34 BAB III
GAMBARAN UMUM JORONG TAMPUS KEC. LEMBAH MELINTANG KAB. PASAMAN BARAT
1. Monografi Jorong Tampus Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat
1.1. Keadaan Geografis
Jorong Tampus Merupakan salah satu jorong yang ada di Nagari Ujung Gading. Nagari Ujung Gading terletak di Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat yang terdiri dari 16 Jorong, yaitu :
1.1. Jorong Batang Gunung 1.2. Jorong Brastagi
1.3. Jorong Irian
1.4. Jorong Koto Pinang 1.5. Jorong Koto Sawah 1.6. Jorong Kuamang 1.7. Jorong Lombok 1.8. Jorong Lubuk Alai 1.9. Jorong Pasa Lamo 1.10. Jorong Ranah Salido 1.11. Jorong Saroha 1.12. Jorong Situak 1.13. Jorong Situak Barat 1.14. Jorong Taluak Ambun 1.15. Jorong Tampus
1.16. Jorong Tanjung Damai
Jorong Tampus yang berada di nagari Ujung Gading mempunyai jarak tempuh dari nagari Ujung Gading dengan orbitasi jarak ke ibu kota provonsi (Padang) 225 Km, jarak ke ibu kota kabupaten (Simpang Empat) 49 Km, jarak ke Ibu kota Kecamatan (Lembah Melintang) 0,25 Km, dengan waktu tempuhnya ke Ibu kota provinsi 5 jam, ke kabupaten 1 jam dan ke kecamatan 0,12 jam. Secara geografis Nagari Ujung Gading
mempunyai ketinggian tanah dari permukaan laut 15-725M DPL, topografis 28°C dan letak geografis 00°33’LU - 00°05’LU dan 99°28’BT - 99°42’BT. (Sumber data: Kantor Wali Nagari)
Jorong Tampus beriklim sedang karena terletak di dekat perbukitan dan pantai dengan luas daerah 0,16 dan dengan persentase 0,06. Adapun letak dan batas wilayah Jorong Tampus adalah sebagai berikut:
1.1. Sebelah Utara : Berbatas dengan Brastagi 1.2. Sebelah Selatan : Berbatas dengan Situak 1.3. Sebelah Barat : Berbatas dengan Lubuk Alai 1.4. Sebelah Timur : Berbatas Dengan Lombok
Sarana transportasi ke jorong ini sampai sekarang bisa dikatakan sangat lancar. Menurut data monografi, Jorong ini menunjukkan semenjak tahun 2005 sampai sekarang sarana transportasi yang banyak berkembang adalah sepeda motor dan becak untuk pengangkutan barang-barang hasil perkebunan, sepeda motor lebih cenderung digunakan warga untuk alat transportasi sehari-hari untuk kepergian dari satu Jorong kejorong yang lain.
Mereka berpendapat berpergian dengan sepeda motor itu lebih menghemat waktu dan ongkos pun jauh beda dengan ojek atau bus. Semakin banyaknya sepeda motor yang beredar sebagai alat transportasi semakin tersingkirnya bus-bus yang dulunya sebagai alat transportasi utama bagi warga. Di Jorong Tampus juga telah ditemukan beberapa tempat wisata seperti sungai lubuk king, disini banyak sekali orang-orang luar dari daerah Jorong Tampus datang untuk mengunjungi sungai lubuk king, baik itu di hari libur ataupun di hari raya. (Sukri, 2017)
Kondisi lingkungan di daerah Jorong Tampus secara umum sudah mencirikan kawasan yang bercirikan daerah permukiman, namun masih memberikan kesan daerah yang teduh dan alami. Hal ini dikarenakan
letaknya yang tidak jauh dari pegunungan dan pada dasarnya kawasan hijau.
