• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELATIHAN AHLI SUPERVISI KONSTRUKSI JARINGAN IRIGASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PELATIHAN AHLI SUPERVISI KONSTRUKSI JARINGAN IRIGASI"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

PELATIHAN

AHLI SUPERVISI KONSTRUKSI

JARINGAN IRIGASI

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI

(2)

KATA PENGANTAR

Usaha dibidang Jasa konstruksi merupakan salah satu bidang usaha yang telah berkembang pesat di Indonesia, baik dalam bentuk usaha perorangan maupun sebagai badan usaha skala kecil, menengah dan besar. Untuk itu perlu diimbangi dengan kualitas pelayanannya. Pada kenyataannya saat ini bahwa mutu produk, ketepatan waktu penyelesaian, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya relatif masih rendah dari yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adalah ketersediaan tenaga ahli/ terampil dan penguasaan manajemen yang efisien, kecukupan permodalan serta penguasaan teknologi.

Masyarakat sebagai pemakai produk jasa konstruksi semakin sadar akan kebutuhan terhadap produk dengan kualitas yang memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan. Untuk memenuhi kebutuhan terhadap produk sesuai kualitas standar tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya, mulai dari peningkatan kualitas SDM, standar mutu, metode kerja dan lain-lain.

Salah satu upaya untuk memperoleh produk konstruksi dengan kualitas yang diinginkan adalah dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menggeluti perencanaan baik untuk bidang pekerjaan jalan dan jembatan, pekerjaan sumber daya air maupun untuk pekerjaan dibidang bangunan gedung.

Kegiatan inventarisasi dan analisa jabatan kerja dibidang sumber daya air, telah menghasilkan sekitar 130 (seratus Tiga Puluh) Jabatan Kerja, dimana Jabatan Kerja Ahli Supervisi Konstruksi Jaringan Irigasi merupakan salah satu jabatan kerja yang diprioritaskan untuk disusun materi pelatihannya mengingat kebutuhan yang sangat mendesak dalam pembinaan tenaga kerja yang berkiprah dalam perencanaan konstruksi bidang sumber daya air.

Materi pelatihan pada Jabatan Kerja Ahli Supervisi Konstruksi Jaringan Irigasi ini terdiri dari 12 (duabelas) modul yang merupakan satu kesatuan yang utuh yang diperlukan dalam melatih tenaga kerja yang menggeluti Ahli Supervisi Konstruksi Jaringan Irigasi.

Namun penulis menyadari bahwa materi pelatihan ini masih banyak kekurangan khususnya untuk modul Metode Pelaksanaan dan Perhitungan Biaya Konstruksi

pekerjaan konstruksi Sumber Daya Air.

Untuk itu dengan segala kerendahan hati, kami mengharapkan kritik, saran dan masukan guna perbaikan dan penyempurnaan modul ini.

Jakarta, Desember 2005

(3)

ii

LEMBAR TUJUAN

JUDUL PELATIHAN : AHLI SUPERVISI KONSTRUKSI JARINGAN IRIGASI

TUJUAN PELATIHAN

A.

Tujuan Umum Pelatihan

Mampu mengkoordinasi, mengarahkan pelaksanaan konstruksi jaringan irigasi oleh kontraktor dan melakukan pengawasan sesuai dengan gambar pelaksanaan, spesifikasi teknik, metode pelaksanaan, jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak kontraktor dan jasa konsultan supervisi.

B. Tujuan Khusus Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan mampu:

1. Menguasai dokumen kontrak kontraktor dan kontrak konsultan supervisi. 2. Melakukan pertemuan awal pelaksanaan dengan kontraktor dan direksi

pekerjaan.

3. Melakukan kunjungan lapangan diareal lokasi proyek, mengidentifikasi permasalahan teknis maupun non teknis.

4. Mengecek kesiapan kontraktor untuk mulai pelaksanaan pekerjaan, sesuai yang tercantum dalam RMK.

5. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan konstruksi sesuai spesifikasi teknis, gambar pelaksanaan, metode pelaksanaan, K3 serta pencemaran lingkungan.

6. Mengadakan pertemuan periodik dan khusus dengan kontraktor dan direksi pekerjaan.

7. Memberikan petunjuk, saran pelaksanaan, teguran langsung kepada kontraktor atau melalui direksi pekerajan, tergantung sistem kontraknya. 8. Mengecek laporan-laporan dari kontraktor dan usulan perubahan desain. 9. Melakukan opname hasil kemajuan pekerjaan bersama kontraktor dan atau

direksi pekerjaan sesuai penugasan.

10. Mengawasi uji coba fungsi jarinan irigasi yang selesai dilaksanakan oleh kontraktor.

(4)

NOMOR MODUL :

ICSE. 11

JUDUL MODUL

:

METODE PELAKSANAAN

DAN PERHITUNGAN BIAYA

KONSTRUKSI

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

Setelah modul ini dipelajari peserta mampu menjelaskan dan menerapkan Pengetahuan Metode Pelaksanaan dan Perhitungan Biaya Konstruksi.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)

Pada akhir penyampaian modul ini, peserta mampu : 1. Menjelaskan pelaksanaan proyek

2. Menjelaskan penyusunan rencana dan kebutuhan sumber daya 3. Menjelaskan proses pelaksanaan konstruksi

4. Menjelaskan metode pelaksanaan konstruksi 5. Menjelaskan analisis alat-alat berat

6. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi biaya

7. Menjelaskan harga standar/harga satuan upah, bahan dan peralatan 8. Menerapkan perhitungan harga satuan pekerjaan

(5)

iv

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

LEMBAR TUJUAN ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN ... vi

DAFTAR MODUL ... vii

PANDUAN PEMBELAJARAN ... viii

BAGIAN I - METODE PELAKSANAAN BAB 1 - PENDAHULUAN

1.1 Umum ... 1 – 1 1.2 Uraian Proyek ... 1 – 1 1.3 Rencana Pelaksanaan Konstruksi ... 1 – 1 1.4 Paket Kontrak ... 1 – 2

BAB 2 - PELAKSANAAN / IMPLEMENTASI PROYEK

2.1 Lembaga Pelaksana Proyek ... 2 – 1 2.2 Pembiayaan Proyek ... 2 – 1

BAB 3 - PROSES PELAKSANAAN KONSTRUKSI ... 3 – 1 BAB 4 - PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN KEBUTUHAN

