Pengukuran Kepuasan Para Pemangku Kepentingan, Yang Mencakup: Mahasiswa, Dosen, Tenaga Kependidikan, Lulusan,
Pengguna Dan Mitra Terhadap Layanan Manajemen
LEMBAGA PENJAMIN MUTU
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL-QODIRI www.lpmi.iaiq.ac.id
LAPORAN
A. PENDAHULUAN
Kualitas pelayanan kepada pemangku kepentingan merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi dalam membangun hubungan yang erat dengan konsumennya.
Dengan kualitas pelayanan yang baik diharapkan dapat menciptakan kenyamanan dan ketenangan dilingkungan organisasi. Perguruan tinggi yang berperan aktif dalam menciptakan sumberdaya manusia yang kompetitif, sangat memerlukan suasana akademik dan lingkungan yang nyaman untuk melakukan proses belajar mengajar. Dengan pelayanan yang baik, perguruan tinggi diharapkan akan menjadi rumah kedua bagi dosen dan mahasiswa.
Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi menilai kepuasan layanan mahasiswa dalam borangnya dan menuntut adanya instrumen pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan yang sahih, andal dan mudah digunakan serta dilaksanakan secara berkala. Laporan hasil survei kepuasan mahasiswa juga dianalisa dengan metode yang tepat, komprehensif, disimpulkan dengan baik dan digunakan untuk perbaikan sistem manajemen layanan kegiatan kemahasiswaa, mudah diakses oleh pemangku kepentingan.
Sedangkan bidang layanan yang dinilai adalah dalam 3 (tiga) komponen utama, yaitu Proses Akademik, Fasilitas (Sarana-Prasarana) dan Layanan.
B. Tujuan
Tujuan dari dilakukannya evaluasi layanan publik pada perguruan tinggi sebagai tolok ukur dalam menilai tingkat kualitas pelayanan yang telah diberikan oleh perguruan tinggi tersebut kepada publik. Evaluasi yang dilakukan terhadap kinerja Unit di perguruan tinggi secara berkala dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pihak pimpinan Perguruan Tinggi dalam menetapkan dan memutuskan kebijakan baru dalam rangka meningkatkan kualitas layanan dari unit-unit di perguruan tinggi selanjutnya, yang mengedepankan aspek kualitas, fasilitas dan manajemen yang berkualitas (Amin, 2017). Komunitas yang berada di dalam lingkungan kampus di sebut civitas akademika. Civitas akademika terdiri dari tiga yaitu mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Masing-masing memiliki peran dan tugas tersendiri dalam keberlangsungan proses pendidikan di perguruan tinggi, oleh karena itu layanan yang diberikan kampus tidak ada perbedaan namun ada layanan yang diberikan secara khusus kepada masing-masing. Tuntutan civitas akademika kepada lembaga pendidikan adalah memberikan layanan yang semakin maju dan memuaskan.
Hal ini terjadi karena adanya sentuhan teknologi yang semakin maju pesat. Kualitas layanan merupakan inti kelangsungan hidup suatu lembaga dalam hal ini adalah perguruan tinggi, jika lembaga pendidikan tidak memberikan layanan yang berkualitas, bukan tidak mungkin pada saatnya akan menurunkan penilaian dari masyarakat terhadap eksistensi perguruan tinggi tersebut. Secara konseptual, pendidikan bermutu diartikan sebagai layanan kependidikan yang mampu mendayagunakan sumber-sumber pendidikan (Qomar, 2007) untuk menghasilkan output pendidikan atau lulusan (Jaedun, 2018) sesuai dengan tuntutan masyarakat atau dunia kerja. Terdapat 13 karakteristik untuk mengukur mutu pendidikan antara lain performance, reliability, easy for use, estetika, (Gasperz dalam Rusli, 2015), timelines, durability/daya tahan, hubungan manusia, feature, standar tertentu, konsistensi, keseragaman, kemampuan melayani dan ketepatan (Usman, 2006).
Selanjutnya ada tiga hal yang perlu difahami oleh lembaga penyelenggara kependidikan (Jaedun, 2018) untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna lulusan dari suatu perguruan tinggi, yaitu: (1) apa kebutuhan stakeholder; (2) bagaimana perguruan tinggi mengetahui stakeholder dalam hal ini adalah sekolah atau madrasah; dan (3) apa saja yang
membuat stakeholder puas dengan lulusan yang dihasilkan. Sebagai pihak penerima layanan (dosen, mahasiswa dan tenaga pendidik), maka peran, tugas dan kewajiban dosen, mahasiswa dan tenaga pendidik secara umum mencakup hal-hal berikut: (1) adanya kejelasan antara hak yang diterima oleh dosen, mahasiswa dan tenaga pendidik atas apa yang telah dilakukan, (2) tertulis dengan jelas kewajiban yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang tertuang pada KHS (kartu hasil study), dosen yang tertaung pada kinerja semester (BKD/beban kinerja dosen) dan tenaga pendidik yang tertuang pada LKP (laporan kinerja pegawai; (3 pengaturan pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi kebutuhan civitas akademika, misalnya kebutuhan mahasiswa akan berbeda dengan kebutuhan dosen maupun kebutuhan tenaga pendidik, meskipun diantara ketiganya ada layanan yang sama, misalnya ketersediaan tempat parkir; (3) kualitas proses dan hasil pelayanan harus mampu memberikan keamanan, kenyamanan, kelancaran, dan kepastian hukum. Jangan sampai civitas akademika (mahasiswa, dosen maupun tenaga pendidik dirugikan karena kesalahan manajemen; dan (4) penyesuaian antara pelayanan dengan biaya yang dibutuhkan; karena pelayanan yang diberikan haruslah sesuai dengan harga yang telah dibayarkan (Amin, 2017).
