• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT INTERAKTIF SUBTEMA 1 KEBERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU KELAS IV SDN 151 PEKANBARU SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT INTERAKTIF SUBTEMA 1 KEBERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU KELAS IV SDN 151 PEKANBARU SKRIPSI"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT INTERAKTIF SUBTEMA 1 KEBERAGAMAN BUDAYA

BANGSAKU KELAS IV SDN 151 PEKANBARU

SKRIPSI

diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:

IKA DEWI SUKMAWATI NPM : 176910958

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM RIAU PEKANBARU

2022

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapakan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, nikmat dan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dengan judul “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT INTERAKTIF SUBTEMA I KEBERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU KELAS IV SDN 151 PEKANBARU”. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu persyaratan bagi penulis untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Riau.

Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, niscaya penelitian ini tidak dapat penulis selesaikan menurut semestinya. Oleh karena itu, sudah pada tempatnyalah penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Dr. Hj. Sri Amnah, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk kuliah di Universitas Islam Riau dan mengikuti ujian proposal.

2. Bapak Zaka Hadikusuma Ramadan S.Pd.,M.Pd. selaku Ketua Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah berjasa dalam penentuan judul dan pembimbing proposal peneliti.

3. Ibu Dea Mustika, S.Pd.,M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan memberikan dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.

4. Seluruh Dosen dan Karyawan/I Tata Usaha Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau yang telah membantu peneliti dalam urusan untuk menyelesaikan proposal ini.

5. Teristimewa Ibunda tercinta Suhesti, Nenek tercinta Sawiyem, Ayahanda Sukarman dan Adek tercinta Wulan Cahyati yang selalu mendukung dan

(7)

ii

Mendoakan penulis serta terima kasih untuk semua kasih sayang, jasa, dan pengorbanan kepada peneliti.

6. Kepada sahabat Purwani Widia Ningsih, Radani Suslawati dan Vira Safitri yang telah menyemangati dan memotivasi peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini.

7. Kepada seluruh teman-teman Pendidikan Guru Sekolah Dasar Angakatan 2017 yang telah menyemangati peneliti.

8. Kepada Tomorrow X Together (TXT) Choi Soobin, Choi Yeonjun, Choi Beomgyu, Kang Taehyun dan Huening Kai yang selalu menemani lewat lagu dan menjadi penyemangat penulis dalam menyelesaikan penelitian ini.

9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu memberikan dukungan.

Akhir kata, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan karunia-Nya dan membalas segala kebaikan pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam Menyusun skripsi ini dan semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pihak- pihak yang membutuhkan.

Pekanbaru, Januari 2022

IKA DEWI SUKMAWATI

(8)

iii

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT INTERAKTIF SUBTEMA I KEBERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU KELAS IV SDN 151

PEKANBARU

IKA DEWI SUKMAWATI NPM. 176910958

Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau

Pembimbing: Dea Mustika, S.P., M.Pd.

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran powerpoint interaktif pada subtema 1 kelas IV, mempermudah guru untuk mengatasi siswa yang kurang fokus dalam belajar. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Desain pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahap yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluasi. Namun pada penelitian ini hanya dilakukan dengan tiga tahapan yaitu 1) tahap analisis terdiri dari analisis pendidik, peserta didik dan materi pembelajaran; 2) tahap desain yaitu perancangan media pembelajaran powerpoint interaktif dengan menggunakan aplikasi powerpoint; 3) tahap pengembangan yaitu memproduksi media pembelajaran yang telah dirancang pada tahap desain. Selain produksi media, peneliti juga menyusun instrument penelitian yaitu lembar validasi. Lembar validasi diisi oleh 6 validator ahli yang terdiri dari 2 validator ahli media, 2 validator ahli bahasa, dan 2 validator ahli materi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran powerpoint interaktif memenuhi kriteria sangat valid, dengan nilai rata-rata 90% untuk pembelajaran 1 dan 92,11% untuk pembelajaran 4.

Kata Kunci: Media pembelajaran, Powerpoint interaktif, Sekolah Dasar

(9)

iv

DEVELOPMENT OF INTERACTIVE POWERPOINT LEARNING MEDIA SUBTEMA I CULTURAL DIVERSITY OF THE NATION

CLASS IV SDN 151 PEKANBARU

IKA DEWI SUKMAWATI NPM. 176910958

A thesis Primary School Teacher Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Riau Islamic University

Advisor: Dea Mustika, S.P., M.Pd.

ABSTRACT

The purpose of this study is to develop interactive powerpoint learning media in sub- theme 1 class IV, making it easier for teachers to overcome students who are less focused on learning. This research method uses development research with the ADDIE development model. The ADDIE development design consists of 5 stages, namely:

Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. However, this research was only carried out in three stages, namely 1) the analysis phase consisted of an analysis of educators, students and learning materials; 2) the design stage, namely the design of interactive powerpoint learning media using the powerpoint application; 3) the development stage, namely producing learning media that have been designed at the design stage. In addition to media production, researchers also developed a research instrument, namely a validation sheet. The validation sheet is filled out by 6 expert validators consisting of 2 media expert validators, 2 language expert validators, and 2 material expert validators. The results of this study indicate that the interactive powerpoint learning media meets the very valid criteria, with an average value of 90% for learning 1 and 92.11% for learning 4.

Keywords: Learning media, interactive Powerpoint, Elementary School.

(10)

v DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

PERNYATAAN ORISINALITAS & PERSETUJUAN PUBLIKASI BERITA ACARA PENGESAHAN SIDANG AKHIR SKRIPSI

KATA PENGANTAR ... i

ABSTRAK... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL... vii

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 4

1.3 Batasan Masalah ... 5

1.4 Rumusan Masalah ... 5

1.5 Tujuan Penelitian ... 5

1.6 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Hakikat Pengembangan ... 8

2.2 Model Penelitian Pengembangan………...8

2.3 Media Pembelajaran ... 11

2.4 Microsoft PowerPoint Interaktif ... 17

2.5 Materi Pada Tema I Subtema I... 32

2.6 Penelitian Relevan ... 35

2.7 Kerangka Berfikir... 38

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendeketan dan Jenis Penelitian... 40

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian….………...40

3.3 Prosedur Penelitian... 41

3.4 Data ... 44

3.5 Sumber Data ... 44

3.6 Teknik dan Instrument Penelitian Data ... 45

3.7 Teknik Analisis Data ... 50

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Penelitian... 53

4.2 Hasil Penelitian………...……….54

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian ... 98

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 104

5.2 Saran………….………...………..104

(11)

vi

DAFTAR PUSTAKA ... 106 LAMPIRAN... 109 RIWAYAT HIDUP…...……….221

(12)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Skala Likert ...46

Tabel 3.2 Kategori Penilaian Lembar Validasi Ahli ...46

Tabel 3.3 Nama-Nama Validator Ahli ...47

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Lembar Validasi Ahli Materi...48

