• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 1

(2)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian ii

INOVASI BARU PENDOBRAK PEREKONOMIAN

Buku Inovasi Olahan Potensi Lokal Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang

Tim KKN UNNES A1 2020 Desa Candi

Penerbit

LPPM UNNES

Gedung Prof. Retno Sriningsih Satmoko Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229

(3)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian iii Hak Cipta © pada penulis dan di lindungi Undang-Undang Penerbitan

Hak Penerbitan pada LPPM UNNES

Gedung Prof. Retno Sriningsih Satmoko, Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin dari penerbit.

INOVASI BARU PENDOBRAK PEREKONOMIAN

Tim KKN UNNES Alternatif 1 2020 Desa Candi

Editor : Nisa Ulfianti, Nissa Nur Baeti, Finna Maessy Pangestika, Muhammad Khoirul Umam Sampul : Tim Editors

Layout : Tim Editors

vii + 44 hlm; 18,2 x 25,7 cm ISBN : 978-623-7618-68-3

(4)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian iv PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya, buku ini akhirnya dirilis dan tersedia untuk dibaca. Atas nama seluruh Tim KKN UNNES A1 di Desa Candi, Bapak Drs. Sunyoto, M. Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Sudarwanto selaku Kepala Desa dan seluruh perangkat desa, masyarakat Desa Candi yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan KKN A1 ini, serta seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung untuk menyelesaikan buku ini.

Hasil tulisan yang ada di buku ini berasal dari berbagai buku, literatur yang dicantumkan pada daftar pustaka, hasil- hasil penelitian lapangan pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES A1 2020. Namun tentunya telah diolah dan ditulis berdasarkan gaya bahasa penulis. Beberapa tabel dan gambar yang disertakan adalah hasil olahan penulis dari merangkum bahan bacaan yang digunakan.

Dalam penyusunan buku ini, kami menyadari masih banyak kekurangan baik dari segi susunan serta cara penulisannya, karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini sangat kami harapkan. Akhirnya, semoga buku ini bisa bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan juga bermanfaat bagi penyusun pada khususnya.

Semarang, Maret 2020 Penulis

(5)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian v DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1 LATAR BELAKANG ... 1

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN ... 3

BAB II ... 4

GAMBARAN UMUM DESA CANDI ... 4

2.1 KARAKTERISTIK FISIK WILAYAH ... 4

2.2 DEMOGRAFI PENDUDUK ... 6

BAB III ... 10

KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA CANDI ... 10

BAB IV... 16

PRODUK OLAHAN MAKANAN KHAS SEBAGAI PENGUAT EKONOMI DESA CANDI ... 16

4.1 ABON WORTEL ... 16

4.2 KUE LUMPUR ALPUKAT ... 23

4.3 SUSU BIJI KECIPIR ... 31

GLOSARIUM ………..……. 38

BIODATA PENULIS ... 39

(6)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian vi DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah Kepala Keluarga ... 6

Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Menurut Agama ... 8

Tabel 4.1 Biaya Tetap Dalam Satu Bulan ... 20

Tabel 4.2 Biaya Variabel Per Satu Kali Olahan ... 20

Tabel 4.3 Rencana Harga Penjualan ... 21

Tabel 4.4 Biaya Tetap Satu Bulan Kue Lumpur ... 27

Tabel 4.5 Biaya Variabel Persatu Kali Olahan Kue Lumpur Alpukat ... 28

Tabel 4.6 Rencana Harga Penjualan Kue Lumpur Alpukat ... 29

Tabel 4.7 Biaya Tetap Satu Bulan Kue Lumpur ... 33

Tabel 4.8 Biaya Variabel Persatu Kali Olahan Kue ... 34

Tabel 4.9 Rencana Harga Penjualan Kue Lumpur ... 35

(7)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian vii DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Peta Desa Candi... 4

Gambar 1.2 Grafik Jumlah Kepala Keluarga ... 7

Gambar 1.3 Grafik Jumlah Penduduk Menurut Agama ... 9

Gambar 4.1 Produk Abon Wortel Ukuran 250 Gram ... 16

Gambar 4.2 Bahan Pembuatan Abon Wortel ... 18

Gambar 4.3 Prosedur Pembuatan Abon Wortel ... 18

Gambar 4.4 Prosedur Pembuatan Abon Wortel ... 19

Gambar 4.5 Prosedur Pembuatan Abon Wortel ... 19

Gambar 4.6 Prosedur Pembuatan Abon Wortel ... 23

Gambar 4.7 Bahan Pembuatan Kue Kue Lumpur Alpukat ... 24

Gambar 4.8 Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat ... 25

Gambar 4.9 Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat ... 25

Gambar 4.10 Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat ... 26

Gambar 4.11 Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat ... 26

Gambar 4.12 Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat ... 26

Gambar 4.13 Produk Susu Kecipir ... 31

(8)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Candi adalah sebuah desa di Kecamatan Bandungan, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Candi terdiri dari 9 dusun yang terletak di bawah kaki Gunung Ungaran. Letak Desa Candi yang berada di kaki Gunung Ungaran menjadikan desa ini memiliki pemandangan dan potensi pariwisata alam yang menjanjikan. Jarak Desa Candi dari ibu kota kecamatan adalah sekitar 2 km.

Desa Candi memiliki berbagai potensi keindahan didalamnya yang sebagian masih belum diketahui oleh masyarakat luas. Selain pesona pemandangan alam perbukitan dan objek wisata Gedong Songo, Desa Candi juga memiliki banyak potensi keindahan lainnya seperti dibidang pertanian, perkebunan, makanan olahan, desain, dan lain sebagainya.

Masyarakat Desa Candi juga memiliki pekerjaan yang beragam diantaranya yaitu sebagi petani, pedangang, serta ada juga yang bekerja sebagai wiraswasta.

