• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Inspektorat Daerah Kota Samarinda. A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Inspektorat Daerah Kota Samarinda. A. Latar Belakang"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejalan dengan diberlakukannya Otonomi Daerah sesuai Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah, ditekankan pada prinsip Demokrasi, Keadilan, Pemerataan, memperhatikan Potensi dan Keanekaragaman Daerah, serta partisipasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Prinsip – prinsip tersebut diatas telah membuka peluang dan kesempatan yang sangat luas kepada Daerah Otonom untuk melaksanakan kewenangannya secara mandiri dan bertanggungjawab dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan mutu pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta daya saing daerah. Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, bahwa daerah mempunyai wewenang untuk mengatur dan mengurus pemerintahannya sendiri, namun dalam penyusunan perencanaan daerah tetap harus memperhatikan keterkaitan antara perencanaan pemerintah pusat, provinsi dan pemerfintah daerah, sehingga dapat mencapai tujuan nasional.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dimana perencanaan pembangunan dibagi menjadi Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Menengah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

(3)

Perencanaan Pembangunan Daerah dalam pasal 14 ayat (2) Undang- undang Nomor 25 Tahun 2006 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional disebutkan bahwa Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyiapkan rencana awal sebagai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) sebagai penjabaran dari Visi, Misi dan Program Kerja Daerah ke dalam Strategi Pembangunan Daerah, Kebijakan Umum, Program Prioritas dan Arah Kebijakan Keuangan Kepala Daerah.

Sebagai tindak lanjut dikeluarkannya Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor …… Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah ( RPJMD ) Kota Samarinda Tahun 2016 – 2021 pada pasal 15 ayat (2) bahwa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah menyiapkan rancangan Rencana Strategi Satuan Kerja Perangkat Daerah ( Renstra SKPD ) , sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya dengan berpedoman kepada Rencana awal RPJMD.

Untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah dalam rangka pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang saat ini dijadikan sebagai salah satu instrumen pertanggungjawaban.

Perencanaan ini merupakan pengintegrasian antara keahlian sumber daya manusia dengan berbagai sumber daya lainnya yang dimiliki organisasi sehingga diharapkan mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan Strategis, nasional dan global serta tetap berada dalam tatanan sistem manajemen nasional.

B. Landasan Hukum

Dalam penyusunan Renstra Inspektorat 2016 - 2021 beberapa peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan, yaitu sebagai berikut :

(4)

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, tambahan Nomor 3851) ;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keungan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, tambahan Lembar Negara Republik Indonesia No. 4355);

4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66 Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 );

7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

(5)

8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJPN Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33);

9. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015, tentang Perubahan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akutansi Pemerintah;

11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara / Daerah (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

(6)

17. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Investasi Pemerintah;

18. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

19. Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Inter Pemerintah;

20. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

21. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 tentang RPJM Nasional Tahun 2005-2009;

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;

25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal;

26. Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 16 Tahun 2013 tentang Perubahan ketiga atas Perda Nomor 12 Tahun2008, tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat (Lembaga Teknis Daerah Kota Samarinda);

(7)

C. Maksud dan Tujuan a. Maksud

Maksud penyusunan Renstra Inspektorat 2016-2021 adalah perbaikan penjabaraan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan beserta Indikator Sasaran dengan merumuskan program kegiatan sebagai langkah strategi untuk pengawasan atas penyelenggaran pemerintahan daerah yang merupakan proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sesuai dengan Rencana dan Ketentuan Peraturan Perundang – Undangan. Pengawasan yang dilakukan oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) sesuai dengan bidang kewenangannya masing-masing.

b. Tujuan

Tujuan dari penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Daerah Kota Samarinda Tahun 2016-2021 adalah perbaikan terhadap Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Indikator Penjabaran Pedoman dalam Pengukuran Keberhasilan maupun Hambatan di dalam melaksanakan Kebijakan, Program dan Sasaran yang telah ditetapkan dan tertuang dalam Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah ( LAKIP ).

Maka untuk menjamin tercapainya kebijaksanaan yang telah digariskan dan sasaran yang telah ditetapkan, dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna serta mentaati peraturan perundang – undangan yang berlaku.

(8)

c. Hubungan Renstra SKPD dengan RPJMD

RPJMD merupakan pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah ( Renstra – SKPD ). Renstra Inspektorat Daerah Kota Samarinda Tahun 2016 – 2021 yang mengacu kepada RPJMD merupakan dokumen perencanaan dalam Rencana Kerja Tahunan selama 5 (lima) tahun ke depan.

d. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Renstra Inspektorat Daerah Kota Samarinda 2016 - 2021 adalah sebagai berikut :

(9)

BAB I.

a. Latar Belakang b. Landasan Hukum c. Maksud dan Tujuan d. Sistematika Penulisan

BAB II.

a. Struktur Organisasi SKPD b. Gambaran Tugas dan Fungsi c. Sumber Daya SKPD d. Kinerja Pelayanan SKPD

e. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

BAB III.

a. Identitas Permasalahan berdasarkan Tugas & Fungsi Pelayanan SKPD

b. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih c. Telaahan Renstra K/L dan Renstra

d. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis e. Penentuan Isu-Isu Strategis

BAB IV.

a. Visi dan Misi SKPD

b. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD c. Strategi dan Kebijakan SKPD

BAB V.

BAB VI. INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN RPJMD BAB VII. PENUTUP

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS & FUNGSI GAMBARAN PELAYANAN SKPD

VISI, MISI, TUJUAN & SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN

RENCANA PROGRAM & KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

PENDAHULUAN

………

(10)

Lampiran : 1. Renja 2016 s.d 2021

2. Tabel Indikator Kinerja Anggaran

3. Tabel Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Inspektorat Daerah

4. Tabel Pendanaan Indikatif

(11)

BAB II

GAMBARAN UMUM INSPEKTORAT

A. Struktur Organisasi

Inspektorat Daerah Kota Samarinda adalah Instansi Eselon II dengan susunan organisasi diuraikan sebagai berikut :

1. Inspektur.

2. Sekretaris membawahi : a. Sub Bagian Perencanaan.

b. Sub Bagian Administrasi & Umum.

c. Sub Bagian Evaluasi & Pelaporan.

3. Inspektur Pembantu Wilayah I.

4. Inspektur Pembantu Wilayah II.

5. Inspektur Pembantu Wilayah III.

6. Inspektur Pembantu Wilayah IV.

7. Jabatan Fungsional : a. Auditor

b. P2PUD

(12)

STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2015 SESUAI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 2013

SEKRETARIS

SUBBAG.

