PT BERLINA Tbk
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
30 JUNI 2008 DAN 2007
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
Neraca Konsolidasi 1
Laporan Laba Rugi Konsolidasi 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi 4
Laporan Arus Kas Konsolidasi 5
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi 6
Catatan 2008 2007
Rp Rp
A K T I V A
AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas 2e,3 25,341,219,497 35,395,410,346
Investasi sementara 2f,4 17,785,060,851 56,742,986,708
Piutang usaha - pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar nihil untuk tahun 2008
dan nihil untuk tahun 2007 2g,5 85,432,345,573 56,190,909,511
Piutang lain-lain 6 1,629,235,237 4,109,816,260
Persediaan - setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar nihil tahun 2008
dan 2007 2h,7 63,817,412,075 48,746,234,289
Uang muka pembelian 5,186,683,977 4,102,427,175
Biaya dibayar dimuka 2i,8,32 1,935,635,677 3,945,696,813
Jumlah Aktiva Lancar 201,127,592,887 209,233,481,102
AKTIVA TIDAK LANCAR
Piutang pada pihak yang mempunyai
hubungan istimewa - setelah dikurangi penyisihan 2g,9,32 4,553,523,237 4,553,523,237 piutang ragu-ragu sebesar Rp. 704.311.811 untuk
tahun 2008 dan 2007
Aktiva pajak tangguhan 28 1,546,116,689 3,280,758,391 Aktiva tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar Rp 190.383.609.234 tahun 2008
dan Rp 160.943.907.137 tahun 2007 2j,2k,10,17,18 190,987,136,561 190,273,119,690
Piutang pajak 2o,28 3,925,361,448 4,460,501,811
Goodwill - bersih 2b,11 2,928,382,249 3,645,237,787 Kerugian ditangguhkan atas sewa
guna usaha - setelah dikurangi
akumulasi amortisasi 2k,19 443,575,657 557,977,201 Uang jaminan dan aktiva lain-lain 2,477,655,004 1,731,925,370
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 206,861,750,845 208,503,043,488
JUMLAH AKTIVA 407,989,343,732 417,736,524,590
-
0
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Catatan 2008 2007
Rp Rp
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang usaha kepada pihak ketiga 15 49,598,080,879 42,563,680,671
Hutang pajak 2o,16 5,682,890,344 5,772,036,715
Hutang lain-lain 12 4,753,112,071 2,974,315,702
Uang muka penjualan 1,022,362,073 2,196,064,008
Biaya yang masih harus dibayar 13 7,581,668,110 5,289,032,988
Hutang bank 14 11,742,285,762 9,327,975,306
Hutang obligasi 2l,18 - 43,000,000,000 Hutang sewa guna usaha jangka
panjang yang jatuh tempo dalam
satu tahun 2k,17, 32 968,981,779 1,100,547,782
Jumlah Kewajiban Lancar 81,349,381,018 112,223,653,173
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang obligasi 2l,18 116,011,524,106 115,352,540,177
Hutang sewa guna usaha jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun 2k,17,32 2,024,232,875 3,608,916,032 Keuntungan ditangguhkan atas
sewa guna usaha - setelah
dikurangi akumulasi amortisasi 2k,19 280,318,099 313,791,294 Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2o,28 9,662,908,942 11,984,292,570 Kewajiban imbalan pasca kerja 2n,31 9,328,044,108 6,631,383,492 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 137,307,028,130 137,890,923,565 - HAK MINORITAS ATAS AKTIVA
BERSIH ANAK PERUSAHAAN 20 20,146,434,198 20,265,173,202
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham
Modal dasar 100.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor -
69.000.000 saham 21 34,500,000,000 34,500,000,000
Tambahan modal disetor 22 575,000,000 575,000,000 Selisih penilaian kembali
aktiva tetap 2j 43,680,800 43,680,800
Laba (rugi) belum direalisasi dari
pemilikan efek 2f,4 3,893,588,924 3,125,937,387
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2c 7,704,974,911 1,202,187,023
Saldo laba 122,469,255,751 107,909,969,441
Jumlah Ekuitas 169,186,500,386 147,356,774,651
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 407,989,343,732 417,736,524,590 0
0
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Catatan 2008 2007
Rp Rp
PENJUALAN BERSIH 2m,23 217,556,877,718 182,389,739,210
BEBAN POKOK PENJUALAN 2m,24 176,160,974,742 148,904,929,797
LABA KOTOR 41,395,902,976 33,484,809,413
BEBAN USAHA 2m,25,32
Penjualan 5,982,310,159 5,317,291,335
Umum dan administrasi 15,315,889,234 12,962,310,907
Jumlah Beban Usaha 21,298,199,393 18,279,602,243
LABA USAHA 20,097,703,583 15,205,207,170
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan bunga 26 715,933,926 1,949,910,926
Keuntungan penjualan aktiva tetap - 1,179,154,844 Keuntungan (kerugian) kurs
mata uang asing - bersih 2c 1,054,937,781 636,003,699 Keuntungan penjualan efek 2f 969,994,189 1,593,354,072 Amortisasi keuntungan yang
ditangguhkan atas sewa guna
usaha - bersih 2k,19 (40,464,174) (17,138,262) Amortisasi goodwill 2b,11 (266,216,568) (450,638,970) Beban bunga dan keuangan 27 (8,962,150,301) (11,635,787,343)
Lain-lain - bersih 73,572,433 882,061,000
Beban Lain-lain - Bersih (6,454,392,714) (5,863,080,034) -
- LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 13,643,310,869 9,342,127,136
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
Pajak kini (1,903,957,797) (1,523,597,600)
Pajak tangguhan (975,837,919) (247,224,714)
Manfaat Pajak 2o,28 (2,879,795,716) (1,770,822,314)
LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS
ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 10,763,515,153 7,571,304,823
