• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN CENDAWAN ENTOMOPATOGEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMANFAATAN CENDAWAN ENTOMOPATOGEN"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1  Koloni L. lecanii, pada media PDA dalam petri berdiameter 10 cm (A),  dan pada media beras dengan berat 50 g (B)
Gambar 2  Koloni B. bassiana, pada media PDA dalam petri berdiameter 10 cm  (A), dan pada media beras dengan berat 50 g (B)
Gambar 4  Tabung kaca, berisi daun kemuning yang tangkainya dibalut spons dan  serangga uji
Tabel  1    Mortalitas  imago  D.  citri  yang  mendapat  perlakuan  cendawan  entomo- entomo-patogen  Hari  setelah  Aplikasi  Cendawan  Mortalitas (%)  Kerapatan (konidia/ml)  Kontrol  10 3 10 4 10 5 10 6 10 7 10 8 2  B
+4

Referensi

Dokumen terkait

4 Tingkat infeksi cendawan patogen yang menginfeksi bibit krisan 10 5 Tingkat kejadian dan keparahan penyakit pada tiga varietas tanaman.. krisan di Desa Bumiaji

citri ditemukan terinfeksi badan hifa, konidia primer, konidia sekunder dan cendawan sekunder, dengan tingkat infeksi tertinggi di Desa Cibeureum sebe- sar 10.32% dan terendah di

Metode deteksi cendawan penyebab infeksi laten yang akurat, cepat dan dapat diaplikasikan pada buah jeruk impor dan perlakuan fitosanitari yang efektif dalam mematikan

Metode yang direkomendasikan untuk mengisolasi cendawan entomopatogen dari populasi asli atau lokal adalah metode pemancingan dengan serangga (insect bait method) yang digunakan

Pada umumnya semakin tinggi tingkat ketahanan serangga terhadap infeksi patogen, maka semakin tinggi konsentrasi konidia yang dibutuhkan untuk mematikannya.. Salah satu

Aplikasi dengan kerapatan konidia 5 x 10 7 konidia/ml pada ketiga cendawan entomopatogen memberikan hasil yang berbeda dalam mematikan nimfa kutu daun A.. Aplikasi

viridula akibat infeksi cendawan entomopatogen diduga berhubungan dengan struktur integumen tubuh nimfa yang lebih muda lebih lentur karena lapisan lilin ( wax )

Hifa dari kedua cendawan ini tampak tumbuh di luar tubuh serangga dan menyelimuti tubuh inang bahkan sampai ke substrat dengan membentuk stroma sehingga inang tidak lagi