• Tidak ada hasil yang ditemukan

22 Media Bina Ilmiah ISSN No

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "22 Media Bina Ilmiah ISSN No"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

_____________________________________________

Volume 10, No. 1, Januari 2016 http://www.lpsdimataram.com

PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS TERHADAP TINGKAT SOLVABILITAS PADA KPRI “DIAN LESTARI” DI MATARAM

Oleh :

I Gusti Ayu Oka Netrawati & I Gusti Putu Bagus Suastina Dosen PNS dpk pada STIE 45 Mataram

Abstrak : Koperasi agar dapat berkembang maka manajemen harus beroperasi dengan efisien ,inovatif dan didukung dengan adanya kepemimpinan yang profesional.Koperasi mempunyai tujuan khusus adalah meningkatkan mutu produksi maupun uasahanya.Karena itu, koperasi harus mengelola struktur kekayaan dan finansialnya secara tepat. Sehingga manajemen koperasi berusaha untuk menjadikan koperasi yang likuid dan solvabel. Artinya bahwa koperasi dapat memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya dengan kekayaan yang dimilikinya. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberartian dari pengaruh tingkat likuiditas terhadap tingkat solvabilitas. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah studi kasus , yaitu menggambarkan estimasi ada tidaknya tingkar keberartian parameter yang ada di KPRI Dian Lestari di Mataram. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang berarti dari tingkat likuiditas terhadap tingkat solvabilitas, dimana F-hitung > F-tabel yaitu : 22.278 > 18,51.Untuk itu diharapkan kepada pihak manajemen koperasi agar selalu mengelola modal dengan efektif dan efisien.

Kata Kunci : Modal, Likuid, solvabel ,efektif PENDAHULUAN

Pada era globalisasi badan usaha koperasi tetap hidup dan berkembang dengan manajemen yang selalu inovatif. Karena untuk mencapai tujuan umum yaitu mensejahtrakan para anggotanya dan tujuan khusus untuk meningkatkan mutu usahanya.Koperasi juga harus merumuskan tujuan ini dengan jelas agar dapat sebagai landasan dan pedoman dalam menentukan tata kerja yang efektif, Dan mengelola modal secara efisien.Koperasi-koperasi yang ada saat ini masih kebanyakan statis perkembangannya dan belum berani mencari terobosan-terobosan yang mempunyai risiko tinggi. Kita sadari karena koperasi lebih mengedepankan fungsi sosialnya daripada mengejar keuntungan, tetapi bukan berarti koperasi tidak mengelola modalnya dengan baik . . Mengingat koperasi mempunyai karakteristik yang berbeda dengan badan usaha lain seperti BUMN,BUMS. Koperasi yang merupakan suatu perjuangan ekonomi kerakyatan sesuai degan pasal 33 UUD RI 1945. Pembangunan koperasi diartikan sebagai proses perubahan yang menyangkut kehidupan perkoperasian Indonesia guna mencapai kesejahtraan para anggotanya. Dalam manajemen koperasi modern pengelolaan koperasi dilakukan dengan manajemen terpadu yaitu dikelola secara professional berdasarkan ilmu pengetahuan yang memadai..Dari perencanaan sampai pengawasan harus benar-benar dilakukan dengan baik, karena banyak hambatan –hambatan yang dihadapi dan dihadapkan dengan penuh risiko. Tetapi jika risiko ini dapat diperkirakan dan diproyeksi maka akan

lebih mudah diatasi.sehingga tidak mengalami kerugian yang besar.Dalam hal ini koperasi tidak hanya bersifat social oriented tetapi juga profit oriented yang bertujuan untuk kelangsungan hidup dari koperasi.Sehingga pengelolaan pembelanjaan koperasi harus diperhitungkan dengan cermat agar risiko finansiil dapat ditekan bahkan dapat dihindari.

Pembelanjaan dapat diartikan sebagai semua aktivitas perusahaan untuk mencari atau memperoleh dana yang dibutuhkan dan menggunakannya secara efisien.( Ign Sukamdyo :1996: 75) Dalam fungsi keuangan meliputi keputusan investasi, keputusan pendanaan dan keputusan deviden (I Made Sudana :2009 :13).Mekanisme permodalan koperasi berasal dari modal sendiri terdiri dari simpanan anggota terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib , dana cadangan, donasi. Sedangkan modal asing atau modal pinjaman berasal dari simpanan sukarela,hutang pinjaman,penyertaan. Semua modal tersebut dipergunakan untuk menghasilkan SHU ( sisa hasil usaha).(Ign Sukamdyo :1996:76).