HAK MINORITAS ATAS LABA
BERSIH ANAK PERUSAHAAN 20 (858,263,929) (1,844,882,794)
LABA (RUGI) BERSIH 9,905,251,223 5,726,422,029
LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR 2p,29 144 83
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Tambahan kembali aktiva direalisasi dari karena penjabaran
Catatan Modal disetor modal disetor tetap pemilikan efek laporan keuangan Saldo laba Jumlah ekuitas
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2007 34,500,000,000 575,000,000 43,680,800 7,854,136,263 2,084,125,920 102,183,547,412 147,240,490,395 Laba belum direalisasi dari
pemilikan efek 2f,4 - - - (4,728,198,876) - (4,728,198,876) Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan 2c - - - - (881,938,897) - (881,938,897) Laba bersih tahun berjalan - - - - - 5,726,422,029 5,726,422,029 Saldo per 30 Juni 2007 34,500,000,000 575,000,000 43,680,800 3,125,937,387 1,202,187,023 107,909,969,441 147,356,774,651
Saldo per 1 Januari 2008 34,500,000,000 575,000,000 43,680,800 3,504,615,980 5,344,352,352 112,564,004,527 156,531,653,659 Laba belum direalisasi dari
pemilikan efek 2f,4 - - - 388,972,944 - 388,972,944 Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan 2c - - - - 2,360,622,559 - 2,360,622,559 Laba bersih tahun berjalan - - - - - 9,905,251,223 9,905,251,223 Saldo per 30 Juni 2008 34,500,000,000 575,000,000 43,680,800 3,893,588,924 7,704,974,911 122,469,255,751 169,186,500,386
-
- -
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
2008 2007
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 211,205,620,541 171,069,126,854
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (200,689,616,917) (162,111,192,017)
Kas dihasilkan dari operasi 10,516,003,624 8,957,934,836
Pembayaran bunga dan beban keuangan (8,913,931,672) (10,993,833,006)
Pembayaran pajak penghasilan (5,375,549,816) (1,803,975,843)
Penerimaan bunga dan pengembalian pajak 881,094,426 901,953,518 Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi (2,892,383,438) (2,937,920,495)
-
- ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian Efek (6,538,920,677) (15,302,277,285)
Penjualan Efek 10,506,966,051 19,044,143,564
Pendapatan bunga dan laba penjualan efek 969,994,189 1,897,459,053
Hasil penjualan aktiva tetap - 5,871,815,099
Perolehan aktiva tetap (6,791,128,108) (6,617,133,181)
Penurunan (kenaikan) uang muka pembelian (2,568,623,187) (1,831,420,613)
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (4,421,711,732) 3,062,586,636 -
- ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank 9,987,340,788 -
Pembayaran pinjaman bank (4,999,555,026) (1,183,900,000)
Pembayaran hutang sewa guna usaha (798,018,875) (772,747,694)
Pembayaran deviden kepada pemegang saham minoritas anak perusahaan (786,023,481) (803,137,962) Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan 3,403,743,406 (2,759,785,656)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (3,910,351,764) (2,635,119,515)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 28,046,093,948 38,266,124,324
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 831,912,332 (372,666,628)
TOTAL KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 28,878,006,280 37,893,457,696
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 24,967,654,516 35,258,338,180
Perubahan kurs mata uang asing 373,564,982 137,072,166
TOTAL KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 25,341,219,497 35,395,410,346
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
1. U M U M
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Berlina Tbk. (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-undang penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang-undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 35 tanggal 18 Agustus 1969 dari Julian Nimrod Siregar Gelar Mangaradja Namora SH., notaris di Jakarta.
Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. Y.A. 5/423/18 tanggal 12 Desember 1973 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 37 tanggal 10 Mei 1977. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris No. 66 tanggal 29 Juni 2000 dari Wachid Hasyim, SH., notaris di Surabaya mengenai peningkatan modal dasar menjadi Rp.
75.000.000.000 dan pemecahan nilai nominal saham menjadi Rp. 250 per saham. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C-24092.HT.01.04-TH.2000 tanggal 13 Nopember 2000 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 8 taggal 26 Januari 2001, Tambahan No. 628.
Pada tahun 2007, Perusahaan telah memindahkan kantor pusatnya yang semula di Jl. Raya Pandaan Km. 43, Pandaan - Jawa Timur ke Gedung Tifa Lt. 5, Jl. Kuningan Barat 26, Jakarta Selatan 12710. Perusahaan mempunyai pabrik yang berlokasi di Pandaan (Jawa Timur), Tangerang (Banten) dan Cikarang (Jawa Barat).
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri plastik dan industri lainnya yang menggunakan bahan pokok plastik dan fiber glass. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1970. Hasil produksi Perusahaan dipasarkan didalam dan luar negeri. Jumlah karyawan Perusahaan rata-rata 697 karyawan tahun 2008 dan 744 karyawan tahun 2007.
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha (grup) yang dimiliki PT. Dwi Satrya Utama.
Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2008 adalah sebagai berikut :
Presiden Komisaris : Lisjanto Tjiptobiantoro Komisaris Independen : Tjipto Surjanto
Komisaris : Antonius Hanifah Komala Oei Han Tjhim
Presiden Direktur : Antonius Rudy Sugiarto Direktur : Lukman Sidharta
Lioe Cu Ling
Pada tanggal 14 Maret 2008, Dewan Komisaris telah menyetujui pembentukan Komite Audit dengan susunan sebagai berikut:
Ketua : Tjipto Surjanto
Anggota : Hana Susanty Santoso : Maria Sari Liana
b. Anak Perusahaan
Perusahaan memiliki saham anak perusahaan sebagai berikut :
Anak Perusahan Domisili Jenis Usaha
Prosentase Pemilikan
Tahun Operasi Komersial
Jumlah Aktiva 30 Juni 2008 (Rp)
PT Lamipak Primula Indonesia
Sidoarjo Jawa Timur
Laminasi plastik &
kemasan
70% 1986 102.155.417.638
Shanghai Paragon Plastic Packaging Co. Ltd. (SPPP)
Shanghai China
Tube plastik & sikat gigi
100 % 2003 35.832.724.061
Hefei Paragon
Plastic Packaging Co. Ltd. (HPPP)
Hefei China
Tube plastik & sikat gigi
100 % 2004 73.177.775.382
PT.Berlina Thailand (BT)
Surabaya Jawa Timur
Plastik &
perdagangan umum
99 %
-
3.935.632.058
Pada tanggal 3 Pebruari 2006, PT Berlina Thailand (BT) telah mendirikan anak perusahaan yaitu Berlina Siam Co., Ltd (BS) yang berdomisili di Thailand, dengan prosentase pemilikan sebesar 99.99%. Sampai dengan 30 Juni 2008, BT dan BS belum melakukan kegiatan usaha.
Perusahaan sebagai pemegang saham BT, telah merencanakan untuk melikuidasi BS pada tahun 2007. Pada tanggal 18 Januari 2008, pemerintah Thailand telah menyetujui likuidasi BS.
Pada bulan Mei 2006, SPPP telah menghentikan kegiatan usahanya dan menjual mesin dan peralatannya kepada HPPP. Penghentian tersebut dilakukan sehubungan dengan relokasi pabrik oleh pelanggan utama SPPP dari Shanghai ke Hefei.
Pada tanggal 6 Juli 2007, berdasarkan resolusi dari dewan direksi HPPP dan SPPP, kedua anak perusahaan mengadakan perjanjian merger. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2008, merger tersebut masih dalam proses.
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan Saham
Pada tanggal 12 September 1989 Perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan dengan surat No. SI-048/SHM/MK-10/1989, untuk melakukan penawaran atas saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 15 Nopember 1989 saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
Pada tanggal 21 Juni 1993, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. 0154/PM/1993 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 17.250.000 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 22 Juli 1993.
Pada tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 seluruh saham Perusahaan sejumlah 69.000.000 saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Surabaya).
Obligasi
Pada tanggal 2 Desember 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Bappepam sesuai dengan suratnya NO. S-3572/PM/2004 untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berlina I tahun 2004 dengan jumlah pokok Rp. 75.000.000.000 dan terbagi dalam obligasi Seri A senilai Rp. 43.000.000.000 dan Seri B senilai Rp. 32.000.000.000 dan Obligasi Syari’ah Ijarah Berlina I tahun 2004 dengan jumlah pokok sebesar Rp. 85.000.000.000. Pada tahun 2007, Perusahaan telah melakukan pembayaran hutang obligasi Berlina I Seri A sejumlah Rp
43.000.000.000. Pada tanggal 30 Juni 2008, seluruh obligasi Perusahaan sejumlah Rp 117.000.000.000 telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp). Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh perusahaan (dan anak perusahaan) yang disusun sampai dengan 31 Desember setiap tahunnya. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Pengendalian juga dianggap ada apabila induk Perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% hak suara.
Pada saat akuisisi, aktiva dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill dan diamortisasi dengan mengunakan metode garis lurus selama 10-20 tahun karena aktiva anak perusahaan dapat memberikan manfaat kepada Perusahaan selama masa tersebut.
Hak pemegang saham minoritas dinyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan historis aktiva bersih. Hak minoritas akan disesuaikan untuk bagian minoritas dari perubahan ekuitas. Kerugian yang menjadi bagian minoritas melebihi hak minortas dialokasikan kepada bagian induk perusahaan.
Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan.
Seluruh transaksi antara perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi saat konsolidasi.
c. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Perusahaan LPI dan BT, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi- transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
Pembukuan SPPP dan HPPP diselenggarakan dalam mata uang Renminbi China (Rmb). Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasi, aktiva dan kewajiban SPPP dan HPPP pada tanggal neraca dijabarkan ke dalam Rupiah masing-masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal neraca, sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas pada akun selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan.
d. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontijensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasi serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
e. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
f. Investasi
Investasi dalam efek yang tersedia untuk dijual dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui langsung dalam ekuitas sampai pada saat efek tersebut dijual atau telah terjadi penurunan nilai. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas dibebankan dalam laba rugi tahun berjalan.
Efek yang tersedia untuk dijual yang dimiliki sementara disajikan sebagai investasi sementara.
Untuk menghitung laba atau rugi yang direalisasi, biaya perolehan efek ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.
g. Penyisihan Piutang Ragu-Ragu
Perusahaan dan anak perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan hasil penelaahan terhadap masing-masing akun piutang pada akhir tahun.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode masuk pertama keluar pertama, sedangkan HPPP menggunakan metode rata-rata tertimbang.
i. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
j. Aktiva Tetap - Pemilikan Langsung
Aktiva tetap, kecuali aktiva tertentu yang dinilai kembali, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Aktiva tertentu telah dinilai kembali berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh penilai independen sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Peningkatan nilai aktiva karena penilaian kembali dikreditkan pada selisih penilaian kembali aktiva tetap dalam akun ekuitas.
