BAB I PENDAHULUAN
Upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal sebagai wadah kesejahteraan umum seperti termaktub dalam pembukaan undang-undang 45, mencakup usaha peningkatan derajat kesehatan,promotif, preventif,kuratif,rehabilitatif. Usaha meningkatkan derajat meningkatkan derajat kesehatan tersebut membutuhkan kerjasama komponen dirumah sakit termasuk komite keperawatan.
Komite Keperawatan sebagai wadah organisasi perawat perawat di instansi Rumah Sakit mempunyai peran strategis untuk suksenya upaya pemerintah dalam peningkatan derajat kesehatan manusia Indonesia. Komite Keperawatan bertanggung jawab dalam hal pengembangan mutu, kredensialing dan pembinaan etik profesi bagi perawat sebagai pemberi asuhan kepada pasien. Oleh karenanya perlu adanya penggorganisasian yang baik agar pelayanan yang dibedrikan perawat merupakan pelayanan standar dan berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan gigi, pencegahan penyakit gigi, pengobatan penyakit gigi dan pemulihan kesehatan gigi, yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan dan dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan gigi perseorangan, pelayanan kesehatan gigi masyarakat dan usaha kesehatan gigi sekolah.
Pembangunan kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna dapat dicapai melalui pembinaan pengembangan dan pelaksanaan serta pemantapan fungsi administrasi kesehatan. Dinas Kesehatan sebagai salah satu pelaku pembangunan kesehatan telah menetapkan Visinya yaitu:
“ Menjadi Rumah Sakit Rujukan Gigi dan Mulut Terdepan di Indonesia, sebagai pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pelayanan Gigi dan Mulut yang Profesional dan Berstandar Internasional “.
Sebagai penyebaran dari Visi Departemen Kesehatan maka tujuan yang akan dicapai adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Dalam tiga dekade terakhir telah terjadi kemajuan yang pesat dalam Ilmu Pengetahuan dan teknoligi kesehatan, disisi lain masyarakat Indonesia menuntut pelayanan yang merata, lebih berkualitas dan terjangkau. Sistem Kesehatan Nasional (SKN) tahun 2004 membagi sistim upaya kesehatan menjadi :
1. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) 2. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
Rumah Sakit merupakan UKP strata kedua dan ketiga tingkat lanjutan yang mendaya gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan esialistik yang ditujukan kepada perorangan. Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) merupakan Rumah Sakit Khusus dimana RSKGM memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu.
Dalam penyelenggaraan pelayanan Rumah Sakit maka RSKGM harus melakukan upaya peningkatan mutu khususnya untuk pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut merupakan Rumah Sakit yang berfokus pada pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat dan ke depannya akan menjadi Rumah Sakit Pendidikan dan menjadi Rujukan untuk kasus gigi dan mulut di Sumatera Selatan.
Keunggulan dari Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut adalah pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat yang terpadu dan paripurna. Setiap keluhan yang dihadapi pasien akan ditangani secara tuntas dan menyangkut semua aspek, promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dan setiap pasien akan ditangani secara khusus berdasarkan kasus yang dihadapi oleh tenaga profesional dan peralatan yang lengkap dan steril. Kedepannya Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut selain memberikan pelayanan paripurna juga akan menjadi pusat pendidikan dan pusat penelitian kedokteran gigi.
BAB II
GAMBARAN UMUM RSKGM PROV. SUMSEL
2.1 Sejarah Rumah Sakit Khusus Gigi Dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Provinsi Sumatera Selatan terletak di jalan Kol.H.Burlian Km.6 Palembang yang beroperasional mulai bulan Februari tahun 2013. Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut merupakan Unit Pelaksana teknis Dinas Provinsi Sumatera Selatan yang melayani kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan kapasitas 12 tempat tidur.
Pada tahun 2013 Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut hanya memiliki Izin Operasional Sementara dari surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Selanjutnya, pada tanggal 30 September 2013 Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan telah memiliki Izin Operasional berdasarkan keputusan walikota Palembang Nomor 418 Tahun 2013 yang berlaku selama 1 (satu) Tahun. Izin Operasional Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut diperbarui kembali pada tahun 2015 Nomor 133/KPTS/DINKES/2015 yang ditetapkan selama 5 (lima) Tahun berdasarkan ketentuan Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku.
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan ditetapkan berdasarkan Keputusan Walikota tentang Penetapan Klasifikasi Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan sebagai Rumah Sakit Khusus kelas C pada 13 April 2015.