Tabel 3.5 Kisi-Kisi Lembar Validasi Ahli Bahasa...49

Tabel 3.6 Kisi-Kisi Lembar Validasi Ahli Media ...49

Tabel 3.7 Kriteria Interprestasi Pendapat Para Validator...52

Tabel 4.1 Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran 1 ...56

Tabel 4.2 Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran 4 ...57

Tabel 4.3 Materi Pembelajaran ...60

Tabel 4.4 Urutan Nama-Nama Validator ...75

Tabel 4.5 Hasil Validasi Media 1 Pembelajaran 1 ...76

Tabel 4.6 Hasil Revisi Validator 1 Pembelajaran 1 ...77

Tabel 4.7 Hasil Revisi Validator 2 Pembelajara 1 ...79

Tabel 4.8 Hasil Validasi Ahli Media 2 Pembelajaran 1 ...79

Tabel 4.9 Hasil Validasi Ahli Media 1 Pembelajaran 4 ...80

Tabel 4.10 Hasil Revisi Validator 1 Pembelajaran 4 ...81

Tabel 4.11 Hasil Revisi Validator 2 Pembelajaran 4 ...83

Tabel 4.12 Hasil Validasi Media 2 Pembelajaran 4 ...84

Tabel 4.13 Hasil Penilaian Ahli Bahasa 1 Pembelajaran 1 ...85

Tabel 4.14 Hasil Revisi Validator 1 Pembelajara 1 ...86

Tabel 4.15 Hasil Revisi Validator 2 Pembelajaran 1 ...87

Tabel 4.16 Hasil Penilaian Bahasa 2 Pembelajaran 1 ...87

Tabel 4.17 Hasil Validasi Bahasa 1 Pembelajaran 4...88

Tabel 4.18 Hasil Revisi Validator 1 Pembelajaran 4 ...89

Tabel 4.19 Hasil Revisi Validator 2 Pembelajara 4 ...90

Tabel 4.20 Hasil Penilaian Ahli Bahasa 2 Pembelajaran 4 ...91

Tabel 4.21 Hasil Penilaian Ahli Materi 1 Pembelajaran 1 ...92

Tabel 4.22 Hasil Revisi Validator 1 Pembelajaran 1 ...92

Tabel 4.23 Hasil Revisi Validator 2 Pembelajaran 1 ...93

Tabel 4.24 Hasil Penilaian Ahli Materi 2 Pembelajaran 1 ...94

Tabel 4.25 Hasil Penilaian Ahli Materi 1 Pembelajaran 4 ...95

Tabel 4.26 Hasil Revisi Validator 1 Pembelajara 4 ...96

Tabel 4.27 Hasil Revisi Validator 2 Pembelajaran 4 ...97

Tabel 4.28 Hasil Penilaian Ahli Materi 2 Pembelajaran 4 ...98

Tabel 4.29 Rekapitulasi Hasil Validasi Media PowerPoint Interaktif...100

(13)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Gambar aplikasi powerpoint 2016 ...22

Gambar 2.2 Tampilan utama saat membuka powerpoint...22

Gambar 2.3 Tampilan layar presentasi PPT...23

Gambar 2.4 Format Background powerpoint...23

Gambar 2.5 Tampilan insert...24

Gambar 2.6 Pictures untuk memilih ikon gambar ...24

Gambar 2.7 Tampilan insert...25

Gambar 2.8 Contoh format yang dipilih ...25

Gambar 2.9 Tampilan hyperlink...26

Gambar 2.10 Tampilan slide show ...27

Gambar 2.11 Tampilan hyperlink to slide ...28

Gambar 4.12 Tampilan slide title ...28

Gambar 2.13 Tampilan menggunakan trigger ...29

Gambar 2.14 Tampilan action settings ...30

Gambar 2.15 Gambar action settings ...31

Gambar 2.16 Kerangka Berpikir ...39

Gambar 3.1 Prosedur Pengembangan Media Powerpoint interaktif ...41

Gambar 4.1 Halaman Awal Pembelajaran 1 Tema 1 Subtema 1 ...61

Gambar 4.2 Halaman Awal Pembelajaran 4 Tema 1 Subtema 1 ...62

Gambar 4.3 Tampilan Menu Pada Pembelajaran 1 Tema 1 Subtema 1 ...63

Gambar 4.4 Tampilan Menu Pada Pembelajaran 4 Tema 1 Subtema 1...65

Gambar 4.5 Tujuan Pembelajaran Tema 1 Subtema 1 Pembelajaran 1 ...66

Gambar 4.6 Tujuan Pembelajaran Tema 1 Subtema 1 Pembelajaran 4 ...67

Gambar 4.7 Halaman Isi Materi dan Latihan Soal Pembelajaran 1 ...68

Gambar 4.8 Halaman Isi Materi dan Latihan Soal Pembelajaran 4 ...70

Gambar 4.9 Halaman Penutup Pembelajaran 1...72

Gambar 4.10 Halaman Penutup Pembelajaran 4...73

Gambar 4.11 Diagram Perbandingan Hasil Penilaian Media PPT Interaktif...101

Gambar 4.12 Diagram Hasil Keseluruhan Uji Validasi ...102

(14)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Jadwal Kegiatan Penelitian ...110

Lampiran 2 Lembar Wawancara Awal ...111

Lampiran 3 Teks Wawancara Dengan Guru Kelas IV SDN 151 Pekanbaru ...112

Lampiran 4 Teks Percakapan Wawancara Peneliti dan Peserta Didik...113

Lampiran 5 Analisis Materi Pembelajaran Tema 1 Subtema 1 ...115

Lampiran 6 Lembar Validasi Ahli Media ...119

Lampiran 7 Hasil Validasi 1 Ahli Media 1 Pembelajaran 1 ...121

Lampiran 8 Hasil Validasi 1 Ahli Media 2 Pembelajaran 1 ...123

Lampiran 9 Hasil Rekapitulasi Ahli Media Validasi 1 Pembelajaran 1 ...125

Lampiran 10 Hasil Validasi 2 Ahli Media 1 Pembelajaran 1 ...126

Lampiran 11 Hasil Validasi 2 Ahli Media 2 Pembelajaran 1 ...128

Lampiran 12 Hasil Rekapitulasi Ahli Media Validasi 2 Pembelajaran 1 ...130

Lampiran 13 Hasil Validasi 1 Ahli Media 1 Pembelajaran 4 ...131

Lampiran 14 Hasil Validasi 1 Ahli Media 2 Pembelajaran 4 ...133

Lampiran 15 Hasil Rekapitulasi Ahli Media Validasi 1 Pembelajaran 4 ...135

Lampiran 16 Hasil Validasi 2 Ahli Media 1 Pembelajaran 4 ...136

Lampiran 17 Hasil Validasi 2 Ahli Media 2 Pembelajaran 4 ...138

Lampiran 18 Hasil Rekapitulasi Ahli Media Validasi 2 Pembelajaran 4 ...140

Lampiran 19 Lembar Validasi Ahli Bahasa ...141

Lampiran 20 Hasil Validasi 1 Ahli Bahasa 1 Pembelajaran 1 ...143

Lampiran 21 Hasil Validasi 1 Ahli Bahasa 2 Pembelajaran 1 ...145

Lampiran 22 Hasil Rekapitulasi Ahli Bahasa Validasi 1 Pembelajaran 1 ...147

Lampiran 23 Hasil Validasi 2 Ahli Bahasa 1 Pembelajaran 1 ...148

Lampiran 24 Hasil Validasi 2 Ahli Bahasa 2 Pembelajaran 1 ...150

Lampiran 25 Hasil Rekapitulasi Ahli Bahasa Validasi 2 Pembelajaran 1………152

Lampiran 26 Hasil Validasi 1 Ahli Bahasa 1 Pembelajaran 4 ...153

Lampiran 27 Hasil Validasi 1 Ahli Bahasa 2 Pembelajaran 4 ...155

Lampiran 28 Hasil Rekapitulasi Ahli Bahasa Validasi 1 Pembelajaran 4 ...157

Lampiran 29 Hasil Validasi 2 Ahli Bahasa 1 Pembelajaran 4 ...158

Lampiran 30 Hasil Validasi 2 Ahli Bahasa 2 Pembelajaran 4 ...160

Lampiran 31 Hasil Rekapitulasi Ahli Bahasa Validasi 2 Pembelajaran 4 ...162

Lampiran 32 Lembar Validasi Ahli Media ...163

Lampiran 33 Hasil Validasi 1 Ahli Materi 1 Pembelajaran 1 ...165

Lampiran 34 Hasil Validasi 1 Ahli Materi 2 Pembelajaran 1 ...167

Lampiran 35 Hasil Rekapitulasi Ahli Materi Validasi 1 Pembelajaran 1 ...169

Lampiran 36 Hasil Validasi 2 Ahli Materi 1 Pembelajaran 1 ...170

Lampiran 37 Hasil Validasi 2 Ahli Materi 2 Pembelajaran 1 ...172

Lampiran 38 Hasil Rekapitulasi Ahli Materi Validasi 2 Pembelajaran 1 ...174

Lampiran 39 Hasil Validasi 1 Ahli Materi 1 Pembelajaran 4 ...175

Lampiran 40 Hasil Validasi 1 Ahli Materi 2 Pembelajaran 4 ...177

Lampiran 41 Hasil Rekapitulasi Ahli Materi Validasi 1 Pembelajaran 4 ...179

(15)

x

Lampiran 42 Hasil Validasi 2 Ahli Materi 1 Pembelajaran 4 ...180

Lampiran 43 Hasil Validasi 2 Ahli Materi 2 Pembelajaran 4 ...182

Lampiran 44 Hasil Rekapitulasi Ahli Materi Validasi 2 Pembelajaran 4 ...184

Lampiran 45 Visualisasi Media Powerpoint Interaktif Pembelajaran 1 ...185

Lampiran 46 Visualisasi Media Powerpoint Interaktif Pembelajaran 4 ...197

Lampiran 47 Dokumentasi ...209

Lampiran 48 Surat Izin Riset Dari TU FKIP UIR ...212

Lampiran 49 Surat Rekomendasi Dari DPMTSP ...213

Lampiran 50 Surat Keterangan Penelitian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik .214 Lampiran 51 Surat Izin Penelitian Dari Dinas Pendidikan ...215

Lampiran 52 Surat Tugas Validator Ahli Media 1 ...216

Lampiran 53 Surat Tugas Validator Ahli Media 2...217

Lampiran 54 Surat Tugas Validator Ahli Bahasa 1 ...218

Lampiran 55 Surat Tugas Validator Ahli Bahasa 2 ...219

Lampiran 56 Surat Tugas Validator Ahli Media 2...220

(16)

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar agar peserta didik aktif dalam mengembangkan potensial dirinya yang memiliki kecerdasan, keterampilan, kepribadian yang diperlukan peserta didik ketika bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan merupakan tuntutan dalam hidup tumbuhnya anak, pendidikan dapat menjadikan anak sebagai orang yang berguna bagi nusa dan bangsa serta pendidikan dapat membawa anak ke kehidupan yang lebih baik.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat dikalangan masyarakat. Hal ini mengakibatkan semakin banyak masyarakat memanfaatkan teknologi salah satunya di dunia pendidikan. Dunia pendidikan sangat banyak memanfaatkan teknologi untuk melakukan proses pembelajaran, salah satunya yaitu penggunaan media pembelajaran.

Menurut Elpira & Ghufron (2015:97) media pembelajaran merupakan bagian dari komponen pembelajaran (urutan instruksional, metode, media, dan waktu) yang digunakan secara bersama-sama guna efektivitas pembelajaran.

Dengan adanya penggunaan media dalam pembelajaran dapat mengembangkan kreatifitas dan ide-ide kemampuan siswa dalam proses pembelajaran 1

(17)

2

berlangsung. Penggunaan media dapat meningkatkan fokus siswa terhadap pembelajaran.

Media pembelajaran sangat banyak jenisnya salah satunya media pembelajaran berbasis TIK, yaitu multimedia berbasis PowerPoint. Menurut Anyan dkk (2020:16) microsoft powerpoint adalah suatu software yang akan membantu dalam menyusun sebuah presentasi yang efektif, profesional, dan juga mudah.

Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 2 maret 2021 dengan guru kelas IV SD Negeri 151 Pekanbaru, didapatkan informasi bahwa guru telah menggunakan media pembelajaran seperti media video dan gambar. Walaupun sudah menggunakan media tersebut, guru kelas IV mengatakan bahwa guru mengalami kesulitan saat mengajar, dikarenakan siswa kurang fokus saat mengikuti proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Siswa lebih banyak diam saat ditanya guru. Suasana kelas saat proses pembelajaran berlangsung masih terasa pasif. Guru mengakui yang biasa digunakan media video dan media gambar. Berdasarkan hasil pengamatan penulis guru menggunakan media video yang digunakan guru berupa video yang di download dari youtube.

Contoh videonya adalah video tarian daerah yang di download dari youtube dan saat mengajar guru menampilkan video tarian daerah dengan menggunakan infocus dan speaker agar suara dari video tersebut dapat terjangkau siswa yang ada di dalam kelas tersebut. Sedangkan media gambar berupa potongan gambar dari internet. Contohnya seperti gambar rumah adat, yang dicetak warna disatu kertas HVS ukuran A 4 penuh. Kemudian saat guru mengajar, gambar rumah

(18)

3

adat di tempelkan di papan tulis menggunakan isolasi. Hanya saja penggunaan media pembelajaran dengan gambar seperti ini tampak kurang menarik perhatian siswa. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Irfan dkk (2019:17-18) yang menyatakan bahwasannya ketika guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan media gambar, terlihat beberapa siswa kurang termotivasi untuk belajar dikarenakan proses pembelajarannya kurang menarik.

Sehingga diperlukan media pembelajaran yang menarik dan dapat membuat siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran seperti penggunaan media berbasis TIK menggunakan aplikasi powerpoint. Menurut Nurseto (dalam Putri dan Rezkita, 2019:685-686) powerpoint merupakan salah satu software yang dirancang khusus untuk menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan dan relatif murah karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat menyimpan data. Pengembangan media pembelajaran berbasis TIK yang akan dikembangakan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan aplikasi powerpoint interaktif. Program ini sama halnya dengan aplikasi presentasi lainya yaitu adanya teks, gambar, video, audio, animasi dan sebagainya. Yang membedakan adalah powerpoint interaktif ini menggunakan hyperlink untuk membuat interaktifnya.

Berdasarkan masalah yang dijelaskan, peneliti mengembangkan powerpoint interaktif pada subtema I keberagaman budaya bangsaku kelas IV SDN 151 Pekanbaru. yang berisi tulisan, gambar, serta video pembelajaran yang disajikan. Kemenarikan media yang akan dirancang yaitu background

(19)

4

powerpoint mendesain sendiri, materi dan soal kuis menjadi satu, jadi saat siswa setelah mempelajari materi pelajaran setiap KD pembelajaran, siswa langsung mengerjakan beberapa soal kuis serta terdapat transitions dan animasi suara pada setiap slidenya.

Media powerpoint interaktif bisa digunakan dilaptop dan handphone. Saat pembelajaran offline media ini digunakan dengan menggunakan laptop dan infocus yang ada disekolah, sedangkan pada pembelajaran Online media dapat digunakan dengan handphone. Oleh karena itu diharapkan penggunaan media pembelajaran powerpoint interaktif dapat meningkatkan keaktifan, fokus dan pemahaman siswa dikelas.

Dengan demikian, peniliti akan mengangkat permasalahan itu dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Interaktif Subtema I Keberagaman Budaya Bangsaku Kelas IV SDN 151 Pekanbaru”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas permasalahan yang terdapat di SDN 151 Pekanbaru yaitu:

1. Guru mengalami kesulitan saat mengajar karena kurangnya keefektifan dalam mengembangkan media.

2. Siswa kurang fokus saat mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung.

3. Siswa lebih banyak diam saat ditanya guru.

4. Suasana kelas saat proses pembelajaran berlangsung terasa pasif.

5. Media gambar yang digunakan berupa potongan gambar.

6. Media video yang digunakan berupa video didownload dari youtube.

(20)

5

7. Belum ada penggunaan media pembelajaran powerpoint interaktif di kelas 4 sekolah dasar.

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka batasan masalah dalam penelitian ini penulis memfokuskan pengembangan media pembelajaran powerpoint interaktif pada subtema I keberagaman budaya bangsaku pembelajaran 1 dan pembelajaran 4 kelas IV Sekolah Dasar. Alasan peneliti memilih subtema dan pembelajaran tersebut dikarenakan pembelajarannya menarik tentang buadaya Indonesia serta di pembelajaran 1 dan pembelajaran 4 dapat diselaraskan dan saling terhubung, serta saran dari guru bahwa di pembelajaran 1 dan pembelajaran 4 siswa sering mengalami tidak fokus saat pembelajaran berlangsung.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas maka perlu adanya rumusan masalah pada penelitian ini. Rumusan masalah dalam penelitian adalah

1. Bagaimanakah pengembangan media pembelajaran powerpoint interaktif pada subtema 1 keberagaman budaya bangsaku kelas IV SDN 151 Pekanbaru?.

2. Bagaimanakah validitas media pembelajaran powerpoint interaktif pada subtema 1 keberagaman budaya bangsaku kelas IV SDN 151 Pekanbaru?