Struktur kekayaan ini sangat erat hubungannya dengan struktur modal. Sehingga dengan menghubungkan elemen-elemen aktiva disatu sisi, dengan elemen pasiva disisi lain, untuk mendapatkan gambaran finansiial suatu perusahaan. Dengan menghubungkan struktur finansiilnya akan diketahui tingkat likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas pada saat tertentu.

(2)

_____________________________________

http://www.lpsdimataram.com Volume 10, No. 1, Januari 2016

Masalah likuiditas adalah berhubungan dengan masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansiilnya yang segera harus dipenuhi Suatu perusahaan yang mempunyai kekuatan membayar belum tentu dapat memenuhi segera kewajiban finansiilnya yang segera harus dipenuhi (kemampuan membayar),( Bambang Riyanto:2011:25). Likuiditas adalah jumlah dana tunai yang diperlukan perusahaan untuk membayar pengeluarannya dan biasanya tergantung pada sifat bisnis perusahaan tersebut dan rasionya adalah perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar (Ahmad Rodoni,dkk : 2010:178) Sedangkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansiilnya secara keseluruhan baik itu kewajiban jangka pendek dan jangka panjangnya dengan total aktiva yang dimiliki ini yang disebut dengan solvabilitas atau dengan kata lain sebagai kemampuan suatu untuk membayar semua utang-utangnya ( baik jangka pendek dan jangka panjang).(Bambang Riyanto :2011:32)

Suatu perusahaan yang mempunyai kemampuan membayar seluruh utangnya dengan aktiva yang dimiliki tetapi belum tentu perusahaan tersebut membayar utangnya secara likuid. Menutut Bambang Riyanto (2011 . 36) Ada hubungan antara likuiditas dan solvabilitas yaitu 4 kemungkinan yang dapat dialami oleh perusahaan seperti berikut ini : 1) perusahaan yang likuid tetapi insolvabel artinya kedua-duanya pada suatu waktu untuk memenuhi kewajibannya, 2) perusahaan yang likuid dan solvabel ,artinya perusahaan dapat memenuhi kewajibannya dengan baik. 3) perusahaan yang solvabel tetapi illikuid ,artinya perusahaan dapat membayar jangka panjang tetapi dalam jangka pendek tidak akan tetapi apabila usahanya tidsak berhasil artinya perusahaan akan mengalami kesukaran. 4) perusahaan yang insolvabel dan illikuid artinya perusahaan benar-benar mengalami kesukaran finansiil baik jangka panjang dan jangka pendek.

Hubungan likuiditas dan solvabilitas dalam masalah kemampuan membayar dan kekuatan membayar merupakan kredibilitas perusahaan untuk menghadapi persaingan bisnis. Karena semakin menjamurnya koperasi-koperasi yang tumbuh, untuk mendukung perkembangan ekonomi rakyat . Mempunyai tujuan memberikan pelayanan yang baik agar didapatkan kepuasan bagi anggota. Seperti setiap instansi –instansi pemerintah maupun swasta membentuk koperasi.sebagai wadah menuju kesejahtraan anggota.Penelitian ini dilakukan pada KPRI “Dian Lestari” di Mataram , adapun data-data yang disajikan adalah sebagai berikut pada tabel 1 :

Tabel 1. Total Aktiva Lancar, Hutang , Aktiva KPRI “Dian Lestari “, di Mataram

Tahun Aktiva Lancar (Rp) Hutang (Rp) Aktiva (Rp) 2010 402.284.921 178.194.663,10 416.226.225,14 2011 478.829.664 91.279.905,10 495.653.598,14 2012 568.860.199,37 105.294.316,10 586.922.133,14 2013 648.261.400,37 118.683.375,10 667,583.424,14 Sumber data : KPRI Dian Lestari di Mataram

Dari data tersebut diatas pada tabel 1 maka dapat dilihat bahwa setiap tahun total aktiva lancar adalah meningkat , tetapi total hutang terjadi penurunan di tahun 2011 , sedangkan total aktiva terjadi peningkatan.