Sejak tahun 2014 Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan telah melakukan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang berdasarkan SK bersama antara Kepala Dinas Kesehatan dan Dekan UNSRI dengan Nomor 119/362/KES/2014 dan Nomor 658/UN9.1.4/KD/2014 tentang penyelenggaraan kesehatan, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di RSKGM.
Kemudian tahun 2016 RSKGM Provinsi Sumatera Selatan juga menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan Nomor 158/KTR/III-01/0516, Nomor 237/RSKGM/V/2016 tentang pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan bagi peserta program jaminan kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Nomor PER/21/062016, Nomor 279/RSKGM/VI/2016 tentang pelaksanaan pelayanan kesehatan program jaminan kecelakaan kerja bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, maka Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan keputusan Gubernur
Sumatera Selatan Nomor 435/KPTS/BPKAD/2016 tanggal 18 Juli 2016 telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Khusus yang menerapkan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.
BAB III
VISI, MISI, MOTTO DAN TUJUAN RSKGM PROV. SUMSEL
1. Visi RSKGM Provinisi Sumatera Selatan
“ Menjadi Rumah Sakit Rujukan Gigi dan Mulut terdepan di Indonesia, sebagai pusat pendidikan, pelatihan dan pelayanan gigi dan mulut yang professional dan berstandar internasional.”
2. Misi Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan
a. Memberikan pelayanan kesehatan yang prima, bermutu dan professional kepada pelanggan dengan kondisi pelayanan kesehatan yang nyaman, aman dan ramah lingkungan.
b. Mempersiapkan tenaga kesehatan yang handal, professional, kompeten dan berdedikasi tinggi.
c. Menjalin kerja sama dengan instansi terkait dan lintas sector maupun pihak swasta untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut.
d. Mempasilitasi tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran gigi dan tenaga kesehatan lainnya
e. Menjadikan Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Prov.Sumatera Selatan sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan gigi.
3. Motto Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan “Kenyamanan dan kepuasan anda (pasien) merupakan kebahagiaan kami”
4. Tujuan Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan a. Meningkatkan pemenuhan kebutuhan akan pelayanan kesehatan gigi dan
mulut yang sesuai standar profesi serta bermutu dan memuaskan masyarakat.
b. Meningkatkan kebutuhan SDM yang berkualitas dalam upaya memberikan pelayanan yang professional.
c. Meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang bermutu sesuai standar dan terakreditasi
d. Menyediakan sarana prasarana Rumah Sakit sesuai persyaratan dan standar yang berlaku.
e. Mendukung program study kedokteran gigi di Fakulatas UNSRI menjadi Fakultas Gigi dan Mulut UNSRI di Universitas Sriwijaya Provinsi Sumatera Selatan.
BAB VI
BAB V
STRUKTUR ORGANISASI KOMITE KEPERAWATAN
SUB KOMITE ETIK DAN DISIPLIN SUB KOMITE
KREDENSIAL
SEKRETARIS KEPALA RUMAH SAKIT
KETUA KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINNYA
SUB KOMITE MUTU DAN PROFESI
BAB VI URAIAN JABATAN
1. Ketua Komite Tugas Pokok :
Membantu kepala Rumah Sakit dalam melakukan Kredensial, pembinaan disiplin dan etika profesi tenaga Kesehatan Lainnya serta pengembangan professional berkelanjutan.
Uraian Tugas :
Ketua Komite Keperawatan Lainnya mempunyai tugas meningkakan profesionalisme staf tenaga keperawatan lainnya yang bekerja di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan dengan cara :
a. Melakukan kredensial bagi seluruh staf tenaga kesehatan lainnya yang akan melakukan pelayanan asuhan klinis di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan.
b. Memelihara mutu staf tenaga kesehatan lainnya
c. Menjaga disiplin, etika dan perilaku profesi staf tenaga kesehatan lainnya.
2. Sekretaris Uraian Tugas :
Membantu Ketua Komite Keperawatan dalam meningkatkan profesionalisme staf keperawatan yang bekerja di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan dengan cara :
a. Melakukan kredensial bagi seluruh staf Keperawatan yang akan melakukan pelayanan asuhan klinis di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan.
b. Memelihara mutu staf Keperawatan
c. Menjaga disiplin, etika dan perilaku profesi staf Keperawatan 3. Sub Komite Kredensial
Tugas Pokok :
Melakukan Kredensial bagi seluruh staf keperawatan yang akan melakukan pelayanan asuhan klinis di rumah sakit.