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah

(21)

6

1. Mengetahui pengembangan media pembelajaran powerpoint interaktif pada subtema I keberagaman budaya bangsaku kelas IV SDN 151 Pekanbaru.

2. Mengetahui validitas media pembelajaran powerpoint interaktif pada subtema I keberagaman budaya bangsaku kelas IV SDN 151 Pekanbaru.

1.6 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka hasil penelitian pengembangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang terkait. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain:

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada pembaca secara teoritis tentang pengembangan media pembelajaran powerpoint interaktif subtema 1 keberagaman budaya bangsaku kelas IV SDN 151 Pekanbaru.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Sekolah:

Memberikan kemajuan mutu Pendidikan sekolah kaitannya bidang teknologi.

b. Bagi Guru:

Dengan adanya media powerpoint interaktif, guru dapat dengan mudah menarik dan memfokuskan perhatian siswa dalam kegiatan pembelajaran.

(22)

7 c. Bagi Siswa:

Dengan adanya penggunaan media pembelajaran powerpoint interaktif, siswa dapat lebih aktif dan fokus saat proses pembelajaran berlangsung serta suasana kelas akan menjadi lebih hidup.

d. Bagi Peneliti Lainnya:

Dapat digunakan sebagai bahan atau sumber data untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan pengembanga media pembelajaran powerpoint interaktif di sekolah dasar.

(23)

8 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Hakikat Pengembangan 2.1.1 Pengertian Pengembangan

Pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk. Menurut Steel dan Richey (dalam Mursyadat, 2015:42) penelitian pengembangan didefinisikan sebagai media pembelajaran sederhana yang mengembangkan, merancang, dan mengevaluasi hasil belajar yang memenuhi konsistensi. Menurut Sugiyono (2014:407) metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitiannya yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut.

Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran sederhana yang mengembangkan, merancang dan menguji kefektifan produk tersebut. Pada pengembangan dunia pendidikan produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran, bahan ajar, perangkat pembelajarannya, dan sebagainya.

2.2 Model Penelitian Pengembangan

Tiga macam model penelitian pengembangan serta langkah-langkah penelitian pengembangan yang dijadikan alur dalam penelitian yaitu sebagai baerikut:

8

(24)

9 2.2.1 Model Borg and Gall

Menurut Borg and Gall (dalam Sugiono, 2019:35) ada 10 langkah dalam R&D sebagai berikut: (1) Pengumpulan informasi meliputi kebutuhan (2) Perancanaan (3) Mengembangkan produk awal (4) Pengujian produk awal oleh validator (5) Revisi (6) Uji coba lapangan (7) Revisi (8) Uji pelaksanaan lapangan (9) Penyempurnaan produk (10) Implementasi produk).

“Penelitian pengembangan adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk Pendidikan. Penelitian ini mengikuti suatu langkah-langkah secara siklus. Langkah penelitian atau proses pengembangan ini terdiri atas kajian tentang temuan penelitian produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk berdasarkan temuan-temuan tersebut, melakukan uji coba lapangan sesuai dengan latar dimana produk tersebut akan dipakai dan melakukan revisi terhadap hasil uji lapangan.” (Molenda dalam Dewi, 2018:18-19).

Dari pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa model Borg and Gall merupakan penelitian pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk. Langkah-langkah dalam melakukan pengembangan, yaitu: (1) pengumpulan informasi (2) perancanaan (3) mengembangkan produk (4) uji coba lapangan (5) revisi.

2.2.2 Model 4D

Menurut Thiagarajan (dalam Sugiyono, 2019:37) tahap-tahap penelitian pengembangan yang biasa disingkat 4D yaitu Define (Pendefisian), berisi kegiatan untuk menetapkan produk apa yang akan dikembangkan,

(25)

10

beserta spesifikasinya. Tahap ini merupakan kegiatan analisis kebutuhan, yang dilakukan melalui penelitian dan studi literatur. Design (Perancangan), berisi kegiatan untuk membuat rancangan terhadap produk yang telah ditetapkan. Development (Pengembangan), berisi kegiatan membuat rancangan menjadi produk dan menguji validitas produk secara berulang- ulang sampai dihasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Dissemination (Disseminasi), berisi kegiatan menyebarluaskan produk yang telah teruji untuk dimanfaatkan orang lain. Menurut Thaigarajan (dalam Kristanti & Julia, 2017:40-41) model perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian pengembangan yaitu mulai dari tahap pendefinisian (define), tahap perencanaan (design), tahap pengembangan (development) dan tahap penyebaran (disseminate).

Dari pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan mode 4D memiliki empat tahapan yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perancanaan (design), tahap pengembangan (development) dan tahap penyebaran (disseminate).

2.2.3 Model ADDIE

“Menurut Robert Maribe Branch (dalam Sugiyono, 2019:38) mengembangkan desain pembelajaran dengan pendekatan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap Analysis berhubungan dengan kegiatan analisis terhadap potensi dan masalah yang ditemukan. Tahap Design melakukan perencanaan produk sesuai dengan yang diperlukan. Tahap Development, yang dimana melakukan pembuatan serta ujicoba produk. Tahap Implementation, merupakan kegiatan

(26)

11

yang menerapkan produk yang sudah dirancang. Dan terakhir tahap Evaluation yaitu kegiatan evaluasi terhadap produk yang telah dibuat”.

Menurut Aldoobie (2015:68) Model ADDIE adalah salah satu model yang paling umum digunakan dalam bidang desain instruksional sebagai pedoman untuk memproduksi sebuah desain yang efektif. Selain itu, ADDIE merupakan singkatan dari Analyze (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi/Penerapan) dan Evaluation (Evaluasi).

Dari pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan model ADDIE memiliki lima tahapan, yaitu: Analyze (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi/Penerapan) dan Evaluation (Evaluasi).

Pada penelitian ini akan digunakan model penelitian pengembangan ADDIE yang terdiri dari: Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Model ini dipilih karena sesuai dengan masalah yang melatar belakangi hasil observasi dan wawancara.

2.3 Media Pembelajaran

2.3.1 Pengertian Media Pembelajaran

Media pembelajaran merupakan alat yang digunakan guru untuk membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Menurut Andriani &

Wahyudi (2016:145) media pembelajaran adalah media yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran di kelas dan membantu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Menurut Jalinus & Ambiyar (2016:4)

(27)

12

“media pembelajaran adalah segala sesuatu yang menyangkut software dan hardware yang dapat digunakan untuk menyampaikan isi materi ajar dari sumber pembelajaran ke peserta didik (individu atau kelompok), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat pembelajar sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran (di dalam/di luar kelas) menjadi lebih efektif.”

Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan media yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan dapat menarik perhatian siswa.

Media pembelajaran dapat membantu memfokuskan siswa untuk belajar.

2.3.2 Tujuan Media Pembelajaran

Tujuan media pembelajaran adalah untuk membantu jalannya proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Menurut Sanaky (dalam Suryani dkk, 2018:8-9) tujuan media sebagai alat bantu pembelajaran adalah untuk:

1. Mempermudah proses pembelajaran di kelas;

2. Meningkatkan efisiensi proses pembelajaran;

3. Menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar;

4. Membantu konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran.

Menurut Salma (dalam Haerani, 2017:19-20) bahwa tujuan dari media pembelajaran adalah untuk:

1. Memberikan pengalaman yang berbeda dan bervariasi sehingga merangsang minat peserta didik untuk belajar;

(28)

13

2. Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam bidang teknologi.

3. Menciptakan situasi belajar yang menyenangkan dan tidak mudah dilupakan oleh peserta didik.

4. Menjadikan belajar lebih efektif, efisien, dan bermakna.

5. Membuka peluang belajar di mana saja dan kapan saja.

6. Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik.