SUMBER DAYA

4.1 Penyusunan Rencana Kerja ... 4 – 1 4.2 Penyusunan Kebutuhan Sumber Daya ... 4 – 2

4.2.1 Kebutuhan Tenaga Kerja ... 4 – 2 4.2.2 Kebutuhan Bahan... 4 – 3 4.2.3 Kebutuhan Peralatan Proyek ... 4 – 4

BAB 5 - METODE PELAKSANAAN

5.1 Umum ... 5 – 1 5.1.1 Dokumen Metode Pelaksanaan Pekerjaan ... 5 – 1 5.1.2 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Yang Baik ... 5 – 2

(6)

5.2 Survai Lapangan ... 5 – 3 5.2.1 Sumber Air Kerja ... 5 – 3 5.2.2 Listrik ... 5 – 3 5.2.3 Tenaga Kerja ... 5 – 3 5.2.4 Keadaan Cuaca di Site ... 5 – 4 5.2.5 Data Penyelidik Tanah ... 5 – 4 5.2.6 Quarry/Borrow Area... 5 – 4 5.2.7 Survai Harga Bahan Lokal ... 5 – 4 5.2.8 Survai Kondisi Sosial dan Budaya ... 5 – 4 5.3 Kondisi Dasar Penyusunan Metode Pelaksanaan ... 5 – 5 5.3.1 Hari Dapat Bekerja ... 5 – 5 5.3.2 Jam Kerja dan Shift ... 5 – 5 5.3.3 Bahan Bangunan... 5 – 5 5.3.4 Alat Konstruksi ... 5 – 5 5.3.5 Borrow Area, Disposal Area dan Quarry Site ... 5 – 13 5.4 Data-Data Teknis Jaringan Irigasi dan Bangunan ... 5 – 26 5.4.1 Umum ... 5 – 26 5.4.1 Bangunan-Bangunan Penting/Pokok ... 5 – 26 5.5 Pekerjaan Persiapan ... 5 – 27 5.5.1 Jalan Masuk dan Jembatan ... 5 – 27 5.5.2 Base Camp Kontraktor, Kantor Konsultan Pengawas ... 5 – 27 5.5.3 Batching dan Mixing Plant... 5 – 28 5.5.4 Bangunan Perlindungan Sementara ... 5 – 28 5.6 Pelaksanaan Pekerjaan Headrace ... 5 – 29 5.7 Pelaksanaan Pekerjaan Saluran Induk ... 5 – 29 5.8 Pelaksanaan Saluran Sekunder ... 5 – 29 5.9 Pelaksanaan Bangunan Turutan di Saluran Induk dan Sekunder... 5 – 27

BAB 6 - ANALISIS ALAT-ALAT BERAT

6.1 Galian dan Menggusur Dengan Bulldozer ... 6 – 1 6.1.1 Ripping... 6 – 6 6.1.2 Combination Work of Ripping and Dozing... 6 – 6 6.1.3 Compacting ... 6 – 7 6.1.4 Spreading and Compacting ... 6 – 10 6.2 Excavation dan Loading Dengan Wheel Loader... 6 – 10

(7)

vi

6.3 Excavation, Loading dan Hauling (Loader, Back Hoe dan

Dump Truck) ... 6 – 13 6.4 Pengangkutan Beton ... 6 – 25 6.5 Pengecoran Beton ... 6 – 27 6.6 Pemancangan... 6 – 29

BAGIAN II - PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI

BAB 1 - PENDAHULUAN ... 1 – 1 BAB 2 -

FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN BIAYA

2.1 Umum ... 2 – 1 2.2 Komponen Biaya... 2 – 1 2.3 Harga Satuan Pekerjaan ... 2 – 1 2.4 Upah ... 2 – 1 2.5 Bahan ... 2 – 2 2.6 Koefisien ... 2 – 2 2.7 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi ... 2 – 3

BAB 3 -

HARGA STANDAR / HARGA SATUAN UPAH, BAHAN DAN

PERALATAN

3.1 Jenis Harga Satuan ... 3 – 1 3.1.1 Harga Satuan Dasar (HSD) ... 3 – 1 3.1.2 Harga Satuan Pekerjaan (HSP)... 3 – 1 3.1.3 Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) ... 3 – 1 3.2 Metode Penyusunan dan Pengumpulan Harga Satuan ... 3 – 2 3.3 Penggunaan Dalam Menghitung Biaya... 3 – 2 3.4 Contoh Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK)... 3 – 4 3.5 Contoh Perhitungan Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) ... 3 – 5 3.6 Harga Standar Upah Berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) .. 3 – 6 3.6.1 Upah Lokal... 3 – 7 3.6.2 Upah Yang Didatangkan ... 3 – 8 3.7 Bahan ... 3 – 8 3.8 Peralatan ... 3 – 15 3.9 Sewa Peralatan... 3 – 19

(8)

3.10 Depreasiasi Alat Berat ... 3 – 24 3.11 Perhitungan Jumlah Truk ... 3 – 26

BAB 4 -

HARGA SATUAN PEKERJAAN

4.1 Upah ... 4 – 1 4.2 Biaya Langsung ... 4 – 1 4.2.1 Menghitung Harga Komponen Tenaga Kerja ... 4 – 1 4.2.2 Menghitung Harga Komponen Bahan ... 4 – 2 4.2.3 Menghitung Harga Komponen Peralatan ... 4 – 3 4.3 Biaya Tidak Langsung ... 4 – 4

4.3.1 Overhead (Biaya umum)... 4 – 4 4.3.2 Biaya Resiko Pekerjaan ... 4 – 4 4.3.3 Biaya Untuk Penerapan K3, RKL dan RPL ... 4 – 5 4.3.4 Keuntungan atau Profit ... 4 – 6

BAB 5 -

PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI / BIAYA PEKERJAAN

5.1 Umum ... 5 – 1 5.2 Biaya Overhead ... 5 – 1 5.3 Harga Satuan Pekerjaan ... 5 – 1 5.4 PPN ... 5 – 2 5.5 Biaya Lumpsum... 5 – 2 5.6 Biaya Konstruksi / Biaya Pekerjaan... 5 – 2

BAB 6 -

BIAYA ESKALASI ATAU PENYESUAIAN

(9)

viii

DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL

PELATIHAN AHLI SUPERVISI KONSTRUKSI JARINGAN IRIGASI

1. Kompetensi kerja yang disyaratkan untuk jabatan kerja Ahli Supervisi Konstruksi Jaringan Irigasi (Irrigation Construction Supervisor Engineer) dibakukan dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang didalamnya telah ditetapkan unit-unit kompetensi, elemen kompetensi, dan kriteria unjuk kerja sehingga dalam Pelatihan Ahli Supervisi Konstruksi Jaringan Irigasi unit-unit tersebut menjadi Tujuan Khusus Pelatihan.