Adapun data yang peneliti dapat bahwa di Jorong Tampus telah tersedia Sarana dan Prasarana, adapun sarana dan prasarana yang ada di Jorong Tampus Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2017 adalah :
Tabel I
Sarana dan Prasarana di Jorong Tampus
No Sarana dan
Prasarana
Tampus
Lokasi Jumlah Keterangan
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kader Posyandu Paud SD SMP/Sederajat SMA/Aliyah Mesjid Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada 8 3 1 1 2 1 1 Aktif Aktif Layak Layak Layak Layak Layak Sumber data: Kepala Jorong Tampus 2017
Jadi berdasarkan data yang peneliti dapat sarana dan prasarana yang ada di jorong tampus terdiri dari 1 bidan desa, 3 posyandu, 8 kader, 1 paud, 1 SD, 2 SMP/Tsanawiyah, 1 Aliyah dan 1 mesjid. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa sarana pendidikan di Jorong Tampus tersebut sudah memadai serta pengembangannya sudah hampir berjalan dengan baik.
Disamping itu di Jorong Tampus terdapat fasilitas-fasilitas kesehatan untuk masyarakat, salah satunya terdapat di Jorong Tampus tersebut terdapat posyandu dan puskesmas. Di jorong ini terdapat dua buah posyandu dan satu puskesmas. Yang akan melayani masyarakat Jorong Tampus, jadi dengan adanya posyandu dan puskesmas ini masyarakat jorong Tampus tidak perlu lagi keluar dari jorong tersebut
untuk pergi berobat, karna di Jorong ini fasilitas-fasilitas yang ada sudah hampir memadai.
Tabel II Fasilitas Pelayanan
No Tempat Pelayanan Jumlah
1. Posyandu 2
2. Puskesmas 1
Jumlah 3
Sumber data: Kantor wali nagari 2017
2. Penduduk, Agama, dan Sosial Ekonomi masyarakat di Jorong Tampus Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat 2.1. Jumlah Penduduk
Mengenai data penduduk di Jorong Tampus pada tahun 2014 data yang diperoleh dari kepala kantor wali nagari ujung gading awal tahun 2014 jumlah penduduk Jorong Tampus sebasar 2587 jiwa, adapun jumlah penduduk nya adalah sebagai berikut :
Tabel III
Jumlah Penduduk Jorong Tampus Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Tahun 2014
No Jorong Kecamatan Hasil pendapatan
Jumlah KK Jumlah
penduduk
Jumlah KK Jumlah
penduduk
1. Tampus 554 2545 562 2587
Sumber data: Kepala Jorong Tampus 2017
Berdasarkan hasil pendapatan penduduk pada tanggal 10-17 februari tahun 2014 ditemukan jumlah peduduk tampus sebanyak 2545 jiwa dengan jumlah KK 554. Dari hasil tersebut didapatkan kesenjangan sebanyak 42 jiwa dan 8 KK dengan data kecamatan dikarenakan perpindahan penduduk. Sedangakan pada tahun 2015 jumlah penduduk Jorong Tampus ditemukan sebanyak 2681 jiwa dengan jumlah KK 589.
Jadi berdasarkan hasil survey tersebut hampir setiap tahun nya jumlah penduduk di Jorong ini semakin padat atau bertambah.
Pada awal tahun 2017 jumlah penduduk yang peneliti dapat dari kantor wali nagari adalah berdasarkan jumlah penduduk dirinci menurut domisili kejorongan adalah sebagai berikut :
Tabel IV
Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Domisili Kejorongan
No Nama Jorong Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan 1. Batang Gunung 1009 1006 2019 2. Brastagi 2045 2073 4127 3. Irian 951 930 1887 4. Koto Pinang 1418 1414 2839 5. Koto Sawah 2923 2916 5849 6. Kuamang 2061 2076 4143 7. Lombok 1132 1156 2291 8. Lubuk Alai 1141 1137 2282 9. Pasar Lamo 1465 1469 2931 10. Ranah Salido 1167 1169 2339 11. Saroha 1155 1188 2350 12. Situak 1299 1291 2594 13. Situak Barat 1263 1263 2535 14. Taluak Ambun 1788 1818 3610 15. Tampus 1345 1346 2696 16. Tanjung Damai 1100 1098 2199
Dari rekapitulasi jumlah penduduk Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang terdapat jumlah penduduk paling sedikit di Jorong Irian sebanyak 1887 jiwa dan paling banyak penduduk nya adalah di Koto Sawah sebanyak 5849 jiwa, dan Jorong Tampus berada pada posisi ke-7 penduduk terbanyak dengan jumlah penduduk 2696 jiwa.