7. Menjadikan belajar sebagai kebutuhan.

Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan media pembelajaran, yaitu:

1. Mempermudah proses pembelajaran di kelas;

2. Menjadikan belajar lebih efektif dan efisien;

3. Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik;

4. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan;

5. Membantu konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran.

2.3.3 Fungsi Media Pembelajaran

Media pembelajaran mempunyai banyak fungsi diantaranya, yaitu:

membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menarik, membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami dan sebagainya. Menurut Sanaky (dalam Mustaqim, 2016:178) fungsi media adalah sebagai perangsang pembelajaran, yaitu:

a. Menghadirkan objek dan langkah sebenarnya;

b. Membuat duplikasi dari objek sebenarnya;

c. Membuat konsep abstrak menjadi konsep konkret;

(29)

14 d. Memberi kesamaan persepsi;

e. Mengatasi hambatan waktu;

f. Menyajikan ulang informasi secara konsisten;

g. Memberi suasana belajar yang menyenangkan, tidak tertekan, sanati, dan menarik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Kemp & Dayton (dalam Arsyad, 2013:23) tiga fungsi media pembelajaran yang digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu: (1) memotivasi minat atau tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi.

Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa fungsi media pembelajaran diantaranya yaitu:

1. Memotivasi minat;

2. Memberi suasana belajar yang menyenangkan.

3. Menyajikan informasi;

4. Mengatasi hambatan waktu;

5. Membuat konsep abstrak menjadi konsep yang konkret.

2.3.4 Manfaat Media Pembelajaran

Manfaat media pembelajaran adalah untuk membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Menurut Kemp & Dayton (dalam Akhmad, 2016:7) “beberapa manfaat media pembelajaran: a) penyampaian pelajaran menjadi lebih baku, b) Pembelajaran bisa lebih menarik, c) Pembelajaran bisa lebih interaktif, d) Dapat mempersingkat waktu, e) Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan, f) Pembelajaran dapat diberikan kapan dan

(30)

15

dimana diinginkan yang diperlukan, g) sifat positif, h) Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif.”

Menurut Hamalik (dalam Nurseto, 2011:22) pemanfaat media dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan berpengaruh secara psikologis kepada siswa.

Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa manfaat media pembelajaran dapat menarik perhatian siswa serta dapat meningkatkan motivasi dalam kegiatan belajar dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Selain itu media pembelajaran bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

2.3.5 Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Media pembelajaran memiliki beberapa jenis diantaranya ada: media cetak, media visual, media audio-visual, dan lain-lain. Menurut Leshin dkk (dalam Hamid, 2020:19) mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi lima jenis, diantaranya:

1. Media berbasis makhluk hidup (baik manusia, hewan maupun tumbuhan), seperti guru, instruktur, tutor, main-peran kegiatan kelompok, field-trip, observasi hewan, observasi tumbuhan d itaman nasional, dan lain sebagainya.

2. Media berbasis cetak, seperti buku panduan, buku latihan, lembar kerja, modul, buletin, majalah ilmiah, komik, catatan harian, poster dan lainnya.

(31)

16

3. Media berbasis visual, seperti bagan, grafik, peta, transparansi, slide, dan lain sebagainya.

4. Media berbasis audio-visual, seperti video, film, program slide-tape, televise, youtube.

5. Media berbasis komputer, seperti pembelajaran dengan bantuan komputer interaktif video, hypertext, web-based learning, aplikasi pendukung pembelajaran (seperti GeoGebra, Mathlab, SPSS, Autograph, dan lain sebagainya).

Menurut Sumiati (dalam Asyhari & Silvia, 2016:3) jenis media pembelajaran terdiri atas:

a. Media pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran secara massal atau banyak orang. Contoh: belajar melalui televise atau radio.

b. Media pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran secara individual atau perorangan. Contoh: belajar melalui modul atau buku.

Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis media pembelajaran terdiri dari:

a. Medi berbasis makhluk hidup, seperti guru, observasi hewan, observasi tumbuhan, dan sebagainya.

b. Media cetak, seperti buku, modul, majalah, dan sebagainya.

c. Media visual, seperti foto, peta, lukisan, dan sebagainya.

d. Media audio-visual, seperti film, youtube, video, dan sebagainya.

e. Media berbasis komputer, seperti web-based leraning, aplikasi pendukung pembelajaran dan sebagainya.

(32)

17 2.4 Microsoft PowerPoint Interaktif

2.4.1 Pengertian PowerPoint

Powerpoint merupakan media yang digunakan untuk presentasi dilengkapi dengan fitur-fitur unik dan menarik. Menurut Rusman dkk (2013:295) Microsoft Office PowerPoint merupakan program aplikasi presentasi yang popular dan paling banyak digunakan saat ini untuk berbagai kepentingan presentasi, baik pembelajaran, presentasi produk, meeting, seminar, lokakarya dan sebagainya.

Menurut Nurhidayati (dalam Hutahaean, 2020:148) Powerpoint merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan poin-poin pokok dari materi yang kita sampaikan dengan fitur-fitur yang menarik. Menurut Anggraini (dalam Cahyanti, 2018:11) “PowerPoint merupakan program untuk membuat dan mengolah prsentasi interaktif yang menawarkan kemudahan dan banyak digunakan saat ini. Dengan PowerPoint anda dapat membuat lembar kerja presentasi mulai dari membuat slide, memformat teks, mengatur desain presentasi, menambahkan objek audio-video, mengolah transasi slide hingga menggunkan animasi.” Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian PowerPoint merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan materi-materi pokok berupa tulisan, gambar, video, audio dengan fitur-fitur yang menarik.

2.4.2 Microsoft PowerPoint Interaktif

Microsoft PowerPoint Interaktif merupakan berisi slide yang mengandung hyperlink sehingga dapat menimbulkan interaktif didalamnya.

(33)

18

Menurut Haerani Wahyu Evi (2017:25) PowerPoint Interaktif merupakan persembahan slide yang disusun secara interaktif dan dalam bentuk menu sehingga mampu menampilkan feedback yang telah deprogram. Menurut Putri & Rezkita (2019:685) Powerpoint dapat dijadikan media pembelajaran interaktif karena di dalamnya terdapat fasilitas pendukung seperti hyperlink, menambah animasi, video, gambar, musik, membuat soal evaluasi melalui Visual Basic for Applications (VBA) dan masih banyak lagi.

Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa Microsoft PowerPoint Interaktif merupakan slide yang disusun secara interaktif dan dalam bentuk menu yang didalam terdapat hyperlink, animasi, video, gambar, musik dan masih banyak lagi.

2.4.3 Manfaat PowerPoint Interaktif

Manfaat powerpoint yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Menurut Muthoharoh (2019:26) Pemanfaatan PowerPoint dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu:

1. Personal Presentation, pada umumnya PowerPoint digunakan untuk presentasi dalam pembelajaran klasik. Seperti proses pembelajaran, kuliah, training, seminar, workshop, dan lain-lain.

2. Stand Alone, pada pola penyajian ini, PowerPoint dapat dirancang khusus untuk pembelajaran individual yang bersifat interaktif, meskipun kadar interaktifnya tidak terlalu tinggi namun PowerPoint mampu menampilkan feedback yang sudah diprogram.

(34)

19

3. Web Based, pada pola ini PowerPoint dapat diformat menjadi file web atau (html) sehingga program yang muncul berupa browser yang dapat menampilkan internet. Hal ini ditunjang dengan adanya fasilitas PowerPoint untuk mempublish hasil pekerjaan menjadi web.

Menurut Zain & Pratiwi (2021:78) Media PowerPoint dalam pembelajaran memberikan manfaat yang tinggi terhadap proses pembelajaran seperti meningkatkan pemahaman konsep dan meningkatkan prestasi belajar.

Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa manfaat PowerPoint adalah dapat digunakan dalam presentasi pembelajaran yang dapat meningkatkan konsep pemahaman dan prestasi belajar siswa.

2.4.4 Kelebihan dan Kekurangan PowerPoint Interaktif

Media powerpoint memiliki kelebihan diantaranya yaitu: memiliki tampilan yang menarik, dapat merangsang motivasi belajar siswa. Menurut Amrina dkk (2019:8) Kelebihan media PowerPoint adalah menarik, merangsang siswa untuk belajar, tampilan visual mudah dipahami, memudahkan guru dalam menyampaikan materi, bersifat kondisional, dan praktis.