Uraian Tugas :
a. Menyusun daftar rincian Kewenangan Klinis;
b. Menyusun dokumen persyaratan terkait kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan setiap jenis pelayanan asuhan klinis sesuai dengan standar kompetensinya.
c. Menerima hasil verifikasi persyaratan Kredensial dari bagian SDM meliputi:
1. Ijazah;
2. Surat Tanda Registrasi (STR); 3. Sertifikat kompetensi;
Rumah Sakit atau orientasi di unit tertentu.
5. Surat hasil pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan d. Merekomendasikan tahapan proses Kredensial:
1. Staf tenaga kesehatan lainnya mengajukan permohonan untuk memperoleh Kewenangan Klinis kepada Ketua Komite Keperawatan
2. Ketua Komite Keperawatan menugaskan Subkomite Kredensial untuk melakukan proses Kredensial (dapat dilakukan secara individu atau kelompok)
3. Sub komite membentuk tim assesor internal untuk melakukan review, verifikasi dan evaluasi dengan berbagai metode: porto folio, asesmen kompetensi
4. Sub komite memberikan laporan hasil Kredensial sebagai bahan rapat menentukan Kewenangan Klinis bagi setiap tenaga keperawatan.
e. Merekomendasikan pemulihan Kewenangan Klinis bagi setiap tenaga kesehatan lainnya
f. Melakukan Kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang ditetapkan.
g. Sub komite membuat laporan seluruh proses Kredensial kepada Ketua Komite Keperawatan untuk diteruskan ke kepala Rumah Sakit
4. Anggota Sub Komite Kredensial Tugas Pokok :
Terlibat dalam melakukan kredensial bagi seluruh staf keperawatan yang akan melakukan pelayanan asuhan klinis di RSKGM Provinsi Sumatera Selatan
Uraian Tugas :
a. Terlibat dalam penyusunan daftar rincian Kewenangan Klinis;
b. Terlibat dalam penyusunan dokumen persyaratan terkait kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan setiap jenis pelayanan asuhan klinis sesuai dengan standar kompetensinya.
c. Terlibat dalam penerimaan hasil verifikasi persyaratan Kredensial dari bagian SDM meliputi:
1. Ijazah;
2. Surat Tanda Registrasi (STR); 3. Sertifikat kompetensi;
4. Surat penyataan telah menyelesaikan program orientasi Rumah Sakit atau orientasi di unit tertentu.
5. Surat hasil pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan
d. Terlibat dalam proses kredensial maupun rekredensial secara berkala sesuai waktu yang ditetapkan.
5. Sub Komite Mutu dan Profesi Tugas Pokok :
Memelihara mutu profesi staf Keperawatan di RSKGM provinsi Sumatera selatan.
Uraian Tugas :
a. Koordinasi dengan bidang penunjang medis untuk memperoleh data dasar tentang profil Keperawatan di RS sesuai area praktiknya berdasarkan jenjang karir;
b. Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi yang berasal dari data subkomite Kredensial sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan perubahan standar profesi. Hal tersebut menjadi dasar perencanaan CPD ( Continous Professional Development);
c. Merekomendasikan perencanaan CPD kepada unit yang berwenang; d. Koordinasi dengan praktisi keperawatan dalam melakukan
pendampingan sesuai kebutuhan;
e. Melakukan audit tenaga kesehatan dengan cara : 1. Pemilihan topik yang akan dilakukan audit; 2. Penetapan standar dan kriteria;
3. Penetapan jumlah kasus/sampel yang akan diaudit;
4. Membandingkan standar/kriteria dengan pelaksanaan pelayanan;
5. Melakukan analisis kasus yang tidak sesuai standar dan kriteria; 6. Menerapkan perbaikan;
7. Rencana reaudit.
f. Menyusun laporan kegiatan subkomite untuk disampaikan kepada Ketua Komite Keperawatan
Tugas Pokok :
Membantu Ketua Sub Komite Mutu dan Profesi dalam memelihara mutu profesi staf keperawatan di RSKGM provinsi Sumatera selatan.