2. Standar Latihan Kerja (SLK) disusun berdasarkan analisis dari masing-masing Unit Kompetensi, Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja yang menghasilkan kebutuhan pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku dari setiap Elemen Kompetensi yang dituangkan dalam bentuk suatu susunan kurikulum dan silabus pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan kompetensi tersebut.

3. Untuk mendukung tercapainya tujuan khusus pelatihan tersebut, maka berdasarkan Kurikulum dan Silabus yang ditetapkan dalam SLK, disusun seperangkat modul pelatihan (seperti tercantum dalam Daftar Modul) yang harus menjadi bahan pengajaran dalam pelatihan Ahli Supervisi Konstruksi Jaringan Irigasi.

(10)

DAFTAR MODUL

MODUL NOMOR : ICSE. 11

JUDUL : METODE PELAKSANAAN DAN PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI

Merupakan salah satu modul dari :

NO. KODE JUDUL

1. ICSE. 01 Etika Profesi, Etos Kerja, UU Jasa Konstruksi dan UU SDA 2. ICSE . 02 Sistem Manajemen K3, Pedoman Teknis K3, RKL dan RPL 3. ICSE. 03 Pengenalan Survai dan Investigasi

4. ICSE. 04 Pengenalan Dokumen Tender dan Dokumen Kontrak 5. ICSE. 05 Pengenalan Manual O & P

6. ICSE. 06 Kriteria Desain Irigasi 7. ICSE. 07 Perhitungan Desain Irigasi

8. ICSE. 08 Pengetahuan Gambar Konstruksi/Pelaksanaan 9. ICSE. 09 Manajemen Konstruksi

10 ICSE. 10 Manejemen Mutu

11 ICSE. 11 Metode Pelaksanaan (Construction Method) dan Perhitungan Biaya Konstruksi

(11)

x

PANDUAN PEMBELAJARAN

PELATIHAN : AHLI SUPERVISI KONSTRUKSI JARINGAN IRIGASI JUDUL MODUL : METODE PELAKSANAAN DAN PERHITUBGAN BIAYA

KONSTRUKSI KODE MODUL : ICSE. 11

KEGIATAN INSTRUKTUR KETERANGAN

DESKRIPSI : Materi ini terutama membahas rencana pelaksanaan proyek, jadwal pelaksanaan konstruksi dan metode pelaksanaan serta perhitungan biaya konstruksi.

TEMPAT KEGIATAN : dalam ruang kelas lengkap dengan fasilitasnya

(12)

PELATIHAN : AHLI SUPERVISI KONSTRUKSI JARINGAN IRIGASI JUDUL MODUL : METODE PELAKSANAAN DAN PERHITUBGAN BIAYA

KONSTRUKSI KODE MODUL : ICSE. 11

KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG

1. CERAMAH : PEMBUKAAN - Menjelaskan Tujuan

Instruksional (TIU & TIK) - Memotivasi peserta bertanya

atau menyampaikan pendapat atas pengalamannya dalam metode pelaksanaan

konstruksi.

Waktu : 5 menit Bahan : Lembar tujuan

2. CERAMAH : PENDAHULUAN/ URAIAN UMUM METODE PELAKSANAAN Waktu : 10 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 1 )

3. CERAMAH : IMPLEMENTASI/ PELAKSANAAN PROYEK

Menjelaskan :

- Lembaga pelaksanaan proyek - Pembiayaan proyek.

Waktu : 15 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 2)

 Mengikuti penjelasan TIU dan TIK dengan tekun dan aktif

 Mengajukan pertanyaan apabila kurang jelas

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu

 Mengajukan pertanyaan bila perlu

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu  Mengajukan pertanyaan bila perlu OHT No OHT No OHT No

(13)

xii

KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG

4. CERAMAH : PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN KEBUTUHAN SUMBER DAYA Menjelaskan : - Rencana kerja

- Kebutuhan sumber daya Waktu : 20 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 3) 5. PROSES PELAKSANAAN KONSTRUKSI Menjelaskan : - Proses tender Waktu : 10 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 4)

6. CERAMAH : METODE

PELAKSANAAN - Uraian umum

- Survai lapangan

- Kondisi dasar penyusunan metode pelaksanaan

- Data-data teknis jaringan dan bangunan

- Pekerjaan persiapan - Pekerjaan headrace - Pekerjaan saluran induk - Pekerjaan saluran sekunder - Pekerjaan bangunan turutan di

saluran induk dan sekunder. Waktu : 80 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 5)

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu

 Mengajukan pertanyaan bila perlu

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu

 Mengajukan pertanyaan bila perlu

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu  Mengajukan pertanyaan bila perlu OHT No OHT No OHT No

(14)

KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG

7. CERAMAH : ANALISIS ALAT-ALAT BERAT Menjelaskan :

- Kapasitas produksi alat per jam.

(Pek. Tanah, Beton dan Pemancangan).

