_____________________________________________
Volume 9, No. 4, Juni 2015 http://www.lpsdimataram.com
ANALISIS HUBUNGAN RENTABILITAS ASET DENGAN RENTABILITAS MODAL
SENDIRI PADA KSP “SURYA PANCAKA”, MATARAM
Oleh
I Gusti Putu Bagus Suastina
Dosen PNS dpk pada STIE 45 Mataram
Abstrak : Anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa.koperasi. Kegiatan usahanya adalah
memberikan pelayanan kepada anggotanya sesuai dengan watak sosial koperasi yaitu mensejahtrakan
anggota dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Koperasi mengerakkan kegiatannya dengan
professional mengelola modal secara efektif dan efisien. Dalam mempergunakan modal asing ataupun
modal sendiri harus memperhatikan keseimbangan kebutuhan modal, untuk pemberian kredit kepada
nasabah. Penelitian ini dilaksanakan pada KSP “Surya Pancaka”, Mataram. Dengan tujuan penelitian
untuk mengetahui hubungan rentabilitas aset dengan rentabilitas modal sendiri.Jenis Jenis penelitian yang
dipergunakan adalah studi kasus.Dari hasil dan pembahasan bahwa hasil korelasi adalah 0,99 dan uji-t
adalah 12,12 > 2,3534. Maka dapat disimpulkan bahwa hubungan tingkat rentanilitas aset dengan tingkat
rentabilitas modal sendiri adalah sangat kuat dan signifikan. Disarankan kepada pihak manajemen untuk
selalu dapat meningkatkan kinerja keuangannya.
Kata kunci : Korelasi, rasio,kinerja
PENDAHULUAN
Koperasi
adalah
badan
usaha
yang
beranggotakan orang seorang atau badan hukum
koperasi
dengan
melandaskan
kegiatannya
berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas
kekeluargaan. Tujuan koperasi adalah berorientasi
pada sosial, tetapi di era globalisasi koperasi tidak
dapat bertahan tanpa dikelola secara bisnis. Karena
untuk mensejahtrakan anggota dan masyakakat
harus mengelola keuangan secara professional
yaitu secara efektif dan efisien.Efektifitas dan
efisiensi
pengelolaanny
adalah
dapat
menyeimbangkan antara sumber dana dan dana
yang dipergunakan untuk mendapatkan sisa hasil
usaha (SHU )..Posisi anggota koperasi adalah
pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi , karena
itu anggota koperasi orang sebagai individu yang
merupakan subyek hukum dan subyek ekonomi
tersendiri. (UU RI, NO 17:2012) Untuk dapat
menjalankan
usahanya
setiap
koperasi
membutuhkan dana . Sumber dana koperasi terdiri
dari : simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan
sukarela, dan simpanan koperasi berjangka ,dana
cadangan serta modal penyertaan. Karena itu
sebuah koperasi harus mengelola dananya dengan
tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Agar koperasi
tidak mengalami likuidasi. Sehingga dalam jangka
pendek koperasi dapat menjalankan operasinya
dapat berjalan lancar. Disamping kegiatan dalam
jangka pendek koperasi mengelola secara jangka
panjang untuk kelangsungan hidup koperasi.Untuk
itu manajemen harus melayani anggota maupun
calon anggoata dengan baik untuk menghasilkan
keuntungan yang tinggi. Tingginya keuntungan
yang
didapat
harus diseimbangkan
dengan
tambahan modal yang dipergunakan agar diperoleh
rasio yang baik. Dana yang diterima dari anggota
disalurkan ke anggota sebagai kegiatan koperasi
simpan pinjam yang merupakan salah satu jenis
koperasi yang disebut dengan KSP (koperasi
simpan pinjam). Penggunaan modal harus sesyai
dengan kebutuhan dari usaha tersebut. Melakukan
pinjaman yaitu modal asing dan modal sendiri
jangan terlalu berlebihan karena akan berisiko
dengan bunga yang harus dikeluarkan. Ber
hati-hati dalam pemberian kredit kepada anggota
maupun calon anggota atau nasabah. Harus
diadakan seleksi dan perhitungan yang tepat.
Rasio-rasio yang perlu diukur adalah untuk
memperoleh
gambaran
kinerja
keuangan
perusahaan atau kopersi khususnya KSP.
Kinerja keuangan suatu koperasi atau badan
usaha lain sangat bermanfaat bagi berbagai pihak
seperti:
investor,kreditor,
konsultan
keuangan,pemerintah
dan
pihak
manajemen.
Karena itu setiap perusahaan membuat laporan
keuangan, .sebagai gambaran keadaan yang nyata.
Sehingga dapat diukur kinerja keuangannya.
Perusahaan atau koperasi akan memutuskan untuk
mengambil utang dan menyesuaikan kebutuhan
dana jangka pendek dan jangka panjang. Untuk
mengukur kinerja keuangan salah satunya adalah
rasio rentabilitas .Rentabilitas adalah kemampuan
KSP untuk memperolehsisa hasil usaha (SHU) dan
atau kemampuan USP koperasi untuk memperoleh
hasil
usaha.(Permen
KUKM
RI
:2008:5)
Rentabilitas dapat diukur dari barbagai aspek yaitu
rasio rentabilitas ekonomis (rentabilitas aset) dan
_____________________________________
http://www.lpsdimataram.com
Volume 9, No. 4, Juni 2015
rentabilitas modal sendiri. Rentabilitas ekonomis
adalah perbandingan antara laba usaha dengan
modal
sendiri
dan
modal
asing
untuk
menghasilkan laba tersebutdan dinyatakan dalam
prosentase dan Rentabilitas modal sendiri adalah
perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi
pemilik modal sendiri yang menghasilkan laba
tersebut dilain pihak. (Bambang Riyanto :2011:36
-44) Hubungan antara rentabilitas ekonomi dengan
rentabilitas modal sendiri merupakan pengaruh
perubahan
rentabilitas
ekonomi
terhadap
rentabilitas modal sendiri pada berbagai tingkat
penggunaan modal asing.karena makin tingginya
rentabilitas ekonomi (dengan tingkat bunga tetap) ,
penggunaan modal asing yang lebih besar akan
mengakibatkan
kenaikan
rentabilitas
modal
sendiri.
Perusahaan
atau
koperasi
yang
menggunakan modal asing lebih besar akan
memperoleh kenaikan renyabilitas modal sendiri
yang lebih besar daripada perusahaan lain yang
mempunyai jumlah modal asing yang lebih kecil.
Dalam
situasi
ekonomi
yang
memburuk
rentabilitas ekonomi pada umumnya menurun ,
perusahaan yang mempunyai modal asing yang
besar akan mengalami penurunan rentabilitas
modal sendiri yang lebih besar daripada
perusahaan yang mempunyai jumlah modal asing
yang lebih sedikit (Bambang Riyanto :2011 :48)
Penelitian ini dilaksanakan pada KSP “ Surya
Pancaka “, Mataram. Koperasi ini bergerak dalam
koperasi simpan pinjam yaitu lembafga koperasi
yang melakukan kegiatan usaha perhimpunan dan
penyaluran dana dari untuk anggota, calon anggota
, koperasi lain dan atau anggotanya, yang perlu
dikelola secara professional sesuai dengan prinsip
kehati-hatiandan kesehatan koperasi. Untuk lebih
jelasnya maka dapat disajikan pada tabel 1 data
berikut ini :
Tabel 1. Data Aktiva, Modal Sendiri , SHU kotor
dan SHU bagian anggota KSP “Surya
Pancaka “, Mataram Tahun 2010 -2014
Sumber data primer
Dari tsbel 1 dapat dilihat bahwa setiap tahun
yaitu tahun 2010 – 2014 total aktiva, modal
sendiri, SHU kotor dan SHU bagian anggota
adalah meningkat. Peningkatan ini belum berarti
bahwa manajemen sudah bekerja secara efektif dan
efisien. Karena itu perlu dianalisis kemampuan
modal koperasi dalam mendapatkan SHUnya
selama satu periode.serta hubungan ke dua rasio
rentabilitas
tersebur
,untuk
diketahui
hungangannya secara signifikan.Sehingga tujuan
penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan
yang signifikan antara rentabilitas aset dengan
rentabilitas modal sendiri.
Berdasarkan dari data tersebut diatas dan teori
yang ada , permasalahan dan tujuan penelitian ,
maka dengan keterbatasan waktu,beaya dan
tenaga. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk
mengambil judul : Analisis hubungan rentabilitas
aset dengan rentabilitas modal sendiri pada KSP
“Surya Pancaka”, Mataram
METODE PENELITIAN
Metode
Penelitian
ini
adalah
metode
deskriptif, untuk membuat deskripsi, gambaran
atau lukisan secara sistematis,factual,dan akurat
mengenai fakta-faktaserta hubungan
fenomena-fenomena yang diselidiki (M. Nazir :1988 :63 )
yaitu : mencari hubungan rentabilitas ekonomis
dengan rentabilitas modal sendiri pada KSP
“Surya Pancaka”, Mataram.
Lokasi
Penelitian dilakukan pada KSP
“Surya Pancaka”, di jalan Pancaka 5 B, Gomong ,
Kota Mataram. Penelitian ini dilaksanakan pada
tanggal 11 Maret 2015. Badan Hukum :
No.518/148/BH/DISKOP&PKM/2007 tanggal 19
Februari 2007 yang diketuai oleh Bapak Nyoman
Surya Oktamasna Tika.dan sekretaris Ni Made
Novianti Mayatika, SE
Sumber data diperoleh dari ketua koperasi dan
sekretaris KSP “Surya Pancaka, Mataram. Data
yang diperoleh berupa data kuantitatif yaitu
laporan Laba/Rugi dan Lapran Neraca serta
laporan Pembagian SHU dari tahun 2010 – 2014.
Data kualitatif yaitu data berupa penjelasan dan
pernyataan dalam memberikan pelayanan terbaik
bagi
nasabah
dan
factor-faktor
yang
mempengaruhi penjualan kredit sebagainya.
Teknik pengumpulan data berupa wawancara
langsung dari responden yang berwenang dan
secara dokumenter yaitu mencatat, mengumpulkan
data secara sistematis yang berkaitan dengan
masalah dan tujuan penelitian. Penelitian ini
melibatkan mahasiswa Semester VIII STIE 45
Mataram , membantu dalam mengumpulkan data
Prosedur analisis data yang dipergunakan
adalah analisis kuantitatif yaitu : (Permen
KUK&M RI:2008 :11-12 )yaitu rasio kemandirian
dan pertumbuhan yang terdiri dari :
a.
Rentabilitas Aset (RA) adalah : mengukur
kemampuan dari modal yang diinvestasikan
dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan
SHU bagi semua penanam modal. Dengan
rumus : SHU sebelum bunga dan pajak / Total
asset x 100 %
_____________________________________________
Volume 9, No. 4, Juni 2015 http://www.lpsdimataram.com
b.
Rentabilitas Modal Sendiri (RMS) adalah :
mengukur kemampuan modal sendiri untuk
menghasilkan SHU bagian anggota koperasi.
Dengan rumus : SHU bagian anggota / Total
modal sendiri x 100 %
c.
Standar pengukuran :
Jenis Rasio
Predikat
a.Rentabilitas Aset
≤ 5
5<x
≤ 7,5
7,5 < x
≤10
>10
Tidak sehat
Kurang sehat
Cukup sehat
Sehat
b.Rentabilitas Modal
Sendiri
≤ 5
5<x
≤ 7,5
7,5 < x
≤10
>10
Tidak sehat
Kurang sehat
Cukup sehat
Sehat
d.
Analisis Statistik yaitu :mempergunakan
korelasi
Product
Moment
Coefficient
(Pearson’sCoefficient of correlation )dengan
mengkorelasikan data observasi. (Sambas,dkk
:2011 :123)
Dengan rumus :
N ∑ XY - ( ∑ X ) . ( ∑Y ) r xy = --- √ ⌠N ∑ X2 – ( ∑ X )2 ⌡ . ⌠N ∑ Y2 – ( ∑ Y )2 ⌡
Keterangan :
r xy = koefisien korelasi
N = Jumlah tahun
X = Tingkat rentabilitas aset ( RA )
Y = Tingkat rentabilitas modal sendiri (RMS)
e.
Untuk menguji hipotesa adalah :
1.
Tingkat keeratan hubungan adalah untuk
mengetahui kuat lemahnya tingkat atau
derajat hubungan antara variabel X dan
variabel Y yaitu dengan nilai korelasi
sebagai berikut :
Tabel 2. Tingkat keeratan Hubungan Variabel X
dan Variabel Y
Nilai Korelasi
Keterangan
0,00 - < 0,20
Hubungan sangat lemah
(tidak ada )
≥ 0,20 - < 0,40
Hubungan rendah
≥ 0,40 - < 0,70
Hubungan sedang / cukup
≥ 0,70 - < 0,90 Hubungan kuat / tinggi
≥ 0,90 - ≤ 100
Hubungan sangat kuat /
tinggi
Sumber : Guilford Emperical Rulesi.
2.
Pengujian keberatian koefisien korelasi :
Menentukan rumusan hipotesis statistik
yang sesuai dengan hipotesis penelitian
yang diajukan :
Ho : p = 0 , artinya tidak ada hubungan
antara RA dengan RMS
Ho : p
≠ 0 , artinya ada hubungan antara
RA dengan RMS
3.
Menentukan taraf kemaknaan nyata
α = 5
%
4.
Menentukan dan menghitung nilai uji
statistik yang digunakan :
N - 2
t = r
√ ---
1 – r2
5.
Menentukan nilai kritis dan daerah kritis
derajat kebebasan n – 2 sehingga titik
potong
α = 0,05 dan db = 3 diketahui nilai
sebesar = 2,3534
Jika nilai uji t
≥ t-tabel maka hipotesa = 0
, ditolak , artinya hioptesa alternative
diterima.
6.
Membuat kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
a.
Deskripsi data
Dari hasil penelitian maka dapat disajikan
data perkembangan pada tabel 3 berikut ini :
Tabel 3. Perkembangan total Aktiva KSP “Surya
Pancaka”, Mataram tahun 2010 – 2014
Sumer: data : KSP” Surya Pancaka “,Mataram
Dari tabel 3 dilihat perkembangan total aktiva
setiap tahun dari tahun 2010-2014 adalah
meningkat terus yaitu tahun 2010 ke tahan 2011
adalah sebesar Rp. 26.469.536 (33,86 % ) ke
tahun 2012 sebesar Rp. 26.367.122 (25,20 %) , ke
tahun 2013 sebesar Rp. 29.213.143 ( 22,30 % )
dan ke tahun 2014 Rp.39.300.753 ( 143,16 % ).
Data perkembangan modal sendiri dapat
disajikan pada tabel 4 berikut ini :
Tabel 4. Perkembangan total modal sendiri KSP
“Surya Pancaka”, Mataram Tahun 2010 – 2014
Sumber data : KSP” Surya Pancaka “,Mataram
Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa Modal sendiri
tahun 2010 – 2014 adalah meningkat sekalipun
perkembangan
dalam
rupiah
kenaikannya
_____________________________________
http://www.lpsdimataram.com
Volume 9, No. 4, Juni 2015
berfluktuasi. Perkembangan secara prosentase
adalah semakin kecil yaitu : tahun 2010 ke tahun
2011 sebesar Rp. 26.639.988 ( 32,8 % ) ke tahun
2012 adalah sebesar Rp. 25.928.546 ( 24,9 % ), ke
tahun 2013 adalah sebesar Rp. 28.358.041 ( 21,9 )
dan ke tahun 2014 sebesar Rp. 34.088.454 (21,5).
Untuk data perkembangan SHU Ebit dapat
disajikan pada tabel 5 berikut ini :
Tabel 5. Perkembangan SHU EBIT KSP “Surya
Pancaka “ ,Mataram Tahun 2010 – 2014
Sumber data : KSP” Surya Pancaka “,Mataram
Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa SHU EBIT
tahun 2010 – 2014 , perkembangannya
berfluktuasi
kadang
meningkat
kadangkala
menurun .Tahun 2010 ke tahun 2011 adalah
meningkat sebesar Rp. 2.604.988 (10,9 % ) , turun
ke tahun 2012 sebesar Rp. 71.454 (0,27 % ) , naik
ke tahun 2013 Rp. 2.848.041 (10,8%) dan
meningkat tahun 2014 sebesar Rp. 2.848.041 (20,5
% ). Untuk perkembangan SHU bagian Anggota
KSP ” Surya Pancaka”, Mataram tahun 2010 -2014
disajikan pada tabel 6 berikut ini :
Tabel 6. Perkembangan SHU bagian anggota
KSP”Surya Pancaka”, Mataram Tahun
2010 – 2014
Sumber data : KSP” Surya Pancaka “,Mataram
Dari
tabel
6
dapat
diketahui
bahwa
perkembangan SHU bagian anggota dari tahun
2010 – 2014 adalah meningkat terus yaitu ke tahun
2011 adalah sebesar Rp. 911.746 (10,9 %) ke
tahun 2012 sebesar Rp25.009 ( 0,3 %)
s25.009edangkan ke tahun 2013 adalah sebesar
Rp. 996.814( 10,8 %) dank e tahun 2014 sebesar
Rp. 2.135.000 ( 20,81 ).
b.
Analisis Data .
Berdasarkan dari data-data pada deskripsi data
maka dapat dianalisis sebagai berikut :
1.
Rentabilitas Aset (RA)
Untuk
menganalisis
rentabilitas
aset
berdasarkan tabel 3 dan 5 , maka dapat
disajikan pada tabel 7 berikut ini :
Tabel 7. Perhitungan rasio rentabilitas asset KSP
“Surya Pancaka”,Mataram Tahun 2010 –
2014
Sumber data primer diolah
Dari hasil perhitungan rentabilitas aset dan
gambar 1 diketahui bahwa RA setiap tahun
menurun ,walaupun SHU EBIT meningkat tetapi
diikuti peningkatannya oleh aktiva yang lebih
besar setiap tahun .karena dana yang dikelola
kenaikannya lebih besar (pada tabel 2 ) daripada
kenaikan SHU EBIT (pada tabel 4 ), walaupun
rata-rata rentabilitas modal sendiri dari tahun 2010
– tahun 2014 adalah sebesar 22 % masih berada
diatas/ >10% dikatakan sehat .
2.
Rentabilitas Modal sendiri (RMS)
Untuk menganalisis rentabilitas modal sendiri
berdasarkan tabel 4 dan tabel 6 , maka dapat
disajikan pada tabel 8 berikut ini :
Tabel 8. Perhitungan rasio rentabilitas modal
sendiri KSP”Surya Pancaka “, Mataram
Tahun 2010 – 2014
Sumber data primer diolah
Berdasarkan dari gambar 2 diatas dapat dilihat
bahwa RMS setiap tahun turun walaupun secara
rata-rata dikatakan sehat karena berada pada
kisaran 7,5 < x
≤10 yaitu RMS adalah 8 %. Ini
disebabkan kenaikan SHU bagian anggota lebih
kecil dengan kenaikan modal sendiri.
3.
Analisis Korelasi
Dengan rumus :
N ∑ XY - ( ∑ X ) . ( ∑Y )
r xy = --- √ ⌠N ∑ X2 – ( ∑ X )2 ⌡ . ⌠N ∑ Y2 – ( ∑ Y )2 ⌡
Berdasarkan rumus tersebut diatas maka dapat
dihitung korelasinya . untuk itu maka akan
disajikan pada tabel 9 dengan data pada tabel
7 dan 8 sebagai berikut :
_____________________________________________
Volume 9, No. 4, Juni 2015 http://www.lpsdimataram.com
Tabel 9. Perhitungan Korelasi variabel RA
dengan variabel RMS
Tahun X Y X2 Y2 XY 1 30,5 11 930,25 121 335,5 2 25,3 9 640.09 81 227,7 3 20,3 7 412.09 49 142,1 4 18,5 7 342,25 49 129,5 5 15,4 9 237,16 36 92,4 ∑ 109,8 40 2.561,84 336 927,2Sumber data primer diolah
Dari tabel 9 maka dapat dihitung sebagai
berikut :
5 ( 927,2 ) - ( 109,8 ) ( 40 ) r = --- √ 5 ( 2.561,84 ) - ( 109,8 )2 . 5 (336 ) – ( 40 ) ( 4.636 ) - ( 4.392 ) = --- √ ( 12.809,20 ) – (12.056,04) . ((1.680 ) – (1.600) 244 = --- √ ( 753,16) . (180) 244 = --- 27,44 . 8,94 244 = --- 245,31 = 0,99 r = 0,99Jadi hasil perhitungan korelasi antara tingkat
Rentabilitas Aset dengan tingkat rentabilitas
modal sendiri adalah = 0,99 berada pada
kisaran
≥ 0,90 - ≤ 100 ada hubungan yang
kuat antara ke dua variabel.
4.
Perhitungan uji – t
Dari hasil korelasi tersebut diatas maka dapat
dihitung uji – t sebagai berikut :
Jadi hasil hasil perhitungan tersebut diatas
yaitu t-hitung = 12,12 , sedangkan t-tabel
adalah 2,3534,dimana t-hitung > t-tabel ,ada
hubungan yang signifikan antara tingkat
rentabilitas aset dengan tingkat rentabilitas
modal sendiri.
c.
Interpretasi Data
Berdasarkan dari hasilanalisis data maka
dapat diinterpretasi data sebagai berikut :
1.
Rata-rata tingkat rentabilitas aset dari tahun
2010 - 2014 adalah sebesar 22% , artinya
bahwa setiap Rp 1. modal yang diinvestasikan
menghasilkan SHU sebesar Rp 0,22 untuk
semua investor.Dan dikatan sehat karena
berada pada kisaran > 10.
2.
Rata-rata tingkat rentabilitas modal sendiri
dari tahun 2010 – 2014 adalah sebesar 8 %,
artinya bahwa setiap Rp1 modal sendiri yang
ditanamkan menhhasilkan SHU untuk bagian
anggota sebesar Rp. 0,08. Dan dikatakan
cukup sehat karena berada pada kisaran 7,5 <
x
≤10.
3.
Hasil korelasi antara tingkat RA dengan
tingkat RMS adalah sebesar 0,99, artinya
hubungannya sangat kuat/tinggi karena berada
pada kisaran
≥ 0,90 - ≤ 100. Bahwa makin
tingginya rentabilitas aset (dengan tingkat
bunga tetap) ,penggunaan modal asing yang
lebih besar akan mengakibatkan kenaikan
rentabilitas
sendiri.Dan
apabila
situasi
ekonomi memburuk RA menurun , koperasi
yang mempunyai modal asing yang besar
akan mengalami penurunan RMS.
4.
Hasil uji – t yaitu sebesar 12,12 , hipotesa
diterima , karena t-hitung > t-tabel yaitu 12,12
> 2,3534.Artinya bahwa ada hubungan yang
signifikan
anatara
hubungan
tingkat
rentabilitas aset dengan tingkat rentabilitas
modal sendiri. Jadi naik turunnya RA akan
berpengaruh terhadap RMS.
PENUTUP
a. Simpulan
Berdasarkan dari interpretasi data dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1.
Rata-rata tingkat rentabilitas aset dari tahun
2010 – 2014 pada KSP “Surya Pancaka”,
Mataram adalah sehat, walaupun dari tahun
2010 – 2013 adalah menurun
2.
Rata-rata tingkat rentabilitas modal sendiri
tahun 2010 – 2014 KSP “Surya Pancaka “,
Mataram adalah cukup sehat, walaupun dari
tahun2010 – 2013 adalah menurun.
3.
Hubungan antara tingkat rentabilitas aset
dengan rentabilitas modal sendiri adalah
sangat kuat dan signifikan.Bahwa naik
turunnya penggunaan modal asing akan
berpengaruh dalam menghasilkan rentabilitas
modal sendiri.
b. Saran-saran
Berdasarkan
dari
kesimpulan
diatas
makadapat disarankan kepada KSP “Surya
Pancaka ‘, Mataram sebagai berikut :
1.
Diharapkan kepada pihak manajemen untuk
dapat meningkatkan kinerja keuangannya
setiap tahun.
2.
Diharapkan untuk dilakukan pembinaan bagi
pengurus agar bekerja lebih professional.
_____________________________________
http://www.lpsdimataram.com