Perusahaan
Aktiva tetap, kecuali tanah, digolongkan dan disusutkan dengan menggunakan metode dan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut :
Masa Metode Persentase
Golongan Manfaat Penyusutan Penyusutan
Bangunan 20 tahun Garis lurus 5%
Bukan bangunan :
Golongan I Tidak lebih dari 4 tahun Saldo menurun ganda 50%
(double declining balance method).
Golongan II Lebih dari 4 tahun dan Saldo menurun ganda 25%
tidak lebih dari 8 tahun (double declining balance method).
Anak Perusahaan
Aktiva tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut :
Tahun
Bangunan dan prasarana 20
Mesin dan peralatan 2 - 10 Inventaris dan peralatan kantor 3 - 5
Kendaraan 2 - 5
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya.
Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan.
Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.
k. Sewa Guna Usaha
Transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai capital lease apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha.
2. Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa dapat menutup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewa guna usaha beserta bunganya sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha.
3. Masa sewa guna usaha minimum dua tahun.
Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi kriteria tersebut diatas dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease).
Aktiva dan kewajiban sewa guna usaha dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi). Aktiva sewa guna usaha disusutkan dengan metode dan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap – pemilikan langsung (lihat kebijakan akuntansi mengenai aktiva tetap – pemilikan langsung Catatan 2j.).
Keuntungan (kerugian) penjualan akibat transaksi jual dan sewa kembali (sales dan leaseback) atas aktiva sewa guna usaha dengan metode “capital lease” ditangguhkan dan diamortisasi secara proporsional sepanjang umur manfaat aktiva sewa guna usaha yang bersangkutan sejalan dengan penyusutan aktivanya.
l. Biaya Emisi Obligasi
Biaya emisi obligasi langsung dikurangkan dengan hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi neto obligasi tersebut. Selisih antara hasil emisi neto obligasi dengan nilai nominal merupakan diskonto atau premium yang diamortisasi selama jangka waktu obligasi tersebut dengan metode garis lurus.
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Penjualan diakui pada saat penyerahan barang dan hak kepemilikannya berpindah kepada pelanggan. Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).
n. Imbalan Pasca Kerja.
Perusahaan dan anak perusahaan (LPI) memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Pendanaan untuk imbalan ini dilakukan melalui sebuah perusahaan asuransi.
Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian akturial bersih yang belum diakui yang melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini imbalan pasti dan 10% nilai wajar aktiva program diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garus lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.
Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum diakui dan nilai wajar program.
o. Pajak Penghasilan
Beban Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca, kecuali aktiva dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aktiva dan kewajiban pajak kini.
p. Laba (Rugi) per Saham
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
q. Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis.
Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan suatu produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.
Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki resiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.
Aktiva dan kewajiban yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aktiva tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.
3. KAS DAN SETARA KAS
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
Kas 393,023,055 297,712,766
Bank Rupiah
Deutsche Bank 1,724,253,837 4,345,806,816
Danpac Bank 24,010,585 13,227,865
Bank Central Asia 3,225,014,462 4,436,318,030
Bank Niaga 117,181,651 131,182,615
DBS Bank 335,633,375 7,904,018,437
Standard Chartered Bank 285,829,177 1,760,082,851
Bank Danamon 23,946,529 25,900,612
Hongkong & Shanghai Banking Corp 198,563,880 223,311,336
Bank Mandiri (Rp) - 33,536,065
Bank Syariah Mandiri 26,494,590 24,676,114
Bank OCBC 113,794,863 106,243,226
Bank Permata 356,179,853 533,656,328
Dollar Amerika Serikat
DBS Bank 1,450,102,565 979,094,852
OCBC Bank 13,978,181 27,558,112
Deutsche Bank 770,630,301 863,808,459
Standard Chartered Bank 148,248,149 721,555,089
American Express Bank Ltd 248,533,677 236,958,300
Hongkong & Shanghai Banking Corp 167,382,643 73,988,111
Renminbi -
Construction Bank of China 34,780,280 25,297,966
Industrial and Commercial Bank of China 10,700,427,417 5,206,860,002 Hongkong & Shanghai Banking Corp 268,808,850 -
BIN-USD (NINBO RMB) 24,401,577 39,516,392
Deposito berjangka dalam Rupiah pada :
Bank HSBC tingkat bunga 8.4 % per tahun 1,000,000,000
Deposito berjangka dalam Dollar Amerika Serikat pada :