Menurut Mangkulo (dalam K dkk, 2018:197) “kelebihan PowerPoint adalah memiliki variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan, materi pembelajaran disampaikan secara utuh melalui pointer-pointer materi, praktis (bisa untuk semua ukuran kelas), dapat digunakan berulang-ulang, dan dapat menggabungkan semua unsur media,

(35)

20

seperti teks, video, animasi, gambar, grafik, dan suara menjadi satu kesatuan penyajian sehingga dapat mengakomodasi siswa yang memiliki tipe visual, auditif, maupun kinestis.”

Berdasarkan para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa kesimpulan kelebihan powerpoint interaktif, yaitu:

1. Memiliki tampilan visual yang mudah dipahami;

2. Memiliki tampilan yang menarik dan tidak membosankan;

3. Merangsang siswa untuk belajar;

4. Memudahkan guru dalam menyampaikan materi;

5. Dapat menggabungkan semua unsur media;

6. Dapat memotivasi siswa untuk belajar;

7. Dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Selain memiliki kelebihan, media powerpoint juga memiliki kekurangan, yaitu: dalam proses pembuatan membutuhkan waktu yang lama, tidak semua sekolah memiliki computer dan proyektor. Menurut Nurjanah (2020:43) adapun kekurangan media powerpoint, yaitu:

1. Pengadaannya mahal, dan tidak semua sekolah dapat memiliki, sebab membutuhkan alat lain seperti LCD, Laptop, dan lain-lain.

2. Jika tampilan fisik isi tidak dirancang dengan baik atau hanya merupakan tampilan seperti dibuku teks biasa, pembelajaran melalui media tersebut tidak akan mampu meningkatkan motivasi, perhatian belajar siswa.

(36)

21

3. Guru yang tidak memahami aplikasi program komputer tidak dapat merancang pembelajaran lewat media komputer, ia harus bekerja sama dengan ahli komputer, juru kamera, dan teknisi komputer.

Menurut Daryanto (dalam Karlina dkk, 2018:25-26) ada beberapa kelemahan powerpoint diantaranya: membutuhkan guru yang mempunyai keahlian dalam mendesain Microsoft powerpoint, dan membutuhkan sarana dan prasarana yang cukup.

Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa kekurangan dari powerpoint adalah:

1. Tidak semua sekolah memiliki laptop dan proyektor;

2. Membutuhkan keahlian lebih;

3. Pembuatan media membutuhkan waktu yang lama 2.4.5 Perangkat Lunak Yang Digunakan

Microsoft PowerPoint

Menurut Hutahaean (2020:148) Microsoft powerpoint merupakan aplikasi software yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi berupa tulisan, gambar bentuk, foto, aneka warna dan jenis tulisan, fitur hyperlink, audio, video, dan animasi. Media powerpoint dapat digunakan di laptop dan di handphone.

Langkah-Langkah Pembuatan PowerPoint Interaktif 1. Buka aplikasi Microsoft PowerPoint 2016

(37)

22

Gambar 2.1 Gambar aplikasi powerpoint 2016

2. Kemudian klik New Balnk Presentation yang terdapat pada tanda panah tersebut.

Gambar 2.2 Tampilan utama saat membuka powerpoint.

(38)

23

3. Setelelah di klik, maka akan tampil layar presentasi PowerPoint.

Gambar 2.3 Tampilan layar presentasi PPT

4. Langkah selanjutnya memulai pengerjaan awal yaitu memilih warna background, untuk memilih warna background, Klik Design (tanda panah 1), setelah itu pilih format background (tanda panah 2) untuk memilih berbagai macam warna background PowerPoint.

Gambar 2.4 Format Background powerpoint

5. Setelah memilih warna background, selanjutnya memilih icon untuk mendesain background powerpoint, dengan cara klik insert (tanda panah 1) dan klik pictures (tanda panah 2)

1

2

(39)

24

Gambar 2.5 Tampilan Insert

6. Tampilan setelah mengklik pictures, selanjutnya pilih ikon yang akan digunakan untuk mendesain background powerpoint.

Gambar 2.6 Pictures untuk memilih ikon gambar

7. Setelah selesai mendesain background selanjutnya membuat desain tulisan semenarik mungkin. Agar tampilan powerpoint lebih menarik, kita dapat menggunakan shapes untuk membuat tampilan animasi berbagai

1

2

(40)

25

macam bentuk. Caranya yaitu: Klik Insert (tanda panah 1), kemudian pilih shapes (tanda panah 2).

Gambar 2.7 Tampilan insert

8. Kemudian pilih model shapes yang anda suka.

Gambar 2.8 Contoh Format yang dipilih

9. Setelah selesai membuat powerpoint, agar powerpoint menjadi interaktif, powerpoint tersebut harus menggunakan hyperlink. Caranya: Klik insert,

1

2

(41)

26

kemudian blok yang akan di akan diberi hyperlink (tanda panah 1), selanjutnya klik action (tanda panah 2), lalu klik hyperlink to (tanda panah 3) lalu pilih next slide (tanda panah 4).

Gambar 2.9 Tampilan hyperlink

Agar PowerPoint Interaktif murni hanya bisa diklik pada tombol yang sudah diberi action, maka harus dirubah setingannya, caranya adalah: langkah pertama klik slide show (tanda panah 1), selanjutnya klik set up slide show (tanda panah 2), lalu pilih show type (tanda panah 3), kemudian langkah keempat pilih browsed at a kioks (full screen)

1

2

3

4

(42)

27

yang ditunjukkan pada tanda panah no 4 dan langkah yang terakhir klik ok (tanda panah 5).

Gambar 2.10 Tampilan slide show

10. Setelah selesai mendesain slide materi dan mengetik materi pelajaran, kemudian blok yang akan di akan diberi hyperlink dengan cara yang pertama klik insert, lalu klik Action pada tandah panah 1 pada gambar nomor 11, selanjutnya klik hyperlink to pada tandah panah 2 pada gambar nomor 11, lalu pilih slide (tanda panah nomor 4 pada gambar 12) dan pilih

2 1

3

4

5

(43)

28

slide berapa yang akan dituju dan klik ok (tanda panah nomor 5 pada gambar 12).

Gambar 2.11 Tampilan hyperlink to slide

Gambar 2.12 Tampilan slide title 1

2

3

4

5

(44)

29

11. Langkah selanjutnya yaitu, membuat quis dengan memfungsikan trigger, seperti saat mengklik maka akan muncul jawabannya, caranya adalah langkah pertama, pilih animations yang diinginkan (tanda panah 1), selanjutnya klik animation pane (tanda panah 2) dan langkah yang terakhir klik trigger (panah 3) pilih jawaban soal tersebut dengan pertanyaan soalnya (panah 4), agar saat mengklik soal tersebut jawabannya akan mucul.

Gambar 2.13 Tampilan menggunakan trigger

12. Setelah selesai membuat powerpoint interaktif, maka langkah yang terakhir adalah dengan membuat icon end untuk keluar, caranya adalah:

langkah pertama blok icon end (tanda panah 1), selanjutnya klik insert, lalu langkah berikutnya klik action (tanda panah 2), kemudian pilih 1

v

2

3

4

(45)

30

hyperlink to (tanda panah 3) dan langkah terakhir klik end show (tanda panah 4).

Gambar 2.14 Tampilan action settings

Begitu juga cara membuat tanda silang dibeberapa slide agar bisa keluar dari slide trsebut, caranya sama. Yaitu blok tanda silang yang telahdibuat (tanda panah 1), kemudian klik action (tanda panah 2), lalu pilih hyperlink

to (tanda panah 3) dan klik end show (tanda panah 4).

1 2

3

(46)

31

Gambar 2.15 Gambar action settings

2.4.6 Pengembangan Media PowerPoint Interaktif Pada Materi Subtema 1 Keberagaman Budaya Bangsaku

2.4.6.1 Tahapan Produksi Media

Menurut Suryani dkk (2018:66) Pada umumnya, rancangan produksi media disusun dalam tiga tahapan, yaitu tahap praproduksi, produksi dan pascaproduksi.

1. Tahap Praproduksi

Pada tahapan ini terdiri dari beberapa langkah yaitu Me-review tujuan pembelajaran, merancang struktur materi yang akan disampaikan, mencari serta membuat gambar-gambar, suara maupun animasi, dan sebelum memproduksi media, tentukanlah terlebih dahulu aplikasi yang akan digunakan.