PERENCANAAN INSPEKTUR

INSPEKTUR WILAYAH. III SUBBAG.ADM

&

UMUM

SUBBAG.

EVALUASI &

PELAPORAN

INSPEKTUR WILAYAH. IV INSPEKTUR

WILAYAH. II INSPEKTUR

WILAYAH. I

JAFUNG AUDITOR JAFUNG P2UPD

(13)

B. Gambaran Tugas dan Fungsi

a). Pembentukan.

Inspektorat Daerah Kota Samarinda merupakan unsur pendukung tugas Kepala Daerah sebagai Pengawas terhadap pelaksanaan urusan penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Inspektorat Daerah Kota Samarinda dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2017, tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan dituangkan ke dalam Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 16 Tahun 2013, tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Samarinda

b). Tugas Pokok.

Berdasarkan Peraturan Walikota Samarinda Nomor 31 Tahun 2014, tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Walikota Samarinda Nomor 024 Tahun 2008, tentang Penjabaran Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Struktur Organisasi Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kota Samarinda.

c). Fungsi.

Fungsi Inspektorat Daerah Kota Samarinda adalah Perumusan Kebijakan Teknis di bidang Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sesuai dengan rencana strategis yang ditetapkan Pemerintah Daerah.

(14)

Tugas dan fungsi dalam Organisasi.

1. INSPEKTUR, mempunyai tugas :

Inspektur Daerah Kota Samarinda merupakan Unsur Pimpinan yang mempunyai tugas pokok Memimpin, Membina dan Mengkoordinasikan serta Mengendalikan dan Mengevaluasi Kegiatan Penyusunan dan Perumusan Kebijakan Daerah yang bersifat spesifik khususnya teknis operasional penyelenggaraan pengawasan terhadap pelaksanaan unsure pemerintah di daerah.

INSPEKTUR mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan bidang pengawasan sesuai dengan rencana strategis yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

b. Pemberian dukungan atas perencanaan, pembinaan dan pengendalian kebijakan teknis di bidang pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah.

c. Pengkoordinasian pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

d. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan.

e. Pengkoordinasian pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan.

f. Pembinaan kelompok jabatan fungsional.

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

2. SEKRETARIS INSPEKTORAT mempunyai tugas :

Sekretaris mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan koordinasi pengawasan dan memberikan pelayanan administrasi dan fungsional kepada semua unsur di lingkungan inspektorat daerah.

(15)

SEKRETARIS INSPEKTORAT mempunyai fungsi :

a. Penyiapan bahan koordinasi dan pengendalian rencana dan program kerja pengawasan.

b. Penghimpunan, pengelolaan, penilaian dan penyimpanan laporan hasil pengawasan aparat pengawasan fungsioanal daerah.

c. Penyusunan bahan data dalam rangka pembinaan teknis fungsional.

d. Penyusunan, penginventarisan dan pengkoordinasian dan data dalam rangka penatausahaan proses penanganan pengaduan.

e. Pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, surat menyurat dan rumah tangga.

f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. SUB BAGIAN PERENCANAAN mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan dan pengendalian rencana/program kerja pengawasan, menghimpun dan menyiapkan rancangan peraturan perundang-undanagn, penyusunan anggaran dan pelaksanaan urusan keuangan.

SUB BAGIAN PERENCANAAN mempunyai fungsi :

1. Pengkoordinasian penyiapan rencana/program kerja pengawasan.

2. Pengkoordinasian dan menghimpun petunjuk teknis yang berkaitan dengan rencana program pengawasan.

3. Penyiapan bahan Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT).

4. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis urusan keuangan dan perencanaan.

5. Pelaksanaan anggaran, perbendaharaan, perubahan dan penyusunan laporan keuangan.

6. Pengkoordinasian penyusunan rencana kerja.

7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

(16)

4. SUB BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan, menghimpun, mengolah, menilai dan menyimpan laporan kegiatan pengawasan.

SUB BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN mempunyai fungsi :

1. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis Evaluasi dan Pelaporan.

2. Penyiapan dokumentasi dan pengolahaan data pengawasan.

3. Pengkoordinasian penyusunan Renstra Inspektorat.

4. Pengkoordinasian penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

5. Pengkoordinasian pelaksanaan evaluasi LAKIP SKPD.

6. Pelaksanaan evaluasi perkembangan atas pelaksanaan rencana program kegiatan pada Inspektorat.

7. Pengkoordinasian dan Penyelenggaraan Evaluasi dan Laporan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan baik oleh APIP Intern maupun Ekstren.

8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

5. SUB BAGIAN ADMINISTRASI DAN UMUM mempunyai tugas :

Melakukan urusan kepegawaian, perlengkapan, penatausahaan surat menyurat dan urusan rumah tangga.

SUB BAGIAN ADMINISTRASI DAN UMUM mempunyai fungsi :

1. Penyusunan rencana dan program kerja Sub. Bagian Administrasi dan Umum.

2. Penyiapan Bahan Perumusan Kebijakan Teknis Urusan Umum dan Kepegawaian.

(17)

3. Penyelenggaraan urusan tata usaha surat menyurat, tata kearsipan, kepustakaan, dokumentasi dan informasi.

4. Penyelenggaraan urusan perlengkapan dan rumah tangga serta pemeliharaan barang inventaris.

5. Penyusunan dan pengadaan sarana dan prasarana untuk keperluan operasional sesuai norma dan prosedur yang berlaku.

6. Pengkoordinasian, penyiapan dan pengolahan data kepegawaian.

7. Pengolahan administrasi kepegawaian dan membuat laporan kepegawaian.

8. Pelaksanaan urusan kepegawaian.

9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

6. INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH I, II, III dan IV mempunyai tugas pokok melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan daerah dan kasus pengaduan.

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH I, II, III dan IV mempunyai fungsi : Penyusunan rencana dan program pengawasan diwilayah.

Pengusulan program pengawasan di wilayah.

Pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan.

Pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintah daerah.

Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya

.

(18)

7. JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR mempunyai tugas :

Auditor adalah Jabatan tugas tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan pengawasan Intern pada Instansi Pemerintah yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis Fungsional Bidang Pengawasan di lingkungan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Kota Samarinda. Auditor dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Inspektur dalam melaporkan hasil pelaksanaan pengawasan dan tugas-tugas lainya sesuai ruang lingkup tanggung jawab dan kewenangan sesuai arahan dan kebijakan Inspektur Pembantu Wilayah I, II, III dan IV.

JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR mempunyai fungsi :

1. Melaksanakan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan teknis,pengendalian dan evaluasi pengawasan.

2. Melaksanakan penugasan pengawasan yang meliputi audit, evaluasi, reviu, pemantauan, dan kegiatan konsultasi, sosialiasi, asistensi dalam rangka memberikan keyakinan tugas sesuai dengan norma atau standar Audit Pemerintahan yang berlaku.

3. Membantu pimpinan unit pengawasan dalam merancang, menetapkan tujuan dan sasaran kinerja pengawasan dan mengidentifikasi tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan sasaran pengawasan yang telah ditetapkan.

4. Mendampingi/memberikan keterangan ahli dalam proses penyidikan dan/atau peradilan khusus hasil pengawasan.

5. Melaksanakan tugas-tugas pengawasan dengan kompleksitas tinggi dalam audit khusus/investigasi/terindikasi tindak pidana korupsi.

6. Melaksanaan tugas-tugas lainnya yang dilimpahkan dan atau diperintahkan oleh atasan sesuai ruang lingkup tupoksi tanggung jawab dan kewenangannya.

(19)

8. P2UPD

Dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah pada Inspektorat Daerah Kota Samarinda dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 16 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Samarinda.

JABATAN FUNGSIONAL P2UPD mempunyai tugas adalah melaksanakan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, diluar pengawasan keuangan yang meliputi Pengawasan atas Pembinaan, Pelaksanaan Urusan Pemerintahan, Pengawasan atas Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.

JABATAN FUNGSIONAL P2UPD mempunyai fungsi :

1. Melakukan pengawasan atas pembinaan pelaksanaan urusan pilihan melalui analisis, evaluasi, penilaian terhadap Kebijakan Umum Anggaran (KUA).

2. Melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum mengenai kebijakan administrasi keuangan daerah.

3. Melakukan pengawasan atas indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

4. Melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah di daerah.

5. Melakukan tugas kedinasan yang diperintahkan oleh atasan baik lisan maupun tertulis.

Untuk mendukung kegiatan pengawasan pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan kemasyarakatan pada Inspektorat Daerah Kota Samarinda pada tahun 2013 telah memiliki Jabatan Fungsional, yaitu Fungsional Auditor dan Pejabat Pengawas Urusan Pemerintahan Daerah (P2UPD).

(20)

Sedangkan Struktur Organisasi Inspektorat Daerah Kota Samarinda yang disesuaikan dengan PP 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah telah di implementasikan dalan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Samarinda.

C. Sumber Daya dan Sarana Prasarana a. Personil

Tersedianya Sumber Daya Aparatur Pemerintahan yang berkualitas dalam jumlah yang memadai merupakan salah satu faktor kunci bagi kelancaran pelaksanaan tugas-tugas pengawasan di Lingkungan Inspektorat Daerah Kota Samarinda. Komposisi Pegawai Inspektorat Kota Samarinda sebagai berikut :

1. Jumlah PNS berdasarkan Eselon dan Golongan

IV III II I

1 2 3 4 5 6

1 Eselon II 1 0 0 0

2 Eselon III 5 0 0 0

3 Eselon IV 1 2 0 0

4 Staf PNS 0 10 11 0

5 P2UPD 6 0 0 0

6 Auditor 0 7 0 0

13 19 11 0

No Jabatan PNS Golongan (Orang)

J U M L A H

(21)

2. Jumlah Pegawai Non PNS

No Jumlah

1 3

1 Bagian Administrasi dan Umum (PTTB) 1

2 Bagian Administrasi dan Umum (PTTH) 2

3 Penempatan

2

Jumlah

b. Sarana Prasarana

Guna menunjang kelancaran tugas-tugas pengawasan di bidang pembangunan, pemerintahan dan pelayanan masyarakat, perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Disamping itu sarana dan prasarana yang ada juga harus dipersiapkan untuk menghadapi perkembangan dan kemajuan teknologi.

Berikut data sarana dan prasarana yang ada pada Inspektorat Daerah Kota Samarinda Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya,

Inspektorat Daerah Kota Samarinda tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

(22)

Tabel 1 : Sarana dan Prasarana Kerja Inspektorat Daerah Kota Samarinda

No Satuan Jumlah

1 3 4

1 Tanah - -

2 - -

3 - -

4 - -

5 - -

6 2 Lantai Lt. II & III

7 - -

8 - -

a. Roda Dua :

1) Sepeda Motor Suzuki A.100, RC Unit 3

2) Sepeda Motor Honda NF.100D3, Supra Unit 2

3) Sepeda Motor Kirana Unit 5

4) Sepeda Motor Honda Astrea C-1000 Unit 1

5) Sepeda Motor Win MCB Unit 2

6) Sepeda Motor Yamaha 5LM Unit 6

7) Sepeda Motor Jupiter MX Unit 4

23

1) Mobil Suzuki Minibus Unit 1

2) Mobil Daihatsu Minibus, Grand Max Unit 1

3) Mobil Nissan Navara Unit 1

4) Mobil Daihatsu Xenia Unit 2

5) Mobil Toyota Avanza Unit 2

6) Mobil Kijang Innova Unit 1

7) Mobil New Rush Toyota Unit 1

9 Jaringan

Nama Barang

2

Jalan dan Jembatan Bangunan Air Instansi

b. Roda Empat :

Jumlah Bangunan Gedung

Monumen Monumen Alat-Alat Besar Alat-Alat Angkutan :

Jumlah

(23)

4

1 Peningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik

3

Pengevaluasian terhadap LAKIP yang telah dilaksanakan oleh SKPD

1 Jumlah Auditor sesuai Kebutuhan

2 Mengikutsertakan Auditor dalam Diklat

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

1 2 3

1

Tersusunnya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan SKPD yang sesuai Standar Akuntansi Pemerintah

1

Penataan kebijakan dan sistem pengawasan berbasis risiko

1

Peningkatan kualitas AKIP dalam evaluasi internal LAKIP Pemerintah Kota

2 Peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah

4 Pengawasan atas kinerja SKPD

3 Pembagian tim pengawas berdasarkan risiko 5 Peningkatan sistem pengendalian

intern Pemerintah

2 Menurunnya Saldo Temuan Pemeriksa Ekstern dan APIP lainnya

2

Peningkatan kualitas pelaksanaan pemeriksaan

1 Pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan internal dan eksternal secara optimal

2

Peningkatan pemeriksaan operasional SKPD berdasarkan urutan SKPD yang risikonya paling besar;

3 Meningkatnya kualitas SDM aparatur

Tersedianya SDM Pengawasan yang Profesional, Kompeten dan Berintegritas.