DBS, tingkat bunga 0-10% p/a ( 2007 ) - 2,858,100,000 Standard Chartered Bank, tingkat bunga 4.80% p/a ( 2007 ) - 3,621,600,000 Deutche Bank, tingkat bunga 2.1 % p/a ( 2008 ) & 4.65-4.70% p/a ( 2007 ) 3,690,000,000 905,400,000
Jumlah 25,341,219,497 35,395,410,346
4. INVESTASI SEMENTARA
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
Saham 217,368,500 230,068,500
Reksa Dana 922,500,000 1,883,123,592
Private Fund 12,751,603,427 51,503,857,229
Laba yang belum direalisasi 3,893,588,924 3,125,937,387 Nilai Pasar 17,785,060,851 56,742,986,708 Mutasi laba pemilikan efek yang belum direalisasi
Saldo awal 3,504,615,980 7,854,136,263 Peningkatan ( Penurunan ) nilai efek 388,972,944 (4,728,198,876)
Jumlah 3,893,588,924 3,125,937,387
5. PIUTANG USAHA
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
a. Jumlah piutang usaha berdasarkan langganan adalah sebagai berikut :
Pihak ketiga
Pelanggan dalam negeri 76,704,331,898 47,570,147,762 Pelanggan luar negeri 8,728,013,676 8,620,761,749
Jumlah 85,432,345,573 56,190,909,511
b. Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut :
Belum jatuh tempo 67,240,005,594 35,609,211,366
1 s/d 30 hari 16,523,806,257 12,782,965,075
31 s/d 60 hari 974,566,249 2,926,626,323
> 60 hari 693,967,473 4,872,106,748
Jumlah 85,432,345,573 56,190,909,511
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
c. Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut :
Rupiah 73,747,453,257 44,244,955,119
Dollar Amerika Serikat 3,550,175,936 1,626,585,143
SGD - 1,698,607,500
Remimbi 8,134,716,381 8,620,761,749
Jumlah 85,432,345,573 56,190,909,511
-
- Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang usaha tersebut dapat ditagih sehingga tidak membentuk penyisihan piutang ragu-ragu. Sebagian piutang perusahaan dijadikan jaminan fasilitas pinjaman bank HSBC yang terdiri dari persediaan dan piutang sejumlah USD 4.000.000 tahun 2008 dan nihil tahun 2007 6. PIUTANG LAIN-LAIN
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Piutang Karyawan 81,689,451 47,329,496
Piutang Klaim Asuransi 64,048,349 57,816,468
Piutang Uang Muka Mould 253,520,500 2,959,685,418
Piutang Lainnya 1,229,976,937 1,044,984,879
1,629,235,237 4,109,816,260
Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang lain-lain tersebut dapat ditagih sehingga tidak membentuk penyisihan piutang ragu-ragu
7. PERSEDIAAN
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
Barang jadi 16,190,790,365 14,765,247,676
Barang dalam proses 8,862,500,841 7,755,471,456
Bahan baku 25,352,494,754 16,520,307,590
Bahan pembantu dan pembungkus 6,758,936,603 3,614,260,474
Barang teknik, bahan bakar dan mould 6,139,881,138 5,836,870,777
Barang dalam perjalanan 512,808,375 254,076,316
Jumlah 63,817,412,075 48,746,234,289
Sebagian persediaan di atas, milik HPPP sebesar Rp 5.343.815.672 tahun 2008 dan Rp 4.697.386.771 tahun 2007, ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
Seluruh persediaan milik Perusahaan dan anak perusahaan telah diasuransikan kepada PT Zurich Insurance Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan AIU Insurance Company Shanghai Branch untuk tahun 2008 dan PT Zurich Insurance Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan AIU Insurance Company Shanghai Branch untuk tahun 2007 terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 37.723.121.500 dan Rmb 1.500.000 untuk tahun 2008 dan Rp 41.530.864.174 dan Rmb 1.500.000 untuk tahun 2007. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan dan anak perusahaan.
Sebagian persediaan perusahaan dijadikan jaminan fasilitas pinjaman bank HSBC yang terdiri dari persediaan dan piutang sejumlah USD 4.000.000 tahun 2008 dan nihil tahun 2007
8. BIAYA DI BAYAR DIMUKA
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Asuransi 778,017,210 1,068,911,076
Sewa 578,383,330 1,424,433,334
Lain-lain 579,235,137 1,452,352,403
1,935,635,677 3,945,696,813
9. PIUTANG PADA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Merupakan piutang kepada PT Samolin Surya (SS) tahun 1989 yang timbul dari pemberian pinjaman modal kerja dan pembayaran biaya terlebih dahulu. Piutang tersebut tidak dikenakan bunga sejak tahun 2002 serta tanpa jaminan dan tidak ditentukan jadual pengembaliannya (Catatan 32).
Rincian Piutang adalah sebagai berikut :
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
Piutang PT Samolin Surya 5,257,835,048 5,257,835,048 Penyisihan piutang ragu-ragu (704,311,811) (704,311,811)
Bersih 4,553,523,237 4,553,523,237
Perusahaan juga mempunyai penyertaan saham pada SS sejumlah 48% dengan harga perolehan sebesar Rp 360.000.000, yang telah bersaldo nihil karena investasinya telah mengalami akumulasi
kerugian di atas biaya perolehannya. Saat ini manajemen Perusahaan (sebagai pemegang saham SS) sedang mempelajari berbagai alternatif yang tepat untuk menyelesaikan piutang SS. Adapun aktiva tetap SS saat ini yang berupa tanah, bangunan, mesin dan kendaraan telah dikuasai oleh Perusahaan.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu tersebut adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.