- galian dan Menggusur dengan Bulldozer

- Excavation dan Loading dengan Wkeel Loader - Excavation dan Loading

(Loade/Back Hoe dan Dump Truck)

- Pengangkutan Beton - Pengecoran Beton - Pemancangan

Waktu : 85 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 6)

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu  Mengajukan pertanyaan bila perlu OHT No 8. CERAMAH : PENDAHULUAN PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI Menjelaskan :

- Pengertian dasar penetapan harga satuan pekerjaan

Waktu : 15 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 1)

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu  Mengajukan pertanyaan bila perlu OHT No 9. CERAMAH : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGA-RUHI BIAYA Menjelaskan :

- Menjelaskan komponen yang membentuk biaya yaitu bahan, upah dan peralatan

- Harha satuan pekerjaan meru-pakan biaya yang komponen-nya terdiri dari bahan, upah dan peralatan yang dikalikan dengan koefisien masing-masing

Waktu : 40 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 2)

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu

 Mengajukan pertanyaan bila perlu

(15)

xiv

KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG

10. CERAMAH : HARGA STANDAR/ HARGA SATUAN - Menjelaskan jenis-jenis harga

satuan, metode penyusunan dan pengumpulan harga satuan harga satuan, contoh harga satuan kegiatan

pekerjaan, contoh perhitungan sewa peralatan dan

perhitungan jumlah truk Waktu : 60 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 3)

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu

 Mengajukan pertanyaan bila perlu

OHT No

11. CERAMAH : HARGA SATUAN PEKERJAAN - Menjelaskan tentang biaya

langsung dan biaya tidak langsung, cara menghitung harga komponen tenaga kerja/bahan dan peralatan, resiko pekerjaan dan contoh-contoh analisa harga satuan pekerjaan

Waktu : 45 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 4)

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu  Mengajukan pertanyaan bila perlu OHT No 12. CERAMAH : PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUK-SI/BIAYA PEKER-JAAN

- Menjelaskan cara penyusunan daftar kuantitas harga dan bahan (BoQ), yaitu volume pekerjaan dikalikan dengan harga satuan pekerjaan dan memasukkan pajak yaitu PPN Waktu : 25 menit

Bahan : Materi serahan (Bab 5)

 Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

 Mencatat hal-hal yang perlu

 Mengajukan pertanyaan bila perlu

(16)

MATERI

SERAHAN

(17)

1 - 1

BAGIAN II

– PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI

BAB 1

PENDAHULUAN

Secara umum langkah dalam menentukan harga satuan pekerjaan meliputi 3 (tiga) hal penting, yaitu berupa :

1. Masukan (input) 2. Proses (process) 3. Keluaran (output).

Harga satuan setiap pekerjaan yang merupakan keluaran (output) diperoleh dari proses perhitungan dari masukan-masukan, antara lain berupa harga satuan dasar untuk komponen-komponen bahan, tenaga kerja dan peralatan, setelah terlebih dahulu menentukan asumsi-asumsi dan faktor-faktor serta prosedur kerjanya.

Jumlah dari seluruh perkalian koefisien komponen-komponen tersebut dengan harga satuan dasarnya ditambah dengan biaya umum dan laba akan menghasilkan harga satuan setiap pekerjaan.

Data harga satuan dasar yang digunakan dalam perhitungan analisa harga satuan pekerjaan ini adalah sebagai berikut :

a. Harga pasar setempat pada waktu yang bersangkutan.

b. Harga kontrak untuk barang/ pekerjaan sejenis tempat yang pernah dilaksanakan dengan mempertimbangkan faktor-faktor kenaikan harga yang terjadi.

c. Informasi harga satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Biro Pusat Statistik (BPS) dan media cetak lainnya.

d. Daftar harga/ tarif barang/ jasa yang dikeluarkan oleh pabrik atau agen tunggal. e. Daftar harga standar yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang baik pusat

maupun daerah.

(18)

BAB 2

FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN BIAYA

2.1. Umum

Biaya suatu pekerjaan tergantung dari jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. Untuk irigasi jenis pekerjaan terdiri dari 2 bagian utama yaitu; pertama pekerjaan saluran irigasi/drainase dan kedua pekerjaan bangunan irigasi.

2.2. Komponen Biaya

Komponen yang membentuk biaya adalah volume dan harga satuan pekerjaan ditambah dengan overhead dan profit. Sumber data harga satuan dasar upah atau bahan yang digunakan dalam perhitungan analisa harga satuan pekerjaan adalah sebagai berikut :

1. Harga dasar setempat pada waktu yang tertentu

2. Harga kontrak untuk barang/pekerjaan sejenis setempat yang pernah dilaksanakan dengan mempertimbangkan faktor-faktor kenaikan harga yang terjadi

3. Informasi harga satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh biro pusat statistic (BPS) dan media cetak lainnya

4. Daftar harga/tariff barang/jasa yang dikeluarkan oleh pabrik atau agen tunggal 5. Daftar harga standar yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang baik

pusat maupun daerah

6. Data lain yang dapat digunakan.

2.3. Harga Satuan Pekerjaan

Harga satuan pekerjaan terdiri dari penjumlahan harga-harga upah, bahan dan peralatan yang dikalikan dengan suatu koefisien masing-masing untuk memperoleh harga satuan pekerjaan (misalnya Rp/m1, Rp/m2, Rp/m3, Rp/ton dan

lain-lain) yang diperoleh melalui suatu analisa yang disebut dengan analisa harga satuan.

2.4. Upah

Harga upah tenaga kerja adalah upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja dan harga ini yang menjadi komponen dalam analisa harga satuan pekerjaan. Harga dasar upah tenaga kerja diperoleh dari sumber data seperti disebut dalam butir 2.2

(19)

2 - 2

diatas. Harga dasar tersebut adalah menjadi harga upah tenaga kerja, apabila tenaga kerja tersebut berada disekitar lokasi pekerjaan/proyek. Namun apabila tenaga kerja berasal dari daerah lain yang memerlukan biaya angkutan dan biaya tempat tinggal, maka selain harga dasar upah tersebut perlu ditambah biaya transport dan tempat tinggal, yang disebut biaya mobilisasi dan demobilisasi.

2.5. Bahan

Bahan terdiri dari 2 macam yaitu : bahan dasar dan bahan olahan.

Bahan dasar adalah seperti batu kali/gunung, pasir sungai/gunung dan lain-lainnya, yang masih asli diambil dari alam.