Adapun jumlah penduduk apabila dilihat dari jumlah penduduk menurut tingkat pendidikannya seperti dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel V
Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Jorong Tampus
No Tingkat Pendidikan Tampus
Frekuensi Persentasi 1. SD 703 27,62% 2. SMP/Sederajat 612 24,05% 3. SLTA/Sederajat 552 21,69% 4. PT 181 7,11% 5. Dan lain-lain 497 19,53% TOTAL 2545 100%
Sumber data: Kepala Jorong Tampus 2017
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar penduduk Jorong Tampus memiliki pendidikan yang masih rendah yaitu tamatan SD (27,62%), sedangkan pendidikan yang tinggi hanya 7,11%).
Untuk terciptanya kondisi kesehatan masyarakat yang berkesinambungan di Jorong Tampus telah memiliki 3 orang bidan desa. Kemudian untuk terciptanya keamanan dalam masyarakat disediakan 2 Pos kamling di Jorong Tampus Kenagarian Ujung Gading tersebut. Semua fasilitas tersebut dipergunakan bukan hanya untuk masyarakat Jorong Tampus saja, tetapi orang lain atau masyarakat lain pun datang secara berbondong-bondong berobat ke Jorong Tampus Tersebut.
2.2. Kehidupan Beragama
Agama merupakan pedoman hidup yang sangat penting bagi manusia. Dengan adanya pedoman hidup maka akan membuat manusia menjadi tentram, damai, tabah dan tawakal, ulet serta percaya diri, berani berjuang untuk menegakkan kebenaran, kesiapan mengabdi dan berkorban. Tanpa agama manusia akan terombang ambing dalam kehidupan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Penduduk di Jorong Tampus seluruhnya 100% beragama Islam. Sebagai umat yang beragama Islam, pengetahuan mereka terhadap Islam boleh dikatakan telah sudah memadai. Kebanyakan mereka taat menjalankan ibadahnya, walaupun sebagian dari penduduk jorong Tampus masih ada yang menjalankan agama sebagai rutinitas saja tanpa mengetahui apakah yang diamalkan tersebut telah sesuai dengan Syari’at Islam atau belum. Di jorong ini terdapat 1 buah masjid dan 2 buah mushalla sarana tempat ibadah ini baru akan dipenuhi jemaah pada shalat tarawih di bulan ramadhan dan shalat jum’at di mesjid-mesjid umumnya dari kalangan orang tua baik bapak-bapak maupun ibuk-ibuk. Anak-anak yang belajar mengaji di mesjid tersebut dan sedikit kali dari kalangan pemuda.
Masyarakat jorong tampus pergi ke masjid biasanya untuk diadakan shalat berjama’ah pada malam harinya saja, seperti shalat Maghrib, Isya’ dan Shubuh. Siang harinya kebanyakan masyarakat pergi bekerja ke sawah atau ladang, berdagang, guru , perawat, pengusaha, dan bekerja diperkantoran. Kegiataan keagamaan di Jorong Tampus terlihat cukup baik. Ini dapat dilihat dari banyak sisi terutama sekali pada bulan suci ramadhan. Masyarakat melakukan shalat berjama’ah di masjid serta Tadarus sehabis Shalat Witir.
Hal ini juga dapat dilihat bahwa masyarakat Jorong Tampus termasuk yang taat menjalankan agamanya. Hal ini terbukti dengan adanya kegiatan-kegiatan keagamaan yang telah dilakukan oleh masyarakat Jorong Tampus, yaitu:
2.2.1. Wirid yasin dilakukan sekali seminggu dari rumah kerumah dan terkadang dilakukan di mesjid bagi ibuk-ibuk, kebiasaan ini sudah ada sejak dahulu kala.
2.2.2. Wirid pengajian yang dilakukan sekali satu bulan di mesjid, baik dihadiri oleh bapak-bapak, ibuk-ibuk, ataupun dewasa dan remaja.
2.2.3. Merayakan hari besar Islam seperti: 2.2.1.1. Isra’ Mi’raj
2.2.1.2. Penyambutan Bulan Ramadhan 2.2.1.3. Maulid Nabi
2.2.1.4. Nuzul Qur’an, sebelum memperingati malam Nuzul
Qur’an maka masyarakat terlebih dahulu
menyambutnya dengan melakukan kegiatan seperti: MTQ , Pidato, Asmaul Husna, hafalan Juz hamma, bagi anak-anak TK
Sarana peribadatan yang ada di Jorong Tampus cukup baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pengabdian mereka kepada Allah SWT. Suatu yang sangat disayangkan adalah masyarakat memfungsikan masjid secara maksimal hanya pada bulan Ramadhan. Sehabis bulan Ramadhan masjid itu kurang difungsikan lagi maksudnya masyarakat kebanyakan pergi ke masjid hanya di bulan ramadhan saja selebihnya selain di bulan ramadhan masyarakat Jorong Tampus jarang melakukan shalat berjamaah dimesjid melainkan kebanyakan masyarakat Jorong Tampus hanya melakukan shalat di rumah.
Sarana ibadah yang terdapat di Jorong Tampus dapat dilihat melalui tabel berikut ini :
Tabel VI
Jumlah Sarana Ibadah di Jorong Tampus
No Sarana Ibadah Jumlah
1. Mesjid 1
2. Mushalla 2
Jumlah 3
Sumber data: Kantor Wali Nagari Ujung Gading tahun 2017
Tabel di atas terlihat sarana peribadatan di Jorong Tampus memiliki 1 mesjid dan memiliki 2 mushalla. Sebagaimana diketahui mesjid maupun mushalla merupakan tempat ibadah tetapi di Jorong Tampus mesjid dapat digunakan untuk mengadakan acara-acara keagamaan seperti pengajian ibuk-ibuk setiap satu kali dalam seminggu, peringatan hari-hari besar islam, seperti acara Maulid nabi dan Isra’ Migraj. Jika dilihat sepintas lalu, di jorong Tampus Kec. Lembah Melintang masyarakatnya terlalu akrab dan sepertinya menjunjung tinggi nilai-nilai silaturrahmi baik itu dalam bidang keagamaan, maupun dalam masalah adat istiadat.
Berdasarkan uraian yang peneliti sampaikan di atas bahwa dari berbagai penjelasan keadaan sosial masyarakat tersebut (adat istiadat, pendidikan, keagamaan dan lain sebagainya) dapat disimpulkan bahwa masyarakat di daerah Jorong Tampus tersebut sangat beragam, terutama dari segi suku dan adat istiadat penduduk, namun perbedaan tersebut dapat disatukan dalam kegiatan keagamaan yang sangat berguna bagi penduduk tersebut. Seterusnya walaupun dikarenakan perkembangan waktu dan perubahan penduduk semankin pesat, kesemuanya itu tidak membuat penduduk Jorong Tampus ini gentar dalam melakukan aktivitas dan keagamaan menurut kepercayaan masing-masing.
Dalam arti lain bahwa masyarakat Jorong Tampus ini tidak tertinggal dari perkotaan dan senantiasa mengalami seuatu perubahan yang baru sehingga masyarakatnya pun semakin maju.
2.3. Sosial Ekonomi Masyarakat
Dilihat dari status sosial ekonomi, masyarakat Jorong Tampus mempunyai beragam mata pencaharian dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Persoalan ekonomi adalah bagian yang tidak dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Sumber kehidupan masyarakat Jorong Tampus cukup memadai mulai dari perkantoran, bertani, berkebun, dan berdagang, pegawai, bertukang negeri sipil dan pegawai swasta. Iklim daerah jorong tampus sangat cocok untuk bertani dan berkebun sawit dan karet adalah yang menjadi pokok mata pencaharian penduduk ini, sementara pegawai hanya beberapa persen kecil dari jumlah penduduk.
Bertani adalah mata pencaharian yang sangat pokok bagi penduduk Jorong Tampus ini, karena bertani sudah menjadi kebiasaan masyarakat jorong tampus tersebut, sehingga terkadang masyarakat jorong tampus ini enggan meninggalkan kebiasaan yang mereka jalani dari tahun ketahun lamanya, dan hal tersebut pun berasal dari nenek moyang mereka terdahulu.
Di samping itu juga ada masyarakat yang berprofesi sebagai peternak sapi, ayam, bebek, dan lain-lain. Dari data yang di dapatkan sebagian masyarakat jorong tampus sudah memiliki rumah sendiri tapi ada juga yang masih menumpang, hal ini dikarenakan faktor ekonomi yang mengakibatkan masyarakat jorong tampus untuk tidak bisa memiliki rumah sendiri melainkan menumpang, terkadang banyak juga yang sudah berkeluarga tetapi masih tinggal di rumah orang tuanya. Terkadang ada juga yang mengontrak rumah untuk sementara.
Jumlah data perumahan yang ada di Jorong Tampus dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel VII
Data perumahan di Jorong Tampus Nagari Ujung Gading Kec. Lembah Melintang tahun 2014
No Status Kepemilikan Rumah Tampus
Frekuensi Persentasi
1. Milik sendiri 500 KK 90,25%
2. Menumpang 54 KK 9,75%
Total 554 KK 100%
Sumber data: Kepala Jorong Tampus 2014
2.4. Mata Pencaharian Masyarakat di Jorong Tampus
Sebagian besar masyarakat Jorong Tampus adalah bermata pencaharian sebagai petani, bertani adalah mata pencaharian yang sangat pokok bagi masyarakat Jorong Tampus. Sebagian kecil masyarakat Jorong Tampus ada juga yang bekerja sebagai pedagang, ataupun ada juga yang bekerja sebagai buruh atau bekerja sebagai panen jagung. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan sebagian kecil masyarakat Jorong Tampus bekerja sebagai panen jagung, banyak penduduk Jorong Tampus pada tahun 2017 adalah sebanyak 2696 jiwa. Diantaranya masyarakat Jorong Tampus adalah ada yang sebagai pekerja panen jagung yaitu 12 KK diantaranya sebagai pekerja panen jagung dan 6 KK diantaranya sebagai petani jagung. Di Jorong Tampus terdapat 6 orang yang mempunyai lahan jagung diantaranya bapak palit dengan luas lahan jagung sebanyak 36 pancang (1 hektar), bapak darus dengan luas lahan 14 pancang, bapak buyung dengan luas lahan 12 pancang, bapak sukri dengan luas lahan 15 pancang, bapak asit dengan luas 15 pancang, dan bapak copwan dengan luas lahan 12 pancang.
Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan diantara ke enam orang tersebut terdapat suatu kejanggalan, dimana 3 orang petani jagung yaitu (bapak Palit, Darus, Buyung) telah melakukan penundaan pembayaran upah pekerja panen jagung sebanyak 12 pekerja panen
jagung di Jorong Tampus Tersebut. Dimana para petani jagung ingkar janji atau petani jagung tidak membayarkan upah pekerja seseuai dengan waktu yang telah disepakati. Hal yang demikian terjadi dikarenakan banyak di tengah-tengah masyarakat dimana kurang nya pendidikan atau pengetahuan petani jagung tentang Ijarah atau permasalahan dalam upah, dikarenakan kebanyakan petani jagung hanya tamatan SD, sehingga mereka kurang mengetahui tentang ijarah atau upah dalam hukum Islam. Petani jagung bahkan tidak sampai memikirkan akan dampak yang mereka lakukan terhadap pekerja panen jagung, karena banyak dampak ataupun akibat yang dirasakan oleh pekerja petani jagung dalam penundaan upah tersebut. Apalagi kebanyakan dari pekerja panen jagung adalah berekenomi rendah.
3. Pendidikan dan Adat Istiadat Jorong Tampus Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat
3.1. Pendidikan
Pendidikan atau ilmu pengetahuan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan ini tanpa pendidikan atau ilmu manusia akan buta huruf dan ini pun sangat merugikan dirinya sendiri. Seseorang yang mempunyai pendidikan akan lebih tinggi derajatnya disisi Allah dari pada orang yang tidak mempunyai pendidikan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quran surat al-Mujadilah ayat 11 yang berbunyi :
Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Departemen RI, 1989, 312)
Berdasarkan ayat di atas dapat diapahami bahwa orang yang berilmu dalam pandangan Allah lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai ilmu dalam beramal, dan orang
Islam dianjurkan untuk menuntut ilmu, karena menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap orang islam, tidak dikhususkan bagi kaum laki-laki ataupun yang memiliki banyak harta.
Pendidikan mempunyai makna penting bagi kehidupan manusia, terutama untuk meningkatkan taraf kehidupan. Karena dengan pendidikan manusia mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan juga menjadi tumpuan harapan dan keinginan manusia yang melihat perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai dewasa ini, maka setiap pribadi dan masyarakat dituntut untuk mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu berkompetesi secara sehat dalam rangka tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan hidup.
Pendidikan yang baik dan bermutu akan dapat meningkatkan kecerdasan dan kreativitas yang dimiliki masyarakat demi terwujudnya manusia-manusia pembangunan yang berkualitas serta dapat mendatangkan manfaat dan pengaruh positif terhadap diri-sendiri dan lingkungan.
Bersumber dari data yang peneliti dapatkan dari Kepala Jorong Tampus ini, bahwa pendidikan di Jorong Tampus ini rata-rata hanya sampai SMA, jika diperkirakan lebih banyak tamatan SMP akan tetapi ada juga yang tamat SD, hal ini di karenakan biaya yang sangat besar untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, sehingga dalam membiayai anak-anak untuk duduk di bangku sekolah sangat sulit sekali. Kemudian tidak hanya itu saja yang menjadi pengaruh terhadap turunnya jumlah anak-anak yang duduk dibangku pendidikan, seperti minat dan motivasi juga menjadi tolak ukur dalam melanjutkan pendidikan di Jorong Tampus tersebut. Tingkat pertumbuhan pendidikan masyarakat di Jorong Tampus rata-rata paling tinggi sampai SLTP dan SLTA sementara ke perguruan tinggi tidak terlalu banyak.
Mengenai pendidikan agama di Jorong Tampus ini dikatakan cukup baik dan mengembirakan, karena adanya gedung-gedung yang dibangun untuk pendidikan yang berbasis agama, seperti Pesantren Adlaniyah.
Salah satu faktor utama penyebab lajunya pendidikan terhadap anak yaitu adanya dorongan serta motivasi dari orang tua untuk anak minimal menamatkan SLTA. Namun di samping itu untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi orang tua mulai terbentur dengan masalah biaya atau dana. Di samping itu ada juga sebagian anak yang melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi dan memperoleh gelar sarjana hanya dalam jumlah yang sedikit.
Adapun sarana pendidkan di Jorong Tampus boleh dikatakan memadai karena jarak antara rumah anak-anak yang mengikuti pendidikan dengan sekolah tidak terlalu jauh, ada yang berjalan kaki dan ada juga yang di antar oleh orang tuanya.
Dapat dilihat pada tabel di bawah ini sarana pendidikan yang ada di Jorong Tampus dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel VIII
Sarana Pendidikan Jorong Tampus
No Jenis Pendidikan Jumlah
1. TK 1
2. SD 1
3. SLTP 2
4. SLTA 1
JUMLAH 5
Sumber data: Kepala Jorong Tampus 2017
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sarana pendidikan di Jorong Tampus cukup memadai tetapi untuk sarana pendidikan tinkat perguruan tinggi belum ada sehingga bagi masyarakat yang mempunyai biaya menyekolahkan anak mereka ke tingkat perguruan tinggi yang
berada di luar daerah Jorong Tampus tersebut. Namun ada sebagian orang tua mereka yang mempunyai kemampuan lebih untuk membiayai sekolah anaknya, maka mereka lebih cenderung menyekolahkannya anaknya keluar dari jorong tersebut. Berkaitan dengan masalah pendidikan di Jorong Tampus sistem pendidikan serta pengembangannya sudah hampir berjalan dengan baik, meskipun sarana pendidikannya masih terbatas. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk menurut tingkat penddikannya tersebut.
Mereka berpendapat menyekolahkan anaknya keluar dari jorong itu lebih bermutu pendidikannya dan lebih disiplin belajar dari pada pendidikan di jorong tersebut, karena disiplin belajarnya jauh dari harapan seperti yang diharapkan dalam dunia pendidikan saat sekarang ini. Untuk melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi mereka semua memang harus keluar dari jorong tersebut seperti ke kota padang, bukittinggi, dan lain-lain. Karena di jorong ini belum ada fasilitas pendidikan di perguruan tinggi. Serta pengembangannya sudah hampir berjalan dengan baik.
Sebagian kecil masyarakat Jorong Tampus juga menyadari akan pentingnya pendidikan, terbukti dengan adanya putra-putri Jorong Tampus yang telah duduk di perguruan tinggi atau akademi. Dalam hal ini mereka berhasil mencapai gelar sarjana karena orang tua mereka berkeinginan supaya anak-anak mereka lebih baik dari orang tuanya terdahulu, yang mana orang tua mereka tersebut dominan bertani dan berdagang. Kebanyakan mereka yang sekolah keperguruan tinggi adalah mereka alumni IAIN yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, hal ini terbukti masyarakat sekarang menyadari bahwa pendidikan sangat penting dalam menjalani kehidupan. Mereka sekarang sudah memperhatikan pendidikan anak-anak mereka.
3.2. Adat Istiadat
Adat adalah tata cara hidup untuk mengatur keberadaan hubungan antara manusia dengan manusia, individu dengan individu, kelompok dengan kelompok. Adat sangat penting di dalam kehidupan, karena adat istiadat memegang peranan penting dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Nilai dan norma adat istiadat itu sendiri terlihat jelas penerapan yang dilakukan di Jorong Tampus itu sendiri. Dalam hal ini penerapan nilai-nilai adat di Jorong Tampus sudah tidak kental lagi, artinya tidak lagi selalu berpedoman dengan norma-norma adat yang apabila ada acara-acara atau kegiatan adat. Karena penduduk di Jorong ini telah bercampur dengan suku-suku atau adat istiadat lainnya sehingga hal ini menghilangkan kebiasaan adat seperti biasanya.
Penduduk Jorong Tampus pada umumnya kebanyakan orang Mandailing dan sebagian kecil adalah orang Minang Kabau dan Melayu. Masyarakat Jorong Tampus ini memegang adat istiadat Mandailing, garis keturunannya menurut Bapak (patrilinial). Adapun bahasa yang dipakai dalam sehari-hari adalah bahasa mandailing. Dalam acara perkawinan, pihak laki-laki yang meminang wanita dan memberi uang (pemberian) kepada pihak keluarga wanita dan pihak laki-laki membawa pihak wanita kerumah keluarga pihak laki-laki sebelum mereka dapat rumah sendiri.(Jak’far, 2017)