Peningkatan kompetensi aparat pengawas intern pemerintah 3 Meningkatnya Level Inspektorat

Daerah Kota Samarinda

4 Meningkatnya kualitas Hasil Pengawasan

2

Peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di seluruh SKPD

Kota Samarinda.

Meningkatnya Akuntabiltas Kinerja Instansi

Pemerintah 4

Penyusunan dan penyempurnaan norma, standar, dan prosedur pemeriksaan;

4 Sarana dan prasarana yang memadai

Terpenuhinya Kebutuhan Sarana dan Prasarana

Mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana dalam rangka menunjang pelaksanaan kegiatan pengawasan

Penyediaan sarana dan prasarana yang baik dalam menunjang pelaksanaan kelancaran administrasi

(24)

Untuk gedung, Inspektorat Daerah Kota Samarinda menempati bersama 2 (dua) SKPD lainnya, yaitu :

1. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda.

2. Dinas Kesehatan Kota Samarinda.

c. Sumber Dana / Anggaran

Dalam aspek pendanaan Inspektorat Daerah Kota Samarinda secara umum masih kurang bagus, dikarenakan beban kerja Inspektorat yang besar dan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM). Indikator Kinerja Anggaran pendanaan Inspektorat Daerah Kota Samarinda disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 2 : Indikator Kinerja Anggaran Pendanaan Inspektorat Daerah Kota Samarinda

(25)
(26)
(27)
(28)

D. Kinerja Pelayanan.

Inspektorat Daerah Kota Samarinda memfokuskan pada sasaran pengawasan yang bersifat kebijakan strategis atas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakat, meningkatkan efektivitas pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah Kota Samarinda melalui upaya koordinasi dan sinergi pengawasan internal, eksternal dan pengawasan masyarakat serta mengoptimalkan pelaksanaan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan Aparat Pengawasan Fungsional dan Penanganan Pengaduan Masyarakat.

E. Tantangan dan Peluang

Di dalam penyelenggaraan pengawasan Inspektorat Daerah Kota Samarinda ditemukan tantangan dan peluang antara lain :

Peluang :

No. EFAS (Eksternal Faktor Analisis) Skor Bobot Total

Peluang

1 Komitmen Pimpinan terhadap

Penyelenggaraan Pengawasan 4 10 40

2 Dukungan dari Pemda terhadap

ketersediaan anggaran 4 15 60

3 Adanya opini dari BPK-RI terhadap Laporan Keuangan Pemda Kota Samarinda

4 15 60

4 Adanya Evaluasi terhadap LAKIP SKPD di lingkungan Pemkot Samarinda sebagai kontrol pengelolaan keuangan

3 15 45

(29)

Ancaman / Tantangan :

No. EFAS (Eksternal Faktor Analisis) Skor Bobot Total

Ancaman / Tantangan

1 Perlunya Tenaga APIP yang professional 1 15 15

2 Dukungan Sistem Informasi dan Manajemen Pengawasan yang terintegrasi dan tepat guna

2 10 20

3 Komitmen dan ketegasan Kepala SKPD dalam menindaklanjuti rekomendasi Hasil Pemeriksaan APIP, baik internal

(Inspektorat) maupun ekstenal (BPK-RI, BPKP)

1 10 10

4 Ketersediaan sarana dan prasarana

penunjang tugas pemeriksaan 2 10 20

T O T A L 100 270

(30)

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

A. Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan KPD Di dalam penyelenggaraan pengawasan Inspektorat Daerah Kota Samarinda masih terdapat permasalahan antara lain :

1. Belum maksimalnya Sistem Pengendalian Intern di lingkungan SKPD Pemerintah Kota Samarinda

2. Masih rendahnya tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK- RI yang dilakukan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda

3. Masih terbatasnya tenaga yang profesional di bidang pengawasan yang berhubungan dengan Jabatan Fungsional Auditor.

Ruang lingkup kegiatan pengawasan pada Inspektorat Daerah Kota Samarinda atas penyelenggaran pemerintahan daerah yang meliputi : Administrasi Umum Pemerintahan yang terdiri dari Kebijakan Daerah, Kelembagaan, Pegawai Daerah, Keuangan Daerah dan Barang Daerah.

Pengawasan Urusan Pemerintahan yang terdiri Urusan Wajib dan Urusan Pilihan.

Pengawasan Lainnya yang terdiri Dana Dekonsentrasi, Pemeriksaan Akhir Jabatan Masa Jabatan Walikota, pemeriksaan khusus dan review atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan SKPD serta Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

(31)

B. Telaahan Visi, Misi dan program Walikota dan Wakil Walikota

Pemerintah Kota Samarinda dalam melaksanakan pembangunan selama lima tahun kedepan terbingkai dalam sebuah cita-cita yang ingin diwujudkan secara objektif, realistis dan dengan pencapaian yang dapat diindikasikan berdasarkan ukuran-ukuran tertentu. Cita-cita tersebut terbingkai dalam sebuah Visi Kota Samarinda, yaitu : “Terwujudnya Kota Samarinda sebagai Kota Metropolitan yang Berdaya Saing dan Berwawasan Lingkungan”.