2. Tahap Produksi

Pada tahap produksi ini yaitu melakukan desain dan pengembangan media.

Pada tahap ini dibutuhkan seni dan kreativitas yang tinggi agar media pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan harapan. Adapun langkah- langkahnya adalah sebagai berikut:

1 2

3

4

(47)

32

a) Menentukan software yang akan digunakan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan software berupa microsoft powerpoint.

b) Membuat Story Board. Story Board yaitu gambaran/rancangan awal apa saja yang akan ditampilkan pada setiap halaman dari media pembelajaran yang dibuat.

c) Setelah itu memasukkan materi, gambar, suara, serta animasi sesuai dengan karakteristik siswa ke dalam media pembelajaran yang dikembangkan.

d) Menambahkan efek untuk memperindah tampilan media.

e) Memberikan warna teks yang sesuai dengan background.

3. Tahapan Pascaproduksi

Pada tahap ini, hal yang dilakukan yaitu me-review media yang telah dibuat untuk mengetahui kekurangan dari media yang dikembangkan. Selanjutnya proses editing,validasi dan revisi. Media harus direvisi agar layak digunakan.

2.5 Materi Pada Tema 1 Subtema 1

Dari hasil analisis buku guru dan buku siswa kelas IV Tema 1 “Indahnya Kebersamaan” revisi tahun 2017. Rencana penulis akan merancang media powerpoint interaktif pada pembelajaran 1 yang terdiri dari Bahasa ndonesia, ips dan ipa dan pembelajaran 4 yang terdiri matematika, Bahasa Indonesia dan ppkn untuk siswa kelas IV sekolah dasar.

2.5.3 Materi Pembelajaran 1

Secara ringkas materi tema 1 subtema 1 pembelajaran 1 dapat diuraikan sebagai berikut:

(48)

33

Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung

Setiap bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki gagasan pokok yang didukung oleh gagasan pendukung. Gagasan pokok adalah ide utama yang dibahas dalam suatu bacaan,bisa berupa kalimat inti atau pokok paragraf. Gagasan pendukung adalah uraian atau tambahan informasi untuk gagasan pokok.

Keberagaman Budaya

Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keragaman tersebut merupakan identitas bangsa Indonesia yang membuat bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kekayaan budaya, suku, dan agama yang berbeda-beda. Keragaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita wajib mensyukurinya. Wujud syukur tersebut dapat dilakukan dalam bentuk sikap saling menghargai antarsuku dan pemeluk agama/kepercayaan yang berbeda. Sebagai warga negara yang baik, kita wajib menghargai keberagaman tersebut. Selain kaya akan budaya, tarian, dan makanan khas daerah, Indonesia juga kaya akan jenis alat musik. Berikut adalah contoh alat musik yang dimiliki oleh berbagai suku di Indonesia. Cara memainkannya berbeda-beda. Kecapi yang berasal dari Jawa Barat dimainkan dengan cara dipetik. Angklung yang berasal dari Jawa Barat dimainkan dengan cara yang digoyangkan. Salungan yang berasal dari Sumatera Barat dimainkan dengan cara ditiup. Kendang yang berasal dari Jawa Barat dan Tifa dari Papua dimainkan dengan cara di pukul.

(49)

34 Bunyi

Segala macam bentuk bunyi berasal dari benda yang bergetar. Geteran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Benda-benda yang bergetardan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Bunyi yang dapat merambat melalui benda padat, cair dan gas. Akan tetapi bunyi tidak dapat merambat pada ruang hampa.

2.5.4 Materi Pembelajaran 4

Secara ringkas materi tema 1 subtema 1 pembelajaran 1 dapat diuraikan sebagai berikut:

Segi Banyak

Segi banyak dibedakan menjadi segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan. Segi banyak beraturan mempunyai seluruh sisi dan sudut yang sama besar. Segi banyak tidak beraturan mempunyai Panjang sisi dan besar sudut yang tidak sama.

Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung

Setiap bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki gagasan pokok yang didukung oleh gagasan pendukung. Gagasan pokok adalah ide utama yang dibahas dalam suatu bacaan bisa berupa kalimat inti atau pokok paragraf. Gagasan pendukung adalah uraian atau tambahan informasi untuk gagasan pokok.

(50)

35

Persatuan dan Kesatuan Dalam Keberagaman

Dalam menyatukan lidi-lidi dalam satu ikatan akan tercipta kekuatan yang besar. Jadi, persatuan dan kesatuan dapat diartikan kumpulan dan bagian–

bagian yang dipersatukan. Hal ini merupakan bukti pentingnya kekompakan dalam mewujudkan persatuan. Dengan demikian, persatuan tidak mementingkan kepentingan diri sendiri atau kelompok, tetapi lebih mengutamakan kepentingan umum.

2.6 Penelitian Relevan

1) Penelitian ini dilakukan oleh Dewi Maharani Delta dan Izzati Nur (2020) dengan Judul “Pengembangan Media Pembelajaran PowerPoint Interaktif Berbasis RME Materi Aljabar Kelas VII SMP”. Kurangnya variasi media pembelajaran matematika menyebabkan ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran berkurang. Untuk itu perlu dikembangkan media pembelajaran yang bervariasi, salah satunya adalah media yang berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan media pembelajaran matematika menggunakan PowerPoint interaktif berbasis RME. Jenis penelitian ini adalah Research and Development dengan menggunakan model penelitian 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Teknik analisis data dengan menggunakan kuantitatif dan kualitatif melalui angket. Instrument yang digunakan berupa lembar validasi dan lembar angket respon peserta didik.

Subjek penelitian adalah siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Tanjungpinang sebanyak 25 orang. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif kemudian diubah menjadi data kuantitatif dengan menggunakan Teknik Method of

(51)

36

Summated Ratings. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangan dinyatakan valid dengan persentase dari dua validator ahli sebesar 87% dan dari angket respon peserta didik sebesar 76% berkategori praktis.

2) Penelitian ini dilakukan oleh Anyan, Ege Benediktus dan Faisal Hendry (2020) dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Microsoft PowerPoint”. Keterbatasan media pendukung dalam proses belajar mengajar menyebabkan proses belajar mengajar menjadi kurang maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft PowerPoint. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft PowerPoint untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Tematik subtema Keindahan Alam Negeriku di kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Borg and Gall yang meliputi: studi pendahuluan, pengembangan model dan uji coba model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif yang dikembangkan dinyatakan layak. Validasi media dan validasi materi menunjukkan nilai rata-rata skor sebesar 82,50% dan 79,16%. Respon siswa terhadap bahan ajar interaktif memperoleh skor 81,75% pada uji coba skala kecil sedangkan uji coba skala luas memperoleh skor sebesar 85%. Respon guru mendapat skor 71,7% dan 89,13%. Berdasarkan nilai yang diperoleh, maka media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft PowerPoint layak diterapkan pada siswa kelas IV sekolah dasar.

(52)

37

3) Penelitian ini dilakukan oleh Andriani Maria Resti dan Wahyudi (2016) dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran PowerPoint Interaktif melalui pendekatan SAINTIFIK Untuk Pembelajaran Tematik Integratif Siswa Kelas 2 SDN Bergas Kidul 03 Kabupaten Semarang”. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangakan media pembelajaran powerpoint interaktif melalui pendekatan saintifik untuk pembelajaran tematik integratif siswa kelas 2 Sekolah Dasar. Model pengembangan ASSURE yang terdiri dari enam tahapan, yaitu: (1) analyze learners, (2) state objectives, (3) select method, media or materials, (4) utilize media and materials, (5) require learner’s participation, (6) evaluate and revise. Berdasarkan hasil uji pakar/ahli diperoleh hasil penilaian terhadap aspek media dengan skor rata-rata 3,81 dengan presentase 76,2%

dengan kategori baik. Dan hasil penilaian pada aspek materi dengan skor rata-rata 48 dengan presentase 96%, termasuk dalam kategori sangat baik.