Uraian Tugas :
a. Terlibat dalam proses koordinasi dengan bidang penunjang medis untuk memperoleh data dasar tentang profil profesi keperawatan di RS sesuai area praktiknya berdasarkan jenjang karir;
b. Terlibat dalam proses identifikasi kesenjangan kompetensi yang berasal dari data subkomite Kredensial sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan perubahan standar profesi.
c. Terlibat dalam proses koordinasi dengan praktisi profesi keperawatan dalam melakukan pendampingan sesuai kebutuhan;
d. Terlibat dalam pelaksanaan audit staf keperawatan 7. Sub Komite Etik dan Disiplin
Tugas Pokok :
Menjaga etika dan disiplin staf keperawatan di RSKGM Provinsi Sumatera Selatan
Uraian Tugas :
1. Melakukan pembinaan etika dan disiplin tenaga kesehatan
2. Melakukan pemeriksaan staf keperawatan yang diduga melakukan pelanggaran disiplin.
3. Memberikan rekomendasi pendisiplinan pelaku profesional di Rumah Sakit
4. Pemberi nasehat / pertimbangan dalam pengambilan keputusan etis pada asuhan klinis pasien
8. Anggota Sub Komite Etik dan Disiplin Tugas Pokok :
Membantu Ketua Sub Komite Etik dan Disiplin dalam menjaga etika dan disiplin staf keperawatan di RSKGM Provinsi Sumatera Selatan
Uraian Tugas :
1. Membantu Ketua Sub Komite Etika dan Disiplin dalam melakukan pembinaan etika dan disiplin tenaga kesehatan
2. Membantu Ketua Sub Komite Etika dan Disiplin dalam melakukan pemeriksaan staf keperawatan yang diduga melakukan pelanggaran disiplin.
3. Membantu Ketua Sub Komite Etika dan Disiplin dalam memberikan rekomendasi pendisiplinan pelaku profesional di Rumah Sakit
4. Membantu Ketua Sub Komite Etika dan Disiplin dalam memberi nasehat / pertimbangan dalam pengambilan keputusan etis pada asuhan klinis
BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA
Tata Hubungan Kerja Secara Eksternal : A. Komite Medik
1. Mengintegrasikan program Komite Keperawatan dalam peningkatan pelayanan terhadap pasien
2. Bekerjasama dalam penentuan tindakan medis yang dilaksanakan secara kolaborasi antara dokter dan perawat sehingga terjaminnya keselamatan pasien
B. Promosi Kesehatan Rumah Sakit
1. Mengintegrasikan program Komite Keperawatan dalam peningkatan promosi kesehatan bagi petugas, pasien, keluarga pasien dan pengunjung C. IPSRS
1. Mengintegrasikan program Komite Keperawatan dalam peningkatan keselamatan pasien di Rumah Sakit
2. Melakukan koordinasi dalam upaya peningkatan mutu staf Tenaga kesehatan lainnya melalui penyelenggaraan presentasi kasus kematian.
KOMITE NAKES LAINNYA KOMITE NAKES LAINNYA PKRS PPI Instalasi Rekam Medis IPSRS IT Logistik Diklat Humas Komite Keperawatan Komite Medik
D. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
1. Mengintegrasikan program Komite Keperawatan dalam pencegahan dan pengendalian infeksi
2. Bekerjasama dalam penggunaan antibiotika rasional oleh tenaga kesehatan lainnya
E. Instalasi Rekam Medis
1. Membantu dalam pemberian data yang berguna sebagai acuan pada saat presentasi kasus
F. IPSRS
1. Mengintegrasikan program Komite Keperawatan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja Staf Tenaga kesehatan lainnya
G. IT
1. Mendukung program Komite Keperawatan dalam manajemen informasi H. Logistik
1. Menfasilitasi sarana yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan Komite Keperawatan
I. Diklat
1. Bekerjasama dalam penyelenggaran pendidikan dan pelatihan bagi staf Keperawatan
J. Humas
1. Bekerjasama dalam penerimaan laporan yang berkaitan dengan pendisiplinan
BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL
No. Nama Jabatan
Kualifikasi Jumlah Kebutuhan Sesuai Perhitunga n Pendidikan Formal Masa Kerja Pendidikan Non Formal/ Sertifikat Komite Keperawatan
1. Ketua DIII Tenaga
Keperawatan Min 1 tahun Memiliki STR dan SIP/SIK 1 orang
2. Sekretaris S1 Kep dan Keprofesian Min 1 tahun Memiliki STR dan SIP/SIK 1 orang
Sub Komite Kredensial
3. Ketua DIII Tenaga
Keperawatan Min 1 tahun Memiliki STR dan SIP/SIK 1 orang
4. Anggota DIII Tenaga
Keperawatan Min 1 tahun Memiliki STR dan SIP/SIK 5 orang