10. AKTIVA TETAP
1 Januari 08 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Translasi 30 Juni 08
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan : Pemilikan langsung
Hak atas tanah 16,849,693,313 - - - - 16,849,693,313 Bangunan dan prasarana 23,607,740,912 68,056,001 - 39,000,000 - 23,714,796,913 Mesin dan peralatan 284,967,973,878 3,354,391,081 - 7,519,346,269 2,710,335,229 298,552,046,457 Kendaraan 3,189,701,988 - - 13,318,455 5,415,013 3,208,435,456
Inventaris & peralatan -
kantor 28,416,257,090 797,483,516 12,254,090 217,285,806 26,888,761 29,445,661,083
Aktiva dalam penyelesaian -
Bangunan dan prasarana 77,616,982 19,350,500 - (96,967,482) - - Mesin dan peralatan 6,353,020,513 3,572,054,231 - (7,691,983,048) - 2,233,091,696
Aktiva sewa guna usaha -
Mesin dan peralatan 5,940,784,514 - - - - 5,940,784,514 Kendaraan 1,426,236,364 - - - - 1,426,236,364 Jumlah 370,829,025,554 7,811,335,329 12,254,090 - 2,742,639,002 381,370,745,795
-
- - - - - Akumulasi penyusutan :
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 7,829,180,388 582,320,236 - - - 8,411,500,624 Mesin dan peralatan 142,309,555,478 11,866,896,648 - - 633,412,280 154,809,864,407 Kendaraan 2,455,552,124 135,986,515 - - 1,731,612 2,593,270,252 Inventaris & peralatan - - - - - - kantor 21,488,748,241 1,213,086,129 12,254,090 - 4,585,397 22,694,165,678
Aktiva sewa guna usaha -
Mesin dan peralatan 832,183,328 344,756,538 - - - 1,176,939,866 Kendaraan 553,348,177 144,520,230 - - - 697,868,407 Jumlah 175,468,567,736 14,287,566,297 12,254,090 - 639,729,290 190,383,609,234
-
- - - -
Jumlah Tercatat 195,360,457,818 190,987,136,561
17
1 Januari 07 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 07
Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan : Pemilikan langsung
Hak atas tanah 16,849,693,313 - - - 16,849,693,313 Bangunan dan prasarana 22,040,818,579 587,936,400 - 451,161,224 23,079,916,203 Mesin dan peralatan 269,544,809,142 3,222,030,482 9,612,331,799 2,373,967,888 265,528,475,713 Kendaraan 2,918,225,140 645,000,000 - (327,613,373) 3,235,611,768
Inventaris & peralatan -
kantor 29,925,243,995 686,288,901 2,834,655,894 24,940,478 27,801,817,480
Aktiva dalam penyelesaian -
Bangunan dan prasarana 525,890,856 285,190,409 - (477,544,074) 333,537,191 Mesin dan peralatan 2,569,851,132 3,331,366,340 - (2,779,937,432) 3,121,280,040
Aktiva sewa guna usaha -
Mesin dan peralatan 9,161,205,600 61,435,186 - 90,025,289 9,312,666,075 Kendaraan 1,309,029,046 - - 645,000,000 1,954,029,046 Jumlah 354,844,766,803 8,819,247,718 12,446,987,693 - 351,217,026,828 Akumulasi penyusutan :
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 6,716,321,281 542,530,550 - - 7,258,851,831 Mesin dan peralatan 121,784,081,094 11,715,592,605 5,307,030,288 824,904,743 129,017,548,154 Kendaraan 2,190,590,577 160,227,696 - 72,666,001 2,423,484,274 Inventaris & peralatan - - - - - kantor 19,335,458,687 2,009,548,257 1,168,438,144 (125,159,940) 20,051,408,859
Aktiva sewa guna usaha -
Mesin dan peralatan 1,906,767,887 447,854,922 51,688,571 (785,848,304) 1,517,085,933 Kendaraan 473,901,497 188,189,089 - 13,437,500 675,528,086 Jumlah 152,407,121,023 15,063,943,118 6,527,157,003 - 160,943,907,137
Jumlah Tercatat 202,437,645,780 190,273,119,690
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut :
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
Pemilikan langsung :
Biaya pabrikasi 13,228,042,924 13,784,313,543 Beban usaha 570,246,605 643,585,564 Aktiva sewa guna usaha :
Beban usaha 144,520,230 188,189,089 Biaya pabrikasi 344,756,538 447,854,922
Jumlah 14,287,566,297 15,063,943,118
Sebagian aktiva tetap perusahaan berupa tanah, bangunan, mesin dan peralatan digunakan sebagai jaminan hutang obligasi (Catatan 18). Aktiva tetap mesin dan peralatan milik HPPP dan SPPP juga digunakan sebagai jaminan hutang bank (Catatan 14).
Aktiva tetap sewa guna usaha, digunakan sebagai jaminan untuk hutang sewa guna usaha (Catatan 17).
Perusahaan dan LPI (anak perusahaan) memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Pandaan, Tangerang, Cikarang dan Sidoarjo dengan Hak Legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20 (dua puluh) tahun dan 30 (tiga puluh) tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2013 dan 2034. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti yang memadai.
18
Aktiva tetap Perusahaan dan anak perusahaan (LPI), kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Zurich Insurance Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan AIU Insurance Company Shanghai Branch untuk tahun 2008 dan PT Zurich Insurance Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan AIU Insurance Company Shanghai Branch untuk tahun 2007 terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 43.243.698.400, US$ 50.869.276 dan Rmb 90.502.201 untuk tahun 2008 dan Rp 49.986.151.204, US$ 50.362.282 dan Rmb 70.444.882 untuk tahun 2007. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aktiva yang dipertanggungkan.
11. GOODWILL
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
Biaya perolehan 11,878,145,205 11,878,145,205
Akumulasi amortisasi (8,949,762,955) (8,232,907,417)
Jumlah tercatat 2,928,382,249 3,645,237,787
Beban amortisasi adalah sebesar Rp. 266.216.568 tahun 2008 dan Rp 450.638.970 tahun 2007.