Apabila kita melewati kawasan Desa Candi maka kita dapat melihat pemandangan lahan pertanian yang luas dan beragam, dimana sebagian lahan pertanian ini adalah potensi pertanian yang digarap oleh warga Desa Candi seperti padi,

BAB I

(9)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 2 sayur mayur, palawija, bunga potong, buah-buahan dan bunga taman.

Terdapat potensi Desa Candi yang terbagi kedalam tiap dusunnya, adapun potensi tersebut adalah : Dusun Nglarangan sebagai dusun penghasil anyaman dari bamboo satu-satunya di Desa Candi, Dusun Talun sebagai petani sayur dan bunga menjadikan dusun Talun sebagai dusun dengan penuduk terbanyak di Desa Candi dengan jumlah penduduk 1.000 jiwa, Dusun Tarukan memiliki ciri khas tersendiri dengan mayoritas masyarakatnya memproduksi untir-untir sebagai salah satu oleh-oleh khas Desa Candi, Dusun Ngipik menjadikan tanaman hias sebagai mata pencaharian utama masyarakatnya, selanjutnya Dusun Ndarum yang terletak di sebelah wisata Gedong Songo menjadikan masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai pelaku usaha di bidang pariwisata, kemudian Dusun Ngablak memiliki potensi berupa sayuran, cabe, krei dan mentimun, Dusun Kalibendo dengan kenikan olahan ubi ungu, serta Dusun Ngonto dan Dusun Candi yang memiliki kegiatan pertanian sayuran maupun buah-buahan.

Kurangnya kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal desa menjadikan hal ini sebagai salah satu masalah di sektor pertanian dan perkebunan. Hasil panen yang banyak namun tidak dipasarkan secara optimal akan menyebabkan kerugian. Contohnya pada musim panen wortel di Dusun Darum yaitu, meskipun wortel asli Dusun Darum memiliki kualitas yang bagus dan sudah banyak

(10)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 3 didistribusikan keluar Jawa, tetapi kenyataannya masih banyak wortel dan sayuran lain yang dibuang dan tidak dimanfaatkan.

Untuk itu dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang inovasi baru pemanfaatan potensi lokal desanya agar dapat dijadikan peluang usaha masyarakat Desa Candi, mahasiswa KKN Alternatif UNNES 2020 dengan salah satu program kerjanya yaitu pelatihan olahan khas Desa Candi dari bahan dasar wortel dan buah alpukat. Dengan program kerja tersebut harapannya dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya Desa Candi tentang olahan makanan khas potensi Desa Candi yang prospektif untuk dikembangkan.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN a. Maksud dibuatnya buku ini :

Untuk memenuhi persyaratan tugas luaran KKN Alternatif dari LP2M yang berisi tentang inovasi baru olahan khas potensi lokal Desa Candi yang berpotensi untuk dijadikan makanan yang jangka panjang.

b. Tujuan dibuatnya buku ini adalah sebagai berikut :

Agar pembaca dapat memanfaatkan potensi daerahnya khususnya di sektor pertanian menggunakan berbagai inovasi baru untuk dijadikan sebagai peluang usaha yang prospektif di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

(11)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 4

GAMBARAN UMUM DESA CANDI

Gambar 1.1 Peta Desa Candi

(https://desacandikecbandungan.wordpress.com/desa- candi/)

2.1 KARAKTERISTIK FISIK WILAYAH

Terletak di Kabupaten Semarang serta di karuniakan kekayaan alam dan wisata yang sangat luar biasa,

BAB II

(12)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 5 menyebabkan desa Candi menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Desa Candi merupakan bagian dari kecamatan Bandungan, secara geografis desa Candi berada di sebelah utara gunung Ungaran, sebelah timur Desa Kenteng, Sebelah barat Desa Jubelan, dan sebelah selatan Desa Banyukuning.

Dengan luas wilayah 1.082,29 Ha yang terdiri dari 137,90 Ha Tanah Sawah, 449,59 Ha Tegalan, 70 Ha Bangunan, 3,50 Ha untuk Lahan Kuburan, 1,05 Ha lahan Sekolah, dan 2,50 Ha lahan lainnya. Berada di dataran tinggi, menjadikan kondisi alamnya sangat potensial untuk pertanian dan perkebunan.

Secara Administrasi desa Candi memiliki terbagi dalam sembilan dusun diantaranya Dusun Kalibendo, Dusun Ngonto, Dusun Candi, Dusun Ngablak, Dusun Tarukan, Dusun Talun, Dusun Ngalarangan, Dusun Ngipik, dan Dusun Darum.

Desa Candi memiliki jumlah penduduk sekitar 12.000 jiwa.

Luas wilayah Desa Candi 1.082.29 Ha dengan kondisi tanah dataran tinggi pegunungan dengan rincian sebagai berikut :

1. Tanah sawah : 137,90 Ha

2. Tegalan : 449,59 Ha

3. Bangunan/Pekarangan : 70 Ha 4. Kuburan : 3,50 Ha 5. Sekolah : 1,05 Ha 6. Lain-lain : 2,50 Ha

(13)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 6 2.2 DEMOGRAFI PENDUDUK

Demografi penduduk Desa Candi menurut data monografi Desa Candi pada tahun 2020 dikelompokan sebagai berikut.

A. Jumlah Kepala Keluarga

Berdasarkan data monografi Desa candi tahun 2020, jumlah kepala keluarga Desa Candi yaitu 2422, dengan jumlah kepala keluarga laki-laki sebanyak 2117 dan jumlah kepala keluarga perempuan sebanyak 307 yang tersebar di seluruh dusun yang ada di Desa Candi. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1.1

Jumlah Kepala Keluarga

No Dusun

Jumlah Laki-

laki

Jumlah

Perempuan Total

1 Kalibendo 216 36 252

2 Ngonto 319 48 367

3 Candi 194 37 231

4 Ngablak 132 24 156

5 Tarukan 330 64 394

6 Talun 355 38 393

7 Nglarangan 118 9 127

8 Ngipik 246 32 278

(14)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 7

9 Darum 207 19 226

Total 2117 307 2424

Sumber: data monografi Desa Candi tahun 2020

Jumlah kepala keluarga menurut jenis kelamin selain dilihat menggunakan tabel 1.1, dapat pula dilihat menggunakan diagram batang seperti di bawah ini.

Gambar 1.2

Grafik Jumlah Kepala Keluarga

Sumber: monografi Desa Candi tahun 2020

B. Jumlah Penduduk Menurut Agama

Berdasarkan data monografi Desa candi tahun 2020, jumlah penduduk Desa candi menurut Agama didominasi

216

319

194

132

330

355

118

246

207

36 48 37

24

64

38

9 32

19 0

50 100 150 200 250 300 350 400

Laki-laki Perempuan

(15)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 8 oleh agam islam dengan total pemeluk agam islam sebanyak 7210 jiwa. Selanjutnya disusul oleh pemeluk agama kristen protestan dan pemeluk kepercayaan dengan masing-masing sebanyak 62 jiwa, dan terakhir yaitu pemeluk agama kristen katolik sebanyak 54 jiwa. Selain itu, penduduk Desa candi tidak ada yang menganut agama lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 1.2

Jumlah Penduduk Menurut Agama

No Dusun Islam Kristen

Protestan Katolik Kepercayaan

1 Kalibendo 781 7

2 Ngonto 1063 8 6 15

3 Candi 696 2

4 Ngablak 406 9 47

5 Tarukan 1157 16 35

6 Talun 1177 1

7 Nglarangan 353 27

8 Ngipik 847 3 1

9 Darum 730 1

Total 7210 62 54 62

(16)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 9 Jumlah Penduduk Desa Candi menurut agama selain dapat dilihat pada tabel 1.2, juga dapat dilihat pada diagram lingkaran di bawah ini.

Gambar 1.3

Grafik Jumlah Penduduk Menurut Agama

Sumber: data monografi Desa Candi tahun 2020

Islam 97%

Kristen 1%

Katolik 1%

Kepercayaan 1%

Pemeluk Agama

Islam Kristen Katolik Kepercayaan

(17)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 10

KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA CANDI

Membicarakan mengenai masalah lingkungan di Desa Candi tidak lepas dari Pariwisata Candi Gedong Songo sendiri.

Masyarakat di Desa Candi yang mayoritas bermatapencaharian bergantung pada sektor pariwisata serta pertanian. Masyarakat umum tentu tidak asing dengan pariwisata Gedong Songo, Celosia dan Ayanaz dimana semua tempat-tempat iconic tersebut merupakan salah satu potensi yang di unggulkan oleh Desa Candi.

Keindahan alam dan tanahnya yang subur disuguhkan oleh Desa Candi sehingga menjadikan masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun serta pelaku usaha di lingkungan pariwisata. Memiliki 9 dusun yang masing-masing dusunnya memiliki potensi dan keunikan tersendiri menjadikan Desa Candi sebagai desa yang cukup maju dan masyarakatnya hidup berkecukupan.

Dusun Kalibendo yang merupakan salah satu dusun di Desa Candi yang masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai wirausaha yang memproduksi olahan dari ubi ungu.

Olahan yang di hasilkan oleh masyarakat Dusun Kalibendo

BAB III

(18)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 11 diantaranya adalah olahan es cream ubi ungu, kripik ubi ungu, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebagian masyarakat di Dusun Kalibendo juga memiliki pekerjaan sebagai petani sayuran dan buah. Namun, Dusun Kalibendo juga memiliki permasalahan yang sampai saat ini masih belum terselesaikan yaitu masalah sampah. Dimana sampah yang ada di Dusun Kalibendo cukup banyak namun belum ada yang mengolah sampah tersebut. Sehingga dari permasalahan tersebut muncul gagasan kreatif dari Kelompok KKN UNNES Alternatif A1 2020 Desa Candi memberikan sebuah program kerja berupa pelatihan olahan cendramata dari bahan-bahan bekas yang memberdayakan para pemuda dan ibu rumah tangga menjadi lebih produktif lagi.

Dusun yang selanjutnya adalah Dusun Ngonto dimana dusun ngonto ini merupakan RW 2 dari Desa Candi.

Masyarakat Dusun Ngonto mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani buah-buahan dan sayuran, selain itu juga banyak yang bekerja sebagai petani bunga potong. Ibu- ibu di Dusun Ngonto juga aktif dalam kegiatan PKK baik PKK Dusun maupun RT. Selain itu, masyarakat di Dusun Ngonto juga cukup religius dimana sering mengadakan kegiatan yasinan dan kajian setiap malam minggu dan malam jum’at di rumah warga secara bergantian.

Selanjutnya, terdapat Dusun Candi yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani bunga potong yang nantinya bunga tersebut akan dijual di Pasar Bandungan.

(19)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 12 Masyarakat di sana juga terbilang aktif dalam kegiatan posiandu rutin setiap bulannya khususnya posyandu untuk balita dan ibu hamil. Di Dusun Candi juga terdapat banyak ibu hamil sehingga Bidan desa mengadakan kelas ibu hamil untuk menambah wawasan yang berkaitan untuk kebaikan janin dan ibunya.

Dusun Ngablak, memiliki balita yang relatif sedikit jika dibandingkan dengan dusun yang lain. Selain itu, masyarakat ngablak juga memiliki mata pencaharian yang relatif sama dengan Dusun Candi dan Dusun Ngonto yaitu sebagai petani bunga potong. Masyarakat Dusun Ngablak khususnya ibu-ibu juga aktif dalam menggerakkan PKK Dusun.

Kemudian, Dusun Tarukan yang sangat terkenal akan UMKMnya yaitu untir-untir, macam-macam kripik, tanaman hias, olahan rempah-rempah (sari jahe, sari temulawak dan sebagainya) serta masih banyak lagi sehingga menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Desa Candi. Antusias masyarakatnya terhadap kelompok KKN kami sangat terlihat apabila kami sedang melakukan program kerja yang melibatkan masyarakat Dusun Tarukan seperti pelatihan olahan khas berbahan dasar alpukat yaitu kue lumpur alpukat.

Dusun Talun masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani bunga potong sama seperti masyarakat Dusun Ngonto, Dusun Candi dan Dusun Ngablak.

Masyarakat Dusun Talun yang memiliki penduduk terbanyak di Desa Candi hingga mencapai angka 1.000 jiwa. Selain itu,

(20)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 13 terdapat pula masyarakat yang memiliki pekerjaan sebagai petani sayuran.

Berbanding terbalik dengan Dusun Talun yang menjadi dusun dengan penduduk terbanyak Dusun Nglarangan menjadi dusun dengan penduduk paling sedikit dibandingkan dengan dusun lainnya di Desa Candi. Mayoritas masyarakatnya yang memiliki pekerjaan sebagai pengrajin keranjang buah dari bahan dasar bambu. Hampir seluruh masyarakat Dusun Nglarang memproduksi kerajinan anyaman bambu tersebut sehingga dusun ini dikenal dengan satu- satunya dusun penghasil anyaman keranjang buah dari bambu di Desa Candi.

Dusun Ngipik memiliki potensi yang hampir serupa dengan Dusun Tarukan yaitu mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian utama sebagai penjual tanaman hias.

Terdapat 180 Kartu Keluarga dan penduduknya berjumlah kurang lebih 758 jiwa. Selain itu, di Dusun Ngipik juga terdapat pariwisata alam yaitu “Legok Madu” namun sayangnya wisata ini kurang menjadi perhatian masyarakat luar jika dibandingkan dengan Gedong Songo maupun Celosia, sehingga banyak masyarakat luar Desa Candi yang tidak mengetahui pariwisata ini.

Dusun terakhir yaitu Dusun Darum yang terletak persis di sebelah Gedong Songo yang menjadikan masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai pelaku usaha jasa di bidang pariwisata. Selain itu, terdapat banyak pengrajin yang

(21)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 14 menjual dan membuat sendiri kerajinan cendera mata sebagai oleh-oleh khas dari Gedong Songo. Potensi yang dimiliki Dusun Darum sangat menjanjikan khusunya pada tanaman wortel.

Dusun Darum yang berada di dataran tinggi menjadikan tanahnya subur sehingga menjadikan wortel yang dihasilkan oleh petani Dusun Darum berkualitas super hingga dapat bertahan meski dikirim ke luar Pulau Jawa. Namun, potensi tersebut sekarang ini kurang di kembangkan oleh masyarakat Dusun Darum sendiri karena mereka lebih memilih untuk beralih profesi sebagai pelaku usaha di bidang pariwisata.

Salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Candi adalah banyaknya potensi desa yang dihasilkan seperti wortel, alpukat, dan berbagai sayuran lainnya yang kurang mampu diolah menjadi makanan dengan daya jual yang lebih tinggi. Hasil alam yang melimpah hanya menjadi konsumsi pribadi dan didistribusikan ke beberapa daerah dalam bentuk sayur mentah. Hal ini akan menjadi lading basah bagi masyarakat Desa Candi apabila hasil alam yang melimpah tersebut dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi makanan khas Desa Candi yang dapat dijadikan sebagai buah tangan para wisatawan yang berkunjung di beberapa destinasi wisata di Desa Candi, Kecamatan Bandungan tersebut.

Oleh karena itu, dengan munculnya inovasi baru olahan makanan khas potensi Desa Candi, Kecamatan Banndungan, harapannya masyarakat dapat lebih produktif untuk melihat peluag usaha yang ckup prospektif untuk dikembangkan lebih

(22)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 15 jauh. Sehingga masyarakat Desa Candi dapat ikut mewujudkan kestabilan ekonomi nasional dengan mengembangkan umkm kecil olahan produk potensi local Desanya masing-masing.

(23)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 16

PRODUK OLAHAN MAKANAN KHAS SEBAGAI PENGUAT EKONOMI DESA CANDI

4.1 ABON WORTEL

Gambar 4.1

Produk Abon Wortel Ukuran 250 Gram

Abon wortel merupakan makanan yang terbuat dari bahan dasar utama yaitu wortel dan santan yang diolah dengan cara disangrai sampai kering. Wortel memiliki manfaat

BAB IV

(24)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 17 yang baik untuk menjaga kesehatan mata karena mengandung banyak vitamin A. Selain itu, manfaat lain dari wortel yaitu : 1. Dapat membuat kulit menjadi sehat

2. Memperkuat daya tahan tubuh 3. Memperkuat fungsi otak

4. Membantu menjaga berat badan

5. Mengontrol tekanan darah dan kolesterol.

Desa Candi, Kecamatan Bandungan merupakan salah satu daerah penghasil sayur-sayuran dan buah-buhan seperti wortel. Komoditas wortel di Desa Candi banyak tumbuh di Dusun Darum. Wortel yang telah dipanen sudah banyak didistribusikan ke berbagai wilayah karena kualitasnya bagus.

Namun sayangnya masih banyak hasil panen wortel yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, dengan adanya inovasi baru produk olahan abon wortel akan menjadi pe luang usaha yang cukup prospetif. Hal ini dapat dilihat dari analisis keuangan yang telah diolah oleh penulis.

Berikut cara pembuatan abon wortel:

Alat dan bahan :

- Wajan - Wortel 1 kg - Parutan - Santan kara 65 ml - Baskom - Bawang merah 7 siung - Spatula - Bawang putih 3 siung - Saringan - Cabai 5 buah

- Nampan - Garam secukupnya - Blender - Gula pasir 1 sdm

(25)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 18 - Kompor - Minyak goreng 1 sdm

Gambar 4.2

Bahan Pembuatan Abon Wortel

A. Prosedur Pembuatan Abon Wortel

- Kupas wortel, kemudian parut wortel - Haluskan bumbu

Gambar 4.3

Prosedur Pembuatan Abon Wortel

- Tumis bumbu hingga harum

- Masukan parutan wortel, aduk hingga rata

(26)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 19 Gambar 4.4

Prosedur Pembuatan Abon Wortel

- Tuang santan, kemudian aduk hingga rata Gambar 4.5

Prosedur Pembuatan Abon Wortel

- Setelah matang, angkat dan tiriskan

- Sangrai menggunakan api kecil hingga kering - Abon wortel siap dikemas

(27)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 20 B. Analisis Aspek Keuangan Produksi Abon Wortel

1. Biaya tetap dalam 1 bulan

Tabel 4.1

Biaya tetap dalam satu bulan Nama Barang Kontribusi Total Parutan 3 buah x @ 5.000,00 Rp 15.000,00 Baskom 3 buah x @ 4.000,00 Rp. 12.000,00 Blender 1 buah x @ 150.000,00 Rp 150.000,00 Kompor gas 1 buah x @ 128.000,00 Rp 128.000,00 Tabung gas 3kg 1 buah x .@ 20.000,00 Rp 20.000,00 Penampan 3 buah x @ 7.000,00 Rp 21.000,00

Total Rp 346.000,00

2. Biaya variabel per 1 kali olahan (5 buah abon wortel)

Tabel 4.2

Biaya variabel per satu kali olahan

Nama Barang Kontribusi Total

Kelapa @ 6.000 x 1buah Rp 6.000,00 Bawang Merah @ 5.000,00 x ¼ kg Rp 5.000,00 Gula Pasir @ 3.500,00 x ¼ kg Rp 3.500,00 Bawang putih @ 4.000 x ¼ kg Rp 4.000,00 Wortel @ 18.000,00 x 1 kg Rp 1.500,00

(28)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 21 Garam @ 3.000 x 1 bks Rp 8.000,00 Cabai @ 8.000 x ¼ kg Rp 1.000,00 Minyak Goreng @ 3.500 x ¼ liter Rp 1.500,00 Kemasan @ 2.000 x 5 pcs Rp 10.000,00

Total Rp 40.500,00

Dalam satu hari memproduksi 5 buah abon wortel.

Biaya variabel dalam 1 hari : Rp 40.500,00

Maka biaya variabel selama 1 bln : Rp Rp 40.500,00 x 30 hari : Rp 1.215.000,00

3. Rencana harga penjualan.

Rencana harga penjualan per produk Rp 10.000,00 dengan jumlah produksi 150 abon wortel per bulan.

Tabel 4.3

Rencana harga penjualan

Produk Jumlah terjual

Harga per buah

Total penjualan Abon Wortel 150 abon Rp

12.000,00

Rp

1.800.000,00

Total Rp

1.800.000,00

Total biaya produksi per bulan

Biaya tetap Rp 346.000,00

(29)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 22 Biaya variabel 1 bulan Rp 1.215.000,00 Total biaya produksi Rp 14.580.000,00 12 bulan

Biaya per unit Rp 1.215.000,00/150abon

= Rp 8.100,00

Dengan menjual produk seharga Rp 12.000,00, maka keuntungan per produk adalah sebesar

= Harga per produk – biaya produksi per unit

= Rp 12.000,00 – Rp 8.100,00

= Rp 3.900,00

Harga per unit

Harga per unit yang diterapkan untuk setiap satu Kue Lumpur Alpukat adalah Rp 12.000,00

Keuntugan per bulan

= Rp 3.900,00 x

= Rp 23.400.000,00

Jadi, jika dalam satu bulan dapat menjual 1..800 kue lumpur alpukat maka laba yang akan diperoleh dalam satu bulan yaitu sebesar Rp 1.764.000.

(30)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 23 4.2 KUE LUMPUR ALPUKAT

Gambar 4.6

Produk Kue Lumpur Alpukat

Kue lumpur merupakan jajanan khas nusantara yang cuup banyak disukai. Teksturnya lembut dengan rasa manis.

Selain rasa original ada juga kue lumpur yang berasa unik seperti inovasi dari paduan rasa alpukat yang kaya akan manfaat dan gizi.

Adonan kue lumpur umumnya terbuat dari santan, margarin, terigu, gula telur, vanili, dan baking powder.

Inovasi kue lumpur dari alpukat merupakan inovasi baru yang berpotensi dikembangkan di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Hal ini karena

(31)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 24 Desa Candi merupakan kaki gunung Ungaran dimana alpukat banyak dijumpai di Dusun Candi, Desa Candi.

A. Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat Alat dan Bahan :

- Pan Kue - Alpukat 360 gram - Kompor - Telur 2 btr

- Baskom - Tepung maizena 125 gram - Mixer - Susu skim 250 gram - Blender - Terigu 100 gram

- Mentega 50 gram - Santan kara 130 ml - Air 330 ml

- Gula pasir 250 gram - Sejumput garam - Sejuput vanili

Gambar 4.7

Bahan Pembuatan Kue Lumpur Alpukat

(32)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 25 Cara Pembuatan

- Haluskan alpukat, santan, dan air Gambar 4.8

Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat

- Cairkan mentega

Gambar 4.9

Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat

- Campurkan terigu, tepung maizena, susu skim, telur, mentega cair, dan gula pasir, kemudian haluskan menggunakan mixer

(33)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 26 Gambar 4.10

Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat

- Tambahkan sejumput garam dan sejumut vanili - Oleskan mentega ke pan kue

Gambar 4.11

Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat

- Panggang adonan menggunakan api kecil Gambar 4.12

Prosedur Pembuatan Kue Lumpur Alpukat

(34)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 27 - Saat setengah matang, tambahkan topping

diatasnya

- Tunggu hingga matang

- Angkat dan tunggu hingga tidak terlalu panas - Kemas menggunakan wadah mika

B. Analisis Aspek Keuangan Produksi Kue Lumpur Alpukat

1. Biaya tetap dalam 1 bulan

Tabel 4.4

Biaya tetap satu bulan kue lumpur alpukat Nama Barang Kontribusi Total Snack Maker

(Cetakan Kue)

1 buah x @ 210.000,00 Rp 210.000,00

Baskom 1 buah x @ 12.000,00 Rp. 12.000,00 Hand Mixer 1 buah x @ 160.000,00 Rp !60.000,00 Kompor gas 1 buah x @ 128.000,00 Rp 128.000,00 Tabung gas 3kg 1 buah x .@ 20.000,00 Rp 20.000,00

Total Rp 530.000,00

(35)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 28 2. Biaya variabel per 1 kali olahan (30 buah kue

lumpur)

Tabel 4.5

Biaya variabel persatu kali olahan kue lumpur alpukat

Nama Barang Kontribusi Total Santan Kara @ 3.000 x 2 bks Rp 6.000,00 Alpukat @ 3.000,00 x 3 buah Rp 9.000,00 Gula Pasir @ 3.500,00 x 1/4

gram

Rp 3.500,00

Telur @ 1.500 x 2 buah Rp 3.000,00 Mentega @ 1.500,00 x 50

gram

Rp 1.500,00

Susu Skim @ 8.000 x ¼ kg Rp 8.000,00 Tepung Terigu @ 1.000 x 100 gram Rp 1.000,00 Air Mineral @ 1.500 x 300 ml Rp 1.500,00 Chocochip @ 9.000 x 1 bks Rp 9.000,00

Cup @ 2.500 x 30

lembar

Rp 2.500,00

Kemasan Mika @ 200 x 3 lembar Rp 600,00

Total Rp 45.600,00

Dalam satu hari memproduksi 60 buah kue lumpur.

Biaya variabel dalam 1 hari : Rp 45.600 x 2 = Rp 91.200,00

(36)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 29 Maka biaya variabel selama 1 bln : Rp 91.200,00 x 30 hari : Rp 2.736.000,00

3. Rencana harga penjualan.

Rencana harga penjualan per produk Rp 2.500,00 dengan jumlah produksi 1.800 kue per bulan.

Table 4.6

Rencana harga penjualan kue lumpur alpukat Produk Jumlah

terjual

Harga per buah

Total penjualan Kue Lumpur

Alpukat

1.800 Kue Rp 2.500,00 Rp

4.500.000,00

Total Rp

3.600.000,00 Total biaya produksi per bulan

Biaya tetap Rp

530.000,00

Biaya variabel 1 bulan Rp 2.736.000,00

Total biaya produksi 12 bulan Rp 32.832.000,00

Biaya per unit Rp 2.736.000,00 / 1.800 kue Rp 1.520,00

Dengan menjual produk seharga Rp 2.500,00 maka keuntungan per produk adalah sebesar

(37)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 30

= Harga per produk – biaya produksi per unit

= Rp 2.500,00 – Rp 1.520,00

= Rp 980,00

Harga per unit

Harga per unit yang diterapkan untuk setiap satu Kue Lumpur Alpukat adalah Rp 2.500,00

Keuntugan per bulan

= 980,00 x 1.800

= 1,764,000

Jadi, jika dalam satu bulan dapat menjual 1..800 kue lumpur alpukat maka laba yang akan diperoleh dalam satu bulan yaitu sebesar Rp 1.764.000.

(38)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 31 4.3 SUSU BIJI KECIPIR

Gambar 4.13 Produk Susu Biji Kecipir

Susu dan produk olahan semacamnya memiliki kandungan protein, lemak, dan vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh dalam perkembangan tiap individu pada setiap fase kehidupan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi masyarakat Indonesia pada tahun 2019 hanya berkisar 16,5

(39)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 32 liter per kapita per tahun. Angka itu sangat rendah dibandingkan catatan negara ASEAN lainnya.

Dari data itu terlihat jelas perluya upaya peningkatan konsumsi susu. Apalagi susu memiliki banyak manfaat bagi tubuh apalagi untuk pertumbuhan anak. Oleh karena itu, dengan adanya inovasi olahan susu dari biji kecipir dapat menambah kuantitas konsumsi susu masyarakat Indonesia.

Mengapa biji kecipir ?