Untuk dapat mewujudkan Visi tersebut Pemerintah Kota Samarinda merumuskannya dalam 6 (enam) Misi, yaitu :

1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bebas korupsi ditunjang aparatur yang berintegritas tinggi, profesional dan inovatif ; 2. Memantapkan kapasitas pengelolaan keuangan kota samarinda yang

akuntabel dalam menunjang pembiayaan pembangunan ; 3. Mewujudkan ruang kota yang layak huni ;

4. Memantapkan sektor jasa dan perdagangan sebagai sektor unggulan ; 5. Mewujudkan masyarakat kota samarinda yang berkarakter, sehat,

cerdas serta berdaya saing nasional dan internasional ;

6. Mewujudkan iklim kehidupan masyarakat Kota Samarinda yang harmoni, berbudaya dan religius ;

Sesuai Tugas Pokok dan Fungsi yang diemban serta Bidang Urusan Pemerintah yang diselenggarakan Inspektorat Daerah Kota Samarinda, maka Kota Samarinda berkaitan langsung dengan Misi Kota Samarinda yang Kesatu yaitu : “Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bebas korupsi ditunjang aparatur yang berintegritas tinggi, profesional dan inovatif’”. Untuk tercapainya misi tersebut, perlu peningkatan profesional aparatur pengawas internal (Inspektorat) agar pengawasan dan pembinaan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat

(32)

C. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi

Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja Inspektorat Daerah Kota Samarinda menjelaskan perumusan tujuan dan sasaran sesuai dengan Rencana Strategis SKPD, kemudian diuraikan Sasaran dan Indikator serta Target Kinerja yang akan dicapai pada selama lima (5) tahun sebagai berikut :

Tujuan Sasaran

5 6

1. Peningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik

1

Tersusunnya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan SKPD yang sesuai Standar Akuntansi Pemerintah

2

Menurunnya Saldo Temuan Pemeriksa Ekstern dan APIP lainnya

3

Meningkatnya Level Inspektorat Daerah Kota Samarinda

4 Meningkatnya kualitas Hasil Pengawasan

2. Peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di seluruh SKPD Kota Samarinda.

- Meningkatnya Akuntabiltas Kinerja Instansi Pemerintah

3. Meningkatnya kualitas SDM aparatur - Tersedianya SDM Pengawasan yang Profesional, Kompeten dan Berintegritas.

4. Sarana dan prasarana yang memadai - Terpenuhinya Kebutuhan Sarana dan Prasarana

(33)

D. Telaahan Rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan hidup strategis

Kota Samarinda adalah adalah salah satu kota besar di Provinsi Kalimantan Timur yang tingkat perkembangan kotanya sangat cepat.

Sebagai contoh Kota Metropolitan pertama di Provinsi Kalimantan Timur, tantangan potensi pengembangan Kota Samarinda sangat luar biasa baik terhadap kebutuhan lahan yang terbatas yaitu : 718 Km2 dan Peningkatan Jumlah Penduduk yang terus meningkat sebagai potensi Sumber Daya Manusia dalam rangka menuju Kota Metropolitan dengan Basis Sektor Unggulan yaitu Perdagangan dan Jasa.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda periode 2014-2034, Kota Samarinda mempunyai tujuan penataan ruang adalah untuk mewujudkan Kota Samarinda menjadi Kota Tepian yang berbasis Perdagangan, Jasa dan Industri yang maju, berwawasan Lingkungan dan Hijau serta mempunyai Unggulan Daya Saing untuk meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

Adapun konsep Kota Tepian yang dimaksudkan adalah Kota Tepian yang tidak hanya menjadi semboyan Kota Samarinda yang merupakan akronim dari Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman tetapi juga cerminan dari Kota Samarinda yang terletak didaerah tepi sungai, yaitu bagian yang berbatasan langsung dengan air. Oleh karena itu, konsep Waterfront City Development yaitu pengambangan Daerah Tepian Sungai Mahakam dan anak sungainya untuk menjadi area pariwisata menjadi salah satu kawasan prioritas (strategis) pengembangan Kota Samarinda mendatang yang berbasis pada perdagangan, jasa, industri dan industri maju, berwawasan lingkungan dan hijau, serta mempunyai keunggulan daya saing.

(34)

D. Penentuan Isu-Isu Strategis

Menjelaskan isu-isu strategis yang akan dihadapi berdasarkan evaluasi dan analisis berdasarkan RPJMD Kota Samarinda tahun 2016 – 2021 menuju tidak terlepasnya perwujudan Visi Pembangunan Jangka Panjang Kota Samarinda yaitu Kota Jasa, Industri, Perdagangan dan Permukiman yang berwawasan lingkungan untuk itu perlu diantisipasi dengan menyikapi beberapa isi-isu strategis :

1. Banyak terjadinya penyimpangan dan kasus penyalahgunaan keuangan yang menyebabkan kerugian keuangan negara dan daerah. ;

2. Kurang optimalnya Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan yang dilakukan oleh SKPD di lingkungan pemerintah Kota Samarinda.

3. Masih kurangnya Jumlah Tenaga profesional di bidang Pengawasan Dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasan berdasarkan evaluasi, analisis dan prediksi terhadap pelaksanaan tugas pengawasan dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa serta profesional Aparatur Pengawas Intern Pemerintah Kota Samarinda.

Kekuatan :

No. IFAS (Internal Faktor Analisis) Skor Bobot Total

Kekuatan

1 Tersedianya Aparat Pengawas 4 20 80

2 Tersedianya Kapasitas Peraturan 3 10 30

3 Tersedianya sarana dan prasarana

pendukung pelayanan pengawasan 4 15 60

4 Adanya dukungan terhadap rekrutmen

Tenaga APIP 4 20 80

(35)

Kelemahan :

No. IFAS (Internal Faktor Analisis) Skor Bobot Total

Kelemahan

1 Banyak terjadinya penyimpangan dan kasus penyalahgunaan keuangan yang menyebabkan kerugian keuangan negara dan daerah

2 10 20

2 Kurang optimalnya tindak lanjut hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh SKPD di lingkungan pemerintah Kota Samarinda

2 10 20

3 Masih kurangnya jumlah tenaga

profesional di bidang pengawasan 1 15 15

TOTAL 100 305

Kendala / Hambatan :

Untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa dan bertanggung jawab serta profesional yang mampu mendukung pembangunan daerah terhadap pelaksanaan tugas pengawasan :

1. Belum optimalnya sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan Kepala Daerah yang disebabkan oleh belum profesionalnya aparatur pemerintah daerah, aparatur pengawasan, dukungan peraturan perundangan.

2. Masih rendahnya tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK- RI yang dilakukan SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.

3. Belum maksimalnya pengawasan melekat (pengawasan internal) oleh pimpinan SKPD.

4. Masih terbatasnya tenaga yang profesional di bidang pengawasan yang berhubungan dengan Jabatan Fungsional Auditor.

5. Masih rendahnya tingkat pengetahuan atas peraturan-peraturan yang berhubungan dengan penyelengaraan pemerintahan daerah, yang menyebabkan terjadinya temuan-temuan yang sifatnya berulang-ulang.

(36)

6. Banyak terjadinya penyimpangan dan kasus penyalahgunaan keuangan yang menyebabkan kerugian keuangan negara dan daerah.

Prediksi terhadap Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Inspektorat Daerah Kota Samarinda selama 5 tahun ke depan.