C. Sasaran
Sasaran survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kepada mahasiswa adalah mahasiswa aktif dilingkungan IAI Al-Qodiri Jember.
D. Waktu dan tempat
1. Waktu, survei kepuasan para pemangku kepentingan, yang mencakup: mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, lulusan, pengguna dan mitra terhadap layanan manajemen dilakukan setiap akhir semester.
2. Tempat, survei kepuasan para pemangku kepentingan, yang mencakup: mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, lulusan, pengguna dan mitra terhadap layanan manajemen. PS Pendidikan Agama Islam di IAI Al-Qodiri Jember.
E. Metode survei dan pengolahan data
1. Instrumen yang dipergunakan berupa kuisioner, guna memenuhi validitas isi dan bobot instrumen, awalnya dilakukan telaah mendalam tentang aspek-aspek perguruan tinggi yang berhubungan dengan pelayanan akademik kepada mahasiswa.
Selanjutnya, dari setiap aspek diurakan lagi menjadi sub aspek yang dapat dijadikan indikator survei tingkat kepuasan mahasiswa. Dalam proses pembuatan dan penyiapan kuisioner survei kepuasan mahasiswa, badan penjamin mutu bekerja lebih selama beberapa minggu dan menghasilkan intrumen kepuasan mahasiswa sebanyak enam aspek antara lain: pengukuran kepuasan para pemangku kepentingan, yang mencakup: mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, lulusan, pengguna dan mitra terhadap layanan manajemen.
2. Kuisiner dimaksud digunakan setelah melakukan uji validitas dan reliabilitas dengan mengunakan Cronbach’s Alpha dengan signifikansi 5 %. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling.
3. Kesahihan (Validitas) intrumen diujicoba kepada 30 orang mahasiswa dan Dosen yang mewakili masing-masing Program Studi di IAI Al-Qodiri Jember..
4. Hasil akhir pengujian validitas dan reliabilitas menunjukkan semua item kuisioner dinyatakan valid untuk digunakan.
Hasil survei kepuasan kepuasan para pemangku kepentingan, yang mencakup:
mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, lulusan, pengguna dan mitra terhadap layanan
manajemen dihitung berdasrkan jumlah jawaban mahasiswa terhadap alternatif pilihan jawaban yaitu 1 = Sangat Puas, 2 = Puas, 3 = Cukup dan 4 = Tidak Puas. Selanjutnya nilai jawaban tersebut diakumulasi untuk setiap jenis butur pernyataan pada setiap jenis layanan yang disurvei, dan setelah itu nilai akumulasi tersebut dihitung dalam bentuk persentase pada setiap butir pernyataan dan jenis layanan yang ada, nilai persentase tersebut kemudian diasumsikan sebagai tingkat kepuasan para pemangku kepentingan, yang mencakup:
mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, lulusan, pengguna dan mitra terhadap layanan manajemen.
F. Hasil survei
Survei pengukuran kepuasan para pemangku kepentingan, yang mencakup:
mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, lulusan, pengguna dan mitra terhadap layanan manajemen yang dilaksanakan pada akhir semester berjalan. Berikut hasil survei kepuasan para pemangku kepentingan, yang mencakup: mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, lulusan, pengguna dan mitra terhadap layanan manajemen untuk periode semester Gasal 2019/2020.
NO Aspek Yang dinilai Sangat Puas Puas Cukup Tidak
Puas Kemahasiswaa
1 Keterlaksaan kode etik 66,7% 25% 8,3% 0
2 Layanan Informasi Akademik 66,7% 25% 8,3% 0
3 Ketersediaan Perangkat 75% 16,7% 8,3% 0
4 Layanan Akademik 66,7% 25% 8,3% 0
5 Keterlibatan Kehadiran Dosen 75% 25% 0 0
6 Profesionalisme Layanan 58,3% 33,3% 8,3% 0
7 Transparansi Manajemen Kampus 50% 50% 0 0
8 Penerimaan Keluhan Mahasiswa 50% 50% 0 0
Dosen
1 Kesesuaian Pengampuan 66,7% 22.2% 11.1% 0
2 Jaminan Pengembangan Dosen 77.8% 11.1% 11.1% 0
3 Ketersediaan Sarpras 77.8% 11.1% 11.1% 0
4 Keseimbangan hak & kewajiban 77.8% 11.1% 11.1% 0 5 Keterlasanaan kode etik dosen 77.8% 11.1% 11.1% 0 Tenaga Kependidikan
1 Kesesuaian pengampu 75% 25% 0 0
2 Ketersediaan sarpras 87,5% 12,5% 0 0
3 Keseimbangan hak dan kewajiban 87,5% 12,5% 0 0
4 Keterlaksanaan kode etik non dosen 87,5% 12,5% 0 0
5 Jaminan pengembangan non dosen 75% 25% 0 0
G. KESIMPULANDAN SARAN
Berdarkan hasil survey yang dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam diatas dapat disimpulkan bahwa hasil penyebaran Angket para pemangku kepentingan merasa sangat puas terhadap layanan manajemen di Program Studi Pendidikan Agama Islam IAI AL-QODIRI. Namun Program Studi Pendidikan Agama Islam tetap harus meningkatkani layanan agar Kepuasan Para pemangku semakin lebih baik lagi, hal ini bisa dilihat dari Transparansi Manajemen Kampus dan Penerimaan Keluhan Mahasiswa yang memperoleh hasil masing-masing 50% sangat Puas dan Puas 50%. Kedepanya Program Studi Pendidikan Agama Islam diharpakan lebih transparan dan memberikan waktu lebih banyak untuk menerima keluhan mahasiswa.
Jember, November 2020 Tim Penyusun
LPM IAI Al-Qodiri Jember