Berdasarkaan dari teori bahwa likuiditas dengan solvabilitas mempunyai hubungan yang sangat erat yaitu bahwa perusahaan tersebut mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua utang-utangnya .Tetapi tidakdengan secara otomatis berarti bahwa perusahaan tersebut mampu membayar utang lancarnya. Dan untuk mengetahui hubungan kemampuan dan kekuatan membayar bagi perusahaan, dengan fakta dilapangan berupa data pada tabel 1, maka peneliti merumuskan permasalahan nya apakah ada pengaruh yang signifikan tingkat likuiditas terhadap tingkat solvabilitas pada KPRI “Dian Lestari : di Mataram.?, .Dengan adanya penelitian ini diharapkan bahwa tujuan penelitiannya yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh yang berarti dari tingkat likuiditas terhadap tingkat solvabilitas dan dapat diimplementasikan serta mendukung bahan ajar dalam melaksanakan proses pembelajaran khususnya mata kuliah seminar manajemen keuangan. Dengan demikian maka peneliti mengambil judul : Pengaruh Tingkat Likuiditas Terhadap Tingkat Solvabilitas Pada KPRI :Dian Lestari” Di Mataram.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang dipergunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian untuk membuat deskripsi ,gambaran,atau lukisan secara sistematis ,faktual, dan akurat, mengenai fakta-fakta , sifat-sifat, , serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.(Nazir,1988, hal 63) oleh karena itu penelitianyang digunakan adalah studi kasus yaitu untuk memberikan gambaran tentang pengaruh tingkat likuiditas terhadap ringkat solvabilitas pada KPRI “Dian Lestari” di mataram.

Lokasi Penelitian dilakukan pada KPRI “Dian Lestari” di Jalan Udayana No.14 Eks KPID Provinsi NTB di Kota Mataram. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Nopember tahun 2015. Badan Hukum : No.354/BH/XXII/Tanggal 17 Februari 1986. Ketua koperasi ini adalah bapak

(3)

_____________________________________________

Volume 10, No. 1, Januari 2016 http://www.lpsdimataram.com

Burhanuddin,SH dan sekeretaris bapak Muh.Nasir ,SH dan bendara ibu Sri Sutarmi.Serta ketua badan pengawas koperasi bapak Drs. I Dewa Gde Ngurah Sarjana.

Sumber data diperoleh dari pegurus koperasi . Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yaitu data dari hasil RAT berupa laporan Laba/Rugi dan Lapran Neraca serta laporan Pembagian SHU dari tahun 2010 – 2013. Data kualitatif yaitu data berupa penjelasan dan pernyataan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi anggota.dan penjelasan dari data kuantitatif.

Teknik pengumpulan data berupa wawancara langsung dari pengurus kopersi atau yang diberikan wewenang untuk membrikan data dan informasi. Dan juga secara dokumenter yaitu mencatat, mengumpulkan data secara sistematis yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini melibatkan mahasiswa Semester VIII STIE 45 Mataram , sebagai surveyor , membantu dalam mengumpulkan data.

Prosedur analisis data yang dipergunakan adalah analisis kuantitatif yaitu : (KUKM RI :2006) 1. Rasio Likuiditas yaitu keadaan keuangan

koperasi pada suatu saat untuk dapat membayar /memenuhi kewajiiwaban jangka pendek, dengan rumus :

Aktiva Lancar

Rasio Likuiditas = --- x 100 % Kewajiban Lancar

2. Rasio Solvabilitas yaitu keadaan keuangan koperasi pada suatu saat menunjukkan tinggi rendahnya kemampuan koperasi membayar semua hutang-hutangnya baik jangka pendek naupun jangka panjang, dengan rumus :

Jumlah aktiva

Rasio Solvabilitas = --- x 100 % Jumlah kewajiban

3. Standar pengukuran rasio :

Tabel 2. Standar Penguran Rasio 1.Rasio Likuiditas Kriteria

>300 % Sangat Likuid >150 – 300 % Likuid >100 - 150 % Cukup likuid <100 % Tidak Likuid 2. Rasio Solvabilitas > 300 % Sangat solvabel >150 -300 % Solvabel >100- 150 % <100 % Cukup Solvabel Tidak solvabel