Sesuai tugas pokok dan fungsi serta program kerja pengawasan tahunan Inspektorat Daerah Kota Samarinda berupaya untuk komit dan konsisten melaksanakan sebagian tugas Walikota Samarinda pelaksanaan pengawasan terhadap kinerja SKPD Pemerintah Kota Samarinda seperti masih ditemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan pengawasan, sebagaimana tercantum dalam isu-isu strategis diatas.

Mengatasi hal tersebut telah diupayakan untuk ditetapkan beberapa program yang bersentuhan langsung demi kelancaran pelaksanaan tugas.

Adapun program tersebut seperti dijelaskan dalam Bab V.

Diharapkan dari beberapa program tersebut dapat memberi manfaat bagi peningkatan kinerja Inspektorat atau SKPD yang menjadi mitranya. Namun perlu juga diinformasikan bahwa dengan kinerja yang ada selama ini Inspektorat Daerah Kota Samarinda telah berperan pula sebagai mediator, mitra/ counseling partner, advisor dan komunikator bagi SKPD yang memerlukan.

(37)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

A. VISI DAN MISI

Inspektorat Daerah Kota Samarinda sebagai Lembaga Pengawasan Fungsional Pemerintah Kota Samarinda, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap unit satuan kerja sebagai mitra kerja yang bersifat konsultatif.

Dalam melakukan tugas dimaksud Aparat Pengawas berpegang teguh kepada prinsip independensi serta menjunjung tinggi etika dan moral. Dengan demikian diharapkan Aparat Pengawas dapat bertindak objektif guna mencapai hasil yang dipertanggung jawabkan harus didukung oleh Aparat Pengawas yang ahli dalam bidangnya (Profesional). Dengan demikian akan tercipta Aparat Pemerintahan Kota Samarinda yang bersih dari KKN.

Dengan memperhatikan situasi dan kondisi pada saat ini dan mengantisipasi perubahan dimasa yang akan datang, maka Visi Inspektorat Daerah Kota Samarinda dirumuskan sebagai berikut :

Pernyataan Visi tersebut mengandung 2 (Dua) kata kunci, yaitu

“Terwujudnya Pengawasan Internal yang Profesional Menuju Tata Kelola Pemerintah yang Baik”

Visi Inspektorat Daerah Kota Samarinda

“ Terwujudnya Pengawasan Internal yang Profesional Menuju Tata Kelola Pemerintah yang Baik “

(38)

Kata Kunci Pertama adalah Pengawasan yang profesional mengandung makna bahwa dalam setiap pelaksanaan kegiatan / penugasannya, Inspektorat senantiasa melakukannya dengan suatu landasan metodologi, sikap kerja yang berintegritas secara moral dan profesi, dan senantiasa berorientasi pada Visi Pemerintah Kota Samarinda.

Kata Kunci Kedua adalah Tata kelola pemerintah yang baik mengandung makna bahwa tata kelola pemerintahan yang baik dimulai terlebih dahulu dengan menyiapkan aparatur yang berintegritas dan proesional sehingga menjadi sebuah sistem dalam pelayanan prima.

Pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan kepastian hukumd an akuntabilitas yang tinggi.

Tata kelola pemerintahan yang baik dan dicanangkan oleh Inspektorat daerah Kota samarinda tidak hanya berhenti pada aparatur dan kelembagaan, namun lebih jauh lagi adalah menerapkan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan publik melalui pengembangan IPTEK. Kolaborasi antara kualitas aparatur, kelembagaan dan teknologi yang tinggi inilah merupakan gambaran good government untuk Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bebas korupsi ditunjang aparatur yang berintegritas tinggi, profesional dan inovatif.

Bahwa dalam mewujudkan Visi Pemerintah Kota Samarinda ”Terwujudnya Kota Samarinda sebagai Kota Metropolitan yang Berdaya Saing dan Berwawasan Lingkungan” sejalan dengan Visi Inspektorat Daerah Kota Samarinda sebagai Aparat Pengawas Fungsional Internal Pemerintah (APIP) untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dalam hal ini didasari berdasarkan norma pengawasan yang dijunjung dan dipedomani pada Inspektorat Daerah Kota Samarinda guna mendukung Good Governance dan Otonomi Daerah sesuai dengan Visi Pemerintah Kota Samarinda.

(39)

Salah satu Misi Pemerintah Kota Samarinda adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bebas korupsi ditunjang aparatur yang berintegritas tinggi, profesional dan inovatif.

Peran pemerintah sebagai pengendali dalam pembangunan menjadi penting untuk mendapatkan perhatian. Profesionalisme aparatur pemerintah, pemerintahan yang bebas dari praktek KKN, serta kesadaran memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Untuk mewujudkan Visi Inspektorat Daerah Kota Samarinda sebagaimana tersebut di atas, maka dipandang perlu untuk menetapkan beberapa misi yang harus dilakukan oleh seluruh jajaran Inspektorat Daerah Kota Samarinda, agar tujuan organisasi dapat tercapai.

Berdasarkan hal tersebut, Inspektorat Daerah Kota Samarinda menetapkan Misi sebagai berikut :

Penjelasan Misi Kesatu :

Setiap pelaksanaan kegiatan/penugasan senantiasa melakukan suatu landasan metodologi, sikap kerja yang berintegritas secara moral dan profesional dan senantiasa berorentasi pada kualitas pengawasan.

- Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik

- Peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di seluruh SKPD Kota Samarinda.

MISI II : “Meningkatkan Kualitas SDM Aparatur didukung sarana dan prasarana”

MISI I : “Meningkatkan Pengawasan Yang Berkualitas dan Profesional”

(40)

Penjelasan Misi Kedua :

Meningkatkan kualitas SDM pengawas yang profesional dengan didukung sarana dan prasarana yang memadai. Pengawasan terus ditingkatkan baik melalui pemeriksaan, pembinaan dan pencegahan, serta meningkatnya kemampuan teknis dan independensi Aparat Pengawasan serta kehandalan sarana dan prasarana.

Berdasarkan tugas pokok dan fungsi Inspektorat Daerah Kota Samarinda, maka dirumuskan nilai-nilai organisasi sebagai berikut :

1. Obyektif, profesional, transparansi, independen dan tidak mencari-cari kesalahan.

2. Secara terus menerus untuk memperoleh hasil pengawasan dan pembinaan yang berkesinambungan.

3. Efektif dan efisien untuk menjamin adanya tindakan koreksi yang cepat dan tepat.

Faktor-Faktor Keberhasilan

Indikator capaian keberhasilan suatu organisasi dapat dilihat dari sejauh mana organisasi tersebut dapat mewujudkan tujuannya secara efektif dan efesien.

Untuk mewujudkan tujuan dimaksud akan lebih efektif dan efisien apabila didukung dengan kunci keberhasilan sebagai berikut :

1. Adanya data pendukung peraturan perundang-undangan yang mendukung tugas-tugas dibidang pengawasan.

2. Adanya animo Pemerintah dan masyarakat yang membutuhkan hasil pengawasan sebagai alat kontrol dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.

3. Adanya program dan kegiatan yang berorientasi pada tugas-tugas pengawasan / pemeriksaan.

4. Adanya dukung pendanaan / anggaran yang cukup untuk menunjang program dan kegiatan pengawasan.

(41)

5. Adanya dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan pengawasan.

6. Adanya komitmen dari Pimpinan, semangat dan tekad untuk melaksanakan tugas-tugas pengawasan.

B. Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah Inspektorat

Untuk mencapai Visi, melaksanakan Misi dengan menjawab Isu Strategis daerah dan permasalahan pembangunan daerah, dimana salah satu tujuan dalam RPJMD Kota Samarinda Tahunan 2016 – 2021 adalah Terwujudnya reformasi birokrasi dalam mendukung terciptanya Good Governance.

Pengawasan sebagai salah satu fungsi manajemen terhadap penjabaran atau implementasi dari pernyataan dalam suatu kegiatan yang sesuai dengan ketentuan dan perencanaan yang telah ditetapkan, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien. Adapun Tujuan Visi dan Misi Inspektorat Daerah Kota Samarinda sebagai berikut :

1. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik

2. Peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di seluruh SKPD Kota Samarinda.

3. Meningkatnya kualitas SDM aparatur 4. Sarana dan prasarana yang memadai

Untuk mewujudkan peningkatan Good Goverment Pemerintah Kota Samarinda yang lebih baik dengan tujuan terwujudnya Reformasi

Birokrasi yang efektif, efisien dan akuntabel dalam mendukung terciptanya Good Governance.

(42)

Sejalan dengan tujuan dan sasaran dari Misi Pemerintah Kota Samarinda, maka berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Adapun Sasaran Inspektorat Daerah Kota Samarinda adalah sebagai berikut : 1. Tersusunnya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan SKPD yang

sesuai Standar Akuntansi Pemerintah

2. Menurunnya saldo temuan pemeriksa ekstern dan APIP lainnya 3. Meningkatnya level Inspektorat daerah Kota samarinda

4. Meningkatnya kualitas hasil pengawasan

5. Meningkatnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

6. Tersedianya SDM pengawasan yang profesional, kompeten dan berintegritas

7. Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana

- Cara Pencapaian Tujuan dan Sasaran

Dalam rangka mencapai suatu tujuan dan sasaran pada masing- masing kegiatan Inspektorat Daerah Kota Samarinda menetapkan hal sebagai berikut :

1. Program peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH

2. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

3. Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan

4. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.

5. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.

(43)

C. Strategi dan Kebijakan SKPD

Strategi dan Arah Kebijakan merupakan rumusan Perencanaan Komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah mencapai Tujuan dan Sasaran RPJMD dengan Efektif dan Efisien.

I F A S IFAS

E F A S

KEKUATAN (S) KELEMAHAN (S)

- - -

Tersedianya Aparat Pengawas Tersedianya Kapasitas Peraturan Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pelayanan pengawasan

-

-

-

Banyak terjadinya penyimpangan dan kasus penyalahgunaan keuangan yang menyebabkan kerugian keuangan negara dan daerah

Kurang optimalnya tindak lanjut hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh SKPD di lingkungan pemerintah Kota Samarinda Masih kurangnya jumlah tenaga profesional di bidang pengawasan

PELUANG (O) SO = WO =

-

-

-

-

Komitmen Pimpinan terhadap

Penyelenggaraan Pengawasan

Dukungan dari Pemda terhadap ketersediaan anggaran

Adanya opini dari BPK- RI terhadap Laporan Keuangan Pemda Kota Samarinda

Adanya Evaluasi

terhadap LAKIP SKPD di lingkungan Pemkot Samarinda sebagai kontrol pengelolaan keuangan

-

-

Meningkatkan Kualitas pengawasan yang bersifat kebijakan strategis atas penyelenggaraan tugas umum Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan secara cermat, objektif dan sesuai sasaran pengawasan

Mengoptimalkan pelaksanaan tindak lanjut hasil-hasil pemriksaan aparat pengawasan fungsional dan penanganan pengaduan masyarakat

- Mengoptimalkan pelaksanaan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan Aparat Pengawasan Fungsional dan

Penanganan Pengaduan

Masyarakat

(44)

ANCAMAN / TANTANGAN (T) ST = WT = -

-

-

-

Perlunya Tenaga APIP yang profesional

Dukungan Sistem Informasi dan Manajemen Pengawasan yang terintegrasi dan tepat guna

Komitmen dan ketegasan

Kepala SKPD dalam

menindaklanjuti rekomendasi Hasil Pemeriksaan APIP, baik internal (Inspektorat) maupun ekstenal (BPK-RI, BPKP) Ketersediaan sarana dan prasarana penunjang tugas pemeriksaan

- Mengoptimalkan pemanfataan sarana dan prasarana dalam rangka menunjang pelaksanaan kegiatan pengawasan

-

-

Peningkatan

partisipasi masyarakat dalam

penyelenggaraan pengawasan

Pengelolaan Sistem Pengaduan

Sejalan dengan hal tersebut, maka Strategi dan Arah Kebijakan Inspektorat Daerah Kota Samarinda Tahun 2016 – 2021 searah dengan tugas pokok dan fungsi dinyatakan sebagai berikut :

1. Penataan kebijakan dan sistem pengawasan berbasis resiko 2. Peningkatan Kualitas pelaksanaan pemeriksaan

3. Peningkatan kompetensi aparat penagwas intern pemerintah

4. Mengoptimalkan pemanfataan sarana dan prasarana dalam rangka menunjang pelaksanaan kegiatan pengawasan

Kebijakan

Dalam kerangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Inspektorat Derah Kota Samarinda, maka araha kebijakan ruang lingkup kegiatan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah meliputi :