Meski terdengar asing di telinga generasi millennials, kecipir ternyata memiliki kandungan zat-zat baik yang memiliki khasiat seperti berikut :

1. Memperkuat sistem imun tubuh dan anti kanker 2. Meningkatkan kekuatan tulang

3. Mencegah cacat bayi baru lahir

4. Menaga vitalitas dan kebugaran tubuh 5. Menurunkan berat badan berlebih

A. Prosedur Membuat Susu Biji Kecipir Alat dan Bahan :

- Baskom - Biji Kecipir 250 gram - Panci - Air 1000 ml

- Kompor - Gula pasir 150 gram - Blender

- Saringan

Prosedur Pembuatan:

1. Rendam biji kecipir selama 12 jam (1 malam)

(40)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 33 2. Pilah biji kecipir yang bagus, buang kotoran yang

mengapung pada rendaman 3. Rebus biji kecipir selama ± 1 jam 4. Kupas kulit biji kecipir

5. Blender biji kecipir dengan ditambahkan air 6. Saring sari biji kecipir menggunakan kain saring 7. Rebus sari biji kecipir menggunakan api kecil,

kemudian tambahkan gula dan daun pandan 8. Tunggu hingga mendidih

9. Kemas dan simpan dalam lemari pendingin

B. Analisis Keuangan Produksi Susu Biji Kecipir 1. Biaya tetap dalam 1 bulan

Tabel 4.7

Biaya tetap satu bulan susu biji kecipir Nama Barang Kontribusi Total

Panci 1 buah x @

55.000,00

Rp 55.000,00

Baskom 1 buah x @

12.000,00

Rp. 20.000,00

Kompor gas 1 buah x @ 128.000,00

Rp 128.000,00

Tabung gas 3kg 1 buah x .@

20.000,00

Rp 20.000,00

Blender 1 Buah x @125.000 Rp 125.000,00

(41)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 34 Saringan 1 Buah x @ 50.000 Rp 50.000,00

Total Rp 398.000,00

2. Biaya variabel per 1 kali olahan (3 botol susu biji kecipir)

Tabel 4.8

Biaya variabel persatu kali olahan kue Nama Barang Kontribusi Total

Biji kecipir @ 57.000 x 1 kg Rp 57.000,00 Gula Pasir @ 3.500,00 x 1/4

gram

Rp 3.500,00

Total Rp 60.500,00

Dalam satu hari memproduksi 20 botol susu biji kecipir.

Biaya variabel dalam 1 hari : Rp 60.500

Maka biaya variabel selama 1 bln : Rp 60.500 x 30 hari : Rp 1.815.000,00

3. Rencana harga penjualan.

Rencana harga penjualan per produk Rp 5000,00 dengan jumlah produksi 600 botol per bulan.

(42)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 35 Table 4.9

Rencana harga penjualan susu biji kecipir

Produk Jumlah terjual

Harga per botol

Total penjualan Susu biji kecipir 600 botol Rp 6000 Rp 3.600.000,00

Total Rp 3.600.000,00

Total biaya produksi per bulan

Biaya tetap Rp 398.000,00

Biaya variabel 1 bulan Rp 1.815.000,00

Total biaya produksi 12 bulan Rp 21.780.000 Biaya per unit Rp 1.815.000,00 / 600 kue Rp 3,025 Dengan menjual produk seharga Rp 6.000,00 maka keuntungan per produk adalah sebesar

= Harga per produk – biaya produksi per unit

= Rp 6.000,00 – Rp 3.025,00

= Rp 2.075,00

Harga per unit

Harga per unit yang diterapkan untuk setiap satu botol susu biji kecipir adalah Rp 6.000,00

Keuntugan per bulan

= 3.025 x 600

(43)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 36

= 1.815.000

Jadi, jika dalam satu bulan dapat menjual 600 botol susu biji kecipir maka laba yang akan diperoleh dalam satu bulan yaitu sebesar Rp. 1.815.000,00.

(44)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 37 DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang. 2018. Kecamatan Bandungan dalam Angka. Bandungan : BPS Kabupaten Semarang.

Widiyanto. 2008. Studi Kelayakan Bisnis. Semarang : Unnes Press

(45)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 38 GLOSARIUM

Demografi : Ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia

Domestik : Berhubungan dengan permasalahan dalam negeri

KKN alternatif : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat

LP2M : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Mancanegara : Luar daerah kekuasaan atau daerah administrasi suatu negara

Mayoritas : Jumlah orang terbanyak yang memperlihatkan ciri tertentu menurut suatu patokan dibandingkan dengan jumlah yang lain yang tidak memperlihatkan ciri itu

Monografi : Tulisan (karangan, uraian) mengenai satu bagian dari suatu ilmu atau mengenai suatu masalah tertentu

Palawija : Tanaman hasil kedua setelah padi atau biasa disebut jenis tanaman pertanian selain padi

Pariwisata : Berhubungan dengan perjalanan untuk rekreasi, pelancongan, turisme

Potensi : Kemampuan yang mempunyai

kemungkinan untuk

dikembangkan,kekuatan, kesanggupan, daya.

Produktif : Bersifat atau mampu menghasilkan UMKM : Istilah umum dalam khazanah ekonomi

yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha

variabel : Objek penelitian yang menjadi fokus dalam suatu penelitian

(46)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 39 BIODATA PENULIS

1. Nama : Nissa Nur Baeti

NIM : 7101417236

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat & Tanggal Lahir : Pemalang, 14 Juli 1999

Fakultas : Ekonomi

Jurusan/Prodi/Semester : Pendidikan Ekonomi/

Pend. Koperasi/6

Alamat : Kec. Randudongkal, Kab.

Pemalang

No. HP : 087830980778

2. Nama : Nisa Ulfianti

NIM : 7101417271

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat & Tanggal Lahir : Purbalingga, 18 Februari 2000

Fakultas : Ekonomi

Jurusan/Prodi/Semester : Pendidikan Ekonomi/

Pendidikan Administrasi Perkantoran/6

Alamat : Grecol 05/04 Kalimanah, Purbalingga

No. HP : 088216299895

(47)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 40

3. Nama : Finna Maessy P.

NIM : 8111417086

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat & Tanggal Lahir : Serang, 12 Mei 1999

Fakultas : Hukum

Jurusan/Prodi/Semester : Ilmu Hukum/6

Alamat : Kp. Cikoneng, Desa

Cikoneng, Anyar, Kab.