Sumber : KUKM RI no: 06/Per/M.KUKM/V/2006

4. Analisis Statistik yaitu mempergunakan Regresi Sederhana untuk mengetahui

hubungan antara dua variabel. (Sambas,dkk : 2007:188) Dengan rumus : ȳ = a + bx ∑ Y - b ∑ X a = --- N N ( ∑ XY ) - ∑X ∑Y b = --- N ∑X2 - (∑X )2 Keterangan : ȳ = regeresi Y = Tingkat Solvabilitas X = Tingkat Solvabilitas a = penduga bagi intersap ( α ) b = penduga bagi koefisien regresi (β) 5. Untuk menguji hipotesa adalah :

a) Menentukan rumusan hipotesis Ho dan Hi: Ho : ρ = Tidak ada pengaruh tingkat

likuiditas terhadap tingkat solvabilitas

Hi : ρ ≠ Ada pengaruh tingkat likuiditas terhadap tingkat solvabilitas

b) Menentukan uji statistika yang sesuai uji stastika yang digunakan adalah uji-F . Untuk menentukan uji F dapat mengikuti langkah-langkah berikut :

1) Menghitung jumlah kuadrat regresi dengan rumus :

(∑ Y)2 JKreg(a) = --- n

2) Menghitung jumlah kuadrat regresi b/a dengan rumus :

∑X ∑Y JKreg b/a = b { ∑XY - --- } n 3) Menghitung jumlah kuadrat residu

dengan rumus :

JKres = ∑Y2 - JKreg b/a - JKreg(a). 4) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat

regresi a (RJK reg(a) ) dengan rumus : RJK reg(a) = JKreg(a).

5) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a ( RJK reg(a)) dengan rumus: RJKreg b/a = JKreg b/a.

6) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu (RJKres) dengan rumus :

JKres RJKres = ---

(4)

_____________________________________

http://www.lpsdimataram.com Volume 10, No. 1, Januari 2016

7) Menghitung F dengan rumus : RJKreg b/a F = --- RJKres

c) Menentukan nilai kritis (α) atau nilai tabel F pada derajat bebas dbreg b/a = 1 dan dbres = n - 2

d) Membandingkan nilai uji F dengan nilai tabel F, dengan criteria uji , apakah nilai hitung F lebih besar atau sama dengan (≥ ) nilai tabel F , maka Ho ditolak.

e) Membuat kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN a. Deskripsi Data

Dari hasil penelitian dalam mengumpulkan data maka data yang peneliti sajikan untuk mendukung permasalahan ada pada latar belakang maka dapat disajikan pada tabel berikut ini : Tabel 3. Perkembangan total aktiva lancar KPRI

Dian Lestari di Mataram tahun 2010-2013

Tahun Aktiva Lancar (Rp) Perkembangan (Rp) Perkembangan (%) 2010 402.284.921 2011 478.829.664 75.544.743 19,03 2012 568.860.199,37 90.030.535,37 18,80 2013 648.261.400,37 80.000.021 14,06 Sumber data primer diolah

Berdasarkan dari tabel 3 maka dapat dilihat aktiva lancar ;yaitu dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 adalah,meningkat seperti berikut ini : Rp.75.544.743(19,03 %) ;Rp. 90.030.535,37(18,80 %) ; Rp.80.000.02180.000.021(14,06 %)

Sedangkan data dari hutang lancar dengan total hutang secara keseluruhan sama karena koperasi ini tidak memiliki hutang jangka menengah maupun jangka panjang.Dapat disajikan pada tabel 4 berikut ini:

Tabel 4. Perkembangan total hutang lancar KPRI Dian Lestari di Mararam Tahun 2010-2013

Tahun Hutang Lancar (Rp) Perkembangan (Rp) Perkembangan (%) 2010 78.194.663,10 2011 91.279.905,10 13.085.242,10 16,73 2012 105.294.316,10 14.014.411 15,35 2013 118.683.375,10 13.389.059 12,72

Sumber data primer diolah.

Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa setiap tahun perkembangan dari hutang lancar koperasi ini dari tahun 2010- 2013, meningkat adalah sebagai berikut : Rp. 13.085.242,10 (16,73 % ) ; Rp. 14.014.411(15,3%); Rp.13.389.059 (12,72 %).