12. HUTANG LAIN-LAIN
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Deviden 477,741,365 477,741,365
Hutang upah,lembur - agen tenaga kerja 299,039,777 278,560,908 Pendapatan yang ditangguhkan 1,265,085,344 1,265,085,344
Lain-lain 2,711,245,585 952,928,085
4,753,112,071 2,974,315,702
13. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Bunga 781,658,407 995,731,541
Hutang upah,lembur 841,464,146 199,383,751
Listrik,air,telepon 1,902,668,740 969,248,976
Lain-lain 4,055,876,816 3,124,668,720
Total 7,581,668,110 5,289,032,988
14. HUTANG BANK
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
HSBC-Shanghai ( China ) - 8,736,025,306
HSBC-Indonesia 4,987,785,762
ICBC ( China ) 6,754,500,000 591,950,000 Total Hutang Bank 11,742,285,762 9,327,975,306
19
Pada tahun 2007, HPPP menerima fasilitas pinjaman dari Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) sebesar Rmb 5.000.000 dengan jangka waktu pinjaman satu (1) tahun, yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 Agustus 2008. Saldo pinjaman pada tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rmb 5.000.000 atau ekuivalen Rp 6.754.500.000 dan Rmb 500.000 atau ekuivalen Rp 591.950.000
Saldo pinjaman di HSBC-Shanghai china pada tanggal 30 Juni 2007 sebesar Rmb 7.379.023 atau ekuivalen Rp. 8.736.025.306, yang telah dilunasi pada Desember 2007
Pinjaman tersebut di atas dijamin dengan aktiva tetap mesin dan peralatan milik HPPP dan SPPP (Catatan 10).
15. HUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
a. Jumlah hutang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut :
Pihak ketiga :
Pemasok dalam negeri 36,209,137,008 30,982,585,559
Pemasok luar negeri 13,388,943,871 11,581,095,112
Jumlah 49,598,080,879 42,563,680,671
b. Jumlah hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut :
Rupiah 24,636,957,903 20,107,448,507
US Dollar 20,232,716,576 17,062,179,816
Euro 387,923,524 150,514,671
Remimbi 3,637,304,491 4,763,687,874
Yen 438,348,897 -
CHF - 4,378,764
SFR 101,865,788 259,839,074
AUD - 3,454,195
SGD 162,963,700 212,177,771
Jumlah 49,598,080,879 42,563,680,671
Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, baik dari pemasok dalam maupun luar negeri berkisar 30 sampai 90 hari.
20 16. HUTANG PAJAK
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
Pajak kini (Catatan 28) 39,887,065 512,393,324 Pajak penghasilan
Pasal 21 304,012,672 260,006,340 Pasal 23 / 26 301,747,858 248,575,004 Pasal 4 (2) 9,841,140 187,334,173 Pasal 29 thn 2001 2,724,566,300 2,724,566,300 Pajak pertambahan nilai 2,283,664,769 1,839,161,575
Lain-Lain 19,170,541
Jumlah 5,682,890,344 5,772,036,715
17. HUTANG SEWA GUNA USAHA
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
a. Rincian hutang sewa guna usaha berdasarkan jatuh tempo
Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun :
2007 - 1,100,547,782
2008 968,981,779 1,760,079,630
2009 1,046,072,363 1,848,836,402
2010 399,586,231
2011 423,717,039
2012 154,857,241
Nilai Tunai pembayaran minimum 2,993,214,654 4,709,463,814 Bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun (968,981,779) (1,100,547,782)
Hutang Sewa Guna Usaha Jangka Panjang - Bersih 2,024,232,875 3,608,916,032
b. Rincian hutang sewa guna usaha berdasarkan lessor :
Perusahaan :
PT Chandra Sakti Utama 1,906,283,364 2,602,820,368 PT Tifa Mutual Finance 1,086,931,290 2,035,322,450 PT UFJ-BRI Finance - 71,320,997
Jumlah 2,993,214,654 4,709,463,814
Manajemen Perusahaan dan anak perusahaan (LPI) menetapkan kebijakan untuk membeli mesin dan perlengkapan, kendaraan dan peralatan dengan menggunakan pembiayaan sewa guna usaha (capital lease) melalui pinjaman sale dan lease back dengan lessor-lessor seperti yang disebutkan diatas. Perjanjian sewa guna usaha tersebut rata-rata berjangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga efektif antara 14%-24% per tahun untuk tahun 2008 dan 14%-24% per tahun untuk tahun 2007.
Hutang ini dijamin dengan aktiva sewa guna usaha bersangkutan.
21 18. HUTANG OBLIGASI
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
Obligasi Seri I, tahun 2004 dalam rupiah
Seri A - 43,000,000,000
Seri B 32,000,000,000 32,000,000,000
Obligasi Syari'ah Ijarah Berlina I , Tahun 2004
dalam rupaih 85,000,000,000 85,000,000,000
Biaya emisi yg setelah diamortisasi (988,475,894) (1,647,459,823)
Jumlah 116,011,524,106 158,352,540,177
Bagian yang jatuh tempo satu tahun - (43,000,000,000)
Saldo Akhir 116,011,524,106 115,352,540,177
Pada tahun 2004, Perusahaan telah melakukan penawaran umum “Obligasi Berlina I Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligasi Syari’ah Ijarah Berlina I Tahun 2004” dengan jumlah pokok masing-masing sebesar Rp. 75.000.000.000 dan Rp. 85.000.000.000. Dalam rangka penerbitan obligasi ini, Perusahaan telah memperoleh hasil pemeringkatan yaitu A (Single A) dari PT. Kasnic Credit Rating Indonesia sesuai dengan surat NO. 176/KCRI/X/2004 tanggal 18 Oktober 2004. Direktur Bursa Efek Surabaya dalam surat keputusan No. PPPE-41/BES/XI/2004 tanggal 10 Nopember 2004 juncto No. Ad-PPPE-007/BES/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 telah menyetujui pencatatan obligasi tersebut yang ditawarkan pada tanggal 16 Desember 2004 dengan pokok obligasi sebesar Rp.
