai tunai pembayaran 695.648.609 1.001.454.554
Bagian jatuh tempo satu tahun (403.651.604) (391.035.103)
Jumlah - hutang cicilan kendaraan jangka panjang 291.997.005 610.419.451 Anak Perusahaan - Hutang sewa
PT KIA Keramik Mas
Hutang sewa berdasarkan jatuh tempo :
Tahun 2011 – 2014 58.457.180.713 58.457.180.713
Tahun 2010 14.148.581.528 14.148.581.528
Tahun 2009 - 11.242.596.320
Jumlah pembayaran sewa 72.605.762.241 83.848.358.561
Nilai bunga yang akan datang (21.720.278.559) (29.948.358.561)
Nilai tunai pembayaran sewa 50.885.483.682 53.900.000.000
Bagian jatuh tempo satu tahun (7.116.302.768) (8.228.080.000)
29
31 Desember 2009 PT KIA Serpih Mas
Hutang sewa berdasarkan jatuh tempo :
Tahun 2011 – 2013 184.710.549.394
Tahun 2010 41.014.912.184
Jumlah pembayaran sewa 225.725.461.578
Nilai bunga yang akan datang (60.947.683.802)
Nilai tunai pembayaran sewa 164.777.777.776
Bagian jatuh tempo satu tahun (22.037.785.774)
Jumlah - hutang sewa jangka panjang 142.739.992.002 Nilai tunai pembayaran minium - Hutang sewa Anak Perusahaan 215.663.261.458
Bagian jatuh tempo satu tahun (29.154.088.542)
Jumlah - hutang sewa jangka panjang 186.509.172.916
Hutang cicilan kendaraan Perusahaan merupakan hutang atas pembelian kendaraan yang digunakan untuk kegiatan operasional Perusahaan yang dilakukan secara cicilan dengan jangka waktu lebih dari satu tahun.
PT KIA Keramik Mas
Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Guna Usaha No. 18 tanggal 21 Januari 2008 yang dibuat di hadapan Ny. Susanna Tanu. S.H., notaris di Jakarta. Anak Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Clipan Finance Indonesia. Tbk., sejumlah Rp53.900.000.000. dengan Nilai Pokok Pembiayaan (Nett Finance Amount) sebesar Rp48.500.000.000 dan Simpanan Jaminan (Security Deposit) sebesar Rp5.400.000.000. Fasilitas ini berjangka waktu 72 bulan termasuk 9 bulan masa tenggang (grace period) sejak tanggal pencairan fasilitas. Fasilitas ini dibebani Imbalan Jasa Sewa berupa bunga dengan tarif sebesar 14% efektif per tahun dan ditinjau setiap 3 bulan. Tingkat bunga per tahun pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar 17%. Fasilitas ini merupakan suatu kesatuan fasilitas dengan Perjanjian Fasilitas Anjak Piutang Anak Perusahaan dari PT Clipan Finance Indonesia, Tbk. (Catatan 15).
Fasilitas ini telah diperbaharui pada tanggal 22 Januari 2009 dengan Akta No.11 Addendum Pertama Perjanjian Sewa Guna Usaha dari Ny. Susanna Tanu, S.H., notaris di Jakarta, dan berakhir tanggal 22 Juli 2014 dengan tingkat bunga efektif sebesar 17% per tahun dan dapat berubah.
PT KIA Serpih Mas
Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Guna Usaha No. 04 tanggal 8 November 2007 yang dibuat di hadapan Ny. Susanna Tanu, S.H., notaris di Jakarta, PT KIA Serpih Mas (Anak Perusahaan) mendapat fasilitas pembiayaan dari PT Clipan Finance Indonesia, Tbk., sebesar Rp195.589.865.363, dengan Nilai Pokok Pembiayaan (Nett Finance Amount) Rp176.000.000.000 dan Simpanan Jaminan (Security Deposit) sebesar Rp19.589.865.363 dengan jangka waktu 72 bulan (6 tahun) termasuk 9 bulan masa tenggang (grace period) sejak tanggal perjanjian fasilitas. Fasilitas ini dibebani imbalan jasa sewa guna usaha berupa bunga dengan tarif sebesar 14% efektif per tahun dan dapat ditinjau setiap 3 bulan.
30 16. HUTANG SEWA DAN CICILAN KENDARAAN (Lanjutan)
Perjanjian ini telah diubah terakhir dengan Akta No.07 tanggal 12 Mei 2009 dari Notaris Ny. Susanna Tanu, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan Nilai Pokok Pembiayaan menjadi sebesar Rp151.000.000.000, dengan masa sewa secara keseluruhan menjadi 90 bulan termasuk masa tenggang 15 bulan terhitung sejak tanggal pencairan fasilitas dengan imbalan jasa sewa adalah berupa bunga dengan tarif 17% per tahun.
Fasilitas ini dijamin dengan jaminan tambahan berupa mesin dan peralatan PT KSM yang tertanam / terpasang / melekat pada tanah / bangunan dengan Sertifikat HGB No. 746, terletak di Cileungsi (Catatan 9) dan beberapa bidang tanah sebagai berikut :
a. Sebidang tanah dengan SHGB No. 467 / Limusnunggal, yang terletak di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat, seluas 53.945 M² atas nama PT KIA Serpih Mas, dan
b. Sebidang tanah dengan SHGB No. 2 / Kuta Mekar, yang terletak di Desa Kuta Mekar, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Kerawang, Propinsi Jawa Barat, seluas 140.000 M² atas nama PT KIA Serpih Mas.