Serta hasil penelitian aspek pembelajaran diperoleh skor rata-rata 46 dengan presentase 92% dan termasuk dalam kategori sangat baik pula. Secara keseluruhan berdasarkan aspek materi, aspek media, dan aspek pembelajaran media pembelajaran powerpoint interaktif melalui pendekatan saintifik untuk pembelajaran tematik integrative siswa kelas 2 sekolah dasar dikatakan valid. Keefektifan media ditunjukkan dengan peningkatan rata- rata skor hasil belajar siswa sebesar 80,34 dengan presentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 100%.

(53)

38 2.7 Kerangka Berfikir

Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan di SD Negeri 151 Pekanbaru diketahui bahwa guru mengalami kesulitan saat mengajar, dikarenakan siswa kurang fokus saat mengikuti proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Siswa lebih banyak diam saat ditanya guru. Suasana kelas saat poses pembelajaran berlangsung masih terasa pasif. Dari media pembelajaran yang teramati berupa media video dan media gambar, guru kurang kreatif dalam mengaplikasikan media pembelajaran yang lebih menarik yang dapat memancing siswa untuk kefokusan siswa. Untuk mengatasi hal ini diperlukan media yang dapat membantu memfokuskan siswa saat mengikuti proses pembelajaran. Penggunaan media berbasis TIK yaitu powerpoint dapat memberikan pengaruh terhadap suasana belajar.

Menurut Pilendia & Amalia (2020:639) powerpoint merupakan salah satu software yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

Sedangkan menurut Berk dalam Dewi & Izzati (2020: 218) powerpoint dapat digunakan sebagai media penyampaian humor terbaik bagi peserta didik saat pembelajaran dikelas, sehingga pembelajaran jad i lebih menyenangkan.

Powerpoint interaktif berbeda dengan powerpoint lainnya. Powerpoint interaktif ini antara teks, gambar, video dan audio dikemas menjadi satu serta saling terintegrasi sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan unik.

Kelebihan dari powerpoint interaktif adalah dapat memotivasi siswa untuk belajar serta membuat suasana belajar lebih menyenangkan.

(54)

39

Adapun gambaran kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Gambar 2.16 Kerangka Berfikir Masalah Yang Ditemukan

Guru:

Mengalami kesulitan saat mengajar dikarenakan kurangnya kreativitas dalam mengembangkan media pembelajaran

Peserta Didik:

Siswa kurang fokus saat mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung, serta siswa lebih banyak diam saat ditanya guru

Mengembangkan media pembelajaran powerpoint interaktif

Bahasa

Validitas

Materi Media

(55)

40 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Penelitian pada pengembangan media pembelajaran ini menggunakan dua pendekatan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif bertujuan untuk mendapatkan informasi dan data melalui wawancara, lembar validasi dan dokumentasi.

Sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk uji validasi media pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan desain pengembangan ADDIE. Desain pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahap yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluasi.

Bahwasannya dari ke 5 tahapan ini dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga yang penulis miliki. Maka penulis membatasi pelaksanaan kegiatan penelitian hanya pada pengembangan.

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian a. Tempat Penelitian

Tempat pelaksanaan pada penelitian ini adalah di SD Negeri 151 Pekanbaru, jalan Wonosari, kota Pekanbaru. Alasan peneliti memilih tempat ini adalah peneliti pernah melakukan kegiatan magang disekolah tersebut.

b. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan yang dimulai dari agustus 2021 sampai dengan januari 2021.

40

(56)

41 3.3 Prosedur Penelitian

Menurut Suryani (2018:127) prosedur penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Pada model pengembangan ADDIE hanya sampai Development. Tahap pengembangan media pembelajaran yang digunakan peneliti berdasarkan model pengembangan ADDIE sebagai berikut:

Gambar 3.1 Prosedur Pengembangan Media Powerpoint Interaktif.

Analysis

Pendidik Peserta

Didik

Materi Pembelaj

aran

Design

Penentuan desain powerpoint

interaktif

Penentuan komponen powerpoint interaktif

Penentuan isi powerpoint

interaktif

Development

Mengembangkan media powerpoint interaktif

Uji validasi ahli materi, ahli media dan ahli bahasa

Validitas Tidak Revisi

Media Powerpoint Interaktif Subtema I Keberagaman Budaya Bangsaku Kelas IV Sekolah Dasar Yang Teruji Valid

(57)

42 Tahap 1 : Analysis

Pada tahap ini, langkah yang harus dilakukan oleh penulis yaitu mengumpulkan informasi terkait dengan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran dengan cara melakukan wawancara kepada guru kelas IV SD Negeri 151 Pekanbaru. Kemudian penulis mengidentifikasi permasalahan yang ada dan mengembangkan media pembelajaran dengan menggunakan media powerpoint interaktif sebagai pemecahan masalahnya. Secara garis besar tahapan analisis yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

a. Analisis Pendidik

Analisis pendidik bertujuan untuk mengetahui masalah apa saja yang dialami guru saat melakukan proses pembelajaran di kelas, sehingga diperlukan media powerpoint interaktif.

b. Analisis Peserta Didik

Sebagaian besar banyak siswa mengalami masalah dalam mengikuti proses pembelajaran, seperti siswa tidak fokus dalam belajar, siswa tidak bersemangat dalam belajar. Maka dari itu dilakukan analisis untuk mengatasi kesulitan siswa saat mengikuti proses pembelajaran di kelas.

c. Materi Pembelajaran

Analisis yang dilakukan adalah menganalisis materi pada pembelajaran 1 dan pembelajaran 4 pada subtema I keberagaman budaya bangsaku.

Tahap 2 : Design

Kegiatan dalam mendesain powerpoint interaktif, yaitu:

(58)

43

a. Penentuan desain pada tampilan powerpoint interaktif sesuai dengan minat penulis dan juga minat peserta didik.

b. Penentuan komponen yang terdapat dalam powerpoint interaktif seperti judul, menu, petunjuk penggunaan powerpoint interaktif, materi, quiz dan rangkuman.

c. Isi powerpoint interaktif sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator yang terdapat pada Kurikulum 2013.

Tahap 3 : Development

Pengembangan merupakan tahap pembuatan media pembelajaran sesuai dengan rancangan media pembelajaran pada tahap desain. Dalam penelitian ini, tahap pengembangan merupakan tahap produksi media pembelajaran berbasis powerpoint interaktif. Tahapan ini terdiri dari:

a. Mengembangkan media powerpoint interaktif

Pengembangan media powerpoint interaktif harus disiapkan dengan baik.

Mulai dari desainnya, pembuatan soal quiz, materi pelajaran dan lainnya.

Selama proses pembuatan media media powerpoint interaktif dosen pembimbing memberikan masukan-masukan, sehingga media powerpoint interaktif tersebut siap untuk divalidasi oleh ahli bahasa, ahli materi dan ahli media.

b. Memvalidasikan media powerpoint interaktif kepada ahli materi, media dan bahasa

Media powerpoint interaktif valid dan layak oleh para ahli-ahli sebelum digunakan dalam pembelajaran. Data hasil evaluasi dari ahli materi, ahli bahasa dan ahli media selanjutnya dianalisis tingkat kevalidan media powerpoint

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi didapat rata-rata peresentase validasi sebesar 93,33% dengan kategori sangat baik,

Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian meliputi 5 langkah yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli, dan (5)

Melalui hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media Fun Thinking Puzzle dalam tema 1 subtema 1 kelas 4 sekolah dasar sangat layak, sangat menarik dan bagus

implementasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kepraktisan dari produk yang dikembangkan, dengan melihat hasil penilaian yang diberikan oleh subjek uji coba dalam

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) persentase rata-rata validasi dari dua orang validator ahli materi sebesar 91,07% termasuk dalam kategori sangat

Berdasarkan hasil rata-rata hasil persentase para ahli sebesar 91,11% kategori sangat valid dengan menghasilkan keputusan uji berupa dapat digunakan tanpa revisi dan hasil uji

Hasil penelitian dari validasi ahli media memperoleh presentase 91% dengan kategori sangat baik, dan validasi materi sebesar 82,5% dengan kategori sangat baik.. Hasil observasi

Artinya, media video pembelajaran ini dapat digunakan dalam pembelajaran Hasil validasi dari validator ahli materi I mendapat skor sebesar 92,5% dan menunjukkan bahwa materi sangat