Serang, Banten

No. HP : 081910202795

4. Nama : Yusuf Mustofa

NIM : 7101417153

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Tempat & Tanggal Lahir : Semarang, 27 November 1999

Fakultas : Ekonomi

Jurusan/Prodi/Semester : Pendidikan Ekonomi Koperasi/6

Alamat : Doplang Jurangsari RT 5 RW1 Kecamatan Bawen, Semarang

No. HP : 085741513810

5. Nama : Mohammad Daud Muhtar

NIM : 2111417031

(48)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 41 Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat & Tanggal Lahir : Purwakarta, 05 Juni 1998

Fakultas : Bahasa dan Seni

Jurusan/Prodi/Semester : Bahasa dan Sastra Indonesia/Sastra Indonesia/6

Alamat : Kp. Karajan, RT02/RW04, Desa Pacing, Kec. Jatisari, Kab. Karawang

No. HP : 08990088152

6. Nama : Septhian Eka Adiyatma

NIM : 8111417052

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat & Tanggal Lahir : Pangkalan Bun, 27 September 1998

Fakultas : Hukum

Jurusan/Prodi/Semester : Ilmu Hukum/6

Alamat : Jl. Merak RT.08 Kel.

Sidorejo,Kec. Arut

Selatan, Kab.

Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

No. HP : 08134651274

7. Nama : Nur Khofifah

(49)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 42

NIM : 6511417022

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat & Tanggal Lahir : Cilacap, 04 Oktober 1999 Fakultas : Ilmu Keolahragaan Jurusan/Prodi/Semester : IKM/Gizi/6

Alamat : Ds.Margasari RT 003/001, Kec.Sidareja, Kab.Cilacap

No. HP : 081215522498

8. Nama : Mohammad

Taufiqurrohman

NIM : 6211417112

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat & Tanggal Lahir : Medan, 23 November 1997

Fakultas : Ilmu Keolahragaan Jurusan/Prodi/Semester : Ilmu Keolahragaan/6 Alamat : Jl. Kasipah no. 740 RT 5

RW 1 Kec. Candisari Kota Semarang

No. HP : 082314928544

9. Nama : Mia Nur Arifah

NIM : 7101417202

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat & Tanggal Lahir : Magelang, 12 September

(50)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 43 1999

Fakultas : Ekonomi

Jurusan/Prodi/Semester : Pendidikan

Ekonomi/Pendidikan Administrasi Perkantoran /6

Alamat : Turus, Tempurejo,

Tempuran, Magelang

No. HP : 0895326380814

10. Nama : Raditya Dwi Putranto

Nugroho

NIM : 8111417075

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Tempat & Tanggal Lahir : Pati, 14 Februari 1999

Fakultas : Hukum

Jurusan/Prodi/Semester : Ilmu Hukum/6

Alamat : Desa Plangitan RT 07/02

Kecamatan Pati

Kabupaten Pati

No. HP : 081532786239

11. Nama : Muhammad Khoirul

Umam

NIM : 8111417087

Jenis Kelamin : Laki-Laki

(51)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 44 Tempat & Tanggal Lahir : Rembang, 09 Desember

1998

Fakultas : Hukum

Jurusan/Prodi/Semester : Ilmu Hukum/6

Alamat : Ds Mojorembun Kec.

Kaliori, Kab. Rembang Jawa Tengah

No. HP : 082241582800

12. Nama : Fitriyatun Na’imah

NIM : 6511417010

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat & Tanggal Lahir : Nganjuk, 1 Februari 1999

Fakultas : Ilmu Keolahragaan

Jurusan/Prodi/Semester : IKM/Gizi/6

Alamat : Ds. Ngagel, Kec.

Dukuhseti, Kab. Pati

No. HP : 087 752 384 903

(52)

Inovasi Baru Pendobrak Perekonomian 45

(53)

1 INOVASI BARU

PENDOBRAK PEREKONOMIAN

Buku ini membekali pengetahuan dan keterampilan pembaca dalam melihat peluang usaha yang cukup prospektif untuk dikembangkan, khususnya untuk masyarakat Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang yang memiliki potensi unggulan desanya yang cukup melimpah.

Secara umum buku ini dapat digunakan oleh semua kalangan, mulai dari dosen, masyarakat secara umum, dan semua pihak yang berkepentingan untuk pengembangan informasi yang sudah ada maupun diimplementasikan dikehidupan sehari-hari.

Luaran dari implementasi buku ini yaitu dapat memunculkan UMKM baru sebagai pembuka peluang usaha demi terciptanya kestabilan ekonomi nasional.

(54)

2

Gambar

Gambar 1.1  Peta Desa Candi
Grafik Jumlah Kepala Keluarga
Gambar 4.13  Produk Susu Biji Kecipir

Referensi

Dokumen terkait

Negara Indonesia sebagai negara hukum, memiliki peraturan tesendiri mengenai perkawinan, yang tertuang dalam UU No. 1/1974 undang-undang tersebut secara jelas

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Program Pemberdayaan Desa (PPD) di Desa Rambah, dan menganalisis penyaluran kredit oleh UED – SP kepada

Oleh sebab itu, kekuasaan dalam pan- dangan Gajah Mada dapat ditafsirkan sebagai kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung dengan

Hasil penelitian ini adalah implementasi DD secara teknis dan administrasi sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.Dalam perencanaan pembangunan partisipasi masyarakat

Untuk mengetahui pengaruh fixed asset turnover (FATO) terhadap return on investment (ROI) pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia... Untuk

konsistensi feses lebih cair, durasi lebih lama, dan menunjukkan gejala klinis diare yang lebih parah dibandingkan dengan kelompok kolostrum.. Feses anak sapi dari semua

Ibu Dra Tri Yuniarti, M.M, selaku Ketua Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, sekaligus dosen wali yang telah banyak

Tingkat kepercayaan yang digunakan pada perhitungan VaR dengan metode simulasi Monte Carlo pada aset tunggal dan portofolio yang dapat dibentuk dari tiga aset