160.000.000.000
Obligasi Berlina I Tahun 2004 memiliki jangka waktu 3 (tiga) tahun untuk Obligasi Seri A dan 5 (lima) tahun untuk Obligasi Seri B dengan tingkat bunga tetap masing-masing sebesar 12,625 % dan 13,75 % per tahun. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai tanggal 15 Maret 2005 sampai dengan tanggal 15 Desember 2007 dan tanggal 15 Desember 2009 untuk Obligasi Seri B..
Obligasi Syari’ah Ijarah Berlina I Tahun 2004 memiliki jangka waktu 5 (lima) tahun dengan cicilan fee ijarah sebesar Rp 2.921.875.000 per triwulan. Cicilan fee ijarah dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai tanggal 15 Maret 2005 sampai dengan tanggal 15 Desember 2009.
PT Bank Permata Tbk (pihak ketiga) bertindak sebagai Wali Amanat dalam penawaran Obligasi ini.
Obligasi ini dijamin dengan aktiva yang dimiliki oleh perusahaan berupa tanah, bangunan, mesin dan peralatan atau atau jaminan kebendaan lainnya yang keseluruhannya dengan nilai jaminan tidak kurang dari 100% dari jumlah obligasi yang diterbitkan.
Berdasarkan pemeringkatan yang diterbitkan oleh PT Moody’s Indonesia tanggal 28 Mei 2007, peringkat obligasi Perusahaan adalah Baa.3.id (stable outlook).
Sehubungan dengan Perjanjian Perwaliamanatan, tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat, Perusahaan diwajibkan tidak melakukan batasan-batasan tertentu antara lain :
• Menjaminkan lebih dari 50% dari nilai aktiva konsolidasi Perusahaan, kecuali kepada pemegang obligasi dalam rangka mempertahankan rasio jaminan.
• Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) kepada pihak lain, kecuali kepada anak perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan usaha anak perusahaan untuk kelangsungan usahanya.
• Melakukan penggabungan atau peleburan usaha atau pengambilalihan dengan perusahaan lain (melebihi 50 % dari jumlah ekuitas Perusahaan) yang berakibat negatif terhadap kelangsungan usaha.
• Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran hutang (PKPU) kecuali akibat adanya gugatan pailit pihak lain kepada Pengadilan Niaga yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
22
• Menjual atau mengalihkan aktiva yang nilainya melebihi 20 % dari seluruh aktiva konsolidasi.
• Merubah kegiatan usaha Perusahaan dan anak perusahaan.
• Mengurangi modal dasar dan modal disetor Perusahaan.
• Memberikan pinjaman atau kredit kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa atau pihak ketiga lainnya yang nilainya melebihi Rp. 10.000.000.000.
19. KEUNTUNGAN / KERUGIAN DITANGGUHKAN ATAS TRANSAKSI SEWA GUNA USAHA
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
Kerugian ditangguhkan
Saldo awal (500,776,429) (616,688,066)
Penambahan - - Amortisasi tahun berjalan 57,200,772 58,710,866 Saldo Akhir (443,575,657) (557,977,201)
Keuntungan ditangguhkan
Saldo awal 297,054,696 244,618,239
Penambahan - 110,745,659 Amortisasi tahun berjalan (16,736,597) (41,572,604)
Bersih 280,318,099 313,791,294
20. HAK MINORITAS
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
a. Hak Minoritas Aktiva Bersih Anak Perusahaan
LPI 20,142,684,198 20,261,423,202
BT 3,750,000 3,750,000
Jumlah 20,146,434,198 20,265,173,202
a. Hak Minoritas Laba Bersih
Anak Perusahaan - LPI 858,263,929 1,844,882,794
23 21. MODAL SAHAM
Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan Saham (Rp)
PT Dwi Satrya Utama 35,482,500 51.42% 17,741,250,000
Atmadja Tjiptobiantoro 8,850,000 12.83% 4,425,000,000
Lisjanto Tjiptobiantoro 7,251,400 10.51% 3,625,700,000
Masyarakat (kurang dari 5%) 17,416,100 25.24% 8,708,050,000
Jumlah 69,000,000 100,00% 34,500,000,000
30 Juni 2008 & 2007
Sehubungan dengan diperolehnya persetujuan perubahan anggaran dasar Perusahaan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 13 Nopember 2000, mengenai peningkatan modal dasar menjadi Rp. 75.000.000.000 dan pemecahan nilai nominal saham menjadi Rp.250 per saham (Catatan 1a), sampai dengan tanggal 30 Juni 2008 saham Perusahaan masih diperdagangkan dengan nilai nominal Rp.500 per saham dan jumlah saham yang beredar sejak tanggal 1 Januari 2001 sampai dengan 30 Juni 2008 tidak mengalami perubahan.
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini merupakan agio saham sehubungan dengan :
30 Juni 2008 & 2007 Pengeluaran 1.750.000 saham melalui penjualan saham Perusahaan 12,075,000,000 pada penawaran umum tahun 1989
Pembagian saham bonus tahun 1998 11,500,000,000
Bersih 575,000,000
23. PENJUALAN BERSIH
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
Lokal & Ekspor 217,556,877,718 182,389,739,210
Jumlah 217,556,877,718 182,389,739,210
Jumlah penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih masing-masing pada tahun 2008 dan 2007 dilakukan dengan PT Unilever Indonesia Tbk. (pihak ketiga) dengan jumlah penjualan masing-masing sebesar :
30 Juni 2008 30 Juni 2007
Rp Rp
PT Unilever Indonesia Tbk. 126,931,784,509 97,394,261,159