Dari hasil penelitian dapat disajikan total aktiva pada tabel 5 berikut ini :

Tabel 5. Perkembangan total akrtiva KPRI Dian Lestari di mataram Tahun 2010-2013

Tahun Aktiva (Rp) Perkembangan (Rp) Perkembangan (%) 2010 416.226.225,14 2011 495.653.598,14 79.427.373 19,08 2012 586.922.133,14 91.268.535 18,41 2013 667.583.424,14 80.661.291 13,74 Sumber data primer diolah

Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa perkembangan total aktiva dari tahun 2010-2013 KPRI Dian Lestari di Mataram, meningkat adalah sebagai berikut : Rp.79.427.373(19,08%) ;Rp. 91.268.535 (18,41%) ; Rp.80.661.291 (13,74%).

b. Analisis Data

Berdasarkan dari data-data pada deskripsi data maka dianalisi sebagai berikut :

1. Rasio Likuiditas .

Untuk menganalisis rasio likuiditas adalah membandingkan antara aktiva lancar dengan hutang lancar . Data yang dipergunakan adalah data pada tabel 3 dan tabel 4.Untuk itu dapat disajikan pada tabel 6 berikut ini :

Tabel 6. Perhitungan Rasio Likuiditas KPRI Dian Lestari di Mataram Tahun 2010-2013

Tahun ( 1 ) Total aktva lancar ( 2 ) Total hutang lancar ( 3 ) Rasio Likuiditas (4) = ( 2 : 3 x100%) 2010 402.284.921 78.194.663,10 514 2011 478.829.664 91.279.905,10 525 2012 568.860.199,37 105.294.316,10 540 2013 648.261.400,37 118.683.375,10 546 Rata -rata 531

Sumber data primer diolah

Berdasarkan dari perhitungan rasio likuiditas pada tabel 6 maka dapat disajikan pada tabel 7 berikut ini :

Tabel 7. Tingkat likuiditas KPRI Dian Lestari di Mataram Tahun 2010 –tahun 2013

Tahun Rasio Likuiditas Kriteria 2010 514 Sangat likuid 2011 525 Sangat likuid 2012 540 Sangat likuid 2013 546 Sangat likuid Rata-rata 531 Sangat likuid Sumber data primer diolah

Berdasrkan pada tabel 7 maka rasio likuiditas dari KPRI Dian Lestari Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2013 adalah sangat likuid karena berada pada kisaran > 300 %. Karena perbandingan dari

(5)

_____________________________________________

Volume 10, No. 1, Januari 2016 http://www.lpsdimataram.com

aktiva lancar dengan hutang lancar sangat tinggi yaitu berada pada perbandingan 5’31 : 1.

2. Rasio Solvabilitas

Untuk menghitung rasio solvabilitas yaitu membandingkan antara total aktiva dengan total hutang. Data yang dipergunakan adalah pada tabel 4 dan tabel 5. Untuk perhitungannya dapat disajikan pada tabel 8 beikut ini :

Tabel 8. Perhitungan tingkat solvabilitas KPRI Dian Lestari di Mataram Tahun 2010 – 2013

Tahun Total Aktiva Total Hutang Rasio Solvabilitas 2010 416.226.225,14 78.194.663,10 532 2011 495.653.598,14 91.279.905,10 543 2012 586.922.133,14 105.294.316,10 557 2013 667.583.424,14 118.683.375,10 562 Rata-rata 549 Sumber data primer diolah.

Berdasarkan dari perhitungan rasio solvabilitas dapat disajikan pada tabel 9 berokut ini :

Tabel 9. Tingkat Solvabilitas KPRI Dian Lestari di Mataram Tahun 2010 –tahun 2013

Tahun Tingkat Solvabilitas Kriteria 2010 532 Sangat solvabell 2011 543 Sangat solvabel 2012 557 Sangat solvabel 2013 562 Sangat solvabel Rata-rata 549 Sangat solvabel Sumber data primer diolah

Berdasrkan pada tabel 7 maka rasio likuiditas dari KPRI Dian Lestari Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2013 adalah sangat solvabel karena berada pada kisaran > 300 %. Karena perbandingan dari total aktiva dengan hutang sangat tinggi yaitu berada pada perbandingan 5,49 : 1.