1. Peningkatan kualitas AKIP dalam evaluasi internal LAKIP kota samarinda 2. Peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah

3. Pengevaluasian terhadap LAKIp yang telah dilaksanakan oleh SKPD 4. Pengawasan atas kinerja SKPD

5. Peningkatan sistem pengendalian intern pemerintah

(45)

6. Penyusunan dan penyempurnaan norma dan prosedur pemeriksaan 7. Pembagian tim pengawas berdasarkan resiko

8. Pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan internal dan eksternal secara optimal

9. Peningkatan pemeriksaan operasional SKPD berdasarkan urutan SKPD yang resikonya paling besar

10. Jumlah auditor sesuai kebutuhan 11. Mengikutsertakan auditor dalam diklat

12. Penyediaan sarana dan prasarana yang baik dalam menunjang pelaksanaan kelancaran administrasi

Penjelasan Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Inspektorat Daerah Kota Samarinda didisribsikan sebagaimana tabel berikut ini :

(46)

4

1 Peningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik

3

Pengevaluasian terhadap LAKIP yang telah dilaksanakan oleh SKPD

1 Jumlah Auditor sesuai Kebutuhan

2 Mengikutsertakan Auditor dalam Diklat

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

1 2 3

1

Tersusunnya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan SKPD yang sesuai Standar Akuntansi Pemerintah

1

Penataan kebijakan dan sistem pengawasan berbasis risiko

1

Peningkatan kualitas AKIP dalam evaluasi internal LAKIP Pemerintah Kota

2 Peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah

4 Pengawasan atas kinerja SKPD

3 Pembagian tim pengawas berdasarkan risiko

5 Peningkatan sistem pengendalian intern Pemerintah

2 Menurunnya Saldo Temuan Pemeriksa Ekstern dan APIP lainnya

2

Peningkatan kualitas pelaksanaan pemeriksaan

1 Pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan internal dan eksternal secara optimal

2

Peningkatan pemeriksaan operasional SKPD berdasarkan urutan SKPD yang risikonya paling besar;

3 Meningkatnya kualitas SDM aparatur

Tersedianya SDM Pengawasan yang Profesional, Kompeten dan Berintegritas.

Peningkatan kompetensi aparat pengawas intern pemerintah 3 Meningkatnya Level Inspektorat

Daerah Kota Samarinda

4 Meningkatnya kualitas Hasil Pengawasan

2

Peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di seluruh SKPD

Kota Samarinda.

Meningkatnya Akuntabiltas Kinerja Instansi

Pemerintah 4

Penyusunan dan penyempurnaan norma, standar, dan prosedur pemeriksaan;

4 Sarana dan prasarana yang memadai

Terpenuhinya Kebutuhan Sarana dan Prasarana

Mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana dalam rangka menunjang pelaksanaan kegiatan pengawasan

Penyediaan sarana dan prasarana yang baik dalam menunjang pelaksanaan kelancaran administrasi

(47)

BAB V

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN KEBUTUHAN

PENDANAAN INDIKATIF

5.1 Rencana Program, Kegiatan dan Kelompok Sasaran

Sesuai tugas dan fungsi Inspektorat Daerah Kota Samarinda telah merumuskan rencana 5 tahun ( 2016 – 2021 ) dengan mempedomani Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ).

Rumusan Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif didasarkan atas peran serta Inspektorat Daerah Kota Samarinda, untuk menciptakan Kota Samarinda sebagai Kota Tepian yang Aman, Demokratis dan Dinamis di dukung Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa.

Adapun program kerja Inspektorat Daerah Kota Samarinda dalam perencanaan Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan sebagai berikut :

1. Program Prioritas

Rencana program prioritas yang ada di Inspektorat Daerah Kota Samarinda pada tahun 2016 – 2021 antara lain :

1) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH.

2) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.

3) Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa.

(48)

2. Program Penunjang.

Sejalan dengan program prioritas yang akan dilaksanakan Inspektorat Daerah Kota Samarinda tahun 2016 – 2021 juga didukung dengan program penunjang antara lain :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.

5.2 Kegiatan yang ada pada Program Prioritas.

1. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH terdiri dari 6 (enam) kegiatan, yaitu :

a. Pelaksanaan pengawasan internal secara berkala b. Peningkatan tata kelola pemerintahan

c. Zona Integritas

d. PMPRB (Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi) e. RAD-PPK

f. Peningkatan SPIP

g. Jumlah LP2P yang terhimpun

2. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan terdiri dari 1 (satu) kegiatan yaitu :

- Pelaporan LAKIP Inspektorat Daerah Kota Samarinda.

3. Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa terdiri dari 1 (Satu) kegiatan yaitu :

- Pelatihan pengembangan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan

(49)

5.3 Kegiatan yang ada pada Program Penunjang

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran terdiri dari 7 (Tujuh) kegiatan yaitu :

a. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik.

b. Penyediaan Alat Tulis Kantor.

c. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan.

d. Penyediaan komponen instalasi / penerangan bangunan kantor.

e. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor.

f. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah.

g. Penyediaan Jasa Administrasi perkantoran.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur terdiri dari 3 (tiga) kegiatan yaitu :

a. Pemeliharaan Rutin / berkala Gedung Kantor.

b. Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas / operasional.

c. Pemeliharaan rutin / berkala perlengkapan dan peralatan kantor.

3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur : - Penyediaan Pakaian Dinas beserta kelengkapannya

5.4 Indikator Kegiatan yang ada pada Program Prioritas

1. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH dengan 2 (dua) kegiatan dan indikator sebagai berikut :

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan review terhadap rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dikaitkan dengan Rencana Kerja Inspektorat Kota Samarinda berdasarkan analisis kebutuhan,

Sebagai wujud konkrit dalam mengimplementasikan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 70 tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMA) Tahun 2012-2017, dan

Rencana Kinerja Direktorat Industri Kimia Hulu Tahun 2016 merupakan bagian dari perencanaan jangka menengah pengembangan Industri kimia, tekstil dan aneka memiliki ruang

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok disusun berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),

Strategi pembangunan jangka menengah Kabupaten Purbalingga tahun 2016-2021 pada prinsipnya merupakan langkah-langkah yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga

Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai kebijakan dan strategi dokumen rencana seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Tuban Tahun 2016 - 2021 merupakan dokumen perencanaan strategis untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang disusun

Renja Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan berpedoman pada Perda Kabupaten Purworejo nomor 2 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah