• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Berdasarkan amanat Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, setiap SKPD diharuskan untuk menyusun Rencana Kerja SKPD (Renja SKPD) sebagai acuan perencanaan kegiatan SKPD untuk kurun waktu 1 (satu) tahun. Penyusunan Rencana Kerja SKPD ini mengacu pada Rancangan Awal RKPD, Renstra SKPD, serta hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya

untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi serta

melaksanakan kegiatan atas usulan masyarakat.

Rancangan awal RKPD menjadi acuan perumusan program, kegiatan, indicator kinerja dan indikatif dalam Renja SKPD, sesuai dengan rencana program prioritas pada rancangan awal RKPD. Renstra SKPD menjadi acuan penyusunan tujuan, sasaran, kegiatan, kelompok sasaran, lokasi kegiatan serta prakiraan maju berdasarkan program prioritas rancangan awal RKPD yang disusun kedalam Rancangan Renja SKPD, selaras dengan Renstra SKPD. Hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya menjadi acuan perumusan kegiatan alternative dan/atau baru untuk tercapainya sasaran Renstra SKPD berdasarkan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya. Masalah yang dihadapi menjadi acuan perumusan tujuan, sasaran, kegiatan, kelompok sasaran, lokasi kegiatan serta prakiraan maju dalam rancangan Renja SKPD dapat menjawab berbagai isu-isu penting terkait dengan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD. Usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat menjadi acuan perumusan kegiatan dalam rancangan Renja SKPD mengakomodir usulan masyarakat yang selaras dengan program prioritas yang tercantum dalam rancangan awal RKPD.

Rancangan Renja SKPD dibahas pada forum SKPD yang dikoordinasikan oleh Bappeda, dimana pembahasan tersebut meliputi penyelarasan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berdasarkan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kecamatan, penajaman indicator dan target kinerja program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD,

(2)

penyelarasan program dan kegiatan antar SKPD dalam rangka sinergi pelaksanaan dan optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD, penyesuaian pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD. Renja SKPD ditetapkan melalui Keputusan Bupati yang dikoordinir oleh Bappeda. Kemudian Renja tersebut dipergunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan pada tahun n+1.

Berdasarkan Tupoksinya maka Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto sesuai dengan amanat Permendagri No. 54 Tahun 2010 membuat Rencana Kerja (Renja) yang merupakan dokumen perencanaan yang harus memberikan arahan, yang memudahkan tujuan yang hendak dicapai secara terukur. Selain itu, Renja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset disusun sebagai suatu proses yang berkesinambungan, dalam penyusunannya sangat memerlukan data dan informasi yang akurat, sebagai bahan-bahan dalam penentuan kebijakan, sasaran, program dan kegiatan. Rencana Kerja ( Renja ) sebagai penjabaran Visi dan Misi SKPD dalam hal ini adalah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan AsetKabupaten Mojokerto. Oleh karena itu untuk mewujudkan Penyelenggaran Pengelolaan Keuangan Daerah yang Efektif dan Efisien serta akuntabel sebagai Pelaksana Tugas Pemerintahan dalam Pembangunan, maka perlu adanya rumusan tujuan yang jelas, factual dan realistis.

1.2. LANDASAN HUKUM

Landasan penyusunan Rencana Kerja ( RENJA ) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto Tahun 2017 adalah sebagai berikut :

1. Undang – Undang Nomor 2 tahun 1950 tentang Pembentukan

Kabupaten Mojokerto juncto Undang–Undang nomor : 18 Tahun

1950 peraturan tentang perubahan dalam Undang – Undang

Nomor 2 Tahun 1950 hal pembentukan Kabupaten Mojokerto ( Lembaran Negara Tahun 1950 Nomor 2 ) ;

2. Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

(3)

3. Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ;

4. Undang – Undang Nomor 23 tahun 2014 sebagaimana diubah terakhir dengan Undang – Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah ;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah ;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Dan Pemerintah Kab/Kota ( Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2007 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438) ;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah ;

8. Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemeritah( AKIP ) ;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah ;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah ;

11. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor : 239/IX/ 6/ 8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ;

12. Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 13 Tahun 2012 tentang Perubahan ketiga Atas Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 11 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Mojokerto ;

13. Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 65 Tahun 2012 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto.

(4)

1.3. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud penyusunan Rencana Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto adalah dengan menentukan sasaran indicator dan penetapan kinerja dalam bentuk Penyusunan Program kegiatan, menentukan Lokasi kegiatan dan menyusun Indikator Kinerja kegiatan serta menyusun pagu indikatif dan prakiraan maju kegiatan periode Satu tahun pada tahun yang akan datang, sehingga mampu menjawab tuntutan agar Pengelolaan Keuangan Daerah khususnya di Kabupaten Mojokerto lebih efektif, efisien, lancar dan dapat dipertanggung jawabkan.

Ada pun tujuannya sebagaimana restra yang telah ditetapkan adalah dengan mewujudkan Pengelolaan Keuangan Daerah secara tertib, efisien dan akuntabel serta Menghasilkan

rumusan kebijakan untuk meningkatkan kemampuan

pengelola keuangan daerah demi terwujudnya optimalisasi pengendalian pengelolaan keuangan daerah dan administrasi yang tertib.

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan Rencana Kerja SKPD berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 adalah sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN

Berisi mengenai latar belakang penyusunan Renja, Dasar Hukum, Maksud dan Tujuan serta Sistematika penulisan.

BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan perkiraan capaian tahun berjalan, dengan target Renstra SKPD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya.

BAB III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

Berisi ulasan tentang perumusan tujuan dan sasaran, yang didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD. PENUTUP

Berisikan uraian penutup, berupa catatan penting yang perlu mendapatkan perhatian baik dalam rangka pelaksanaannya maupun ketersediaan anggaran apa bila tidak sesuai dengan kebutuhan; serta kaidah pelaksanaan dan rencana tindak lanjut.

(5)

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA

TAHUN LALU

2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA SKPD

Kegiatan review evalusi pelaksanaan renja SKPD tahun lalu dan pencapaian Renstra SKPD bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana kemampuan SKPD dalam melaksanakan program dan kegiatan yang telah disusun dan telah direncanakan dalam dokumen Renstra SKPD. Capaian Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto pada tahun 2015 pada umumnya dapat tercapai hal ini dapat dilihat dan disajikan pada hasil pencapaian kinerja program dan kegiatan sebagai berikut :

1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Pencapaian kinerja program pelayanan administrasi perkantoran

adalah terlaksananya kegiatan pelayanan administrasi

perkantoran dalam menunjang kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto secara keseluruhan. Kegiatan :

a) Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air dan listrik

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah pelunasan rekening telepon, listrik, air dan internet selama 1 (satu) tahun dalam memperlancar kegiatan kedinasan, dengan anggaran sebesar Rp. 40.290.493.139,99 dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 34.131.523.177,00 dengan prosentase 84,71%

- Kegiatan yang dilaksanakan adalah Membayar tagihan

rekening listrik Kantor Pemerintah Daerah dan LPJU, pembayaran rekening Telepon Kantor dan Speedy serta rekening air PDAM selama 1 (satu) Tahun anggaran.

- Hasil yang dicapai pada akhir Tahun Anggaran adalah :

1. Meningkatnya Pelayanan Kantor

2. Ketepatan waktu Pembayaran Jasa rekening listrik,

teelpon dan air

(6)

b) Penyediaan jasa pemel. Dan perijinan kend. Dinas/Operasional. Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terlunasinya pajak-pajak kendaraan (STNK).bermotor dinas dalam rangka memperlancar kegiatan kedinasan, dengan Anggaran sebesar Rp. 22.000.000 dan terealisasi sebesar 10.194.200

- Kegiatan yang dilaksanakan adalah Membayar Pajak

Kendaraan Dinas Jabatan dan Opersaional Roda 4 dan Roda 2

- Hasil yang dicapai pada akhir Tahun Anggaran adalah :

1. Meningkatnya Pelayanan Kantor

2. Ketepatan waktu Pembayaran Pajak Kendaraan

Bermotor

4. Meningkatnya kinerja aparatur

c) Penyediaan jasa Administrasi Keuangan

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terbayarnya uang lembur PNS dan Non PNS serta terbayarnya honorarium pengelola keuangan, dengan Anggaran sebesar Rp. 75.000.000 dan realisasi sebesar Rp. 29.040.000 dengan prosentase 38,72%

- Kegiatan yang dilaksanakan adalah Membayar jasa

Administrasi pengelola Keuangan

- Hasil yang dicapai pada akhir Tahun Anggaran adalah :

1. Terpenuhinya jasa administrasi pengelola keuangan

2. Lancarnya pelaksanaan tugas pengelolan keuangan

SKPD

3. Meningkatnya kinerja aparatur

d) Penyediaan Alat Tulis Kantor

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya alat tulis kantor selama satu tahun untuk memperlancar kegiatan kedinasan, dengan Anggaran sebesar Rp. 110.000.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 107.955.075 dengan prosentase 98,14%

- Kegiatan yang dilaksanakan adalah menyediakan Alat Tulis

Kantor guna keperluan pendukung kinerja SKPD

- Hasil yang dicapai pada akhir Tahun Anggaran adalah :

(7)

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

3. Meningkatnya kinerja aparatur

4. Penyediaan Alat Tulis Kantor

e) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terpenuhinya kebutuhan barang cetakan dan penggandaan dengan Anggaran sebesar Rp. 165.000.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 162.818.250 dengan prosentase 98,68%

- Kegiatan yang dilaksanakan adalah menyediakan bahan

cetakan dan penggandaan guna keperluan pendukung kinerja SKPD

- Hasil yang dicapai pada akhir Tahun Anggaran adalah :

1. Terpenuhinya kebutuhan Administrasi Perkantoran

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

3. Meningkatnya kinerja aparatur

f) Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya sarana peralatan dan perlengkapan kantor, dengan Anggaran sebesar Rp. 250.000.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 227.971.425 dengan prosentase 91,19%

- Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1. Pengadaan Komputer (PC) = 4 Unit

2. Pengadaan Note Book = 4 Unit

3. Pengadaan AC = 5 Unit

4. Pengadaan Printer = 5 Unit

5. Harddisk External = 1 Unit

6. Scaner = 1 Unit

7. DVD External = 1 Unit

- Hasil yang dicapai pada akhir Tahun Anggaran adalah :

1. Terpenuhinya kebutuhan Administrasi Perkantoran

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

3. Meningkatnya kinerja aparatur

g) Penyediaan bahan bacaan dan Peraturan Perundang-undangan Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terpenuhinya bahan bacaan bagi karyawan/karyawati dan tersedianya bahan bacaan/ media cetak dan buku peraturan perundangan, dengan

(8)

Anggaran sebesar Rp. 20.000.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 11.880.000 dengan prosentase 59,40%

- Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1. Pengadaan Buku Peraturan Perundang-undangan

2. Penyedian bahan bacaan koran/majalah

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir Tahun Anggaran adalah:

1. Meningkatnya SDM Aparatur

2. Meningkatnya pengetahuan aparatur

h) Penyediaan makanan dan minuman

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya makan minum jamuan rapat dan makan minum tamu, dengan Anggaran sebesar Rp. 135.795.000 dan terealisasi sebesar Rp. 124.839.870 dengan prosentase 91,93%

- Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Menyediakan nasi

kotak, snake maupun jamuan makan untuk kegiatan rapat dan tamu.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir Tahun Anggaran adalah:

1. Terpenuhinya kebutuhan Mamin rapat dan Mamin tamu

2. Meningkatnya kinerja aparatur.

3. Lancarnya pelaksanaan tugas kantor.

i) Rapat Koordinasi dan Konsultasi dalam daerah dan keluar

daerah

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terlaksananya rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah dan keluar daerah rangka kelancaran tugas kedinasan, dengan anggaran sebesar Rp. 282.830.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 232.187.800 dengan prosentase 82,09%

- Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Melaksanakan

koordinasi dan konsultasi pengelolaan keuangan baik ke Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Ke Kementrian Keunagan, ke Kementrian Dalam Negeri, ke BPK Perwakilan Prop. Jatim serta dll.

- Hasil yang dicapai pada akhir tahun anggaran adalah sebagai

berikut :

1. Terpenuhinya keperluan koordinasi dan konsultasi ke luar

daerah dengan baik.

(9)

3. Meningkatnya kinerja aparatur.

j) Penyediaan Jasa Tenaga Kerja

Pencapaian Kinerja Kegiatan ini adalah Tersedianya Tenaga Non PNS dalam rangka kelancaran tugas kedinasan, dengan anggaran 178.750.000 dan terealisasi sebesar Rp. 121.250.000 dengan prosentase 67,83%

- Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah rekruitmen tenaga

Non PNS baru sebanyak 3 orang serta memperpanjang tenaga Non PNS yang ada sebanyak 7 orang untuk memenuhi kebutuhan kantor.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah

sebagai berikut :

1. Terpenuhinya SDM pendukung kinerja PNS

2. Meningkatnya pelaksanaan tugas kantor.

2) Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur

Pencapaian kinerja program peningkatan sarana dan prasarana

aparatur adalah terlaksananya kegiatan Pemeliharaan

Rutin/Berkala Gedung Kantor, Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional dan Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Kantor.

Kegiatan :

a) Pengadaan Kendaraan Dinas/operasional

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya kendaraan dinas jabatan dan operasional yang layak pakai, dengan anggaran sebesar Rp. 300.000.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 282.666.500 dengan prosentase 94,22 %

- Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pengadaan 1 unit

mobil.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

1. Terpenuhinya kebutuhan kendaraan dinas operasional

yang memadai.

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

3. Meningkatnya kinerja aparatur

b) Pengadaan Mebeleur

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya meja, kursi kerja dan almari dengan anggaran sebesar Rp. 34.000.000 dan

(10)

telah terealisasi sebesar Rp. 29.998.000 dengan prosentase 88,23%.

- Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pengadaan kursi

rapat 10 buah, kursi kerja staf putar 10 buah, kursi kerja pejabat eselon IV 5 buah dan kursi pejabat eselon III 5 buah.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

1. Terpenuhinya kebutuhan meja kursi pejabat dan staf

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

3. Meningkatnya kinerja aparatur

c) Pemeliharaan rutin/ berkala gedung kantor

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terpeliharanya gedung/ bangunan kantor dengan anggaran sebesar Rp. 148.275.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 137.734.100 dengan prosentase 92,89%

- Kegiatan yang telah dicapai pada akhir tahun anggaran

adalah :

1. Perbaikan dan rehab. Gedung kantor

2. Perbaikan jaringan listrik dan telepon.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

1. Terpenuhinya kebutuhan pemeliharaan rutin gedung

kantor

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

3. Meningkatnya kinerja aparatur

d) Pemeliharaan rutin/ berkala Kendaraan Dinas/Operasional Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terpenuhinya pemeliharaan, perawatan dan perbaikan kendaraan dinas operasional dengan anggaran sebesar Rp. 213.100.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 168.127.782 dengan prosentase 78,90%

- Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pemeliharaan rutin

kendaraan dinas operasional dan pemenuhan kebutuhan BBM kendaraan dinas operasional

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

1. Terpeliharanya kendaraan dinas operasional yang

memadai.

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

(11)

e) Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terpenuhinya sarana perbaikan peralatan gedung kantor dengan anggaran sebesar Rp. 65.750.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 63.246.200 dengan prosentase 96,19%

- Kegiatan yang telah dicapai pada akhir tahun anggaran

adalah :

1. Perbaikan peralatan Gedung kantor

2. Perbaikan jaringan listrik dan telepon.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

1. Terpenuhinya kebutuhan pemeliharaan rutin peralatan

kantor

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

3. Meningkatnya kinerja aparatur

3) Program Peningkatan Disiplin Aparatur

Pencapaian kinerja Program peningkatan disiplin aparatur adalah terlaksananya kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya berupa Pakaian Dinas Harian dan Kegiatan Pengadaan Pakaian khusus hari-hari tertentu yaitu Baju Batik Surya dan seragam olah raga.

Kegiatan :

a) Pengadaan Pakaian Dinas beserta perlengkapannya.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya pakaian dinas untuk karyawan/karyawati dengan anggaran sebesar Rp. 48.100.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 46.346750 dengan prosentase 96,35%

- Kegiatan yang telah dicapai pada akhir tahun anggaran

adalah :

1. Pengadaan pakaian dinas harian karyawan/karyawati.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

1. Terpenuhinya kebutuhan Pakaian Dinas Harian

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

3. Meningkatnya disiplin pegawai pada BPKA

(12)

b) Pengadaan Pakaian khusus hari-hari tertentu

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya pakaian dinas khusus untuk karyawan/karyawati berupa batik surya dan seragam olah raga dengan anggaran sebesar Rp. 120.360.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 111.612.000 dengan prosentase 92,73%

- Kegiatan yang telah dicapai pada akhir tahun anggaran

adalah Pengadaan pakaian dinas harian karyawan / karyawati.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

1. Terpenuhinya kebutuhan Pakaian khusus hari-hari tertentu

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

3. Meningkatnya disiplin pegawai pada BPKA 4. Meningkatnya kinerja pegawai pada BPKA

4) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Pencapaian kinerja Program peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur adalah terlaksananya Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan kepada PNS.

Kegiatan :

Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan kepada PNS dengan anggaran sebesar Rp. 21.000.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 21.000.000 dengan prosentase 100%

- Kegiatan yang telah dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

penugasan staf/karyawan untuk melaksanakan Bimbingan Teknis.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

1. Meningkatnya SDM Aparatur pengelola keuangan yang handal

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

3. Meningkatnya kinerja pegawai pada BPKA

5) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan

Pencapaian Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan adalah terlaksananya pelaporan capaian kinerja dan keuangan secara akuntabel dan tepat waktu

(13)

dengan anggaran 35.000.000 dan terelaisasi sebesar Rp. 34.400.000 dengan prosentase 98,29%

- Kegiatan yang telah dicapai pada akhir tahun anggaran adalah

: Terlaksananya penyusunan pelaporan capaian kinerja dan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

1. Meningkatnya laporan kinerja dan keuangan

2. Lancarnya pelaksanaan tugas SKPD

6) Program Peningkatan Dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

Kegiatan :

a) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tercapainya Penyusunan Raperda tentang APBD sesuai sasaran dan tepat waktu dengan anggaran sebesar Rp. 195.000.000 dan telah terealisasi sebesar Rp. 148.410.150 dengan prosentase 76,11% - Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah : penyusunan

Rancangan Perda APBD TA. 2016.

- Hasil yang ingin dicapai pada akhir tahun anggaran adalah :

1. Tersedianya dokumen rancangan perda APBD TA. 2016.

2. Terkendalinya pelaksanaan kegiatan di lingkungan Pemda

Kab. Mojokerto.

b) Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran

APBD

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tercapainya Penyusunan Raperda tentang Penjabaran APBD sesuai sasaran dan tepat waktu.

c) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan

APBD

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tercapainya Penyusunan Raperda tentang Perubahan APBD sesuai sasaran dan tepat waktu.

d) Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran

(14)

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tercapainya Penyusunan Raperda tentang Penjabaran PAPBD sesuai sasaran dan tepat waktu.

e) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang

pertanggungjawaban pelaksanaan APBD

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersusunnya Raperda tentang pertangungjawaban pelaksanaan APBD tepat waktu.

f) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang

pertanggungjawaban pelaksanaan Penjabaran APBD

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersusunnya Raperda tentang pertangungjawaban pelaksanaan Penjabaran APBD tepat waktu.

g) Penyusunan KUA-PPA

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersusunnya KUA-PPA sesuai sasaran dan tepat waktu.

h) Penyusunan KUPA-PPAP

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersusunnya KUPA-PPAP sesuai sasaran dan tepat waktu.

i) Operasional bantuan hibah, bantuan social dan bantuan

keuangan.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terlaksananya Verifikasi Administrasi sesuai ketentuan dan tepat waktu.

j) Sosialisasi Rancangan APBD dan Rancangan Perubahan APBD

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terlaksananya Sosialisasi Rancangan APBD dan PAPBD tepat waktu.

k) Pengelolaan Gaji PNS Tersentral.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terbayarnya gaji PNS tepat waktu.

l) Penunjang Administrasi DPA SKPD.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Penyusunan DPA SKPD sesuai ketentuan Permendagri.

m) Penanganan Kerugian Pemerintah Daerah.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah ketetapan kerugian Pemda serta penyetoran kerugian Pemda tepat waktu.

(15)

7) Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kab/Kota

Kegiatan :

a) Koordinasi dan Finalisasi Laporan Keuangan Daerah

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terciptanya koordinasi dan Finalisasi Laporan Keuangan bulanan dan Tahunan pada SKPD secara benar dan tepat waktu.

b) Penyusunan Standarisasi Barang dan Harga Barang/Jasa

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Tersedianya Standarisasi Barang dan Harga Barang/Jasa sebagai penunjang kelancaran kinerja.

c) Pembinaan Perbendaharaan SKPD

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terciptanya koordinasi antara BUD dan SKPD terhadap permintaan SPM menjadi SP2D secara benar dan tepat waktu.

d) Pemeliharaan dan Pengamanan Aset Daerah

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Pemeliharan dan Pengamanan Aset Daerah secara tertib administrasi.

e) Peningkatan Pengelolaan Barang Milik Daerah

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tertib administrasi dan penyajian data pengelolaan Barang Milik daerah secara benar dan akurat sebagai dasar penyusunan Neraca Pemda.

f) Asistensi/Inventarisasi RKA APBD dan Sinkronisasi Anggaran

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terlaksananya Asistensi/Inventarisasi RKA dan sinkronisasi Anggaran pada SKPD sebagai dasar penyusunan rancangan APBD.

g) Asistensi/Inventarisasi RKA PAPBD dan Sinkronisasi

Anggaran Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah

terlaksananya Asistensi/Inventarisasi RKA dan sinkronisasi Anggaran pada SKPD sebagai dasar penyusunan rancangan PAPBD.

h) Penyusunan Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas

Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Tersusunnya Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas Pemerinta Kabupaten Mojokerto sesuai ketentuan dan tepat waktu.

(16)

i) Sosialisasi Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan Daerah Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Penyusunan Laporan Keuangan Daerah SKPD Tepat waktu.

j) Sosialisasi Penerapan Acrual Basic Pencapaian kinerja

kegiatan ini adalah pemantapan kepada Pengelola Keuangan SKPD dalam rangka penerapan accrual basic.

k) Sosialisasi Pedoman Penyusunan APBD

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terselenggaranya sosialisasi kepada SKPD dalam rangka penyusunan APBD sesuai ketentuan.

l) Pendampingan Pengelolaan Keuangan Daerah

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terciptanya pendampingan kepada SKPD dalam rangka pengelolaan keuangan daerah

m) Sosialisasi Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan

Daerah. Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terpenuhinya Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah sebagai dasar pelaksanaan tugas SKPD.

n) Peningkatan Pengelolaan Kas Pencapaian kinerja kegiatan ini

adalah Tertibnya pengelolaan kas pada BUD. KESIMPULAN :

Berdasarkan pengukuran evaluasi kinerja yang telah dilakukan dapat disampaikan bahwa penyerapan anggaran Belanja Langsung pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mojokerto tahun 2015 adalah sebesar 83,47 % atau sebesar Rp. 40.756.401.400,-

dari total pagu anggaran Belanja Langsung sebesar Rp.

48.825.524.139,99

Belum optimalnya penyerapan anggaran disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

1. Kurangnya pemahaman SDM dalam proses penyusunan penganggaran 2. Adanya efesiensi anggaran pada beberapa pelaksanaan kegiatan

3. Adanya regulasi proses pengadaan barang dan jasa

Langkah yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut di atas adalah sebagai berikut:

1. Memaksimalkan penganggaran berbasis kinerja

2. Mendorong penyempurnaan kualitas pelayanan publik.

(17)

Langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur.

2. Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 3. Peningkatan pelayanan administrasi perkantoran

4. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur

Sedangkan Permasalahan kurangnya dari segi pencapaian kinerja untuk mewujudkan tujuan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan aset tidak mencapai target yang diinginkan secara optimal, dikarenakan beberapa hal yaitu :

1. Terbatasnya Sumber Daya Manusia Pengelola Keuangan yang

berdisiplin Ekonomi Akuntansi ;

2. Rendahnya Kualitas Pengelola Keuangan di SKPD ;

3. Kurang Berperannya Kepala SKPD se Kab. Mojokerto selaku Pengguna

Anggaran yang peduli terhadap pelaksanaan pengelolan keuangan dan asset daerah ;

4. Terbatasnya Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi dan

kemampuan di Bidang penatausahaan keuangan daerah ;

Untuk mengatasi beberapa kendala tersebut, sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kesalahan yang sama dan berulang dalam pengelolaan keuangan dan asset daerah diperlukan solusi sebagai berikut:

1. Memberikan pendampingan, pelatihan dan pembinaan secara

berkesinambungan kepada para pengelola keuangan SKPD se Kab. Mojokerto ;

2. Melakukan evaluasi Kinerja dalam rangka penyempurnaan

peningkatan pengelolaan keuangan dan asset daerah ;

3. Identifikasi fakto-faktor apa yang diharapkan mampu memberikan

dukungan dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi ;

4. Membangun keselarasan dan kesepahaman antar bidang lingkup

Internal BPKA dan SKPD se Kab. Mojokerto melalui Koordinasi, Komunikasi dan konsolidasi.

Secara umum, pelaksanaan Program dan Kegiatan di BPKA pada Tahun Anggaran 2015 berhasil dengan baik, hal ini dapat dilihat dari persentase capaian output capaian kegiatan yang mencapai 91% dengan penyerapan anggaran sebesar Rp.384.801.245.534 dari Total Anggaran Belanja sebesar Rp. 419.870.858.157,-

(18)

Output dan serapan anggaran tersebut di dukung oleh keberhasilan dari beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) yaitu :

1. Persentase SKPD yang menyusun RKA/RKPA tepat waktu ;

2. Persentase penerbitan SP2D tepat waktu sejak diterimanya pengajuan

SPM secara lengkap dan benar ;

3. Persentase SKPD yang menyampaikan Laporan Keuangan tepat

waktu ;

4. Persentase Raperda Pertanggung jawaban pelaksanaan APBD yang

dievaluasi tepat waktu.

5. Pemenuhan kebutuhan pelayanan administrasi kantor yang lancer

dan tertib.

Selanjutnya, sebagai upaya perbaikan dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan peningkatan Kinerja pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto, maka perlu dilakukan antara lain :

1. Meningkatkan kualitas SDM utamanya di Bidang Pengelolaan

Keuangan dan asset melalui kursus, pelatihan, asistensi dan pembinaan ;

2. Memperbaiki system pengumpulan dan pengolahan data kinerja

dalam rangka meningkatkan kualitas system pelaporan dan pertanggungjawaban Keuangan SKPD ;

3. Meningkatkan kualitas reviu atas Laporan Kinerja SKPD ;

4. Melakukan Validasi dan rekonsiliasi data asset dengan SKPD se

Kab. Mojokerto

Dari sisi penilaian efisiensi, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten telah menunjukkan adanya efisiensi dalam penggunaan anggaran karena walaupun dengan realisasi anggaran sebesar 82.73% tetapi pencapaian kinerjanya berhasil mencapai 91.3% sebagaimana dijelaskan diatas.

Sedangkan dari sisi kualitas, Pengelolaan Keuangan dan Aset di Kabupaten Mojokerto dapat dikatakan sangat berhasil, hal ini dapat dilihat dari hasil Opini atas Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang mendapat Opini Wajar Tanpa Pengeluaran (WTP), hal ini dikarenakan penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dapat disajikan secara efektif, efisen, dan dapat dipertanggung jawabkan.

(19)

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Berdasarkan pokok-pokok pengelolaan Keuangan Daerah sesuai ketentuan dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana diubah terkahir dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang dijabarkan dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta teramanatkan dalam Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 2 Tahun 2016 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mojokerto adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang juga bertindak selaku Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang melaksanakan pengelolaan keuangan daerah selaku Bendahara Umum Daerah.

Kinerja pelayanan yang telah diberikan sampai tahun 2016 adalah bahwa pengelolaan keuangan dan asset daerah telah dilakukan dengan didukung SKPD lain. Dengan adanya beberapa perubahan kondisi masyarakat dan tantangan yang dihadapi Kabupaten Mojokerto, maka Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mojokerto harus menyesuaikan visinya untuk tahun 2016-2021 yang lebih menantang, berorientasi pada kepentingan masyarakat, bersifat jangka panjang, memberikan kekuatan dan mengilhami, berorientasi pada perubahan-perubahan dan masa depan yang diharapkan, maka RENSTRA BPKA harus (1) mencerminkan apa yang ingin dicapai, (2)memberikan arah dan fokus strategi yang jelas (3)menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan stratejik (4) memiliki orientasi terhadap masa depan.

Sebagai Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mojokerto mempunyai perbedaan dengan Organisasi Perangkat Daerah lainnya dalam rekening belanja tidak langsung yang dikelolanya. Selain Belanja Pegawai sebagaimana Organisasi Perangkat Daerah lainnya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mojokerto juga mengelola rekening-rekening belanja hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan, rekening belanja tidak terduga yang menyebabkan besarnya belanja tidak langsung pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mojokerto.

Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang bertujuan untuk menutupi selisih antara pendapatan dan belanja daerah. Selama tahun

(20)

2016 Kabupaten Mojokerto mengalami defisit anggaran yang ditutupi oleh pembiayaan yang di dapat dari penerimaan daerah dari pos sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu (SILPA) dan penerimaan piutang daerah.

Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset diharapkan mampu melaksanakan tanggung jawab yang dieembannya, yang dalam pelaksannaanya masih banyak terdapat permasalahan yang secara umum dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Belum Optimalnya Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah

2. Kurangnya kesadaran akan pentingnya laporan pengelolaan keuangan

dan aset dari masing-masing SKPD

3. Terbatasnya SDM pengelola Keuangan yang memiliki kompetensi dan

kemampuan sesuai Disiplin Ilmu yang diinginkan.

4. Kurang peran aktifnya Kepala SKPD selaku PA terhadap pelaksanaan

penatausahaan keuangan daerah.

5. Kurangnya sarana dan prasarana serta peralatan penunjang kerja

yang dimiliki.

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaran Tugas Pokok dan Fungsi SKPD Faktor yang mempengaruhi permasalahan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mojokerto ditinjau dari:

1. Gambaran Umum Pelayanan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ditentukan sebagai berikut :

- Kualitas dan kinerja Sumber Daya Manusia belum optimal - Sarana dan Prasarana kerja perlu ditingkatkan.

- Terbatasnya dana penunjang kegiatan.

- Pembinaan dan pendayagunaan aparatur perlu ditingkatkan - Belum optimalnya koordinasi antar SKPD

2. Sasaran jangka menengah pada Renstra Kelembagaan:

- Tuntutan masyarakat untuk perbaikan kualitas pelayanan publik - Belum optimalnya sistem pengelolaan keuangan daerah

- Belum maksimalnya peningkatan kualitas laporan capaian kinerja dan keuangan

- Adanya aset milik pemerintah daerah yang terabaikan - Belum optimalnya pendataan aset milik daerah

3. Sasaran Jangka Menengah RPJMD Kabupaten Mojokerto :

Sasaran adalah merupakan penjabaran dari tujuan yang diukur dengan jelas, terintegrasi, terkoordinasi dan konsisten yang akan

(21)

dicapai dalam kurun waktu 2016– 2021 di Kabupaten Mojokerto adalah sebagai berikut :

1. Meningkatnya kualitas keimanan dan ketaqwaan serta implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat;

2. Meningkatnya sumber daya manusia PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto;

3. Meningkatnya kualitas PNS selaku pelayan masyarakat;

4. Meningkatnya profesionalisme aparatur pemerintah daerah sekaligus membangun terwujudnya aspirasi, partisipasi dan transparansi serta keterlibatan peran serta masyarakat;

5. Terciptanya peran serta masyarakat dalam pembangunan ekonomi yang berdimensi kerakyatan;

6. Terciptanya infrastruktur perekonomian dalam peningkatan pemberdayaan lingkungan sosial ekonomi;

7. Tumbuh dan berkembangnya usaha agrobisnis, agroindustri dan pariwisata serta keterlibatan UMKM secara aktif;

8. Terjalinnya hubungan harmonis dengan organisasi

kemasyarakatan, keagamaan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat;

9. Terjalinnya hubungan yang harmonis serta koordinasi yang efektif mulai dari Pemerintah Daerah, sampai ke tingkat pemerintahan terendah (pemerintah desa)

10. Terserapnya informasi, kreativitas dan inovasi masyarakat dan turut serta pada pembangunan daerah;

11. Meningkatnya prasarana pendidikan, tenaga pendidik dan prasarana lainnya yang dapat mendukung terbentuknya SDM yang berkualitas;

12. Terciptanya keselarasan antara imtaq dan iptek yang harus dimiliki oleh semua masyarakat (pelajar);

13. Meningkatnya kualitas prasarana dan sarana rumah sakit dan puskesmas serta peningkatan tenaga medis dan paramedis yang kompeten;

14. Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat;

15. Meningkatnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sehingga terwujud suatu kondisi daerah yang dapat mendukung pelaksanaan pembangunan;

(22)

16. Meningkatnya pemberian pelayanan yang prima bagi masyarakat baik pelayanan yang bersifat perijinan maupun non perijinan; 2.4. Reviu Terhadap Rancangan Awal RKPD

Dalam rancangan awal RKPD terhadap kebutuhan dapat dilihat pada Tabel 2.4. Disitu dapat dilihat bahwa ada beberapa program dan kegiatan yang tidak sesuai dengan rancangan awal RKPD, hal ini disebabkan karena adanya beberapa program dan kegiatan baru yang sesuai atau tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Mojokerto.Juga besaran anggaran yang diajukan tidak sesuai dengan kebutuhan yang diajukan yang dikarenakan adanya penyesuain anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

(23)

BAB III

TUJUAN DAN SASARAN TAHUN 2016

3.1 TUJUAN

Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan dan menangani isu strategis yang dihadapi.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Mojokerto Sesuai dengan Dokumen Renstra Tahun 2016-2021 menentukan tujuan dan arah dalam melaksanakan Pembangunan sesuai dengan Tupoksinya yang mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta

didasarkan pada isu – isu dan analisis strategik . Tujuan tersebut

harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang.

Seluruh aparat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mojokerto tidak punya niatan menyimpang dari peraturan yang berlaku, apalagi melibatkan diri baik secara langsung ataupun tidak langsung dalam perbuatan KKN. Namun bila disana sini masih terdapat kekurangan itu semata-mata karena masih

dalam proses learning by doing untuk menyesuaikan dengan

perubahan pesat yang cepat. Dari tujuan yang diinginkan tersebut ditetapkan ke dalam tujuan strategik untuk mengimplementasikan misi. Tujuan Strategik tersebut terdiri dari:

1. Meningkatkan Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah yang

berkualitas, Efektif, efisien dan akuntabel ;

2. Meningkatkan penataan dan Pengelolaan asset daerah yang

sinergitas dan realistis;

3. Mewujudkan aparatur pengelola keuangan dan aset daerah yang

berdedikasi tinggi, bertanggungjawab serta memiliki wawasan dan keterampilan.

(24)

3.2 SASARAN

Sasaran adalah merupakan penjabaran dari tujuan organisasi dan menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan secara operasional. Oleh karenanya rumusan sasaran yang ditetapkan diharapkan dapat memberikan focus pada penyusunan program operasional dan kegiatan pokok organisasi yang bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai.

Sasaran juga merupakan suatu kondisi ideal yang hendak dicapai dalam rangka pengelolaan keuangan dan asset daerah. Sasaran yang ingin dicapai tersebut antara lain :

1. Meningkatnya Penyusunan Penganggaran, Penatausahaan,

Pertanggung jawaban dan pelaporan yang berkualitas;

2. Optimalisasi pengelolaan keuangan dan asset daerah yang tertib,

berkualitas dan akuntabel ;

3. Meningkatnya wawasan dan keterampilan dalam pelaksanaan

(25)

BAB IV

PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2016

4.1. PROGRAM DAN KEGIATAN

Dengan ditetapkan tujuan, strategi dan kebijakan untuk mencapai sasaran, maka disusunlah program-program yang dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan dengan indikator kinerja

yang telah ditentukan sebagai action dalam pemenuhan organization

progress.

1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Pencapaian kinerja program pelayanan administrasi perkantoran

adalah terlaksananya kegiatan pelayanan administrasi

perkantoran dalam menunjang kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto secara keseluruhan. Kegiatan :

a) Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air dan listrik.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah pelunasan rekening telepon, listrik, air dan internet selama 1 (satu) tahun dalam memperlancar kegiatan kedinasan;

b) Penyediaan jasa pemel. Dan perijinan kend.

Dinas/Operasional.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terlunasinya pajak-pajak kendaraan (STNK).bermotor dinas dalam rangka memperlancar kegiatan kedinasan.

c) Penyediaan jasa Administrasi Keuangan.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terbayarnya uang lembur PNS dan Non PNS serta terbayarnya honorarium pengelola keuangan.

d) Penyediaan Alat Tulis Kantor.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya alat tulis kantor selama satu tahun untuk memperlancar kegiatan kedinasan.

e) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terpenuhinya kebutuhan barang cetakan dan penggandaan.

(26)

f) Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya sarana peralatan dan perlengkapan kantor.

g) Penyediaan bahan bacaan dan Peraturan

Perundang-undangan.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terpenuhinya bahan bacaan bagi karyawan/karyawati dan tersedianya bahan bacaan/ media cetak dan buku peraturan perundangan.

h) Penyediaan makanan dan minuman.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya makan minum jamuan rapat dan makan minum tamu.

i) Rapat Koordinasi dan Konsultasi dalam daerah dan keluar

daerah.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terlaksananya rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah dan keluar daerah rangka kelancaran tugas kedinasan.

j) Penyediaan Jasa Tenaga Kerja.

Pencapaian Kinerja Kegiatan ini adalah Tersedianya Tenaga Kerja (Non PNS) dalam rangka kelancaran tugas kedinasan. 2) Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur

Pencapaian kinerja program peningkatan sarana dan prasarana

aparatur adalah terlaksananya kegiatan Pemeliharaan

Rutin/Berkala Gedung Kantor, Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional dan Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Kantor.

Kegiatan :

a) Pengadaan Kendaraan Dinas/operasional

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya kendaraan dinas jabatan dan operasional yang layak pakai.

b) Pengadaan Mebeleur

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya meja, kursi kerja dan almari.

c) Pemeliharaan rutin/ berkala gedung kantor

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terpeliharanya gedung/ bangunan kantor.

(27)

d) Pemeliharaan rutin/ berkala Kendaraan Dinas/Operasional Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terpenuhinya pemeliharaan, perawatan dan perbaikan kendaraan dinas operasional.

e) Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terpenuhinya sarana perbaikan peralatan gedung kantor.

3) Program Peningkatan Disiplin Aparatur

Pencapaian kinerja Program peningkatan disiplin aparatur adalah terlaksananya kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya berupa Pakaian Dinas Harian dan Kegiatan Pengadaan Pakaian khusus hari-hari tertentu yaitu Baju Batik Surya dan seragam olah raga.

Kegiatan :

a) Pengadaan Pakaian Dinas beserta perlengkapannya.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya pakaian dinas untuk karyawan/karyawati.

b) Pengadaan Pakaian khusus hari-hari tertentu

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya pakaian dinas khusus untuk karyawan/karyawati berupa batik surya dan seragam olah raga.

4) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Pencapaian kinerja Program peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur adalah terlaksananya Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan kepada PNS.

Kegiatan :

Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan kepada PNS.

5) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan

Pencapaian kinerja Program peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan adalah terlaksananya Tersusunnya Rencana Kinerja, Penyusunan RKA dan LAKIP tepat waktu.

(28)

Kegiatan :

Penyusunan Rencana Tahunan dan Laporan Kinerja SKPD

6) Program Peningkatan Dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

Pencapaian kinerja Program peningkatan Pengembangan dan

Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah adalah

terlaksananya Program kegiatan yang mendukung pelaksanaan, penatausahaan dan pengelolaan keuangan daerah secara efektif, efisien dan akuntabel.

Kegiatan :

a) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tercapainya Penyusunan Raperda tentang APBD sesuai sasaran dan tepat waktu.

b) Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran

APBD.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tercapainya Penyusunan Raperda tentang Penjabaran APBD sesuai sasaran dan tepat waktu.

c) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan

APBD.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tercapainya Penyusunan Raperda tentang Perubahan APBD sesuai sasaran dan tepat waktu.

d) Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran

PAPBD.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tercapainya Penyusunan Raperda tentang Penjabaran PAPBD sesuai sasaran dan tepat waktu.

e) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang

pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersusunnya Raperda tentang pertangungjawaban pelaksanaan APBD tepat waktu.

f) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang

(29)

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersusunnya Raperda tentang pertangungjawaban pelaksanaan Penjabaran APBD tepat waktu.

g) Penyusunan KUA-PPA.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersusunnya KUA-PPA sesuai sasaran dan tepat waktu.

h) Penyusunan KUPA-PPAP.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersusunnya KUPA-PPAP sesuai sasaran dan tepat waktu.

i) Verifikasi administrasi bantuan hibah, bantuan social dan

bantuan keuangan.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terlaksananya Verifikasi Administrasi sesuai ketentuan dan tepat waktu.

j) Sosialisasi Rancangan APBD dan Rancangan Perubahan APBD.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terlaksananya Sosialisasi Rancangan APBD dan PAPBD tepat waktu.

k) Pengelolaan Gaji PNS Tersentral.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terbayarnya gaji PNS tepat waktu.

l) Penunjang Administrasi DPA SKPD.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Penyusunan DPA SKPD sesuai ketentuan Permendagri.

m) Penanganan Kerugian Pemerintah Daerah.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah ketetapan kerugian Pemda serta penyetoran kerugian Pemda tepat waktu.

n) Penyusunan standarisasi harga sewa tanah asset Pemda.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tersedianya ketetapan standar harga sewa tanah asset Pemda.

o) Apraisal Barang Milik Daerah.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Tersedianya Tim Penilai Barang Milik daerah yang akuntabel.

p) Penyusunan Nota Keuangan.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Tersusunnya Nota Keuangan tepat waktu.

q) Percepatan penilaian Barang Milik Daerah.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terselenggaranya penilaian Barang Milik Daerah secara cepat dan tepat waktu.

(30)

7) Program Pembinaan Dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kegiatan :

a) Koordinasi, Evaluasi dan Rekonsiliasi Laporan Keuangan

Daerah (SKPD, SKPKD dan LKPD).

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terciptanya koordinasi dan Finalisasi Laporan Keuangan bulanan dan Tahunan pada SKPD secara benar dan tepat waktu.

b) Penyusunan Standarisasi Barang dan Harga Barang/Jasa.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Tersedianya Standarisasi Barang dan Harga Barang/Jasa sebagai penunjang kelancaran kinerja.

c) Pembinaan Perbendaharaan SKPD.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terciptanya koordinasi antara BUD dan SKPD terhadap permintaan SPM menjadi SP2D secara benar dan tepat waktu.

d) Pemeliharaan dan Pengamanan Aset Daerah.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Pemeliharan dan Pengamanan Aset Daerah secara tertib administrasi.

e) Peningkatan Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah tertib administrasi dan penyajian data pengelolaan Barang Milik daerah secara benar dan akurat sebagai dasar penyusunan Neraca Pemda.

f) Asistensi/Inventarisasi RKA APBD dan Sinkronisasi Anggaran

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terlaksananya Asistensi/Inventarisasi RKA dan sinkronisasi Anggaran pada SKPD sebagai dasar penyusunan rancangan APBD.

g) Asistensi/Inventarisasi RKA PAPBD dan Sinkronisasi

Anggaran.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terlaksananya Asistensi/Inventarisasi RKA dan sinkronisasi Anggaran pada SKPD sebagai dasar penyusunan rancangan PAPBD.

h) Sosialisasi Pedoman Penyusunan APBD Kabupaten Mojokerto.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Pelaksanaan Sosialisasi penyusunan APBD tepat sasaran.

(31)

i) Asistensi/Pendampingan Pengelolaan Keuangan Daerah.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terselenggaranya asistensi pengelolaan keuangan daerah tepat sasaran.

j) Peningkatan Pengelolaan Kas.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Tertibnya pengelolaan kas pada BUD.

k) Penilaian Barang Milik Daerah.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terselenggaranya penilaian Barang Milik Daerah secara cepat dan tepat waktu.

l) Pendampingan Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah Terciptanya pendampingan kepada SKPD dalam rangka pengelolaan Barang Milik daerah.

m) Penunjang Kegiatan WBRS/P2D2.

Pencapaian kinerja kegiatan ini adalah terselenggaranya kegiatan WBRS/P2D2 dengan baik.

4.2 INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF.

Dari seluruh program dan kegiatan tersebut diatas, terdapat beberapa program dan kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan pada SKPD Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mojokerto yang dijabarkan melalui Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan pendanaan Indikatif sebagaimana tabel berikut ini :

(32)

BAB V PENUTUP

Rencana Kerja (Renja) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto Tahun 2017 yang telah disusun, merupakan acuan dasar atau pedoman yang bersifat konseptual dalam melaksanakan tugas. Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan yang lebih bersifat operasional sebagai pedoman melaksanakan kebijakan, program dan kegiatan untuk mewujudkan sasaran guna mencapai tujuan dan misi sehingga visi yang telah ditetapkan dapat terwujud pada tahun 2017 yang akan datang.

Pengelolaan Keuangan yang Baik mengandung maksud mampu mewujudkan pengelolaan keuangan yang efisien, transparan, akuntabel, tertib dan disiplin dalam batasan perundang-undangan yang berlaku. Penetapan Visi tersebut merupakan perwujudan cita-cita dalam rangka Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah guna penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Mojokerto, agar dapat berjalan dinamis dan tercapai dalam kurun waktu 1 (satu) Tahun kedepan.

Hal-hal yang dihasilkan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto adalah dalam rangka mewujudkan visi dan misi sesuai dengan tugas pokok dan

fungsinya yang telah diselaraskan dengan Visi – Misi Pemerintah

Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto, September 2016

KEPALA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN MOJOKERTO

Ir. MIEKE JULI ASTUTI, MSi. Pembina Utama Muda NIP. 19640731 199003 2005

(33)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i……….i

Daftar Isi ii………..ii

BAB I PENDAHULUAN ….……….1

1.1. Latar Belakang ….………1

1.2. Landasan Hukum...…..………...2

1.3. Maksud dan Tujuan...………..4

1.4. Sistematika Penulisan………4

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU..……….5

2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU ...5

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD...19

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaran Tupoksi SKPD...20

2.4. Reviu Terhadap Rancangan Awal RKPD...22

BAB III TUJUAN DAN SASARAN...24

3.1. Tujuan...………..24

3.2. Sasaran...………...25

BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN...26

4.1. Program dan Kegiatan...24

4.2. Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pagu Indikatif...32

4.3. Tabel Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pagu Indikatif ...33

(34)

Berdasarkan pengukuran evaluasi kinerja yang telah dilakukan dapat disampaikan bahwa penyerapan anggaran Belanja Langsung pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mojokerto tahun 2015 adalah sebesar 83,47 % atau sebesar Rp. 40.756.401.400,- dari total pagu anggaran Belanja Langsung sebesar Rp. 48.825.524.139,99

Belum optimalnya penyerapan anggaran disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

1. Kurangnya pemahaman SDM dalam proses penyusunan penganggaran 2. Adanya efesiensi anggaran pada beberapa pelaksanaan kegiatan

3. Adanya regulasi proses pengadaan barang dan jasa

Langkah yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut di atas adalah sebagai berikut:

1. Memaksimalkan penganggaran berbasis kinerja

2. Mendorong penyempurnaan kualitas pelayanan publik.

3. Melakukan koordinasi yang lebih intensif dengan para stakeholder

Langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur.

2. Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 3. Peningkatan pelayanan administrasi perkantoran

4. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur

Sedangkan Permasalahan kurangnya dari segi pencapaian kinerja untuk mewujudkan tujuan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan aset tidak mencapai target yang diinginkan secara optimal, dikarenakan beberapa hal yaitu :

1. Terbatasnya Sumber Daya Manusia Pengelola Keuangan yang berdisiplin

(35)

3. Kurang Berperannya Kepala SKPD se Kab. Mojokerto selaku Pengguna Anggaran yang peduli terhadap pelaksanaan pengelolan keuangan dan asset daerah ;

4. Terbatasnya Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi dan

kemampuan di Bidang penatausahaan keuangan daerah ;

Untuk mengatasi beberapa kendala tersebut, sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kesalahan yang sama dan berulang dalam pengelolaan keuangan dan asset daerah diperlukan solusi sebagai berikut :

1. Memberikan pendampingan, pelatihan dan pembinaan secara

berkesinambungan kepada para pengelola keuangan SKPD se Kab. Mojokerto ;

2. Melakukan evaluasi Kinerja dalam rangka penyempurnaan peningkatan

pengelolaan keuangan dan asset daerah ;

3. Identifikasi fakto-faktor apa yang diharapkan mampu memberikan

dukungan dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi ;

4. Membangun keselarasan dan kesepahaman antar bidang lingkup

Internal BPKA dan SKPD se Kab. Mojokerto melalui Koordinasi, Komunikasi dan konsolidasi.

Secara umum, pelaksanaan Program dan Kegiatan di BPKA pada Tahun Anggaran 2015 berhasil dengan baik, hal ini dapat dilihat dari persentase capaian output capaian kegiatan yang mencapai 91% dengan penyerapan anggaran sebesar Rp.384.801.245.534 dari Total Anggaran Belanja sebesar Rp. 419.870.858.157,-

Output dan serapan anggaran tersebut di dukung oleh keberhasilan dari beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) yaitu :

1. Persentase SKPD yang menyusun RKA/RKPA tepat waktu ;

2. Persentase penerbitan SP2D tepat waktu sejak diterimanya pengajuan

SPM secara lengkap dan benar ;

(36)

4. Persentase Raperda Pertanggung jawaban pelaksanaan APBD yang dievaluasi tepat waktu.

5. Pemenuhan kebutuhan pelayanan administrasi kantor yang lancer

dan tertib.

Selanjutnya, sebagai upaya perbaikan dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan peningkatan Kinerja pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mojokerto, maka perlu dilakukan antara lain :

1. Meningkatkan kualitas SDM utamanya di Bidang Pengelolaan

Keuangan dan asset melalui kursus, pelatihan, asistensi dan pembinaan ;

2. Memperbaiki system pengumpulan dan pengolahan data kinerja

dalam rangka meningkatkan kualitas system pelaporan dan pertanggungjawaban Keuangan SKPD ;

3. Meningkatkan kualitas reviu atas Laporan Kinerja SKPD ;

4. Melakukan Validasi dan rekonsiliasi data asset dengan SKPD se Kab.

Mojokerto

Dari sisi penilaian efisiensi, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten telah menunjukkan adanya efisiensi dalam penggunaan anggaran karena walaupun dengan realisasi anggaran sebesar 82.73% tetapi pencapaian kinerjanya berhasil mencapai 91.3% sebagaimana dijelaskan diatas.

Sedangkan dari sisi kualitas, Pengelolaan Keuangan dan Aset di Kabupaten Mojokerto dapat dikatakan sangat berhasil, hal ini dapat dilihat dari hasil Opini atas Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang mendapat Opini Wajar Tanpa Pengeluaran (WTP), hal ini dikarenakan penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dapat disajikan secara efektif, efisen, dan dapat dipertanggung jawabkan.

(37)
(38)

LOKASI Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana / Pagu Indikatif Sumber Dana Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana / Pagu Indikatif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan : dengan Kegiatan Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tepat waktu dan Meningkatnya Kualitas pengelolaan keuangan dan aset daerah BPKA 58 SKPD 125,000 APBD 58 SKPD 125,000 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan : Tersedianya dokumen Capaian Kinerja SKPD BPKA 100% APBD 100% Penyusunan Rencana Tahunan dan Laporan Kinerja SKPD Persentase capaian kinerja dan Laporan Kinerja SKPD BPKA 5 dokumen 45,000 APBD 5 dokume n 45,000 Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan : Persentase pemahaman pengelolaan keuangan BPKA 100% APBD 100% 1. Asistensi Pendampingan Pengelolaan Keuangan Persentase pemahaman tentang pengelolaan keuangan BPKA 58 skpd 180,000 APBD 58 skpd 180,000 2. Koordinasi, Evaluasi dan Rekonsiliasi Laporan Keuangan SKPD, SKPKD dan LKPD Persentase penyampaian Laporan Keangan SKPD tepat waktu BPKA 100% 175,000 APBD 100% 175,000

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF Meningk atkan Sistem Pengelol aan Keuanga n Daerah yang berkualit as, Efektif, efisien dan akuntab el Meningk atnya Kepatuh an penyamp aian Laporan Keuanga n Persenta se SKPD menyam paikan Laporan Keuanga n tepat waktu Meningk atnya kualitas pengelola an keuanga n Daerah Mempe rtahank an Opini BPK WTP atas Lapora n Keuang an Pemeri ntah Daerah (Kabup aten) Rencana Tahun 2017 Catatan Penting Prakiraan Maju

TABEL 4

TUJUAN SASARAN INDIKAT OR SASARA N PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM DAN KEGIATAN

(39)

Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan : Optimalnya Pengelolaan Keuangan Daerah BPKA 58 skpd APBD 58 skpd 1. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang pertanggungjaw aban Dokumen Perda Pertanggungja waban

BPKA 80 buku 100,000 APBD 80 buku 100,000

2. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang pertanggungjaw aban pelaksanaan Penjabaran APBD Dokumen Perbup Pertanggung jawaban

BPKA 160 buku 100,000 APBD 160 buku 100,000 Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan : Persentase pemahaman pengelolaan keuangan BPKA 100% APBD 100% 1. Asistensi/inventari sasi RKA APBD dan Sinkronisasi Anggaran RKA yang berkualitas BPKA 58 SKPD 175,000 APBD 58 SKPD 175,000 Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan : Optimalnya Pengelolaan Keuangan Daerah BPKA 100% APBD 100% 1. Penyusunan KUA-PPA Dokumen KUA-PPA BPKA 1 dokumen 140,000 APBD 1 dokume n 140,000 2. Penyusunan KUPA-PPAP Dokumen KUPA-PPAP BPKA 1 dokumen 140,000 APBD 1 dokume n 140,000 Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan : Persentase pemahaman pengelolaan keuangan BPKA 100% APBD 100% 1. Verifikasi Administrasi hibah, bantuan social dan bantuan keuangan. Pembayaran Hibah, Bansos dan BK tepat waktu

BPKA 12 bulan 150,000 APBD 12 bulan 150,000 Pengelol aan Keuanga n Daerah yang berkualit as, Efektif, efisien dan akuntab el Meningk atnya kualitas pengelola an keuanga n Daerah Mempe rtahank an Opini BPK WTP atas Lapora n Keuang an Pemeri ntah Daerah (Kabup aten) Prosent ase SKPD yang menyus un RKA/R KAP sesuai Pedom an Penyus unan APBD tepat waktu Tersajin ya kesepa katan bersam a KUA/P PAS dan KUPA/ PPAS Peruba han tepat waktu Prosent ase Penerbi tan SP2D tepat waktu

(40)

2. Penunjang kegiatan WBRS/P2D2 Penyampaian laporan tepat waktu

BPKA 12 bulan 55,000 APBD 12 bulan 55,000 Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan : Optimalnya Pengelolaan Keuangan Daerah BPKA APBD Pengelolaan Gaji PNS Tersentral Persentase SPM gaji tepat waktu BPKA 100% 210,000 APBD 100% 210,000 Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan : Persentase pemahaman pengelolaan keuangan BPKA APBD 1. Peningkatan Pengelolaan Kas Tersedianya Dokumen SPD dan Anggaran Kas BPKA 58 SKPD 200,000 APBD 58 SKPD 200,000 2. Pembinaan Perbendaharaa n SKPD Persentase Pemahaman tentang Tata Usaha Keuangan Daerah BPKA 58 SKPD 220,000 APBD 58 SKPD 220,000 Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan : Optimalnya Pengelolaan Keuangan Daerah BPKA 100% APBD 100% 1. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Dokumen Perda APBD BPKA 1 dokumen 150,000 APBD 1 dokume n 150,000 2. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Dokumen Perda PAPBD BPKA 1 dokumen 130,000 APBD 1 dokume n 130,000 Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan : Optimalnya Pengelolaan Keuangan Daerah BPKA APBD 1. Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran APBD Dokumen Raperbup Penjabaran APBD BPKA 1 dokumen 150,000 APBD 1 dokume n 150,000 Terwujud nya Penyusun an Dasar Hukum Pengelola an Keuangan Daerah Pengelol aan Keuanga n Daerah yang berkualit as, Efektif, efisien dan akuntab el Meningk atnya kualitas pengelola an keuanga n Daerah Prosent ase Penerbi tan SP2D tepat waktu Pembay aran Gaji PNS tepat waktu Jumlah SKPD yang melaks anakan Rekonsi liasi Pendap atan dan Belanja tepat waktu Tersajin ya Produk Hukum Penyus unan Peratur an Daerah tentang APBD dan PAPBD tepat waktu Tersajin ya Produk Hukum Peratur an Bupati tentang Penjab aran APBD dan PAPBD tepat waktu (SKPD)

(41)

2. Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran APBD Dokumen Perbup Penjabaran PAPBD BPKA 1 dokumen 150,000 APBD 1 dokume n 150,000 Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan : Persentase pemahaman pengelolaan keuangan BPKA APBD 1. Penanganan Kerugian Pemerintah Daerah Ketetapan Kerugian Pemerintah Daerah

BPKA 12 bulan 250,000 APBD 12 bulan 250,000 2. Penyusunan standarisasi harga sewa tanah aset pemda Tersedianya regulasi harga sewa tanah aset Pemda BPKA 1 dokumen 350,000 APBD 1 dokume n 350,000 Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan : Optimalnya Pengelolaan Keuangan Daerah BPKA 100% APBD 100% 1. Percepatan Pengurusan legalisasi dokumen pertanahan Terselesaikanny a sertifikat tanah tepat waktu BPKA 868 sertifikat 250,000 APBD 868 sertifikat 250,000 2. Pemeliharaan dan Pengamanan Aset Daerah Pengamanan aset Daerah BPKA 868 sertifikat 250,000 APBD 868 sertifikat 250,000 3. Peningkatan Pengelolaan Barang Milik Daerah Optimalnya Pengelolaan BMD BPKA 58 SKPD 300,000 APBD 58 SKPD 300,000 4. Penilaian Barang Milik Daerah Tersedianya dokumen hasil penilaian BMD BPKA 58 SKPD 100,000 APBD 58 SKPD 100,000 5. Pemeliharaan Aplikasi SIMDA dan SIMBADA Terpeliharanya Sistem SIMDA dan SIMBADA

BPKA 12 bulan 100,000 APBD 12 bulan 100,000 7. Pengembangan Aplikasi SIMBADA Meningkatnya kualitas Sistem SIMBADA

BPKA 12 bulan 100,000 APBD 12 bulan 100,000 8.Aplikasi Manajemen Persediaan Tersedianya aplikasi manajemen persediaan BPKA 58 SKPD 150,000 APBD 58 SKPD 150,000 Terwujud nya Penyusun an Dasar Hukum Pengelola an Keuangan Daerah Pengelol aan Keuanga n Daerah yang berkualit as, Efektif, efisien dan akuntab el Meningk atkan penataan dan Pengelol aan asset daerah yang sinergita s dan realistis; Meningk atnya kualitas pengelola an keuanga n Daerah Tersajin ya Produk Hukum Peratur an Bupati tentang Penjab aran APBD dan PAPBD tepat waktu (SKPD) Persent ase SKPD yang menyel esaikan rekonsili asi asset tetap

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Rancangan Peraturan KDH Tentang Penjabaran Perubahan APBD, dengan kelompok sasaran Perwako Penjabaran Perubahan SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota

Selanjutnya dokumen RPJM-Des dijadikan rujukan dan dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan desa (RKP-Des) untuk periode 1 (satu) tahun yang memuat

17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025; PENYUSUNAN RPJMD Persiapan Penyusunan Renstra-SKPD Analisis Gambaran pelayanan SKPD

APBD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara disusun dengan pendekatan kinerja, yang didasarkan pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang diusulkan Perangkat Daerah dengan

Tahapan penyusunan Renja diatur dalam pasal 16 ayat 2, terdiri dari (a) persiapan penyusunan, (b) penyusunan Rancangan akhir, (c) penyusunan rancangan (d) pelaksanaan

1) Tingkat kinerja pelayanan SKPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan SKPD.. Berdasarkan hasil evaluasi indikator kinerja pelayanan SKPD Kecamatan Cipanas untuk

Untuk pelaksanaan lebih lanjut, RPJMD akan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang akan menjadi pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran

Undang – Undang ini secara substansi mengamanatkan penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) untuk periode tahunan dan juga sebagai