3. Analisis Regresi sederhana adalah analisis yang bertujuan untuk menghubungkan anata dua variabel yaitu pengaruh tingkat likuiditas terhadap tingkat solvabilitas. Dengan rumus :

ȳ = a + bx

Untuk mendapatkan nilai ȳ = a + bx maka dapat dihitung dari data pada tabel 7 dan tabel 9 berikut ini :

Tabel 10. Tabel Perhitungan Analisis Regresi

No resp X Y X2 Y2 XY 1 514 532 264.196 283.034 273.448 2 525 543 275 625 294.849 285.075 3 540 557 291.600 310.249 300.780 4 546 562 298.116 315.844 306.852 ∑ 2125 2194 1.129.537 1.203.966 1.166.155 Sumber data primer diolah

Dari tabel 10 dapat dihitung sebagai berikut : N ( ∑ XY ) - ∑X ∑Y b = --- N ∑X2 - (∑X )2 4 ( 1.166.155 ) – (2.125)(2.194) = --- 4 (1.129.537) - (2.125)2 4.664.620 – 4.662.250 = --- 4.518.148 - 4.515.625 2.370 = --- 2.523 = 0,939 = 0,94

Sedangkan untuk mendapatkan nilai a yaitu :

a =∑ ̅y - b ∑ ̅x = 531,25 – 0,94 (548,5 ) = 15,66

Jadi ȳ = a + bx = 15,66 + 0,94 x 4. Untuk menguji hipotesa adalah :

a) Menentukan rumusan hipotesis Ho dan Hi :

Ho : ρ = Tidak ada pengaruh tingkat likuiditas terhadap tingkat solvabilitas Hi : ρ ≠ Ada pengaruh tingkat likuiditas terhadap tingkat solvabilitas b) Menentukan uji statistika yang sesuai

uji stastika yang digunakan adalah uji-F. Untuk menentukan uji F dapat mengikuti langkah-langkah berikut : 1) Menghitung jumlah kuadrat regresi

dengan rumus : (∑ Y)2 (2.194 )2 JKreg(a) = --- = --- n 4 4.813.636 = --- = 1.203.409 4

2) Menghitung jumlah kuadrat regresi b/a dengan rumus :

(6)

_____________________________________

http://www.lpsdimataram.com Volume 10, No. 1, Januari 2016

3) Menghitung jumlah kuadrat residu dengan rumus :

JKres = ∑Y2 - JKreg b/a - JKreg(a). = 1.203.966 - 556,95 - 1.203.409

= 0,05

4) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi a (RJK reg(a) ) dengan rumus :

RJK reg(a) = JKreg(a). = 1.203.409 5) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat

regresi b/a ( RJK reg(a)) dengan rumus :

RJKreg b/a = JKreg b/a. = 556,95

6) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu (RJKres) dengan rumus :

JKres

RJKres = --- = 0.05 / 2 = 0,025 n -2

7) Menghitung F dengan rumus :

RJKreg b/a 556,95 F = --- = --- RJKres 0.025

= 22.278

8) Menentukan nilai kritis (α) atau nilai tabel F pada derajat bebas dbreg b/a = 1 dan dbres = n – 2 yaitu 18,51

9) Membandingkan nilai uji F dengan nilai tabel F, dengan kriteria uji , apakah nilai hitung F lebih besar atau sama dengan (≥ ) nilai tabel F , maka Ho ditolak. Dari hasil perhitungan maka di dapat bahwa nilai F-hitung lebih besar daripada nilai F-tabel yaitu 22.278 > 18,51 .

c. Interpretasi Data

Berdasarkan dari hasil analisis data maka dapat diinterpretasikan data sebagai berikut : 1. Rata –rata tingkat likuiditas dari tahun 2010

sampai dengan tahun 2013 adalah sebesar 531,25 %, artinya bahwa rata-rata setiap tahun bahwa KPRI Dian Lestari, Mataram dalam setiap rupiah untuk memenuhi kewajiban lancarnya dengan aktiva lancr sebesar Rp5,31..

2. Rata –rata tingkat solvabilitasnya dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 adalah sebesar 548% , artinya bahwa setiap Rp 1 aktiva yang dimiliki KPRI Dian Lestari ,

Mataram dapat memnenuhi kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka pannjang adalah sebesar Rp5,48

3. Hasil dari regresi sederhana bhwa ȳ = 15,66 + 0,94 x , artinya bahwa jika tingkat likuiditas dan tingkat solvabilitas diukur maka setiap perubahan skor likuiditas sebear 15,66 satuan dapat diestimasikan skor tingkat solvabilitas akan berubah sebesar 0,94 satuan pada arah yang sama..

4. Hasil uji F yaitu sebesar 22,278 dan table F adalah 18,51, artinya bahwa uji F > tabel F yaitu : 22.758 > 18,51 , hipotesis alternatif diterima, artinya bahwa ada pengaruh yang signifikan antara tingkat likuiditas terhadap tingkat solvabilitas.

PENUTUP a. Simpulan

Berdasarkan dai interpretasi data maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Rata-rata tingkat likuiditas KPRI Dian Lestari, Mataram tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 adalah sebesar 531,,25 %, dapat dikatakan sangat likuid

2. Rata-rata tingkat solvabilitas KPRI Dian Lestari, Mataram tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 adalah sebesar 548% , dapat dikatakan sangat solvabel.

3. Persamaan regresi adalah sebesar ȳ = 15,66 + 0,94 x , artinya setiap terjadi perubahan naik atau turunnya skor tingkat likuiditas akan terjadi perubahan naik atau turun pada skor tingkat solvabel dengan arah yang sama. 4. Adanya pengaruh yang signifikan (berarti)

antara tingkat likuiditas dengan tingkat solvabilitas.

b. Saran-saran

1. Diharapkan kepada pihak manajemen KPRI Dian Lestari, Mataram untuk dapat mempertahankan tingkat likuiditas dan solvabilitasnya yang likuid dan solvabel. 2. Diharapkan untuk selalu dilkakukan

pembinaan dan perhitungan kinerja keuangan koperasi setiap tahun. Sebagai pedoman pengembangan koperasi di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rodoni,,Prof,DR dan Herni Ali,HT,SE,MM, 2010, Manajemen Keuangan, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.

(7)

_____________________________________________

Volume 10, No. 1, Januari 2016 http://www.lpsdimataram.com

Bambang Riyanto, 2011, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan , BPFE,UGM, Yogyakarta.

Ign Sukamdiyo,Drs, MS, 1996, Manajemen Koperasi, Penerbit Erlangga, Jakarta. I Made Sudana, Drs.Ec, MS, 2009, Manajemen

Keuangan, Teori dan Praktik, Departemen Manajemen FE UNAIR, Surabaya.

Moh.Nazir,1988, Metode Penelitian, Penerbit GHALIA INDONESIA, Jakarta

Permen KUK & M Republik Indonesia, No. 06/Per/KUKM/XI/2006

Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman,2011, Analisis Korelasi,Regresi ,Dan jalur dalam Penelitian, CV.Pustaka Setia, Bandung. Undang – Undang Republik Indonesia ,2012, No.

17 tahun 2012 tentang Perkoperasian Indonesia.

Gambar

Tabel 1.  Total  Aktiva  Lancar,  Hutang    ,  Aktiva  KPRI “Dian Lestari “, di Mataram
Tabel 2. Standar Penguran Rasio  1.Rasio Likuiditas  Kriteria
Tabel  4.  Perkembangan  total  hutang  lancar  KPRI  Dian  Lestari  di  Mararam  Tahun   2010-2013
Tabel 8.   Perhitungan  tingkat  solvabilitas  KPRI  Dian  Lestari  di  Mataram  Tahun  2010  –  2013

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis Paired T-Test menunjukkan kadar kolesterol total tikus putih sebelum dan setelah pemberian filtrat labu siam (Sechium edule) memiliki perbedaan yang

Berdasarkan hasil penelitian, hasil belajar siswa untuk mengukur penguasaan konsep dengan menggunakan media animasi mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan data

Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dapat menuntaskan prestasi belajar IPA

Abstrak: Latar belakang diadakannya Penelitian ini adalah rendahnya kompetensi guru Fisika jenjang SMA se Kota Mataram dalam penyusunan Rencana Pelakssanaan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui besarnya kontribusi pendapatan ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani

Sebagai rekomendasi dalam penelitian ini adalah penerapan pengembangan manajemen kepemimpinan kepala sekolah yang efektif di SD daerah terpencil cocok dan sesuai dengan

Oleh karena itu, satuan pendidikan harus menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran sebagai dasar dalam menilai pencapaian kompetensi

Hal ini disebabkan karena aktiva dari perusahaan digunakan untuk membayar utang dari pihak ketiga Berdasarkan uraian yang telah disajikan, maka peneliti tertarik untuk