Pikiran Rakyat
________ ~
~(=)~3~e/~as~a~~C)
Rabu
/:.)
Kamis:)
'~'~~-=~~==~~
Jumat
() Sabtu
3
4
5
57
B9
10
11
12
13
14
15
19
~
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
FEDCBA
' : :
-1 O Q -1 !I;;a ,," " " " " " " " ,,;O ;....,.P " " e = b " " " " \.;~ ) ;,.,.M = a = r ~ ( ;,_ ',,;,'
A;:,p~r=;; Mei
3~-~~1
fedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
0.4"95 •
Sep
:,_) Okt
0Nov
T olal~
B ud;Y ;B ~te
Merusak Alddah
K
E T IK A takbir ian atau purifikasi ajaran Is- keri d bahk uhi ak M n dari .
be ku d d I 1 d iak enng an an m em us I r at us im an penyim
-r. m an ang pa a am engan m engaJ. budaya. pangan akidah yang
dipenga-han L ebaran bebera- m asyarakat kem bali kepada A h d M S ruhi fakt b d D al hal pa w aktu lalu, sejum lah dae- A lquran dan sunah. P ersis m a ansur urya~e- . .1 or u. aya. aI?
rah di Indonesia m engiri- m engem bangkan dakw ah !?ara dalam ~ukunya,
Apz Se-
rm , Islam b~rsikap adaptif dan nginya dengan suara beduk dengan m em berantas s irik,)ara~
m enuliskan, gerakan m enghargai bu~aya y~g yang bertalu-talu sehin a takhayulbid'ah
da ~ at P ersis pe~ah m endapat tan- ~erupakan bagian danke-b . gg , . ,~u~ ~t tangan dan m asyarakat, hidupan m asyarakat selam a
m em uat suasana han raya yang saat itu m enyelim uti aki- bahk b d b t d M b d t b t tidak 1
sem akin m eriah. B ahkan dah m asyarakat. ~ er e a engan a- u aya .erse . m e
ang-b duke m asih digunakan untuk.. 'al D am pergerakan dakw ah- m a A djengan G edong P e-tr S uk . kin d gar syanah.B ukti P . tidak tib
ggil al ki P ' . dih san en arm s an erS IS an
u-pan an s at m es suara nya, ersis senng adapkan K H H ' d td 1 t b d M tu kan di
azan m elalui rnikrofon m erni- . . 1 aya engan a ar e- aya, am an m enu r , '
liki jangkauan yang lebih luas. pada sejum lah tradisi dan bu- lakang budaya S unda. antar~y~ ~e.ngan penam aan D i daerah lain, L ebaran di- daya yang telah m elekat di M enurut A hrna? M ansyur, orgam s~I im , B erbe~ d~-hiasi penaburan uang receh tengah-tengah m asyarakat. G uru U tam a P ersis, A hrnad ~g~ sejum lah org~IsasI se-kepada sejum lah rakyat kecil. T akjarang, P ersis m elarang H asan m erupakan tokoh yang jem s ~an~ m eng~bil nam a P ada siang hari setelah kem - praktik-praktik keagam aan m enolak asas gerakan ke- orgam sasm ya dan bahasaA -bali dari m ak~, m ereka yang dinilainya terpengaruh b:m g~aan dan k~ukuan yang rab, P ~rsi~ m eng~bil nam a m enggelar hajat di balai kam - budaya w arisan H indu-B u- dipelJuang~ seJu~ah p~- orgam sas~ya dan bahasa . pung dengan m em baw a m a- ddha. H al itulah yang m em - t~I Islam di Indonesia, H ~ itu lok~, yakm b~asa Ind~n~sIa. kanan, m ulai aneka kue, m i, buat sebagian m asyarakat m e- dil~an untuk m em ~rnikan T idak hanya I~, P ersis Juga tem pe , tahu, dan sayuran. m andang P ersis kurang ~dah ~at Islam dan prak- m elakukan penerjem ahan A neka m akanan itu berw adah ram ah terhadap budaya atau tik-praktik keagam aan yang A lquran terha ap bahasa
In-bahkan antibudaya. berasal dari luar ajaran Islam donesia dan bahasa S unda "H al itu tidak sepenuhnya (hal.478). ketika hal itu dilarang pada tepat," kata pejabat teras P er- S elain berupaya m asa penjaj an B elanda. S e-sis, A tip L atifulhayat dalam m em urnikan akidah um at Is- m entara itu, khotbah Jum at diskusi terbatas bertajuk Is- lam , m enurut A hm ad M an- yang sebelum nya hanya lam , P ersis dan B udaya yang syur, P ersis juga m enentang m enggunakan bahasa A rab, digelar di A ula
Pikiran Rak-
im perialis B arat, K erajaan sejak itu diim bangi bahasayat,
K arnis (16/9). P rotestan B elanda dan pem e- yang dim engertijem aahnya, M enurut dia, kehadiran rintahan kolonial B elanda yakni bahasa Indonesia dan P ersis di Indonesia bukan m e- yang bercokol di Indonesia. bahasa daerah. B ahkan, m berantas budaya lokal, m e- "P ara ulaina aktivis organisasi m enurut M am an, P ersis juga lainkan m enem patkannya se- ini sem uanya berupaya m em - telah m enerbitkan m ajalahbangkitkan kesadaran beraga- berbahasa S unda, yakni
Iber,
cara proporsional sehingga ke- m a, kesadaran berbangsa dan selam a tiga p uh tahun. m urnian akidah tetap teIjaga. bernegara, serta m enum - P engam at S di Islam dan
buhkan kesadaran bersyariah K enegaraan, Y udi L atif m e-Islam ," tulis A hm ad M ansur. ngatakan, jika beberapa
tra-M enyikapi budaya yang disi lokal ini dipertahankan, berkem bang di m asyarakat, P ersis akan lebih berpengaruh K etua U m urn P ersis, K .H . M a- bagi m asyarakat. M enurut m an A bdurrahm an m enga- dia, berbeda dengan W ahabi takan, P ersis m engam bil sikap yarig cenderung refonnis, P er-taw asut (pertengahan), yakni sis lebih rasional dan m odern m em pertim bangkan apakah yang m enjadikannya kekuatan budaya itu berkaitan langsung di m asa kini. "P ersis tidak dengan akidah, ibadah, atau hanya reforrnis, tetapi juga m uam alah. m odernis, yakni terbuka
ter-Jika budaya itu berpotensi hadap peradaban baru selam a m erusak akidah, m enurut M a- itu tidak bertentangan dengan m an, P ersis m enolaknya kare- akidah," ujarnya.
na hal itu tennasuk syirik. H al senada diungkapkan D em ikian juga dengan budaya K etua D ew an T atkir P ersis yang m em engaruhi praktik sekaligus staf ahli M ensesneg ibadah m ahdah, yakni m eru- R I, D adan W ildan. D ia m e-pakan hubungan langsung ngatakan, pada abad ke-21 ini, dengan S ang P encipta. S e- P ersis dituntut agar m am pu m entara itu, budaya yang m enjem batani tiga arus per-tidak terkait dengan ibadah adaban yang tengah berkem -m ahdah, seperti -m e-m bagi- bang, yakni Islam , T irnur, dan bagikan uang saat L ebaran, B arat. "Jika hanya berkutat di sah-sah saja. "H al itu tidak sekitar
bid'ah
dan takhayul, m engganggu akidah," sudah bukan zam annya lagi,"katanya. ucapnya. M en rut dia, kini
P rinsip-prinsip tersebut, P ersis harus rnarnpu m
en-K l i p i n 9 H u m a s U m enurut M am an, tidak di- jaw ab m asalah faktual, di
an-m aksudkan an-m engekang bu- taranya ekonorni dan pen-daya yang ada saat ini, didikan berbasis syariah. (C e-m elainkan e-m enjaga e-m asya- cep W ijay a ari/"P R ") * * *
piring dan disim pan di dalam bakul.
S em entara itu, sebelum m em asuki R am adan, sebagian m asyarakat M uslim di bebera-pa daerah di Indonesia m elakukan ritual, di an-taranya berkeram as, m em tong ram but, bahkan m em o-tong ayam . S elain hal terse-but, m asih banyak lagi ritus yang m ereka lakukan baik dalam m enyam but R am adan dan Idulfitri m aupun dalam kehidupan sehari-hari.
T radisi sem acam itu m enja-di sorotan gerakan P ersatuan Islam (P ersis). T ak hanya itu, P ersis juga m engkritisi sejum -lah kebiasaan M uslim dalam m elakukan ibadah. D i an-taranya m engucapkan niat dalam salat, m enalkinkan orang yang m eninggal, dan , m em baca zikir saat m eng-hadiri pem akam an. M enurut P ersis, hal itu m erupakan
bid'ah
karena tidak dite-m ukan rujukannya baik dalam A lquran m aupun ha-dits.S ejak aw al berdirinya pada 1923 lalu, organisasi ke-m asyarakatan ini ke-m eke-m ang m encoba m elakukan pem
urn-L ak u k an filterisasi A tip m enuturkan, P ersis sebenarnya tidak m engkritisi budaya itu sendiri, m elainkan nilai-nilai budaya yang berpotensi m elanggar akidah dan syariat Islam . D alam hal ini, P ersis m elakukan filter-isasi terhadap budaya yang dinilai m enyim pang dari aki-dah tersebut. "F ilternya adalah akidah dan syariat Is-lam ," katanya.
M enurut A tip, pendekatan dakw ah P ersis yang norm atif dan tidak kom prom istis se-ring berbenturan dengan bu-daya m asyarakat yang di-narnis. O leh karena itu, dak-w ah P ersis sering dianggap
•
M. GELORA SAPTA/"PR"
IffiI<.1QR.