Bahan olahan untuk keperluan tertentu adalah bahan dasar yang diolah misalnya menjadi batu pecah, baik oleh tangan manusia maupun mesin pemecah batu. Harga bahan dasar adalah harga bahan yang terdapat di pasaran. Yaitu bahan yang dimiliki oleh masyarakat, toko atau pemasok, yang diambil dari sungai atau dari gunung

Harga bahan dasar di quarry adalah harga bahan yang dikumpulkan dengan menggunakan alat-alat berat atau alat-alat khusus (seperti dinamit untuk memperoleh batu gunung) dengan membayar kewajiban ke pemerintah daerah seperti iuran galian C, atau iuran daerah dan lain-lain. Faktor yang mempengaruhi harga ialah tenaga manusia dan peralatan.

Harga bahan dilokasi pekerjaan atau base camp adalah harga dasar bahan ditambah biaya angkutan. Biaya angkutan sendiri terdiri dari biaya memuat dan membongkar baik oleh tenaga manusia maupun peralatan dan biaya angkut oleh kendaraan.

Harga dasar bahan hasil pabrikan seperti semen, besi beton, baja, cat dan lain-lainnya, diperoleh dari pabrik atau agen tunggal.

2.6. Koefisien

Nilai koefisien untuk bahan dan upah yang didapat secara manual berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap kemampuan seseorang dalam mengerjakan satu-satuan pekerjaan dan jumlah bahan yang diperlukan. Daftar koefisien ini telah tersusun dalam buku analisa harga satuan yang terkenal dengan buku BOW ( Burgerliyke Openbare Werken). Dewasa ini mungkin tidak sesuai lagi, karena ini produk zaman Belanda yang sudah sangat lama berlalu.

(20)

Selain itu BOW tidak menggunakan alat-alat berat. Dewasa ini besaran koefisien sudah ada dimasing-masing Direktorat Jenderal seperti Direktorat Jenderal Bina Marga (Prasarana Wilayah). Juga telah terbit buku analisa harga satuan berdasarkan Standar Hari / Orang (Standar Man / Day), atau Standar Jam / Orang (Standar Man/Hours).

Sedang apabila dengan menggunakan peralatan khususnya alat-alat berat, dibuat dalam analisa tersendiri menurut jenis alatnya.

2.7. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Besar kecilnya harga suatu pekerjaan selain ditentukan oleh harga bahan, upah, peralatan, juga dipengaruhi oleh :

- Faktor lingkungan (sosial budaya) - Lokasi pekerjaan terpencil atau tidak - Kemudahan akan transportasi - Cuaca

(21)

4 - 1

BAB 4

HARGA SATUAN PEKERJAAN

4.1 Upah

Yang dimaksud dengan harga satuan pekerjaan dalam modul ini ialah harga satuan dari suatu jenis pekerjaan pada pekerjaan saluran dan bangunan irigasi.

Harga satuan pekerjaan merupakan biaya yang diperlukan untuk rnemproduksi setiap satuan jenis pekerjaan. Biaya tersebut terdiri dari biaya langsung, biaya tidak langsung dan keuntungan.

Kedua jenis terakhir, yakni biaya tak langsung dan keuntungan, umumnya pada perhitungan harga satuan pekerjaan dihitung dalam satu hitungan sebesar <10% dari biaya langsung, dan disebut sebagai overhead dan keuntungan.

Dengan demikian, harga satuan pekerjaan akan merupakan jumlah biaya langsung (tenaga kerja, bahan dan peralatan) ditambah biaya tidak langsung (overhead dan keuntungan).

4.2 Biaya Langsung

Biaya langsung adalah total biaya sumber daya yang secara langsung merupakan masukan untuk memproduksi satu satuan jenis pekerjaan.

Sumber daya yang secara langsung merupakan masukan untuk rnemproduksi suatu satuan jenis pekerjaan meliputi sumber daya tenaga kerja, bahan dan peralatan.

Dengan demikian, biaya langsung akan terdiri dari total biaya upah tenaga kerja, biaya bahan dan biaya peralatan untuk memproduksi satu satuan jenis pekerjaan. Bila L adalah simbol tenaga kerja, M sebagai simboI dari bahan, dan E sebagai simbal peralatan, dan biaya langsung sebagai D, maka biaya langsung adalah :

D = L + M + E 4.2.1. Menghitung Harga Komponen Tenaga Kerja

Yang dimaksud dengan tenaga disini ialah setiap tenaga yang siap di tempat pekerjaan untuk memproduksi suatu satuan jenis pekerjaan tertentu.

(22)

a) Mandor (L02) b) Tukang c) Pekerja (L01) d) Operator e) Mekanik f) Pengemudi g) Pembantu tukang h) Pembantu Operator i) Pembantu mekanik j) Pembantu mekanik k) Bas

l) Dll, sesuai spesifikasi tenaga untuk pekerjaan saluran dan bangunan irigasi

2. Tentukan satuan waktu untuk masing-masing kulaifikasi tenaga untuk memproduksi satu satuan jenis pekerjaan umpamanya jam, hari, bulan. 3. Tentukan Kuantitas atau Koefisien Tiap Kualifikasi Tenaga untuk

menghasilkan satu satuan jenis pekerjaan dalam satu satuan waktu, dalam angka desimal, umpamanya 1.000; 0,15; 0,002; dll

4. Tentukan Harga Satuan tiap Kualifikasi Tenaga dengan Rupiah

5. Hitunglah Harga tiap kualifikasi tenaga dengan mengalikan kuantitas atau koefisien dikalikan harga satuan, maka didapatkan harga untuk kualifikasi tenaga tersebut:

6. Untuk mendapatkan harga komponen tenaga, jumlahkan harga-harga dari masing-masing kualifikasi tenaga tersebut

4.2.2. Menghitung Harga Komponen Bahan

Yang dimaksud dengan bahan disini ialah bahan yang sudah siap di tempat pekerjaan untuk secara langsung dipergunakan sebagai masukan untuk menghasilkan jenis pekerjaan tertentu.

1. Uraian jenis-jenis bahan yang dipergunakan dan kodenya.

Umpamanya tanah, pasir, semen, kapur, aspal, sirtu: batu pecah, chipping (M04), dll sesuai spesifikasi

2. Tentukan satuan bahan yang dipergunakan, umpamanya KG, M, M2,

(23)

4 - 3

3. Tentukan kuantitas bahan dalam angka desimal, umpamanya 33.000; 0,500 dan seterusnya

4. Tentukan harga satuan bahan di tempat pekerjaan, dalam Rp (rupiah) 5. Hitung harga masing-masing jenis bahan dengan mengalikan kuantitas

dikalikan harga satuan

6. Hitunglah jumlah harga komponen bahan 4.2.3. Menghitung Harga Komponen Peralatan

Yang dimaksud dengan peralatan di sini ialah setiap unit peralatan yang dipakai untuk memproduksi satu satuan jenis pekerjaan di tempat pekerjaan

1. Uraian jenis-jenis peralatan yang dipakai dan kodenya, umpamanya

Wheel Loader (E15), Dump Truck (F08), Excavator (E10), alat bantu, dll peralatan sesuai spesifikasi peralatan.

2. Tentukan satuan waktu bekerja alat, umpamanya jam, lumpsum

3. Tentukan kuantitas atau koefisien alat dalam desimal, umpamanya 0,0005; 1.000 dll.

4. Hitung harga satuan masing-masing jenis alat memproduksi satu satuan jenis pekerjaan

5. Hitung harga masing-masing jenis alat sesuai kuantitas atau koefisien pemakaian dikalikan harga satuan

6. Jumlahkan harga komponen alat-alat

Maka biaya langsung akan merupakan total biaya komponen-komponen tenaga (L), bahan (M), dan alat (E), sehingga D = L + M + E

Dengan penjelasan langkah-Iangkah ini disimpulkan bahwa biaya langsung merupakan total biaya semua sumber daya yang merupakan masukan langsung memroses satu satuan jenis pekerjaan. Masukan tersebut terdiri dari komponen-komponen tenaga, bahan, alat.

Perlu diketahui, bahwa untuk memasukkan tenaga, bahan dan / atau alat sebagai komponen langsung memroses satu satuan jenis pekerjaan, biaya-biaya untuk komponen tersebut sudah mencakup seluruh biaya yang harus dikeluarkan (actual cost), sedemikian rupa, sehingga komponen-komponen tersebut ada dan siap bekerja di tempat jenis pekerjaan yang

(24)

akan diproduksi, yang merupakan harga satuan komponen.

Harga satuan komponen berbeda dengan harga satuan pekerjaan, karena harga satuan pekerjaan merupakan total biaya langsung ditambah biaya tak langsung dan keuntungan.

4.3. Biaya Tidak Langsung

Biaya tidak langsung yang ikut membentuk harga satuan pekerjaan adalah semua biaya yang harus dikeluarkan dalam memroses produk satu satuan jenis pekerjaan.

Biaya-biaya tersebut di luar harga satuan komponen-komponen masukan tenaga, bahan dan alat

Biaya-biaya tersebut antara lain biaya overhead, resiko, asuransi, pajak dan lain-lain biaya yang harus dikeluarkan dalam menghasilkan satu satuan jenis pekerjaan 4.3.1 Overhead (Biaya umum)

Biaya umum adalah biaya yang dikeluarkan untuk terwujudnya satu satuan pekerjaan tertentu

Biaya ini antara lain, tetapi tidak terbatas pada dan tidak selamanya harus meliputi :

1). Biaya gaji pegawai di kantor pusat 2). Gaji pegawai di lapangan

3). Biaya bank (bunga bank, jaminan bank, dll) 4). Biaya tender

5). Biaya pengobatan pegawai kantor lapangan 6). Biaya travel, entertainmen

7). Biaya kantor, listrik, telepon, air, dll 8). Penyusutan, peralatan penunjang 4.3.2 Biaya Resiko Pekerjaan

Biaya ini dimaksudkan untuk membiayai berbagai kemungkinan yang diduga akan menimbulkan suatu kerugian pada pelaksanaan pekerjaan, namun sulit untuk menghitung secara pasti tentang besar dan nilainya. Dugaan-dugaan tersebut meliputi unsur-unsur cuaca. keadaan lapangan, dan gangguan serta hambatan yang diperkirakan ada namun sulit menghitungnya.

(25)

4 - 5

4.3.3. Biaya Untuk Penerapan K3, RKL dan RPL

Berdasarkan surat edaran Menteri PU No. 03/SE/M/2005 Tanggal 26 Pebruari 2005, perihal penyelenggaraan jasa konstruksi untuk Instansi Pemerintah, Butir 6, Bahwa Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa dalam kegiatan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan peundang-undangan tentang K3.

Biaya untuk penerapan K3, perlu dihitung biaya untuk mendukung pelaksanaannya.

Biaya terdiri dari : - Biaya personel :

• Pengawas K3 (Ahli K3)

• Pelaksana K3/Safety Engineer (Ahli K3) - Biaya alat pelindung diri (APD)

- Perlengkapan P3K

- Pembuatan rambu-rambu dan brosur - Biaya sosialisasi dan latihan.

Biaya penerapan K3 dapat dalam bentuk lumpsum atau menurut ketentuan dalam dokumen pelelangan.

Disamping itu, perlu diantisipasi dalam pelaksanaan konstruksi untuk pengendalian lingkungan/pencemaran, harus diperhitungkan juga perkiraan biaya yang diperlukan.

a. Asuransi

Yang dimaksud dengan asuransi pada jenis pekerjaan yang dibicarakan pada modul ini ialah biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung terwujudnya satu satuan jenis pekerjaan jalan tersebut, sesuai ketentuan peraturan dan pertimbangan, kebutuhan, jaminan atas pelaksanaan pekerjaan.

b. Pajak

Yang dimaksud pajak di sini adalah semua jenis pungutan Yang harus dikeluarkan untuk mendukung terwujudnya satu satuan jenis pekerjaan.

(26)

Pajak tersebut bukan merupakan PPN yang terdapat dalam nilai kontrak pekerjaan jalan.

Termasuk dalam kategori pajak per satuan jenis pekerjaan ini antara lain jenis-jenis sumbangan, pungutan dll yang diperkirakan terjadi dalam proses pelaksanaan pekerjaan, namun sulit menghitung besarnya, tetapi harus dikeluarkan untuk mendukung terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan

Biaya-biaya tersebut di muka berupa biaya umum, resiko pekerjaan, asuransi, pajak, dll. Dalam menghitung harga satuan pekerjaan, pada umumnya dikelompokkan menjadi biaya umum (overhead).

4.3.4. Keuntungan atau Profit

Untuk memproduksi setiap tahun jenis pekerjaan, diperlukan jasa untuk mengelolanya. Untuk jasa tersebut, diberikan suatu imbalan dalam bentuk keuntungan atau profit.

Dari uraian tersebut maka untuk memproduksi satu satuan jenis pekerjaan dibutuhkan biaya tidak langsung dan keuntungan yang harus ditambahkan sebesar presentase tertentu dari biaya langsung ke biaya tidak langsung. Besarnya presentase tersebut + 10%

Dengan demikian sebagai kesimpulan harga satuan pekerjaan (D) = jumlah harga tenaga (L), bahan (M), dan Peralatan (E) ditambah overhead dan profit sebesar + 10% D, atau

HSP = D + 10% D, dimana D = L + M + E

(27)

5 - 1

BAB 5

PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI / BIAYA PEKERJAAN

5.1 Umum

Perhitungan biaya konstruksi atau biaya suatu pekerjaan atau suatu proyek adalah untuk mengetahui berapa besar biaya suatu pekerjaan atau proyek, sehingga sipemilik pekerjaan / proyek dapat menyediakan biaya untuk pekerjaan tersebut. Bagi kontraktor tujuannya adalah menghitung biaya pekerjaan untk memenangkan suatu tender.

Oleh karena itu didalam menghitung biaya perlu diteliti dengan cermat mengenai jenis dan volume pekerjaan, harga-harga bahan dan upah, harga atau sewa peralatan.

Harga bahan berasal dari harga dasar bahan ditambah biaya mengolah dan biaya angkutan.

Harga upah berasal dari harga upah setempat atau harga upah setempat ditambah biaya mendatangkan tenaga kerja (mobilisasi atau demoblisasi).

Untuk pekerjaan yang besar faktor peralatan sangat dominan oleh karena itu harga satuan pekerjaan ditentukan oleh harga bahan, upah dan peralatan.

Pada pekerjaan-pekerjaan yang kecil, seperti pada pembuatan saluran tertier tidak diperlukan pemakaian alat-alat berat maka harga satuan pekerjaan ditentukan oleh harga bahan dan upah kerja secara manual saja.

5.2 Biaya Overhead

(Biaya umum, resiko dan keuntungan)

Ketiga jenis biaya tersebut terlalu rumit dan sulit untuk dirinci secara pasti karena hal itu tergantung dari besarnya pekerjaan / proyek yang dikerjakan, dugaan akan adanya gangguan dan hambatan dilapangan, kemudian seberapa besar keuntungan yang akan diambil maka untuk biaya ini biasanya diambil presentasi dari biaya konstruksi yang berkisar antara 10 – 15 %.

5.3 Harga Satuan Pekerjaan

Harga satuan pekerjaan terdiri dari 2 jenis yaitu harga satuan pekerjaan yang belum mengandung biaya overhead dan harga satuan pekerjaan yang sudah ada didalamnya biaya overhead.

(28)

Jenis mana yang akan dipakai dalam perhitungan biaya tergantung dari persyaratan yang ditentukan dalam dokumen tender.

Ada dokumen yang menentukan bahwa dalam harga satuan pekerjaan sudah termasuk biaya overhead. Sehingga dalam rekapitulasi biaya, yang ditambahkan adalah PPn saja.

Namun ada juga yang menentukan dalam harga satuan pekerjaan tidak boleh overhead dimasukkan. Overhead pekerjaan dimasukkan dalam rekapitulasi biaya, kemudian ditambahkan biaya PPn.

5.4 PPN

PPn adalah pajak pertambahan nilai yang besarnya ditentukan oleh pemerintah. Selama ini besarnya adalah 10% dari biaya konstruksi. Besarnya biaya suatu penawaran pekerjaan adalah biaya konstruksi ditambah biaya PPn.

Ketentuan ini mulai berlaku di awal tahun 80-an, sebelumnya yang lazim adalah biaya fisik pekerjaan / konstruksi ditambah dengan biaya overhead (biaya tidak terduga) yang besarnya antara 10 – 15 % dari biaya fisik (Real Cost).

5.5 Biaya Lumpsum

Biaya lumpsum adalah biaya suatu jenis pekerjaan yang tidak dapat dirinci dengan jelas atau jenisnya banyak, tetapi kecil-kecil. Biasanya dari kumpulan pekerjaan-pekerjaan kecil tersebut dijadikan satu dan satuan pengukurannya lumpsum yang besarnya tidak berdasar harga satuan pekerjaan.

5.6 Biaya Konstruksi / Biaya Pekerjaan

Biaya adalah merupakan penjumlahan dari volume masing-masing jenis pekerjaan dikalikan dengan harga satuan ditambah biaya lumpsum dan PPn 10%. Bila V adalah volume, H adalah harga satuan dari masing-masing jenis kegiatan (Pay Item), L adalah jumlah biaya lumpsum dan B adalah biaya, maka :

B =  V x H + L + PPn [=10% ( V x H + L)] = 1,10 [ V x H + L]

Perhitungan biaya konstruksi disusun dalam suatu format yang disebut daftar kuantitas dan harga (BOQ = Bill Of Quantity), sering juga disebut Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Biasanya didahului dengan rekapitulasi, disusul dengan perincian perhitungannya. Contoh Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebagai berikut :

(29)

Contoh Daftar Kuantitas dan Harga (RAB) la tih a n Ah li Su p e rvi si Ko n st ru ksi Ja ri n g a n Iri g a si Pe rh itu n g a n Bi a ya Ko n st ru ksi 5 - 3

(30)

la tih a n Ah li Su p e rvi si Ko n st ru ksi Ja ri n g a n Iri g a si Pe rh itu n g a n Bi a ya Ko n st ru ksi 5 -

(31)
(32)
(33)
(34)

Keterangan :

1. Work Item = Uraian Pekerjaan 2. Unit = Satuan

3. Unit Price = Harga Satuan Pekerjaan 4. Cost = Biaya / Harga

(35)

RANGKUMAN MATERI DAN PENUTUP

Rangkuman materi pelatihan ini adalah sebagai berikut :

1. Harga satuan pekerjaan ditentukan/dibentuk dari hasil perkalian koefisien masing-masing komponen bahan, upah dan peralatan, ditambah dengan biaya umum dan laba

2. Faktor-faktor yang menentukan biaya disamping bahan, upah dan peralatan, dengan nilai koefisiennya, dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan, lokasi pekerjaan, kemudahan transportasi, cuaca dan kecakapan, ketrampilan mandor dan tukang 3. Harga standar/satuan terdiri dari :

- Harga Satuan Dasar (HSD), bahan, upah dan alat

- Harga Satuan Pekerjaan (HSP) dari masing-masing jenis pekerjaan

- Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK), seperti Studi Master Plan, Studi Kelayakan, Rehabilitasi Jaringan Irigasi, pembangunan irigasi baru (dalam rupiah per ha).

4. - Harga dasar upah diperoleh dari ketetapan Pemerintah (UMR), instansi yang berwenang (Pemda), Survai pasar/lapangan.

- Harga dasar bahan terdiri dari bahan dasar dan bahan olahan

Harga bahan dasar (batu kali, pasir dll.) ditentukan jarak angkut dari sumber bahan sampai ke tempat pekerjaan, atau bahan diambil dari gudang grosir (semen, besi dsb.).

Bahan olahan merupakan produksi dari mesin milik sendiri (stone crusher, wheel loader).

- Biaya alat dapat dirinci dari 2 komponen biaya utama yaitu :

• Biaya pemilikan (capital cost)

• Biaya operasi dan pemeliharaan.

5. Harga satuan pekerjaan adalah biaya yang diperlukan untuk memproduksi setiap satuan jenis pekerjaan, yang terdiri dari biaya langsung dan tak langsung dan keuntungan.

(36)

6. Biaya konstruksi/biaya pekerjaan adalah merupakan penjumlahan dari volume masing-masing jenis pekerjaan dalam suatu proyek dikalikan dengan harga satuan pekerjaan, ditambah biaya lump sum dan PPN 10%.

Perhitungan biaya konstruksi disusun dalam suatu format yang disebut Bill of Quantities (BoQ), atau Rencana Anggaran Biaya (RAB).

7. Biaya eskalasi atau penyesuaian kenaikan harga adalah kenaikan harga akibat kebijaksanaan Pemerintah atau terjadi sesuatu yang luar biasa yang berada di luar kewenangan Kontraktor atau Pemerintah, sehingga terjadi lonjakan harga bahan dan upah.

(37)

PENUTUP

Perhitungan biaya konstruksi merupakan mata latihan dasar keahlian untuk Ahli Supervisi Konstruksi Jaringan Irigasi, sebagai pengetahuan untuk mengevaluasi atau mengkaji usulan biaya tambahan atau pekerjaan baru, dari kontraktor, sehingga didapat suatu harga yang efisien atau wajar.

(38)

DAFTAR PUSTAKA

1. Ancar-Ancar Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) Pembangunan Pengairan Tahun Anggaran 1999/2000, Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Pengairan, Departemen Pekerjaan Umum, Edisi September 1998.

2. Pedoman Penyusunan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Untuk Jaringan Irigasi Tersier Secara Manual, Draft 1, Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah 3. Buku Analisa Harga Satuan ’’BOW’’.

4. Pelatihan Estimate Biaya Jalan (Cost Estimate Of Roads), Serie / Judul : CES 06 / Perhitungan Biaya-Biaya Pekerjaan Jalan, Proyek Pengembangan Dan Pembinaan Konstruksi, Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi (Puslatjakons), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah.

5. Pelatihan Estimator Biaya Jalan (Cost Estimate Of Roads), Serie / Judul : CES 04 / Analisa Harga Satuan, Proyek Pengembangan Dan Pembinaan Konstruksi, Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi (Puslatjakons), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah.

6. Final Report For Kedung Samah Irrigation Project, November 1999.

Project Type Sector Loan In Water Resources Development, OECF Loan IP – 476, Directorat General Of Water Resouces Development, Ministry Of Public Works.

7. Materi Pembelajaran Jarak Jauh, Hitungan Harga Ongkos Kerja.

Construction Industry Training For Small Contractors And Mandor Certification. Pusat Pelatihan Keterampilan Jasa Konstruksi, Departemen Pekerjaan Umum.

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum menghitung anggaran biaya proyek yang dikerjakan maka perlu diketahui harga satuan bahan material, harga satuan upah tenaga kerja, harga satuan sewa alat serta harga

b) Untuk keperluan analisis ekonomi, komponen biaya konstruksi adalah biaya ekonomi, atau tanpa komponen pajak. c) Untuk keperluan membuat owner’s estimate komponen biaya

3.1.5 Harga satuan pekerjaan (HSP) adalah biaya upah kerja dengan atau tanpa harga bahan-bahan bangunan untuk satuan pekerjaan tertentu. 3.1.6 Jumlah pekerja adalah jumlah

biaya yang dihitung dalam suatu analisis harga satuan suatu pekerjaan, yang terdiri atas biaya langsung (tenaga kerja, bahan, dan alat), dan biaya tidak langsung (biaya umum atau

Dalam menyusun jadwal harian perlu dipertimbangkan masukan-masukan sumber daya : tenaga, bahan, alat, lokasi kerja, uang, hari dan iklim.. • Jenis dan jumlah alat. Kondisi

Untuk besarnya biaya pada pekerjaan rangka atap dari baja dan kayu dapat diketahui melalui beberapa tahap yaitu, mengetahui volume atau kubikasi rangka atap, harga satuan pekerjaan,

3.16.1 Harga Satuan Dasar Peralatan Besarnya biaya yang dikeluarkan pada komponen biaya alat yang meliputi biaya pasti dan biaya tidak pasti atau biaya operasi per satuan waktu

HSP : Harga satuan pekerjaan merupakan biaya yang dihitung dalam suatu analisis harga satuan suatu pekerjaan, yang terdiri atas biaya langsung tenaga kerja, bahan, dan alat, dan biaya