Dengan penurunan ini, jaminan sewa yang semula sebesar Rp19.589.865.363 diturunkan sebesar Rp2.812.087.587, sehingga menjadi sebesar Rp16.777.777.776.
17. SENIOR AMORTIZING LOAN
Senior amortizing loan (SAL) sebesar Rp88.769.000.000 merupakan bagian dari restrukturisasi hutang Perusahaan dengan Farrington Inc. dan Concept Link Ltd. SAL ini diterbitkan pada tanggal 10 Juni 2008 kepada Farrington Inc. sebesar Rp64.793.000.000 dan Concept Link Ltd., sebesar Rp23.976.000.000, Jangka waktu SAL adalah 10 tahun dengan masa tenggang (grace period) 6 tahun dan pembayaran kembali pokok pinjaman setiap 6 bulan mulai 10 Juni 2014. SAL ini tidak dikenakan bunga pada 2 tahun pertama dan bunga tahunan selanjutnya sebesar JIBOR (Catatan 30).
18. OBLIGASI KONVERSI
Obligasi konversi sebesar Rp247.000.000.000 merupakan bagian dari restrukturisasi hutang Perusahaan dengan Farrington Inc. dan Concept Link Ltd. dengan denominasi sebesar Rp1.000.000 per lembar dan berjangka waktu 10 tahun serta tidak dikenakan bunga. Harga konversi saham ditentukan berdasarkan rata-rata atas harga penutupan saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum dilakukannya pengumuman mengenai akan diadakannya pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham dengan agenda terkait. Dalam hal tidak terjadi transaksi di pasar reguler karena sebab apapun, maka harga penutupan berpedoman pada harga penutupan hari bursa sebelumnya. Pemegang obligasi konversi pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah Farrington Inc. sebesar Rp180.287.000.000 dan Concept Link Ltd. sebesar Rp66.713.000.000 (Catatan 30).
31
Perusahaan dan Anak Perusahaan membukukan imbalan pasca kerja, imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 berjumlah 1.599 orang dan 1.132 orang.
2009 2008 Beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan laba
rugi adalah:
Biaya jasa kini 2.897.740.917 1.277.299.343
Biaya bunga 2.352.676.893 1.353.613.075
Biaya jasa lalu 241.967.663 140.326.774
Amortisasi keuntungan (kerugian) aktuarial (240.049.729) (3.031.961)
Jumlah 5.252.335.744 2.768.207.231
Kewajiban imbalan pasca kerja di neraca konsolidasi adalah
sebagai berikut:
Nilai kini kewajiban yang tidak didanai 31.022.408.058 12.380.554.351 Kerugian aktuarial yang belum diakui (2.220.516.010) 4.689.658.843
Biaya jasa lalu yang belum diakui (38.798.147) (1.560.584.775)
Kewajiban bersih 28.763.093.901 15.509.628.419
Mutasi kewajiban bersih di neraca konsolidasi adalah sebagai berikut:
Saldo awal 23.961.872.122 13.312.680.361
Beban tahun berjalan 5.252.335.744 2.768.207.231
Pembayaran pesangon tahun berjalan (451.113.965) (571.259.173)
Saldo akhir – kewajiban imbalan pasca kerja 28.763.093.901 15.509.628.419 Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen PT Adi Langgeng Rahayu untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:
2009 2008
Tingkat diskonto : 10,00% 12,00%
Tingkat kenaikan gaji : 8,50% 8,50%
32 20. PENDAPATAN DITANGGUHKAN (GOODWILL NEGATIF)
Akun ini merupakan goodwill negative atas akuisisi Anak Perusahaan PT KIA Serpih Mas sesuai Akta No. 24 dibuat di hadapan Notaris Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta. Sehingga jumlah kepemilikan Perusahaan menjadi sebesar 86,68%.
Pendapatan ditangguhkan (goodwill negatif) di amortisasi selama 20 tahun, dan dicatat pada akun pendapatan lain-lain.
21. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 11 Juni 2008 dari Ny. Sri Hidianingsih Adi Sugijanto. S.H., notaris di Jakarta. Modal Dasar Perusahaan telah ditingkatkan dari sebelumnya 680.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham menjadi 680.000.000 saham Seri A dengan nilai nominal Rp500 per saham dan 16.000.000.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250 per saham, dan Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perusahaan ditingkatkan dari sebelumnya 425.000.000 saham menjadi 425.000.000 saham Seri A dan 8.000.000.000 saham seri B.
Akta ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU.32720.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 12 Juni 2008. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut :
Jumlah Saham
Seri A Seri B Kepemilikan Prosentase Jumlah Modal Disetor
Farrington Inc. - 5.839.248.000 69,31 % 1.459.812.000.000
Concept Link Ltd. - 2.160.752.000 25,65 % 540.188.000.000
PT Mitra Investindo Multicorpora 288.140.200 - 3,42 % 144.070.100.000
Masyarakat lainnya 136.859.800 - 1,62 % 68.429.900.000
Jumlah 425.000.000 8.000.000.000 100.00 % 2.212.500.000.000 22. AGIO SAHAM
Agio saham sejumlah Rp43.750.000.000 timbul dari hasil penawaran umum perdana saham Perusahaan pada tahun 1994 sejumlah 25.000.000 saham (dengan nilai nominal Rp1.000 per saham) dengan harga penawaran sebesar Rp2.750 per saham.