Sub Komite Mutu Profesi
5. Ketua DIII Tenaga
Keperawatan Min 1 tahun Memiliki STR dan SIP di Rumah Sakit Myria 1 orang
6. Anggota DIII Tenaga
Keperawatan Min 1 tahun Memiliki STR dan SIP di Rumah Sakit Myria 8 orang
Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi
7. Ketua DIII Tenaga
Keperawatan Min 1 tahun Memiliki STR dan SIP/SIK 1 orang
8. Anggota DIII Tenaga
Keperawatan Min 1 tahun Memiliki STR dan SIP/SIK 1orang
BAB VIII
KEGIATAN ORIENTASI
A. Orientasi Khusus
Orentasi Khusus adalah kegiatan orentasi yang dilakukan secara khusus di Bagian terkait dengan area kerja yang akan dilakukan oleh tenaga kerja yang bersangkutan. Orentasi Khusus diberikan kepada tenaga kerja yang baru dari luar rumah sakit dan akan magang/praktek maupun bagi tenaga yang dimutasi dan dirotasikan dari bagian lain ke bag an lain. Adapun materi yang diberikan terkait dengan tugas-tugas yang akan dilakukan dimana tenaga tersebut akan ditempatkan, antara lain
NO MATERI PEMBIMBING KETERANGAN
1 Visi,misi,struktur organisasi,tata tertib, pengenalan lingkungan kerja dan rekan kerja, mengetahui jalur evakuasi dari unit kerja apabila terjadi bencana
Ketua Metode
Ceramah
2 Pengenalan SPO system kerja unit Ketua Metode Ceramah 3 Memahami serta mampu melaksanakan
tugas-tugas non klinis yang sesuai dengan UT secara baik dan benar
Ketua Metode Praktek
B. Orientasi Umum
Bagian SDM dan Diklat mengatur jadwal peserta Orentasi Umum selama berlangsungnya atau dilaksanakannya orientasi umum tersebut. Orientasi umum dilaksanakan selama satu bulan.
BAB X.
PERTEMUAN ATAU RAPAT
A. Pengertian
Rapat/pertemuan merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memecahkan suatu masalah tertentu.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Dapat mengatur mengenai mekanisme pengambilan keputusan di bidang profesi oleh Komite Tenaga Kesehatan Lainnya. Dengan demikian, mekanisme rapat ini dapat dijadikan dasar hukum yang dipertanggungjawabkan bagi pengambilan keputusan dibidang profesi tenaga keperawatan
2. Tujuan Khusus
a. Untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan pasien di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut
C. Kegiatan Rapat
1. Rapat Rutin/Terjadwal
Rapat rutin atau terjadwal merupakan rapat yang diadakan oleh Ketua Komite Komite dengan agenda rapat yang telah ditentukan.
2. Rapat Tidak Terjadwal
Rapat isidentil diselenggarkan sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang perlu dibahas segera. Pertemuan isidentil dapat melibatkan Direksi dan petugas unit lainnya bilamana diperlukan, untuk penanganan dan upaya penyelesaian.
3. Matriks Jadwal Pertemuan
No Kegiatan
Bulan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Usulan pembentukan susunan personalia Komite Keperawatan kepada Kepala Rumah Sakit
2. Pertemuan Komite Keperawatan tentang pembentukan susunan personalia subkomite kredensial, subkomite mutu profesi, subkomite etik dan disiplin
3. Usulan pembentukan susunan personalia subkomite kredensial, subkomite mutu profesi, subkomite etika dan disiplin profesi kepada Kepala Rumah Sakit
4. Pertemuan rutin Komite Keperawatan (2 bulan sekali). 5. Pertemuan bersama direksi. (3 bulan sekali) 6. Pertemuan bersama subkomite kredensial. (4 bulan sekali) 7. Pertemuan bersama subkomite mutu profesi. (4 bulan sekali)
8. Pertemuan bersama subkomite etika dan disiplin profesi.
(4 bulan sekali)
No Kegiatan Bulan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
tenaga kesehatan. (6 bulan sekali)
14. Penyusunan dan pengkompilasian daftar kewenangan klinis tenaga kesehatan.
BAB XI. PELAPORAN
Laporan Kegiatan Komite Keperawatan akan ditulis dalam kerangka acuan laporan kerja komite medis untuk diserahkan kepada Kepala Rumah Sakit setiap 6 bulan sekali.
BAB XII PENUTUP
Demikianlah Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan ini disusun sesuai Surat Keputusan Kepala RSKGM No. ……….tentang Pemberlakukan Panduan Komite Keperawatan Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan.