• Tidak ada hasil yang ditemukan

Warta Thomas. Media Pewartaan Umat Paroki St. Thomas Kelapa Dua Depok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Warta Thomas. Media Pewartaan Umat Paroki St. Thomas Kelapa Dua Depok"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

2 Renungan:

DATANGNYA ROH KUDUS 5 Kegiatan:

Seminar "Mazmur Sebagai Ungkapan Doa Syukur Kepada Tuhan”

6 Artikel:

Perayaan PENTAKOSTA

8 Jadwal: Petugas Liturgi

No. 21 Th. XIII, Minggu, 30 Mei 2010, Hari Raya Tritunggal Maha Kudus

Warta Thomas

(2)

Halaman 2 Warta Thomas Nomor 21 Tahun XIII

Penanggungjawab DPP Paroki St. Thomas-Komsos

Penasehat RD. Christophorus Lamen Sani

Koordinator Kristiono-08161633442

Pelaksana Tim Warta Paroki Angga-081807007937 Silvi-08128502221 Susan-085781892080 Yandi-085710482988 Yudis-085691868904 Sirkulasi/Iklan Pieter Fernandez Tarif Iklan Iklan Mini Rp20.000 1/4 halaman Rp35.000 1/2 halaman Rp50.000 Biaya Iklan bayar di muka. Iklan akan

dimuat jika masih tersedia space kosong.

Redaksi menerima sumbangan tuli-san, karikatur, atau kreasi lain.

Panjang tulisan maksimal 400 kata ke email:

Warta @thomas.keuskupanbogor.or.id Website thomas.keuskupanbogor.or.id

Warta Thomas

Media Pewartaan Umat Paroki St. Thomas

Ujud Bulan Mei

Ujud Umum : Sadar akan besarnya jumlah perempuan dan anak-anak yang menjadi korban, semoga semua pihak bekerja sama mem-berantas perdagangan manusia dalam segala bentuknya. Ujud Misi : Semoga kaum rohani-wan, biarawan-biarawati, maupun para pemuka umat mampu mengo-barkan sikap dan semangat misioner dalam hati umat yang mereka layani.

Ujud Gereja Indonesia : Semoga Hari Kebangkitan nasional (20 Mei) mengobarkan kembali nasionalisme putra-putri Ibu Pertiwi, demi ke-satuan bangsa.

DATANGNYA ROH KUDUS

Injil Yoh 16:12-15 yang dibacakan pada hari raya Tritunggal Mahakudus tahun C ini meng-garisbawahi kesatuan daya-daya ilahi yang men-yertai para murid. Petikan hari ini berasal dari bagian Injil Yohanes yang menyampaikan per-kataan dan doa Yesus bagi para murid seusai perjamuan malam terakhir tetapi sebelum ia pergi bersama mereka ke taman Getsemani. Dalam tulisan menyangkut Minggu Paskah VI disinggung bahwa Yoh 15-17 memuat pokok-pokok yang terpenting dalam Injil Yohanes. Meskipun para murid belum dapat menanggung semua yang hendak disampaikan Yesus (Yoh 16:12), seperti dikatakan dalam ayat selanjutnya, Roh Kebenaran akan datang membimbing para murid ke dalam kebena-ran.

ROH KEBENARAN

Roh Kebenaran akan membuat para murid mengerti siapakah Yesus yang telah mereka ikuti itu. Roh ini membuat orang menemukan Tuhan Yang Mahakuasa di tengah-tengah manusia. Dia itu ujud nyata bagaimana Yang Mahakuasa memperhatikan manusia. Yang tak terjangkau dan yang meng-gentarkan itu kini tampil sebagai yang dapat dikenali sehingga orang dapat mendekat. Para murid memang belum mampu menyadari hal ini. Akan datang daya ilahi sendiri membuat mereka menemukan kebenaran hal ini. Dan daya ilahi inilah yang dalam bacaan hari ini disebut Roh Kebenaran. Dengan perkataan lain Roh Kebenaran, Yesus, dan Bapanya ialah daya-daya ilahi yang berpadu membawa manusia agar mengalami Tuhan Yang Mahakuasa dengan cara yang pribadi. Bagaimana memahami misteri ini? Dalam salah satu episode di hadapan Pilatus nanti Yesus berkata (Yoh 18:37) bahwa ia lahir dan datang ke dunia untuk bersaksi mengenai "kebenaran". Kemudian ditambahkannya bahwa tiap orang yang berasal dari "kebenaran" mendengarkan suaranya. Reaksi Pilatus terungkap dalam ayat 38a: "Apakah "kebenaran" itu?" Pembicaraan ini menandaskan bahwa Yang Mahakuasa datang dan bersabda kepada manusia adalah kebenaran yang dipersaksikan Yesus dengan seluruh kehidupannya. Dikatakan juga, kesaksian ini baru dapat didengarkan bila yang bersangkutan berasal dari "kebenaran" sendiri. Maksudnya, Roh Kebenaran menerangi yang ber-sangkutan. Tanpa ini orang tak akan dapat sampai ke sana. Paling-paling seperti Pilatus, orang akan bertanya apa itu kebenaran tanpa menemukan jawaban. Orang sudah berada di hadapan dia yang bersaksi mengenai Yang

Renungan

(3)

Mahakuasa, namun ironinya, tanpa kekuatan yang datang dari atas sana, orang tidak akan dapat mema-haminya.

KESATUAN DAYA-DAYA ILAHI

Misteri Tritunggal Mahakudus dapat dipahami seba-gai kesatuan antara "pengasal" daya-daya ilahi, "penyampai"-nya, serta "penerus"-nya. Pengasal daya-daya itu dapat muncul dalam tiap pengalaman re-ligius pada umumnya. Namun Yang Ilahi di sini akan tetap sulit dipahami walaupun orang takkan meragu-kannya. Dan memang dalam teologi sering disebut-sebut gagasan "deus absconditus", Tuhan yang tersembunyi. Keberadaannya tidak tersangkal, bahkan dapat pula disimpulkan dari kekuatan-kekuatan yang ada di jagat ini. Beberapa sistem filsafat sampai pada penandasan adanya keilahian ini. Namun ia tetap tidak dapat dikenali. Meski terasa dekat tetapi tetap jauh. Pengalaman mistik dalam pelbagai agama ban-yak mengungkapkan pengalaman ini.

Dia yang tersembunyi ini dialami oleh Yesus sebagai "Bapa". Dan memang seluruh kehidupannya dituju-kan untuk memperkenaldituju-kan Tuhan Yang Mahakuasa sebagai Bapa. Yang tadinya jauh itu dialaminya seba-gai yang dekat, yang dapat dikenali, bahkan yang dapat dipanggil dengan sebutan yang akrab itu. Baik ditekankan di sini "dialami oleh Yesus" dan bukan "oleh orang banyak", "oleh kita" atau "oleh manusia" atau "oleh para murid" sekalipun. Di sinilah kekhasan Injil Yohanes. Yesus menegaskan tak ada orang yang pernah melihat Bapa. Hanya sang Putra sajalah yang melihatnya. Maka siapa saja yang melihat Putra akan melihat Bapa sendiri. Dan dalam kabar Injili, Putra itu ialah Yesus yang lahir di Nazaret, menyembuhkan banyak orang, mengajar mereka mengenai mengenai Bapanya, menderita, wafat dan bangkit dari kema-tian. Dan siapa saja yang menerima ini semua akan mengenali siapa Dia yang telah membangkitkannya. Dalam hubungan inilah Yang Ilahi tidak lagi melulu dialami sebagai yang tersembunyi melainkan yang telah terwahyukan dalam seluruh kehidupan Yesus tadi. "Deus absconditus" kini tampil sebagai "Deus revelatus".

Dalam artian di atas, Yesus menyampaikan ke-hadiran atau daya-daya ilahi kepada manusia. Ia membuat orang dapat mengalami daya-daya itu secara nyata. Orang disembuhkan, pengaruh roh jahat disingkirkan, kuasa dosa dilepaskan, orang diampuni dosanya, penderitaan yang merendahkan kemanusiaan membuat orang sadar akan martabat manusia yang sesungguhnya. Injil menggambar-kannya sebagai Sabda Tuhan sendiri.

Kemudian setelah Yesus tidak lagi berada di tengah-tengah manusia, datanglah penerus daya-daya ilahi, yakni Roh Kebenaran. Roh inilah yang terus mem-persaksikan kehadiran Tuhan di tengah-tengah ke-manusiaan. Roh inilah yang membuat kehadiran Yang Ilahi dapat dialami dalam macam-macam ujudnya di dunia kehidupan manusia: dalam perbua-tan adil, dalam rekonsiliasi, dalam perbuaperbua-tan baik, dalam kepedulian terhadap sesama. Roh inilah yang membuat orang dapat menemukan hubungan antara "Deus absconditus" dan "Deus revelatus" dan mem-buat orang sadar serta percaya bahwa Yang Ilahi yang jauh dan dahsyat itu sama dengan Dia yang memperhatikan manusia yang lemah. Dan bahwa dengan memperhatikan yang lemah, Yang Ilahi makin tampil sebagai Bapa yang penuh kerahiman. SPIRITUALITAS KRISTIANI

Kemampuan untuk menyadari kehadiran Yang Ilahi dalam batin dapat dikembangkan. Inilah yang terjadi dalam pelbagai tradisi spiritualitas dalam macam-macam agama. Juga dalam tradisi kristiani. Spiritu-alitas kristiani sepanjang zaman tumbuh dari iman dan pengalaman akan misteri Tritunggal sebagai kesatuan daya-daya ilahi seperti diuraikan di atas tadi. Diakui dalam tradisi ini bahwa tak mungkin orang sampai kepada Yang Ilahi secara utuh kecuali lewat Putra dan dikuatkan oleh Roh. Dalam hubun-gan ini misteri Tritunggal bukanlah sebuah gagasan belaka melainkan pengalaman rohani. Juga tidak terbatas pada pengalaman akan kehadiran Yang Ilahi dalam pengalaman religius pada umumnya. Orang maju lebih jauh. Yang Ilahi ini dapat dikenal lebih lanjut lewat kata-kataNya dan kekuatanNya. Karena itu dapat dikatakan tradisi spiritualitas kristiani juga

(4)

Halaman 4 Warta Thomas Nomor 21 Tahun XIII berpusat pada Kristus. Dialah yang membuat orang

sampai pada pengalaman akan daya-daya ilahi yang membawa manusia ke dalam kesatuan dengan Yang Ilahi sendiri. Injil Yohanes, terutama Yoh 15-17, dapat memperdalam pengalaman ini.

Pembicaraan di atas perlu dipertajam. Dengan pen-galaman religius dimaksud kepekaan yang ada dalam diri manusia untuk mencerap kehadiran yang keramat. Orang dapat menolak, menyangkal, atau tak ambil pusing, tetapi kepekaan ini tetap ada. Bahkan dapat dikatakan kepekaan ini bawaan dan alamiah sifatnya. Sudah termasuk konstitusi manusia seperti halnya kemampuan memakai bahasa. Analogi dengan kemampuan berbahasa dapat membantu lebih jauh. Dikatakan semua orang mampu berba-hasa, tetapi tidak semua orang dapat mengarang atau menikmati karya seni sastra. Menghasilkan dan menikmati seni sastra mengandaikan kemampuan berbahasa tetapi tidak identik dengannya. Kepekaan religius, kemampuan mengalami kehadiran Yang Ilahi ada dalam diri semua orang, tetapi tidak semua orang begitu saja dapat mengembangkan spiritualitas atau kerohanian sejati. Perlu tuntunan dan pengara-han.

BUKAN PENGALAMAN RELIGIUS SEMATA-MATA

Uraian di atas menjelaskan mengapa spiritualitas kristiani tidak sama dengan pendalaman pengalaman religius belaka. Pada titik tertentu orang perlu melangkah mengikuti warta Injili. Ringkasnya be-gini. Dalam pengalaman religius orang mencapai kepuasan bila merasa menemukan hubungan dengan Yang Ilahi, baik yang mencengkam maupun yang mempesona. Di situ orang tidak merasa sendiri me-lainkan mendapati diri di hadapan Yang Ilahi. Na-mun di lain pihak inti kerohanian kristiani terletak dalam mengikuti Yesus Kristus yang makin membuat orang makin mengenal siapa Yang Ilahi tadi dan bukan berhenti pada pengalaman religius melulu. Dalam perspektif Injili, Yesus Kristus itu dia yang membuat orang mempercayai bahwa Yang Maha-kuasa ialah dia yang memperhatikan manusia sebagai seorang bapa yang baik. Inilah yang

menyempurna-kan pengalaman religius menjadi kerohanian sejati. Hal ini pernah juga dibicarakan dalam hubungan dengan Mrk 10:17-30 menyangkut pertanyaan seorang pemuda bagaimana caranya mencapai hidup kekal. Lihat Dag-Dig-Dug...Byaar! (Yogyakarta: Kanisius 2004) hal. 15-22.

Belum cukup bila kehadiran Gereja di dunia di-mengerti sebagai upaya menumbuhkan pengalaman religius. Gereja baru mulai berarti bila dapat men-yempurnakannya menjadi kerohanian yang utuh. Bila ini terjadi, maka orang-orang yang menghayati-nya akan dapat mengalami kehadiran Roh Kebena-ran yang dibicarakan dalam Injil hari ini. Tugas Gereja bukan hanya membuat orang menerima kehadiran Yang Ilahi melainkan juga membawa orang kepada Kristus yang diwartakan Injil. Perjum-paan dengan dia-lah yang kemudian membuat orang menyadari dari mana sesungguhnya asal ke-kuatan-kekuatan ilahi itu. Oleh karena itu tak mengherankan bila dalam sejarahnya, Gereja butuh terus diperkaya oleh spiritualitas yang dikembang-kan di dalam tarekat-tarekat religius. Sekaligus dapat pula dikatakan bahwa krisis dalam Gereja biasanya berawal pada kehidupan spiritual yang tidak lagi mampu menyapa orang-orang sezaman. Spiritualitas yang sejati - yang berpusat pada Kristus - akan beru-saha agar tetap mampu menyapa orang dari zaman yang berbeda-beda. Dalam keadaan sekarang, sebut saja advokasi kaum terpojok, termasuk perempuan, pelayanan kaum pengungsi, pendampingan orang-orang yang berurusan dengan fenomen paranormal (!), menumbuhkan keadaban dalam masyarakat majemuk, perumusan gagasan-gagasan teologi yang segar, pencaharian hermeneutika yang cespleng dan tidak berhenti pada yang itu itu saja. Spiritualitas yang menutup diri dan membatasi diri pada pen-galaman religius belaka akan mandul dan hanya akan membawa Gereja masuk ke dalam museum. Salam hangat,

(5)

Rm. Joseph Hardjono Pr, putra kedua dari tujuh bersaudara ini lahir pada tanggal 6 Juli 1950 di Muntilan, Jawa Tengah dari pasangan Agapitus Marto Harsono dan Maria Gretuda Sri Katijah. Romo yang memiliki prinsip hidup: "belajar untuk hidup dan hidup untuk belajar" ini pernah mengen-yam pendidikan antara lain; SR Negeri Sumping, SMP Muntilan, dan STM Muntilan jurusan perka-palan tamat tahun 1968. Kemudian, pada tahun 1970 beliau merantau ke Jakarta dan sempat bekerja pertama kali membuat sablon Golkar. Setelah itu beliau bekerja di Purwokerto di penyulingan min-yak cengkeh. Cuma beberepa bulan, sebab beliau tidak betah karena tidak bisa ke gereja pada hari minggu sebab harus masuk kerja.

Tepat pada Desember 1970, beliau diterima masuk Seminari Tinggi Bandung. Akhirnya, pendidikan seminari beliau selesaikan pada tahun 1976. Ke-mudian mengikuti kuliah pastoral. Dan akhirnya, pada 12 Desember 1977 beliau ditahbiskan menjadi Imam. Pertama kali tugas di Rangkasbitung dan melakoninya selama enam tahun, kemudian Cinere, Filipina, Kelapa Dua Depok, dan terakhir Kota Wisata.

Beliau mendapat tugas di Paroki St. Thomas Depok dari tahun 2002-2008. Banyak hal yang sudah be-liau lakukan diantaranya merenovasi gereja kita

sehingga megah dan membangun aula yang sangat bermanfaat untuk dipakai kalau ada kegiatan-kegiatan gereja. Selain itu, beliau juga sering sekali memberikan motivasi-motivasi kepada kaum muda. Tepat pada Agustus 2008 beliau menjadi Pasor Paroki Kota Wisata. Pada saat bertugas yaitu tepat-nya pada saat memimpin misa syukur di lingkungan Ignatius Kota Wisata beliau mengalami hypertensi (tensi 260/160) dan mengakibatkan pendarahan otak. Akhirnya, beliau dibawa ke RS Permata. Tetapi, karena kekurangan alat beliau dipindahkan ke RS Meilia. Tanggal 23 Mei jam 16.30 beliau sempat di operasi untuk mengeluarkan cairan dari otaknya. Ternyata, Tuhan berkehendak lain dan sangat menyayangi beliau. Pada tanggal 25 Mei 2010 pukul 04.40 di RS Meilia, beliau meninggal-kan kita untuk selamanya.

Untuk menghormati beliau, sebelum dimakamkan diadakan Misa Tirakatan tanggal 25 Mei pukul 11.00. Kemudian Misa Tutup Peti jam 19.00. Sete-lah itu, mulai jam 21.00 diadakan Tirakatan oleh lingkungan-lingkungan yang ada di Kota Wisata secara bergilir sampai 26 Mei jam 05.30. Pukul 07.00 jenazah beliau diberangkatkan ke katedral. Kemudian jam 10.00 misa pelepasan oleh Bapa Uskup. pukul 12.00 jenazah diberangkatkan ke pemakaman.

In Memoriam Romo Hardjono

Berita

(6)

Halaman 6 Warta Thomas Nomor 21 Tahun XIII

KPU BULAN MARET 2010

Laporan

No. Wilayah / Lingkungan Jml. Ampl Jumlah ALOKASI

KK Masuk Rp. 60% DPP 40% Lingk. 111 1. St. Pius X 36 20 300,000 180,000 120,000 112 2. St. Antonius 87 26 111,000 67,000 44,000 113 3. St. Nikolas 50 - - 114 4. St. Petrus 22 15 200,500 121,000 79,500 121 1. St. Yustinus 34 25 155,000 93,000 62,000 122 2. St. Yulius 53 29 226,665 136,000 90,665 131 1. St. Matius 32 - - 132 2. St. Laurentius 42 22 76,000 46,000 30,000 133 3. St. Aloysius 50 - - 211 1. St. Yoh. De Brito 56 22 685,000 411,000 274,000 212 2. St. Benardino Realino 34 - - 213 3. Sta. Sisilia 40 15 100,000 60,000 40,000 221 1. Sta. Maria 45 17 193,000 115,800 77,200 222 2. Sta. Maria Goreti 32 - - 223 3. St. Ign. Loyola 31 17 200,000 120,000 80,000 231 1. St. Bartolomeus 40 - - 232 2. St. Filipus 33 9 277,000 166,200 110,800 311 1. Sta. Theresia 32 - - 312 2. Sta. Ursula 24 - - 313 3. Sta. Lusia 42 7 408,000 244,800 163,200 314 4. St. Markus 38 23 337,000 202,200 134,800 315 5. St. Carolus 34 14 295,000 177,000 118,000 321 1. Sta. Katharina 49 - - 322 2. St. Greg. Agung 37 - - 331 1. Ratu Pencinta Damai 65 - - 332 2. Ratu Rosari 55 - - 333 3. Ratu Malaikat 43 7 572,000 344,000 228,000 411 1. Bunda Kristus 45 - - 412 2. Bunda Gereja 25 - - 413 3. Bunda Pencipta 44 - - 414 4. Bunda Hati Kudus - - 415 5. St. Yohanes Pembaptis - - 421 1. St. Yakobus 50 - - 422 2. St. Paskalis 35 173,000 103,800 69,200 423 3. St. Mikhael 26 11 500,000 300,000 200,000 424 4. Keluarga Kudus 38 - - 425 5. St. Dionisius 25 13 266,000 159,600 106,400 431 1. Sta. Monica 52 41 363,000 218,000 145,000 432 2. Sta. Agnes 60 - - 433 3. Bunda Penebus 59 156,500 94,000 62,500 JUMLAH 1595 333 5,594,665 3,359,400 2,235,265

(7)

Rekoleksi orangtua bayi calon baptis: minggu pertama dalam bulan.

Pembaptisan bayi: hari Minggu kedua dalam bulan.

Pengajaran agama dewasa untuk calon baptis: setiap Senin (malam) pk.19.00-20.30 WIB.

Legio Maria: setiap hari Sabtu, pukul 15.30—17.30

Latihan Paduan Suara Mudika: Rabu dan Jumat Pkl. 20.00—22.00 WIB.

Latihan Lektor setiap hari Jumat pukul 19.30 - 22.00 WIB di Gereja Pertemuan Lektor bulanan diadakan pada hari minggu kedua

setiap bulan pukul 10.00 - 12.00 WIB di Gereja PDKK St. Thomas: tiap Rabu II-IV pk.19.00-22.00 WIB. Pertemuan Lansia setiap Sabtu pertama dalam bulan Pk.09.00

pagi.

Pelayanan KPU/Santo Yusuf: hari Minggu sesudah Perayaan Ekaristi II pukul 08.00.

Informasi lain: lewat Sekretariat Paroki.

Berita Paroki

Minggu, 23 Mei :

Pkl.10.00. Pelajaran Komuni Pertama di Gereja • Rabu, 26 Mei :

Peringatan Wajib St.Filipus Neri, Imam. Minggu, 30 Mei :

Pkl.18.00. Pembaharuan janji perkawinan.

Acara2 Rutin Paroki

31 Mei 2010 : Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet

Zef. 3:14-18 atau Rm. 12:9-16b; MT Yes. 12:2-3,4-bcd,5-6; Luk. 1:39-56 1 Juni 2010 : Pw S. Yustinus

2Ptr. 3:12-15a,17-18; Mzm. 90:2,34,10,14,16; Mrk. 12:13-17; atau dr RUybs 2 Juni 2010 : Hari Biasa

2Tim. 1:1-3,6-12; Mzm. 123:1-2a,2bcd; Mrk. 12:18-27 3 Juni 2010 : Pw S. Karolus Lwanga

2Tim. 2:8-15; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Mrk. 12:28b-34; atau dr RUybs 4 Juni 2010 : Hari Biasa

2Tim. 3:10-17; Mzm. 119:157,160,161,165,166,168; Mrk. 12:35-37 5 Juni 2010 : Pw S. Bonifasius

2Tim. 4:1-8; Mzm. 71:8-9,14-15a,16-17,22; Mrk. 12:38-44; atau dr RUybs 6 Juni 2010 : HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS

Kej. 14:18-20; Mzm. 110:1,2,3,4; 1Kor. 11:23-26; Luk. 9:11b-17

Bacaan Harian

Pengumuman kedua

Yanuarius Andri Septriwibowo dari Paroki ST.Fransiskus Xaverius Kidul Loji dengan Antonia Marianne Kristavani dari

Lingkungan St.Maria.

Pengumuman terakhir

Antonius Harry Utomo dari Lingkungan St.Gregorius Agung dengan Angela Merici Pipit Raya Cening dari Paroki

ST.Paulus Miki, Salatiga.

Agustinus Widyo Parokoso dari Lingkungan Keluarga Kudus dengan Maria Sri Kristiana Rahayu dari Ambarawa Stefanus Ferry Liswandono dari Lingkungan St.Aloysius dengan Vincentia Maya Puspita dari Paroki Maria

Assumpta-Gamping, Yogyakarta.

Hubertus Notrian Krissanto dari Lingkungan RPD dengan Laurensia Tanesi Lalong dari Paroki St.Petrus dan Paulus,

Babadan, Sleman, Yogyakarta

Perkawinan

Bagi umat yang mengetahui adanya halangan-halangan atas rencana pernikahan tersebut, wajib memberitahu-kan kepada Pastor Paroki.

(8)

Halaman 8 Warta Thomas Nomor 21 Tahun XIII

Kolekte Minggu Lalu

Kolekte : Rp. ,-

Terima kasih atas karya serta amal bakti Bapak/Ibu, Tuhan memberkati. Rekening Paroki:

BCA Cab. Cimanggis No.166.2497171 a.n. Christopharus Lamen Sani atau Ibu Rosari Ginting

Petugas Liturgi

Paroki St.Thomas Stasi BMR

Sabtu, 29/05/2010 Minggu, 30/05/2010 Minggu, 30/05/2010

18.00 06.00 08.00 18.00 07.00 Koor Penyambut Jemaat Prodiakon V Wadiyo A Suharsono J Setyadi Dalimartin M Kisto Mintardjo I Slamet Murtiono A Suwartoyo Y Supardi Th Soegiyanto FX Sumardi Ign Suharyono B Bb T Saktiawan T Djoko Mulyatno A Hendratmo YB Subarman Lesman JM Siregar FX Ngadinu A Rachmat Sen-tosa G Klemu Hala Y Subaryo G Eka Widada FX Soejatno H Rony Maru R Sugeng Marsunu AY Hendro Sugianto Bunga Nicolas

sejarah Rosario yang sebenarnya sulit untuk diketahui secara rinci dan pasti. Doa Rosario berlatar belakang praktek para rahib kuno yang mendoakan kitab Mazmur ( yang ter-diri dari 150 mazmur). Namun karena tidak semua rahib bisa membaca ( dan

menghafal ) mazmur-mazmur tersebut, maka ada praktek menggantikan ke-150 mazmur itu dengan doa-doa lain yang pendek, terutama doa Bapa Kami. Maka dahulu tasbih/Rosario disebut juga Bapa Kami ( Pater Noster ). Di kemudian hari, ketika doa Salam Maria sudah terbentuk secara lengkap pada abad 15, doa ini dipakai juga sbagai pengganti mazmur. Dalam perkembangannya malah Rosario Salam Maria ini menjadi paling popular.

Ke -150 doa Salam Maria itu dibagi menjadi 15 puluhan Samala Maria. Lalu ada awal

abad ke-15 ada renungan – renungan yang mengiringi 15 puluhan Salam Maria itu. Akhirnya pada akhir abad ke 15 sudah ditetapkan 15 peristiwa tertentu mengenai yesus kristus ( dan Maria ), yakni 5 peristiwa gembira, 5 peristiwa sedih dan 5 peristiwa mulia. Pada tahun 1520, Paus Leo X memberikan pengesahan apostolis dari doa Rosario. Doa-doa yang ditujukan kepada Maria jelas mau mengungkapkan cinta mereka kepada Bunda Maria. Kata Rosario berasal dari kata Latin Rosa-rium, artinya kebun mawar. Doa Salam Maria yang diulang – ulang itu adalah ba-gaikan buna mawar ( Latin : Rosa ) yang dipersembahkan orang kepada Maria.

Sejarah Rosario

Berita

Referensi

Dokumen terkait

penempatan barang tidak ada yang menggangu jalannya aktivitas atau proses kerja Masih terdapat barang-barang yang ditaruh dilorong-lorong jalan 0 Mengganggu

Puji syukur kepada Allah SWT atas hidayah dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan judul “SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN

Berdasarkan hasil penelitian dengan judul Partisipasi Masyarakat dalam Festival Palang Pintu sebagai atraksi Wisata Budaya di Kawasan Kemang, dapat disimpulkan

Dampak Adopsi Teknologi Usahatani Konservasi terhadap Tingkat Ketahanan Pangan Rumahtangga Petani Lahan Kering Rincian jumlah dan jenis konsumsi kalori rumahtangga adopter

Penelitian pengembangan instrumen integrated assessment antara keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA berusaha memberikan kontribusi dalam bentuk

Sedangkan berdasarkan Pasal 1 angka 2 yang dimaksud dengan Jaminan Fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak

Mempertimbangkan meningkatnya aktivitas masyarakat, konversi lahan maka perlu dilakukan monitoring kualitas air sungai tidak hanya dengan melakukan pengukuran parameter

Penelitian ini akan berfokus dan spesifik menguji pada 2 faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian yaitu Kualitas Produk dan Harga terhadap keputusan